Minggu, 21 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11345

Hutan Bakau di Kota Batam, Disulap jadi Kaveling

0

batampos.co.id – Kerusakan hutan mangrove tidak saja terjadi di pulau-pulau akibat pembalakan liar, tapi juga di wilayah pesisir kota Batam.

Salah satunya terjadi di wilayah Dapur 12 Sagulung. Puluhan hektare hutan bakau telah berubah jadi hamparan lahan siap pakai.

Lahan-lahan timbunan hutan bakau itu diperjualbelikan dalam bentuk lahan kaveling oleh pihak perusahaan.

Padahal Badan Pengusahaan (BP) Batam sebelumnya sudah memperingati bahwa aktivitas jual beli lahan kaveling di Batam adalah illegal.

Selain itu BP Batam juga sudah menghentikan alokasi lahan kaveling sejak beberapa waktu lalu.

Masyarakat setempat angkat suara berharap ada tindakan dari instansi pemerintah terkait sehingga, kerusakan hutan bakau tidak meluas.

“Bagus segera ditindak, sekalian untuk mencegah adanya korban jual beli lahan kaveling yang masih diragukan legalitasnya itu,” kata Hartono, masyarakat Dapur 12, Sagulung.

Salah satu hutan lindung yang sudah rata dengan tanah dan berdiri beberapa bangunan. Bukan hanya hutan lindung, hutan bakau kini juga disulap oleh pihak yang tidak bertanggungjawab menjadi lahan kaveling. Foto: Galih/batampos.co.id

Dari pantauan batampos.co.id, hutan bakau yang ditimbun untuk lokasi kaveling yang diperjual belikan itu berada di atas lahan satu hektar.

Lokasinya tidak jauh dari kampung Tua Dapur 12. Lahan itu disebut warga dikelola oleh salah satu perusahaan yang mengaku telah mengantongi perizinan dari instansi pemerintah terkait.

“Perlu ada tindakan dari instansi pemerintah terkait sehingga tidak ada korban (pembeli lahan kaveling, red) nantinya,” ujar Rudi, warga lainnya.

Namun hal yang lebih disesalkan warga adalah pengerusakan hutan bakau. Jika pengerusakan bakau tidak segera dihentikan, maka tidak menutupi kemungkinan pesisir pantai di Batam dan pulau-pulau yang ada tidak ada lagi hutan bakau.

Jika ini terjadi, nelayan lokal yang akan merasakan dampaknya. Kerusakan lingkungan perairan juga semakin parah tentunya.

“Hutan bakau itulah yang jadi harapan nelayan saat ini, kalau semua dibabat untuk kepentingan perusahaan atau sekelompok orang, kasian nelayan dan anak cucu kita kedepannya,” ujarnya Azhar, nelayan Dapur 12, Sagulung.(eja)

Limbah Plastik Impor Berserahkan di Pemukiman Warga

0

batampos.co.idLimbah plastik impor kembali meresahkan masyarakt kota Batam khususnya yang menetap di sekitar Batuaji.

Tumpukan limbah plastik impor tersebut terlihat pinggir jalan menuju pelabuhan Sagulung kelurahan Tanjunguncang dekat pemukiman kampung Tua Seibinti.

Plastik bekas yang didatangkan berton-ton dibiarkan berserak di lokasi tersebut. Informasi yang didapat batampos.co.id, sampah plastik ini didatangkan oleh salah satu perusahaan pengolahan limbah di dekat kawasan lokalisasi Sintai, Tanjunguncang.

Namun hingga kini warga tidak tahu perusahaan apa yang membiarkan sampah plastik di sekitar kediaman mereka tersebut.

Baca Juga: Ngeri…Limbah Medis Berserakan di Pinggir Jalan Kota Batam

“Tak ada plang nama, perusahaan baru berupa lahan dan gedung kosong,” ujar Andi, warga Sebinti, Senin (5/8/2019).

Kata dia, plastik impor yang menumpuk tersebut sengaja didatangkan pihak perusahaan untuk dipilah-pilah oleh pekerja.

Limbah plastik impor yang dibiarkan di pinggir jalan menuju pelabuhan Sagulung dekat pemukiman kampung Tua Seibinti. Foto: Eja/batampos.co.id

“Ini semacam tempat sortir gitu, tidak semua (plastik impor) dibawa ke perusahan untuk diolah, makanya ditumpuk di sini dulu untuk dipilah,” katanya.

Baca Juga: Ratusan Karung Limbah Dibuang ke Bibir Pantai

“Sudah lama ini, kemarin-kemarin banyak yang berserahkan tapi setelah ada komplain mereka mulai bakar perlahan-lahan,” ujarny lagi.

