batampos.co.id – Pada malam pergantian tahun jumlah penumpang yang menggunakan Trans Batam bertambah.
Pengawas Trans Batam, Zainudin, mengatakan, pada malam tahun baru trayek dari Skeupang menuju Batam Centre, Sagulung dan Jodoh, sangat padat.
“Saat malam tahun baru penumpang Trans Batam lumayan ramai,” katanya, Selasa (31/12/2019).
Beberapa penumpang Trans Batam berdiri karena tidak kebagian kursi. Jumlah penumpang Trans Batam pada penghujun tahun 2019 naik drastis dibandingkah hari-hari biasa. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Menurutnya, jika biasanya hanya sekitar 180 pada Selasa (31/12/2019) jumlah mencapai 596.
“Itu trayek Batamcentre-Jodoh”, ujarnya.
Dari pantauan batampos.co.id, banyak penumpang Trans Batam yang tidak kebagian tempat duduk.
Mereka rela berdiri agar sampai ke tempat tujuannya dengan menggunakan Trans Batam.(nto)
batampos.co.id – Pergantian tahun menandai berlakunya tarif baru sejumlah layanan publik. Sebut saja iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tarif sejumlah ruas tol, hingga cukai rokok.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan perubahan tarif iuran BPJS Kesehatan pada Oktober lalu.
Untuk kelas III, tarifnya naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per orang. Kemudian, tarif kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu dan kelas I naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per orang. Kemudian, untuk kelompok penerima bantuan iuran (PBI) yang iurannya dibiayai APBN, tarifnya naik dari Rp 23 ribu jadi Rp 42 ribu.
WARGA mengurus BPJS Kesehatan di kantor BPJS Kesehatan cabang Batam di Batam Center, Kamis (12/12/2019). foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut memicu sebagian besar peserta turun kelas. Akibatnya, rumah sakit harus memiliki daya tampung lebih bagi peserta kelas III.
Ketua Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku per Januari 2020 berdampak pada kepesertaan. Dia memperkirakan kenaikan iuran itu bisa memicu 50 persen peserta kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau mandiri bakal turun kelas. Selain itu, 60 persen peserta kategori PBPU bakal nonaktif alias berhenti mengiur.
”Di Juni 2019 saja, PBPU yang nonaktif ada 49 persen,” ungkapnya kemarin (31/12/2019).
Timboel menyebutkan bahwa kenaikan iuran itu memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, pendapatan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2020 akan semakin besar. Meskipun kenaikan iuran tidak akan menjamin defisit bakal teratasi.
Namun, kenaikan iuran juga akan berdampak pada potensi peserta nonaktif yang semakin besar. Baik PBPU maupun PBI yang bersumber dari APBD. Demikian juga masyarakat yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, akan enggan untuk mendaftar. Dengan adanya potensi itu, UHC (universal health coverage) kepesertaan akan semakin sulit dicapai.
Di tengah perubahan tarif iuran tersebut, Timboel berharap pemerintah dan BPJS Kesehatan bisa fokus untuk mengatasi sejumlah persoalan. Juga memastikan layanan JKN atau BPJS Kesehatan semakin baik.
”BPJS Kesehatan harus proaktif dan inovatif dalam melayani peserta. Sehingga peserta PBPU yang nonaktif akan menjadi disiplin membayar,” tuturnya. Masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan pun bisa segera mendaftar.
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menuturkan, iuran peserta mandiri (bukan penerima upah dan bukan pekerja) kelas III tetap naik menjadi Rp 42 ribu. Namun, pemerintah akan memberikan subsidi untuk membayar kenaikan iuran tersebut.
’’Kami sudah sepakat dengan Menkes dan BPJS yang kelas III mandiri tetap di angka Rp 25.500. Tidak naik. Kenaikan iuran yang menanggung negara,’’ kata Edy kemarin.
Dia mengakui bahwa kenaikan tersebut bisa membuat jumlah peserta kelas III meningkat tajam pada 2020. Karena itu, dia meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di rumah sakit bagi peserta kelas III.
Selama ini, kata dia, rumah sakit hanya menyediakan rata-rata 30 persen dari total kapasitas rawat inap.
’’Harus dinaikkan menjadi 50–60 persen untuk layanan kesehatan kelas III. Biar antrenya tidak terlalu panjang,’’ jelasnya. Selain itu, pemerintah harus memperbanyak rumah sakit tipe D di daerah.
