batampos.co.id – Pemko Batam terus mengupayakan proses revitalisasi Pasar Induk Jodoh.
Sebelumnya penyerahan aset dari Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada Pemko Batam selesai dilakukan pada 2018 lalu.
Saat ini Pemko Batam tengah menyusun sejumlah langkah untuk percepatan proses revitalisasi pasar induk yang terletak di kawasan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar itu.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan, setidaknya ada tiga langkah awal yang diupayakan Pemko Batam sebagai proses awal menuju revitalisasi ini.
Sudut Pasar Induk, Jodoh, Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Hal ini disampaikannya saat ditemui di gedung DPRD Kota Batam, Rabu (3/7/2019). Ketiga hal tersebut adalah:
1. Rekomendasi dari Provinsi Kepri
Pemko Batam saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kepri, untuk memberikan rekomendasi untuk percepatan revitasilasi pasar Induk Jodoh ini kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pada prosesnya, pemerintah pusat saat ini justru memberikan rekomendasi atas rencana pembangunan pasar induk untuk Kota Tanjungpinang yang lebih dulu sampai ke Kemendag.
“Ini yang akan kita kejar, kalau rekomendasi ini sudah masuk maka langkah selanjutnya akan lebih mudah kita jalani,” kata Amsakar di halaman gedung DPRD Kota Batam.
2. Menyiapkan Tim Penilai Aset
Kesiapan tim penilai aset kata Amsakar memiliki peran penting terhadap proses revitalisasi ini. Karena sebelum bangunan pasar induk ini dirobohkan, maka harus diketahui nilainya.
“Tim ini harus cakap, jadi dari mereka kita tahu berapa nilai aset yang ada sebelum dirobohkan,” kata Amsakar lagi.
3. Penertiban di lokasi Pasar Induk Jodoh
Amsakar menjelaskan, penertiban pedagang yang ada di sekitar lokasi pasar induk ini memang menjadi sebuah keniscayaan.
Akan tetapi hak tersebut baru akan dilakukan setelah rekomendasi yang disampaikan kepada Kemendag disetujui terlebih dahulu. Demikian juga dengan proses penilaian yang dilakukan oleh tim penilai aset.(bbi)
batampos.co.id – PT Unisem dipastikan menutup operasionalnya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 30 September 2019 mendatang. Hal itu membuat para karyawan perusahaan elektronik tersebut memutar otak.
Apa saja yang dilakukan sekitar 1.505 karyawan PT Unisem menjelang perusahaannya berhenti beroperasi.
PT Unisem akan menutup total usahanya di Kota Batam pada September 2019 mendatang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Berikut Rinciannya:
1. Menacari Pekerjaan Baru
Informasi yang didapatkan batampos.co.id ratusan pekerja PT Unisem berbaur dengan para pencari kerja di Multy Purpose Hall (MPH) Batamindo. Mereka berlomba untuk mendapatkan pekerjaan baru untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
“Kami yang masih baru (kontrak) ini tentu harus memikirkan pekerjaan baru,” kata karyawan PT Unisem, Indah.
2. Menghitung Pesangon
Sementara itu sebagian karyawan PT Unisem khususnya yang sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan tersebut sedang menghitung berapa total pesangon yang akan mereka dapatkan apabila perusahaan tersebut tutup pada 30 Spetember 2019 mendatang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti mengatakan, rata-rata karyawan di PT Unisem sudah bekerja selama 10 tahun lebih. “Dengan masa kerja segitu, satu karyawan bisa mendapatkan pesagon sekitar Rp100 juta,” kata dia.(esa)
batampos.co.id – Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Batam, Sagulung, di hari ketiga berjalan kondusif, Rabu, (3/7/2019).
Kepala sekolah SMAN 5 Batam, Bahtiar, menuturkan pihak sekolah melayani proses verifikasi hingga sore menjelang magrib, dimana per harinya dibatasi sebanyak 200 peserta didik.
