batampos.co.id – Penertiban pedagang di Pasar Induk, Jodoh, sedang berjalan. Dua uni alat berat dikerahkan tim terpadu untuk merobohkan bangunan-bangunan liar di sekitar lokasi.
Sementara para pedagang yang terkena dampak terlihat pasrah saat lapaknya dirobohkan. Mereka terlihat duduk sembari melihat bangunan-bangunan semi permanen rata dengan tanah.
Meski penertiban berjalan lancar, namun beberapa pedagang sempat melakukan penolakan.
Para pedagang melihat penertiban Pasar Induk yang dilakukan tim terpadu. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan DPD APKLI menolak pengusuran dan pengosongan pasar induk.
Dalam penertiban itu, ada sekitar 900 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam BP Batam.(nto)
batampos.co.id– Tahun 2020 mendatang, anggota DPRD Kota Batam tak hanya mendapatkan anggaran Rp 37 miliar untuk kunjungan kerja (kunker), mereka juga mendapatkan kucuran dana Rp 10,4 miliar untuk reses. Serta Rp 5,5 miliar untuk penyusunan peraturan daerah (Perda).
Dalam buku Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, dituliskan besaran anggaran untuk reses ke daerah pemilihan masing-masing, sebesar Rp 10,4 miliar.
Reses ini digelar selama tiga kali dalam setahun. Reses digelar untuk menampung aspirasi dari masyarakat atau konstituen anggota DPRD Batam.
“Kalau kita reses ini ada tiga kali. Semua biaya yang ada memang untuk kebutuhan selama reses,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Mohamad Fadhli, di ruang kerjanya, Selasa (29/10/2019).
Jika anggaran reses dibagi per anggota dewan, maka setiap orang mendapatkan jatah Rp 69,3 juta sekali reses.
Sementara untuk pembuatan Perda, ada beberapa pos anggaran. Pertama, anggaran untuk pembahasan Perda nilainya Rp 4,2 miliar.
ilustrasi
Kemudian, ada penyediaan kebutuhan penyusunan Perda inisiatif DPRD Batam sebesar Rp 1,3 miliar. Sehingga totalnya Rp 5,5 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean, mengatakan, dalam pembuatan Perda beberapa anggota DPRD Kota Batam harus menggelar kunjungan kerja atau harmonisasi.
Dimana, Perda ini memang perlu untuk kepentingan masyarakat Batam. Sementara, terkait anggaran kunjungan kerja yang termasuk besar, Werton mengatakan, anggaran tersebut tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, ada beberapa jenis kunjungan kerja yang dilakukan legislator DPRD Batam seperti kunjungan kerja komisi, kunju-ngan kerja Badan Musyawarah (Banmus) atau Badan Anggaran (Banggar), kunjungan kerja Bapemperda, dan kunjungan alat kelengkapan lainnya.
“Kalau saya tidak salah setiap komisi sekitar 8 atau 10 kali setahun melakukan kunker. Demikian halnya dengan penugasan juga ada beberapa kali,” katanya.
Dalam melakukan kunju-ngan kerja ini, setiap anggota DPRD Kota Batam menerima uang saku yang disesuaikan dengan lama kunjungan kerja.
“Kalau kita memang untuk Indonesia Barat uang sakunya sekitar Rp 2,5 juta sehari. Rata-rata sekali kunker itu terhitung tiga hari,” katanya.
Itu baru uang saku, belum termasuk tiket penerbangan dan hotel atau penginapan. Ia juga mengatakan, uang saku yang didapat dewan sah secara hukum.
Uang saku tersebut bisa digunakan untuk kepen-tingan pribadi anggota dewan selama kunjungan kerja. Uang saku diterima melalui sistem transfer.
“Ditransfer semua. Jadi, tidak bisa langsung kita ke sekretariat untuk mengambilnya,” ujarnya.
“Tetapi pada intinya, ketika kunjungan kerja harus ada output-nya untuk Batam,” katanya lagi.
Beberapa waktu lalu, Kepala Bagian Humas DPRD Kota Batam, Taufiq, mengatakan, uang saku atau uang harian DPRD Kota Batam Rp 2,5 juta sehari saat kunker.