Pada bagian lain, Deputi Direksi Bidang Layanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefudin mengakui memang ada kunjungan yang cukup tinggi untuk urusan turun kelas baru-baru ini. ’’Cukup banyak telepon masuk yang ingin diproses untuk turun kelas,’’ ujarnya. Mayoritas adalah peserta mandiri, baik dari kelas I maupun kelas II.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menilai perubahan tersebut wajar. Kondisi ekonomi orang bisa berubah.
’’Misalnya, ada 200 orang, nggak banyak ya. Dari peserta 35 juta,’’ ungkapnya.
Andayani pun tak khawatir soal potensi pendapatan yang berkurang. Risiko itu pasti ada. Namun, sudah ada perhitungan pasti untuk biaya peserta mandiri kelas III. Artinya, tidak ada tambahan beban.
BPJS Kesehatan memberikan kemudahan khusus bagi peserta yang ingin turun kelas perawatan. Terhitung sejak 9 Desember 2019 hingga 30 April 2020, peserta mandiri yang ingin turun kelas rawatan bisa dilakukan tanpa perlu syarat yang berlaku sebelumnya. Yakni, sudah berada di kelas yang lama selama setahun.
Tarif baru juga akan dirasakan pengguna tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Tarif anyar akan berlaku per 3 Januari 2020. Kebijakan tersebut berdasar Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1220/KPTS/M/2019 tanggal 27 Desember 2019. Tarif tol Warugunung menuju Penompo atau sebaliknya kini Rp 38 ribu.
Kenaikan itu diikuti dengan peningkatan pelayanan jalan tol. Misalnya penambahan gardu OAB (oblique approach booth) di beberapa ruas. Yakni 5 OAB di exit dan 7 OAB di entrance gerbang tol Warugunung. Lalu, ada penambahan 2 gardu entrance reversible di gerbang tol Waru 5.
Ilustrasi Jalan tol
Peningkatan layanan tersebut merupakan kompensasi dari penyesuaian tarif yang sebelumnya. Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya Mojokerto Roy Ardian melalui rilisnya menyampaikan, penyesuaian tarif tol dilaksanakan dua tahun sekali.
’’Itu sesuai dengan regulasi yang ada,’’ katanya.
Kebijakan baru itu berorientasi pada kenyamanan pengguna jalan. Banyak catatan setelah PT Jasamarga Surabaya Mojokerto melakukan evaluasi. Salah satunya, fasilitas top-up yang sering dibutuhkan pengguna jalan.
Pemerintah memastikan bahwa kenaikan cukai rokok mulai berlaku hari ini (1/1). Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, diputuskan kenaikan tarif cukai rokok rata-rata 23 persen. Harga jual eceran rokok juga dinaikkan hingga 35 persen.
”(Rokok yang menggunakan pita cukai mulai, Red) 1 Januari 2020 pasti naik,” kata Kepala Subdirektorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Deni Surjantoro kepada Jawa Pos kemarin (31/12).
Rokok yang diproduksi sebelum 1 Januari 2020 dan masih menggunakan cukai keluaran 2019 masih diperbolehkan dipasarkan dengan harga lama.
”Untuk rokok lama dengan pita cukai lama, itu masih boleh beredar,” ujarnya.
Kenaikan cukai rokok tidak berlaku untuk semua jenis rokok. Kenaikan cukai rokok berlaku untuk rokok sigaret keretek mesin (SKM) dengan kenaikan tarif 23,29 persen. Selain itu, cukai rokok sigaret putih mesin (SPM) naik 29,95 persen dan cukai rokok sigaret keretek tangan (SKT) naik 12,84 persen.
”Sedangkan jenis produk tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai,” terang Deni.
ilustrasi
Soal kenaikan cukai vape, Deni memastikan bahwa hal tersebut belum diputuskan. Padahal, pemerintah sebelumnya menyatakan bakal menaikkan cukai untuk cairan rokok elektrik (vape) mulai 1 Januari 2020. Berdasar PMK 152/PMK.010/2019, cukai vape akan naik 25 persen dari harga yang berlaku sekarang. Saat ini tarif cukai cairan vape dikenai sebesar 57 persen dari harga jualnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengakui potensi inflasi akibat kenaikan cukai rokok. Saat ini kenaikan harga rokok keretek filter rata-rata menyumbang inflasi 0,01 persen. ”Nanti kita lihat bulan Januari kalau ia (rokok) naik 35 persen seperti apa. Kalau (kenaikan) nggak seketika, nyebar ke bulan-bulan dan naiknya halus, tentu dampaknya akan semakin kecil,” paparnya.
Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira menilai kenaikan cukai rokok berdampak negatif karena tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat. Upah minimum hanya naik 8,51 persen, sedangkan harga rokok naik 35 persen. Hal itu nanti berdampak ke penurunan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat rentan miskin dan miskin. Sebab, sebagian besar konsumen rokok ada di kelompok tersebut.
”Sementara vape sebagai alternatif rokok kan masih kecil share-nya, tapi sudah dibebani cukai yang kelewat tinggi. Ujungnya, orang tetap beralih mengonsumsi rokok yang risikonya lebih tinggi meski harganya sama-sama naik,” papar Bhima.
Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok dinilai cukup memberatkan pelaku usaha. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie mengklaim bahwa industri rokok mengalami tren yang stagnan, bahkan cenderung menurun, dalam beberapa tahun terakhir. Produksi rokok pun turun rata-rata 1–2 persen per tahun.
Imbasnya, pabrikan rokok yang gulung tikar pun bertambah banyak. Pada 2012, ungkap Muhaimin, jumlah pabrik rokok mencapai seribu. Saat ini hanya tersisa 456 pabrik. Persoalannya adalah harga rokok terus naik mengikuti tarif cukai dan biaya produksi. ”Mayoritas konsumen lebih memilih rokok-rokok value for money dengan kisaran harga Rp 15.000 sampai Rp 20.000,” ujarnya.
Kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran 35 persen diyakini akan mendorong peredaran rokok ilegal. Muhaimin mengungkapkan, Malaysia merasakan imbas kenaikan cukai rokok secara progresif pada 2015. (*)
batampos.co.id – Tim teknisi Bandara Hang Nadim Batam masih memperbaiki lampu landas pacu atau runway pesawat yang mati sejak Selasa (31/12/2019) malam.
“Sekarang kami masih di lapangan. Teknisi masih mencoba memperbaiki,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (1/1/2020).
Pihak bandara kata dia, telah mengeluarkan pemberitahuan mengenai kondisi itu dan penerbangan hari ini hanya dibuka hingga pukul 18.00 WIB.
Maskapai penerbangan saat lepas landas di landasan Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. Hingga saat ini tim teknisi Bandara Hang Nadim Batam masih memperbaiki lampu landas pacu atau runway pesawat yang mati sejak Selasa (31/12/2019) malam. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id
Namun, bila lampu di jalan pesawat itu berhasil diperbaiki, maka pemberitahuan itu akan dicabut.
Mengenai penerbangan pagi dan siang, ia memastikan berjalan normal seperti biasa.
“Siang tidak ada kendala,” kata dia.
Sementara mengenai penumpang yang penerbangannya sempat terganggu pada Selasa (31/12/2019) malam, ia mengatakan seluruhnya sudah diterbangkan pada Rabu (1/1/2019) pagi.
“Kemarin yang terganggu ada 5 penerbangan,” kata dia.(antara)
batampos.co.id – Warga Natuna yang tinggal di Batam menyatakan mendukung penuh putra Natuna, Candra Ibrahim, berikhtiar maju dalam Pilkada Kota Batam tahun 2020.
Melalui paguyuban Ikatan Keluarga Besar Natuna (IKBN) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna (IPMKN), akan terus bergerak mensosialisasikan Candra ke grass root (akar rumput).
Penegasan itu disampaikan Ketua Umum IKBN Kota Batam, Anasrun, didampingi Penasehat IPMKN Batam, Wan Aidil Adha, Rabu (1/1/2020) di Batam.
“Sebagai anak Pulau Tujuh, yang sekarang meliputi Natuna dan Anambas, Candra kami anggap sosok yang tepat saat ini untuk kami usung ke Pilkada tahun 2020,” kata Anasrun.
“Kami akan mengetuk hati warga Batam dan para elite politik untuk mempertimbangkan aspirasi kami ini,” jelasnya lagi.
Candra kata dia, termasuk sosok anak muda Natuna yang cukup menonjol di tanah rantau.
“Kemampuannya mengelola perusahaan milik orang lain sudah puluhan tahun, salah satu bukti bahwa beliau amanah dan dapat dipercaya,” kata tokoh kampungtua Tanjungriau itu.
