Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1109

Rp18,42 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Raja Isa, Target Rampung Akhir Tahun

0
Para pekerja melakukan perbaikan jalan rusak di Jalan Raja Isa Batamcenter, Senin (9/12/2024). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur tahun ini. Dari 15 program utama yang dicanangkan, sektor jalan raya menempati posisi penting untuk menunjang mobilitas warga dan memperlancar pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu proyek besar yang kini berjalan ada di ruas Jalan Raja Isa, Batam Center. Jalur vital yang menghubungkan Simpang Bank Indonesia (BI) Kepri dengan Simpang KDA itu selama ini dikenal padat kendaraan, terutama pada jam sibuk.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Suhar, menjelaskan pengerjaan dilakukan dengan dua skema. Dari Simpang BI hingga Simpang Kaliban, jalan diperlebar dengan penambahan satu lajur di kedua sisi. Sementara dari Simpang Kaliban hingga Simpang KDA, dilakukan overlay atau pengaspalan ulang.

“Pelebaran dari Simpang BI sampai Kaliban masih berproses. Sedangkan jalur Kaliban hingga KDA kami siapkan overlay melalui penambalan lubang,” ujar Suhar, Rabu (17/9).

Proyek ini ditargetkan rampung akhir tahun. Dengan begitu, ruas Jalan Raja Isa akan segera lebih mulus dan nyaman dilintasi masyarakat saat pergantian tahun. Meski begitu, Suhar mengingatkan pengguna jalan agar tetap berhati-hati. Aktivitas alat berat sesekali menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

“Kami paham ada ketidaknyamanan sementara. Tapi manfaatnya akan sangat terasa bagi pengguna jalan ke depan,” katanya.

Jalan Raja Isa memang menjadi titik vital di Batam Center. Jalur ini menghubungkan kawasan perkantoran, pendidikan, dan perdagangan, sekaligus kerap dijadikan akses alternatif menuju Bandara Hang Nadim maupun pusat kota.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Medan Tracktorindo Perkasa dengan nilai kontrak Rp18,42 miliar, serta diawasi PT Multi Firma Riau Konsultan. Pemerintah berharap, perbaikan infrastruktur ini mampu mengurangi kemacetan di jalur utama yang kian meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan di Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Rp18,42 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Raja Isa, Target Rampung Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Multiplier Effect Hulu Migas di Kepri Dongkrak Ekonomi, Buka Lapangan Kerja, dan Kuatkan Industri Penunjang

0
Kunjungan kerja tim SKK Migas dan KKKS ke pabrikan lokal Appipa Indonesia yang memproduksi pipa dalam rangkaian Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional wilayah Sumbagut, Kamis (9/6). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kepulauan Riau (Kepri) bukan hanya bicara soal angka produksi dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. Lebih dari itu, sektor strategis ini menghadirkan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, C.W. Wicaksono, menyampaikan bahwa geliat industri migas di Kepri mampu menggerakkan roda pembangunan di berbagai lini, dari pulau-pulau terdepan seperti Natuna dan Anambas, hingga pusat industri di Batam.

“Industri migas membawa manfaat berlapis. Mulai dari serapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, perputaran usaha kecil, program sosial, hingga memperkuat daya saing industri nasional. Inilah multiplier effect yang nyata,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Kepri menunjukkan tren positif. Tahun 2023, pertumbuhan ekonomi provinsi ini tercatat 5,20 persen. Sementara pada triwulan pertama 2025, angka pertumbuhan mencapai 5,16 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Salah satu pendorong utamanya adalah bangkitnya kembali sektor hulu migas setelah sempat terkontraksi.

Momentum kebangkitan itu ditandai dengan beroperasinya Lapangan Forel dan Terubuk pada Mei 2025. Proyek ini menambah kapasitas produksi sekitar 30.000 barrel oil equivalent per day (BOEPD) dan menyerap lebih dari 2.300 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 1.386 pekerja terserap di galangan kapal Batam yang menangani pembangunan fasilitas produksi lepas pantai.

“Fakta ini menunjukkan bahwa manfaat migas tidak hanya berhenti di laut, tetapi menjalar ke daratan dalam bentuk lapangan kerja dan perputaran ekonomi,” kata Wicaksono.

Di Anambas, keterlibatan masyarakat lokal kian besar. Banyak putra daerah kini bekerja di perusahaan migas, terutama di posisi operator dan foreman. Menurut Wicaksono, pelibatan ini bukan hanya menambah penghasilan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan daya beli dan mendorong usaha kecil di sekitar wilayah operasi.