“Kita layani semua administrasi dalam sistem zonasi ini hingga sore hari dengan tenaga operator lima orang, yang membuat terkendala paling kelengkapan beberapa berkas domisili untuk menentukan jarak sekolah ke rumah peserta didik,” terangnya.
Ia pun tak menapik jika SMAN 5 merupakan salah satu SMAN yang diminati. Kata dia, jumlah formulir dan nomor antrean di hari ketiga sudah mencapai 650 lebih.
Jumlah itu lanjutnya, melebihi kouta daya tampung sekolah yang hanya 360 siswa yang dibagi dalam 10 kelas.
Panitia PPDB SMA Negeri 5 Kota Batam melakukan proses verifikasi zonasi calon siswa, Panitia PPDB di SMA Negeri 5 melakukan verifikasi hingga menjelang magrib. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id
“Alhamdulilah dihari ketiga ini masih terpantau kondusif, orang tua siswa juga sudah memahami dan mengikuti aturan penerimaan,” katanya
Ia menambahkan, untuk jalur prestasi sesuai juknis Dinas Pendidikan Provinsi kouta sebanyak 15 persen yang terbagi dalam dua jenis.
Yakni, prestasi akademik dari nilai Ujian Nasional (UN) dan rapor. Lalu, non akademik seperti pengembangan diri siswa yang bersertifikat tingkat kota dan provinsi.
“Jadi dari total 360 siswa terdapat kouta 50 siswa (prestasi). Diharapkan orang tua siswa bisa menerima dan memahami untuk aturan proses PPDB tahun ini,” harapnya.
Ditempat terpisah, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 5, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga berjalan lancar.
Ketua Panitia PPDB SMKN 5, Enda Kumalasari, mengatakan sesuai dengan juknis Disdik Provinsi, kouta untuk SMKN 5 sebanyak 720 siswa.
Jumlah itu dibagi dalam 20 kelas dan masing-masing kelas diisi 36 siswa. Dihari ketiga PPDB kata dia, total ada 900 formulir pendaftaran yang dikeluarkan dan diprediksi terus bertambah hingga batas akhir 6 Juli 2019 mendatang.
Ia menambahkan, kriteria persyaratan yang harus dipenuhi peserta didik adalah, verifikasi berkas, tes buta warna, tes fisik, lalu akademik dari hasil UN dan rapor siswa, dan tes bidang matematika dan bahasa inggris.
Untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Multimedia menjadi jurusan yang diminati oleh peserta didik.
“Jadi warga tidak ada yang memaksakan dirinya apabila anaknya tidak lolos, karena itu sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.(cr1)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji kembali membekuk jaringan pencurian sepeda motor (curanmor) yang pelakunya masih dibawa umur.
Mereka ialah Dr, dan La. Keduanya masih berusia 14 tahun dan masih aktif sebagai siswa kelas dua di salah satu SMP di Batuaji.
Mereka dibekuk karena melakukan penncurian sepeda motor Yamaha Vega R milik warga di Batuaji, pekan lalu.
Keduanya mengaku sepeda motor curian tersebut akan dijual sebagai modal untuk bermain warnet.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Melki Sihombing, mengatakan, Dr dan La dibekuk saat saat sedang menikmati permainan di salah satu warnet di kaveling lama, Sagulung, Rabu (3/7/2019) dini hari.
Dua siswa SMP diamankan Polsek Batuaji karena melakukan pencurian sepeda motor. Keduanya mengaku akan menjual kendaraan tersebut untuk biaya bermain warnet. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Laporan (kehilangan sepeda motor) sudah sepekan yang lalu dan malam tadi korban datang memberitahu motornya ada di kaveling lama,” ujarnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak lantas menuju lokasi dan mendapati kedua bocah itu sebagai pelaku pencurian sepeda motor.
Kata dia, hasil pemeriksaan sementara keduanya pernah berurusan dengan polisi dalam kasus yang sama.
