Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 11197

Soal Ujian SMP Disimpan di Polsek

0
foto:L batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jelang pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa di SMPN 56 Batam terlihat membersihkan dan mempersiapkan ruangan untuk ujian. Tahun ini merupakan tahun pertama siswa SMPN 56 Batam melaksanakan ujian di gedung sendiri.

Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati mengatakan tahun ini ada 65 siswa yang akan ikut ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Siswa akan dibagi dalam empat ruangan saat ujian berlangsung.

“Alhamdulillah persiapan sudah 100 persen, Tinggal menunggu pelaksanaan saja,” kata dia saat dijumpai di gedung baru SMPN 56 Batam di Tibanlama, Kamis (18/4).

Untuk jadwal pelaksanaan ujian akan digelar tanggal 22-25 April mendatang. Ujian dimulai pukul 10.30-12.30 WIB dalam satu sesi. Ada empat mata ujian yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “UNBK mulai duluan beberapa jam setelah itu baru kami yang UNKP,” sebutnya.

Untuk soal ujian dibuat dan dikirim oleh pusat. Saat ini soal sudah disimpan di kantor Polsek Sekupang. Soal akan diambil Senin pagi sesaat sebelum ujian dimulai. “Demi keamanan jadi seluruh soal disimpan di Polsek. Nanti soal akan diambil per hari,” ujarnya.

Nurhayati menambahkan ini merupakan tahun pertama menggelar ujian di gedung sendiri. Sebelumnya siswa belajar dan ujian di sekolah lain. “Kemarin kan kami menumpang. Alhamdulillah sekarang sudah punya gedung sendiri,” lanjutnya.

Ia berharap siswa bisa menyelesaikan ujian dengan baik dan meraih nilai terbaik. Ke depan semoga SMPN 56 Batam bisa menggelar ujian berbasis komputer (UNBK). “Kami sudah usulkan dapat bantuan komputer dari Disdik. Semoga ke depan bisa terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Batam, Andi Agung mengatakan seluruh soal baik SMP dan SD sudah berada di masing-masing kantor Polisi yang ada di wilayah sekolah.

“Setelah kami terima dari provinsi langsung didistribusikan dan disimpan di Polsek terdekat sekolah. Ini bertujuan untuk menjaga kerahasian dokumen negara,” terangnya.

Ia menyebutkan saat ini ada 70 sekolah yang melaksanakan UNKP. Jumlah ini tidak terlalu banyak, karena hampir semua sekolah sudah melaksanakan UNBK. “Mudah-mudahan berjalan dengan baik,” harapnya. (yui)

Singapura Liburan, Melancong ke Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

 

batampos.co.id – Libur panjang, ribuan wisatawan asal Singapura diperkirakan akan tiba di Batam melalui Pelabuhan Sekupang Ferry Internasional (SFT). Hal ini dikatakan oleh Pengelola Pelabuhan SFT, Julmarly, Kamis (18/4).

“Singapura libur jadi bisa dipastikan ada peningkatan arus kedatangan,” kata dia.

Menurutnya ribuan wisatawan mulai tiba dari pagi hingga sore. Julmarly memperkirakan ada ribuan wisatawan yang siap menghabiskan libur panjang di Batam. “Semua kapal yang datang biasanya penuh,” sebutnya.

Jumlah wisatawan yang datang di SFT memang tidak sebanyak di pelabuhan internasional lainnya. Hal ini karena SFT hanya melayani penumpang dari Singapura saja, berbeda dengan yang lain ada penumpang dari Malaysia.

Arus kedatangan akan terjadi hingga Jumat (19/4). Sementara untuk keberangkatan mulai Minggu (20/4) pagi hingga sore. Untuk persiapan, Julmarly mengatakan pastinya parkir untuk bus yang akan menjemput tamu dari Singapura. Antrean terjadi hingga di luar pelabuhan. Hal ini karena terbatasnya lahan parkir di SFT.

“Seperti biasa saja. Yang penting arus kedatangan berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Untuk ruang keberangkatan, Julmarly mengungkapkan belum bisa memprediksi. Karena libur bisa jadi juga terjadi peningkatan. Namun untuk jumlahnya harus menunggu rekap sore hari.

