Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11386

400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar

0

batampos.co.id – Praktik politik uang dalam pemilihan umum (pemilu) masih jadi tradisi. Buktinya, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota Komisi VI DPR sekaligus calon legislatif (caleg) dapil Jawa Tengah II Bowo Sidik Pangarso, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang total Rp 8,4 miliar yang akan digunakan untuk “serangan fajar” pemilu 2019.

Uang itu sudah dikemas dalam 400 ribu amplop. Dan dimasukkan dalam 84 kardus besar. KPK mengamankan uang tersebut dari sebuah ruangan di kantor PT Inersia di Jakarta.

”Dipersiapkan untuk “serangan fajar” pada pemilu 2019 nanti,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (28/3).

Basaria menjelaskan, uang dalam kardus pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu diduga bagian dari suap dan gra­tifikasi yang diterima Bowo. Salah satu penerimaan suap yang berhasil diidentifikasi KPK berasal dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Suap itu diduga berkaitan dengan distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia yang menggunakan kapal milik PT HTK.

Sejatinya, kerja sama pe­nye­waan kapal itu sudah dihenti­kan oleh PT Pupuk Indonesia. Namun, atas bantuan Bowo yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar, PT HTK bisa kembali melakukan kerja sama penyewaan kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (anak perusahaan PT Pupuk Indonesia) melalui memorandum of understanding (MoU) pada 26 Februari lalu.

”BSP (Bowo Sidik Pangarso) diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton,” ungkap Basaria. Sejauh ini, KPK telah mengendus adanya enam kali pemberian dari PT HTK untuk Bowo. Jumlahnya Rp 221 juta dan 85.130 dolas AS. Uang itu diberikan di berbagai tempat, seperti di rumah, hotel, dan kantor PT HTK.

Basaria menyebut, sejauh ini pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dalam OTT selama dua hari tersebut. Yakni, Bowo dan Indung (pegawai PT Inersia) sebagai tersangka penerima suap. Serta, Marketing Manager PT HTK sebagai pemberi suap. Selain pasal suap, KPK juga menyelipkan pasal penerimaan gratifikasi untuk Bowo dan Indung.
KPK sebelumnya sempat memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Pilog Ahmadi Hasan dan Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Achmad Tossin. Namun, kedua direk­si perusahaan BUMN tersebut tidak turut diamankan dalam perkara ini. Keduanya hanya diklarifikasi oleh penyidik KPK terkait dengan distribusi pupuk itu.

Lalu, apakah uang dalam amplop itu berkaitan dengan logistik pemilihan presiden (pilpres) di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II (dapil Bowo)? Basaria menegaskan uang-uang yang sudah dikemas dalam amplop itu tidak berkaitan dengan pilpres.

”Sama sekali tidak (berkaitan pilpres). Dari awal sampai akhir, tidak ada bicara tentang itu (logistik pilpres, red),” tegasnya.

Namun, berdasar informasi yang diperoleh Jawa Pos (grup Batam Pos) dari sumber internal KPK, dalam amplop itu terdapat cap jempol salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Terkait hal itu, Basaria kembali membantah hal tersebut.

”Saya ulang. Ini hasil pemeriksaan (Bowo) memang untuk kepentingan dia akan mencalonkan diri kembali (sebagai caleg),” terangnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, ratusan ribu amplop yang disimpan dalam kardus besar itu dalam kondisi dilem. Sehingga, pihaknya belum bisa membuka satu per satu amplop yang ditengarai terdapat cap jempol salah satu pasangan capres cawapres itu.

”Ada prosedur-prosedur hukum acara yang berlaku kalau barang bukti itu diubah kondisinya,” tuturnya.

KPK menjerat Bowo dan Indung dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan atau pasal 12 B UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 64 ayat (1) KUHP dalam perkara ini. Sementara terhadap pemberi, KPK menerapkan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (tyo)

Pengiriman 5 Kg Narkoba dari Tanjungpinang Digagalkan Bea Cukai

0

batampos.co.id – Aparat Bea dan Cukai (BC) Batam mengamankan dua warga negara (WN) Malaysia, Leong Kah Huat dan Heng Beou Woon di Pelabuhan Harbour Bay, Batam, Rabu (27/3) lalu. Keduanya kedapatan me­nyelundupkan sabu seberat 474 gram.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Sumarna mengatakan, penangkapan kedua WNA ini bermula dari kecurigaan petugas BC terhadap keduanya. Saat turun dari kapal MV Ocean Dragon yang berlayar dari Stulanglaut, Malaysia, keduanya menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

“Terhadap dua penumpang yang dicurigai tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan secara verbal dan dilanjutkan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan urine keduanya, positif mengandung metamphetamine (sabu),” kata Sumarna, Kamis (28/3).

Dari hasil pemeriksaan urine itu, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan. Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Batam untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.

Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa dari dalam anus Leong Kah Huat didapatkan tiga benda yang diduga paket sabu. Sementara dari dalam anus Heng Beou Woon terdapat empat bungkus sabu.

“Mengetahui adanya bungku­san mencurigakan itu, kemudian keduanya kami bawa ke kantor Bea Cukai dan dilakukan pengeluaran dari dalam tubuhnya. Setelah dikeluarkan kemudian dilakukan pengujian dan positif metamphetamine (sabu, red),” tuturnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua WNA itu diserahkan ke Direktorat Narkoba Polda Kepri. Ia menambahkan, penangkapan terhadap dua kurir sabu ini merupakan penindakan yang ke-20 dan ke-21 selama tahun 2019 ini.

