Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 10906

Citra Tubindo Bangun Fasilitas Penunjang Tambang Migas

0

batampos.co.id – PT Citra Tubindo Engineering di Batam sukses menyelesaikan tiga proyek pembangunan fasilitas pipa tambang minyak dan gas bumi di bawah laut (subsea manifolds) pesanan PremierOil.

Ketiga proyek tersebut resmi diluncurkan dalam acara sail away ceremony di perusahaan tersebut, Senin (2/9/2019).

Komisaris Utama Citramas Group, Kris Taenar Wiluan, mengatakan, ketiga subsea manifolds, itu akan digunakan PremierOil untuk aktivitas tambang minyak dan gas bumi (migas) di Laut Natuna Utara.

Yakni untuk blok Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP) Development Project. Kris mengatakan, ketiga proyek tersebut merupakan hasil karya anak bangsa. Seluruh pekerja yang terlibat merupakan pekerja lokal.

“Tapi secara kualitas tak akan kalah dari buatan luar negeri,” kata Kris.

Ia mengatakan, Citra Tubindo sudah memiliki pengalaman mumpuni dan fasilitas yang lengkap dalam mengerjakan proyek-proyek serupa.

Komisaris Utama Citramas Group, Kris Taenar Wiluan (dua dari kiri), menerima nasi tumpeng dari Vice President Operation & Development PremierOil Kun Haryanto, saat acara syukuran penyelesaian proyek BIGP Phase 2 di Kabil, Batam, Senin (2/9). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain itu, ada tenaga kerja yang terampil dan ahli di bidangnya. Selain dari dalam negeri, pesanan proyek sejenis juga kerap datang dari luar negeri.

“Kami sangat senang karena bisa membuktikan bahwa pekerjaan yang biasanya dilakukan di luar negeri, bisa dikerjakan di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Kris, nilai proyek untuk ketiga subsea manifolds ini memang tak terlalu besar. Hanya sekitar 2 juta dolar AS.

Namun, ia mengaku bangga karena proyek ini bisa dijadikan ajang pembuktian bahwa perusahaan dalam negeri dan pekerja lokal mampu menghasilkan karya berkualitas internasional.

Sehingga ia berharap, ke depan proyek-proyek dalam negeri dapat dikerjakan perusahaan-perusahaan dalam negeri. Khususnya di Batam.

“Kepada rekan-rekan kerja, saya selalu ingatkan untuk memperhatikan quality (kualitas, red) dan penyelesaian tepat waktu,” ujarnya.

Kris mengatakan, industri perminyakan memiliki nilai tambah yang dapat mendongkrak perekonomian.

Apabila sarana pendukungnya dikerjakan di Indonesia, khususnya Batam, tentu akan berdampak luas bagi ekonomi masyarakat.

“Khususnya terhadap penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Citramas Group, kata Kris, memiliki tempat training tenaga kerja. Fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan keahlian dan pengetahuan pekerja.

Sebelumnya, Citra Tubindo telah melakukan pengerjaan tahap pertama di 2013. Ada dua modul yang telah dikerjakan.

Pipa spooling untuk kedua Hydraulic Control Skids juga telah dipasang yang akan mengontrol jaringan pipa bawah laut.

Sementara Tenaga Ahli Lingkungan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK-Migas), Sulistya Hastuti Wahyu, mengatakan, pihaknya memang telah menunjuk PremierOil untuk mengelola blok migas di Laut Natuna Utara.

Khususnya Blok Tuna yang berada di perbatasan Vietnam. Ia mengatakan, proyek ini harus cepat dikerjakan menyusul tingginya tensi konflik yang terjadi di perairan yang dulu namanya Laut Cina Selatan itu.

“Bisa dicaplok nanti bila tidak segera dikerjakan,” ungkapnya.

Sedangkan Vice President Operation & Development PremierOil, Kun Haryanto mengatakan, aktivitas produksi atau pengeboran dijadwalkan mulai tahun depan.

“Persediaan gas dan minyaknya cukup banyak,” katanya.(ska)

Film Gundala, Libatkan 1.500 Pemain dan 300 Kru

0

batampos.co.id – Dua pemain film Gundala; Negeri Ini Butuh Patriot yakni sang superhero Gundala alias Sancaka (dewasa) yang diperankan Abimana Aryasatya, politikus abu-abu Ridwan Bakri yang diperankan Lukman Sardi, serta pengisi soundtrack Tantri dan Chua Kotak, menyapa para penggemar di Batam melalui meet and greet yang digelar PT Schneider Electric Manufacturing di CGV Cinemas Grand Batam Mall, Senin (2/9/2019).