Namun asap pembakaran juga membuat masyarakat resah. Karena masuk ke dalam pemukiman mereka.

Dia berharap agar instansi pemerintah terkait segara mengambil tindakan. Sehingga tidak berdampak lebih besar bagi lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

“Semoga ini segera ditangani juga karena sangat banyak plastik yang berserahkan di sekitar sini,” harap Fajri, masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie belum bisa dikonfirmasi. Panggilan telepon dan pesan singkat belum direspon hingga sore kemarin.(eja)

Pesisir Medan-Batam Jalur Favorit Bandar Narkotika

0

batampos.co.id – Para bandar terus mencari cara menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri mendeteksi metode baru berupa pemecahan pengiriman narkotika untuk memuluskan masuknya barang haram tersebut.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan, petugas telah mendeteksi adanya strategi baru tersebut. Yakni, memecah pengiriman narkotika menjadi beberapa rute.

”Strategi ini dipilih setelah kasus pengiriman 1,5 ton sabu menggunakan satu kapal terungkap di Batam,” paparnya.

Dari kegagalan itu, bandar ternyata meninggalkan cara mengirim dalam satu pengiriman besar. Maka, yang terjadi saat ini pengungkapan kasus penyelundupan dengan barang bukti maksimal hanya 50 kilogram. ”Itu karena beberapa ton dipecah, dikirim dengan sepuluh kapal,” jelasnya.

Yang lima kapal tertangkap oleh petugas, namun lima kapal lainnya lolos masuk. Memang strategi ini harus dicari solusinya agar bisa dicegah. ”Kami terus berupaya,” papar jenderal bintang satu tersebut.

Barang bukti

Menurutnya, salah satu cara untuk menghentikan strategi semacam itu adalah bekerjasama dengan kepolisian asal narkotika. Saat ini, Dittipid Narkoba terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara.

”Misalnya, Malaysia yang menjadi salah satu transit pengiriman narkotika,” tuturnya.

Kerja sama lainnya juga terus dilakukan dengan target untuk bisa menangkap bandar utama yang mengirim narkotika ke Indonesia. ”Kami sedang berusaha keras untuk ini,” tuturnya.

Selain itu, yang juga dilakukan adalah pemetaan sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Dari Aceh, Medan hingga Batam. Sebab, wilayah itu merupakan tempat favorit pengiriman barang oleh bandar narkotika.

”Sistemnya mereka dari Myanmar memakai kapal ke wilayah laut internasional, berdekatan dengan Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.

Di wilayah laut internasional ini, bandar melakukan pemindahan narkotika dengan sistem ship to ship. Dari kapal besar ke kapal kecil yang jumlahnya banyak.

”Dipecahnya di proses ini,” tuturnya.

Biasanya, bandar narkotika ini bekerjasama dengan bandar asal Malaysia untuk mengirim masuk ke Indonesia. Saat sampai di wilayah pantai timur Sumatera, barulah bandar narkotika Indonesia menerima dan mengirim barang ke wilayah yang dituju.

”Tentu dengan kurir yang diperbantukan,” ujarnya.

Untuk kurir sendiri, ada fenomena menarik. Petugas menemukan fakta bahwa ada satu kurir yang bekerja untuk beberapa bandar. Hal tersebut menunjukkan seakan-aan ada jasa kurir untuk bandar narkotika.

”Ini yang akan kami kejar juga,” tegasnya. (jpg)

Sakit, JCH Embarkasi Kota Batam Berangkat ke Tanah Suci Melalui Bekasi

0

batampos.co.id – Fatimah Muhammad Dung, Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, melalui Embarkasi Bekasi.

Fatimah semestinya bergabung dengan kelompok terbang 29 Embarkasi Batam, namun gagal berangkat bersama kloternya, karena sakit dengan kadar Hemoglobin rendah sehingga dinilai tidak laik terbang.

“Yang bersangkutan akhirnya diberangkatkan melalui Bekasi,” kata Kepala Bidang Humas dan Informasi Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi di Batam, Senin (5/8/2019).

Bersyukur, setelah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, hemoglobinnya membaik hingga dinyatakan boleh melanjutkan perjalanan ibadah haji.

Jemaah Calon Haji embarkasi Kota Batam saat berada di ruang tunggu Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Namun kata dia, karena Embarkasi Hang Nadim Batam telah selesai memberangkatkan seluruh kloternya, Fatimah terpaksa berangkat bersama kloter di embarkasi lain, yang masih memiliki jadwal penerbangan ke Arab Saudi.

