Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10833

Beverly Hotel Batam Berbagi Kasih Natal Dengan Anak-anak Panti Asuhan

0

batampos.co.id – Beverly Hotel Batam mengundang anak-anak Panti Asuhan Cahaya Kasih untuk berdoa, makan bersama sekaligus merayakan natal, Selasa (24/12/2019).

General Manager Beverly Hotel Batam, Yeyen Heryawan, mengatakan, hal ini dilaksanakan agar para anak-anak Panti Asuhan Cahaya Kasih dapat merasakan kemeriahan natal.

“Acara ini dimeriahkan dengan penampilan paduan suara dari anak-anak Panti Asuhan Cahaya Kasih,” jelasnya.

Manajemen serta karyawan Beverly Hotel Batam berfoto bersama anak-anak dari Panti Asuhan Cahaya Kasih. Foto: Beverly Hotel Batam untuk batampos.co.id

Perayaan natal bersama anak-anak Panti Asuhan Cahaya Kasih digelar di di Lobby Hotel Beverly.

“Kegiatannya kita mulai pada pukul 16.00 WIB,” katanya lagi.

Yeyen menyampaikan, Natal adalah sebuah momentum penuh sukacita dan kasih.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama dan sekaligus kita ingin memperkenalkan Beverly Hotel Batam kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Batam,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pihaknya juga memberikan hadiah kepada anak-anak Panti Asuhan Cahaya Kasih.

“Acara kita tutup dengan foto bersama karyawan dan anak-anak dari Panti Asuhan Cahaya Kasih,” tutupnya.(gga)

Sanggahan Pelamar CPNS Batam Dikabulkan

0

batampos.co.id – Sebanyak 51 orang dari 446 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Batam yang menggunakan kesempatan sanggah, dinyatakan berhak untuk mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam, Hasnah, mengatakan dengan adanya tambahan baru tersebut, akan menambah jumlah yang akan mengikuti SKD.

Sebelumnya, yang dinyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 3.703 orang ditambah 51 orang yang lolos saat menyanggah.

Dengan demikian, yang akan mengikuti SKD yakni sebanyak 3.754 orang.

”Untuk nama-nama yang lulus sanggah, bisa dicek di website https://bkpsdm.batam.go.id,” kata Hasnah, kemarin.

Pelamar CPNS 2019 mengikuti simulasi tes CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) di kantor UPT BKN Batam, Kamis (5/12) lalu. Sebanyak 51 sanggahan pelamar CPNS di lingkungan Pemko Batam dikabulkan dan mereka berhak mengikuti tes SKD. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dalam pengumuman yang ditandatangani Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dengan nomor 307/BKPSDM/HK/XII/2019 tentang Pengumuman Hasil Sanggah Seleksi Administrasi CPNS di Lingkungan Pemko Batam, disebutkan peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada proses sanggah berhak untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan dapat mencetak Kartu Peserta Ujian CPNS 2019 melalui laman https://sscasn.bkn.go.id.

Waktu pelaksanaan, lokasi ujian dan ketentuan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan diinformasikan kemudian melalui website, https://bkpsdm.batam.go.id atau https://mediacenter.batam.go.id.

Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Dalam seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan seleksi penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Batam tahun 2019, tidak dipungut biaya.

”Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia,” bunyi surat tersebut.

Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta. Keputusan panitia seleksi penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Batam Tahun 2019 ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.(iza)

PGN Injeksi CNG Untuk Pastikan Penyaluran Gas ke Pelanggan Rumah Tangga Aman Selama Natal

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sigap memberikan langkah solutif kepada para pelanggan rumah tangga (RT) di sejumlah wilayah di Jakarta yang wilayahnya mengalami perbaikan dan perawatan pipa gas bumi.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, untuk memenuhi pasokan gas RT, PGN untuk sementara waktu menyalurkan Compress Natural Gas (CNG) kepada sekitar 6.896 pelanggan RT di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur diantaranya Metering Regulating Station (MRS) Rusun Klender, Perumnas Klender, Rawamangun, Pulomas dan Pulogadung.

“Penggunaan CNG ini merupakan upaya PGN untuk memastikan bahwa setiap pelanggan tetap dapat memenuhi kebutuhan energi gas bumi selama perawatan jaringan pipa dilakukan. Ini juga bukti kehandalan PGN sebagai perusahaan yang telah lebih dari setengah abad membangun Infrastruktur gas di berbagai daerah di Indonesia,” jelas Gigih usai melakukan serangkaian inspeksi terhadap kesiapan posko injeksi CNG di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur, Selasa malam (24/12).