Dalam penindakan itu, sebagian besar merupakan kurir sabu yang tertangkap di pelabuhan maupun Bandara Internasional Hang Nadim untuk dibawa ke berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto mengaku pihaknya telah menerima limpahan kasus penyelundupan sabu oleh dua WN Malaysia dari Kantor Pelayanan Utama BC Tipe B Batam, Rabu (27/3) lalu. Yani menga-takan, saat ini jajarannya masih melakukan pengem-bangan atas kasus ini.

Pengembangan dilakukan untuk mengejar orang yang menyuruh kedua WNA tersebut dan penerima sabu di Batam. “Sedang kami interogasi, dan minta keterangan mereka,” kata Yani, Kamis (28/3).

Dari pengakuan kedua WNA itu, sabu tersebut didapat dari seorang bandar di Malaysia. Yani mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama yang memberikan sabu ke dua WNA Malaysia tersebut.

Namun, terkait siapa yang akan menerima sabu tersebut di Batam, Yani mengaku sulit dilakukan pengembangan. Karena, bandar dua WN Malaysia ini baru memberikan arahan, setelah keduanya sampai di Batam.

Tapi keduanya terlanjur ditangkap aparat BC Batam, sehingga bandar asal Malaysia memutuskan komunikasi. Meski begitu, Yani mengatakan jajarannya masih berusaha melakukan pengem-bangan dari potongan informasi yang didapat dari kedua orang tersebut.

“Kalau ada perkembangan terbaru, akan kami kabarkan,” ungkapnya.

Modus Paket Kiriman

Sementara Sat Narkoba Polres Tanjungpinang membongkar jaringan pengedar narkoba dengan modus menggunakan jasa pengiriman. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan tiga pelaku dan tiga koli paket sabu seberat 5 kilogram.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menjelaskan, barang bukti hasil temuan Bea dan Cukai Tanjungpinang di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, sebanyak tiga koli paket. Satu koli paket atas nama pengirim Anggel Bag’s dan penerima atas nama Romy tujuan Surabaya tertanggal 8 Maret 2019.

Dalam paket berisi enam tas yang di dalamnya terdapat 18 sabu yang dibungkus dengan plastik transparan. Satu koli paket lainnya atas nama pengirim Irma Bag’s dan penerima atas nama Irfan tujuan Makassar, Sulawesi Selatan, tertanggal 8 Maret 2019.

Dalam paket berisi empat tas yang di dalamnya terdapat 12 paket sabu dibungkus dengan plastik transparan. Satu koli paket atas nama pengirim Irma Bag’s dan penerima atas nama Asri Tanti tujuan Sulawesi Selatan tanggal 8 Maret 2019. Dalam paket berisi tujuh tas yang di dalamnya terdapat 20 paket sabu.

“Total berat kotor keseluruhan yaitu 5.084 gram,” kata Kapolres, kemarin.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Novi Susanto di Surabaya, Rabu (13/3). Dari tangan pelaku polisi menyita 1.141 butir ekstasi. Tiga paket sabu 10 gram, alat hisap sabu, timbangan, tiga ponsel. Kemudian dari hasil pengembangan, polisi menangkap Sulaiman di Center Park Baloi, Batam, Senin (25/3) dan Firman ditangkap di Bandung, Sabtu (23/3).

“Berdasarkan alamat paket akan dikirim ke Surabaya, sehingga melakukan penangkapan di sana,” ungkap Ucok.

Tiga pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

Caleg Ditangkap

Pengungkapan kasus narkoba juga dilakukan jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang. Mereka berhasil menangkap seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Lingga dari Partai Gerindra, Rahmat Nur Cahyono, karena membelikan sabu seberat 0,6 gram untuk temannya. Rahmat ditangkap di sebuah hotel di Lubukbaja, Batam, Selasa (12/3) malam lalu.

“Kalau dari informasi yang kami dalami itu benar merupakan caleg di daerah Kabupaten Lingga,” ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman, Kamis (28/3).

Ia menjelaskan, Rahmat ditangkap bersama temannya, Hendri alias Ahok. Usai diamankan dari hotel tersebut, keduanya dibawa ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Barang bukti kami temukan di saku tersangka Hendri. Kemudian kita lakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan, ternyata yang membeli narkotika jenis sabu ini merupakan tersangka Rahmat,” jelasnya.

Menurut dia, Rahmat memberikan uang kepada Hendri sebesar Rp 500 ribu untuk membeli sabu kepada seseorang yang masih dalam penge-jaran Satres Narkoba Polresta Barelang berinisial R. Saat itu Hendri bersama R melakukan transaksi narkoba di kawasan Nagoya.

Dari hasil pemeriksaan itu juga, Rahmat membeberkan bahwa Hendri dan Rahmat sudah sering mengonsumsi sabu bersama-sama. Sebab empat hari sebelum ditangkap oleh pihaknya, keduanya juga mengonsumsi sabu di salah satu hotel di Tanjungpinang.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka masih sebatas pengguna, karena barang bukti yang kita sita dengan berat 0,6 gram. Sudah cukup lama, ini yang kelima kalinya mereka makai (narkoba) bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain mengamankan barang bukti sabu, pihaknya juga mengamankan alat hisap sabu atau bong berbahan kaca dari dalam kamar hotel tempat mereka menginap. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas kedua tersangka dan selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Lingga Tengku Nazwar mengaku terkejut mendengar penangkapan terhadap salah satu kadernya tersebut. Hingga kemarin, Tengku mengaku bahwa ia belum mendapatkan informasi bahwa salah satu kader Partai Gerindra Kabupaten Lingga ditangkap dalam kasus narkoba.

