Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10772

Panwascam Kota Batam Dilantik

0

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam melantik 36 Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di i Hotel Pacific Palace, Senin (23/12/2019).

Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza, mengatakan, dari jumlah ini perkecamatan ada tiga Panwascam yang bertugas. Batam memiliki 12 kecamatan.

Menurutnya, seluruh petugas yang dilantik dianggap mumpuni. Kata dia total peserta yang mendaftar menjadi panwascam mencapai 133 orang yang telah mengikuti tes tertulis dan wawancara.

Tes tertulis digelar di Politeknik Negeri Batam pada tanggal 14 Desember 2019 lalu. Sedangkan tes wawancara digelar dari tanggal 13 Desember hingga tanggal 17 Desember 2019.

“Yang kami yakini yang terpilih ini adalah yang terbaik. Kami minta kerjasamanya untuk mengawasi dan mensukseskan Pilkada,” ujar Reza.

Ilustrasi surat suara. Foto; Dokumentasi batampos.co.id

Menurut dia panwascam kini didominasi wajah baru. Namun ia meyakini petugas ini memiliki pengalaman pengawasan karena pernah bertugas ditingkat kelurahan.

“Bimtek akan kami lakukan awal tahun (Januari),” katanya.

Anggota Bawaslu Kepri, Said Abdullah, mengatakan, dari tujuh kabupaten/kota yang di Kepri hanya Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas yang belum melantik anggota panwascam.

Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca yang belum membaik, karena dibeberapa pulau ombak laut bisa di atas delapan meter.

“Jadi belum bisa bisa dilakukan pelantikan, kalau kota/kabupaten lainnya bersama dilantik hari ini,” kata Said.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap para anggota panwascam yang dilantik dapat bekerja maksimal dan sesuai dengan aturan yang ada.(iza)

Penumpang di Pelabuhan Batam Centre Diprediksi Naik 4 Kali Lipat

0

batampos.co.id – Menjelang natal jumlah penumpang di Pelabuhan Fery Internasional Batamcenter membludak. Meski begitu pelayanan untuk penumpang prioritas tetap diutamakan.

Manager Operasional PT Synergy Tharada, Nika Astaga, mengatakan, selama tiga hari belakangan jumlah penumpang sudah meningkat drastis.

Di hari biasa, jumlah penumpang hanya 5000-6000 orang. Namun saat ini jumlah penumpang bisa sampai 13 ribu orang.

“Arus penumpang masih tetap biasa, namun ada peningkatan penumpang. Pada hari Minggu, jumlah penumpang yang berangkat 13 ribu orang, naik drastis dibanding hari biasa,” terang Nika, Senin (23/12/2019).

Meski jumlah penumpang meningkat, namun kata dia, belum ada extra trip kapal. Baik di keberangkatan maupun ke datangan.

Setiap hari ada 25 kapal yang berangkat ke Singapura dengan jadwal 60 trip. Sedangkan ke Malaysia ada 18 kapal dengan 40 trip keberangkatan.

“Jika di total ada 100 trip untuk Singapura dan Malaysia. Jumlah kapal memang banyak, karena ada kapal baru,” jelas Nika.

Wisatawan mancanegara memadati pelabuhan fery internasional Batam Centre. Pada perayaan Natal dan Tahun Baru, Batam diperkirakan akan diserbu oleh ribuan wisatawan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Diakuinya, mayoritas penumpang di Pelabuhan Batamcenter adalah warga negara Singapura dan Tiongkok.

Rata-rata mereka menikmati liburan di Batam selama beberapa hari untuk berbelanja, kuliner dan lainnya.

“Namun warga Indonesia juga banyak yang berlibur ke Singapura,” ujar Nika.

Menurut dia, jumlah penumpang yang membludak tak mengurangi pelayanan di pelabuhan tersebut.

Bahkan, pihaknya tetap mengutamakan penumpang prioritas, seperti orang tua, ibu hamil hingga anak-anak.

“Pelayanan prima paling utama yakni untuk penumpang prioritas, kebersihan dan mengatur sistem antrean. Ada 36 petugas yang kami siagakan selama peak season ini,” tutur Nika.

