Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 10936

Cabai Rawit Tembus Rp 120 Ribu

0

batampos.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, harga sejumlah komoditas sayuran masih tinggi di pasar-pasar tradisional. Seperti di Pasar Tiban Center, cabai merah dijual Rp 70 ribu per kilogram (kg), cabai rawit Rp 90 ribu, bahkan cabai setan sudah tembus Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kg.

”Kalau pasokan kita lancar. Kecuali cabai. Makanya harga cabai tinggi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam (DKPP) Batam Mardanis, Selasa (30/7).

Ia mengakui untuk cabai merah, rawit, dan cabai setan memang masih tinggi. Ini disebabkan pasokan tidak lancar karena dari daerah asalnya belum panen.

”Saat kami turun (pantau pasar) cabai rawit itu masih Rp 100 ribu per kg. Ya mau gimana lagi pasokan itu yang berukurang masuk,” ujarnya.

Selama menunggu masa panen, Mardanis memprediksi harga cabai masih akan terus tinggi. Ia memperkirakan musim panen akan berlangsung Agustus hingga September mendatang.

”Lagi musim tanam. Kalau sudah panen raya di masing-masing daerah itu, jadi pasokan lancar sehingga harga bisa turun,” lanjutnya.

Dia mengatakan, solusi untuk mengendalikan harga cabai yakni dengan pengembangan tanaman. Namun, itu sulit dilakukan karena persoalan lahan dan ketersediaan bibit tanaman.

Ria seorang pedagang sayur Tos 3000 Jodoh menunjukan cabai rawit
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Kalau petani siap saja untuk mengembangkan. Sekarang petani juga sudah mulai menanam di Barelang sana, cuman sekarang masih belum banyak,” terangnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan komoditas pangan lainnya, seperti ayam dan telur di peternakan Barelang juga cukup untuk memenuhi kebutuhan di Batam. Mendekati Lebaran permintaan naik, sehingga harga juga melonjak naik.

”Kalau permintaan banyak biasanya harga naik. Jadi, mudah-mudahan jelang Lebaran nanti harga normal,” tambahnya.

Sedangkan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisthy mengatakan, harga kebutuhan selain cabai cenderung stabil. Kenaikan harga cabai sejak awal Ramadan lalu. Secara bertahap harga melambung tinggi dari harga normal, yakni sebesar Rp 35 ribu per kg.

”Survei harga 26 Juli lalu, harga cabai merah Rp 80 ribu per kg. Sementara cabai rawit Rp 85 ribu hingga Rp 110 ribu per kg. Survei harga dilakukan di empat pasar tradisional di Batam,” kata Adisthy, kemarin.

Untuk jenis cabai lain, sambungnya, seperti cabai merah keriting saat ini masih diangka Rp 68.000 sampai Rp 100 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau masih di angka Rp 82 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.

Anton, pedagang Pasar Tos 3000 Jodoh mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. ”Kenaikan akibat stok menipis karena kemarau. Harga cabai dari distributor telah mengalami kenaikan, sehingga pedagang eceran di pasar terpaksa menyesuaikan harga,” tuturnya.

Pedagang di Pasar Hang Tuah Iwan mengatakan, harga cabai keriting menyentuh angka Rp 75 ribu per kg. Lalu harga cabai rawit merah Rp 100 ribu per kg dan rawit hijau Rp 90 ribu per kg.

”Harga komoditas cabai masih tinggi sejak tiga sebulan terakhir,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan jual beli di pasar tidak stabil. Sehingga ia kesusahan untuk menjual komoditas cabai.

”Kita jadi susah karena harga tinggi. Kondisi pasar juga sedang cukup sepi. Banyak warga ngeluh karena harga cabai,” kata dia.

Selain kenaikan cabai, berbagai jenis komoditas tidak ada kenaikan harga. Komoditas sayur misalnya. Masih stabil dan juga tidak mengalami kendala pasokan.

”Pasokan untuk sayur mayur tetap lancar dan tidak berkurang. Harga normal,” katanya. (yui/rng)

 

Suami PNS Roza Dipastikan Tak Terlibat

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri terus melakukan penyelidikan terhadap pemasok narkoba yang dimiliki Diana Roza, PNS Bintan yang diamankan Senin (29/7/2019) lalu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto mengatakan, sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan suami tersangka yang merupakan anggota polisi, baik dalam pengiriman maupun memasok sabu.

“Tidak ada keterlibatan suaminya,” katanya, Rabu (31/7).
Lalu dari siapa Roza mendapatkan barang haram tersebut? Yani mengatakan, hingga kini masih diselidiki polisi. Dimana penyelidikannya dilanjutkan ke Tanjungpinang, karena diduga sabu itu diserahkan di Tanjungpinang.

Sejauh ini, Roza mengakui baru sekali mencoba menye-lundupkan narkoba. Itu pun karena diimingi upah Rp 20 juta.
Soal statusnya PNS dan istri seorang anggota polisi, menurut Yani, siapa saja bisa terjerat dan terjebak dalam bisnis narkoba.