“Kalaupun itu benar, itu kan tidak ada hubungannya ke partai. Itu tindakan pribadi, oknum pribadi dia. Kita tidak bisa juga mengontrol perilaku sehari-hari. Kan tidak mungkin,” ujarnya.

Jika Tengku sudah menerima informasi valid bahwa Rahmat Nur Cahyono sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka pihaknya akan bersikap tegas dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari partai. Sebab, Tengku menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun terhadap kader yang tersangkut narkoba.

“Namun demikian, kita memakai asas praduga tak bersalah dulu. Saya belum bisa komen selanjutnya karena belum tahu. Kalau sudah jelas, terbukti bersalah, partai tentu akan bersikap tegas,” imbuhnya. (*)

Gelar Pameran untuk Genjot Penjualan

0

batampos.co.id – Sejumlah pengembang akan menggelar pameran properti di Batam usai Pemilu 2019 pada April mendatang. Dalam pameran ini akan ditawarkan beragam pilihan properti bagi calon konsumen.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengatakan, pascapemilu merupakan momen yang tepat untuk menggelar pameran properti. Sebab para pengembang dan konsumen akan semakin yakin dalam menginvestasikan uangnya, terutama untuk sektor properti.

“Ini bicara soal kepastian. Setelah pemilu nanti, sudah ada kepastian siapa pemimpin berikutnya,” kata Achyar, Kamis (28/3).

Hasil dari pemilu sangat penting bagi pengembang dalam merencanakan bisnisnya.
Program kerja dari presiden baru yang bertujuan untuk menggairahkan perekonomian menjadi pedoman bagi pengusaha profesional dalam berinvestasi.

Achyar memaparkan, pameran yang terdekat yang akan digelar setelah pemilu adalah pameran REI Expo yang akan diselenggarakan pada 24 April hingga 5 Mei mendatang. Banyak pengembang baru yang akan ikut serta.

“Ini yang ikut pameran sudah full house semua. Stan pada terisi dan ada pendatang baru yakni Triniti Properti Group dari Jakarta yang hadir dengan produk baru,” ucapnya.

Triniti mengembangkan low rise apartment di kawasan Pasir Putih dekat dengan kawasan wisata Ocarina.

Low rise apartment ini apartemen yang tidak terlalu tinggi, biasanya tujuh lantai. Sekarang model apartemen seperti itu lagi tren di Jakarta. Mereka percaya bahwa investasi di Batam masih bagus,” tuturnya.

Secara total, REI Expo nanti akan menyediakan 34 stan. Achyar mengatakan 34 stan itu sudah diisi oleh 18 industri properti dan industri pendukung properti. Beberapa peserta lain yang akan mengikuti adalah pengembang baru lainnya seperti Pollux Habibie, Oxley dan lain-lain.

Namun untuk saat ini, Achyar belum bisa menjelaskan berapa target yang ingin diperoleh dalam pameran ini. Pasalnya para peserta belum diberi target oleh kantor pusatnya masing-masing.

REI Expo selalu digelar dua kali setiap tahun. Tahun lalu, REI Expo April 2018, panitia mematok target hingga Rp 70 miliar, namun belum capai target. Pada bulan Oktober, pameran ini kembali digelar. “Oktober 2018 targetnya Rp 65 miliar. Kami bisa mencapai target,” ucapnya.

Di samping REI Expo, ada pameran lain yang digelar oleh pengembang besar PKP yakni Palu Gada di Megamall yang akan berlangsung hingga April mendatang.

Sedangkan Sales & Marketing Manager Oxley Convention City, Gloria Yang, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Batam secara signifikan membuat kota ini punya nilai jual yang tinggi. “Makanya saat ini merupakan momen yang tepat untuk membeli hunian di Oxley. Pasalnya sejak peluncuran Desember lalu, belum ada kenaikan harga,” paparnya.

Oxley memang menempati lokasi yang strategis di jantung Kota Batam. Dan hingga saat ini, dari 1193 apartemen yang dijual, sudah laku 60 persen. Untuk semakin merangsang minat pembeli, Oxley juga memberikan promo-promo menarik. (leo)

Anak Kembar pun Diberi Nama Sama dengan Capres – Cawapres

0

BETAPA kaget para tetangga mendapat undangan itu. Memang, di situ tertulis bahwa hajatannya adalah syukuran kelahiran bayi. Tapi, kok yang mengundang Joko Widodo Ma’ruf?

’’Mereka mungkin tidak menyangka bahwa itu nama bayinya, hehehe,’’ kata Suwarno, ayah si bayi.

Anak ketiga pasangan Suwarno dan Heni itu lahir pada 11 Januari lalu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen, Jawa Tengah. ’’Prediksi saat USG (ultraso­nografi) cewek, tetapi setelah lahir ter­nyata cowok. Karena belum menyiap­kan nama laki-laki, ya sudah, kasih na­ma idola saya, Joko Widodo Ma’ruf,’’ kata warga Desa Banaran, Kecamatan Sam­bungmacan, Kabupaten Sragen, itu.