Gigih menegaskan, PGN memastikan bahwa penyaluran gas ke pelanggan rumah tangga berlangsung aman pada liburan natal tahun ini. Termasuk di wilayah Jakarta Timur, dimana di kawasan tersebut tengah dilakukan perawatan pipanisasi gas bumi. Penggunaan CNG juga menjadi bagian dari solusi yang dilakukan oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan gas para pelanggan rumah tangga.

Gigih Prakoso (baju biru tengah) Direktur Utama PGN meninjau langsung proses injeksi CNG di Jakarta.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi. Ini adalah upaya kita bersama untuk menjadikan gas bumi sebagai solusi bagi ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang banyak diimpor,” tegasnya.

Sales Area Head PGN Area Jakarta Iwan Yuli Widyastanto menambahkan sebelumnya PGN tengah melakukan perawatan pipa gas bumi yang dilakukan di 13 titik Kawasan industri Pulogadung. Dari 6.896 pelanggan rumah tangga terdampak, hampir 5.000 pelanggan ada di wilayah Klender. PGN melakukan injeksi CNG di lima titik di wilayah Jakarta Timur dengan total kebutuhan sekitar 5800 meter kubik per dua hari.

Menurut Iwan, sejak Rusun Klender menjadi pelanggan PGN mulai dari tahun 1998 hingga saat ini, aliran gas bumi tidak pernah mati. “Injeksi CNG ini merupakan inisiatif yang tepat, sehingga pelanggan tidak merasakan dampak apapun dari perawatan pipa gas bumi yang dilakukan PGN,” tambah Iwan.

Salah satu warga Rusun Klender Agus menyatakan rasa syukur karena tidak merasakan dampak dari kegiatan perawatan pipa gas bumi. “Selama puluhan tahun tinggal di rusun ini, saya tidak pernah merasakan aliran gas bumi terhenti. PGN sangat solutif dan memberikan pelayanan terbaik kepada kami,” kata Agus.

Lebih lanjut Gigih mengatakan, sebagai sub-holding gas dan pionir pemanfaatan gas bumi di Indonesia, PGN terus mendorong percepatan dan perluasan penggunaan gas bumi untuk rumah tangga. Program pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) ini dilakukan melalui tiga strategi.

Pertama, bekerjasama dengan Kementerian ESDM melalui pemanfaatan alokasi dana di APBN. Kedua, secara internal, PGN memiliki program jargas yang dibiayai secara mandiri oleh perusahaan. Ketiga dengan melibatkan investor dalam pembangunan jargas. Di tahun 2020, rencana konstruksi jargas yang menggunakan dana APBN akan dibangun di 49 kabupaten/kota sebanyak 266.070 SR. Sedangkan dana mandiri PGN sebanyak 50.000 SR dan kerjasama dengan investor sebesar 500.000 sambungan.

“Komitmen PGN adalah terus membantu dan bersama pemerintah memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, termasuk rumah tangga. Kami percaya bahwa gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien, kompetitif dan sumbernya sangat besar di dalam negeri, sangat tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional,” tegas Gigih.

Pada saat ini harga Jargas golongan Rumah Tangga 1 atau pun Pelanggan Kecil 1, berada di kisaran Rp 4.250 per M3. Harga ini masih lebih rendah dibandingkan Harga LPG 3 kg yang disubsidi yaitu sekitar Rp 5.000 per M3. (*)

Lapor, Pak Menteri @wishnutama, Minyak Hitam Mencemari Resor Cempedak

0
Pekerja Resor Cempedak menemukan karung berisi limbah di pantai resor Cempedak, Bintan Pesisir, Bintan, Kamis (26/12).
foto: jaslan untuk batam pos

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil ditemukan dan mencemari pesisir pantai resor Cempedak, Bintan Pesisir, Bintan, Kamis (26/12/2019) pagi. Sebelumnya, lima resor di Kawasan Wisata Lagoi tercemar limbah yang sama.

‘”Ada sembilan karung yang kami temukan di pantai,” kata Jaslan, pekerja resor, yang menemukan bersama pekerja lain, saat membuka counter sea and sport activities di pantai.

Sembilan karung limbah tersebut masih utuh saat ditemukan. ”Karungnya masih posisi utuh terikat,” katanya.

Setelah penemuan itu, pihaknya melaksanakan patroli dengan dibantu drone. Namun, tidak ditemukan karung yang berisi limbah.

