Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11377

Mencari Cara Atasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, masih terus mencari skema atau solusi yang tepat untuk menga-tasi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Andi Agung mengaku persoalan daya tampung baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih akan mewarnai PPDB pada tahun ajaran baru nanti. Sebab, sekolah negeri masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat. Sedangkan daya tampung sekolah negeri hingga saat ini masih terbatas.

”Tahun inipun masih bermasalah. Permasalahannya peserta didik tidak seimbang dengan ruang kelas (sekolah negeri) yang ada,” kata Andi, Kamis (2/5).

Untuk itu, Disdik telah menyiapkan beberapa solusi. Opsi pertama, menambah Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB).

Lalu, opsi kedua melibatkan sekolah swasta, serta opsi ketigatetap menerapkan double shift. ”Opsi-opsi ini nanti akan kita lakukan bersamaan,” jelasnya.

Menurutnya, infrastruktur pendidikan memang tidak serta merta dapat digunakan karena butuh pembangunan. Sehingga solusi ini masuk pada opsi jangka panjang. Diakuinya, RKB maupun USB di beberapa wilayah memang masih kekurangan. Padahal PPDB berbasis zonasi erat kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur tersebut.

”Sekolah negeri, terutama SMP tidak merata. Di Lubukbaja hanya satu SMP Negeri, yakni SMP 41 Batam. Bahkan ada kelurahan yang tak ada SMP (baik swasta maupun negeri),” ungkapnya.

Maka, sambungnya, untuk mengurai persoalan infrastruktur sekolah ini, Pemko Batam melakukan pemetaan sampai ada solusi untuk mengatasinya.

”Bisa saja dengan cara nambah sekolah. Apalagi, sekarang kan SMP baru sampai nomor 59. Nanti bisa juga ada SMP 60, SMP 61, dan seterusnya,” ucapnya.

Sedangkan dua opsi lainnya, yakni pelibatan sekolah swasta dan double shift paling memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Hanya saja, opsi double shif juga dihadapkan masalah baru, yakni ketersediaan guru.

”Nanti guru juga akan kami petakan. Mana (sekolah kelebihan guru, red) kami akan pindahkan ke sekolah yang butuh. Bulan ini juga kami petakan, tapi pindahnya tak jauh dari tempat tinggalnya,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam menyikapi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri, mendorong peserta didik ke sekolah swasta.

”Kita dorong ke sekolah swasta. Kami buka ruang partisipasi swasta. Sekolah negeri tak bisa menampung semua anak didik,” imbuhnya.

Dikatakan Amsakar, untuk opsi double shift, kini sedang dalam pembahasan di Disdik Batam.

”Jadi bisa juga double shift, jika swasta juga tak mampu. Tapi untuk daerah tertentu,” jelasnya. (iza)

Harga Daging Ayam Segar Tembus Rp 44 Ribu

0

batampos.co.id – Menjelang bulan suci Ramadan, harga ayam potong segar makin tidak terkendali. Bahkan di sejumlah pasar tradisi-onal, harga ayam potong segar dijual hingga Rp 44 ribu per kilogram (kg).

Demikian juga harga telur ayam dan cabai terus melambung.

Di Pasar Tiban Center mi-salnya. Ayam potong segar dijual mulai Rp 40 ribu hingga Rp 44 ribu per kg. Sedang-kan telur ayam dijual Rp 40 ribu per papan (isi 30 butir), padahal biasanya hanya Rp 36 per papan.

Adi, pedagang ayam di Pasar Tiban Center mengatakan, kenaikan harga ayam sudah terjadi selama satu minggu ini.

”Biasanya ayam dijual Rp 32 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Bahkan ada yang jual Rp 44 ribu. Memang tergantung ukurannya,” sebutnya.

Adi memprediksi kenaikan harga ayam ini masih terus terjadi karena sudah mendekati bulan puasa.

”Harga ini gampang naik, gampang turun. Jadi, tak bisa diprediksi juga,” sebutnya.

Di sejumlah pasar di Batuaji, harga ayam segar masih fluktuasi. Tiga hari lalu sempat menembus Rp 40 ribu per kg. Sekarang mulai turun di kisaran Rp 38 ribu per kg. Sedang-kan daging ayam es Rp 32 ribu per kg.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Harga daging ayam ini sudah ditentukan oleh peternak ke beberapa agen di pasar. Jadi otomatis sudah dijatah 1,5 ton per hari,” kata Hendri, pedagang daging dan ayam Pasar Fanindo, Batuaji.