Nama panggilannya pun sama dengan calon presiden nomor urut 01, Jokowi. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, Jokowi berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Tak butuh waktu lama bagi Joko Widodo Ma’ruf untuk mendapatkan penantang. Sekitar dua bulan berselang, di Bandung Barat, Jawa Barat, persisnya 20 Maret lalu, lahir-lah Muhammad Prabowo-Muhammad Sandiaga.

Bayi kembar identik putra pasangan Dede Wahyudin-Elis Nurlatifah itu hanya terpisah 3 menit. Bowo dulu yang lahir, disusul Sandi.

Sejak istrinya hamil, Dede memang berencana memberi si bayi kelak dengan nama Prabowo Subianto. Itu jika terlahir laki-laki. Ternyata beneran lahir laki-laki. Plus bonus satu bayi laki-laki lagi.

Akhirnya, dipilihlah M. Prabowo dan M. Sandiaga sebagai nama kedua bayi yang lahir di RSUD Cilin, Kabupaten Bandung Barat, tersebut. Prabowo dan Sandiaga adalah nama paslon nomor urut 02 dalam pilpres yang berlang-sung pada 17 April nanti.

’’Saya kagum dengan Pak Prabowo sejak Pemilu 2014. Sejak itu, saya selalu ikuti perkembangannya, termasuk nonton beliau debat di televisi,’’ ungkapnya di rumahnya di Kampung Bojongloa, Desa Pasirpagor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Tapi, setidaknya sampai 24 Maret lalu, Dede masih sulit mengenal mana yang Bowo, mana yang Sandi. Sebab, keduanya memang seperti pinang tak berbelah. Lha wong kembar identik.

Tidak demikian sang istri. Dari jarak agak jauh pun, dia bisa membedakan mana yang Bowo, mana yang Sandi. Caranya? Dari tingkah polahnya.

’’Bowo itu lebih kuat, lebih aktif. Sedangkan Sandi lebih kalem dan santai,’’ ucap Elis, lantas tertawa.

Apalagi kalau sudah menangis, lebih gampang lagi. ’’Bowo nangisnya lebih kuat,’’ katanya.

Selain itu, menurut Elis, Bowo-Sandi memiliki perbedaan pada raut wajah mereka. Kalau Bowo, wajahnya agak lembut dan lonjong.

’’Sering dibilang manis sama orang-orang. Kalau Sandi, wajahnya kayak cowok banget dan bulat,’’ ungkap anak keenam di antara sembilan bersaudara itu.

Suwarno maupun Dede dan istri masing-masing sama sekali bukan pengurus partai. Apalagi anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf atau Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Suwarno sehari-hari bekerja serabutan. Kalau tidak bertani, ya membuat batu bata. Adapun Dede, dia bekerja serabutan.

PASANGAN Elis-Dede Wahyudin menggendong bayi kembarnya Muhammad Prabowo dan Muhammad Sandiaga, di kediamannya, Bandung Barat, Minggu (24/3). F. HENDRA EKA/JAWA POS

Jadi, kekaguman mereka kepada Jokowi dan Prabowo tak ada maksud ’’politis’’. Pemberian nama anak-anak tersebut murni bentuk rasa hormat mereka kepada sosok-sosok yang dikagumi.

“Mereka (Suwarno dan Heni) sebatas nge-fans. Itu ibunya si bayi teman saya waktu jadi TKW (tenaga kerja wanita, red), baru pulang dua tahun lalu,” kata Sri Wahyuni, salah seorang tetangga.

Di mata Suwarno dan Heni, Jokowi sosok yang cerdas dan sabar. Juga, seorang pemimpin tangguh. ’’Berani menghadapi berbagai masalah bangsa,’’ tegas pria 51 tahun itu.

Begitu pula kekaguman Dede dan Elis kepada Prabowo. ’’Saya suka dengan sosok beliau sebagai pemimpin,’’ kata Dede, 38, yang bersama Elis, 29, sama-sama belum pernah bertemu Prabowo.

Bowo-Sandi bukan anak pertama Dede dan Elis. Sebelumnya, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Keysa Ghaida Jihan Izzati yang lahir pada 2011. Namun, Keysa meninggal pada 2015 karena demam.

Yang membuat Dede bingung, bagaimana nama anaknya bisa sampai tersebar luas. Padahal, dia hanya mengabari keluarga mengenai kelahiran Bowo dan Sandi melalui grup WhatsApp.

Dan, sama sekali tak bermaksud mencari sensasi. ’’Saya cuma ingin nama itu bisa jadi doa buat anak-anak saya nanti. Bisa sukses seperti Pak Prabowo dan Pak Sandiaga juga,’’ ungkap.

Demikian pula Suwarno. Dia pun berharap si Jokowi bayi bisa mengikuti jejak Jokowi dewasa. ’’Semoga nanti bisa mengangkat derajat orangtua,’’ harapnya. (*/c5/ttg)

Warga Manfaatkan Pengobatan Gratis di Polsek Batuaji

0

batampos.co.id – Ratusan warga baik anak-anak dan kaum dewasa mendatangi mapolsek Batuaji, pagi ini (Jumat, 29/3). Mereka memanfaatkan kesempatan pengobatan dan sunatan gratis yang dilakukan oleh jajaran Polresta Barelang dalam rangka kegiatan bulan bakti kesehatan.