Film karya Joko Anwar ini memang masuk sebagai film box office Tanah Air, dimana hari pertama penayangan pada Kamis (29/8/2019) lalu Gundala menyerap 170 ribu penonton lebih.

Hingga di hari kedua meraup total 312 ribu penonton. Di balik pencapaian itu, para pemeran pun mengaku tak terlepas dari berbagai tantangan.

”Untuk mendapatkan kesan real-nya, membutuhkan kerja keras luar biasa. Film ini sangat besar,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, ada sekitar 1.500 pemain dan juga 300 kru yang terlibat dalam produksi film dari Bumi Langit Universe ini. Bahkan, memakai 70 lokasi berbeda di berbagai kota.

”Untuk mengisi satu scene saja bisa memakai dua sampai tiga lokasi,” papar Lukman yang dibenarkan Abimana.

Dari kiri, Chua Kotak, Tantri Kotak, Lukman Sardi, dan Abimana Aryasatya pada acara Meet and Greet Gundala di CGV Cinemas Grand Batam Mall, Senin (2/9/2019). Foto: Febby Anggieta Pratiwi/batampos.co.id

Tantangan lain juga datang dari kondisi cuaca yang hampir selama shooting diwarnai hujan deras.

Lukman pun sempat megeluarkan candaan, ”mungkin karena film ini tentang anak petir,” ucapnya.

Abimana juga tak menampik berbagai tantangan acting yang harus dijalaninya selama memerankan tokoh Sancaka yang dapat berubah wujud menjadi Gundala.

Mulai dari menghadapi adegan yang menan-tang hingga mengalami dehidrasi.

”Menyenangkan semua proses shooting-nya. Paling kalau pakai kostum agak panas,” jelasnya.

“Terus karena lokasinya nggak di tempat ber-AC, lebih banyak di tempat terbuka yang berdebu gitu (pabrik dan pasar), jadi ya sering kepanasan sampai dehidrasi. Keri­ngat ngocor terus,” beber pria kelahiran 24 Oktober 1982 tersebut.

Di samping aktingnya nan apik, Abimana juga mengaku memakai pemeran pengganti.

”Banyak hal-hal baru yang bahkan jadi pelajaran untuk saya pribadi. Tapi di balik itu semua, saya sangat nyaman memerankannya,” ungkap Abimana.

Sementara dalam hal pengisian soundtrack, Tantri dan Chua mengaku sangat bangga menjadi salah satunya.

”Bangga menjadi bagian dari film ini untuk mengisi salah satu soundtrack-nya,” jelasnya.

“Kalau dengar pas credit title ada yang teriak-teriak growing up, itu lagu Kotak!” tutur Tantri.

Keempat bintang Tanah Air itupun berpesan, agar penonton dapat mengambil nilai-nilai kepahlawanan dan keadilan yang bisa diambil selama penayangan film berdurasi 2 jam 3 menit tersebut.

”Negeri ini butuh patriot. Indonesia juga butuh pahlawan,” tutup para bintang.

Dalam meet and greet film Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot tersebut, ditutup dengan nonton bersama Film Gundala yang disediakan khusus untuk seluruh karyawan PT Schneider Electric Manufacturing.

”Ada 2.500-an karyawan yang akan menonton Film Gundala dalam dua hari ini (2-3 September). Ini adalah program rutin per semester kami untuk me-refresh karya-wan,” kata HRDP PT Schneider Electric Manufacturing, Mustain Mahrus.(nji)

Barang Bukti yang Diamankan Polisi Dari Sopir di Bintan Penyimpan Sabu 119,2 Kilogram

0

batampos.co.id – Selain mengamankan tiga pelaku, Aj, S dan AP polisi juga mengamankan dua unit mobil dan dua mesin cuci.

Dua unit mobil tersebut yakni Kijang Kapsul BP 1126 TA dan Toyota Fortuner BP 1031 FD. Kedua unit mobil tersebut saat ini berada di kantor Satresnarkoba Polres Bintan.