”Kami lakukan flying drone, patroli tapi tidak ada lagi,” katanya.

Selanjutnya, sembilan karung limbah tersebut diamankan dalam pembuangan sampah di darat. Manager CSR Banyan Tree Resort, Henry A Singer, mengatakan, limbah minyak hitam kembali mencemari pantai wisata Lagoi tepatnya di Pantai Banyan Tree Resort.
Dia mengeluhkan kembali datangnya limbah minyak hitam ke pantai, karena saat ini lagi banyak tamu yang berlibur di resort tersebut.

”Lagi banyak tamu di resort, malah banyak minyak,” ungkapnya. Malah, kata ia, masih banyak limbah yang berada di laut dan akan sampai ke pantai. (met)

Pangan dan Kosmetik Ilegal Banyak di Batam, Kepala BPOM: Permintaan Masih Ada

0

batampos.co.id – Penyebab masih maraknya peredaran pangan dan kosmetik ilegal di Kota Batam dikarenakan masih adanya permintaan dari masyarakat.

Hal ini diutarakan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau, Yosef Dwi Irwan.

“Permintaan di kalangan masyarakat masih ada,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Karena itu lanjutnya, beberapa oknum pedagang menjual pangan dan kosmetik ilegal tersebut.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan (kanan) bersama pegawai BPOM Kepri menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal hasil razia di Pasar Avava dan Botania I saat rilis di Kantor BPOM Kepri, Nongsa, Kamis (15/8/2019) lalu. FOTO: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia mengatakan, pangan dan kosmetik ilegal cukup berbahaya. Karena kandungan didalam barang-barang tersebut, tidak teruji secara klinis di Indonesia.

“Bisa jadi isinya dari bahan-bahan berbahaya,” tuturnya.

Yosef mencontohkan ada beberapa kosmetik ilegal mengandung mercury.

“Mercury termasuk bahan berbahaya. Efeknya memang tidak terlihat langsung, dapat dalam jangka waktu beberapa lama berefek ke kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Oleh sebab itu, BPOM selalu berusaha mengungkap kasus kosmetik ilegal untuk melindungi masyarakat dari produk-produk berbahaya tersebut.(ska)

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

0

batampos.co.id – Hari itu pertengahan Februari 2019. Bripka Riko Rizki Masri, 33, menjalankan tugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas Polsek Siak Hulu, Polres Kampar, Polda Riau. Dia mengunjungi rumah warga satu per satu. Melihat kondisi mereka dan mengajak berdialog. Dua rumah sudah dia datangi. Tak ada kejadian menonjol.

Di rumah ketiga Riko bertemu pasangan suami istri Rosmin, 48, dan Zaitil Huda, 40. Suasana terasa dingin. Rosmin yang duduk di teras diam saja. Tak jauh berbeda dengan pendamping hidupnya yang biasa disapa Bu Ida itu. Keluarga tersebut memang baru dilanda musibah. Kecelakaan merenggut kaki kanan Bu Ida.

”Wajar mereka sangat murung,” cerita Riko.

Riko terus mengajak ngobrol. Dari situ dia tahu Bu Ida sebetulnya cukup tegar menghadapi kondisinya. Yang justru sangat terpukul adalah Rosmin. Kecelakaan tersebut memberikan luka psikologis yang sangat berat untuknya. Lelaki yang bekerja sebagai tukang urut itu terus menyalahkan diri karena telah mencelakai istrinya.

”Memang Bapak Rosmin yang memboncengkan istrinya. Keduanya jatuh setelah terperosok jalan berlubang. Kaki istrinya terlindas truk,” ujarnya.

Sepulang mengunjungi rumah Rosmin, Riko kepikiran. Dia berha­rap bisa melakukan sesuatu un­tuk membantu keluarga itu. Riko tahu Bu Ida membutuhkan kaki palsu.

”Tapi, kaki palsu itu berapa harganya? Dari mana bisa dapat?” urainya.

Bripka Riko Rizki Masri (kanan) bersama Ketua FKPM Teman Hati, Ahmad Muhaimin, menunjukkan contoh kaki palsu yang hendak disumbangkan untuk mereka yang memerlukan.

Riko menemui Ketua FKPM Teman Hati Ahmad Muhaimin, 49, yang biasa menjadi teman berdiskusi. Mereka lalu mengumpulkan sejumlah anggota FKPM.

Muncul ide untuk meminta bantuan lembaga sosial yang memiliki program kaki palsu. Dengan sejumlah pertim­bangan, mereka memilih Kick Andy Foundation.