Warung makan, penginapan, jasa transportasi, hingga usaha kerajinan rakyat ikut merasakan dampaknya. “Begitu ada proyek migas, denyut ekonomi di masyarakat langsung terasa. Sektor-sektor lain ikut bergerak,” tambahnya.

Multiplier effect juga hadir melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan. SKK Migas bersama KKKS dan pemerintah daerah rutin menggulirkan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga lingkungan.

Di Natuna dan Anambas, program yang berjalan antara lain beasiswa untuk pelajar berprestasi, pelatihan keterampilan bagi nelayan, pemberdayaan perempuan lewat UMKM, hingga dukungan sarana pendidikan dan kesehatan. Selain itu, ada pelatihan tenaga kerja lokal seperti keselamatan kerja migas, pengelasan, hingga operator alat berat.

Khusus di Anambas, forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) telah dibentuk. Forum ini menjadi wadah koordinasi agar program CSR tidak tumpang tindih dan tepat sasaran. Beberapa hasil nyata di antaranya pembangunan fasilitas sekolah, penyediaan peralatan kesehatan, bantuan kapal nelayan dan alat tangkap ramah lingkungan, serta pelatihan kewirausahaan untuk generasi muda.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahkan mengusulkan agar pendidikan migas dimasukkan ke dalam agenda CSR, sehingga anak-anak lokal bisa memiliki kesempatan lebih besar terjun ke industri strategis ini.

Dari sisi fiskal, kontribusi migas bagi daerah juga signifikan. Kabupaten Natuna, misalnya, rutin menerima Dana Bagi Hasil (DBH) migas dalam jumlah besar. Tahun 2025, alokasinya mencapai lebih dari Rp185 miliar, dengan Rp84 miliar di antaranya berasal langsung dari sektor migas.

Tonggak penting juga hadir ketika BUMD Kepri resmi mendapatkan Participating Interest (PI) 10 persen di Blok Northwest Natuna. Skema ini memastikan daerah tidak hanya mengandalkan transfer dari pusat, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam keuntungan eksploitasi sumber daya alam.

Multiplier effect migas semakin terasa di Batam. Sebagai pusat industri Kepri, kota ini menjadi basis penting bagi berbagai industri penunjang, mulai dari galangan kapal hingga pabrik komponen.

Salah satunya adalah berdirinya pabrik pipa seamless pertama di Indonesia di Batam. Saat ini, pabrik tersebut mampu memproduksi 30.000 ton pipa per tahun, dan ditargetkan naik menjadi 70.000 ton pada akhir 2025. Produk pipa ini langsung digunakan dalam pengeboran sumur migas di berbagai blok nasional.

Batam juga menjadi lokasi pengerjaan proyek besar seperti konversi kapal tanker menjadi FPSO Marlin Natuna, yang sepenuhnya dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa multiplier effect migas bukan hanya soal energi, tetapi juga memperkuat daya saing industri nasional dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Wicaksono optimistis multiplier effect industri hulu migas di Kepri akan terus membesar seiring beroperasinya proyek-proyek baru. “Natuna dan Anambas tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang negara. Keduanya bisa menjadi garda depan pertumbuhan ekonomi berbasis energi,” katanya.

Menurutnya, industri migas di Kepri sudah membuktikan bahwa keberadaannya bukan hanya soal barel minyak atau kubik gas, melainkan soal kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah, dan kemandirian bangsa. “Jika dikelola bijak dan berkelanjutan, multiplier effect hulu migas akan terus menjadi cerita positif dari Bumi Segantang Lada untuk Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Multiplier Effect Hulu Migas di Kepri Dongkrak Ekonomi, Buka Lapangan Kerja, dan Kuatkan Industri Penunjang pertama kali tampil pada Metropolis.

Demam Berdarah Merebak, Warga Batam Minta Fogging Segera

0
Ilustrasi demam berdarah.

batampos – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus melonjak. Warga di kawasan Marina, Tanjung Riau, Sagulung, hingga Batuaji mulai resah. Mereka mendesak pemerintah segera menggelar fogging massal untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, biang penyakit mematikan ini.

“Nyamuk sekarang makin banyak, apalagi di perumahan padat. Kami butuh fogging supaya tidak semakin banyak yang jatuh sakit,” kata seorang warga Marina, Senin (15/9).

