batampos.co.id – Harga sayur segar di pasaran melonjak drastis sejak tiga hari belakangan ini. Pedagang memperkirakan kenaikan harga sayur mencapai 125 persen atau tiga kali lipat dari biasanya.
Kenaikan mencapai tiga kali lipat sebab stok sayur segar dari petani atau grosir berkurang jauh.
Sayur Bayam semula Rp 12 ribu naik menjadi Rp 23 ribu, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu dan kangkung dari Rp 10 ribu jadi Rp 16 ribu perkilogram.
Kenaikan paling siginifikan terjadi pada sayur kacang panjang yang mana mencapai Rp 32 ribu perkilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu perkilogram.
Sejumlah pedagang sayur di pasar basah Fanindo menyebutkan, kenaikan ini karena pasokan sayur dari petani ataupun grosir berkurang drastis sejak sepekan yang lalu.
“Pasokan sedikit kali makanya mahal sekarang,” kata Irma, seorang pedagang, Jumat (20/12/2019).
Andi, petani sayur di Batam menuturkan, kenaikan harga dipicu karena gagal panen. Selama musim hujan ini sayur tak bisa tumbuh dengan baik termasuk kangkung.
“Air berlebihan makanya tak bagus buat perkembangan sayur,” jelasnya.
Seorang pembeli memilih sayuran di Pasar Mega Legenda Batam Center, Jumat (7/6/2019) lalu. Saat ini harga sayur di Kota Batam melonjak tiga kali lipat terutama sawi dan kacang panjang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Akibat itu, banyak sayur kangkung yang rusak. Namun kata dia, yang berdampak besar adalah Sawi dan Bayam.
Hal yang sama juga dirasakan pedagang di pasar Center Park Batam Center. Pedagang di pasar tersebut, Rusdi, menjelaskan, hampir seluruh harga sayuran melonjak.
“Yang paling tinggi harganya sayur sawi dan kacang panjang. Harga sayur tersebut melonjak hingga Rp 32.000 perikat . Sedangkan kacang panjang melonjak hingga Rp 24.000 perikat,” ujarnya.
Ia menjelaskan normalnya sawi dijual Rp 12 ribu hingga Rp 18 ribu perikat. Namun saat ini dijual Rp 32 ribu.
“Kacang panjang normal Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu sekarang Rp 24 ribu,” jelasnya.
Sementara kangkung kata dia, masih normal yaitu Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu.
Rusdi mengatakan, kenaikan harga sayuran dikarenakan faktor cuaca.
Kata dia, harga sayuran dari luar Kota Batam, seperti kol, tomat, buncis, kentang dan wortel masih stabil.
“Tahun ini memang naiknya ngeri sampai 125 persen, hampir mau tiga kali lipat,” papar Rusdi.
Lonjakan harga sayur menjelang Natal dan Tahun Baru menjadi keluhan para ibu rumah tangga.
Mereka harus putar otak untuk tetap menjaga isi dompet. Jumlah sayuran segar yang dibelipun harus dibatasi.
“Padahal sebentar lagi Natal dan Tahun Baru, mau tak mau tetap beli karena pasti dibutuhkan. Semoga ada solusi dari pemerintah,” harap Erni, seorang warga.(eja/nto)
batampos.co.id – Tahun ini, Kota Batam berusia 190 tahun. Bagi seorang Ruslan Ali Wasyim, putra kelahiran Batam, sangat bersyukur Batam telah mengalami kemajuan sedemikian rupa.
Ruslan, yang kini, tengah mengajukan diri sebagai calon Wakil Walikota Batam bersyukur ada pertemuan harmonis antara penduduk tempatan dengan para pendatang.
Kolaborasi keduanya menjadikan pembangunan Batam bergerak sinergis.
Ingatan Ruslan berputar ke tahun 1975, kala ia SD.
Ruslan ialah lahir dan tumbuh di Batu Besar. Untuk mengenyam pendidikan dasar ia harus sekolah di SD Harapan (kini bernama Kartini) di Sei Harapan, Sekupang. Ruslan harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Ia tinggal di kawasan Sekupang.