”Ada anggota yang kenal dengan salah satu petinggi lembaga amal itu,” ujar Riko.

Setidaknya dibutuhkan minimal 20 penyandang disabilitas dalam satu penggelontoran bantuan kaki palsu. Bripka Riko dan FKPM Teman Hati lalu mencari orang lain yang memerlukan kaki palsu. Program tersebut juga mengharuskan penerima mencari pembuat kaki palsu sendiri. Pekanbaru diubek-ubek, ternyata tidak ada.

”Teman akhirnya menghubungkan dengan perajin kaki palsu di Dumai,” cerita polisi yang menjadi anggota bhabinkamtibmas sejak 2015 itu.

Riko menghubungi perajin bernama Andri tersebut. Andri tersentuh dan langsung mau membantu membuatkan kaki palsu. Dia mendatangi rumah Bu Ida. Mengukur panjang kaki dan diameter paha. Kaki palsu hanya bisa digunakan untuk yang masih memiliki paha setidaknya hingga di atas dengkul. ”Itu yang disebut Andri,” ujarnya.

Di tengah pengumpulan 20 difabel, Kick Andy Foundation menyampaikan kabar bahagia. Mereka mau membiayai satu kaki palsu terlebih dahulu. Sisanya bisa menyusul. ”Saat ini daftarnya 15 orang,” katanya.

Dalam beberapa hari kaki palsu untuk Bu Ida selesai. Tapi, masalah baru muncul. Saat kaki palsu hendak dipasang, kaki Bu Ida berubah ukuran karena terjadi pembengkakan. Andri memiliki ide, yakni kaki Bu Ida dibebat dengan setagen. Dililit dengan tujuan memperkecil.

”Di setagen (kain kecil panjang biasanya untuk orang yang berjarit, red) bagian pahanya beberapa hari,” ujarnya.

Setelah dirasa cukup, kaki palsu coba dipasang lagi. Kini kaki Bu Ida justru kekecilan. Akhirnya Andri mengganjalnya dengan busa supaya pas.

”Semua bahagia. Kaki itu bisa digunakan Bu Ida berjalan,” ucapnya.

Beberapa hari setelah itu, psikologis keluarga tersebut membaik. Rosmin dan Ida mulai mau bersosialisasi. Mereka juga mau berkomunikasi dan bercanda di grup-grup WhatsApp.

Beberapa waktu kemudian Amin (panggilan Ahmad Muhaimin) mendapat informasi adanya seorang bapak yang tinggal sendiri. FKPM bersama Bripka Riko berupaya memastikan. Begitu tiba di rumah pria bernama Edi Cahaya itu, tak ada yang membukakan pintu.

”Terpaksa kami masuk tanpa izin,” ungkapnya.

Di dalam Edi Cahaya terbaring lemas di tempat tidur. Tubuhnya kurus kering. Tapi, dia mengunyah sesuatu. Tampak ada sesuatu yang dipegangnya dan didekatkan ke mulut.

”Saat kami dekati lagi, ternyata bapak ini sedang makan balsam,” kisah Amin.

Riko dan Amin langsung menghentikannya. Masih ada balsam yang tersisa. Tak menunggu lama, mereka menghubungi rumah sakit. Mobil ambulans datang. Mereka membagi tugas. Amin menunggu Edi di rumah sakit. Riko mengurus kartu miskin sebagai persyaratan mendapatkan biaya kesehatan gratis.

Amin menjelaskan, mungkin Edi makan balsam karena hendak bunuh diri. Keluarganya sama sekali tak merespons panggilan Amin. Tidak ada yang mau datang ke rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, dokter bilang Edi diduga menderita HIV dan kanker paru-paru. Riko dan Amin syok berat. Keduanya khawatir tertular.

”Saya dan Pak Amin membopong tanpa alas apa pun. Khawatirnya kalau ada luka yang bersentuhan,” ujar Riko.

Saking kepikirannya, Riko sampai menyesal kenapa tadi menolong. Namun, perasaan itu tak perlu berlarut lama. Dokter mengeluarkan hasil baru pemeriksaan HIV. Ternyata Edi negatif. ”Dokter ini bicara tanpa menunggu hasil tes. Ternyata hanya kan­ker paru-paru,” terang Riko.

Walau telah diupayakan diberi perawatan, Edi meninggal jua. Sekali lagi Amin berusaha menghubungi pihak keluarga. Setidaknya agar mau menerima dan menguburkan dengan layak. ”Tapi, keluarganya malah bilang buang saja ke sungai,” sesal Amin yang akhirnya bersama FKPM menguburkan Edi.