Untuk cuaca, Julmarly mengatakan tidak ada masalah. Akhir-akhir ini cuaca di Batam sangat baik sehingga aman untuk berlayar.

“Gak ada masalah. Aman semua,” tutupnya. (*)

Disperkimtan Ajukan Kembali Satu Twin Blok Rusun

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui inas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam mengajukan kembali tambahan rumah susun sewa (rusunawa) di Batam.

Hanya saja, Kepala Seksi Rusun Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam Joko Susilo mengatakan pengajuan tahun 2019 ini untuk tahun 2020 ini hanya satu twin blok. Berbeda dengan ajuan tahun lalu yakni tiga twin blok.

“Kami tak muluk, kalau dapat satu Alhamdulillah,” kata Joko, kemarin.

Ia mengatakan, walau mengajukan tiga biasanya yang terealisasi hanya sekitar satu twin blok. Lagipula, menurut dia yang sudah dicek oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) hanya satu titik yakni tambahan Rusunawa Mukakuning 2 di belakang Batamindo.

“Maka kami ajukan kembali satu twin blok ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, mimpi Batam mendapat tambahan kawasan hunian vertikal KemenPUPR tak terealisasi tahun 2019 ini. Padahal ajuan tahun 2018 sebanyak tiga twin blok rencananya direalisasikan tahun 2019 ini.

“Enggak tahu kenapa, last minute berubah. Masalahnya apa, tak bisa kami jawab lebih jauh, takut salah. Apalagi kita posisinya itukan proyek dari pusat,” paparnya.

Namun yang pasti ajuan tiga twin blok tahun 2018 tidak terealisasi, padahal tim dari KemenPUPR telah turun.

Tidak adanya tambahan rusun bagi Batam tahun 2019 juga disampaikan, Kabid Perumahan Disperkimtan Batam, Bambang Sukirwan. Ia mengatakan, informasi tersebut disampaikan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bidang Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) yang ditempatkan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang turut ikut rapat terkait rencana pembangunan rusun di daerah oleh KemenPUPR.

”Katanya, lebih fokus ke pendidikan di pesantren. Soal (pembangunan) fisik, itemnya orang kementerian yang tahu, kami hanya dengar infonya,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Batam Eryudhi Apriadi mengungkapkan, KemenPUPR hanya menjatahi biaya pemeliharaan untuk dua rusun yang juga yang masih aset KemenPUPR, yakni Rusun Mukakuning 2 dan di Tembesi.

“Paling tidak kita syukuri, karena masih dapat,” ujarnya. (iza)

2 Ribu Bibit Cabe untuk Emak-emak Menanam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Program Rumah Pangan Lestari (RPL) yang dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam dengan target perorang belum maksimal.

Hal ini diakui langsung oleh Kepala DKPP Batam Mardanis. Ia mengatakan, hal ini karena kterlibatan masyarakat yang kecil. “Kelompoknya (yang terlibat) sedikit,” kata dia, kemarin.

Untuk itu, tahun ini pihaknya akan memfokuskan puluhan kelompok yang akan diberi nama Kelompok Wanita Tani yang akan bermitra dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

“Jadi tak lagi bantu perorangan. Kelompok ini, tersebar di berbagai kelurahan-kelurahan. Ada di sekupang, Batuaji maupun Seiebduk dan kecamatan lain,” ucap dia.

Mendukung program ini, pihaknya menyertakan dua ribu bibit cabe. Tidak hanya sekadar diminta menanam, wanita-wanita yang tergabung dalam kelompok ini akan terus dibimibing, tentang tata cara pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan.

“Penyuluhan tetap kami sertakan, tidak hanya penanaman cara memindahkan ke polibag pun kami beri tahu caranya,” paparnya.

Ia menyampaikan, kelompok ini akan dilanuching pasca pemilu agar agendanya lebih terstruktur. Ke depan, pihaknya juga akan melakukan peningkatan jumlah kelompok hingga bantuan bibit.

“kami akan tambah 5 ribu bibit. Tak hanya bantu cabe, sayuran juga kami bantu,” imbuhnya.