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Data RSUD Embung Fatimah Batam mencatat, lebih dari 40 pasien DBD tengah dirawat. Dari jumlah itu, 24 pasien berasal dari Batuaji, 17 dari Sagulung, sisanya dari Sekupang dan Bengkong.

Baca Juga: Terdapat 602 Kasus Demam Berdarah, Dinkes Serukan Kewaspadaan selama Musim Hujan

“Mayoritas pasien anak usia sekolah dasar. Mereka datang dengan demam tinggi dan trombosit rendah, beberapa bahkan butuh perawatan intensif,” ujar Humas RSUD, Ellin Sumarni.

Lonjakan kasus ini juga diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Tren tahun ini disebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, meski masih dalam kategori terkendali. Dinkes tetap mengingatkan warga agar aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur wadah berpotensi sarang nyamuk.

Namun, warga menganggap PSN saja belum cukup. “Fogging penting untuk memutus rantai penyebaran. Kalau hanya bersih-bersih, kami sudah lakukan. Tapi nyamuk tetap saja banyak,” keluh Irma, warga Sagulung.

Meningkatnya kasus DBD di Batam menjadi alarm bagi semua pihak. Tanpa langkah pencegahan serius dan cepat, dikhawatirkan jumlah pasien terus bertambah. Sinergi pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat mutlak dibutuhkan agar wabah ini tidak meluas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Demam Berdarah Merebak, Warga Batam Minta Fogging Segera pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaksa Bakal Periksa Eks Wali Kota Tanjungpinang Terkait Kasus Korupsi Pasar Puan Ramah

0
Kajari Tanjungpinang
Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Puan Ramah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang memastikan segera menjadwalkan pemeriksaan mantan Wali Kota Tanjungpinang Rahma terkait proyek pasar tersebut.

Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan hingga saat ini sudah ada 25 orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Para saksi itu diduga mengetahui atau terlibat dalam pembangunan pasar relokasi di Jalan Kijang Lama.

“Selanjutnya, kami akan menjadwalkan pemanggilan saksi baru, termasuk mantan wali kota yang menjabat saat pasar itu dibangun,” kata Rachmad, Rabu (17/9).

Menurut Rachmad, pihaknya juga sudah meminta tim ahli konstruksi melakukan pengecekan terhadap bangunan tersebut. Namun, hasil audit serta perhitungan nilai kerugian negara masih menunggu laporan resmi.

“Nanti ahli konstruksi yang akan menghitung kerugiannya dan menyampaikannya kepada kita,” tegasnya.

Pasar Puan Ramah diketahui dibangun di masa kepemimpinan Wali Kota Rahma pada 2022 untuk menampung pedagang Pasar Baru Tanjungpinang selama proses revitalisasi.

Namun, kini bangunan pasar yang berada di samping Kantor Disdukcapil Tanjungpinang itu tampak terbengkalai dan tidak difungsikan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Jaksa Bakal Periksa Eks Wali Kota Tanjungpinang Terkait Kasus Korupsi Pasar Puan Ramah pertama kali tampil pada Kepri.

Cabuli Anak Tetangga, Pekerja Galangan Kapal Diciduk Polisi

0
Pelaku pencabulan. f.ist

batampos– Seorang pria dewasa berinisial SLS, 41 diamankan jajaran Polsek Batuaji, Selasa (16/9). Warga perumahan Central Raya, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji ini diamankan sebagai pelaku pencabulan terhadap anak dibawa umur yang masih bersuai sekitar 4 tahun. Korban ini tak lain adalah tetangganya sendiri.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui pada Selasa (12/8) sekitar pukul 18.30 WIB, ketika Sa ibu korban melihat anaknya melakukan tindakan tidak wajar dengan pensil di kemaluannya.

Saat ditanya, korban yang ketakutan menjelaskan bahwa dirinya diberi perlakuan yang tak senonoh oleh pelaku, yang merupakan ayah dari teman sepermainannya.

“Setelah mengetahui kejadian itu, pelapor kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada Ketua RT setempat. Atas saran Ketua RT, pelapor langsung membuat laporan resmi di Polsek Batuaji. Laporan segera ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim dengan melakukan penyelidikan dan gelar perkara,” jelas Kapolsek.

