Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10535

Keadaan Tak Baik, KPU Tunda Tahapan Pilkada Serentak 2020

0

batampos.co.id – Tiga tahapan yang dilakukan dalam Pilkada serentak 2020 ditunda oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penundaan ini sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini karena mewabahnya virus Korona di Indonesia.

Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan ‎tiga tahapan yang ditunda adalah Pelantikan Panitia Pengutan Suara (PPS), verifikasi bakal calon perseorangan, perekrutan petugas pencocokan penelitian (Coklit) dan perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). “Jadi kita menunda tiga tahapan penyelenggaran Pilkada serentak,” ujar Viryan kepada wartawan, Sabtu (21/3).

Viryan mengatakan penundaan tiga tahapan itu sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Sehingga KPU melihat dalam hal ini melihat terus perkembangan yang ada. “Karena persebaran Covid-19 merata dan semakin masif,” ujar Viryan.

Dia mengatakan adanya tiga tahapan di Pilkada serentak ini akan berpotensi terjadinya kontak fisik. Alhasil, KPU tidak ingin penyebaran virus yang berasal dari kelelawar ini semakin meluas. “Tahapan penyelenggaran dalam waktu dekat sangat berpotensi terjadi kontak fisik,” katanya.

Lantas apakah KPU akan melakukan penundaan Pilkada serentak September 2020 ini, Viryan mengatakan KPU melihat situasi mengenai virus Korona ini. “Belum tentu (Pilkada serentak ditunda). Tentu kami melihat perkembangan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara terpisah lewat akun Twitter milik Komisioner KPU Hasyim Asy’ari @hsym_asyari, juga membenarkan adanya penudaan tiga tahapan Pilkada serentak 2020 ini. Mewabahnya virus Korona menjadi alasan utama KPU untuk melakukan penundaan. “Meningkatnya penyerabaran Korona virus disease (Covid-19) di Indonesia,” katanya.

“Pernyataan resmi WHO bahwa Covid-19 menyebabkan kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia,” tambahnya.(jpg)

Menteri Agama Imbau Acara Keagamaan yang Libatkan Banyak Umat Ditunda

0

batampos.co.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengapresiasi langkah panitia dan kerja Pemerintah Daerah bersama aparat sehingga acara Ijtima Jamaah Tabligh Zona Asia yang sedianya digelar pada 19 Maret 2020 dibatalkan. Acara keagamaan yang rencananya digelar di Gowa itu mengumpulkan ribuan orang saat Indonesia tengah berjuang mencegah meluasnya wabah virus Korona jenis baru atau COVID-19.

Menurut Menag, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kegiatan yang mengumpulkan banyak orang agar tidak dilaksanakan guna mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19). “Terima kasih atas kesediaan dan kesadaran semua pihak untuk mematuhi imbauan untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa. Ini semata untuk mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Menag dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/3).

“Saya sangat mengapresiasi panitia, Pemda, aparat, dan seluruh pihak yang telah mengupayakan hal tersebut,” sambungnya.

Ijtima Jamaah Tabligh Zona Asia yang melibatkan ribuan peserta dari beberapa negara itu dibatalkan setelah ada kesepakatan bersama antara panitia, Pemda, TNI/Polri, serta koordinasi Gubernur dan Forkopimda Sulsel. Fachrul berharap pembatalan acara tersebut bisa jadi perhatian dan pelajaran bersama bagi kepanitiaan lainnya yang saat ini merencanakan kegiatan yang akan mengumpulkan banyak orang.

Menurut Farchrul, dalam kondisi darurat Korona, dirinya mengimbau kegiatan semacam itu untuk ditunda. Hal itu manjadi bagian dari upaya bersama mencegah penyebaran dan penularan sehingga pandemic Korona bisa segera diatasi. “Kemenag sedianya akan menggelar acara peringatan Isra Miraj pekan depan, secara sederhana. Namun, acara itu juga akhirnya dibatalkan,” ujarnya.

“Kita semua sangat percaya bahwa Tuhan penentu segalanya. Tapi kita juga sangat percaya bahwa Tuhan memberi kita akal untuk dapat berusaha memilah tentang hal-hal baik dan hal-hal buruk,” pesannya.

Di sisi lain, Menag menyampaikan selamat atas penahbisan Monsinyur Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng. Penahbisan itu digelar dalam upacara Misa Kudus di Gereja Katedral Ruteng, Manggarai, NTT, pada 19 Maret 2020. Misa Kudus dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo bersama dua uskup pendamping yakni Uskup Agung Ende, Monsinyur Vincensius Sensi Potokota dan Uskup Denpasar sekaligus Administratur Apostolik Mgr. Silvester San.