Masih kata Nika, puncak lonjakan penumpang diduga akan terjadi menjelang tahun baru. Diperkirakan penumpang bisa naik hingga 4 kali lipat dibanding biasa.

“Tahun lalu itu penumpang bisa mencapai 20 ribu orang, ada penambahan extra trip 17. Tahun ini bisa juga begitu,” pungkas Nika.(she)

Divonis 2 Tahun Penjara, Terdakwa Curanmor: Kami Tobat

0

batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa pencurian kendaraan bermotor, yakni RS dan KP masing-masing selama 2 tahun penjara.

Majelis hakim diketuai Jasael, menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Rizky yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Dimana, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1) KUH Pidana.

“Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah dengan pidana penjara masing-masing selama dua tahun,” ujar Jasael membacakan amar putusan.

Ilustrasi pencurian sepeda motor. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Mendengar vonis itu, Jaksa Rizky dan kedua terdakwa menerima vonis yang telah dijatuhi majelis hakim. Usai persidangan, kedua terdakwa keluar dari ruang sidang dengan tangan diborgol.

“Kami menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti ini. Kami berjanji akan tobat kedepannya,” ujar kedua terdakwa sebelum mendengar putusan dari majelis hakim.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, perbuatan terdakwa bermula dari RS bertemu dengan KP di Pasar Mega Legenda dan berjalan kaki sambil mengobrol.

Dalam perjalanan, RS melihat satu unit sepeda motor Honda Beat tengah terparkir di depan rumah dalam keadaan hidup.

Dimana sepeda motor itu tengah dipanaskan oleh pemiliknya Suwandi dan ditinggal di depan rumah untuk mengambil helm ke dalam rumah.

Melihat adanya kesempatan itu, kemudian RS mengajak KP untuk menggasak sepeda motor itu dan kemudian menjualnya kepada seseorang seharga Rp 2 juta.

Namun belum sempat terjual, kedua terdakwa ditangkap oleh Satreskrim Polresta Barelang di depan Top 100 Tembesi.(gie)

2020, Badan Jalan Raja Haji Ali Kelana Diaspal

0

batampos.co.id – Pengecoran jalur dua Jalan Raja Haji Ali Kelana dari Orchad Park hingga depan Perumahan Valley Park selesai tahun ini.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal, BP Batam, Boy Zasmita mengatakan, kegiatan pada jalan tersebut dilakukan dalam dua tahun. Yakni 2019 dan 2020 mendatang.

“Tahun ini (2019) pengecoran. Tahun 2020 pengaspalan dan pengerjaan saluran,” kata Boy, Senin (23/12/2019).

Sementara untuk pengecoran yang kini masih berlangsung ia perkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Ia tak menampik jika pada jalan yang dicor masih dipakai parkir, ini karena jalan tersebut belum dibuka.

Ilustrasi. Pengaspalan jalan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id 

“Dipakai untuk parkiran, karena belum dibuka, dalam dua hari perkiraan cor sudah selesai,” jelasnya.

“Setelah itu kami buka jalannya, paling kalau pengaspalan nanti kami tutu lagi sementara, kan tidak lama,” imbuhnya lagi.

Sejatinya proyek ini ditargetkan selesai November. Hal ini pernah diungkapkan Muhammad Topan saat menjabat Kepala Subdit Humas BP Batam.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tahun 2019 itu menghabiskan anggaran Rp 6,96 miliar.

Pembangunan jalur dua di Jalan Raja Haji Ali Kelana dikarenakan mobilitas di jalan tersebut yang tinggi. Apalagi, ada beberapa kawasan industri di sekitar lokasi.

“Di sana kan daerah industri, tentu aktivitas lalu lintasnya tinggi. Pertimbangan kebutuhan pelaku usaha juga masyarakat,” kata Topan kal itu.(iza)

Pilkada 2020, Pemko Kucurkan Dana Rp 11,4 Miliar

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan Pemko Batam menganggarkan Rp 11,4 miliar untuk Pilkada 2020 mendatang.