Ini sudah diatur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Itu yang membuat bukan DPRD, tetapi Pemko. Kita hanya menjalankan saja. Yang jelas pimpinan dan anggota beda uang hariannya. Itu belum termasuk tiket pesawat dan penginapan,” katanya.
Anggaran besar yang diterima anggota dewan tersebut belum termasuk gaji dan tunjangan lainnya.(ian)
batampos.co.id – Pengembang PT Dwi Mitra Sukses kembali membangun proyek perumahan baru di Batam.
Kali ini, mereka membangun Perumahan Mahkota Renggali di pinggir Jalan Trans Barelang (sebelah Rexvin Boulevard), Tembesi.
Pengembang yang beralamat di Jalan Raden Patah Nagoya ini, memberikan promo menarik harga pra launching perumahan ini, yaitu hanya Rp 160 juta saja.
Promo ini hanya berlaku satu hari saat pra launching tanggal 2 November 2019 dari pukul 09.00 sampai selesai bertempat di Marketing Gallery Renggali Residence, Jalan Trans Barelang, Tembesi.
Pengembang menawarkan rumah dua kamar dengan luas lahan 66 meter persegi. Uang mukanya cukup ringan karena bisa diangsur 24 bulan dengan besar angsuran Rp 1 jutaan per bulan.
Tak hanya itu, jangka waktu KPR pun lama sampai 15 tahun sehingga angsurannya juga ringan hanya Rp 1 jutaan per bulan.
Maket perumahan Mahkota Renggali Tembesi. Dokumentasi Mahkota Renggali untuk batampos.co.id
Sementara untuk konsumen yang ingin membeli secara cash bertahap tanpa bunga bisa mengangsur sampai 60 bulan dengan besar angsuran Rp 2,5 juta per bulan.
Di Perumahan Mahkota Renggali ini, PT Dwi Mitra Sukses akan membangun sebanyak 1.800 unit bangunan dengan jangka waktu UWT sampai dengan 2038.
”Mengingat pra launching dilaksanakan hanya 1 hari, tanggal 2 November 2019, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk memilih rumah murah berkualitas di area strategis,” kata pihak PT Dwi Mitra Sukses dalam releasenya.
“Dekat kawasan wisata, industri, keramaian, pendidikan, dan sentra ekonomi di Batuaji,” jelasnya lagi.
Dalam dunia properti Batam, PT Dwi Mitra Sukses merupakan developer terbesar dan terpercaya.
Banyak proyek perumahan yang telah selesai dibangun PT Dwi Mitra Sukses. Diantaranya, Perumahan Taman Raya 1 sampai dengan 5, Pertokoan dan Mall Taman Raya Square (Taras Mall) Batam Center, Pertokoan dan Perumahan Hollywood Hill Batam Center.
Kemudian Cluster Taman Raya, Perumahan Bukit Raya Batam Center, Perumahan Puri Malaka Tiban, Pertokoan dan Pasar Cipta Puri Tiban.
Perumahan Kabil Raya, Pertokoan Asih Raya Mukakuning. Kemudian proyek yang sedang berjalan yaitu, The Hill Residence Batam Center, Pertokoan Niaga Taras Batam Center, Perumahan Mahkota Renggali.
Di luar properti, PT Dwi Mitra Sukses (Group) juga mengembangkan usaha BPR Dana Mitra Sukajadi, Sekolah Sultan Agung, Sekolah Penerbangan Batam Center, dan akan segera membuka Rumah Sakit Regita Batam Center.(ofi)
batampos.co.id – Pemko Batam menganggarkan Rp 8,5 miliar untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tahun 2020.
Pengangguran ini dimasukan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.
“Di RAPBD pembangunan USB SMP diajukan sebesar Rp 8,5 miliar,” kata anggota Komisi IV DPRD kota Batam, Aman, Selasa (29/10).
Diakuinya, pembangunan USB ini masih dalam pembahasan komisi IV DPRD Batam bersama Dinas Pendidikan kota Batam. Termasuk juga lokasi dan jumlah sekolah yang akan dibangun.
“Masih akan kita dalami. Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dari dinas belum kita terima,” lanjutnya.