Bakal Calon (Balon) Wali Kota Batam, Candra Ibrahim, saat memaparkan visi dan misi dalam acara talkshow bertemakan ”Menuju Batam 1” yang dihelat DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kepri di Grand Batam Mall, Sabtu (14/12/2019) lalu. Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id
Ditambahkannya, Candra yang juga Ketua PWI Provinsi Kepri itu dianggap memiliki link dan pergaulan yang cukup luas dan diterima semua kalangan.
Sehingga, jika diberi kepercayaan, Candra diyakini akan memperkaya pemerintahan dalam membangun kota ini ke depan.
Sementara itu, Wan Aidil Adha, mengatakan, sosok Candra mewakili kelompok milenial dan anak-anak muda Kota Batam.
“Beliau dekat dengan kalangan mahasiswa dan anak-anak muda. Begitu juga emak-emak, cukup mengenal sosok Bang Candra, sehingga dukungan diharapkan akan lebih baik,” ujarnya.
Lalu, apa target mereka mengusung Candra? Baik Anasrun maupun Aidil mengatakan, target mereka agar Candra dilirik oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, untuk digandeng.
“Namun jika Pak Rudi ke Provinsi, itu akan lebih baik karena kami warga Pulau Tujuh akan lebih mudah menjual Pak Rudi ke kampung kami dan menjajakan Candra ke Batam,” tambah Anasrun.
Saat ini, total warga Pulau Tujuh yang ada di Kota Batam hampir 10 ribu orang. Mereka ini rutin melaksanakan pertemuan bulanan dan pertemun sosial.
“Insya Allah kami akan all out,” janji Anasrun.(*)
batampos.co.id – Pemko Batam menyambut wisatawan mancanegara pertama yang tiba di kota itu pada Rabu (1/1/2020), sebagai tanda suka cita menerima pelancong yang datang berkunjung.
Dua pelancong asal Filipina, Dannis dan Yasmin, langsung disambut dengan kompang dan silat saat menginjakkan kaki di Pelabuhan Internasional Sekupang.
Keduanya juga menerima kalungan dan karangan bunga dari Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefriden.
“Kami beruntung menjadi yang pertama,” kata wisman Filipina yang datang melalui Singapura itu.
Dannis mengatakan hampir setiap tahun menyempatkan diri datang ke Batam dan Dan kali ini, kunjungannya sudah yang ketiga kali.
Sekda Kota Batam Jefriden, menyambut wisman yang pertama tiba di Batam pada 2020. Dua wisman itu berasal dari Filipina ialah Dannis dan Yasmin, yang langsung disambut dengan kompang dan silat saat menginjakkan kaki di Pelabuhan Internasional Sekupang. Foto: Antara
“Kami ke sini untuk menikmati spa,” kata dia.
Selesai menyelesaikan urusan di CIQP, keduanya mendapatkan pelayanan istimewa, diterima di ruang VIP Pelabuhan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam juga mengantar keduanya ke tempat yang dituju menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan penyambutan wisman pertama yang datang ke Batam adalah agenda tahunan yang dilakukan untuk menerima pelancong.
Kota Batam menjadi andalan pemerintah pusat dalam penyerapan kunjungan wisman.
Pemerintah ingin memastikan setiap wisman dapat menikmati kunjungannya di kota yang berseberangan dengan Singapura itu.
“Wisman datang ke Batam dengan banyak tujuan, ada untuk ke destinasi wisata, ada juga untuk berbelanja dan wisata khusus seperti spa,” kata dia.
Dia optimistis wisman ke Batam tahun ini mencapai lebih dari 1,9 juta sesuai target RPJMD.(antara)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan proyek pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Batamcentre selesai pada Desember 2020 mendatang dan Hansol selaku kontraktor utama diminta untuk melakukan masa pemeliharaan selama satu tahun.
Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, setelah pengerjaan proyek IPAL selesai 100 persen Hansol memberikan garansi masa pemeliharaan.
“Dalam artian, jika ada jalan-jalan yang dianggap ada penurunan, wajib dikembalikan minimal sama seperti semula dan itu sudah ada anggarannya,” katanya, Selasa (31/12/2019).
Pihak BP Batam dan kontraktor Hansol meninjau titik jalan yang rusak karena proyek IPAL di Perumahan Dutamas, Batam Centre.Pengerjaan IPAL di kawasan Batamcentre diperkirakan selesai pada Desember 2020 mendatang. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
Iyus menjelaskan, beberapa pembangunan jaringan pipa air limbah memang bersanding dengan pipa air bersih milik PT ATB.
batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam mencatat ada dua sektor bidang usaha yang diprediksi mengalami peningkatan di 2020.