“Kita belum tau kenapa. Kami masih melakukan penyidikan,” tuturnya.

Roza diamankan petugas Avsec dan Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam saat melewati pintu Walkthougt di Security Check Point (SCP) di terminal keberangkatan, Senin lalu. Roza dicurigai membawa barang terlarang karena alarm berbunyi saat melewati pintu pemeriksaan tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata benar. Petugas me-nemukan sabu seberat 204 gram yang disembunyikan di dalam celana dalam dan bra yang ia kenakan.

Kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumah Roza di Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenanga Sari Batu 2 Tanjungpinang, Senin (29/7) malam. Dalam penggeledahan itu polisi menemukan 100 gram sabu yang diduga juga milik bidan yang bertugas di Puskesmas Seilekop, Kijang tersebut.

Yani menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang terkait dengan kasus bidan itu. Termasuk nama pemasoknya.

“Kami masih mengejar DPO lainnya,” tuturnya. (*)

Marina Beauty Journey 2019 Digelar

0

Dalam peluncuran program youth women empowerment tahunan Marina, yakni Marina Beauty Journey 2019 dengan tema #SemakinBersinar di Jakarta, Psikolog Vera Itabiliana mengungkapkan, “Media sosial bisa menjadi platform yang baik jika digunakan secara tepat dan tidak berlebihan. Di era digital ini, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari media sosial, seperti menampilkan identitas, ekspresi diri, membangun komunitas, dan mendapatkan dukungan emosional. Tetapi jika kita terlalu berlebihan menggunakannya akan mempengaruhi produktivitas dan kesehatan mental. Kesehatan mental di sini dapat diinterpretasikan bahwa usia muda memiliki tendensi untuk melakukan yang dinamakan pembandingan sosial, pembandingan sosial ini adalah mereka akan cenderung melihat
orang lain lebih dari dirinya sehingga menyebabkan timbulnya rasa tidak percaya diri. Lalu, ketika penggunaan media sosial mengganggu jam istirahat, jam makan atau jam aktivitas biasanya, bisa dikatakan itu sudah berlebihan, dan akan mempengaruhi produktivitas. Misalnya, ketika jam tidur terganggu badan pun kurang istirahat sehingga keesokan harinya beraktivitas kurang optimal karena kelelahan, atau ketika jam kerja membuka media sosial terlalu sering, sehingga fokus jadi menjadi terganggu”.

Acara tersebut juga dihadiri oleh narasumber Aulia Halimatussadiah yang akrab dipanggil dengan Llia, seorang penulis dan pengusaha Co-Founder & CMO Storial.co, ia mengatakan bahwa, “Saya peka terhadap perkembangan media sosial dan digital saat ini, apalagi saya bekerja di dunia teknologi. Sebagai seorang perempuan yang berkonsentrasi dalam pemberdayaan perempuan dan teknologi, saya sepenuhnya menyadari bahwa banyak tantangan hidup di era keterbukaan informasi ini berdampak pada kita secara positif atau negatif. Tantangan terbesar yang paling nyata di era digital ini adalah distraksi oleh teknologi, banyak pesan atau email yang harus kita balas, notifikasi dari banyak aplikasi yang kita install, semua merebut perhatian kita. Kalau tidak hati-hati, ini akan membuat kita tidak produktif. Saya menyiasati tantangan ini dengan mengatur waktu dalam menggunakan teknologi. Biasanya, pagi hari saya gunakan untuk fokus berkarya, baru agak siang ke sore, saya bisa kembali menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Selain itu, di era yang membuat kita semakin mudah mengakses informasi ini, saya tidak ingin hanya pasif mengamati media sosial, saya juga memanfaatkannya dengan membuat konten dan membagi apa yang menjadi passion saya. Salah satu caranya adalah dengan berbagi tips produktivitas melalui kanal podcast saya, yang mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi buat perempuan lain, dan membuka kesempatan-kesempatan baru bagi saya.”

Selaras dengan apa yang dikatakan oleh Vera Itabiliana dan Llia, Marina melakukan survei yang melibatkan lebih dari 1.000 responden perempuan muda Indonesia mengenai penggunaan media sosial, dan produktivitas. Ditemukan bahwa 100% responden merupakan pengguna media sosial.

Menariknya, saat ditanya apakah penggunaan media sosial membuat mereka tidak produktif, 82% responden setuju akan hal ini. Selain itu, 58% responden lebih memilih untuk menghabiskan waktu luangnya untuk mengakses media sosial daripada bersosialisasi secara langsung.

Survei ini juga menunjukkan tingkat ketertarikan dan realita dari minat perempuan muda Indonesia untuk bergabung dengan komunitas. Masih dari responden yang sama, sebanyak 43% belum bergabung dengan komunitas apapun, dengan alasan kesibukan dan masih bingung menentukan jenis komunitas yang sesuai dengan passion mereka. Uniknya, 95% dari seluruh responden tertarik bergabung pada sebuah komunitas perempuan yang melakukan berbagai kegiatan positif dan dapat menjadi wadah mereka memaksimalkan potensi diri. Jadi, walau saat ini belum bergabung pada komunitas apapun, sebagian besar dari mereka berniat untuk terlibat dalam suatu komunitas yang dapat membuat mereka lebih positif dan berkembang.