Hari ini Sekupang – Batu Besar bisa ditempuh dalam tempo sejam atau bahkan kurang bila ngebut dan jalan lengang.
“Dulu, saya pulang ke Batu Besar setahun sekali,” mimik Ruslan serius.
Kebayang seperti apa infrastruktur kala itu.
Ruslan Ali Wasyim.
Jangan dibayangkan jalan raya kala itu sama seperti hari ini. Untuk pulang ke Batu Besar Ruslan harus menaiki kapal pompong yang membawa barang kebutuhan.
Kisah pendidikan Ruslan belum berhenti.
Lulus SD ia melanjutkan pendidikan ke SMP 1 di Uban Kabupaten Bintan.
Sekali lagi Ruslan harus kos.
Selanjutnya ia melenggang ke jenjang SMA 1 Tanjung Pinang. Namun tak lulus.
Sang Ayah meminta Ruslan pulang ke Batam, melanjutnya pendidikan di STM Kartini.
Saat itu STM Kartini baru berdiri. Ruslan angkatan pertama.
“Saya mengambil jurusan teknik listrik,” kenang Ruslan.
Ruslan sejatinya suka belajar di SMA. “Saya suka sejarah,” aku suami Ade Sulistyni ini.
Demi hormat dan patuhnya kepada Sang Ayah, Ruslan menurut saja saat diminta balik Batam.
Ruslan melihat Kota Batam Hari ini sudah sangat maju. Pantas lah sebagai putra kelahiran Batam, ia bersyukur sangat terhadap pembangunan di Pulau Batam. Dan, kini, ia ingin berkontribusi langsung terhadap pembangunan di Kota Batam dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Batam. (ptt)
batampos.co.id – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pelalawan, Riau, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Batam di Batam Center, Jumat (20/12/2019).
Ketua PWI Kabupaten Pelalawan, Asnol Mubaraq, mengatakan, kunjungan mereka bertujuan untuk silahturahmi sekaligus bertukar informasi dan menjalin tali persaudaraan dengan PWI Pojka Kota Batam.
“Kita tahu PWI ini tidak kecil dan ada di seluruh Indonesia, karena itu kami ingin memperkuat silahturahmi dengan PWI Pokja Batam,” katanya.
Ketua PWI Kabupaten Pelalawan, Riau, Asnol Mubaraq memperkenalkan pengurus dan anggotanya saat bertandang ke kantor PWI Pokja Kota Batam. Foto: Haris/batampos.co.id
Asnol berharap ke depannya pengurus dan anggota PWI Pokja Batam dapat melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Pelalawan.
Menurutnya, pengurus dan anggota PWI Pelalawan akan berada di Kota Batam selama tiga hari.
Sementara itu, Ketua PWI Pokja Kota Batam, Noer Syahrullah, mengatakan, sangat terkesan dengan kunjungan para pengurus dan anggota PWI Pelalawan.
Pengurus dan anggota PWI Kabupaten Pelalawan, Riau berfoto bersama dengan Ketua, Sekretaris dan Bendahara PWI Pokja Kota Batam. Foto: Haris/batampsoc.o.id
Syahrul menjelaskan, PWI Pokja Batam baru saja terbentuk beberapa bulan lalu.
“Saat ini kami baru bertiga saja, Saya sebagai Ketua, Amir Yunus, Sekretaris dan Haris, Bendahara,” jelasnya.
Pimpinan Redaksi Posmetro Batam itu mengatakan, jika ada waktu luang pengurus PWI Pokja Batam akan melakukan kunjungan balasan ke Pelalawan.(esa)
batampos.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto, memastikan kondisi Kepri tetap kondusif jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun, ia meminta seluruh masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam pergantian tahun 2019 ke 2020.