Namun karena pertimbangan umur, keduanya sempat maafkan. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Polsek Batuaji dan diduga kerap melakukan aksi serupa.
Dengan adanya pengungkapan kasus itu jajaran Polsek Batuaji kembali menyoroti instansi pemerintah terkait yang berwenang memberikan izin operasional warnet.
Polisi berharap agar dinas terkait segera turun menertibkan warnet yang operasi tanpa batasan umur kepada pengunjung.
“Banyak (warner) yang buka sampai pagi, ini yang jadi penyakit sebenarnya,” jelasnya.
“Anak-anak bebas bermain sampai pagi sehingga menjadi ketagihan dan saat tak ada uang nekat berbuat seperti ini (mencuri) dan ini harus menjadi diperhatikan juga,” jelasnya.(eja)
batampos.co.id – Ratusan pria dan wanita memenuhi Multy Purpose Hall (MPH) Batamindo. Mereka ada para pencari kerja (pencaker) yang berasa daalam maupun luar Kota Batam.
Tujuan mereka “menyemuti” MPH Batamindo hanya satu. Bisa mendapatkan pekerjaan menjadi operator di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri tersebut.
Seperti yang terlihat pada Selasa (2/7/2019). Di lokasi tersebut terdapat tiga perusahaan membuka lowongan pekerjaan, yakni PT Alcon, Ciba Vision, dan Indoyasa.
Di lokasi tersebut ratusan pencari kerja (pencaker) yang didominasi usia produktif tersebut memenuhi di MPH Batamindo.
Proses perekrutan pun tak luput dari aksi saling dorong antar pencaker agar mendapat barisan terdepan.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para pencaker. Seperti umur mulai 18 hingga 22 tahun dan tinggi badan, lalu lulusan SMA jurusan IPA, serta kelengkapan berkas pendukung.
Persyaratan tambahan adalah mengukur kelembaban telapak tangan para pencaker yang tidak mudah berkeringat. Hal ini dilakukan PT Ciba Vision.
”Iya ini, PT Ciba membutuhkan operator, saya langsung ikut masuk antre,” kata Wulandari.
“Sudah lolos tinggi badan, tinggal menunggu tes tertulis saja,” kata pencaker asal Langkat, Sumatera Utara.
Situasi serupa juga terjadi ketika PT Indoyasa Karya Utama membuka lowongan khusus wanita dengan syarat umur maksimal 21 tahun, serta kelengkapan berkas pendukung.
Dari proses perekrutan terlihat puluhan pencaker kecewa sebab tidak memenuhi persyaratan.
”Sudah lama mengantre dan berdesakan namun ujungnya tak lolos karena tidak ada berkas pendukung,” ujar Hesti dengan raut kecewa.
Meskipun, beberapa hari terakhir mendapat kabar bahwa salah satu perusahaan di Batamindo akan tutup dan tidak menutup kemungkinan perusahaan industri lainnya akan mengalami hal serupa, tapi para pencaker tetap optimis bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan.
Seperti diungkapkan Andi Wijaya, 26. Pencaker asal Kota Batam ini mengaku cukup khawatir dengan perkembangan situasi industri di Kota Batam.
”Ya meskipun kabar adanya beberapa perusahaan tutup, kami juga tetap berusaha untuk bersaing (mendapatkan pekerjaan-red),” ujarnya.
“Bagaimana pun Batam masih jadi tempat perantauan mencari nafkah,” papar dia lagi.
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengakui, saat ini lowongan pekerjaan di Kota Batam masih terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pencaker.
”Padahal di daerah asal mereka juga ada perusahaan, namun mereka tetap memilih Batam. Alasannya upah di Batam cukup tinggi,” pungkasnya.(cr1)
batampos.co.id – Hingga saat ini para pedagang di kawasan Tos 3000 belum bisa direlokasi dengan alasan tidak adanya tempat untuk memindahkan mereka.