“Meskipun saya meniti karir di bidang teknologi, tetapi saya tidak meninggalkan dunia sosialisasi nyata. Ibaratnya, dunia online dan offline pada hari ini memang tidak bisa menjadi pilihan, keduanya harus saling mendukung satu sama lain. Misalnya, sejak remaja, saya sudah aktif tergabung dalam kegiatan komunitas, seperti komunitas bahasa Inggris dan mengerjakan proyek teknologi bersama teman-teman, karena saya percaya bahwa memiliki pertemanan dengan kegiatan positif dan berbobot dapat membuka banyak pintu kesempatan untuk saya menjadi lebih baik lagi dalam mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya. Setelah dewasa saya mendirikan beberapa organisasi non-profit seperti Girls in Tech Indonesia. Hingga saat ini, saya mempunyai lingkaran positif dengan beberapa orang sahabat, di mana kami semua berasal dari latar belakang pekerjaan yang
berbeda namun punya kepedulian yang sama untuk kemajuan anak muda Indonesia. Kami kemudian menjadi saling menguatkan dan mendukung apa yang menjadi mimpi kami masing-masing,” tambah Llia.

Mawar de Jongh, di usianya yang masih muda yang juga merupakan Brand Ambassador Marina adalah salah satu representasi perempuan muda yang produktif. Mawar mengatakan, “Tidak bisa dihindari zaman sekarang, kita sangat dekat dengan gadget dan media sosial. Aku sendiripun, ketika misalnya break shooting atau istirahat sekolah, pasti main handphone dan buka media sosial. Tapi penggunaannya masih tahap wajar sehingga tidak mengganggu aktivitasku. Aku biasanya menerapkan disiplin diri kalau lagi kerja ya kerja, belajar ya belajar. Aku menerapkan disiplin waktu dalam penggunaan media sosial, sehingga media sosial tidak menjadi distraksi”.

Senior Manager Brand Investment & Consumer Engagement Marina, Elfia Rahma atau akrab dipanggil Fia menambahkan “Memang kita tidak dapat memungkiri perkembangan zaman dan teknologi, namun kita harus tanggap dalam menghadapinya. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa memang dunia offline dan online bukan pilihan, melainkan kedua hal yang sebaiknya bisa saling mengkomplemen satu dan lainnya. Oleh sebab itu, Marina melalui program youth women empowerment tahunan yakni Marina Beauty Journey 2019 #SemakinBersinar mengajak perempuan muda bergabung melalui platform pendaftaran online dan mereka berkesempatan mengikuti rangkaian program offline sehingga terintegrasi secara online dan offline. Marina selalu berkomitmen untuk menjawab permasalahan perempuan Indonesia dan menghadirkan solusi salah satunya melalui rangkaian program ini, terbukti Marina Beauty Journey sudah memasuki tahun ke-9. Kami
memberikan kelas-kelas inspiratif yang akan mengedukasi perempuan Indonesia  memaksimalkan potensi mereka agar bijak dalam menggunakan media di era ini dan mempertemukan mereka yang sama-sama memiliki potensi dan semangat agar dapat berkembang serta berprestasi bersama sehingga menjadikan mereka semakin bersinar”, tambahnya. Terkait dengan apa yang disampaikan Fia, Vera kemudian memaparkan bahwa,

“Peluang kesuksesan seseorang ternyata diperbesar oleh apa yang ia lakukan di waktu luang, bukan hanya saat bekerja. Sebagai contoh, pengusaha muda bergabung dalam komunitas hobi, bertemu dengan banyak orang sehingga terbangun networking yang dapat membuka pintu-pintu kesempatan untuk mengembangkan potensi diri yang tidak didapat dari link profesional saja”, tambahnya.

“Program seperti Marina Beauty Journey 2019 merupakan salah satu program yang sangat baik untuk diikuti perempuan muda Indonesia. Program ini bisa menjadi penyeimbang bagi perempuan muda untuk mempelajari kemampuan diri, serta mengasah dan memaksimalkan potensi dirinya agar semakin berprestasi lebih tinggi. Sebab dalam rangkaian program ini, mereka akan dipertemukan dengan banyak perempuan bersinar lainnya dan kemudian mereka akan menjadi semakin kuat bersama terutama dalam mencapai impiannya.”, ujar Vera.