“Persiapan ini penting. Mohon bantuan dan kerja samanya kepada seluruh masyarakat. Mari kita jaga dengan baik,” ujar Andap, usai menggelar Apel Persiapan Operasi Lilin Seligi 2019 di lapangan Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kamis (19/12/2019).
“Tanpa ada kerja sama yang baik, kita tidak akan bisa dan pernah mampu. Hingga akhirnya Kepri ini aman damai dan kondusif,” ujarnya lagi.
Dia menjelaskan, dalam pengamanan ini turut melibatkan personel TNI dan Polri, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Satpol PP, dan satuan lainnya.
Adapun titik yang diamankan terdiri 1.920 titik, terdiri 419 gereja, 379 Anjungan Tunai Mandiri (ATM), 116 lokasi money changer, 363 bank, 171 destinasi wisata, 77 lokasi pergantian malam tahun baru, tujuh bandara, tiga terminal, dan 32 mal.
Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto, bersama Danrem 033 Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema dan muspida menyalami anggota TNI/Polri pada apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi 2109 di lapangan Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kamis (19/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Pada kegiatan ini mari kita satukan hati dan pikiran kita. Kita teguhkan komitmen untuk mengamankan Bunda Tanah Melayu Kepri yang kita cintai bersama ini,” katanya.
Andap menambahkan, selain mengamankan lokasi yang dianggap rawan, pihaknya turut mengantisipasi terjadinya konflik sosial.
Kemudian ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mudik untuk memperhatikan keselamatan.
“Kita sudah antisipasi hal-hal yang menjadi teror di Kepri. Mari kita sama-sama menjadi polisi bagi diri kita sendiri,” terangnya.
Hal senada disampaikan Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Gabriel Lema.
Ia mengatakan, pihaknya siap membantu jajaran kepolisian untuk mengamankan wilayah Kepri dalam perayaan Natal dan tahun baru.
“Kita sangat siap, termasuk mempersiapkan alat utama sistem senjata (alutsista),” tegasnya.
Terkait konflik sosial, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berpikir positif dan menciptakan suasana yang aman serta nyaman.
“Kita tidak melihat gambaran adanya konflik sosial di Kepri ini. Kita lebih dekat kepada masyarakat, dan ingin menghilangkan sekat-sekat yang ada di tengah masyarakat,” katanya.
Apel Persiapan Operasi Lilin Seligi 2019 di Stadion Temenggung Abdul Jamal ini diikuti ratusan personel polisi, TNI, dan instansi lainnya.
Kemudian turut dihadiri Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, dan beberapa tamu undangan lainnya.(opi)
batampos.co.id – BAP Hendri Kurniadi, Plt Kadis ESDM Kepri, yang menyebut Nurdin meminta Rp 500 juta setiap satu perizinan, mendapat tanggapan pedas dari GUbernur Provinsi Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.
Nurdin mengaku kecewa saat membaca pernyataan terperinci yang dibuat Hendri dalam BAP-nya.
Lantaran Hendri sudah dianggapnya sebagai orang yang dipercaya. Dia tak menyangka Hendri bisa memberikan kesaksian yang menurutnya tidak masuk akal.
“Kamu sudah lama ikut bersama saya. Saya tanya kamu Hendri, selama saya memimpin, apa pernah saya meminta-minta seperti itu?” tanya Nurdin, merujuk kesaksian Hendri dalam BAP.
Hendri langsung menjawab,”tidak”.
Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, saat menjalani sidang lanjutan kasus gratifikasi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). Foto: Lukman/batampos.co.id
Nurdin juga mengkritisi kesaksian Hendri yang mengaku mengetahui uang dalam tas yang kerap dibawa ajudannya ke kamar depan di rumah dinasnya di Tanjungpinang.
Pasalnya, Hendri disebut jarang masuk ke rumah dinas tersebut.
“Dari mana kamu tahu kalau tas itu isinya uang. Kamu ke Tanjungpinang dalam seminggu hanya dua hari,” kata Nurdin.
“Setahu saya, kamu tidak pernah masuk ke kamar itu,” cecar Nurdin lagi.