Pantauan di lapangan, ratusan warga sekitar Batuaji dan Sagulung itu sudah memenuhi halaman polsek sejak pukul 07.00 WIB. Anak-anak mengikuti kehiatan sunatan massal sementara orang dewasa berobat gratis dan juga menyumbangkan darah untuk palang merah Indonesia (PMI).

Sampai pukul 10.00 WIB, masing-masing pelayanan sudah dilalui diatas seratusan peserta. Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kesempatan pengobatan dan sunatan masaal gratis tersebut.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, baksos layanan kesehatan gratis ini ditangani ratusan tenaga medis termasuk dokter gabungan dari dokter polisi Polda Kepri, puskesmas dan dokter umum lain di kota Batam.

“Target kami sebanyak-banyaknya tanpa batasan. Pokoknya berapapun yang datang akan dilayani semua,” ujarnya.

Baksos ini merupakan bagian dari layanan polisi dalam hal untuk menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Toko masyarakat, toko agama dan toko-toko pemuda lainnya juga dilibatkan sehingga seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan medis ataupun sunatan bisa terakomodir dengan baik. (eja)

Perkuat Infrastruktur Gas Bumi, PGN Bangun Terminal LNG di Jawa Timur

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN melalui anak usaha PT PGN LNG Indonesia (PLI) bekerjasama dengan PT Pelindo III (Persero) atau Pelindo III mengembangkan Terminal LNG Teluk Lamong, Jawa Timur.

Pembangunan Terminal LNG Jawa Timur ditargetkan akan beroperasi pada QIV 2019. Setelah perampungan, PLI selaku anak usaha PGN, siap mengoperasikan terminal itu untuk melayani kebutuhan energi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Dalam proses pembangunan Terminal LNG dan seluruh fasilitasnya, PT Pelindo Energi Logistik beserta PLI menggarap pengerjaan. Kerjasama inipun sejalan dengan optimalisasi sinergi antar perusahaan pelat merah.

Terminal LNG Teluk Lamong pun menjadi obyek vital bagi pembangunan ekonomi dan mobilitas transportasi di Pulau Jawa.

Pada fase pertama, Terminal LNG Jawa Timur akan memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 30 BBTUD, yang nantinya akan dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan energi di Jawa Timur dan sekitarnya.

Sejalan dengan maksud, maka Terminal LNG juga menjadi solusi untuk menyediakan tambahan pasokan gas hasil regasifikasi LNG untuk pelanggan PGN group yang telah menerima penyaluran gas melalui jaringan pipa, Terminal LNG Jawa Timur, baik pelanggan industri, ritel, maupun kelistrikan, khususnya untuk wilayah-wilayah yang tidak dapat dijangkau dengan jaringan pipa PGN.

Selain itu, Terminal LNG Jawa Timur pada pengembangannya juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas pengisian LNG dengan moda LNG trucking yang memanfaatkan ISO tank, dengan kapasitas pengisian ±10 BBTUD. Pengembangan fasilitas dengan moda LNG trucking tersebut diharapkan dapat memberikan solusi energi dan membuka pasar-pasar ritel baru di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan juga Jawa Barat.

Selanjutnya, dengan moda LNG trucking, kerjasama ini juga akan mengusahakan pemanfaatan pasokan LNG untuk kapal-kapal yang berbahan bakar berbasis LNG (truck to ship LNG bunkering) di terminal-terminal milik Pelindo III.

Pemanfaatan itu membantu pemerintah memenuhi regulasi dari International Maritime Organization (“IMO”), yang berlaku mulai 1 Januari 2020, untuk menurunkan kadar Sulphur dari fuel menjadi maksimum 0.5% (dari limit eksisting 3.5%) untuk kepentingan lingkungan, dengan mengurangi emisi berbahaya dari kapal-kapal.

Dari sisi PGN, sebagaimana dikatakan Direktur Utama Gigih Prakoso, poin penting pembangunan infrastruktur LNG di Teluk Lamong yaitu penguatan sistem distribusi dan regasifikasi LNG. Hal ini, tambahnya, kian mengokohkan layanan terintegrasi dari PGN.

“Dengan tersedianya tambahan pasokan gas yang dimaksud, PGN dapat meningkatkan ketahanan dan keberlangsungan pasokan gas untuk sistem distribusi Jawa Timur dengan sasaran industri, ritel, dan kelistrikan. Saat ini pasokan gas untuk sistem distribusi Jawa Timur hanya mengandalkan sumur-sumur gas berdasarkan Kontrak Kerja Sama minyak dan gas bumi yang berada di sekitar Jawa Timur,” tutup Gigih. (*)

Titiek Soeharto: Memimpin Itu Sudah Menjadi Jiwa Prabowo Sejak Muda

0

Tanggung jawab dan beban moral Prabowo menjadikannya tersentuh untuk memimpin dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa besar di dunia. Hal itu karena kepemimpinan telah menjadi jiwa Prabowo sejak ia muda.

Hal itu dikatakan Siti Hediati Heriyadi, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Berkarya, saat menggelar khitanan bersama (sunatan massal) di Dalem Kalitan, Kota Solo, Jumat, 29 Maret 2019. Pernyataan itu merupakan jawaban Titiek saat ditanya wartawan mengenai kesiapan Prabowo memimpin bangsa.