Marina Beauty Journey merupakan program tahunan Marina, di mana tahun ini adalah tahun ke-9 penyelenggaraan rangkaian program di beberapa kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali. Program ini menjangkau lebih dari 10.000 perempuan dengan harapan dapat menjadi tempat pengembangan potensi mereka. Rangkaian kegiatan Marina Beauty Journey 2019 merupakan kelas kelas inspiratif yang akan diisi oleh pembicara dari berbagai latar belakang untuk mengedukasi perempuan muda Indonesia dari berbagai bidang, yakni Mawar de Jongh (Pemain Film & Penyanyi), Ardhito Pramono (Penyanyi), Dyah Fadjri (Desainer), VaniaSHY (Creative Director), Putri Ajeng Wulan
Julitasari (Penari), Winny Yunitawati (Director Marketing), Ucita Pohan (Public Speaking Coach), Nadya Aqilla (Beauty Influencer).

Kesempatan untuk #SemakinBersinar ini terbuka untuk seluruh perempuan Indonesia, informasi mengenai rangkaian kegiatan Marina Beauty Journey dapat dilihat pada website Marina www.sahabatmarina.com/beautyjourney.

Kapal Terbakar, 3 Orang Meninggal

0

batampos.co.id – Kapal roll on roll off (Roro) KMP Sembilang terbakar saat sedang dalam proses perbaikan ­(docking) di area galangan kapal milik PT Karimun Marine Shipyard (KMS), Karimun, Rabu (31/7). Hingga tadi malam sedikitnya ada tiga orang pekerja yang dilaporkan meninggal dunia.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan, kapal roro tersebut tengah melakukan perbaikan pipa kapal di galangan milik PT KMS. Namun, saat beberapa karyawan dan teknisi sedang bekerja, tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam kapal.

Percikan api dari ledakan tersebut langsung menyambar bahan bakar minyak (BBM) yang berada di bagian depan kapal. Sehingga terjadi kebakaran hebat di dalam kapal.

“Ledakan ini menyebabkan kebakaran pada bagian ramdor atau bagian depan kapal yang ada di daerah tersebut ada tanki minyak,” ujar AKBP Hengky, Rabu (31/7).

Kapolres membenarkan ada tiga orang meninggal dunia dalam insiden ini. Yakni Surja, 25, pe­kerja, warga Karimun. Surja meninggal di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Ka­rimun. Saat dibawa ke rumah sakit tersebut, kondisi Surja sudah kritis.

Dua korban meninggal lainnya diduga bernama Mudai dan Hendrik. Keduanya diduga terjebak di dalam kapal saat terjadi kebakaran. Jenazah keduanya ditemukan di dalam kapal dalam kondisi hangus.

Namun, polisi masih perlu melakukan autopsi untuk memastikan bahwa kedua jenazah itu merupakan mayat Mudai dan Hendrik.

“Saat ini kedua jenazah korban sudah dievakuasi dan ditempatkan di kamar jenazah RSUD M Sani,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, proses perbaikan KMP Sembilang memang tidak seluruhnya dikerjakan oleh teknisi dari galangan kapal PT KMS. Namun, beberapa kru kapal juga ikut melakukan perbaikan.

Untuk itu, terdapat beberapa kru kapal yang turut menjadi korban dalam insiden kebakaran kemarin. Yakni sebanyak enam orang me-ngalami luka bakar serius.
Selain itu, korban luka juga berasal dari PT IMS selaku sub kontraktor PT KMS sebanyak dua orang, dan dari PT NIP satu orang. Sementara dari PT KMS sendiri terdapat satu korban luka bakar.

Masih kata Kapolres, total pekerja dan teknisi yang melakukan perbaikan kapal tersebut sebanyak 29 orang. Terdiri dari 19 orang kru kapal, delapan orang pekerja PT IMS, satu orang PT NIP, dan satu orang dari PT KMS.

Menurut Kapolres, proses pemadaman kebakaran di kapal tersebut memakan waktu sekitar dua jam. Sebab api terlalu besar karena terdapat BBM yang terbakar. Proses pemadaman dilakukan oleh empat mobil pemadam kebakaran milik PT KMS, Pemkab Karimun, PT Saipem Indonesia, dan PT MOS.

Sementara terkait sumber kebakaran, Kapolres belum dapat memastikannya. Pihaknya sudah menghubungi Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri di Medan untuk melakukan pemeriksaan. Dalam beberapa hari ini diperkirakan tim akan tiba di Karimun sehingga bisa mendapatkan hasil dan mengetahui penyebab kebakaran.

Sementara Direktur RSBT Karimun dr Firman menyebutkan, awalnya terdapat 10 pasien luka bakar yang dibawa ke rumah sakit tersebut sesaat setelah terjadi kebakaran. Kemudian pada pukul 12.00 WIB satu orang di antaranya meninggal dunia atas nama Surja karena mengalami luka bakar 82 persen derajat 2 sampai 3 dan me-ngalami trauma inhalasi.

“Saat ini, yang dirawat di RSBT hanya tujuh orang saja. Sedangkan yang dua orang lagi kami rujuk ke RSUD M Sani karena ICU kami penuh,” katanya.

Dikatakannya, untuk tujuh orang yang masih dirawat di RSBT, empat orang ditempatkan di ICU dan tiga orang di ruangan biasa. Meski di ruangan biasa, tetap mendapatkan pengawasan dari dokter yang menangani. Karena, kondisi pasien luka bakar belum stabil sepenuhnya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq langsung meninjau kondisi para korban di RSBT Karimun, kemarin.