Baca Juga: Kloter Terakhir Jemaah Calon Haji Embarkasi Batam Tiba di Tanah Suci

Seluruh biaya penerbangan Fatimah ke embarkasi Bekasi ditanggung Pemko Tanjungpinang, daerah asalnya.

Sementara seorang calon haji Embarkasi Batam lainnya, Rasmen Kisman asal Mempawah Kalimantan Barat, terpaksa mengurungkan niatnya beribadah haji tahun ini.

Hal itu disebabkan kadar hemoglobinnya tidak kunjung membaik.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan PPIH, beliau tetap tidak memungkinkan berangkat ke Tanah Suci,” jelasnya.

“Akhirnya diputuskan untuk dipulangkan ke daerah,” kata dia lagi.(ant)

Kemenag: Hotel di Provinsi Kepri Wajib Memiliki Sertifikasi Halal

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mewajibkan setiap hotel-hotel di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki sertifikasi halal.

Kepala Sub Bidang Pengawasan Produk dan Jasa Halal Kemenag RI, Bukhori Muslim, mengatakan, keberadaan hotel bersertifikasi halal sangat dibutuhkan.

Apalagi Indonesia mayoritas penduduknya ialah orang muslim.

“Di Tanjungpinang kami sudah melakukan survei dan mensosialisasikannya,” ujarnya, Senin (5/8/2019).

Lanjut dia, hotel yang disurvei yakni Hotel CK dan Hotel Aston. Menurut dia dua hotel ini sudah memiliki sertifikat halal dan telah menyajikan makanan yang halal pula.

“Kegiatan yang sama (survei) juga akan kami lakukan di semua hotel di wilayah Provinsi Kepri lainnya,” tegasnya.

Pengunjung menikmati aneka makanan yang disajikan manajemen slah satu hotel di Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos

Kemenag berharap semua hotel di Kepri telah bersertifikasi halal pada Oktober 2019.

Halal dimaksud tidak hanya menyangkut makanan, tetapi termasuk pula pelayanan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Jika ada hotel yang menyediakan makanan non halal, maka hotel tersebut diwajibkan menyediakan dapur dan restoran khusus.

Demikian pula koki dan peralatan yang digunakan.

“Jadi dua restoran, kokinya berbeda, alat masak dan alat makan yang berbeda pula untuk menjamin kehalalannya,” tegas Bukhori.(ant)

Jambret Gunakan Identitas Orang yang Sudah Meninggal

0

batampos.co.id – MG harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji sejak Jumat (2/8/2019) lalu.

Sopir angkot itu tertangkap basah warga menjambret seorang ibu rumah tangga di simpang Basecamp, Batuaji.

Korban yang belakangan diketahui bernama Amida itu mengalami cidera karena terjatuh dari sepeda motornya saat pelaku merampas tasnya.

Ibu rumah tangga itu bahkan harus dilarikan ke klinik terdekat karena luka-luka di sekujur tubuhnya.

Usai merampas tas korban, pelaku yang beraksi mengendara sepeda motor mencoba kabur.

Ilustrasi

Namun laju kendaraannya terhenti karena dihadang puluhan warga dan pengguna pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

MG tak bisa mengelak dan langsung digelandang ke Mapolsek Batuaji.

“Saya butuh uang, mama saya di kampung sakit, saya sopir carry dan uang saya tak mencukupi dari hasil nambang,” kata pelaku.

Saat awal diamankan ke Polsek Batuaji, pelaku menggunakan nama orang lain yang sudah meninggal.

Dia juga mengantongi fotokopi KTP orang yang sudah meninggal tadi. Identitas aslinya baru terkuak saat keluarga korban yang sudah meninggal mendatangi Polsek Batuaji.

Pelaku memalsukan identisnya itu untuk menjaga nama baiknya di hadapan keluarga.

“Mama saya lagi sakit, saya tak mau sakitnya tambah parah karena tahu saya jambret,” ujarnya.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, atas perbuatannya itu, MG dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan.

“Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” kata dia.(eja)

Atasi Pemadaman Listrik dengan Panel Surya

0

batampos.co.id – PT Nagari Santosa hadir untuk memberikan solusi utama dalam penyelesaian persoalan penerangan.

Pihaknya menghadirkan produk panel surya dari Celesta, perusahaan penyedia panel surya berkualitas dan ternama.

Di mana, panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik.

Saat ini produk tersebut telah dipercaya di beberapa mega properti Batam dan perusahaan industri, yang tentunya memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi.