Rudi mengatakan, pada pemilu serentak lalu anggaran diperoleh dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Ilustrasi surat suara. Foto; Dokumentasi batampos.co.id

Sedangkan Pemilu pada Pilkada 2020 dianggarkan oleh anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“Anggarannya Rp 11,4 miliar. Anggaran akan saya segera cairkan, agar operasional bisa segera jalan,” jelasnya, Senin (23/12/2019).(iza)

Perludem Sebut Jokowi Tengah Membangun Dinasti Politik

0

batampos.co.id – Majunya anak dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, di Pilkada 2020 terus menuai sorotan.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyebut Jokowi tengah membangun dinasti politik.

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, menilai majunya keluarga presiden dalam pilkada bisa memberi contoh buruk dalam sistem tata kelola partai.

”Sebab dedikasi kader partai yang sudah berjuang dari bawah bisa dikesampingkan,” kata Titi dalam diskusi bertajuk ”Jokowi Langgengkan Politik Dinasti?” di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu(22/12/2019).

Ia mengatakan, PDIP telah memiliki mekanisme internal dalam proses rekrutmen calon kepala daerah.

Itu dimulai dari penjaringan aspirasi di tingkat PAC, DPC, DPD hingga DPP. Jika mekanisme berjenjang itu diterabas begitu saja, bisa menjadi pendidikan politik yang tidak sehat.

Nah, dalam konteks Pilkada Solo, DPC PDIP Solo telah memberi rekomendasi kepada Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

PDIP, ujar Titi, sebaiknya menegakkan aturan internal tersebut. Dia berharap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tidak memberikan privilege atas pertimbangan garis keturunan keluarga atau sekadar mengutamakan popularitas dalam mengambil keputusan politik. Termasuk dalam pencalonan Gibran.

”Partai politik harus ramah ke setiap kader yang berjuang dari bawah. Tidak boleh ada privilege. Karena itu tidak adil,” imbuhnya.

Pilkada Solo 2020 dinilai akan menjadi pembuktian apakah proses demokrasi masih berjalan di internal PDIP.

Titi bilang, sah-sah saja jika Gibran yang notabene anak presiden mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Namun, yang menjadi persoalan, sambung dia, jika PDIP mengesampingkan mekanisme yang berjalan di internal dan menggeser aturan main hanya karena mengakomodir Gibran daripada calon lainnya.

Gibran Rakabuming Raka (tengah) di acara PDIP beberapa waktu lalu. Foto: Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang

Jika ingin terjun ke politik, Gibran dan Bobby disarankan untuk mulai berproses dari bawah. Yaitu belajar dari bawah dengan mengikuti kaderisasi partai.

”Mereka ini kan pendatang baru. Tidak ujug-ujug naik menjadi calon kepala daerah,” paparnya.

Di sisi lain, sambung Titi, publik pasti akan memiliki pandangan miring terhadap Presiden Jokowi. Termasuk penilaian soal dinasti politik yang hendak dibangun presiden.

Sebab Jokowi terkesan membiarkan anak dan menantunya maju dalam pilkada tahun depan.

”Pandangan miring publik ini tidak bisa disalahkan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, politisi PDIP, Maruarar Sirait, menepis anggapan Presiden Jokowi hendak membangun dinasti politik.

Menurut dia, Jokowi tidak akan ikut campur dalam urusan pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming dalam Pilwakot Solo 2020.

Begitu pula dengan pencalonan menantunya, Bobby Nasution di Pilwakot Medan 2020.
Menurutnya, Jokowi tidak akan sampai mempertaruhkan reputasinya.

”Masak Jokowi mau merusak namanya karena Gibran dan Bobby. Memangnya Jokowi enggak mau menjaga reputasinya,” ujar Maruarar.

Di sisi lain, papar dia, pencalonan masih berproses di internal partai. Sejauh ini, PDIP belum mengeluarkan rekomendasi pencalonan kepala daerah.

Maruarar bilang, siapapun berhak maju dan mencalonkan diri.