“Terlepas dari momennya yang kurang tepat, karena berkerumun, yang seharusnya dihindari karena ancaman penularan Covid-19, Menag dan seluruh jajaran Kemenag mengucapkan selamat atas penahbisan Monsinyur Siprianus Hormat. Selamat bertugas,” ucapnya.

Dalam beberapa hari ke depan, ada sejumlah kegiatan keagamaan di Indonesia yang biasanya mengumpulkan massa untuk ditunda dahulu. Misalnya, Tawur Agung Kesanga Hindu, Paskah, buka bersama Ramadhan, dan lainnya. “Selagi potensi penyebaran Covid-19 masih tinggi, saya harap kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa bisa ditunda,” pungkasnya.(jpg)

Ada Lapo Tuak di Lingkungan Rumah. Warga Minta Ditutup

0

batampos.co.id – Komisi I DPRD Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pengusaha lapo tuak, Satpol PP, warga komplek pertokoan ruko San Fransisco, Putri VII Kelurahan Kibing, Batuaji. RDP tersebut merupakan lanjutan laporan warga atas keberadaan lapo tuak di perumahan mereka. Warga mengaku resah lantaran ketiga lapo tuak itu beroperasi hingga malam hari.

Bahkan lapo tuak itu juga disertai suara musik yang sangat kuat, sehingga sangat menganggu ketentraman warga.

”Permasalahan ini sudah pernah disampaikan kepada pemerintah Kecamatan Batuaji. Namun hingga saat ini, masih terus beroperasi,” ucap Herman, salah seorang warga setempat dalam RDP dengan Komisi I DPRD Batam, Jumat (20/3).

Dia bersama masyarakat lainnya meminta kepada Komisi I DPRD Kota Batam agar segera menutup ketiga lapo tersebut. Apalagi masyarakat sekitar merasa sangat diresahkan.

”Kami meminta kepada Komisi I DPRD Kota Batam agar mengintruksikan kepada pihak terkait agar tiga lapo itu ditutup, untuk ketentraman dan kenyaman warga,” tuturnya.

Situmorang, selaku RT 01 di daerah tersebut mengatakan, bahwa semua warung di sekitar komplek Ruko San Fransisco Kecamatan Batuaji itu memang tidak ada izinnya sama sekali dari pemerintah.

”Jangankan izin dari pemerintah, pemberitahuan kepada RT/RW saja, tidak ada sama sekali. Jadi kalau warga minta lapo itu ditutup, saya juga mendukung sesuai ketentuan yang ada, karena masyarakat merasa terganggu,” ucapnya.

Wiwit, Kasi Atlantif Kelurahan Kibing juga mengakui bahwa apa yang dikeluhkan warga itu adalah benar dan pihaknya juga sudah pernah turun langsung ke lokasi dan menyosialisasikan Perda yang ada.

”Kami sudah melakukan sosialisasi Perda kepada pemilik lapo, baik itu secara tertulis dan juga secara lisan, namun hal itu tidak diindahkan. Lapo itu memang tidak ada izinnya dan mereka juga tidak ada mengajukan izin, hal ini juga seirama dengan kecamatan,” jelasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto yang didampingi oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husen, mengatakan bahwa dalam berusahaharus memiliki izin, apalagi usaha minuman alkohol.

Oleh karena itu, selama izinnya belum ada maka ketiga lapo tuak tersebut usahanya harus ditutup dulu. Usahanya boleh dilanjutkan apabila izin sudah didapatkan dari DPM PTSP Kota Batam.

”Kami minta kepada Pak Lurah dan Pak Camat setempat tolong diawasi di lapangan, kondusifitas masyarakat di lapangan tolong dijaga,” tegasnya.(rng)

Warga Batam! Dam Duriangkang Hanya Bisa Bertahan 10 Hari

0

batampos.co.id – Kondisi musim panas mendorong pemakaian air secara berlebihan oleh sebagian masyarakat Batam. Faktor ini akan mendorong penyusutan air di Dam Duriangkang lebih cepat. Saat ini, level elevasi terakhir dam tersebut dari spillway berada di minus 3,31 meter.

“Kondisi dam dengan musim panas yang berkepanjangan itu pengaruh. Kebetulan contohnya di Dam Seiharapan tak di-rationing, maka pola pemakaian jadi boros. Akibatnya pelanggan yang di hilir atau di ujung yang daerahnya tinggi jadi terkena dampaknya,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Jumat (20/3).