BACA JUGA: Imingi Uang Jajan Rp 2 Ribu, Buruh Bangunan Cabuli Anak Tetangga Berulang Kali

Dari hasil penyelidikan, penyidik memperoleh dua alat bukti yang cukup sehingga kasus dinaikkan ke tahap penyidikan dan mengamankan pelaku yang sedang bekerja di PT Wasco. “Penangkapan dilakukan secara profesional sesuai prosedur dan berdasarkan bukti yang kuat,” tambah Kapolsek.

Barang bukti yang diamankan berupa sejumlah pakaian korban yang digunakan saat kejadian, antara lain: satu helai kaos singlet warna putih, satu helai rok warna biru motif bunga, satu helai kaos hijau merk Collection, satu helai rok biru muda, satu helai baju daster warna pink muda, dan satu helai baju daster motif kotak. Semua barang bukti kini diamankan penyidik untuk memperkuat proses hukum.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Kapolsek Batu Aji menegaskan bahwa Polri akan terus bertindak tegas terhadap kejahatan yang menyasar anak-anak sebagai bentuk komitmen melindungi generasi penerus bangsa.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika menemukan adanya indikasi atau tindakan mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar bisa kami tindaklanjuti dengan cepat,” tegas AKP Raden Bimo Dwi Lambang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Cabuli Anak Tetangga, Pekerja Galangan Kapal Diciduk Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

20 Tahun Bersama Indonesia, Daewoong Raih Penghargaan “Best Innovation in Biotechnology 2025” dan Kucurkan Investasi Rp5,26 Triliun

0
batampos– Perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Korea Selatan, Daewoong, merayakan kiprahnya selama 20 tahun di Indonesia dengan pencapaian gemilang. Daewoong berhasil meraih penghargaan Best Innovation in Biotechnology pada ajang Prominent Awards 2025, sebuah apresiasi bergengsi yang setiap tahun diberikan kepada perusahaan lintas industri yang dinilai mampu berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.
Dengan tema “Transforming Indonesia”, tahun ini sebanyak 15 perusahaan dinobatkan sebagai pemenang. Daewoong menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang berhasil meraih penghargaan tersebut, menegaskan perannya sebagai mitra strategis Indonesia dalam mengembangkan industri kesehatan.
“Penghargaan ini adalah tonggak baru setelah 20 tahun perjalanan kami di Indonesia. Daewoong berkomitmen untuk terus menghadirkan obat-obatan inovatif, teknologi mutakhir, serta mendorong pertumbuhan bersama industri farmasi dan bioteknologi nasional,” ujar Baik In Hyun, Head of Indonesian Business Division Daewoong, dalam keterangan resminya.
Pionir Sejumlah “Yang Pertama” di Indonesia
Sejak kehadirannya di Indonesia, Daewoong dikenal sebagai pelopor berbagai terobosan di sektor farmasi.
•2012: Mendirikan Daewoong Infion, pabrik biofarmasi pertama di Indonesia dengan standar cGMP (current Good Manufacturing Practice).
•2017: Meluncurkan Epodion, biosimilar pertama di Indonesia yang diproduksi secara lokal.
•2020: Epodion menjadi biofarmasi berbasis sel hewan pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi halal, diikuti oleh produk Easyef untuk ulkus kaki diabetik.
•2023: Mendirikan pabrik terapi sel punca di Cikarang yang kini sudah bersertifikasi GMP, mampu memproduksi terapi berbasis sel seperti sel punca autologous, sel NK, eksosom, hingga media kultur.
Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam biofarmasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pasien untuk mendapatkan terapi regeneratif dan pengobatan presisi yang sebelumnya sulit diakses.
Bangun Ekosistem Riset Bersama UI, ITB, dan IPB
Selain memperkuat produksi domestik, Daewoong juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia dan riset ilmiah.
Melalui Daewoong Foundation, perusahaan menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendirikan empat lembaga riset. Lembaga ini menjadi pusat pengembangan riset mutakhir di bidang sel punca, gene editing, organoid, hingga sistem penghantaran obat.
Hingga kini, lebih dari 700 peneliti dan mahasiswa berbakat telah mendapat dukungan, mulai dari beasiswa hingga program pendampingan riset. Langkah ini menegaskan visi Daewoong untuk membangun ekosistem R&D yang berkelanjutan di Indonesia.
Komitmen Investasi Rp5,26 Triliun Hingga 2028
Sejak beroperasi di Indonesia, Daewoong telah menanamkan investasi sebesar Rp2,9 triliun. Ke depan, jumlah ini akan ditingkatkan hingga Rp5,26 triliun pada 2028, dengan target ambisius menjadi perusahaan farmasi dan bioteknologi nomor satu di Indonesia pada 2030.
Investasi ini meliputi berbagai lini, termasuk alih teknologi produksi toksin botulinum, pengembangan obat inovatif, biofarmasi, terapi sel punca, perangkat medis, estetika, hingga inisiatif wellness. Selain memperkuat industri kesehatan, langkah ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Mitra Strategis Kesehatan Indonesia
Dengan rekam jejak inovasi, pengembangan riset, dan ekspansi investasi yang konsisten, Daewoong menegaskan posisinya sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan global.
“Visi kami jelas, yakni tumbuh bersama Indonesia dan mendukung terciptanya ekosistem farmasi serta bioteknologi yang kuat. Dengan inovasi, kolaborasi, dan investasi, kami yakin Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan bioteknologi terkemuka di Asia,” tutup Baik In Hyun. (*)