Riko menyatakan, dirinya dan FKPM selama ini berupaya membantu masyarakat dengan segala usaha kreatif. Tak perlu mengeluarkan banyak uang. Menurut dia, membantu tidak melulu dengan uang. ”Bisa dengan membuat program yang mengena. Kalau hanya pakai uang, dari mana?” tuturnya.

FKPM saat ini menjalankan program bedah rumah dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Riko mengakui bisa melakukan berbagai langkah progresif itu karena mendapatkan dukungan penuh dari Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi. Dalam berbagai kesempatan, Kapolda memintanya terus membantu masyarakat. (*/c9/ayi)

2019, BPOM Kepri Tangani 12 Kasus 

0

batampos.co.id – BPOM Kepri menangani 12 kasus sepanjang 2019. Ada dua kasus dominan yang ditangani BPOM Kepri yakni peredaran kosmetik ilegal dan pangan ilegal.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, merinci temuan kosmetik ilegal ditanganinya sebanyak 7 kasus. Sedangkan pangan ilegal terdapat 5 kasus.

“Tidak hanya mengungkap saja, barang bukti yang kami dapati juga disita,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Dari 7 kasus kosmetik ilegal, barang bukti yang disita sebanyak 1.575 jenis kosmetik. Terdiri dari 864.066 pieces.

Yosef mengatakan, nilai barang bukti yang diamankan tersebut Rp 17,2 miliar. Sedangkan barang bukti dari kasus pangan ilegal yang diamankan sebanyak 180 item, terdiri dari 26.377 pieces.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan (kanan) bersama pegawai BPOM Kepri menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal beberapa waktu lalu. Selama 2019, BPOM Kepri menangani 12 kasus, dengan rincian 7 kasus kosmetik ilegal dan 5 kasus pangan ilegal. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Barang bukti itu senilai Rp 2,2 miliar,” ucap Yosef.

Ia mengatakan kasus yang diusut BPOM Kepri tidak hanya di Batam saja. Tapi ada di beberapa daerah lainnya di Kepri.

“Walaupun rata-rata banyak disini (Batam,red),” ungkapnya.

Kasus yang ditangani BPOM di Batam sebanyak 8 kasus, Tanjungpinang 1 kasus, Bintan 1 kasus dan Karimun 1 kasus.

“Semua kasus yang kami tangani, selalu dimajukan ke persidangan. Ada beberapa kasus yang sudah selesai, namun ada juga yang masih dalam pemberkasan,” tuturnya.

Dari 12 kasus yang ditangani, kata Yosef sebanyak 4 kasus masih dalam proses pemberkasan, 1 kasus masuk tahap I, 1 kasus dinyatakan p21 (lengkap), 3 kasus telah memasuki tahap 2 (penyerahan berkas dan tersangka) dan 3 kasus sudah putus di pengadilan negeri.

“Setiap kami tangani, selalu berkoordinasi dengan BPOM pusat,” ungkap Yosef.(ska)

DPRD Sebut 170 Pengalokasian Lahan Berada di Titik Kampung Tua

0

batampos.co.id – Ketua Pansus Pelestarian Kampung Tua, Ruslan Ali Wasyim, menyebutkan ada 170 pengalokasian lahan (PL) berada di 37 titik kampung tua.

Peruntukan PL itu kata dia beragam. Mulai dari kawasan perumahan, pemukiman, kawasan industri dan pariwisata.

“Dari laporan yang kita terima sebagian kampung tua itu ada yang sudah teralokasikan dan ini tentu perlu dilakukan verifikasi dan identifikasi yang mendalam. Ini yang masih akan kita selesaikan,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Proses penyelesaian dan verifikasi ini lanjutnya, akan melibatkan sejumlah pihak. Seperti BP Batam, Badan Pertanahan dan Rumpun Khasanah Warisan Batam.

Sementara itu disisi lain, proses identifikasi dianggap penting karena menyangkut hak dan kewajiban yang sudah diselesaikan oleh pihak ketiga pemegang PL.

Tugu salah satu Kampung Tua di Kota Batam. DPRD Batam mencatat ada 170 pengalokasian lahan yang berada di titik Kampung Tua. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Makanya dari data yang diterima, besaran luas 37 titik kampung tua itu akan berkurang,” sambung politikus Golkar itu.