Dengan pemasangan panel surya ini, para pelanggan akan mendapatkan banyak keuntungan.

Direktur Utama PT Nagari Santosa, Sunaryo Tan, mengatakan, selain bisa menjadi solusi, panel surya ini juga bisa menghemat penggunaan KWH yang membengkak.

Pemasangan panel surya seperti ini bisa membantu warga memenuhi kebutuhan listriknya. Foto: Celesta Asia

”Untuk sistem pembangkit tenaga surya ini sendiri terdapat dua jenis, yakni on grid yang bisa dipakai siang hari saat terdapat cahaya matahari, dan off grid yang bisa digunakan selama 24 jam,” ujar Sunaryo, Selasa (30/7/2019).

Ia menjelaskan, untuk jenis off grid terdapat pemasangan aki yang berguna menyimpan daya yang didapat siang hari, saat panel surya terkena cahaya.

Sementara, untuk on grid tidak terdapat aki sehingga daya yang didapat dari sinar matahari langsung disalurkan.

”Kami juga menyediakan paket dengan harga terjangkau,” sebutnya.

Adalah paket mini home solar system, yang bisa digunakan untuk beberapa peralatan elektronik pada saat emergency, pengecasan ponsel, lampu, kipas angin hingga menghidupkan televisi.

”Kami juga memiliki tenaga ahli yang dapat melakukan instalasi total sistem pembangkit listrik tenaga surya dalam waktu singkat,” tujarnya.

Di samping itu, untuk perangkat panel surya tersebut memiliki garansi tiga tahun, yang mana solar panelnya sendiri mampu bertahan hingga 20 tahun lamanya.

Informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi PT Nagari Santosa di Komplek Nagoya Paradise Centre, Nagoya, Batam atau bisa melalui website resminya di www.nagarisantosa.com. (nji)

Daftar Aset yang Diminta Pemko Batam Kepada BP Batam Pada Tahap Kedua

0

batampos.co.id – Pemko Batam menunggu realisasi permintaan hibah aset tahap kedua dari enam tahap dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Saat ini, prosesnya masih di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

”Sebagai pihak yang mengajukan, pada prinsipnya kami menunggu realisasinya,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku Pemko Batam telah memenuhi kelengkapan syarat administratif permintaan aset.

TPA Punggur menjadi salah satu aset yang diminta Pemko Batam pada BP Batam pada tahap kedua. Ada enam tahapan yang akan dilakukan pada hibah aset dari BP Batam ke Pemko Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Hanya saja, sambungnya, memang tidak bisa serta merta dapat direalisasikan dengan terburu-buru.

”Mungkin perlu verifikasi dulu, mana yang perlu mekanisme hibah atau belum,” jelasnya.

Tetapi pada prinsipnya permintaan aset bukan tanpa alasan. Ini berkenaan dengan layanan kepada masyarakat.

Maka, pihaknya tetap ingin peralihan aset berjalan lancar tanpa kendala.

”Harapan kami secepat mungkin dialihkan, sehingga ada peningkatan layanan ke masyarakat,” imbuhnya.

Ini aset-aset yang minta Pemko Batam kepada BP Batam pada tahap kedua: 

  1. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur.
  2. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang.
  3. Taman dan lapangan Alun-Alun Engku Putri.
  4. Stadion Seiharapan (tanah dan tribun).
  5. Bumi Perkemahan.
  6. Lahan tahap dua Pasar Induk Jodoh.
  7. Bangunan Puskesmas Tanjungsengkuang.
  8. 15 unit rumah dinas di Sekupang, belum termasuk lahan.

Cuma Smartfren Rp 60 Ribu Dapat Kuota Internet 60 GB

0

batampos.co.idSmartfren meluncurkan kartu perdana khusus untuk warga Kota Batam dengan harga Rp 60 ribu dan langsung mendapatkan kuota internet 4G sebesar 60 GB.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, kartu perdana Batam itu ditawarkan seharga Rp 60 ribu, untuk dua kartu dari harga normal Rp 120 ribu.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, mengatakan, nantinya setelah melakukan aktivasi, pembeli akan langsung mendapatkan total kuota internet 4G sebesar 30GB.

Sehingga total bonus aktivasi untuk 2 kartu mencapai 60 GB. Tidak hanya itu, kata dia, pelanggan Smartfren juga akan mendapatkan gratis telepon sepuasnya ke sesama nomor Smartfren dan gratis menelepon ke operator lain selama 10 menit.