Maria menjelaskan, selama musim panas terjadi pola penyerapan dari ‘tangki-tangki air’ ATB secara luar biasa. “Ini jadi potret yang baik bagi kami untuk membaca pola seperti ini yang akan terjadi kalau rationing berlaku nanti,” ujarnya.

Khusus mengenai Dam Duriangkang sendiri, Maria menyebut masih bisa bertahan 10 hari. ATB akan melakukan rationing kalau level dam sudah berada di minus 3,40 meter dari spillway. “Hitung saja kalau dalam sehari turunnya dua sentimeter lebih, maka akan lebih cepat surutnya,” ungkapnya.

Apabila debit air minus 3,4 dari spillway dan tanpa melakukan apapun, mesin pompa yang ada di Dam Duriangkang otomatis akan mati dengan sendirinya dikarenakan air menyusut.

“Kami sebelumnya sudah melaporkan hal ini kepada BP Batam, mau tunggu minus 3,4 mesin pompa tumbang sendiri dan itu sudah kami sampaikan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, jika BP Batam tidak menangani dengan cepat debit air di dalam Dam Duriangkang akan semakin menyusut dan dipastikan akan berhenti beroperasi.(leo)

Singapura Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Korona, Ada WNI

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura mengonfirmasi kasus kematian pertama akibat virus Korona jenis baru atau COVID-19. Pada Sabtu (21/3), otoritas terkait Singapura melaporkan dua pasien positif virus Korona di negara mereka meninggal dunia. Itu menjadi kasus kematian pertama akibat COVID-19 di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan seorang wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun meninggal pada Sabtu (21/3) pagi.

Hingga saat ini, Sabtu (21/3), Singapura telah mengonfirmasi 385 kasus positif virus Korona. Dan, baru Sabtu (21/3), dilaporkan kasus kematian yakni dua orang. Pasien yang berhasil disembuhkan sebanyak 131 orang.

“Saya tahu warga Singapura akan khawatir dan cemas. Tetapi kita harus berani dan tidak menyerah pada ketakutan kita,” sebut Gan Kim Yong, Menteri Kesehatan Singapura, seperti dilansir Reuters.

Wanita Singapura yang meninggal memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi. Dia dirawat intensif selama 26 hari.

Sementara itu, sebelum kedatangannya di Singapura pada 13 Maret, pria Indonesia yang meninggal dirawat di rumah sakit karena pneumonia, dan memiliki riwayat penyakit jantung. Dia meninggal setelah sembilan hari dalam perawatan intensif di Singapura.

Singapura telah meningkatkan langkah sosialnya, termasuk menangguhkan semua pertemuan yang terdiri dari 250 orang atau lebih dan menyarankan perusahaan untuk meminta staf untuk bekerja dari rumah.

Semua orang termasuk warga negara dan penduduk Singapura, yang memasuki negara tersebut harus melakukan karantina sendiri selama 14 hari. Pemerintah Singapura juga menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota dan negara. (jpg)

Terus Naik, Kini Positif Korona 450 Orang, 38 Meninggal, 20 Sembuh

0

batampos.co.id – Jumlah pengidap virus Korona di Indonesia terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa per Sabtu (21/3), jumlah orang yang dinyatakan poisitif Korona sudah genap 450 orang.

Penambahan itu disebabkan oleh adanya 81 orang pasien baru yang dinyatakan positif COVID-19.

“Sehingga total kasus ada 450 orang,” ujar Yuri, Sabtu (21/3).

Yuri menambakan, jumlah angka kematian akibat COVID-19 juga masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah pasien yang meninggal sudah mencapai 38 orang. “Ada tambahan enam orang (yang meninggal, Red),” katanya.

Kendati demikian, jumlah pasien yang sembuh dari virus Korona juga menunjukkan kenaikan.

“Penambahan jumlah kasus negatif ada empat orang. Hingga yang dinyatakan sembuh totalnya ada 20 orang,” katanya.(jpg)

Komunitas Singapura Berikan Bantuan Alat Pelindung Diri

0

batampos.co.id – Komunitas Singapura Batam menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk penanganan kasus virus Covid-19 di Batam kepada Dinas Kesehatan (Dinkes)
Batam, Jumat (20/3/2020).

Ketua Komunitas Singapura Batam, Doris Heng, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian warga negara  Singapura yang ada di Batam.

Bantuan yang diberikan berupa APD masker ada dua jenis tiga lapis dan N95, sarung tangan, dan kacamata (googles).