Dua sektor itu ialah minyak dan gas (migas) dan elektronik. Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan jenis pelatihan di dua bidang tersebut bagi para pencari kerja.
“Pelatihan ini juga untuk peningkatan keahlian tenaga kerja tahun 2020,” katanya, kemarin.
Menurutnya upah minimum kota (UMK) 2020 yaitu 4.1 juta setiap bulannya, akan menjadi daya tarik bagi pencaker dari luar Batam.
Ribuan pencaker memadati bursa kerja di MPH Batamindo, Mukakuning, Batam, Kamis (21/11/2019) lalu. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id
“Bukan rahasia lagi kalau itu selalu alasan mereka datang ke Batam,” sebutnya.
Selian itu lanjutnya, sektor lain yang juga akan tetap mendapatkan pelatihan adalah perhotelan. Hal ini guna mendukung pariwisata yang tengah dikembangkan saat ini.
“Offshore dan elektronik serta kebutuhan galangan tetap prioritaskan. Sehingga kalau ada lowongan mereka langsung dapat menggunakan ilmu dari pelatihan tersebut,” tambah Rudi.
Pelatihan ini juga merupakan salah satu cara untuk menghasilkan pencari kerja yang memiliki keahlian.
Seperti diketahui Batam sangat minim tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan saat ini.(yui)
batampos.co.id – Lupakan kembang api semalam, ayo giat bekerja. Kumoulkan uang lalu tabung sebab tahun 2020 ini ada 16 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani pada 27/8/2019 telah mengadakan rapat tingkat menteri (RTM) tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2020.
Rapat tersebut dihadiri Menteri PAN-RB Syafrudin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.
Dia mengakui, keputusan libur nasional dan cuti bersama itu dikeluarkan lebih awal dari biasanya. Tujuannya adalah memberikan pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta.
Menurut Puan, kesepakatan libur nasional dan cuti bersama tersebut telah mempertimbangkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Sipil Negara, dan aturan lainnya. Rapat itu kemudian diwujudkan dalam surat keputusan bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2020.
batampos.co.id – Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto, mengatakan, kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kepri terjaga dengan baik.
Hal ini ditandai tumbuhnya ekonomi dengan baik, serta semakin banyaknya wistawan mancangera datang ke Kepri.
Selain itu, tercermin dari jumlah penanganan kasus yang ditangani Polda Kepri. Secara umum, jumlah kasus yang ditangani Polda Kepri menurun, dibandingkan tahun lalu. Selain itu, aksi unjuk rasa juga turun.
”Kondisi ini, berkat upaya dari seluruh stakeholder. Sehingga dapat menjaga Kepri aman,” katanya, Senin (30/12/2019).
Ia mengatakan, ke depan akan terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarkat.
Tentunya kemanan ini menjadi kunci pembangunan ekonomi di Kepri. Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah merinci 2018 terdapat 3.385 kasus.
Sementara sepanjang 2019 ada 3.330 kasus. ”Turun 55 kasus,” ungkap Yan.
Di 2019, polisi dapat menyelesaikan sebanyak 2.290 kasus. Yan mengatakan, bila diasumsikan setiap 100 ribu orang penduduk di Kepri, sebanyak 141 orang berisiko tersandung kasus pidana.
Beberapa kasus yang ditangani seperti pencurian dengan pemberatan terdapat sebanyak 294 kasus. Dibandingkan 2018, kasus pencurian dengan pemberatan ini naik.
Karena di 2018 polisi hanya menangani sebanyak 254 kasus.
Lalu pencurian kendaraan bermotor juga naik sebanyak 53 kasus. Tahun 2018 polisi menangani 328 kasus saja, di 2019 naik menjadi 398 kasus.
Kasus pencurian dengan kekerasan juga mengalami kenaikan.
Tahun 2018 terdapat 85 kasus dan di 2019 ada 95 kasus. Tindak perjudian turun, di 2018 polisi menangani 61 kasus, di 2019 polisi hanya menangani 33 kasus saja.
”Kasus pembunuhan juga turun. 2018 polisi menangani 6 kasus. Di 2019 hanya 4 kasus saja,” ungkap Yan. (*)