Pantauan Batam Pos di lokasi, di dalam mobil Kijang tersebut terdapat mesin cuci yang ikut diamankan.

Dari kabar berkembang, selain dua mobil ini, masih ada lima unit mobil lagi yang masih dicari polisi.

ilustrasi

Kelima mobil tersebut diduga turut digunakan untuk mengangkut 119,2 kg sabu ke rumah Aj.

Sementara pengelola bus sekolah di Bintan, Syamsudin, membenarkan jika Aj dan S adalah sopir bus sekolah.

“Iya benar. Tapi baru-baru saja mereka bekerja jadi sopir bus sekolah di sini,” kata Syam-sudin, tadi malam.

Sementara itu, Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang, hingga berita ini diturunkan enggan mengomentari kasus tersebut karena masih dalam pengembangan.(met/ska)

AirNav Sang Pemandu Penerbangan

0

Petugas ATC AirNav Indonesia Batam saat memandu dan memberikan pelayanan lalulintas penerbangan Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (27/8/2019).

AirNav selain bertugas mengelola sektor darat dalam hal ini bandar udara , juga memberikan pelayanan navigasi penerbangan.

AirNav Indonesia merupakan satu-satunya penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia.

AirNav senantiasa mengikuti perkembangan dan standar yang diatur secara ketat dalam Civil Aviation Safety Regulations (CASR).

F Cecep Mulyana/Batam Pos

Humanity Food Car Berbagi Makanan Gratis untuk Tukang Becak di Pasar Pagatan

0

Kekeringan tidak hanya menyebabkan kelangkaan air bersih tetapi juga menyeret bahaya laten lainnya seperti kelaparan. Semangat ini yang terus hadir pada tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sepanjang musim kemarau ini, ACT telah berkomitmen menyalurkan jutaan liter air bersih dan bantuan pangan untuk atasi kekeringan. Konsistensi kebaikan dermawan yang diamanahkan kepada MRI-ACTsalah satunya terwujud pada program Humanity Food Car.

“Setiap pekan, para relawan tidak kenal lelah membagikan pangan berupa nasi bungkus dan beras kepada masyarakat prasejahtera. Kami menjembatani kebaikan para dermawan yang telah menitipkan amanahnya. Sebanyak 120 orang yang terdiri dari buruh dan tukang becak menikmati makan gratis dari program,” ucap Ketua MRI Tanah Bumbu Anjar Sufangat saat mendistribusikan makanan siap santap.

Para tukang becak dan buruh yang berada di pasar Pasar Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir tersebut pun hadir berbondong-bondong di Humanity Food Car, “Alhamdulillah pas banget untuk makan siang, terima kasih banyak ya,” kata Jauhari yang segera mengambil makanan dan duduk di atas becaknya. Para warga lainnya juga ikut mendekat dan melahap sajian makan gratis siang itu.

Dengan berbagai semangat kedermawanan masyarakat Indonesia, tim ACT di berbagai daerah terus memaksimalkan rantai kedermawanan ini.

“Senyuman telah hadir melalui sepiring hidangan makan siang. Ini adalah kebaikan yang harus terus diabadikan karena kelaparan dan kesengsaraan masih sering terjadi bahkan tak kenal libur,” ungkap Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

Di tempat terpisah, Direktur Social Distribution Program (SDP) ACT, Wahyu Novyan mengajak masyarakat untuk tidak abai pada kasus kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Menurut Wahyu, kekeringan bisa berdampak pula pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bahkan hingga lost generation atau kehilangan generasi.

“Kalau seseorang sudah tidak punya air, maka dampak turunannya jadi berat. Dampaknya bisa ke air minum, kebutuhan makan, air bersih, kebutuhan untuk mandi, kebutuhan aktivitas, ibadah, dan lain-lain. Sebab itu, harus ada kesiapsiagaan yang terus dibangun semua pihak. ACT telah melakukan sejumlah aksi untuk meredam isu krisis air bersih dan berbagai dampak laten akibat kekeringan kali ini, ” terang Wahyu.