Kepala Bidang Ketenteraman Umum dan Ketertiban (Kabid Trantib) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, rencananya para pedagang di kawasan Tos 3000 akan direlokasi ke Pasar Induk Jodoh.
Namun hingga saat ini lokasi tersebut belum selesai dibangun.
Sejumlah warga mengunjungi lapak penjualan baju bekas di jalan depan Pasar Tos 3000 Jodoh, beberapa waktu lalu. Deretan lapak pedagang itu mempersempit akses jalan tersebut. Foto: Dokumentas Batam Pos
”Bagaimana kami mau pindahkan jika belum punya solusi. Lokasi untuk relokasi saja belum bisa dibangun,” kata dia, Selasa (2/7/2019).
“Ya kalau memang mau ditertibkan, paling tidak harus ada solusi untuk mereka,” jelas Imam lagi.
Menurut dia, pihaknya sudah kerap menertibkan para pedagang. Namun, para pedagang kembali berjualan setelah petugas pergi.
Bahkan menurutnya, para pedagang berjualan hingga 24 jam.
”Memang hampir 24 jam yang berjualan di situ. Sudah sering kami tertibkan dan mereka balik lagi. Jadi, penertiban menunggu pasar induk selesai,” paparnya.(she)
batampos.co.id – Limbah plastik yang dinilai membahayakan lingkungan Kota Batam terus menjadi sorotan berbagai pihak di kota industri ini.
Bahkan empat perusahaan pengimpor limbah plastik yang diketahui mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) diminta Bea Cukai untuk segera mengembalikan seluruh barang tersebut ke negara asalnya.
Hal itu ditanggapi PT Esun Internasional Utama Indonesia. Manajemen perusahaan daur ulang yang mengimpor material dari luar negeri tersebut menjelaskan, semua proses pengolahan dilakukan sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada.
“Tidak semua perusahan daur ulang berbahaya, perusahaan kami ini boleh dicek. Barang produksi jenis apapun semuanya direkspor kembali,” ujar Manajer PT Esun, Injo, Rabu (3/7/2019).
Kata dia, perusahaan yang berlokasi di Sekupang itu sudah beroperasi sejak 2017 lalu. Menurutnya barang produksi yang diolah semuanya direkspor kembali tanpa menyisakan limbah apapun.
Manager PT Esun Internasional Utama Indonesia, Injo (tengah) menjelaskan proses daur ulang yang dilakukan perusahaannya. Kata dia seluruh komponen yang didaur ulang akan direekspor kembali ke negara asal. Foto: Eja/batampos.co.id
“Di sini kita memilah komponen yang ada dalam barang tersebut satu persatu untuk didaur ulang jadi bahan baku baru,” kata dia.
“Misalkan dispenser, yang kami datangkan (untuk diproduksi) dispenser utuh. Semua komponen dipisahkan,” jelasnya lagi.
“Setelah diolah, komponen-komponen ini semuanya direkspor kembali. Bukan hanya ambil kawat atau tembaganya saja,” paparnya.
Bahkan kata dia, unsur plastik pun dikembalikan ke negara asalnya.
“Jadi tak ada limbah yang ditinggalkan,” terang Injo.
PT Esun lanjutnya, mempekerjakan 1.200 pekerja lokal dan berjalan dengan baik dalam pengawasan instansi pemerintah terkait.
“Semua izin ada, termasuk dari Kementerian Perdagangan untuk izin masuk barang bekas. Tak ada masalah,” tuturnya.
“Justru perusahaan membantu meningkatkan perekonomian di Batam. Ada 1.200 pekerja loh. Berapa ribu orang yang mereka tanggung dengan bekerja di sini,” ujar Injo.(eja)
batampos.co.id – Ada yang aneh dari layanan transportasi massa Trans Batam rute Tanjungpiayu-Batam Centre pada Rabu (3/7) pagi.
Dua bus yang melintas dari arah Piayu menuju kawasan Batam Centre tidak berhenti ketika ada penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi darat ini.