Ditambahkan Ruslan, dari 37 titik kampung tua di Batam, hanya sebagian kecil saja yang tidak bersinggungan dengan pihak ketiga.

Saat ini kata dia, titik tersebut sudah mendapat sertifikat dari pemerintah.

“Kalau tak salah hanya ada 3 sampai 7 titik kampung tua yang Sudah clear. Sisanya ini yang masih kami selesaikan,” ucap Wakil Ketua DPRD Batam itu.

Perda kampung tua lanjut Ruslan, sudah dua kali dilakukan perpanjangan waktu. Dengan kondisi dinamika yang berkembangan saat ini, Perda ini tak hanya mendapatkan legalitas secara formal tetapi bagaimana kesinambungan dari kampung tua itu sendiri.

Ruslan mengakui, dari 37 kampung tua ada beberapa titik yang berpotensi untuk dikembangkan dalam konteks kepariwisataan ataupun budaya.

Sebagai contoh dari 37 titik itu 14 di antaranya berada di Kecamatan Nongsa. Seperti Kampung Nongsa Pantai dan Kampung Melayu yang sangat dimungkinkan untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan atau objek wisata serta pusat budaya.

“Kepada pemerintah kita mendorong tidak hanya memberi legalitas tetapi juga menggali potensi sumber daya kampung tua. Ekonomi kerakyatan juga harus timbul disitu,” tutupnya.(rng)

Ribuan Anak di Batam Sudah Kantongi Kartu Identitas Anak

0

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam sudah mengeluarkan ribuan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Batam.

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, mengatakan, program tersebut masih terus berjalan hingga saat ini.

“Jumlah pastinya belum ada. Tapi hingga kini sudah ribuan yang kami keluarkan,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Ia menjelaskan, proses penerbitan masih bekerjasama dengan sekolah taman kanak-kanak (TK) yang ada di Batam.

KIA lanjutnya memiliki masa berlaku hingga anak berusia 17 tahun.

“Jadi memang masa berlaku ini kami sesuaikan dengan pergantian ke KTP. Jadi saat masa berlaku habis pas ketika anak berusia 17 tahun,” jelasnya.

ilustrasi

Lanjutnya, data yang ada pada KIA akan memudahkan anak untuk mendapatkan e-KTP. Sehingga anak hanya membutuhkan perekaman saja untuk dapat e-KTP.

“Tujuan KIA ini kan untuk pendataan. Jadi beberapa tahun ke depan sudah lebih mudah mendata jumlah penduduk dan lainnya,” terang Said.

Ia mengakui memang belum semua anak bisa mengantongi KIA. Hal ini karena proses penerbitan masih terbatas yaitu melalui TK yang ada di masing-masing kecamatan.

“Jadi harap dimaklumi, jika semua belum bisa diakomodir. Mudah-mudahan tahun depan bisa diperluas jalur pendataan ini,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, blangko KIA masih banyak dan pencetakan masih menggunakan alat yang ada di kecamatan.

Said menambahkan, tahun depan pihaknya menargetkan pencetakan sekitar 50 ribu KIA.

“Kami maunya semua anak bisa punya KIA tapi melihat kesiapan dan ketersediaan blangko juga tahun depan,” tutupnya.(yui)

Ada Orangtua Buang Bayinya ke Tempat Pembuangan Sampah

0

batampos.co.id  – Adalah Rusmana Silalahi seorang pemulung yang pertama kali menemukan jasad bayi yang sudah membusuk di tumpukan sampahdi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Nongsa, Kamis (26/12/2019) sekira pukul 14.00 WIB. .

Rusmana mengaku melihat rambut bayi tersebut dari sobekan kantung plastik.

“Awalnya saya lihat rambut, kemudian melapor ke petugas di sini. Setelah dicek rupanya mayat,” ujar Rusmana di lokasi.

Ia mengatakan jasad bayi tersebut terletak di dalam tumpukan sampah. Tumpukan sampah itu berasal dari truk sampah dengan nomor TP 15.

“Memang lagi banyak tumpukan sampah. Lalu petugas memisahkannya menggunakan pallet,” kata Rusmana.

Bayi laki-laki itu diperkirakan berusia 48 jam. Jasad bayi dengan ari-ari ini dibuang dengan menggunakan kantong plastik hitam.

Kapolsek Nongsa, AKP Dwi Ramadhanto membenarkan penemuan jasad ini.

Jasad bayi itu lalu dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

“Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan mayat bayi ini. Kasus ini masih kita selidiki dan memintak keterangan saksi-saksi,” katanya di lokasi. (opi)