”Tapi keputusan akhirnya Ibu Megawati yang memiliki hak veto. Kami mempercayakan naluri politik Ibu Megawati dalam setiap keputusan politik partai,” ujar mantan anggota DPR itu.

Sementara itu, pencalonan Gibran sebagai wali kota Solo bisa menghadapi hambatan. Sebab, dalam persyaratan sebagai bacalon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari unsur anggota/kader partai, harus memiliki kartu tanda anggota (KTA) minimal tiga tahun berturut-turut.

Menanggapi masalah itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, keputusan politik diambil berdasarkan banyak aspek.

Tidak bisa hanya sebatas melihat pasal-pasal yang ada dalam sebuah aturan dasar partai.

“Kita harus melihat secara komprehensif,” terang Hasto di sela-sela acara Trisakti Tourism Award yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, kemarin.(*/mar/lum/jpg)

Ditinggal Istri ke Batam, Warga Kediri Gantung Diri

0

batampos.co.id – Diduga karena ditinggal istrinya ke Batam, Sugeng Riyadi, 37, warga Dusun Cangkringan, Desa Sumberjo, Kandat, Kediri, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Petani ini ditemukan tergantung di pohon johar pekarangan tetangganya, Minggu (22/12/2019).

Saat ditemukan, kondisi jasadnya sudah membusuk dan ditengarai sudah lebih tiga hari tewas.

“Korban ditemukan dalam keadaan menggantung sekitar pukul 15.30 WIB,” terang Kasihumas Polsek Kandat, Bripka Sugianto.

Diduga Sugeng gantung diri karena ditinggal istrinya pergi ke Batam. Ironisnya, kepergian sang istri tanpa pamit. Dia juga membawa anak semata wayangnya.

Sekitar tiga bulan silam, Sugeng pernah mengirim pesan singkat pada Kepala Dusun (Kasun) Cangkringan, Gatut Eko Suyoto, 52.

Petugas dan warga saat berada di lokasi penemuan jasad Sugeng. Sugeng nekat mengakhiri hidupnya karean ditinggal sang istri ke Kota Batam. Foto: Jawa Pos

Intinya ia akan bunuh diri di pohon mauni karena ada permasalahan asmara. Namun batal dilakukan.

Bowo, 35, tetangga Sugeng, menyebut sudah tiga hari temannya itu meninggalkan rumah.

Ditengarai ketika itulah ia nekat gantung diri. Kali pertama jasadnya ditemukan Siti Rofi’ah, 52, tetangga.

Sore itu, Siti mencari kayu bakar di pekarangan Karwiyah. Tanpa sengaja dia terkena tetesan air dari atas pohon.

“Saksi lalu melihat ke atas dan ternyata ada orang menggantung,” ujar Sugianto.

Makanya, Siti segera memberitahu Kasun Gatut lantas diteruskan ke Polsek Kandat.

“Jarak antara korban dengan tanah tingginya sekitar 10 meter,” ungkap Sugianto.

Leher Sugeng terjerat tali tampar biru di pohon jowar setinggi sekitar 15 meter. Dari TKP, polisi mengamankan tali 2 meter, dompet berisi KTP serta uang Rp 25 ribu dan celana panjang hitam.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban murni meninggal bunuh diri.

“Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga,” pungkas Sugianto.(jpg)

Anggota Satpol PP Kedapatan Bawa Sabu

0

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polres Sampang, Jawa Timur, menangkap anggota Satpol PP karena terlibat narkoba.

Anggota Satpol PP itu berinisial AS (40), Warga Jalan Pahlawan VIII Kota Sampang. Ia ditangkap petugas di area SPBU Desa Kamoning pada Selasa (17/12) dini hari pukul 02.00 WIB.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, mengatakan, pihaknya terus memburu jaringan narkoba dengan tersangka anggota Satpol PP Pemkab Sampang.

“Selain menggerakkan personel intel, kami juga telah berkoordinasi dengan polres jajaran di Jawa Timur untuk memburu pengedarnya,” kata Sabtu (21/12/2019).