Masih banyak lagi bonus lho. Dia melanjutkan, saat melakukan isi ulang minimal Rp 30 ribu, maka Anda langsung mendapatkan bonus kuota internet sebesar 10GB.

Dengan rincian 5GB kuota 24 jam plus 5GB kuota malam. Sementara jika melakukan isi ulang Rp 60 ribu, maka bonus kuota internet yang diperoleh adalah 30GB.

Karyawan Smartfren memperlihatkan kartu perdana khusus Kota Batam. Smartfren memberikan bonus melimpah dari Kartu Perdana Batam Smartfren. (ist)

Dengan rincian 15GB kuota 24 jam plus 15GB kuota malam. Bonus kartu perdana Batam ini, berlaku selama 14 hari dan hanya dapat digunakan di Batam.

Bonusnya dapat diperoleh untuk dua kali pengisian ulang dalam jangka waktu tiga bulan setelah aktivasi.

Baca Juga: Internet Cepat, Harga Super Hemat Persembahan Smartfren

“Karena ini adalah bonus isi ulang, maka pulsa yang diisi oleh pelanggan akan tetap utuh dan bisa digunakan untuk membeli paket lainnya,” jelasnya.

“Peluncuran produk ini merupakan komitmen dari Smartfren untuk terus mengembangkan jaringan, serta memudahkan akses komunikasi bagi masyarakat Indonesia,” kata dia lagi.

Dia menjelaskan, kartu perdana Batam sengaja dipersembahkan oleh Smartfren agar masyarakat Kota Batam dapat lebih mudah menikmati jaringan 4G LTE.

Dengan hadirnya kartu perdana ini, pihaknya yakin dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat, untuk dapat melakukan streaming video dan musik tanpa lag, browsing dengan lancar atau bermain game tanpa hambatan konektivitas.

Baca Juga: Hadir di Anambas, Smartfren Berikan Internet Gratis Sampai Puas

“Sekaligus, dengan hadirnya program baru ini Smartfren ingin menegaskan posisinya sebagai perusahan telekomunikasi pilihan masyarakat Batam,” jelasnya.

Saat ini kartu perdana khusus Batam sudah dapat diperoleh di Toko-toko Ponsel, Booth Smartfren di ruko Royal Sincom Blok D Nomor 15-16 (Tarempa), rumah makan Sunda Bok Joko (Batam Center), lapangan parkir Tiban Food Court (depan Amir Prata), Jalan Bunga Mawar Batu Selicin atau sebelah BCS Mall (A2 Pujasera Food Court), serta Galeri Smartfren di Batam Center.

Untuk isi ulang nomor Smartfren, Anda juga dapat melakukan isi ulang di toko ponsel, minimarket, ATM, dan aplikasi MySmartfren.(gun)

Peta Berubah Sebab KPK

0

batampos.co.id – Suatu hari setelah Lebaran Idul Fitri 2019, Nurdin Basirun bertandang ke rumah Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri Soerya Respationo di Taman Duta Mas, Batam Center. Bagi Nurdin griya megah di bagian pojok permukiman mewah itu bukan tempat yang asing lagi. Usai dilantik jadi Gubernur Kepri 25 Mei 2016 -menggantikan HM Sani yang mangkat sebulan sebelumnya, Nurdin kerap bertamu ke rumah Soerya.

Situasi politik di Kepri yang dinamis sepeninggal HM Sani, terutama di DPRD Kepri terkait soal nama yang akan mengisi posisi wakil gubernur kala itu, membuat Nurdin harus mencari figur yang pas untuk menjembatani hubungannya dengan anggota dewan. Nurdin menemukannya pada sosok Soerya Respationo yang pernah menjabat ketua DPRD Kepri. Sejak itu, ia intens berkomunikasi dengan mantan wakil gubernur Kepri itu. Setidaknya, dua kali dalam sepekan ia mampir ke Duta Mas sekadar ngopi-ngopi.

Selepas Idul Fitri lalu, Nurdin singgah lagi ke sana. Tapi, kali ini bukan ngopi biasa. Nurdin me­nyampaikan sesuatu yang penting kepada Soerya: ia hendak meminang tuan rumah untuk meng­hadapi pemilihan kepala daerah tahun depan.

“Mas, bukan mau saya jadi gubernur, tapi posisi saya sekarang sudah jadi gubernur. Gimana kalau tahun depan kita berpasangan. Tapi, mohon maaf, Mas Soerya jadi wakil gubernurnya,” ujar Nurdin, seperti ditirukan seseorang yang mengetahui pertemuan itu.
Soerya tak membantah informasi tersebut. Menurut Soerya, ia belum memberi jawaban atas ajakan Nurdin itu.