Artikel 20 Tahun Bersama Indonesia, Daewoong Raih Penghargaan “Best Innovation in Biotechnology 2025” dan Kucurkan Investasi Rp5,26 Triliun pertama kali tampil pada Lifestyle.

Jamkesda Anambas Cakup 19 Ribu Warga Miskin, Anggaran Rp700 Juta per Bulan

0
BPJS Anambas
Kepala BPJS Kesehatan Anambas, Dewi Ria Elvira. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas kembali melanjutkan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada 2025. Program ini menanggung iuran 19 ribu warga kurang mampu agar tetap mendapat layanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Anambas, Dewi Ria Elvira, mengatakan Pemkab mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membayar iuran peserta.

“Setiap bulan, Pemkab Anambas membayar iuran sebesar Rp700 juta untuk mengcover 19 ribu jiwa masyarakat yang dilindungi Jamkesda,” ujarnya, Rabu (17/9).

Meski sempat terkendala pembayaran di awal tahun, Dewi menegaskan status kepesertaan tidak pernah dicabut. “Kalau pembayaran tertunda, status peserta tetap aktif. Kami percaya dengan komitmen Pemkab,” katanya.

Ia menjelaskan, keterlambatan pembayaran berpotensi menimbulkan piutang dan membebani keuangan daerah. “Kejadian ini pernah dialami beberapa tahun lalu. Untungnya, sejak itu Pemkab lebih disiplin, kecuali sempat di awal tahun kemarin,” tambahnya.

Dewi menuturkan, dari 19 ribu kuota, ada sekitar 400 slot sengaja disisakan untuk mengantisipasi jika ada warga kurang mampu yang tiba-tiba membutuhkan bantuan.

“Ketika ada warga benar-benar tidak mampu dan butuh layanan kesehatan, bisa langsung dimasukkan ke Jamkesda,” katanya.

Data peserta Jamkesda diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Anambas agar tepat sasaran. Setiap bulan dilakukan rekonsiliasi untuk menentukan siapa saja yang masih berhak menjadi peserta.

“Kalau ada yang pindah domisili atau dinilai sudah mampu, otomatis keluar dari daftar peserta,” jelas Dewi.

Meski begitu, Dewi mengaku tidak hafal jumlah pasti peserta yang dikeluarkan tiap bulan. Data tersebut tersimpan di sistem dan terus diperbarui.

Dengan adanya Jamkesda, masyarakat kurang mampu di Anambas bisa lebih tenang ketika membutuhkan layanan kesehatan. Pemkab berharap program ini mampu memastikan seluruh warga tetap mendapat akses pelayanan medis tanpa terkendala biaya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Jamkesda Anambas Cakup 19 Ribu Warga Miskin, Anggaran Rp700 Juta per Bulan pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Tangkap Dua Warga Lingga Positif Narkoba, Akhirnya Direhab

0
Ilustrasi
Ilustrasi.

batampos – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lingga mengamankan dua orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Marok Tua, Jumat (12/9) sore. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut.

Kasat Narkoba Polres Lingga, Iptu Thomas Harison, mengatakan kedua terduga pelaku berinisial A alias R (42) dan I alias IN (28). Dari hasil pemeriksaan urine, keduanya dinyatakan positif mengandung zat Amfetamin dan Metamfetamin.

“Dari penggeledahan rumah A, ditemukan alat isap sabu (bong). Yang bersangkutan mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial MD di luar Kabupaten Lingga,” jelas Thomas, Rabu (17/9).