Menurut putri kedua Presiden Soeharto yang akrab dipanggil Mbak Titiek itu, kondisi Indonesia yang tak kunjung membaik sejak reformasi telah menyentuh hati nurani Prabowo untuk benar-benar tulus mewakafkan jiwa, tenaga dan raganya buat bangsa Indonesia lepas dari keperpurukan.

“Karena kepemimpinan itu dijalani sejak beliau masih muda, Pak Prabowo tahu betul apa yang harus dilakukannya bersama seluruh bangsa. Hati nuraninya terketuk untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa besar, berdaulat dan bermartabat di mata dunia,” kata Titiek.

Khitanan bersama yang digelar tersebut diikuti setidaknya 68 anak yang didaftarkan orang tua mereka secara online. “Sampai pukul 10, sudah 62 anak yang datang,” kata seorang anggota panitia.

Menurut Koordinator Padi Medika, tim dokter yang menangani khitanan tersebut, dr Alfi Rizal, dengan sistem sirkumsisi laser yang mutakhir, ia menjamin pasien kembali bisa beraktivitas normal dalam tiga hari.

“Jadi, anak-anak ini Senin depan sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa,” kata Alfi. Dengan metode itu plus jahitan dengan benang yang bisa diserap oleh tubuh, kata dia, dalam waktu tiga hari sudah bisa sembuh dan tak perlu kontrol maupun ganti perban sendiri.

Hampir bisa dipastikan, setiap tahun putra-putri Pak Harto menggelar sunatan massal. Acara bisa digelar di berbagai kota. Misalnya pada 2015 lalu dilakukan di Monumen Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto, di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Yogyakarta. Saat itu dikhitan 117 anak. Tahun lalu, di Masjid At-Tin juga dikhitan 205 anak.

“Ini bentuk kepedulian keluarga kami, membantu masyarakat menjalankan perintah Rasulullah SAW,” kata Titiek. Ia juga menegaskan,  kepedulian itu ditanamkan dan terus dipupuk Pak Harto kepada mereka, anak-anaknya. “Bapak selalu menasihati kami untuk senantiasa peduli kepada rakyat kecil.”

Malam sebelum acara digelar, Titiek dan sebagian panitia melakukan ziarah dan nyekar ke makam Pak Harto dan Ibu Tien di Astana Giribangun, di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Komplek makam keluarga yang berdiri 660 meter di lereng Gunung Lawu, itu berjarak sekitar 35 km dari kota Solo.

Setelah membaca serangkaian doa dan surat Yassin, Titiek sempat beramah tamah dengan panitia. Keguyuban suasana membuat rombongan baru meninggalkan Astana Giribangun sekitar pukul 23.50 nyaris tengah malam.

Tahun lalu, acara dilakukan di Masjid At-Tin, Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat itu peserta mencapai 205 anak, melibatkan 11 anggota tim dokter dan 15 orang tim medis.

“Pesertanya berada pada rentang usia 3-10 tahun,” kata Jahrudin, koordinator acara tersebut  kepada wartawan, saat itu. “Animo masyarakat luar biasa. Seminggu kita buka pendaftaran online, kuota 200 peserta pun terlampaui,” kata dia. [*]

 

Penerimaan Siswa Baru Dibuka Serentak Mei

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menghapuskan sistem sekolah rujukan atau unggulan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020. Untuk itu, penerimaan siswa baru akan dibuka serentak Mei mendatang, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sekretaris Disdik Kota Batam Andi Agung mengatakan berbeda dengan PPDB sebelumnya, tahun ini penerimaan akan dibuka merata meskipun masih menggunakan sistem zonasi. PPDB direncanakan mulai dibuka paling cepat Mei mendatang usai pelaksanaan ujian nasional.

Ia menyebutkan penghapusan sekolah rujukan ini bertujuan untuk pemerataan PPDB. Tiga sekolah rujukan, yakni SMPN 3, SMPN 6 Batam, dan SDN 006 Sekupang sebelumnya membuka PPDB lebih awal, mulai tahun ini serentak dengan sekolah lainnya.

”Semua sama jadwalnya (PPDB). Tapi tetap zonasi. Mereka yang dekat dengan sekolah tetap menjadi prioritas dengan memperhatikan nilai untuk SMP dan usia untuk SD,” jelas Andi, Kamis (28/3).

Andi mengungkapkan saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan aplikasi untuk PPDB. Penerimaan tetap dilakukan online. Untuk kuota siswa di sekolah, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 51 Tahun 2018, siswa yang diterima 90 persen merupakan zonasi. Kategori zonasi ini termasuk mereka yang kurang mampu di dalamnya.

Khusus yang kurang mampu mereka harus ada surat keterangan mendukung nantinya. Selanjutnya, lima persen siswa prestasi akademik dan nonakademik. Terakhir siswa pindah ke Batam lima persen.

”Saat PPDB kan ada itu orangtuanya yang baru pindah ke Batam. Sekolah diberikan kuota lima persen dari total kuota atau daya tampung,” bebernya.

Andi menambahkan, untuk mengantisipasi membeludak-nya daya tampung, Pemerintah Kota (Pemko) Batam membangun dua sekolah baru dan 45 ruang kelas baru (RKB). Kelas baru ini memang dikhususkan bagi siswa baru.