Pada umumnya, kemiskinan sebagai salah satu dampak dari bencana kekeringan, akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat seperti kriminalitas meningkat, angka kematian yang tinggi terutama gizi buruk, pengangguran hingga konflik di masyarakat. Di sisi lain, penduduk terus bertumbuh secara eksponensial, yang tetap harus dipenuhi dengan penyediaan bahan pangan yang cukup dan hal tersebut sangat tergantung pada lahan yang dapat ditanami dan ketersediaan air yang cukup. Selain distribusi air bersih, sumur produktif dan layanan makan gratis, ACT juga melakukan sejumlah aksi pendamping yaitu pelayanan kesehatan. Hingga kini, ACT mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan melalui aksi-aksi nyata di bit.ly/DermawanKepriAtasiKekeringan

4 Bulan Bekerja, Hadi Kuras Harta Majikan

0

batampos.co.id  – Hadi Wiyono benar-benar tidak tahu terima kasih. Diberi pekerjaan, pria paruh baya ini malah mencuri perhiasan dan uang dolar milik majikannya.

Bahkan ia menjual sepeda motor yang dititipkan untuk digunakan sebagai opersional jemput anak majikannya.

Tak tanggung-tanggung total harta yang dikuras terdakwa yakni Rp 211.130.000. Didepan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hadi mengaku mencuri perhiasan dan uang majikannya sebanyak 7 sampai 8 kali.

Dimulai pada 29 Maret lalu, terdakwa dengan santainya masuk ke kamar majikannya kemudian mengambil 1 gelang ukir yang di taksir emas 22 karat dengan berat 16,4 gram.

“Saya ambil pada saat orang rumah sedang keluar,” ujar Hadi saat perisidangan dengan agenda keterangan saksi dan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Senin (2/9/2019).

Aksi nekat terdakwa terus berlanjut. Hingga akhirnya ia berhasil menggasak 12 perhiasan emas dengan beragam berat.

Selain itu, terdakwa juga mengambil uang asing seperti dollar singapura diperkirakan sebanyak Sin 1700, dolar US 700, dolar Canada sebesar CAN 250, Dolar Hongkong HK 200, RM 12.300, dan dolar Rusia sebesar 1500 Rubel.

“Perhiasannya saya minta tolong Soyini untuk digadaikan ke pegadaian,” jelasnya.

“Sementara uang dolarnya saya tukar,” kata pria yang bekerja sebagai sopir selama empat bulan ini,” paparnya.

ilustrasi

Dari hasil gadai emas itu, Hadi menerima Rp 54 juta. Sementara hasil penukaran uang dolar Rp 22 juta.

Menurut pengakuan terdakwa, uang tersebut ia gunakan untuk membayar utang dan bersenang-senang.

Sementara Soyini sendiri menyesal karena membantu Hadi menggadaikan sejumlah emas itu.

Ia mengaku tidak tahu jika perhiasan tersebut hasil pencurian.

“Dia (Hadi, red) ngakunya emas itu milik temannya dan minta tolong untuk saya gadaikan,” ungkap Soyini sembari menangis.

Saat menggadaikan emas itu, Soyini mendapatkan komisi sebesar Rp 100 ribu. Pemilik rumah, yang hadir memberikan keterangan itu mengaku jika Hadi baru bekerja sebagai sopir di rumahnya selama empat bulan.

Sebagai sopir Hadi digaji Rp 3 juta perbulan. Belum termasuk dengan tempat tinggal, makan dan lainnya secara gratis.

“Saya kenal dia (Hadi, red) karena dia sopir mobil sampah keliling, karena sudah kenal saya rekrut tapi ternyata begini hasilnya,” ungkapnya.

Untuk kedua terdakwa itu sendiri, ia mengaku sudah memaafkan. Bahkan anak-anak Soyini masih tinggal kos-kosannya.

“Saya sudah maafkan,” ucapnya.

Sementara perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 362 KUHP.

Usai mendengar keterangan, majelis hakim kemudian menjadwal sidang lanjutan dengan agenda tuntutan.(une)

Sopir di Bintan Simpan Sabu 119,2 Kilogram

0

batampos.co.id – Jajaran Polres Bintan mengungkap kepemilikan sabu sebanyak 119,2 kilogram (kg) yang disimpan di rumah seorang sopir bus sekolah berinisial Aj di RT 001/RW 003 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Jumat (30/8/2019) lalu.

Selain Aj, polisi juga menangkap dua tersangka lainnya berinisial S dan AP. Ketua RT setempat, Karyati, mengatakan, Jumat (30/8/2019) malam, polisi awalnya hanya menangkap Aj.