Ia mengatakan, RPL ini jika dijalankan dengan baik akan membantu ketahana pangan Batam, apalagi daerah ini dikenal bukan daerah penghasil.

“Ini misal, ada 1000 orang beli cabe di pasar, dari angka ini yang tanam sekitar 100 orang, kan lumayan untuk mengurangi pengeluaran dan kebutuhan akan cabe akan terbantu. Minimla menurunkan inflasi lah,” paparnya. (iza)

330 Hektar Lahan DPCLS Lepas Status

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pihak yang dulu mendapat alokasi lahan di daerah hutan lindung kini bisa bernafas lega. Pasalnya, wilayah hutan lindung seluas 330 hektar di Batam telah dirubah statusnya menjadi bukan kawasan hutan atau area peruntukan lain (APL). Badan Pengusahaan (BP) Batam juga mempersilahkan untuk mengurus perizinan alokasi lahannya kembali

Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan bahwa keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.272/MENLHK/SETJEN/PLA.0/6/2018 yang terbit pada 21 Juni 2018.

Sebelumnya, 330 hektar hutan lindung tersebut dikategorikan sebagai daerah penting dalam cakupan luas bernilai strategis (DPLCS). Dan sekarang sudah lepas statusnya menjadi APL. “Ada DPCLS lepas sekitar 330 hektar dari 1.300 hektar lahan DPCLS di Batam,” katanya Kamis (18/4).

Dulu, banyak pengusaha yang mendapatkan lahan DPCLS dari BP Batam. Namun, ketika ingin mengurus perizinan yang diperlukan untuk membangun lahannya tidak bisa terpenuhi karena status DPLCS tersebut. Bahkan banyak pemilik lahan juga yang tak mengetahui bahwa lahannya berstatus DPCLS.

BP memberikan sejumlah opsi kepada si pemilik lahan untuk mengurus perizinannya. “Kami kasih dua opsi, pertama jika ingin pecah Penetapan Lokasi (PL), maka silahkan lanjutkan bagi yang tidak kena. Bagi yang masih kena (DPCLS,red), bisa diclearkan sama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” ungkapnya.

Sedangkan opsi berikutnya bagi yang sudah pecah PL, maka bisa dilanjutkan. Dan bagi pihak yang lahannya masih berada di dalam status DPCLS, bisa mengembalikannya ke BP dan UWTO-nya akan dikembalikan.

“Yang tidak kena silahkan dilanjutkan proses. Kami akan proses ke rapat pimpinan (rapim). Jika sudah oke, maka bisa lanjut ke proses perizinan Surat Keputusan (Skep) dan Surat Perjanjian (Spj),” ungkapnya.

Berdasarkan SK 272, selain hutan lindung di Batam yang dirubah peruntukannya, kawasan hutan taman buru di Pulau Rempang seluas 7.560 hektar juga diubah statusnya menjadi kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi.

DPCLS di Batam terakhir diurus pada tahun 2014. Saat itu wilayah pemerintahan di Batamcentre seperti Gedung BP Batam, Gedung Pemko Batam, Gedung Bank Indonesia, Gedung DPRD Batam termasuk dalam cakupan DPLCS. Selain itu DPCLS lainnya terdapat di kawasan Jodoh, Tanjunguncang, Sekupang dan lainnya.

Dasar dari KLH menerbitkan SK 272 yang mengubah peruntukan hutan lindung karena di atas beberapa kawasan hutan saat ini sudah berdiri pemukiman, fasilitas umum, fasilitas sosial dan lahan garapan masyarakat. Penerbitan SK 272 ini juga sudah disetujui DPR RI sesuai prosedur.

KLH membagi kategori hutan lindung menjadi kawasan suaka alam (KSA), kawasan pelestarian alam (KPA) dan taman buru (TB). Dalam SK 272, kawasan-kawasan ini akan dirubah menjadi areal penggunaan lain (APL) dengna kategori kawasan hutan DPCLS.

Begitu juga dengan di Kepri khususnya Batam, lahan-lahan berstatus hutan lindung banyak yang sudah dibangun, termasuk lahan DPCLS, sehingga kasus Batam termasuk spesial.