“Kami akan terus kasih bantuan sesuai dengan kebutuhan di Batam. Apa yang paling prioritas akan kami bantu,” jelasnya.

“Semoga alat bantuan ini bisa bermanfaat bagi petugas medis dalam menangani pasien,” kata Doris lagi.

Doris menambahkan, pihaknya akan berupaya membantu agar penanganan virus ini bisa segera tuntas.

Saat ini pihaknya juga menunggu data kebutuhan alat bantu
tenaga medis yang dibutuhkan.

“Kami ready, seperti alat untuk pengecekan virus atau PCR kami bisa bantu, tapi masih terbentur izin dari pusat, agar bisa,” paparnya.

“Jadi kami sekarang masih komunikasi dengan tim kesehatan di sini. Apa kebutuhan yang paling prioritas akan kami usahakan,” terangnya.

Doris menyebutkan jenis bantuan yang diserahkan hari ini yaitu APD sebanyak 200 sets, terdiri dari satu pasang sarung tangan, satu googles, satu masker N95 respirator, dan gown.

Kedua masker N95 yang berjumlah 40 kardus berisikan 20 masker, jadi total ada 800 dan Surgi Al masker 7 kardus isi 26 dan total ada 182 masker.

Ia berharap virus ini tidak membesar dan bisa segera hilang dan perekonomian di Batam kembali pulih.

Pihaknya akan terus memberikan bantuan jika dibutuhkan.

“Tergantung tim medis di sini saja. Kekurangannya apa,” ujarnya.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, saat ini kebutuhan ADP masih banyak, sekarang stok tersisa masih ada sekitar 80 unit.

Bantuan dari provinsi 30 unit dan Komunitas Singapura Batam 50 unit.

“Sepatu boat masih kurang. Jadi mereka mau kasih juga. Karena kami belum data stok kemarin. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini mereka kasih lagi bantuan,” sebutnya.

Didi menjelaskan saat ini kebutuhan APD paling prioritas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti pengusaha hingga persatuan yang ada di Batam.

Untuk turut membantu pemerintah dalam penyediaan alat untuk tenaga medis ini.

“Semua lagi diupayakan, karena kebutuhan masih banyak. Jadi lagi yang mendesak itu APD,” sebutnya.

Selain APD, tim medis juga membutuhkan Virus Transfer Media (VTM) untuk membawa virus ke tempat pemeriksaan.

Setelah sampel diambil harus dipindahkan ke VTM agar virusnya tidak mati, setelah itu baru dikirim untuk diuji laboratorium.

“Sekarang stok hanya ada untuk 40, sementara yang dicek mau 60 dari kasus positif pertama yang saat ini ada di RSUD,” jelasnya.

“Kemarin BTKLPP sudah pesan sekitar 1.000 unit. Nanti uangnya kita pakai yang dari pengusaha itu,” ungkapnya.

Didi menambahkan, tengah menyiapkan data peralatan medis yang dibutuhkan seperti air purifier atau sejenis penjernih udara di ruangan pasien.(yui)

Hanya Mampu Tampung 120 Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua Gugus Penanganan Covid-19, Amsakar Achmad, mengatakan, seluruh rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani pasien covid-19 hanya mampu menangani 120 pasien.

Baik di rumah sakit umum daerah, RSBP, dan dua rumah sakit swasta lainnya.

Saat ini lanjutnya, pemerintah sudah menyiapkan Asrama Haji dan guest house milik BP Batam untuk lokasi karantina.

Sebab, lanjutnya, saat ini ada 60 ODP pasien pertama ditambah 131 pasien OPD kasus Covid-19 yang kedua.

“Pak Slamet dari BTKLPP juga sudah mengambil sampel sebagai langkah cepat pencegahan penularan,” terangnya.

Ia menambahkan, pada 28 Maret 2020 mendatang, rumah sakit khusus Covid-19 akan selesai dibangun dan rampung.

Nanti semua pasien positif akan dirawat di rumah sakit tersebut.

“Untuk itu, menunggu rumah sakit itu selesai, kita manfaatkan semua fasilitas yang ada saat ini,” jelasnya.

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, menambahkan untuk orang yang pernah berinteraksi dengan
pasien pertama Covid-19 di Batam yang jumlahnya mencapai 60 orang, pihaknya sudah mengambil 23 sampel yang berkontak langsung dengan pasein tersebut.

“Besok (hari ini, red) masih dilanjutkan. Hasilnya akan keluar dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan,” kata dia, Jumat (20/3/2020).