Di Pasar Fanindo, harga cabai rawit merah juga masih tinggi. Era, 35, pedagang sayuran menyebutkan, seminggu lalu sempat mencapai Rp 80 ribu per kg, tapi sekarang sudah turun jadi Rp 65 kg.

”Meski sudah turun, tapi harga cabai rawit merah masih tetap mahal,” sebutnya.

Sedangkan harga bawang merah dan putih berangsur turun, dari harga Rp 28 ribu per kg untuk bawang merah kini menjadi Rp 24 ribu per Kg.

Sementara bawang putih dari Rp 26 ribu per kg menjadi Rp 22 ribu per kg.

”(Bawang merah dan bawang putih) Sudah turun sejak dua hari lalu,” terangnya.

Terlambat dari Distributor

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Adisthy mengakui, saat ini harga telur bertengger di harga Rp 42 ribu per papan. Sementara untuk daging ayam ras Rp 35 ribu per kg.

”Hasil sidak kita bersama Polresta Barelang tadi, harga daging ayam ras Rp 37 ribu per kg,” sebutnya.

Adisthy mengatakan, telur ayam ras mengalami kenaikan disebabkan keterlambatan stok dari distributor.

”Senin pada ready. Semuanya masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, hasil survei Disperindag Batam di empat pasar tradisional diketahui harga beras medium berkisar Rp 11 ribu sampai Rp 13 ribu per kg. Cabai merah besar Rp 48 ribu sampai Rp 60 ribu per kg dan cabai rawit Rp 60 ribu-Rp 80 ribu.

”Survei harga kita lakukan di Pasar Botania 1, Tos 300, Hang Tuah dan Pasar Aviari,” sebut Adisthy.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam Mardanis me-ngatakan, untuk harga ayam memang sedikit mengalami kenaikan. Namun, untuk saat ini, stok ayam di peternakan di Barelang cukup banyak.

”Karena faktor cuaca yang panas juga berpengaruh terhadap keberlangsungan bibit atau anak ayam. Ada yang mati karena kepanasan,” ungkapnya.

Menurutnya, naik turun harga ayam sudah biasa terjadi. Jika harga dirasa tidak wajar, pihaknya bersama Satgas Pangan akan turun ke pasar untuk mengecek harga.

”Jangan sampai ada permainan. Jadi harga ini harus dikontrol,” imbuhnya.

Pedagang makanan di Seiharapan, Nelly, sangat khawatir kenaikan harga berlangsung terus menerus. Menurutnya semakin mendekat puasa harga kebutuhan pokok semakin tinggi.

”Kalau kami sebagai pedagang maunya semua harga normal kembali. Kalau mahal nanti harga makanan juga naik,” ujarnya.

Tim Terpadu Sidak Kebutuhan Pokok

Tim Terpadu Satgas Pangan Kota Batam melakukan pengecekan ketersediaan pangan maupun harga pangan menjelang Ramadan. Dari hasil pengecekan itu, didapati beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai terutama cabai merah yang berasal dari Mataram.

”Hasil temuan di Pasar Botania I memang ada sedikit kenaikan terutama cabai dari Mataram, NTB maupun Me-dan, terutama cabai merah. Harga sedikit tinggi mulai Rp 50 ribu sampai Rp 52 ribu. Biasanya Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu,” sebut Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Menurut Hengki, dari hasil pengecekan yang dilakukan bersama Pemko Batam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Dinas Keta-hanan Pangan, Karantina, dan BPOM, tingginya harga cabai di pasaran disebabkan karena faktor biaya pengiriman yang cukup mahal.

”Distribusi dan biaya pengiriman yang tinggi dari NTB ke sini naik kapal laut mahal. Termasuk biaya pengiriman melalui penerbangan, kalau tidak salah sekitar Rp 25 ribu per kilogram menurut informasi dari Dinas Ketahanan Pangan,” bebernya.

Selain mendapati hasil kebutuhan pokok terutama cabai yang mengalami kenaikan, Tim Terpadu Satgas Pangan juga menemukan beberapa makanan kemasan kaleng seperti sarden, daging kornet, dan lainnya yang sudah kedaluwarsa. Dimana, temuan makanan kaleng kedaluwarsa itu didapati di Pasar Botania I.