“Saya katakan, kita lihat dulu ke depan bagaimana. Di partai saya juga ada mekanisme yang harus kita ikuti,” kata Soerya kepada Batam Pos di rumahnya, pekan lalu.
Rencana berduet dengan Soerya di panggung pilkada tentu tak bisa lagi diwujudkan Nurdin.

Ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 10 April lalu atas dugaan suap izin reklamasi. Peta politik berubah total. Nama Nurdin yang selama ini selalu ada di peringkat teratas setiap kali orang membincangkan pilgub Kepri, harus dihapus dari barisan kandidat. Ia tak mungkin lagi mengikuti kontestasi lima tahunan itu.

“Iklim politik Kepri terjun bebas,” ujar Soerya.

Setelah petahana hilang dari bursa, Soerya kini jadi salah satu kandidat kuat di pilgub Kepri tahun depan. “Semua terpulang pada keputusan partai,” katanya.

PDIP, kata Soerya, akan melakukan pemantauan aspirasi publik untuk mengetahui apakah namanya masih layak jual atau tidak. Dari situlah nanti akan diputuskan siapa yang akan diusung ke pemilihan. “Bisa saya, bisa kader lain. Kalau berandai-andai yang ditugaskan adalah saya, saya nyatakan saya siap,” ujarnya.

Soerya menegaskan, kesiapannya maju sebagai calon gubernur Kepri bukan karena berambisi merebut jabatan dan kekuasaan. Kehidupan yang ia jalani, kata Soerya, sudah lebih dari cukup. “Anak-anak sudah mandiri. Kalau untuk hidup saya sudah selesai. Saya hanya berniat memberi kontribusi pada provinsi ini lewat kemampuan, kapabilitas, dan jaringan yang saya miliki,” katanya.

Kendati PDIP belum memutuskan secara resmi calon yang akan diajukan, sejumlah ketua partai di Kepri seolah sudah menangkap sinyal bahwa Soerya-lah yang akan diusung partai pemenang pemilu itu. Karena itu, dalam dua pekan terakhir silih berganti mereka bertamu ke Duta Mas. Ada Ketua Gerindra Kepri Syahrul, Ketua Partai Demokrat Kepri Apri Sujadi, dan Ketua PKB Kepri Abdul Basyid Haz.

“Semua masih penjajakan. Ya, mereka bertanya apakah saya akan maju. Jawaban saya sama, kita menunggu keputusan partai yang didahului oleh pemantauan aspirasi masyarakat,” kata Soerya.

Dinamika paling kencang terjadi di tubuh Partai Nasdem Kepri. Pasalnya, Nurdin Basirun adalah ketua DPW partai ini di Kepri. Dialah yang sebelumnya akan dijadikan kartu as dalam pilgub mendatang. Dengan hilangnya nama Nurdin dari bursa, harapan kini disandarkan pada Wali Kota Batam Muhammad Rudi, salah satu kader utama mereka di Kepri. Padahal, Rudi sebenarnya lebih fokus ingin meneruskan kepemimpinannya di Batam.

Terlebih setelah adanya pernyataan Presiden Joko Widodo soal rangkap jabatan wali kota ex officio kepala BP Batam. Bersandar pada kenyataan politik yang ada, tim Rudi pun bergegas mempersiapkan jagoan mereka menuju gelanggang pemilihan Kepri satu. Berdasarkan informasi yang diperoleh Batam Pos dari orang-orang dekatnya, dua pekan lalu, tim Rudi menghelat pertemuan penting di Hotel PIH Batam Center, dipimpin dr Tengku Afrizal Dachlan, pengurus Nasdem Kepri.

Menurut salah seorang yang mengetahui pertemuan itu, ada dua poin utama yang dihasilkan dari rapat dua hari tersebut. Pertama, mengusung Rudi ke pilgub Kepri. Kedua, menetapkan Bupati Karimun Aunur Rafiq dan mantan senator Kepri Hardi Selamat Hood sebagai calon wakil gubernur. Aunur Rafiq, menurut sumber itu, menolak pinangan tim Rudi sebab ingin melanjutkan kepemimpinannya di Karimun. Jadilah Hardi Hood kandidat kuat pendamping Rudi.

Rudi yang dikonfirmasi soal rapat di Hotel PIH itu tak menyangkal dan tidak juga membenarkan informasi tersebut.

“Dari mana kamu tahu? Jangan-jangan itu hoaks,” katanya sambil tertawa, Rabu (31/7), di kantornya.