Aman menambahkan, usulan penambahan sekolah baru tahun ini baru difokuskan untuk SMP. Sementara Sekolah Dasar yang juga menjadi bagian dari kewajiban pemerintah daeah belum diusulkan.
Pembangunan gedung SMPN 53 Batuaji terus digesa. Pada 2020 Pemko Batam mendapatkan anggaran Rp 8,5 miliar untuk pembangunan beberapa unit SMP baru. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Secara garis besar RAPBD 2020 baru untuk SMP. Sementara SD belum,” tambah Aman.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Mardi mengaku pembahasan dengan Dinas pendidikan kota Batam akan dilakukan Kamis (31/10) mendatang.
Pembahasan mengenai anggaran ini nantinya akan diperdalam terkait usulan penambahan USB SMP tersebut.
“Kamis kita agendakan, dan disana kita baru tau berapa sekolah yang akan dibangun. Begitu juga dengan lokasinya. Nanti dinas pendidikan yang akan menjabarkan,” kata Ides.
Sebelumnya, Pemko Batam berencana menambah 4 unit sekolah baru (USB) sebagai solusi minimnya daya tampung sekolah negeri yang ada di Batam.
Segera dKeempat sekolah itu tersebar di sejumlah daerah seperti Tanjung Buntung, Batu Aji, Sagulung dan Nongsa.
“Penambahan USB menjadi solusi minimnya daya tampung saat ini,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.(rng)
batampos.co.id – Hunian asri dan nyaman Papa Mama Residence di Batam Center menawarkan promo selama pameran di lantai dasar Mega Mall.
Dalam pameran ini, konsumen bisa mendapatkan hadiah berupa TV, AC, kulkas, dan mesin cuci.
Manager Pemasaran Papa Mama Residence, Rolly, mengatakan, promo ini merupakan apresiasi dari pengembang untuk pembeli rumah di Papa Mama Residence.
”Promo ini berlangsung hingga bulan November. Setiap konsumen yang melakukan booking fee selama pameran akan langsung mendapatkan hadiah menarik,” katanya, Selasa (29/10/2019).
“Untuk sekarang kami sudah buka blok baru dan sudah masuk tahap pembangunan,” kata Rolly lagi.
Hunian tipe 52/90 di Papa Mama Residence, Batam Center. Perumahan ini mudah diakses. Foto: Rolly untuk batampos.co.id
Papa Mama Residence ini dikembangkan oleh PT Bangun Seindah Harapan dan PT Cakrawala Utama Mandiri.
Untuk rumah tipe 52/90 harga yang ditawarkan Rp 500 jutaan dan tipe 80/96 harga Rp 800 jutaan.
”Selain hunian, juga ada ruko 3 lantai dengan harga yang ditawarkan hanya Rp 1,2 miliar,” kata Rolly
Keunggulannya, hunian ini berada di lokasi strategis, yakni di tengah-tangah Kota Batam. Huniannya dekat dengan rumah sakit, Bandara Hang Nadim, kantor pemerintahan, mall, serta pelabuhan.
”Akses jalannya bisa kemana-mana. Jalan lingkungan selain semenisasi plus aspal, dengan lebar mulai dari 8 meter hingga 16 meter,” kata Rolly.
Sedangkan fasilitas yang ditawarkan di antaranya club house dengan kolam renang, sekolah, pasar basah dan pasar kering.
Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan promonya bisa langsung datang ke stand pameran dan kantor pemasaran yang berada di Komplek Ruko Pasar Papa Mama 1, Kampung Belian Batam.(ofi)
batampos.co.id – Tim Terpadu Kota Batam akhirnya akan bergerak memindahkan pedagang dan menertibkan lapak di Pasar Induk Jodoh, Rabu (30/10/2019) pagi ini.
Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, tim akan berkumpul dan melakukan apel di area Hotel Pacific sekitar pukul 08.00 WIB.
”Kami minta personel tim (termasuk aparat keamanan, red) hampir 900 orang,” jelasnya, Selasa (29/10/2019).