“Saya tidak banyak komentar. Korban sedang ditangani oleh tim medis rumah sakit,” jelasnya.

Rafiq hanya berharap, polisi bisa segera mengungkap penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Sehingga ke depannya bisa dijadikan pelajaran bagi kapal-kapal yang hendak melakukan perbaikan atau docking. “Sehingga soal safety-nya bisa ditingkatkan,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat me-ngungkapkan turut prihatin dengan insiden kebakaran kapal tersebut. Sebab bukan kali ini saja, kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya.

Yusuf menilai, hal ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Karimun, terutama di galangan kapal. “Pengawas ketenagakerjaan berada di Pemprov Kepri. Maka, mereka yang punya kewenangan dalam pengawasan terhadap K3,” terangnya. (san/tri)

Pergeseran Kebudayaan ke Generasi Millenial

0
Candra Ibrahim

batampos.co.id – Panggung Republik Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) sukses digelar dengan tema ”Chairil Belum Mati”, Selasa (30/7) malam. Kegiatan ke-30 ini sekaligus memperingati Hari Puisi, 26 Juli lalu dengan tokoh teraju utama Candra Ibrahim.

Dalam kesempatan ini, Candra membacakan puisi dan berpidato mengenai pergeseran kebudayaan. Menurutnya, saat ini sudah saatnya mengikuti gaya hidup masyarakat millenial.

”Kebudayaan ini merupakan hasil cipta manusia. Jadi, kelas millenial ini terlihat pada perubahan cara berfikir. Seperti ingin cepat dilayani, akses yang mudah,” ujar Candra yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri ini.

Candra menjelaskan, generasi millenial saat ini harus mengambil kekuasaan. Sebab, generasi ini akan menciptakan jarak yang lebih dekat antara pemimpin dengan yang dipim-pin. ”Jarak antara pemimpin dengan yang dipimpin jangan terlalu jauh. Nah, ke depannya kita ingin melihat kelas milenial ini,” sambung Direktur Utama Batam Pos ini.

Candra juga mengapresiasi kegiatan Rumahitam Batam Berpuisi (RBB). Sebab, panggung tersebut merupakan tempat berkarya para seniman. ”Selama ini mereka (seniman) sangat konsisten melakukan pertunjukan setiap bulannya. Dan seharusnya kegiatan ini mendapatkan perhatian dari pemerintah,” kata Candra.

Sementara itu, Presiden RBB Tarmizi Rumahitam mengap-resiasi kedatangan Candra Ibrahim yang dikenal sebagai tokoh muda di Batam dan Kepri. Menurut Tarmizi, Candra memiliki semangat untuk kemajuan daerah di bidang jurnalistik.

”Bang Candra ini dari usia muda hingga sekarang sudah terbukti kiprahnya. Jadi, tidak diragukan lagi semangat dan jiwa kepemimpinannya,” kata Tarmizi. (opi)

Tingkatkan Ekonomi melalui Pelatihan

0
Peserta sedang mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan kerajinan tangan, kemarin.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

batampos.co.id – Menumbuhkan semangat peningkatan sumber daya manusia (SDM) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Lingga memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis bagi ibu-ibu di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat.

Kegiatan ini fokus pada pe-ningkatan kemampuan ibu rumah tangga dalam upaya mendapatkan ekonomi tambahan dengan aktivitas industri rumahan.

Sehingga ibu rumah tangga juga dapat membantu pe-ningkatan ekonomi keluarga. Mereka tidak hanya semata berpangku tangan tanpa dapat berbuat lebih baik untuk kepentingan keluarga.

Ketua Gabungan Organi-sasi Wanita (GOW) Kabupaten Lingga Maratusholiha yang turut hadir mendampingi Wakil Bupati Lingga M Nizar mengatakan, saat ini tidak ada lagi perempuan berpangku tangan menunggu suami dalam hal mendapatkan uang bagi pemenuhan kebutuhan keluarga.

“Tunjukkan jika ibu semua mampu membantu peningkatan perekonomian keluarga dengan kemampuan yang ibu dapat dari pelatihan ini,” kata Maratusholiha dalam sambutannya.
Wanita berkerudung ini meminta kepada peserta pelatihan agar fokus dalam membuat hasil karya sehingga menjadi kerajinan ciri khas desa tersebut.

Istri Wakil Bupati ini juga mengharapkan adanya hasil karya dari warga Desa Bukit Belah yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Sedangkan Wakil Bupati Lingga M Nizar yang juga hadir dalam perhelatan itu menyampaikan kepada seluruh peserta agar dapat mengambil kesempatan baik ini sebagai modal dalam peningkatan perekonomian keluarga.

Fokus dalam mempelajari sejumlah kerajinan tangan akan menunjukkan kesungguhan peserta untuk mencapai kemajuan dengan nilai positif bagi seluruh keluarga.