Lalu polisi menggiring Aj ke rumahnya untuk melakukan pengembangan. Benar saja, di rumah Aj terdapat sabu seberat 119,2 kg.

Di rumah tersebut polisi juga menangkap rekan Aj berinisial S. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan untuk mengejar jaringan lain yang terlibat dalam kasus ini.

Karyati, ketua RT 001 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, menunjukkan rumah Aj yang disegel polisi, Senin (2/9). Di rumah sopir bus sekolah ini polisi menemukan sabu seberat 119,2 kg, Jumat (30/8) malam lalu. Foto: Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

Sehingga pada Sabtu (31/8) dini hari, polisi berhasil menangkap tersangka ketiga yang berinisial Ap di rumahnya di Desa Berakit, Bintan.

Karyati mengaku menyaksikan seluruh proses penggeledahan di rumah Aj. Jumat (30/8/2019) malam itu, awalnya polisi mendapatkan 115 bungkus sabu.

Satu bungkus sebesat 1 kg. Sabu tersebut dibungkus dalam kertas alumunium foil.

“119 bungkus sekiloan, 1 bungkus 1 kilo,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan pe­ngembangan, polisi menemukan satu bungkus sabu lagi seberat 2 ons.

Sabu terse­but disimpan di bawah mesin cuci. Sehingga total ada 120 bung­kus sabu seberat 119,2 kg.(met/ska)

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Ditolak

0

batampos.co.id – Rencana pemerintah menaikkan tarif iuran peserta bukan penerima upah (PBPU) kelas I, II, dan III Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara serentak terganjal restu DPR.

Dewan menolak kenaikan tarif untuk perserta kelas III. Validasi data jadi alasan utama. Penolakan itu disampaikan dalam kesimpulan Rapat Kerja Gabungan Komisi IX dan XI tentang defisit keuangan BPJS Kesehatan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Ada sembilan poin yang disepakati. Salah satunya, di poin kedua, tentang penolakan kenaikan iuran untuk PBPU kelas III saat ini.

Wakil Ketua Komisi XI, Soepriyatno, mengatakan, kenaikan tarif pada PBPU kelas III bisa menjadi persoalan tersendiri.

Sebab, cleaning data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sebagai data terpadu6 penentu penerima bantuan iuran (PBI) masih belum dirampungkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Padahal, masih ada sekitar 10 juta data yang harus diclearkan. Data tersebut merujuk pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) tentang data kepesertaan yang bermasalah.

BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga triliunan rupiah. Niat BPJS Kesehatan untuk menaikan iuran kelas III ditolak oleh DPR RI. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ada sekitar 27 juta data yang dinilai tidak tepat. Dari jumlah tersebut, tersisa 10 juta data kepesertaan yang sedang dikebut cleansingnya oleh Kemensos.

“Kita takut nanti ada yang harusnya terima PBI malah tidak menerima. Karena tidak semua PBPU itu mampu,” ujarnya dalam rapat.

Oleh sebab itu, dewan sepakat untuk menunda kenaikan tarif iuran peserta mandiri kelas III tersebut.

Rencana kenaikan bakal dibahas kembali setelah pemerintah sudah menyelesaikan sinkronisasi data PBI.

Pihak pemerintah yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Merdiasmo sempat keberatan.

Sebab, kenaikan iuran dinilai menjadi salah satu cara menga-tasi defisit keuangan BPJS Kesehatan yang terus membengkak.

Dia mengatakan, kekhawatiran tersebut sejatinya sudah masuk dalam concern pemerintah.

Ada skenario untuk memasukkan PBPU kelas III yang tidak mampu untuk dimasukkan dalam PBI pusat atau daerah.

”PBPU ini ada dua kelas. Jelata dan jelita. Kalau jelita biarkan bayar. Jelata ini yang akan dirangkul dalam PBI setelah data kita kembangkan,” jelasnya.

Sayangnya, DPR tidak ingin berjudi dengan hal itu. Dewan kekeuh ingin cleaning data dirampungkan sebelum iuran tarif PBPU kelas III dinaikkan.

Setelah perdebatan cukup alot, pemerintah dan DPR akhirnya satu suara. Kenaikan iuran dilakukan setelah cleansing data PBI rampung oleh Kemensos.