Selepas sidang, Batam Pos mencoba meminta tanggapan Nurdin terkait kesaksian Hendri, namun politisi NasDem itu tak mau berkomentar.(luk)
batampos.co.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), ribuan wisatawan lokal dan mancanegara diperkirakan akan menghabiskan waktu liburnya di Batam.
Kepala Pengelola Pelabuhan Sekupang Terminal (SFT), Jumarly, mengatakan me-nyambut arus kedatangan wisman asal Singapura nanti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KSOP dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan untuk pengamanan dan keselamatan bagi calon penumpang.
”Baik yang datang dan berangkat semua dipastikan aman dan melalui sistem yang sudah ada,” kata dia, Kamis (19/12/2019).
Jumarly mengungkapkan, setiap hari ada peningkatan jumlah penumpang yang masuk hingga 1.000 orang wisman di hari biasa dan khusus Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur Singapura wisman yang masuk mencapai 2.500 orang.
Wisatawan mancanegara memadati pelabuhan fery internasional Batam Centre. Para perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Batam diperkirakan akan diserbu oleh ribuan wisatawan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan. Kami berharap tren positif wisman yang masuk melewati SFT bisa terus berlanjut, terutama libur Nataru ini. Kalau bisa lebih banyak lagi dan spare waktunya lebih lama berada di Batam,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang menjemput wisman, nanti pintu gerbang keluar akan dibuka dua jalur, hal ini ini memudahkan travel menjemput wisman.
”Kami sudah siap menghadapi lonjakan penumpang nantinya. Mudah-mudahan yang datang lebih ramai lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penumpang, DPC INSA Batam, Asmadi mengatakan, Batam menjadi salah satu destinasi liburan bagi masyarakat Kepri.
Untuk Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) biasanya arus kedatangan mulai ramai H-1 menjelang perayaan Nataru mendatang.(yui)
batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mencatat sepanjang 2019, menindak 533 kasus Barang Milik Negara (BMN) di bidang kepabeanan dan cukai.
Angka penindakan ini turun dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata mengatakan, di 2018 pihaknya berhasil menindak 883 kasus.
Namun, untuk tahun ini, barang yang diselundupkan memiliki nilai yang lebih besar dari 2018.
“Nilai lebih besar karena banyak barang kena cukai, seperti minuman dan rokok,” ujar Susila usai melaksanakan pemusnahan di halaman Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Batuampar, Kamis (19/12/2019).
Pihaknya memusnahkan 7.983.382 batang rokok, 1.536 botol, dan 456 kaleng minuman beralkohol, 2.429 unit ponsel, dan 848 unit aksesoris, 3.802 unit alat kesehatan, dan 439 jumbo bag ballpress.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam melakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) di bidang kepabeanan dan cukai di halaman Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Batuampar, Kamis (19/12). Sepanjang 2019, pihak BC Batam telah menindak 533 kasus BMN di bidang kepabeanan dan cukai. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Barang ini merupakan pemasukan dan pengeluaran yang seharusnya ada izin. Termasuk yang tidak memiliki ketentuan. Untuk barang pemusnahan ini sebagian barang dari tahun lalu,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk barang yang ditindak tersebut bernilai Rp 7,3 miliar dengan kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar.
“Ini yang bisa dihitung kerugian negaranya saja. Ada yang tidak bisa dihitung, seperti menganggu lingkungan hidup dan mengganggu industri dalam negeri seperti ballpress,” katanya.
Susila menambahkan, barang yang dimusnahkan tersebut telah melanggar UU Nomor 10 tahun 1995 sebagaimana diubah UU Nomor 17 tahun 2006 pasal 53 ayat 4, dan 68 ayat 1b tentang Kepabeanan.
“Ini barang yang tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan, cepat rusak, busuk, serta tidak dapat dihibahkan,” katanya.
Ia menegaskan, tetap meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan khususnya barang yang dibawa dari luar negeri.