Ketua Dewan Pakar Kadin Batam, Ampuan Situmeang pernah mengatakan dulu BP sering memberi alokasi lahan berstatus DPCLS tanpa diketahui oleh si penerima alokasi lahan.

Bahkan, ada masyarakat yang sudah membayar UWTO baik dalam cicilan maupun pelunasan untuk 30 tahun, padahal lahan tersebut belum berstatus area penunjukan lain (APL), bahkan belum berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL). “Persoalan DPCLS harus selesai. BP harus bertanggungjawab untuk itu, ” imbuhnya.

Supaya bisa mengelola DPCLS, maka harus melewati persetujuan DPR RI. “Dari daerah harus berinisiatif soal ini,” tegasnya.

Ampuan menyebut masih belum semua persoalan DPCLS selesai. Masih banyak lagi DPCLS yang harus diurus BP Batam ke pemerintah pusat.

Persoalan ini sudah berlangsung lama sekali, sehingga banyak masyarakat dan pengusaha yang merasa digantung harapannya karena tidak bisa mengelola lahannya karena status DPCLS. (leo)

Kartini Day, Ibu dan Anak Jadi Peserta

0

batampos.co.id – Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, media harian pagi Batam Pos melalui Event Organizer (EO) Batam Pos kembali menggelar kegiatan bertajuk Kartini Ceria Batam Pos. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Mall Botania 2 Batam Center, tepat di Hari Kartini, Minggu (21/4).

PIC Acara Kartini Ceria Batam Pos Levina Desianty mengatakan, kegiatan ini sebagai hiburan untuk masyarakat Batam dalam mengisi hari libur (karena bertepatan hari Minggu), sekaligus mengenang peran sosok RA Kartini yang sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

“Kami membuat acara yang berbeda dengan mengajak masyarakat Batam untuk ikut serta dalam lomba mewarnai yang pesertanya adalah ibu dan anak,” ujar Levina, Kamis (18/4).

Ia menjelaskan, peran ibu yang mendampingi anak saat mengikuti lomba menjadi daya tarik tersendiri agar sang anak mengenal sosok Kartini dalam hidupnya yakni, Ibunya. “Selain itu, bisa menambah semangat anak untuk percaya diri dalan berkreativitas,” terangnya.

Sebagai persyaratan, peserta dibagi dalam dua kategori berdasarkan usia anak. Kategori A untuk usia 4-6 tahun atau tingkat Play Grup / TK A / TK B, dan kategori B untuk usia 7-9 tahun atau tingkat SD kelas 1-3.

“Tema gambar yang diwarnai seputar Kartini. Untuk perlengkapan, masing-masing dibawa sendiri oleh peserta,” sebut Levina.

Untuk menjadi peserta, cukup dengan mendaftar ke Batam Pos atau menghubungi Levina di 082172722127. Dengan biaya pendaftaran hanya Rp 20 ribu, peserta berkesempatan membawa pulang uang tunai, tropi, dan sertifikat untuk tiga orang pemenang.

“Pendaftaran sudah dibuka dari sekarang hingga 20 April mendatang,” tutupnya. (nji)

Harga Daging Ayam Tinggi, Pemilik Warung Menjerit

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Harga daging ayam segar mencapai Rp 38 ribu per kilogram, Kamis (18/4). Tingginya harga tersebut tentu menambah beban masyarakat, tak terkecuali para pemilik warung nasi. Seperti yang dikeluhkan Mariati, harga ayam sekarang menyulitkan dan membuat mereka bingung untuk mematok harga seporsi nasi.

“Harga ayam naik turun. Bingung juga mau kasih harga berapa ke pelanggan,” Mariati pemilik rumah makan di Greenland, Batamcenter.

Dia mengatakan seporsi nasi ia jual Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu perporsi, harga tersebut sudah termasuk sepotong ayam. “Mau kurangi porsi nanti pelanggan pada lari,” katanya.

Dia menyebutkan jika beberapa bulan belakangan ini harga ayam selalu naik turun. Kondisi itu membuat para penjual seperti dia kebingungan mematokkan harga.

“Harga gak pernah stabil,” ucapnya.