Artinya, PBPU kelas akan tetap membayar iuran sebesar Rp 25. 500 per bulan per jiwa sampai rapat selan-jutnya.(mia/jpg)

Silahkan Pilih, Mau Slip Tilang Warna Merah Atau Biru

0

batampos.co.id – Jajaran Satlantas Polresta Barelang menggelar Operasi Patuh Seligi 2019 mulai Kamis (29/8) hingga 11 September mendatang.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati, mengatakan, dalam razia ini pihaknya akan menerapkan sistem tilang elektronik.

Dimana, dalam penilangan kepada pengendara, ada dua jenis yaitu slip merah dan biru. Pengendara bisa memilih antara surat tilang merah atau biru sesuai kondisinya.

”Jadi kalau untuk yang biru itu dia langsung membayar denda melalui BRI, sementara untuk surat warna tilang merah yaitu pelanggar tersebut mengikuti persidangan,” ujarnya, kemarin.

Dijelaskan Putu, untuk surat tilang biru, pelanggar menerima kesalahan dan memilih untuk menerima surat tilang biru.

Kemudian membayar denda ke BRI terdekat dan langsung mengambil dokumen yang ditahan polisi.

Anggota Satlantas Polresta Barelang, Brigadir Dinda memeriksa surat-surat dan pajak kendaran pengendara saat razia di Kompleks Edukits Batam Center, Senin (2/9/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Untuk besaran denda yang dikenakan bila pelanggar meminta surat tilang biru, adalah denda maksimal dari pelanggaran yang dilakukan.

Sedangkan jika pelanggar menolak kesalahan dan meminta sidah pengadilan, maka polisi akan memberikan surat tilang merah.

Baca Juga: 8 yang Jadi Perhatiaan Polisi saat Operasi Patuh selama 14 Hari ke Depan

Pengadilan kemudian yang akan memutuskan pelanggar bersalah atau tidak dengan mendengar keterangan dari polisi dan pelanggar dalam persidangan.

Dimana untuk sidang akan digelar pada waktu yang telah ditentukan dengan tenggat biasanya yakni lima sampai 10 hari kerja dari tanggal pelanggaran.

Meski Polresta Barelang telah resmi memberlakukan e-Tilang, namun dalam penerapannya sejauh ini, sistem e-Tilang belum berjalan secara maksimal.

Masih banyak masyarakat memilih penindakan secara manual dengan mengikuti sidang.
Putu mengatakan, penerapan sistem e-Tilang selama ini memang sudah tidak ada kendala.

Hanya saja, masih ada beberapa pelanggar yang enggan untuk mengantre di ATM maupun bank dalam membayar denda tilang.

”Biasanya karena mereka malas membayar ke bank atau mereka mau buru-buru dan tidak sempat ke bank. Maka dari itu, sejauh ini masih kita berlakukan tilang manual,” ujarnya.(gie)

PGN dan Pemkot Yogyakarta Menandatangani Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Menunjang Program Smart City

0

Untuk mewujudkan program smart city di wilayah kota Yogyakarta, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hari ini menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam penyediaan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di kota ini.

Penandatangan kerjasama ini dilakukan oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso di ruang Nakula, Pemkot Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan ini jajaran manajemen PGN dan para pejabat di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyatakan, kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di wilayah-wilayah yang belum terjamah energi baik gas bumi. Melalui kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta, PGN berharap akan lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien dan diproduksi di dalam negeri.

“Kami menyampaikan terima kasih atas pilihan Pemkot Yogyakarta terhadap penggunaan gas bumi dalam menunjang program smart city di Yogyakarta. Ini akan menjadi langkah awal kita bersama untuk menjadikan Yogyakarta semakin Istimewa sebagai kota pelajar dan budaya, yang nyaman huni dengan lingkungan yang bersih melalui pemanfaatan energi baik gas bumi,” kata Gigih dalam sambutannya di Yogyakarta, Senin (2/9).

Gigih menyampaikan, saat ini PGN mendorong anggota Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Yogyakarta dan sejumlah usaha UMKM untuk menggunakan gas bumi dalam operasionalnya. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, penggunaan gas bumi terbukti lebih efisien dan memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan daya saing anggota PHRI di nasional dan UMKM yang telah memanfaatkan gas bumi sebagai energi dioperasional mereka seperti halnya salah satu produsen bakpia di Yogyakarta.