“Bagi tim pembimbing semoga dapat memberikan seluruh ilmunya, agar para peserta dapat menerima de-ngan baik,” kata Nizar.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Lingga ini juga memberikan saran agar setiap karya buah tangan yang dibuat tidak lupa memberikan sentuhan kekinian, agar menarik perhatian konsumen atau masyarakat lainnya untuk memiliki barang tersebut. (wsa)

Gunakan Gas PGN, Rumah Makan Bu Joko Hemat Lebih dari Rp 5 Juta Sebulan

0

Hadirnya jaringan pipa gas PT PGN yang bisa diakses usaha komersil seperti rumah makan, memberikan penghematan hingga jutaan rupiah terhadap pengeluaran bahan bakar gas.

Hal ini diungkapkan salah satu Rumah Makan Sunda di Batam, yaitu Warung Bu Joko, dimana dua Rumah Makan miliknya baik di Nagoya maupun Batam Center, sudah menjadi pelanggan gas PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), tbk.

“Semenjak berganti ke PGN, lebih ringan jadi ga usah beli gas. Kami bisa menghemat 30% pengeluaran bahan bakar. Kalau pakek tabung gas perhari bisa sampe Rp 800 ribu tapi tergantung pemakaian sih kadang Rp 600 ribu pernah. Sekarang perbulannya kami bisa menghemat Rp 5 jutaan lebih lah,” kata Pengelola Warung Makan Sunda Bu Joko Nagoya, Rika Hardiyanti, Rabu (31/7/2019).

Konsumsi gas yang tinggi untuk memasak setiap harinya, membuat usaha komersil seperti warung Bu Joko ini, sangat terasa dampaknya ketika beralih ke saluran gas PGN. Setiap harinya gas mereka selalu menyala sekitar 9 jam setengah nonstop.

Lanjut Rika, selain menghemat pengeluaran, beralih ke Gas PGN juga turut menghemat waktu dan tenaga. Sehingga biaya yang tinggi saat investasi pemasangan sudah terbayarkan dengan manfaat yang jauh lebih menguntungkan. Saat ini mereka juga tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengangkut dan memasang gas.

“Disini nyala-nyala terus, kalau tabungkan harus masang lagi, apalagi masak dilantai 3 harus naik turun tabungnya pake kerekan, lebih susah itu harus angkat. Kalau jaringan gas PGN kan tinggal nyalain kompor aja, gas udah selalu tersedia,” ujarnya.

Rumah Makan Sunda Bu Joko di Nagoya, Batam.

Selama 2 tahun pemakaian gas Rika menyatakan hampir tidak pernah memiliki keluhan terhadap pelayanan PGN. Hanya dua kali saja itupun gangguan tak terencana. Dan menurutnya itu bukan masalah besar karena waktu perbaikannya cepat.

“Kami jarang nelpon, paling mereka yang menghubungi karena ada gangguan penyaluran gas, ada gangguan cuma 2 kali aja sejak pertama kali pasang,” ucapnya.

Sales Area Head PT PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan selama beroperasinya ada dua macam gangguan yang mungkin di alami di jaringan gas PGN ke pelanggan. Yaitu gangguan terencana, dan gangguan tak terencana.

Ketika gangguan tersebut terencana seperti perawatan pipa gas, PGN akan memberikan informasi kepada pelanggan sejak hari sebelumnya. Namun ketika terjadi gangguan tak terencana dalam waktu lama, untuk menopang produksi pelanggan, PGN saat ini bisa menyiapkan CNG untuk back up sementara.

“Kalau mati lama dan satu kawasan tersebut sangat membutuhkan aliran gas untuk produksi kita bawa gas CNG untuk digunakan sementara sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

Namun gas CNG ini hanya disediakan untuk gangguan yang terjadi diatas 24 jam. Gas CNG ini bisa digunakan oleh usaha komersil dengan produksi tinggi jika melapor ke PGN.

Setiap ada gangguan, PGN selalu memprediksi waktu perbaikan dan menjadikan patokan waktu penyelesaian terlama. Namun menurut Wendi, perbaikan selalu selesai kurang dari waktu yang diinformasikan ke pelanggan.

“Kami biasanya ambil waktu terburuk, tapi biasanya ketika kami bilang selesai waktu perbaikan 8 jam, justru sudah selesai 6 jam. Makanya belum pernah ada pelanggan yang mengajukan peminjaman gas CNG, karena gas CNG inikan butuh waktu pengisian. Ketika dalam pengisian kadang perbaikan sudah selesai,” ungkapnya.

Saat ini PGN melayani 4809 pelanggan di Batam. 43 pelanggan industri besar, 65 pelanggan komersil seperti hotel dan rumah makan, serta 4701 rumah tangga.

Wendi mengakui ketiga kategori tersebut ada perlakuan yang berbeda karena tekanan yang dibutuhkan juga berbeda. Sehingga memerlukan waktu dan cara perbaikan yang berbeda. Namun PGN tetap menjamin layanan yang sama kepada pelanggan dengan kecepatan tanggap petugasnya.