Dorman seorang penjual daging ayam di Pasar Botania mengatakan terpaksa menjual harga ayam dengan harga tinggi, sebab modal yang ia ambil dari peternak memang sudah tinggi. “Modal paling rendah itu Rp 34 ribu, makanya harganya semahal sekarang,” ujarnya.

Dia mengatakan harga ayam tinggi sejak seminggu belakangan ini. Ia pun memperkirakan harga ayam terus merangkak naik saat memasuki Ramadan pada awal bulan Mei mendatang.

“Belum ada tanda-tanda turun,” ungkapnya.

Tak hanya daging, komoditas sayur juga masih terpantau tinggi. Felix seorang penjual sayur di pasar tersebut merincikan untuk harga bawang merah Jawa dijual Rp 32 ribu dari harga sebelumnya Rp 26 ribu. Cabai merah dari Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 45-50 ribu. Tomat dari Rp 12 ribu menjadi Rp 16 ribu, kacang panjang dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu, timun dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu serta bengkoang dari Rp 12 ribu menjadi Rp 19 ribu.

Banyak Drainase Tertutup Tanah

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Saat ini banyak drainase yang kondisinya sudah dangkal. Bahkan beberapa parit atau drainase yang tertutup tanah sehingga saat hujan deras air akan menggenangi jalan raya.

Misalnya drainase atau parit di pinggir jalan menuju Gurindam Raya Batuaji. Parit di sisi kiri dan kanan jalan raya tertutup tanah. Terutama dekat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dekat perumahan Aster Raya, paritnya sudah tertutup tanah.

“Makanya kalau hujan di sini, airnya langsung ke jalan. Mungkin memang perumahan tak banjir. Tapi jalan tergenang dan sangat tak nyaman untuk pengendara,” kata Lina, warga perumahan Aster Raya, Rabu (17/4).

Lina meminta agar parit di sana dinormalkan sehingga air bisa lancar mengalir ke drainase induk di dekat perumahan Bukit Sakinah. “Kadang air bercampur dengan sampah di jalan raya. Sangat bau dan mengganggu pengendara,” katanya.

Selain di sana, drainase di dekat perumahan Senawangi banyak endapan lumpur. Sampah plastik juga banyak di dalam drainase dan menghambat aliran air.

“Memang sampah banyak di sini. Dan memang sangat jarang dibersihkan. Kalau hujan deras di sini, jalan ini sering terendam banjir,” kata Barata, warga perumahan Senawangi, Batuaji.

Di simpang Mandalai, Sagulung pun darinase tertutup tanah. Di sana jarang dilakukan pendalaman alur air sehingga tidak jarang kalau hujan deras pun, air sulit untuk mengalir ke drainase Induk. Meski memang di sana, khususnya dekat pasar Melayu sudah sering dilakukan normalisasi drainase.

“Memang tanah masih banyak di drainase ini, tapi ini memang sudah sering dinormalisasi. Dan memang sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan dan normalisasi drainase. Di mana di daerah Batuaji ada alat berat yang memang siaga. Bahkan titik banjir di jalan raya sudah berkurang karena memang drainase nya sudah diperbaiki.

“Misalnya di daerah Tembesi dan di sekitar Pantai Melayu itu sudah jarang banjir. Dan kita akan terus mengurangi titik banjir yang ada di Batam,” katanya. (ian)

Kabar dari ATB untuk Warga Rusun Tanjunguncang

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Head of Corporate Secretary ATB Maria Y Jacobus menyebutkan, area Tanjunguncang adalah stress area. Dimana pasokan tambahan harus dibantu dari Dam Tembesi.

Namun begitu, ATB saat ini sedang melakukan kajian untuk investasi peningkatan suplay.

Dam Tembesi solusi ideal dalam menyuplai tambahan air ke Tanjunguncang,” kata Maria, saat menanggapi terkait tidak berjalan nya suplai air baik dari pipa ataupun mobil tanki ATB, kemarin.

Diakuinya, untuk perbaikan suplai Tanjunguncang, beberapa rencana sedang dalam kajian. Termasuk juga solusi alternatif agar masyarakat yang berada di lokasi itu tetap tersuplai air bersih.

“Nanti Selasa (23/4) saya update. Diingatin ya,” kata Maria.