”Kita harap dengan hasil temuan itu, masyarakat berhati-hati dalam membeli segala jenis bentuk makanan,” jelasnya. (cr1/yui/gie/rng)

Rekapitulasi Suara Tingkat PPK Dipastikan Molor dari Jadwal

0

batampos.co.id – Proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Batam dipastikan molor dari batas waktu yang ditetapkan, yakni 4 Mei 2019. Sebab hingga Kamis (2/5) kemarin, masih banyak kecamatan yang belum merampungkan pleno suara.

Di Kecamatan Sagulung, misalnya. Hingga kemarin proses rekapitulasi suara baru mencapai 30 persen. PPK Sagulung baru merampungkan pleno di satu dari enam kelurahan yang ada. Yakni untuk Kelurahan Seilekop.

Sementara pleno untuk lima kelurahan lainnya masih berjalan.

“Masih ada 380 TPS yang belum diplenokan. Prosesnya memang lamban karena banyak kendala,” ujar Ketua PPK Sagulung Herman, kemarin.

Kendala tersebut antara lain berupa banyaknya komplain para saksi. Sebab saat pleno berjalan, ditemukan kesalahan pencatatan formulir C1 Plano. Kasus seperti ini mendominasi sekitar 70 persen.

“Jadi, mustahil kalau pleno akan selesai tepat waktu,” terangnya.

Lambannya proses pleno suara tingkat PPK ini juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Dari tujuh kelurahan yang ada, hingga kemarin baru rampung untuk tiga kelurahan saja.

Senada dengan Herman, Ketua PPK Sekupang Kusno mengatakan, lambannya proses rekapitulasi itu disebabkan berbagai faktor. Antara lain karena banyaknya protes para saksi akibat beberapa persoalan yang ditemukan. Misalnya soal formulir C1 Plano. Lalu ada juga kasus jumlah surat suara lebih banyak dari jumlah pemilih atau suara, baik suara sah maupun yang tidak sah.

“Banyak salah pencatatan di TPS-nya waktu awal. Itulah yang membuat molor penghitungan surat suara,” ujar Kusno, kemarin.

Kusno menyebut, dari tiga kelurahan yang sudah rampung plenonya, untuk pilpres pasangan Prabowo-Sandi unggul di Sekupang. Namun, Kusno menyebut itu merupakan hasil sementara.

Di Kecamatan Lubukbaja tinggal menyisakan 50 TPS lagi yang belum selesai peng-hitungan surat suaranya. Menurut Ketua PPK Lubukbaja Mukhlis, di Kelurahan Lubukbaja Kota jumlah TPS yang belum selesai penghitungan surat suara ada sebanyak 27 TPS, Tanjunguma tinggal menyisakan 14 TPS lagi, dan Baloi Indah tinggal 21 TPS lagi.

“Hambatannya karena petugas kami kan terbatas, serta petugas kami banyak yang kelelahan,” ujarnya.

Mukhlis mengatakan, dibandingkan dengan kecamatan lain di mainland, proses rekapitulasi di Kecamatan Lubukbaja lebih cepat karena sejak awal langsung dibuka tiga panel. Bahkan di hari keempat menjadi empat panel.

Di Kecamatan Bengkong, rekapitulasi suara pemilu juga dipastikan molor dari batas waktu yang ditetapkan. Hingga kemarin, baru ada dua dari empat kelurahan yang telah rampung rekapitulasinya. Yakni kelurahan Bengkong Indah dan Bengkong Laut.

Sedangkan di Kelurahan Bengkong Sadai dan Tanjungbuntung masih dalam proses penghitungan surat suara.”Tinggal 82 TPS lagi yang belum selesai,” kata Ketua PPK Bengkong Agus Dianto, kemarin.

Di Kecamatan Batam Kota, proses rekapitulasi tinggal menyisakan 80 TPS untuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Teluktering dan Kelurahan Belian.

“Untuk Kelurahan Tamanbaloi, Sukajadi, dan Seipanas sudah selesai,” kata Ketua PPK Batam Kota Irwansyah.

Sedangkan di Kecamatan Seibeduk, progres penghitungan perolehan suara sudah mencapai 90 persen dan dipastikan Sabtu (4/5) nanti sudah selesai dan di-plenokan.