Namun, ia menegaskan tak ingin berbicara soal pilkada sebelum ada keputusan pengurus pusat partai. “Saya tak mau komenterlah soal itu. Itu kewenangan DPP. Kalau saya mau, tapi DPP tak kasih rekomendasi gimana? Kan tak bisa juga,” ujarnya. “Semua saya serahkan ke DPP,” kata Rudi menegaskan.

Tengku Afrizal Dachlan yang dihubungi terpisah menolak menjawab pertanyaan Batam Pos terkait pertemuan di Hotel PIH Batam Center.

Ketua Dewan Pertimbangan DPW Nasdem Kepri Tengku Jayadi Noor mengatakan, Nasdem belum memutuskan siapa jagoan yang bakal diusung dalam Pilgub Kepri 2020. Namun ia memberikan sejumlah kriteria calon yang akan diajukan.

“Pemimpin yang layak di Kepri itu harus berpengalaman, punya pengaruh yang kuat, paham potensi yang dimiliki wilayah, mengerti ekonomi dan pertumbuhan ekonomi kawasan, serta mampu mem­bangun infrastruktur yang maju untuk mendukung industri pariwisata,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, di partainya banyak kader yang mumpuni untuk hal itu. Namun saat ini pihaknya lebih fokus pada pelantikan anggota legislatif hasil pemilu April lalu. Sehingga sampai saat ini belum memunculkan nama kader yang bakal dijagokan dalam Pilgub Kepri tahun depan.

“Kami harus hati-hati berbicara ke publik,” ungkapnya.

Ia mengakui, kasus penangkapan Nurdin Basirun merupakan pukulan keras bagi Nasdem. Untuk itu, Nasdem juga harus tegas menyikapi masalah ini.

Nasdem harus memecat Nurdin dari jabatannya sebagai Ketua DPW Kepri. “Karir politiknya sudah tamat. Silakan nanti dia mendaftar kembali jadi kader, tapi itu pun kalau proses hukumnya sudah selesai,” ujarnya.

Tak hanya itu, kasus penangkapan Nurdin juga memungkinkan bagi Nasdem untuk membuka pintu koalisi dengan partai-partai lainnya. Tetapi, keputusan itu masih menunggu arahan dari pengurus pusat.

“Dalam politik, yang kuat itu adalah kepentingan. Kalau kepentingannya sama, bisa jadi berkoalisi menuju kepentingan. Ini perlu menjadi edukasi bagi masyarakat, dalam politik segala sesuatu mungkin,” katanya.

Hardi Hood yang ditanya soal kemungkinan perjodohannya dengan Rudi, mengatakan semua bisa saja terjadi. Hanya saja, sampai saat ini ia belum memutuskan.

“Sekarang ini adalah wait and see dengan perkembangan yang terjadi. Dinamika politik luar biasa. Saya kira semua s­edang mengukur kekuatan ma­sing-masing, semoga happy ending,” harap Hardi.

Namun, saat ini Hardi dihadapkan pada pilihan yang sulit. Sebab nama abang kandungnya, Huzrin Hood, juga dikabarkan bakal ikut meramaikan bursa Pilgub Kepri 2020. Jika ini terjadi, Hardi mengaku rela memberikan laluan untuk saudara tuanya itu.

“Secara kekeluargaan mendahulukan yang lebih tua. Namun ada etika politik lainnya yang harus dilihat sebagai indikator yang menentukan keputusan terbaik,” tegasnya.

Peluang Bagi Tokoh Lama

Pengamat politik dari STISIPOL Raja Ali Haji Tanjungpinang, Zamzami A Karim, memiliki pandangan tersendiri terkait peta politik Kepri pada Pilgub 2020 mendatang. Menurut dia, kasus penangkapan Nurdin Basirun akan membuka jalan bagi para tokoh-tokoh lama untuk tampil di panggung politik Kepri.

“Misalnya Pak Ismeth Abdullah dan Huzrin Hood,” kata Zamzami di Tanjungpinang.
Menurut dia, Ismeth bisa meraup suara yang besar karena adanya kerinduan warga Kepri terhadap sosok yang dinilai pernah sukses menakhodai provinsi ini. Sementara Huzrin dianggap merupakan tokoh sentral di Kepri.

“Dua sosok ini mampu memengaruhi dinamika politik Kepri menuju Pilkada 2020 ini,” ungkapnya.

Meski tak dipungkiri, keduanya pernah memiliki catatan negatif karena terjerat kasus hukum. Namun Zamzami yakin, jika rakyat sudah menghendaki, catatan masa lalu itu tidak akan menghalangi langkah keduanya untuk maju di Pilgub Kepri 2020.