Untuk solusi jangka pendek sendiri, ia mengaku pengaturan air sudah dilakukan. pelanggan memang tak bisa mendapatkan air 24 jam karena memang pasokan air bersih kurang ke arah Tanjunguncang.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini masalahnya sudah teratasi,” tambahnya.

Selain itu solusi jangka pendek lainnya adalah dengan menggunakan mobil tangki. Mobil tangki baru bisa digunakan jika sudah 1 kali 24 jam total air tidak mengalir sama sekali.

“Untuk ke rusun Tanjunguncang mobil tangki tiap malam hari masih jalan,” jelasnya.

Sebelumnya, krisis air bersih kembali terjadi di rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam I di Tanjunguncang, Batuaji. Sudah sepekan ini suplai air baik dari pipa ataupun mobil tanki ATB tak jalan.

Ratusan kepala keluarga yang menghuni rusun di simpang PT Batamec itu kembali resah. Mereka kembali kewalahan mendapatkan stok air bersih sebab sejumlah bak penampungan sudah benar-benar kosong.

“Stok terakhir pagi tadi. Saat ambil (dari dalam bak penampungan) saling berebutan sampai perang mulut sesama warga pagi tadi. Sudah seminggu ini baik yang dari pipa ataupun tanki tak muncul lagi,” ujar Andre, penghuni blok C Rusunawa, Kamis (18/4/2019).

Air yang dialirkan melalui pipa pada malam hari terakhir mengalir Sabtu (13/4) lalu, begitu juga dengan pasokan manual menggunakan mobil tanki sudah sepekan tak berjalan. Warga rusun kembali mempertanyakan tanggungjawab pihak ATB sebab persoalan ini terjadi sudah bertahun-tahun dan sepertinya bukan persoalan serius ATB.

“Padahal kami bayar terus biaya beban meteran Rp 45 ribu perbulan (perhunian). Tapi ini dianggap sebelah mata oleh ATB. Mau komplain dan protes yang seperti apa lagi baru mereka tanggap serius. Kemarin ribut di media baru sibuk antar pakai tanki, sekarang lengah dikit kembali tak ngalir,” keluh Anita, penghuni lainnya. (rng)

Konsumsi BBM Meningkat Selama Pemilu

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id  – Selama periode Pemilu 2019, terjadi peningkatan konsumsi BBM sebanyak 2,4 persen dan LPG sebanyak 2 persen. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo mengatakan realisasi rata-rata harian BBM untuk wilayah Sumbagut sebanyak 20,8 ribu KL, meningkat sebanyak 2,4 persen bila dibandingkan dengan bulan Maret 2019.

“Sehari setelah Pemilu, dalam pantauan kami pasokan BBM aman. Konsumsi Pertamax pada hari ini (18/4) sebanyak 852 KL atau naik sebanyak 22% dibandingkan dengan Daily Objective Throughput (DOT) sebanyak 697 KL untuk di wilayah MOR I,” ujar Roby, Kamis (18/4)

Roby merincikan realisasi rata-rata harian untuk produk-produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) meningkat sebanyak 2,9 persen . Sedangkan untuk produk-produk gasoil (Solar, Dexlite dan Pertamina Dex) terjadi peningkatan sebanyak 1,6 persen.

Sementara untuk penyaluran LPG, tambahan sebanyak rata-rata 4 persen dari pasokan normal telah disiapkan Pertamina MOR I untuk mengantisipasi lonjakan peningkatan konsumsi LPG. Pada periode pemilu ini, terjadi peningkatan 2% bila dibandingkan dengan bulan Maret 2019. “Peningkatan konsumsi LPG di hunian maupun rumah makan terjadi berkat masyarakat yang berkumpul bersama keluarga pada saat Pemilu serta hari libur pada pekan ini,” tutur Roby.

Sebelumnya, Februari lalu Pertamina telah membentuk Satgas Pemilu untuk memastikan keamanan dalam produksi hingga proses distribusi produk-produk Pertamina kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaan Satgas Pemilu ini, Pertamina juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri, sehingga keamanan pasokan BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia menjadi lebih terjamin. (une)