“Nanti tergantung eskalasi dan yang menentukan Polresta. Pak Wali (Kota) dan Wawa (Wakil Wali Kota) rencananya hadir,” katanya lagi.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi OPD saat melakukan sidak ke Pasar Induk Jodoh, Selasa (22/10/2019) lalu.Hari ini pasar induk ditertibkan jumlah personel keamanan yang turun mencapai 900 orang. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id
Ia mengatakan, penertiban meliputi bangunan dari triplek di dalam pasar, semua bangunan (kios) pinggir jalan depan pasar. Serta bangunan sepanjang parit di sekitar pasar.
”Bangunan utama belum, tunggu selesai yang ditertibkan. Karena asetnya harus dinilai dulu bersama KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),” papar dia.
Ia mengaku, penolakan memang masih ada. Padahal, lanjut dia, revitalisasi atau pembangunan ulang pasar ini dilakukan semata-mata untuk kemaslahatan pedagang itu sendiri.
”Ini untuk keperluan pemberdayaan pedagang itu sendiri,” jelasnya.
“Baru bisa dibangun lagi kan harus kosong. Dengan harapan semua pedagang sekitar itu bisa masuk lagi di gedung yang baru nanti,” imbuhnya.(iza)
batampos.co.id – Gara-gara sabu 0,4 gram, seorang kakek bernama Hu harus mendekam dipenjara selama lima tahun.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (dakwaan kedua).
“Menyatakan terdakwa Husaini bersalah melakukan tindak pidana dan melawan hukum sehingga dijatuhi hukuman 5 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ujar Hakim Ketua Muhammad Chandra membacakan amar putusan, Selasa (29/10/2019).
Menanggapi putusan itu, terdakwa menyatakan terima. Sementara sebelumnya terdakwa juga dituntut dengan hukuman yang sama oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karya So Immanuel.
Saat sidang sebelumnya, terdakwa mengaku mendapatkan barang haram itu kepada seorang yang bernama Pirang (DPO).
Terdakwa bertemu langsung dengan Pirang di Ruli Kampung Aceh, Muka Kuning kemudian membeli sabu 0,4 gram seharga Rp 80 ribu.
Ilustrasi narkoba jenis sabu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Sabu itu akan saya gunakan sendiri,” ujar terdakwa.
Usai mendapatkan sabu, terdakwa kemudian menyimpannya di saku celannya. Transaksi jual beli sabu itupun diketahui oleh anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelang.
Terdakwa yang sedang berdiri seorang diri di tepi jalan Ruli Kampung Aceh Muka Kuning didatangi anggota yang kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 1 paket/bungkus narkotika jenis serbuk kristal sabu yang dibungkus dengan plastik transparan yang di temukan di dalam saku depan sebelah kiri celana yang terdakwa gunakan.
Tak hanya terdakwa Hu, terdakwa Fa dengan barang bukti (BB) seberat 505 gram dituntut 17 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan oleh JPU Rumondang.
Terdakwa yang diamankan Bandara Hang Nadim pada Juni lalu itu melanggar pasal tentang narkoba. Sehingga ia pun dituntut berat oleh JPU.
“Terdakwa melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum dan dituntut 17 tahun penjara,” ucap Rumondang.(une)
batampos.co.id – Memasuki akhir tahun 2019 jumlah kebutuhan tenaga kerja di Batam mengalami peningkatan, khususnya di bidang industri minyak dan gas (Migas).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (29/10/2019) usai menghadiri Dialog bersama siswa SMAN 4 Batam.
“Lowongan banyak tapi untuk mereka yang memiliki keahlian. Bukan untuk tamatan SMA yang sekarang membanjiri Mukakuning,” kata dia.
Rudi mengakui ribuan pencari kerja yang ada saat ini tidak memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Menurutnya kebutuhan tenaga teknis cukup banyak, hal ini berbanding terbalik dengan pencaker yang ada.
“yang ada saat ini unskill. Jadi tak bisa terserap dengan kebutuhan yang tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan industri yang sedang berkembang ini, beberapa perusahaan berinisiatif menggelar pelatihan dengan perusahaan lain. Tujuannya untuk melahirkan SDM yang bisa mengisi kebutuhan.