“Khususnya yang menganggu barang industri dalam negeri,” tegasnya.
Pemusnahan ini turut dihadiri Pejabat Bea dan Cukai, Komisi XI DPR RI, perwakilan Kementerian Keuangan, serta TNI-Polri.(opi)
batampos.co.id – Sidang kasus dugaan gratifikasi dalam pemberian izin prinsip pemanfaatan ruang laut yang menjerat Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).
Sidang kali ketiga ini masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima saksi dari enam saksi yang direncanakan.
Kelima saksi tersebut adalah Syamsuardi, kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepri; Raja Heri Mokhrizal, Kepala Biro Hukum Pemprov Kepri; Iskandarsyah, ketua Komisi II DPRD Kepri yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Kemudian, Sunipto, mantan Kabid Kelautan, Konservasi, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri.
Terakhir, Hendri Kurniadi, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri.
Dari lima saksi yang dihadirkan JPU KPK, saksi Hendri Kurniadi, Plt Kadis ESDM Kepri, yang paling menyita perhatian JPU, hakim, maupun kuasa hukum Nurdin, dan Nurdin sendiri.
Bahkan, Hendri menjadi bulan-bulanan JPU, karena memberikan kesaksikan yang berbeda dengan pernyataannya dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).
Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, saat menjalani sidang lanjutan kasus gratifikasi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). Foto: Lukman/batampos.co.id
Dalam sidang tersebut, Hendri yang menjadi saksi kelima sekaligus terakhir, memberikan kesaksian dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Bagian (Kabag) Protokol Pemprov Kepri.
Ketika masih menjabat Kabag Protokol, Hendri mengaku kerap mendampingi Nurdin dalam kegiatan-kegiatannya di pemerintahan.
“Pak Gubernur suka memberi uang kepada masyarakat saat kunjungan ke pulau-pulau dalam rangka silaturahmi. Ajudan menyiapkan uang dalam amplop berisi Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu,” kata Hendri, memulai kesaksiannya.
JPU dari KPK lantas mempertanyakan sumber uang yang diberikan kepada warga tersebut.
Menurut Hendri, sumber uang yang dibagikan berasal dari kantong pribadi Nurdin, sumbangan dari kepala dinas, serta pihak ketiga, yaitu pengusaha yang ikut dalam kunjungan.
Namun, Hendri menegaskan, dirinya tidak mengetahui atau melihat secara langsung proses pemberian uang itu kepada Nurdin.
Dia mengaku mendengar informasi tersebut dari cerita para ajudan Nurdin, serta para pendamping pengusaha yang menemui Nurdin.
Dari informasi yang didengarnya pula, Hendri bersaksi bahwa Nurdin meminta fee kepada sejumlah pengusaha dalam proses perizinan.
Kata Hendri, dalam setiap perizinan tersebut, Nurdin meminta fee sampai Rp 500 juta. Pun demikian, terdapat setoran rutin yang diberikan kepala dinas kepada Nurdin dalam kegiatan-kegiatan tertentu yang diikuti.
Meski begitu, Hendri menyatakan tidak mengetahui secara langsung pemberian-pemberian tersebut.
Semua informasi yang dia berikan di depan Majelis Hakim merupakan apa yang dia dengar dari ajudan dan pendamping pengusaha yang menemui Nurdin.
Kesaksian ini lantas dipertanyakan JPU karena berbeda dengan pernyataan Hendri yang tertuang dalam BAP.
Dalam BAP, Hendri menyatakan mengetahui yang artinya melihat secara langsung dari kejadian-kejadian yang diceritakannya, bukan hanya mendengar.
Bukan hanya JPU, kejanggalan ini turut dipertanyakan kuasa hukum Nurdin, Andi Asrun, dan juga Majelis Hakim.
Hendri diperingatkan untuk tidak memberikan kesaksian palsu karena dapat berimplikasi hukum.
“BAP ini saudara tanda tangani, artinya saudara setuju. Bagaimana ini, kenapa kesaksiannya bisa berbeda dari BAP?” tanya Hakim Ketua Yanto.