”Jadi, ini salah satu upaya (mengatasi membeludaknya calon siswa, red). Meskipun tak semua dapat RKB. Tapi ini cukup bisa membantu,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, solusi lainnya bagi siswa yang menumpang, tahun ini Disdik melanjutkan pembangunan dua gedung baru.

Pertama SMPN 58 di Kampung Bagan dan SDN 008 Batuaji.

”Sekarang mereka kan masih menumpang. Jadi, tahun ini kami upayakan sudah punya gedung sendiri. Mereka kan tetap terima siswa baru,” lanjutnya.

Terpisah, Sekretaris Kota (Setdako) Batam Jefridin meminta persiapan PPDB dilaksanakan lebih awal untuk mengantisipasi permasalahan jelang PPDB yang semakin dekat.

”Kami menunggu laporan resmi dari Disdik. Kami ingin PPDB nanti berjalan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Disdik diharapkan bisa lebih detail dan transparan menyajikan data terkait PPDB, termasuk daya tampung di sekolah serta petunjuk penerimaan siswa.

”Intinya kami maunya semua berjalan baik dan tidak ada masalah se-perti yang lalu,” tegasnya.

UNBK SMA Masih Tiga Sesi

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA akan digelar mulai awal April nanti. Termasuk SMAN 1 Batam.

Ketua Pelaksanaan UNBK SMAN 1 Batam Sikat Manulang mengatakan pelaksanaan dilakukan secara mandiri. Sebanyak 292 siswa SMAN 1 Batam yang akan mengikuti UNBK menggunakan peralatan milik sekolah, bukan pinjaman dari orangtua siswa.

”Tapi pelaksanaan ujian tetap dibagi dalam tiga sesi,” ujarnya, Kamis (28/3).

Dia menyebutkan, saat ini SMAN 1 Batam memiliki 120 unit komputer untuk UNBK. Ujian akan dilaksanakan 1-8 April mendatang.

”Ujian dimulai pukul 07.00-16.00 WIB. Mulainya (UNBK) tanggal 1, 2, 4, dan 8. Karena ada tanggal merah jadi diundur. Selain itu Jumat waktunya singkat,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Kepala SMAN 1 Batam ini.

Sikat menuturkan, meskipun UNBK bukan lagi syarat untuk kelulusan, namun ia meminta siswa tetap mengerjakan soal dengan serius. Siswa diharapkan bisa menyelesaikan soal dalam waktu kurang lebih 120 menit.

”Harapan kami siswa bisa mendapatkan nilai maksimal, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.

Sementara itu, SMAN 5 Batam di Sagulung juga siap melaksanakan UNBK secara mandiri. Dua tahun sebelumnya, sekolah yang berada di Kaveling Lama, Sagulung ini, masih numpang di sekolah lain.

Kepala SMAN 5 Batam Bahtiar mengatakan, pihaknya menyiapkan 160 unit komputer dan empat server. Komputer-komputer tersebut ditempatkan di empat ruangan.

“Total komputer ada 170 unit. 10 unit buat cadangan. Begitu juga server ada empat yang pakai dan satu cadangan,” kata Bahtiar, Kamis (28/3).

Komputer yang dipersiapkan untuk UNBK ini, diakui Bahtiar, tidak semua milik sekolah. Sebanyak 80 unit merupakan pinjaman dari siswa yang memiliki laptop.

”Komputer kita masih terbatas, maka sebagian kita pinjam punya siswa. Ini tidak masalah karena sudah melalui rapat komite dan orangtua. Mereka sangat mendukung,” kata Bahtiar.

Adapun total peserta UNBK di SMAN 5 sebanyak 458 orang.

”Sejauh ini masih lengkap dan siap mengikuti ujian nasional,” jelasnya.(yui/eja)

Bawaslu Diminta Awasi Dugaan Politisasi PNS sebab PNS Bukan Mesin Politik Kepala Daerah

0

batampos.co.id – Para kepala daerah diminta profesional dalam menghadapi Pemilu 2019. Sebagai pimpinan eksekutif, mereka diminta tidak menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai mesin politik.

“Gubernur, wali kota, maupun bupati tidak menjadikan aparatur sipil negara sebagai alat politiknya,” kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Tanjungpinang Endri Sanopaka, Kamis (28/3/2019).

Endri mengakui, posisi sebagai kepala daerah memang sering sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Sebab, umumnya, mereka memang merupakan politikus atau kader partai politik yang dipilih melalui pemilihan kepala daerah.

Sehingga saat menjadi kepala daerah, mereka kerap memanfaatkan bawahannya, yakni para PNS, untuk kepentingan politik. Bahkan tak jarang kepala daerah melakukan intimidasi kepada bawahannya agar mengikuti pilihan politiknya.

“Tapi mereka harus profesional. Karena saat tampil sebagai seorang kepala daerah, artinya dia adalah pimpinan eksekutif, bukan kader partai politik,” katanya.

Itulah sebabnya, kata Endri, idealnya seorang kepala daerah tidak menjadi tim sukses dalam pemilu.

“Karena ada tanggung jawab moral lainnya yang harus mereka kerjakan,” jelas Endri.

Kalaupun harus menjadi tim sukses untuk calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) tertentu, maka kepala daerah tersebut harus mengajukan cuti saat hendak kampanye. Dan kampanye itupun tetap tidak boleh dilakukan atau melibatkan PNS.