“Tapi di satu sisi, sekarang KPK kembali mengkampanyekan larangan mantan koruptor untuk maju dalam pilkada. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya semua akan dikembalikan ke keputusan parpol,” terangnya.

Terkait penangkapan Ketua DPW Nasdem Nurdin Basirun, Zamzami menilai akan menurunkan elektabilitas partai besutan Surya Paloh tersebut. Citra Nasdem sebagai partai yang bersih akan coreng moreng. Khususnya di Kepri.

Soal arah koalisi, Zamzami mempredikisi Nasdem akan condong menggandeng Golkar. Sementara PDI Perjuangan lebih tertarik untuk membangun koalisi dengan Gerindra. Sedangkan PKS sejauh ini belum terlihat menentukan sikapnya.

“Ketua Gerindra sudah bertemu Soerya Respationo, itu bisa menjadi sinyal. Kader Nasdem mengadakan pertemuan, itu pun sinyal. Tapi dalam sikap politik, segala sesuatu mungkin. Mereka yang tadinya rival, bisa menjadi koalisi. Vice versa (dan sebaliknya, red),” katanya.

Anggaran Rp 76 Miliar

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri Arison mengatakan, pihaknya sudah melakukan rasionalisasi anggaran pilkada 2020. Dari Rp 82 miliar yang diajukan sebelumnya, kini tinggal Rp 76 miliar atau dipangkas sebesar Rp 6 miliar.

Arison menjelaskan, konsekuensi dari penyesuaian tersebut adalah terjadinya pengurangan kegiatan yang sudah disusun sesuai tahapan. Namun ia memastikan, hal itu tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan atau penyelenggaraan pilkada di Kepri.

Mantan Ketua KPU Bintan ini menjabarkan, anggaran pilkada yang sudah dirasionalisasi tersebut sudah diajukan kembali ke Pemprov Kepri dan untuk selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembahasan ulang. Sehingga ia belum yakin, apakah anggaran itu akan disetujui, atau masih akan dipangkas lagi.

“Dalam waktu dekat ini akan dilakukan pembahasan ulang antara Pemprov dan KPU. Mudah-mudahan pembahasan ini tidak akan ada masalah dan semua dapat menerimanya,” harap Arison. Me­nurut Arison, kebutuhan anggaran tersebut sebagian akan disinergikan dengan KPU kabupaten/kota.

Ia menyebutkan, anggaran Pilkada Kepri 2020 nanti akan banyak tersedot untuk Panitia Pemungutan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) bagi 3.042 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Alokasi anggarannya diperkira­kan mencapai Rp 43 miliar.

Sedangkan kebutuhan operasional penyelenggara untuk masa kerja setahun sebesar Rp 3 miliar. Sementara itu, anggaran bagi pelaksanaan debat kandidat sebanyak tiga kali sebesar Rp 2,4 miliar.

“Kemudian petugas pemutakhiran data pemilih sebesar Rp 3 miliar. Selain itu ada juga sosialisasi bimbingan teknis Rp 3,3 miliar, fasilitas kampanye Rp 13 miliar berupa alat peraga. Estimasi tersebut dirancang untuk enam pasangan calon,” jelas Arison.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Provinsi Kepri, Indrawan Susilo mengatakan Bawaslu Kepri sudah membuat rancangan kebutuhan anggaran antara Rp 35 miliar hingga Rp 40 miliar. Namun masih belum dibahas bersama dengan TAPD Pemprov Kepri. Menurut Indrawan, keputusan final adalah pada saat pembahasan APBD TA 2020 nanti.

“Memang terjadi kenaikan, karena adanya pengawas pemilu yang kita tempatkan di setiap TPS,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Kepri Rudy Chua mengatakan, usulan anggaran Pilkada Kepri harus dibahas secara detail. “Apalagi pada periode ini Pilkada Kepri serentak bersama enam kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri,” ujar Rudy Chua.

Rudy menjelaskan, dengan adanya sistem sharing anggaran antara Pemprov Kepri dan kabupaten/kota, seharusnya terjadi efisiensi anggaran. Menurut dia, usulan anggaran sebesar Rp 76 miliar yang diajukan KPU Provinsi Kepri terlalu besar.
Ia berharap anggaran pilkada dibahas secara proporsional sesuai dengan kebutuhan yang pasti.

“Jangan sampai terjadi pembengkakan anggaran. Karena konsekuensinya adalah pembangunan fisik di 2020 akan tergerus,” katanya. (cha/ian/jpg/met)