Hendri lantas berkilah bahwa dirinya grogi saat diinterogasi penyidik KPK dalam proses pembuatan BAP.
Kata Hendri, saat itu merupakan pertama kali dirinya diinterogasi KPK. Sementara tersangkanya Nurdin Basirun, orang yang sangat dihormatinya.
Hal tersebut membuat Hendri merasa grogi dan tak bisa membedakan arti ‘mengetahui’ dalam pernyataannya di BAP.
“Penyidik bertanya pada saya apakah saya mengetahui. Saya jawab tidak. Lalu penyidik bertanya masa tidak mengetahui? Kalau mendengar bagaimana? Barulah saya ceritakan kalau saya mendengar,” ungkap Hendri yang kukuh menyatakan dirinya mendengar semua informasi dalam kesaksiannya.
Namun, Majelis Hakim tidak serta merta percaya. Lantaran pernyataan Hendri yang tertulis di BAP terkait semua penerimaan uang kepada Nurdin begitu terperinci.
Sehingga hakim anggota menanyakan apa benar semua informasi tersebut murni didengar Hendri.
Pria yang pernah menjadi ajudan Nurdin itu tetap menjawab bahwa dia hanya mendengar dari ajudan.
Asrun selaku kuasa hukum lantas mempertanyakan angka Rp 15 miliar yang disebut Hendri sebagai total penerimaan uang Nurdin dari berbagai pihak.
Menurut Asrun, sangat janggal Hendri bisa menyebut angka sedetail itu bila sekadar mendengar.
Hendri kemudian menjawab, sejatinya dia tidak tahu menahu perihal angka belasan miliar itu. Namun, dalam proses pembuatan BAP, Hendri mengatakan penyidik memintanya membuat perkiraan uang yang diterima Nurdin.
Angka Rp 15 miliar itu didapatkannya dari menghitung-hitung penerimaan Nurdin yang didengarnya dari berbagai pihak.
“Soal jumlah uang, itu pertanyaan dari penyidik. Saya tidak tahu jumlah pastinya, hanya menurut perkiraan karena jumlah usahanya banyak,” jelas Hendri.
Meski kerap mendampingi Nurdin, Hendri mengaku, tak pernah melihat proses pemberian uang dari pihak-pihak tertentu kepada mantan orang nomor satu di Kepri itu.
Dia juga mengaku tidak pernah disuruh Nurdin untuk menerima atau memberi uang. Menurut dia, semua pemberian tersebut melewati ajudan-ajudan Nurdin.
“Saya sebagai protokol memang ikut bersama beliau. Tetapi saya berada di luar, tidak bersama beliau ketika bertemu pengusaha,” ujarnya.(luk)
batampos.co.id – Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada Kamis (26/12/2019) mendatang dan bisa dilihat dari Batam.
Dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada tujuh provinsi yang dapat melihat fenomena alam ini.
Yakni, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Di Kepulauan Riau, ada dua daerah yang bisa melihat fenomen ini dengan baik, yaitu Tanjungpinang dan Batam.
”Di Batam itu spot terbaik melihat Gerhana Matahari Cincin di Jembatan 5 Barelang,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim Batam, Suratman, Kamis (19/12/2019).
Ia menjelaskan, gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada garis lurus.
Gerhana matahari cincin. Foto: Jawa Pos
Pada saat itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari pada piringan matahari.
Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.
”Gerhana matahari ini dimulai dari pukul 10.27, lalu baru akan terlihat gerhana matahari cincin pukul 12.22, dan puncaknya gerhana ini di pukul 12.24. Dan gerhana akan berakhir 14.18,” ucapnya.
Suratman mengatakan, masyarakat tidak perlu gusar dengan fenomena ini. Ia mengatakan, ini merupakan fenomena biasa yang terjadi beberapa tahun sekali.
”Untuk melihatnya ikuti saran-saran yang ada,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melihat matahari saat gerhana tengah berlangsung karena dapat merusak mata.