“Mungkin lebih elegan jika kepala daerah melakukan intervensi melalui keberhasilan-keberhasilan pembangunan oleh kandidat petahana, misalnya. Cara seperti ini tentu lebih profesional, ketimbang melakukan intimidasi politik,” tegas Endri.

Kemudian mengenai posisi PNS pada panggung pemilu memang harus netral.

Namun, mereka juga punya hak pilih. Tetapi hak politik PNS ditentukan ketika berada di bilik suara. Sehingga seharusnya tidak ada kepala daerah yang mengarahkan apalagi mengintimidasi PNS agar mengiku-ti pilihan politiknya.

“Kepala daerah harusnya memberi contoh. Jangan karena arogansi politik untuk memenangkan salah satu calon presiden dan wakil presiden, sampai melakukan ancaman. Apakah itu mutasi jabatan dan sebagainya,” katanya.

Pendapat senada disampaikan Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Batam Muhammad Zainuddin. Sebagai pejabat publik, seorang kepala daerah hendaknya netral dalam urusan politik ketika ia sedang berhadapan dengan kalangan PNS.

“Tidak boleh misalnya memberi arahan kepada kepala dinas, camat, maupun lurah untuk memilih partai tertentu atau calon presiden tertentu,” kata Zainuddin kepada Batam Pos, Kamis (28/3).

Akan tetapi, ia tidak menampik jika banyak kepala daerah merupakan orang politik yang juga dibenarkan secara aturan bertindak secara politik. Dengan catatan, kegiatan politiknya itu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Seperti cuti maupun izin untuk melakukan aktivitasnya sebagai orang politik.

“Tapi ketika di hari Sabtu, Minggu, dia izin cuti sebagai kepala daerah, mengumpulkan caleg dan kader, ngomong politik tidak apa. Tapi karena dia saat itu sebagai orang politik, tak boleh ada PNS di situ,” imbuhnya.

Dua peran kepala daerah ini, Zainuddin berpendapat, merupakan kosekuensi regulasi politik di Indonesia. Maka dari itu, ia menilai perlu kejelian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan kegiatan pengawasannya, terlebih saat masa kampanye seperti sekarang.

“Benar-benar dipelototi, dioptimalkan pengawasan. Mungkin kalau perlu setiap gerak-gerik kepala daerah harus diawasi. Kalau perlu minta jadwal kegiatan kepala daerah, kalau dimungkinkan atau diperbolehkan,” paparnya.

Menurutnya, dalam mengawasi juga bersinergi dengan berbagai element seperti, masyarakat, LSM hingga media.

“Karena kita pahami dengan jumlah petugas yang ada mungkin Bawaslu kekurangan,” katanya.

(iza)

Satu Pabrik Plastik Dibuka di Batam, Serap 300 Orang Tenaga Kerja

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan PT FCS RGP Plastik yang bergerak di bidang produksi palet plastik di Nongsa, Kamis (28/3/2019).

Perusahaan hasil investasi dari beberapa investor itu akan mengimpor 80 persen hasil produksi palet plastik tersebut ke Amerika, Eropa dan Jepang. Sedangkan sisanya, sebanyak 20 persen, untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Chairman FCS Taiwan, Mr Wang Po Hsun mengatakan perusahaanya tersebut menyerap mayoritas tenaga kerja lokal. Ia menjamin, penggunaan tenaga kerja asing hanya beberapa persen saja dan itu untuk bagian teknis.

Ke depan, direncanakan juga ada transfer pengetahuan. Sehingga nantinya, pekerja di FCS RGP Plastik diisi tenaga kerja lokal.

”Saat ini, tenaga kerja lokal 300 orang, asing sekitar 30-an orang,” katanya, Kamis (28/3).

Ia mengatakan, perusahaanya itu berupaya agar meminimalisir penggunaan palet dari kayu. Adapun, plastik yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan palet berasal dari plastik-plastik yang sudah dibuang.

Untuk saat ini, Wang mengaku plastik tersebut didatangkan dari Jepang karena mutu dan kualitas plastiknya lebih baik.

”Plastik dari Jepang, masuk dalam kategori bagus. Dari Indonesia, bisa saja. Tapi dipilih-pilih, apakah sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Kenapa memilih Batam untuk berinvestasi? Wang mengatakan situasi serta kondisi di Batam dinilainya sangat kondusif. Selain itu, ia merasa tidak ada hambatan dalam mengurus perizinan.

”Izin di sini semuanya cepat, tidak memakan waktu lama. Hanya 4 jam saja selesai semuanya,” tuturnya.

Saat ini, Wang beserta rekan-rekannya sudah menginvestasikan sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan PT FCS RPG Plastik. Ia beharap perusahaan ini dapat berkembang, dan mendukung perekonomian di Batam

Manager Operasional PT FCS RPG Plastik, Adi Zainal mengatakan dalam sehari perusahaan itu dapat memproduksi hingga 600 palet plastik, dengan enam jenis produk palet plastik berbeda.

”Beda-beda jenisnya dan tipe palet yang kami produksi,” tuturnya.

Terkait bahan baku, Adi mengaku masih mendatangkan dari luar negeri. Namun, ke depan penggunaan bahan baku dari luar negeri akan dikurangi dan diganti dengan bahan baku dalam negeri.

”Biaya bahan baku luar negeri cukup tinggi,” ujarnya.(ska)