“Untuk di Mangsang tinggal 8 TPS yang belum selesai penghitungan, Tanjungpiayu tinggal 30 TPS lagi,” ujar anggota PPK Seibeduk Rumizar.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Batuampar. Dua hari jelang batas waktu berakhir, proses penghitungan surat suara sudah mencapai 90 persen lebih. Menurut Ketua PPK Batuampar Arson, penghitungan di Kelurahan Seijodoh dipastikan selesai, kemarin.

Tinggal Kelurahan Tanjungsengkuang yang belum selesai.

“Sabtu (4/5) dipastikan selesai,” terangnya.

Sementara Kecamatan Nongsa menjadi satu-satunya kecamatan di mainland di Batam yang sudah merampungkan rekapitulasi suara. Bahkan rekapitulasinya sudah selesai sejak Rabu (1/5) lalu.

“Semua penghitungan di empat kelurahan yakni di Sambau, Batubesar, Kabil, dan Ngenang sudah selesai semuanya,” ujar Ketua PPK Nongsa Beni.

Jumlah seluruh TPS di Kecamatan Nongsa memang tak banyak. Hanya 197 TPS. Untuk hasil pilpres, Beni menyebut pasangan Prabowo-Sandi unggul dibandingkan kandidat nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Sementara untuk pileg DPRD Kota Batam, dipastikan dimenangkan para caleg petahana. Seperti M Yunus dan Ruslan M Ali Wasyim.

Sedangkan proses penghitungan suara di tiga kecamatan hinterland seperti di Bulang, Galang, dan Belakangpadang, semuanya sudah rampung dan tinggal menunggu diplenokan di tingkat KPU Kota Batam pada Sabtu (4/5) besok.

Terpisah, Ketua KPU Batam Syahrul Huda membenarkan, hingga kemarin memang baru empat kecamatan yang telah merampungkan proses rekapitulasi. Yakni Kecamatan Galang, Bulang, Nongsa, dan Belakangpadang.

“Nanti malam sepertinya menyusul kecamatan lain seperti Batam Kota dan Batuaji. Kami prediksi proses penghitungan bisa rampung hingga malam nanti,” sebutnya.

Syahrul mengatakan, KPU Batam akan melaporkan hambatan atau kendala selama proses pelaksanaan rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan ke KPU Provinsi Kepri.

“Masih banyak (kecamatan) yang belum rampung karena banyak hambatan. Ini yang mau dilaporkan ke KPU provinsi untuk langkah selanjutnya seperti apa,” ujar Syahrul.

Dijelaskan Syahrul, berdasarkan situasi dan kondisi di PPK saat ini proses rekapitulasi kemungkinan besar akan molor dari jadwal 14 hari kerja itu. Itu karena masih banyak kecamatan yang belum rampung dan bahkan baru berjalan separuh dari seluruh total TPS yang ada. Sagulung misalkan dari 582 TPS baru sekitar 170-an yang diplenokan. Sisanya tak mungkin terkejar dalam dua hari ke depan. (gas/eja/une)

Anggota DPRD Batam Usul Tambahan Pembangkit Listrik

0

batampos.co.id – Dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan Kota Batam saat ini, dibutuhkan pembangkit listrik baru. Ini penting untuk menjaga keandalan listrik demi kelangsungan investasi di Batam.

”Sekarang ini harus ada tambahan pembangkit. Kita harus membuat nyaman investor di Batam dengan kehandalan energi kita,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Sallon Simatupang, Rabu (1/5).

Sallon mengatakan, saat ini perusahaan pembangkit listrik milik swasta di Batam sudah bagus.

”Kita harus objektif menilai, beberapa perusahaan swasta seperti TJK dan perusahaan lain sudah bagus. Kita akui TJK kalau pemadaman, maka mungkin karena pemeliharaan,” tambahnya.

Sedangkan Direktur Pengembangan PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah mengatakan, perusahaannya siap jika diminta untuk membangun fase kedua atau penambahan pembangkit di lahan tersebut.

”Saat membangun TJK kami sudah mempersiapkan potensi pengembangan berupa penambahan pembangkit di lokasi yang sama dengan tempat saat ini jadi tidak perlu mencari lahan. Kami sangat siap, bahkan sudah menyatakan kesediaan kami dengan mengajukan permohonan kami sejak beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Baihaqi mengatakan, keuntu-ngan jika PLN Batam benar memutuskan untuk menambah pembangkit di Batam kemungkinan prosesnya akan cepat. Di mana sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2014, dimana penambahan kapasitas pembangkitan pada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung.