Rig pengeboran Migas yang terparkir di perairan Pulau Bintan. Foto: Yusnadi/batampos.co.id
“Seperti Nongsa Digital Park yang bekerjasama dengan Apple membuka seleksi untuk diberikan pelatiahan khusus IT,” jelasnya.
“Ini upaya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan,” katanya lagi.
Sebanyak 100 peserta akan dilatih selama sembilan bulan. Ke depan peserta ini akan diberikan kesempatan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang industri digital tersebut.
“Jadi bukan tak ada lowongan di sini. Banyak malah, tapi mereka butuh yang ada keahlian. Bukan sekelas operator, kalau itu memang iya belum banyak,” ungkapnya.
Persoalan inilah yang menjadi kendala saat ini. Banyak dari mereka yang datang ke Batam tidak punya keahlian yang dibutuhkan, hal ini membuat angka pencari kerja tinggi.
“Untuk welder saja susah mencarinya sedangan lowongan ada,” paparnya.
“Perusahaan lagi proses penerimaan semua. Ada Mc. Dermot, SMOE, bahkan Saipem di Karimun juga butuh ribuan pencari kerja yang punya keahlian. Ini yang krisis sekarang,” tambahnya.
Hal senada juga diutarakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kebutuhan tenaga ahli di Batam masih banyak.
Karena itu, ia mengajak anak-anak milenial untuk cerdas dan cermat memilih jurusan yang akan diambil ke depannya.
“Pilihlah yang memiliki peluang kerja yang tinggi,” ujarnya.(yui)
Ketua Perkumpulan Istri Dewan (Piswan) Kota Batam, Sandra Nuryanto menghadiri undangan Sun Summit by Riza Rosana. Bukan sekedar menjadi tamu undangan, dirinya juga sebagai model fashion yang berjalan di atas catwalk oleh Pelaksana Kegiatan Sun Summit.
Menurut Sandra Nuryanto event yang digelar menampilkan fashion-fashion yang casual dan unik cukup menarik dan memberikan nuansa tersendiri bagi pecinta busana baik dalam maupun luar negeri. Annual show di kota Four Points by Sheraton Makassar, Minggu 27 Oktober 2019 malam.
Lebih lanjut Sandra mengatakan, tak hanya para model yang berjalan di atas catwalk menggunakan busana Sun Summit, sejumlah istri pejabat juga tampil. Acara ini juga dihadiri oleh ratusan pelanggan setia Sun Summit di Sulawesi Selatan dan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makasar, Rusmayani Majid,”terang Sandra.
Dirinya sangat terkesan dengan kultur dan budaya yang ada di Kota Makasar, masyarakatnya yang ramah dan cukup familiar dengan kaum pendatang. Budaya dan estetika inilah diharapkan dapat terjaga, sekali lagi dirinya sangat terkesan dengan kearifan dan budaya Kota Makasar,” ungkap Sandra.
Ketua Piswan Kota Batam, Sandra Nuryanto memperagakan busana di Sun Summit di Kota Makasar.
Ada yang berbeda dari perayaan satu dekade Sun Summit kali ini yaitu, Riza Rozana berduet dengan putrinya, Kae menampilkan karya-karyanya di atas panggung. Baik karya Uni panggilan akran Riza Rozana maupun Keyla begitu apik dan anggun diperagakan oleh para model-model profesional maupun ibu-ibu pejabat dan professional.
Brand Sun Summit sukses gelar anual show sebagai perayaan satu dekadenya berkarya di industri fashion tanah air.
Tampak beberapa pejabat dan professional memperagakan brand Sun Summit, seperti Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid, istri Ketua DPRD Kota Batam, Sandra Nuryanto, Owner Balla Kanrejawa Jaya, Hj. Ainun Jariah, S.Farm, M.Kes, Founder dan Ketua Jameela Hijab Community, Andi Anti Aka, Owner Pink Hana, Nurhana, dan puluhan model lainnya.
Brand Sun Summit sukses gelar anuak show sebagai perayaan satu dekadenya berkarya di industri fashion tanah air. Sedikitnya ada 35 potong busana yang dibagi menjadi gaun glamour, etnik dan berkarakter untuk kalangan menengah ke atas diperagakan.