”Gunakanlah kacamata khusus agar tidak merusak mata. Tetap selalu berhati-hati,” pungkasnya.(ska)
batampos.co.id – Di tengah ancaman krisis air karena cadangan air baku di beberapa dam menipis dan jumlah pelanggan air yang terus meningkat, pengoperasian Dam Tembesi sangat ditunggu warga Batam.
Tapi sayangnya, realisasinya masih lambat karena proses tendernya terus tertunda.
Bahkan, BP Batam belum memiliki kebijakan untuk menggesa pengoperasian dam baru tersebut.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengaku belum mengetahui tentang rencana pengelolaan dan lelang Dam Tembesi.
”Sampai hari ini saya belum memiliki kebijakan soal itu,” kata Rudi, Kamis (19/12/2019).
Ia belum bisa memastikan sampai kapan akan ada kebijakan baru terakit dam yang berada dekat dengan Jembatan I Barelang tersebut.
Menurutnya, sebelum dilepas untuk dikelola pihak lain, dam itu masih merupakan aset BP Batam.
”Sebelum dioperasikan, kan masih milik BP Batam,” kata dia.
Waduk Tembesi saat diabadikan dari udara beberapa waktu lalu. ATB/Benny Andrianto untuk batampos.co.id
Menurut dia, seyogianya, air dikelola pemerintah baik oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
”Karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” imbuh dia.
Terkait rencana pengelolaan air oleh pemerintah, sebelumnya juga pernah disampaikan Rudi saat ditanya tentang berakhirnya konsensi pengelolaan air bersih oleh ATB, belum lama ini.
”Ada undang-undang yang mengatur pengelolaan air harus di bawah pemerintah. Nanti sistem kerjanya yang mau kami pelajari,” katanya.
Lebih lanjut, Rudi mengatakan, pengelolaan bisa dilak-sanakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui badan usaha masing-masing. Bisa juga kerja sama pemerintah pusat dan daerah.
“Boleh juga di bawah BUMN atau BUMD. Tapi ini yang belum putus,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular, mengungkapkan, BP Batam masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai penetapan status penggunaan dam tersebut.
”Kalau Dam Tembesi mau dikerjasamakan, harus ada penetapan aset negara,” jelasnya, Selasa (10/9/2019) lalu.
Proses penetapan aset negara ini meliputi mengenai kajian skema kerja sama, pembagian keuntungan, inventaris nilai aset dan lainnya.
Karena alasan ini juga, BP Batam belum bisa mengerucutkan jumlah peserta lelang yang sebelumnya sudah lolos tahapan prakualifikasi pada akhir 2018 lalu.
Adapun, peserta yang lolos prakualifikasi lelang ini terdiri dari sembilan perusahaan dan konsorsium, yakni konsorsium ATB dan Bangun Cipta Kontraktor, konsorsium Perum Jasa Tirta Indonesia dengan Krakatau Tirta Indonesia, konsorsium PP dan Adarou. Grup Salim dan nama-nama lainnya.
”Proyek yang kami lelang antara lain pembangunan water treatment plant (WTP) dan pembangunan jaringan pipa transmisi yang mengalirkan air dam ke reservoir untuk diolah jadi air bersih,” ungkapnya.
Tugas-tugas tersebut akan dilakukan oleh si pemenang lelang. Pemenang lelang juga diberikan hak kelola selama 25 tahun.
”Ini merupakan business to business yang perhitungan anggarannya capai Rp 250 hingga Rp 350 miliar. Proyeknya bisa selesai dibangun dalam dua tahun,” katanya.
Dam Tembesi mampu meng-alirkan debit air sebanyak 600 liter per detik dan memiliki kapasitas tampung sebanyak 59 juta meter kubik.
”Nantinya secara geografis dan hidrolis, dam ini akan menyuplai kebutuhan air bagi warga Tanjunguncang dan Batuaji,” pungkasnya.(iza)