Menurut Didit, langkah itu dilakukan karena peredaran narkoba di Sampang sudah sangat memprihatinkan. Peredaran narkoba sudah masuk ke semua lini, termasuk aparat pemerintah.

“Tidak menutup kemungkinan, ada juga anggota polisi yang terjerat kasus ini,” katanya.

Upaya polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas hingga jaringan pengedar dan bandar narkoba, kata Didit, sebagai bentuk komitmen institusinya dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro saat merilis hasil penangkapan tersangka narkoba di Mapolres Sampang. Foto: ANTARA/Abd Aziz

Apalagi, sambungnya, Sampang termasuk zona merah dalam hal peredaran narkoba, dan hal itu terbukti dengan banyaknya tersangka pengguna dan pengedar yang telah berhasil ditangkap polisi dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Peredaran narkoba di kabupaten (Sampang), bukan hanya di perkotaan saja, akan tetapi juga di pedesaan, bahkan hampir 50 persen kepala desa di Kabupaten Sampang pernah terlibat kasus narkoba,” ungkapnya.

Menurut Didit, oknum Satpol PP itu merupakan pengguna narkoba jenis sabu-sabu.

Dari hasil penangkapan, polisi menyita sabu seberat 0,35 gram. Barang haram tersebut ditemukan di kantong kiri tersangka.

“Oknum ini kedapatan membawa sabu 0,35 gram yang dibungkus rokok di kantong kiri,” ucap Didit.

Didit juga membenarkan bahwa AS pernah menjalani rehabilitasi selama tiga bulan di Surabaya. Namun tersangka yang menjadi ASN selama 8 tahun itu tak membuat efek jera.

Saat ini, polisi terus menyelidiki kasus peredaran narkoba yang melibatkan oknum abdi negara tersebut.

“Yang jelas kami berkomitmen memberantas narkoba, siapapun tersangkanya baik ASN ataupun Polri dan sipil kami tindak dan disanksi hukum,” tegasnya.(antara/jpnn)

Balita yang Tewas Dalam Galian Septic Tank Bilang Begini Kepada Orang Tuanya

0

batampos.co.id – Kematian Faizal, balita yang meninggal dunia di dalam galian septic tank di belakang rumahnya meninggalkan duka yang mendalam bagi kedua orangtuanya.

Korban diketahui anak kedua, yang mana kakak pertamanya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Kedua orangtua korban juga tidak menyangka ternyata pesan korban tiga hari sebelum kejadian adalah tanda-tanda kepergiannya.

“Tiga hari sebelumnya, dia (korban) kasih tahu ke mamanya untuk jaga baik-baik boneka kesayangannya,” papar Suhardi paman korban.

Ilustrasi

Suhardi menjelaskan, dari obrolan korban dengan orang tua perempuannya, Faizal menyatakan mau pergi.

“Dia bilang dijemput abangnya yang sudah meninggal. Ini yang membuat bapak dan mamanya terus menangis sampai hari ini. Ternyata pesan itu tanda kalau dia mau pergi selamanya,” katanya lagi.

Jenazah Faizal kini telah dikebumikan dan keluarga ikhlas dengan kepergiannya sehingga tidak dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.(eja)

Balita Tewas Dalam Galian Septic Tank

0

batampos.co.id – Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan tewas dalam galian septic tank yang tergenang air di belakang rumahnya di kampung Jatim RT 02/ RW 16, Tanjunguncang, Minggu (22/12/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Balita itu diketahui bernama Faizal. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tak tertolong.

Diketahui, Faizal tewas di belakang rumahnya sendiri saat bermain bersama saudara sepupunya.

ilustrasi

Jenazah korban pertama kali diketahui oleh neneknya. Sang nenek yang mendapat laporan dari sepupu korban, menyampaikan Faizal terjatuh ke dalam lubang septic tank.

“Sepupunya ini bicaranya belum jelas. Masih tiga tahun juga usianya,” ujar Suhardi, paman korban.

“Neneknya dengar informasi tidak jelas jadi agak lambat respon. Saat ke belakang, anak ini (korban) sudah di dalam dan sudah tak bernapas lagi,” katanya lagi.(eja)