“Kami akan semakin bersemangat untuk terus membangun berbagai infrastruktur gas di kota yang bersejarah ini. Dengan dukungan dari bapak Walikota Yogyakarta, kami optimis dapat mendukung terwujudnya program Smart City yang berbasis pada energi baik gas bumi,” ujar Gigih.

Lebih lanjut Gigih menyatakan, PGN telah mengembangkan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution untuk mengoptimalkan layanan pelanggan. Melalui layanan ini PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), jaringan pipa gas bumi dan LNG yang tersebar di berbagai kota.

Dalam mewujudkan penyediaan energi gas bumi, PGN akan membangun berbagai infrastruktur di berbagai daerah seperti membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, tujuh Liquified Natural Gas (LNG) filling station untuk truk / kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 LNG guna mensuplai kebutuhan berbagai segmen konsumen.

PGN juga akan mendukung terwujudkan program Pemerintah membangun jaringan gas (Jargas) sebanyak 4,7 juta sambungan hingga tahun 2025. Dimana tahun ini PGN menargetkan mampu membangun 78.216 sambungan. Saat ini PGN sedang dalam penyelesaian proyek pipa gas dari Gresik ke Semarang sepanjang 267 km.

“Kita harapkan jaringan tersebut selain memasok gas ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang juga akan mengalirkan gas ke berbagai segmen pasar di Jawa Tengah dan juga Yogyakarta. Harapan kami gas bumi PGN akan semakin menciptakan pemerataan ekonomi sebagaimana komitmen dan tujuan Pemerintah,” imbuh Gigih.

Untuk mengembangkan program smart city yang sekarang banyak dilakukan sejumlah daerah, PGN juga memiliki jasa layanan di bidang jasa telekomunikasi dan ICT, yaitu PT PGN Telecommunication Nusantara (PGASCOM).

Anak perusahaan tersebut saat ini telah melayani kebutuhan jaringan interkoneksi di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebagai penyedia jaringan fiber optik (FO), PGASCOM telah memiliki pengalaman dan telah mengoperasikan jaringannya mulai dari Singapura dan Jakarta sampai kota-kota besar lainnya di bagian barat Indonesia.

PGASCOM juga memberikan layanan business solution dan managed services yang dapat digunakan oleh semua perusahaan dari kelas Large Corporation sampai ke Small Medium Enterprise (SME).

“Sebagai kota pelajar dengan potensi SDM dan berbagai inovasinya, terwujudnya Yogyakarta sebagai Smart City akan semakin menempatkan Yogyakarta sebagai kota terdepan di Indonesia. PGN akan mendukung langkah Pemkot mewujudkan program Smart City di Yogyakarta,” ungkap Gigih.

Walikota Yogyakarta Drs. H. Haryadi Suyuti menyambut baik komitmen PGN dalam mendukung Pemkot Yogyakarta untuk menunjang program smart city melalui pemanfaatan gas bumi. Penggunaan gas bumi yang terbukti ramah lingkungan, efisien dan aman, diharapkan akan semakin meneguhkan Yogyakarta sebagai kota nyaman huni dan pusat pelayanan jasa yang berdaya saing kuat untuk keberdayaan masyarakat dengan berpijak pada nilai keistimewaan.

“Progam Smart City merupakan salah satu prioritas Pemkot Yogyakarta untuk menciptakan kota ini agar semakin nyaman huni, sehingga wisatawan dapat berlama-lama tinggal di Yogyakarta. Hal ini tentu akan menjadi salah satu pendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Yogya,” jelas Haryadi.

Haryadi menambahkan, sebagai tindak lanjut dari kerjasama dengan PGN, Pemkot Yogyakarta akan mendorong terciptanya perizinan yang memberi kemudahan pembangunan infrastruktur gas dibangun di Yogyakarta. Haryadi juga menyatakan, pemanfaatan gas bumi di Yogyakarta juga merupakan bagian dari komitmen Pemkot untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor, baik minyak bumi maupun elpiji yang selama ini dikonsumsi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami juga ingin mengajak agar masyarakat Yogyakarta tidak memperbesar penggunaan energi impor. Dengan meluasnya pemanfaatan gas bumi, sesungguhya kita juga ikut serta dalam menciptakan kemandirian energi nasional. Itu yang harus terus kita perjuangkan,” tegas Haryadi. (*)