Setiap keluhan yang diajukan pelanggan terhadap aliran gas PGN, petugas mempunyai standar waktu maksimal 2 jam untuk sampai ketempat. Dan untuk kondisi lalu lintas Batam, biasanya hanya membutuhkan waktu 30 menit saja untuk tiba di lokasi gangguan. (*)

Larang Politik Dinasti di Daerah

0

batampos.co.id – Komisi II DPR menyambut baik rencana pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), khususnya terkait pencalonan kepala daerah yang berstatus eks koruptor. Komisi II mendukung larangan mantan napi korupsi jadi calon kepala daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, KPU, dan masyarakat untuk menjadikan kualitas kepala daerah lebih baik.

Salah satunya dengan mengajukan revisi Undang-Undang Pilkada sebagai dasar dalam pelaksanakan pilkada.

“Kami dukung jika pemerintah dan KPU mengajukan revisi,” kata dia, Senin (31/7).

Selain larangan bagi mantan napi korupsi jadi kepala daerah, politikus Gerindra itu juga mengusulkan agar revisi UU Pilkada juga menyertakan larangan politik dinasti di daerah. Misalnya, jika seorang kepala daerah sudah selesai masa jabatannya, maka dia tidak boleh mengajukan anggota keluarga maupun kerabatanya sebagai calon kepala daerah.

“Mereka baru boleh menyalonkan diri setelah lima tahun jabatan strategis itu diisi orang lain,” ungkapnya.

Riza Patria mengatakan, aturan itu perlu dicantumkan dalam UU Pilkada agar tidak tercipta kerajaan kecil di daerah. Selama ini politik dinasti diwarnai dengan berbagai tindak pidana korupsi.

Selama ini, rencana revisi UU Pilkada belum pernah disampaikan ke Komisi II DPR. Pihaknya pun masih menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah maupun KPU. Tentu, kata dia, persoalan itu perlu dibahas bersama Komisi II sebelum pengajuan revisi undang-undang dilakukan.

Nihayatul Wafiroh, wakil ketua Komisi II mengatakan, pihaknya juga mendukung jika pemerintah maupun KPU mengajukan revisi UU Pilkada.

“Kalau pemerintah atau partai-partai meminta, tentu bisa dimasukkan ke dalam prolegnas,” terang dia.

Terkait larangan mantan napi korupsi menjadi calon kepala daerah, Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh mengatakan, hal itu sangat bergantung pada partai politik. Jika partai ketat dalam melakukan seleksi calon kepala daerah, maka tidak akan ada eks napi korupsi yang dicalonkan.

Sebenarnya, larangan itu sama dengan larangan mantan koruptor menjadi calon legislatif yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU). Aturan itu akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Jadi, yang paling penting dalam seleksi calon kepala daerah adalah partai.

“Ada atau tidak aturan itu, menurut saya tidak berpengaruh jika partai kenceng dalam seleksi,” tutur politikus PKB itu.

Yang terpenting sekarang, lanjut dia, partai harus mempunyai komitmen untuk melakukan pencegahan korupsi. Salah satunya dengan tidak mengusung calon yang bermasalah dengan hukum, salah satunya mantan napi korupsi.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengapresiasi pemerintah dan DPR yang kembali membuka peluang revisi UU Pilkada.

’’Sehingga apa yang diusung oleh KPU mengenai larangan mantan napi koruptor untuk dicalonkan lagi dalam pilkada mendapatkan landasan hukum yang lebih kokoh,’’ terangnya, kemarin.

KPU punya pengalaman buruk ketika larangan tersebut diatur dalam peraturan KPU pada pemilu 2019 lalu. Ada yang menggugatnya ke Mahkamah Agung dan dikabulkan. Alhasil, KPU harus gigit jari karena eks koruptor boleh nyaleg.

’’Kalau itu dituangkan dalam revisi Undang-Undang Pilkada, kami berharap gagasan itu dirumuskan secara lebih tegas,’’ lanjutnya.

Pada pemilu 2019, eks koruptor hanya mencalonkan diri di level DPRD dan DPD. Tidak ada caleg DPR yang berstatus eks koruptor. Sebab, dalam pileg, pengurus parpol di daerah punya otonomi untuk menentukan siapa caleg yang diusung. Sementara, dalam pilkada, calon kepala daerah harus mendapat persetujuan dari DPP.

Bila DPP sudah menyetujui gagasan larangan eks koruptor untuk nyalon, maka komitmen itu akan lebih kuat untuk dijalankan. DPP bisa menolak ketika pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota hendak mencalonkan eks koruptor. Karena itu, Pramono optimis gagasan tersebut akan mulus.

Di luar itu, Pramono berharap langkah tersbeut juga didukung seluruh rakyat. Sehingga tidak ada yang sampai mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi sebagaimana yang dilakukan kepada UU 8/2015. Namun, bila digugat lagi di MK, hakim bisa lebih progresif dalam memutus. Karena sudah ada fakta riil yang harus dicermati.