Kondisi tersebut dialami oleh DS, 24, warga Kecamatan Sungai Beduk ketika dirinya akan berangkat kerja menuju Batam Centre.
DS menjelaskan, sekitar pukul 08.30 WIB, dirinya tiba di halte Kampung Bagan, sesaat kemudian melintas bus Trans Batam yang biasa melayani rute tersebut.
Anehnya, setelah diminta berhenti melalui lambaian tangan, bus tersebut tetap melaju tanpa menghiraukannya.
Tidak ingin berfikir negatif, DS selanjutnya memilih untuk berpindah ke halte di kawasan Bukit Kemuning. Akan tetapi perlakuan serupa tetap diterima wanita ini.
“Bus yang kedua itu justru lebih laju lagi jalannya, yang pertama agak pelan tapi tidak berhenti juga,” kata DS menjelaskan.
DS sendiri mengaku tidak mengetahui apa alasan supir bus tidak berhenti di dua halte tersebut. Padahal sebelumnya ia biasa menggunakan jasa angkutan ini.
Bus Trans Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Dia mengaku cukup kesal dengan kondisi yang dialaminya dan berharap kondisi ini bisa dijelaskan oleh pihak terkait.
Kepala UPT Trans Batam, Paizal, menyayangkan adanya laporan bus Trans Batam yang tidak menaikan penumpang.
Padahal sejatinya layanan transportasi darat ini wajib berhenti di setiap titik halte yang telah ditentukan.
Atas kondisi tersebut, Paizal, mengaku akan segera mengambil tindakan dengan memanggil operator untuk menjelaskan kemungkinan pelanggaran yang dilakukan.
“Berdasarkan ketentuan dalam kontrak kita dengan pihak ketiga, akan kita panggil pihak operator untuk klarifikasi hal tersebut, agar tidak terjadi lagi,” kata Paizal ketika dihubungi pada Rabu (3/7/2019).
Untuk melakukan pengawasan, pihaknya berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan memberikan keterangan ciri-ciri bus Trans Batam yang tidak berhenti di halte.
Selain warna dan plat nomor bus, pihaknya juga telah memasang nomor pada setiap bus Trans Batam yang beroperasi.
Hal ini untuk mempermudah melakukan identifikasi jika bus yang beroperasi melakukan pelanggaran.
“Apabila benar bus itu tidak berhenti, maka akan kita tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
“Kalau informasi yang disampaikan pada kita jelas busnya nomor berapa, maka akan bisa segera kita lakukan pemanggilan,” kata Paizal lagi.(bbi)
batampos.co.id – Selasa (2/7/2019) lahir anak sapi hasil inseminasi buatan yang ke 106. Hal itu menunjukan program IB berhasil, meskipun selama ini masih minim perhatian dari pemerintah.
batampos.co.id – Hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMAN dan SMKN di Batam, jumlah pendaftar terus bertambah.
Bahkan, nomor antrean yang dibagikan telah jauh melebihi kuota penerimaan yang ditetapkan. Seperti di SMAN 1 Batam di Sekupang. Ratusan orang antre untuk verifikasi berkas.
“Kami tetap buka, satu hari itu maksimal 100 pendaftar,” kata Kepala SMAN 1 Batam M Chaidir, Selasa (2/7/2019).
“Jadi, mereka yang sudah memilih SMAN 1 Batam harus melakukan verifikasi dan pengecekan titik koordinat (jarak lokasi rumah ke sekolah),” ujarnya lagi.
Ia mengatakan, melihat antusias orangtua yang melakukan verifikasi diperkirakan jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.
Tahun ini, jumlah siswa yang akan diterima di sekolah itu hanya 257 siswa dan ditempatkan di tujuh kelas nantinya.
Calon siswa ditemani orangtuanya mendaftar di SMAN 3 Batam saat PPDB hari kedua, Selasa (2/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Kan masih ada beberapa hari lagi pendaftaran. Kami belum bisa memprediksi berapa total pendaftar di sini,” sebutnya.