”Jadi kita ulangi bahwa memang kita sudah siap dalam segala hal. Dan kalau setelah dibangun maka kemungkinan dua tahun sudah selesai,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa mesin milik PT TJK Power sangat kuat. Dan selama ini jika ada pemadaman bukan karena kerusakan mesin, tetapi karena pemeliharaan atau teknis lainnya.

”Jadi adanya pemadaman ini sudah kami perkirakan sebelumnya, dimana unit pembangkit ini mengalami derating akibat supply batubara yang tidak sesuai spesifikasi,” sebutnya.

Dengan pemeliharaan ini, lanjut Baihaqi, sesuai dengan jadwal pemeliharaan seharusnya sudah dilakukan pemeliharaan di awal April. ”Akan tetapi karena menimbang di Batam sedang terjadi kerusakan pada pembangkit lain dan juga keperluan pelaksanaan Pemilu dan ujian nasional, makanya jadwal pemeliharaan terpaksa kami tunda hingga akhir April,” ungkapnya.

”Dan kami berkomitmen dalam tujuh hari proses pemeliharaan ini akan dapat diselesaikan dan unit ini sudah bisa beroperasi kembali,” sambungnya. (ian)

Rapat Bersama Menko Darmin, Walikota Bahas SOTK BP Batam

0
Walikota Batam, Rudi (kanan) saat mengikuti rapat.
foto: Kemenko Perekonomian

batampos.co.id – Seperti diberitakan, hari ini, Kamis (2/5/2019) diundang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution untuk rapat di Jakarta.

Apa isi rapat itu?

Rupanya membahas struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BP Batam.

Saat Walikota Batam, kelak menjabat sebagai ex-officio Kepala BP Batam ia akan didampingi seorang wakil dan empat deputi dari yang biasanya ada lima deputi.

Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Selain Walikota ikut hadir ialah Kepala BP Batam, Eddy Putra Irawady.

“Ini pembahasan soal SOTK BP Batam yang baru. Tujuan dari SOTK ini untuk melakukan penyempurnaan visi Batam kedepan,” ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiarso usai rapat tersebut.

SOTK baru ini akan dikirim ke Menpan-RB untuk mendapatkan rekomendasi sebelum disahkan pada minggu depan.

Ada perubahan baru dalam SOTK ini yakni perampingan di deputi pendamping Kepala BP Batam. Jika sebelumnya ada lima deputi, maka sekarang kemungkinan hanya ada empat deputi.

Susi tidak menyebut secara gamblang mengenai struktur kedeputian yang baru ini. Ia hanya sekilas menyebut bidang kerjanya saja.

Deputi yang masih tetap ada yakni Deputi I BP Batam yang membidangi administrasi dan keuangan BP Batam.

“Karena BP Batam itu Badan Layanan Umum (BLU), maka itu menjadi haknya Menteri Keuangan (Menkeu),” tuturnya.

Kemudian ia menyebut ada deputi khusus pengembangan usaha.

Lalu ada deputi think thank atau deputi yang tugasnya memikirkan pengembangan Batam dan memberikan masukan soal politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya kepada Kepala BP Batam. Dan terakhir ada deputi kawasan dan pelayanan.

Kepala BP Batam (kiri) bersama deputi saat mengikuti rapat.
foto: Kemenko Perekonomian

Susi menyebut deputi-deputi ini dari kalangan profesional dan kemungkinan besar berasal dari kalangan internal di pemerintah pusat yang dipromosikan. Sekarang ini masih dibahas.

“Wakil juga nanti ada. Untuk kedeputian, makin ramping makin bagus. Kami siapkan SOTK-nya untuk mengakomodasi perubahan yang ada,” ujarnya lagi.

“Perampingan ini prinsipnya lakukan penajaman fungsi layanan perizinan. Artinya lebih untuk visi Batam kedepan karena masih akan menjadi tulang punggung Indonesia. Batam ini menarik untuk investasi dan kami ajak Walikota diskusikan itu,” jelasnya. (leo)

 

berita sebelumnya

Hari Ini, Walikota Batam Terbang ke Jakarta Jumpa Menko Darmin

 

Ibu Muda Melahirkan di Kapal Ferry

0

batampos.co.id – Proses melahirkan berjalan lancar. Bahkan proses melahirkan dibaringkan di antara bangku penumpang.