Menurut keterangan A, dirinya bersama beberapa rekannya sempat melakukan perjalanan ke luar daerah menggunakan kapal pancung.

Setibanya di pelabuhan tujuan, mereka bertemu MD dan membeli sabu. Barang haram itu kemudian dikonsumsi bersama sebelum kembali ke Lingga.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 00.20 WIB, tim kembali mengamankan I saat tertidur di atas kapal pancung.

Meski tidak ditemukan sabu, petugas menyita barang bukti berupa dua sumbu mancis/kompor dan satu pipet penyambung kaca pirex, yang diakui digunakan untuk mengonsumsi sabu.

Atas perbuatannya, A dan I dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Namun, setelah menjalani proses hukum awal, keduanya dibawa ke BNN Kota Batam pada Senin (15/9) untuk dilakukan assessment bersama Tim Assessment Terpadu (TAT). Hasilnya, kedua pengguna narkoba tersebut direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.

“Pengawasan akan terus kami perkuat, khususnya di wilayah kepulauan yang rawan menjadi jalur distribusi narkoba. Kami juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” tegas Thomas. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Polisi Tangkap Dua Warga Lingga Positif Narkoba, Akhirnya Direhab pertama kali tampil pada Kepri.

Driver Online Batam Gelar Aksi Damai Tuntut Tarif dan BPJS

0
Driver Online
Aksi driver online di depan Kantor Wali Kota Batam berlangsung damai meski diguyur hujan. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Ratusan pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Batam (ADOB) menggelar aksi damai di depan Kantor Wali Kota Batam, Rabu (17/9/2025). Meski diguyur hujan, massa tetap bertahan menyuarakan sejumlah tuntutan.

Pantauan Batam Pos, aksi berlangsung dengan pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian agar tetap kondusif. Sesekali, suasana aksi diwarnai musik yang diputar peserta sebagai jeda istirahat.

Rian, salah satu driver online yang ikut aksi, mengatakan tuntutan mereka mencakup keberatan atas program BPJS afiliasi, penyesuaian tarif pengemudi, pemotongan aplikasi, hingga kebijakan promo transportasi murah.

Selain itu, massa juga meminta penghapusan program prioritas yang menggunakan sistem striker dan ASK (KESP) pada akun pengemudi Maxim.

Mereka menegaskan agar seluruh aplikator transportasi di Batam mematuhi Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri tentang tarif transportasi.

“Setelah aksi di Kantor Wali Kota, kami akan lanjutkan ke Kantor DPRD Batam,” kata Rian kepada Batam Pos.

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Driver Online Batam Gelar Aksi Damai Tuntut Tarif dan BPJS pertama kali tampil pada Metropolis.

Prabowo Dijadwalkan Lantik Menteri Baru Kabinet Merah Putih Hari Ini

0
Presiden RI Prabowo Subianto. F. Istimewa

batampos – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melantik sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9). Dua kursi menteri hingga kini masih kosong sejak 8 September lalu.

Kursi yang masih kosong yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), sebelumnya dijabat Budi Gunawan. Untuk sementara, posisi tersebut diisi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai pejabat ad interim.

Belakangan beredar isu bahwa jabatan Menko Polkam akan diisi Letjen (Purn) TNI Djamari Chaniago, mantan Kasum dan Pangkostrad TNI. Demikian dilansir Jawa Pos.

Sementara itu, kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) juga masih kosong setelah ditinggalkan Dito Ariotedjo. Kabar yang beredar, Menteri BUMN Erick Thohir disebut bakal dipercaya sebagai Menpora.

Isu reshuffle kabinet kian menguat setelah Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menemui Presiden Prabowo di Istana Negara, Selasa (16/7).

Namun, Aries menegaskan perombakan kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo.

“Saya tidak bisa bicara reshuffle, biar nanti yang diumumkan beliau,” ujar Aries usai bertemu Presiden.

Kabar pelantikan menteri disebut akan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di Istana Negara. Aries kembali menekankan, urusan reshuffle sepenuhnya wewenang Presiden.

“Reshuffle biarkan urusan beliau, hak prerogatif beliau. Soal reshuffle jangan tanya saya,” pungkasnya. (*)

Artikel Prabowo Dijadwalkan Lantik Menteri Baru Kabinet Merah Putih Hari Ini pertama kali tampil pada News.