Bukan itu saja, brand Kae juga ikut mengundang perhatian para tamu undangan yang hadir malam itu. Tidak salah jika beberapa penonton memberikan uplause terhadap karya Kae yang diperuntukkan kepada anak muda dengan suguhan vintage. Perayaan Satu Dekade Sun Summit juga menjadi ajang untuk peluncuran karya Sun Summit.
Brand Sun Summit sukses gelar anuak show sebagai perayaan satu dekadenya berkarya di industri fashion tanah air.
Owner Sun Summit, Riza Rosana mengatakan memilih kota Makassar untuk merayakan satu dekadenya karena saat ini customer Sun Summit mayoritas dari Indonesia timur dan berpusat di Makassar.
“Sambutan dari masyarakat terkait fashion juga luar biasa. Terimakasih Makassar selama ini sudah menjadi customer yang sangat loyal. Mohon doanya semoga Sun Summit terus berkarya,” tutur Uni sapaan akrab Riza Rozana.
Brand Sun Summit sukses gelar anuak show sebagai perayaan satu dekadenya berkarya di industri fashion tanah air.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid dalam sambutannya mengatakan pemerintah kota Makassar mengucapkan terima kasih ke Sun Summit (Riza Rozana) karena telah memilih kota Makassar sebagai penyelenggaraan satu dekade Sun Summit dalam berkarya.
Ditambahkan Maya, Kota Makassar adalah salah satu kota tujuan wisata maupun urusan bisnis. Maka tidak salah jika Makassar dipilih menjadi tempat penyelenggaraan fashion.
Brand Sun Summit sukses gelar anuak show sebagai perayaan satu dekadenya berkarya di industri fashion tanah air.
“Kegiatan ini sangat positif dan tentunya kegiatan ini memberikan efek positif terhadap pariwisata kota Makassar. Selamat atas satu dekadenya, teruslah berkarya,” tutup Maya.(red-hms)
batampos.co.id – Apes dialami Sd, seorang pekerja cafe sekitar Pelabuhan Sagulung ini harus menerima perlakuan tak enak dari pelanggannya.
Selain uang hasil bayaran shortime dan handphone miliknya dirampas, perempuan bertubuh gemuk ini juga mendapat kekerasan fisik.
Peristiwa yang terjadi pada awal Agustus itu dilakukan oleh DI dan YR. Remaja 19 tahun yang sebelumnya ‘memesan’ korban dengan harga Rp 300 ribu per orang.
Kini keduanya mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Batam dan didakwa atas kasus pencurian.
“Usai uang dan handphone saya dirampas, saya ditinggalkan di Hutan Dangas seorang diri,” ujar perempuan dua anak itu dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim saat menghadiri sidang sebagai saksi di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (29/10/2019).
Ia menjelaskan peristiwa apes itu terjadi setelah kedua terdakwa mengajaknya ke hotel yang ada di Sekupang.
Namun bukannya dibawa ke hotel, korban ternyata dibawa ke Hutan Dangas. Di lokasi itu korban dipaksa melakukan hubungan suami istri secara bergantian di dalam mobil yang dirental terdakwa.
ilustrasi
Barulah kemudian terdakwa Ilham meminta secara paksa uang yang sebelumnya sudah dibayarkan ke korban sebesar Rp 600 ribu.
“Disitu mereka mengancam saya dan mengaku jika mereka adalah buser,” ucapnya.
Tragisnya, kedua terdakwa meninggalkan dan mencampakkan korban di tengah hutan. Beruntung ada seorang warga yang melintas dan mengantarnya pulang.
Majelis hakim yang mendengar keterangan korban merasa tak habis pikir. Apalagi mendengar jawaban kedua terdakwa yang beralasan kepepet saat ‘memesan’ korban.
“Kalian suka ‘jajan’ ya?” tanya Hakim Ketua, Martha Napitapulu.
Sontak pertanyaan itu membuat pengunjung tertawa. Sementara kedua terdakwa yang sudah malu hanya bisa menggeleng sembari menundukkan kepala mereka.
“Baru kali ini yang mulia,” kompak keduanya menjawab.
Sementara perbuatan terdakwa diancam pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun.
Sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan acara tuntutan terdakwa.(une)