’’Bahwa mantan napi koruptor yang terpilih kembali itu potensinya besar untuk melakukan korupsi lagi,’’ tambah mantan Ketua Bawaslu Provinsi Banten itu.

Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Veri Junaidi mengingatkan, kasus bupati Kudus seharusnya sudah cukup menjadi dasar dalam merevisi UU Pilkada. Kasus bupati kudus adalah fakta bahwa eks koruptor berpotensi menjadi residivis bila diberi kekuasaan lagi.

“Kalau Undang-Undang memberikan ruang untuk itu (melarang eks koruptor nyalon), maka bisa dijalankan,’’ ujarnya. (lum/byu)

Kelistrikan Batam – Bintan dalam Kondisi Siaga, PLN Batam Ajak Berhemat

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Selasa, (30/7/2019) terjadi gangguan System Control Generator Syncron pada pembangkit ELB Unit 1.

Gangguan ini menyebabkan pemadaman tidak terencana pada sebagian wilayah Batam tersebab defisit daya sebesar 37 MW.

Tim PLN Batam segera melakukan inspeksi. Saat itu perbaikan segera dilakukan. Rabu, (31/7/2019) sekira pukul 17.14 WIB  pembangkit ELB Unit 1 berhasil masuk ke sistem kelistrikan Batam – Bintan dengan beban secara bertahap sehingga sistem kelistrikan Batam – Bintan berangsur Normal.

Namun cadangan daya kelistrikan saat ini sangat minim yaitu sekitar 2persen dikarenakan masih adanya gangguan mesin pembangkit DEB.

Saat itu kondisi sistem kelistrikan Batam – Bintan dinyatakan dalam kondisi siaga.

Mengingat kondisi cadangan daya dalam kondisi siaga, agar tidak terjadi dampak pemadaman kami menghimbau para pelanggan dapat melakukan penghematan penggunaan tenaga listrik pada waktu beban puncak yaitu pukul 09.00 s.d 12.00 WIB kemudian 13.00 sd 16.00 WIB dan 18.00 sd 21.00 WIB. Dengan menggunakan listrik sesuai dengan kebutuhan.

Corporate Secretay bright PLN Batam, Denny Hendri Wijaya menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman tersebut.

“PLN Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami memohon doa dan kesabaran masyarakat agar sistem kelistrikan Batam – Bintan dapat normal kembali,” pungkas Denny. (*)

Penampakan 7 Makam di Dalam Masjid Baitusysyakur Kota Batam

0

batampos.co.id – Umat islam di Kota Batam mungkin sudah tidak asing lagi dengan Masjid Baitusysyakur yang berada di kawasan Jodoh, Nagoya, Kota Batam.

Masjid yang berada tepat di depan pos polisi Jodoh itu ternyata memiliki tujuh makam dan usia diperkirakan sudah ratusan tahun.

Makam-makam tersebut seluruhnya sudah diberikan keramik putih. Makan-makam itu  juga diberikan kain kuning dan putih.

Makam-makam itu pun bukan berada di luar, namun persis di dalam area masjid. Penjaga makam, Edwar, mengatakan, tujuh makam tersebut sudah ada sejak masjid itu dibangun.

Tampak depan masjid Baitusysyakur, Jodoh, Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Informasi yang didapatknya, usia ketujuh makam itu diperkirakan sudah ratusan tahun.

“Saya mimpi dan disuruh datang ke makam ini,” katanya saat ditemui batampos.co.id, Rabu (31/7/2019).

Kata dia, dari tujuh makam tersebut hanya dua saja yang diketahui namanya. yaitu Raja Sulaiman, yang posisi makamnya berada di tengah.

Sementara dua makam yang disebelah kanan, salah satunya diketahui bernama Zubaidah.

“Yang satunya lagi saya tidak tahu dan yang berjejer empat ini makam cucu dan cicitnya Raja Sulaiman,” jelasnya.

Tujuh makam yang berada di dalam masjid Baitusysyakur, Kota Batam. Makam-makam itu diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu menuturkan, dirinya mulai menjaga makam-makam tersebut sejak tahun 1999 hingga sekarang.

Selama 20 tahun menjadi juru kunci makam di Masjid Baitusysyakur, Edwar, mengatakan, tidak pernah mengalami hal-hal mistis.

Hanya saja lanjut, Edwar, tujuh makam tersebut pernah hendak dipindahkan. Namun anehnya, alat berat yang digunakan untuk memindahkan makam-makam itu selalu mati.

Akhirnya makam-makam tersebut dibiarkan ditempatnya hingga saat ini di dalam masjid.

Ia juga mengatakan, koin-koin yang berada di atas makam Raja Sulaiman merupakan milik para peziarah.

“Selain koin, peziarah terkadang memakai kemenyan atau dupa, itu adalah cara mereka untuk berziarah,” ujarnya.

Namun lanjutnya yang paling penting adalah para peziarah tidak boleh syirik.

“Karena kita semua hamba allah,” tuturnya.(nto)