ODP yang diperiksa dikategorikan berdasarkan tingkat risiko tertular dari pasien.

ODP yang sudah diperiksa di antaranya petugas rumah sakit
swasta, petugas RSUD Embung Fatimah, dan keluarga terde-
kat pasien. Saat ini, ODP sudah menjalani karantina mandiri
di rumah masing-masing.

Pengawasannya tidak ketat karena umumnya tenaga medis
yang lebih paham keadaan mereka.(yui/gie/iza)

Mantan Direktur RSUD jadi Tersangka Korupsi

0

batampos.co.id – Mantan Direktur RSUD Dabo Singkep AWS bersama SN, salah seorang PTT di Kabupaten Lingga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengecatan
dan perawatan RSUD.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Lingga, Yosua PL Tobing, mengatakan, surat penetapan kedua tersangka telah dilayangkan kepada dua tersangka, Kamis (19/3/2020)

“Dan telah mereka terima,” kata Yosua di Kantor Kejaksaan Negeri Dabo Singkep, Jumat (20/3/2020).

Berdasarkan penghitungan dari BPKP, proyek pengerjaan
pengecatan dan perawatan RSUD Dabo Singkep merugikan negara lebih dari setengah anggaran yang digunakan yakni        Rp 555.852.808.

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Padahal pagu Rp 1.000.020.000. Yosua menambahkan, posisi tersangka AWS sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan proyek pengecatan serta perawatan RSUD tahun anggaran 2018.

Sedangkan SN diketahui dalam kasus ini sebagai orang yang diperintahkan AWS untuk mengatur segala pengerjaan.

“Untuk tersangka lainnya, kami masih terus melakukan penyidikan sehingga itu semua masuk dalam materi penyidikan dan belum dapat kami sampaikan,” kata Yosua.

Hingga berita ditulis, kedua tersangka masih berada di luar  tahanan atau belum dilakukan penahanan.

Mengenai hal ini, Yosua mengatakan kedua tersangka kooperatif dan tidak menghalang-halangi penyidikan.

Selain itu salah seorang tersangka masih dibutuhkan tenaganya, sebagai salah satu tim medis.

“Untuk pencekalan, kami akan melakukan koordinasi dengan bagian intel,” ujar Yosua.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1
KUHPidana dengan kurungan maksimal 20 tahun.(wsa)

Imbas dari Virus Corona, Pengusaha Kesulitan Bahan Baku

0

batampos.co.id – Penyebaran virus corona di tanah air membuat mata uang Rupiah loyo terhadap Dolar Amerika. Nilai tukar Rupiah sudah berada di atas Rp 16 ribu.

Kondisi ini akan berdampak signifikan bagi perekonomian Batam.

“Seharusnya momentum pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini bisa dimanfaatkan untuk menggenjot ekspor dari Batam ke AS,”  kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Jumat, (20/3/2020).

Namun lanjutnya, saat ini Industri di Batam sedang menghadapi ancaman Corona yang berimbas pada sulitnya mendapatkan bahan baku.

Jadi kata dia, stimulus berupa melemahnya rupiah terhadap dolar AS ini tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh eksportir yang ada di Batam.

Seorang pekerja sedang memindahkan kontainer di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Ongkos logistik yang masih mahal masih dikeluhkan oleh pengusaha. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Namun pelemahan nilai tukar rupiah ini kita harapkan juga bisa meringankan beban operasional perusahaan yang ada di Batam yang dibayar dalam rupiah,” jelasnya.

“Sehingga dengan begitu perusahaan tidak perlu melakukan PHK karyawan di tengah situasi yang sedang sulit seperti sekarang ini,” kata dia lagi.

Ia juga mengimbau pihak terkait untuk tidak
menambah beban dunia usaha dengan biaya
tambahan lainnya di saat seperti sekarang ini.

Apindo kata dia, masih dapat undangan dari DPRD Batam untuk membahas Upah Minimum Sektoral.

“Kita berharap pihak pemerintah jangan memaksakan menerapkan UMS dalam situasi seperti sekarang. Bertahan dengan UMK yang ada saja kita sudah bersyukur,” paparnya.

Kata dia, jika masih mau ditambah dengan beban UMS pihaknya  tidak tahu lagi mau jadi apa industri di Batam.

“Jika investor banyak yang hengkang maka kita semua yang akan rugi. Jadi pemerintah daerah sebaiknya bijak menyikapi dampak kasus corona ini terhadap industri,” jelasnya.(leo)