Chaidir mengungkapkan, meskipun pemerintah sudah menghapus status sekolah unggulan, namun antusias siswa masuk ke sini tetap tinggi.
“Ya semua ingin ke sini tapi kan daya tampung tidak sanggup. Nanti tetap melihat jarak rumah ke sekolah,” imbuhnya.
Mengenai kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel), Chaidir menjelaskan pihaknya tidak bisa mengambil keputusan. Karena lanjutnya itu merupakan kebijakan Dinas Pendidikan.
“Kami tuntaskan dulu penerimaan ini, setelah itu kami serahkan kepada dinas. Jika memang ada keputusan baru, itu pasca PPDB selesai dilaksanakan,” paparnya.
Nurahman, 43, warga Seiharapan menuturkan proses verifikasi berkas dan penghitungan titik koordinat berjalan dengan cepat.
Anaknya merupakan lulusan di SMPN 3 Batam dan sangat berharap bisa diterima di SMAN 1 Batam. “Biar dekat dari rumah, maka-nya saya sangat berharap anak saya bisa diterima,” imbuhnya.
Diumumkan 6 Juli 2019
Hari kedua verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMAN 3 Batam di Batam Kota masih ramai, Selasa (2/7/2019).
Sekitar 350 calon siswa beserta orang tuanya telah antre sejak pagi. Padahal, kuota penerimaan di SMAN 3 hanya 252 siswa.
Asmira, warga Botania sangat berharap anaknya diterima di SMAN 3 Batam. Hal itu karena rumahnya dekat dengan sekolah favorit tersebut.
“Yang daftar banyak banget, rata-rata mereka mengaku tinggal dekat sini. Saya berharap anak saya bisa diterima,” harap wanita berusia 41 tahun ini.
Karena itu, ia meminta agar pihak sekolah dapat bersikap sportif dan bijaksana soal penerimaan siswa. Jangan sampai, sistem zonasi yang telah diterapkan pemerintah diabaikan pihak sekolah.
“Semoga sekolah punya pertimbangan yang baik. Sebab, yang daftar dipastikan ada yang tempat tinggalnya jauh, “ujarnya.
Sementara, ketua panitia PPDB SMAN 3 Batam, Edison Doloksaribu, mengatakan, dalam dua hari pihaknya sudah menerima lebih dari 1.000 data calon siswa.
Sekitar 700 lebih di hari pertama dan 350 lebih di hari kedua.
“Untuk data yang real berhasil di verifikasi sekitar 125-an itu untuk hari pertama, untuk hari kedua data yang masuk lebih 350 dan sedang antre untuk diverifikasi,” imbuhnya.
Menurut dia, panitia bekerja keras untuk memverifikasi data agar tak ada yang terlewat. Untungnya, lanjut Edison, jaringan tak ada masalah.
“Ada 6 operator yang stand by, jaringan tak ada masalah. Sampai sekarang saya tak berani mengganggu panitia yang bekerja, karena takut konsentrasi mereka pecah. Data yang dimasukkan banyak,” jelasnya.
Dikatakannya, proses verifikasi data berlangsung selama 6 hari dari pukul 08.00-14.00 WIB. Hasil seleksi nanti akan diumumkan tanggal 6 Juli.
“Hari pertama teman-teman bekerja hingga pukul 17.00, hari kedua ini cukup sampai 14.30. Kasihan mereka butuh istirahat juga,’’ ungkap Edison.
Untuk diketahui, jumlah kuota siswa di SMAN 3 Batam hanya 252 siswa. Jumlah itu terdiri dari 216 untuk siswa sesuai zonasi dan 36 untuk siswa dari jalur prestasi dan perpindahan orangtua. “Untuk sekarang tak pakai nilai, pakainya sistem zonasi saja,’’ tutup Edison. (yui/she)