BNN Tangkap Pasangan Suami Istri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah petugas yang mengaku dari Badan Narkotika Nasional (BNN) grebek sebuah rumah di perumahan Marina Garden Tanjunguncang, Sabtu (27/4/2019).

Seorang pria dan dua orang wanita yang ada dalam rumah diamankan oleh rombongan petugas tersebut.

Informasi yang disampaikan warga sekitar, penggerebekan tersebut diduga berkaiatan dengan jaringan narkoba sebab, petugas juga diinformasikan mendapati sebungkus serbuk putih yang diduga narkoba jenis sabu di dalam rumah tersebut.

Dua dari tiga orang yang diamankan itu adalah pasangan suami isteri dan sang isteri sedang hamil muda. Sementara wanita yang satu lagi adalah tamu pasangan suami isteri tadi.

“Mereka (pasangan suami istri) orang baru di sini. Belum sampai dua bulan. Mereka ngontrak makanya tak tahu juga nama-nama mereka,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, kemarin.

Penggerebekan itu berlangsung cepat sehingga warga tak mengetahui pasti berapa banyak serbuk yang diduga narkoba jenis sabu tersebut.

Ketua RW 12 Kelurahan Tanjunguncang Amir Mahmud saat dikonfirmasi via telepon membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Benar ada. Katanya (petugas) dari BNN tapi saat itu saya lagi kerja jadi kurang tahu persis kejadian seperti apa. Ini mau saya koordinasikan dengan RTnya,” ujar Amir.

Apakah benar pasangan suami istri ini warga setempat, Amir belum bisa pastikan sebab setahu dia rumah yang digrebek itu selama ini kosong. Bisa saja pasangan suami isteri itu ngontrak dan belum lapor ke perangkat RT/RW setempat.

Batam Pos yang mendatangi lokasi kejadian, rumah yang digrebek petugas itu sudah kosong tak berpenghuni. Di depan rumah terpajang sebuah tulisan bahwa rumah tersebut disewakan.

Beberapa tetangga sekitar mengakui adanya penggerebekan itu. Namun demikian mereka tak mengetahui nama pasangan suami isteri tadi sebab mereka baru sebulan lebih tinggal di rumah tersebut.

“Orang baru mereka. Baru sebulan lebih tinggal. Yang punya rumah tidak tinggal di sini. Ini kontrak,” kata seorang ibu rumah tangga. (eja)

Pleno Tingkat Kecamatan Molor, KPU Batam Siapkan Laporan ke Provinsi

0

batampos.co.id – KPU Batam siapkan laporan terkait hambatan atau kendala selama proses pelaksanaan rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan. Laporan ini ditujuhkan kepada KPU provinsi agar proses rekapitulasi tingkat kecamatan segera dirampungkan.

“Masih banyak (kecamatan) yang belum rampung. Padahal sesuai PKPU tanggal 4 (14 hari kerja rekapitulasi) ini tingkat kecamatan harusnya selesai. Banyak persoalan yang menghambat proses rekapitulasi. Ini yang mau dilaporkan ke KPU Provinsi agar dapat arahan upaya selanjutnya,” ujar ketua KPU Batam Syahrul Huda di kantor Camat Batuaji, Kamis (2/5/2019).

Dijelaskan Syahrul, berdasarkan situasi dan kondisi nyata di PPK saat ini proses rekapitulasi kemungkinan besar akan molor dari jadwal 14 hari kerja itu. Itu karena masih banyak kecamatan yang belum rampung dan bahkan baru berjalan separuh dari seluruh total TPS yang ada. Sagulung misalkan dari 582 TPS baru sekitar 170 an yang diplenokan. Sisanya tak mungkin terkejar dalam dua hari kedepan.

“Makanya dibuatkan laporan ke Provinsi supaya dapat arahan dan solusi selanjutnya seperti apa. Kalau ditanya ke saya sekarang tentu belum ada solusi karena tunggu arahan dari Provinsi,” kata Syahrul.

Kecamatan yang sudah rampung dengan proses rekapitulasi baru tiga yang berada di hinteland yakni di Pulau Bulang, Pulau Galang dan Pulau Belakang Padang. Kecamatan di Pulau Batam semuanya belum rampung.

Kendala dan hambatan proses rekapitulasi diakui Syahrul berfariasi mulai dari kesalahan penulisan DPT atau DPK hingga pada penulisan angka surat suara yang diperoleh. Persoalan-persoalan ini umunya dapat diselesaikan dengan baik namun menyita waktu proses rekapitulasi.

Seperti yang terjadi di kecamatan Batuaji, Rabu (1/5) malam lalu. Saksi sejumlah pengurus partai protes dengan rapat pleno PPK Batuaji karena ada perbedaan penulisan jumlah DPT dan DPK dengan jumlah surat suara di TPS 42 Tanjunguncang yang masuk ke PPK. Saksi-saksi yang protes diantaranya dari PPP, Berkarya, PKPI dan PKB.

Menanggapi itu, ketua PPK Batuaji Yusnan mengaku akan melakukan penghitungan ulang untuk TPS-TPS yang diprotes tersebut.

“Persoalan-persoalan seperti inilah yang menghambat proses penghitungan,” Syahrul. (eja)

Bagi Hasil Tak Rata, Dept Collector Tikam Kawannya

0

batampos.co.id – Keributan terjadi di komplek perumahan Bumi Sarana Indah, kelurahan Buliang, Minggu (29/4) malam lalu. Henri pria yang kesehariannya sebagai penagih hutang atau debt colector terlibat cekcok dengan Sr, rekan seprofesinya.

Cekcok tersebut berujung pada kasus penganiayaan dan penikaman. Henri gelap mata dan menghujani tikaman ke tubuh Sr. Sr sekarat dan harus dilarikan ke rumah sakit. Usai menikam Sr, Henri langsung dibekuk oleh Polsek Batuaji.

Kepada polisi Henri mengaku, perselisihan tersebut karena uang hasil tarikan sepeda motor yang diduga dimakan sendiri oleh Sr. “Cuman Rp 200 ribu pak. Tapi tak ada niat baik dia mau bagi atau kabari ke saya kalau sudah dipakainya semua,” kata Henri.

Merasa tak dihargai, Henri akhirnya mencari Sr. Keduanya berjumpa di lokasi kejadian sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada penikaman.

“Masalah sepele tapi dia nantang makanya kalap saya,” ujar Henri.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunte membenarkan kejadian itu dan pelaku sudah diamankan. “Korban masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya. (eja)

Dijual, Udara Kalengan

0

Kaleng itu biasa saja. Bahkan, ’’tidak ada isinya’’. Hanya udara. Tapi, orang-orang antre membelinya. Sebab, kaleng tersebut berisi udara terakhir di era Heisei.

Dini hari tadi, era kepemimpinan Akihito itu berakhir. Diganti dengan era Reiwa. Orang-orang memanfaatkan momen terakhir tersebut untuk menyimpan kenangan sebanyak-banyaknya.

Dilansir AFP, Heso Production membuat seribu kaleng berisi udara era Heisei itu. Penjualannya lewat online dan dijual di toko oleh-oleh di Desa Henari. Harganya 1.080 yen atau setara Rp 138 ribu.

’’Udara memang gratis, tapi kami harap orang akan menikmati bernapas dengan udara segar era Heisei ketika era baru telah dimulai. Atau mereka bisa menyimpannya untuk kenang-kenangan,’’ ujar Presiden Heso Production, Minoru Inamoto.

Bagi sebagian orang, perpisahan memang menyakitkan. Karena itu, mereka butuh sesuatu untuk dikenang. Kaleng isi udara era Heisei tersebut hanya salah satunya. Beberapa penduduk memilih memburu stempel terakhir era Heisei. Mereka antre di stasiun kereta api atau tempat-tempat lain yang menyediakan stempel di kartu atau tiket masuknya.

Restoran-restoran tak mau kalah untuk menarik pembeli. Mereka memberikan berbagai tawaran untuk makan terakhir di era Heisei. Beberapa menu juga dikemas dengan unik. Beberapa kafe menyediakan kopi yang bergambar wajah Akihito dan Michiko.

Tak mau sesuatu yang murah? Koin emas bertulisan Heisei bisa menjadi opsi koleksi. Harganya mencapai Rp 170,9 juta. Meski mahal, koin itu terjual bak kacang goreng.

Sebentar saja sudah habis. Toko-toko kue tak mau ketinggalan. Mereka membuat berbagai makanan khas era Heisei.

’’Transisi (kekuasaan) adalah kesempatan yang sangat jarang sehingga harus dirayakan,’’ ujar Haruka Nuga seperti dikutip AP. (sha/c22)