Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11405

Makan Puas Semaumu Setiap Sabtu

0

batampos.co.id – Ingin mengisi akhir pekan bersama keluarga sambil menikmati makan siang di pantai. Pantai Restaurant Montigo Resorts, Nongsa, bisa menjadi pilihan.

Pasalnya, restoran yang menawarkan pemandangan laut indah dengan view Batam Center dan kawasan Bengkong menyuguhkan promo bertema ”Saturday Brunch”. Paket makan siang ini mulai dari pukul 11.00-15.00 WIB setiap Sabtu.

”Paket Saturday Brunch ini baru ada sejak akhir Januari lalu. Paket ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh datang tidak mesti tamu yang menginap di Montigo Resorts Nongsa,” kata Marketing Comunication Montigo Resorts, Nongsa, Lusia Rike L, kemarin.

Rike menjelaskan hanya dengan Rp 250 ribu per pax, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai sajian makanan lezat yang tentunya menggugah selera.

”Makanan ”all u can eat” mulai dari appetizer hingga dessert. Untuk anak usia 6-12 tahun, cukup bayar setengah harga dan anak di bawah 6 tahun gratis,” imbuhnya.

Pantai Restaurant Montigo Resorts berada di bawah lobby utama Montigo Resorts Nongsa. Pengunjung bisa menikmati berbagai makanan sambil bersantai memandang laut. Kapasitas Pantai Restaurant hanya 80-an orang saja.

”Selama makan, pengunjung akan dihibur dengan live music,” terangnya.

Adapun menu yang ditawarkan, yakni Asian food mulai dari Chinese food, seperti premium seafood, Thailand food, dan Indonesian food. Tersedia 10 stall yang bisa dinikmati pengunjung. Di antaranya barbeque, dim sum, salad som tam yang langsung dirajik chef sesuai permintaan pengunjung.

”Makan yang ditawarkan lebih ke live cooking, mulai appetizer, main course dan dessert juga ada live cooking-nya. Semua bisa di-request karena yang dimasak sesuai dengan permintaan pengunjung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rike menjelaskan selain menikmati santap siang, para pengunjung juga diberikan kebebasan akses berenang di semua kolam renang yang ada di Montigo Resorts, Nongsa. Hanya dengan memperlihatkan bukti pembayaran Saturday Brunch anda bisa berenang di Tiigo Pool dan Tilo Kids Club dan Tadd’s Pool.

”Setelah makan sepuasnya, pengunjung bisa berenang sepuasnya dan khusus di hari yang itu juga,” sebutnya.

Selain itu, bagi pengunjung yang ingin bergabung Saturday Brunch, bisa mengikuti program promo yang ditawarkan. Cukup dengan memberikan nomor handphone ke F&B Pantai Restaurant Montigo Resorts, dapatkan promo bayar dua makan untuk bertiga.

”Jadi, nanti pihak kami yang akan mengirim pesan singkat SMS kepada Anda, untuk join dengan promo bayar dua makan untuk bertiga orang,” katanya.   (ocu)

Bayam Bejibun Karena Pola Tanam Tak Teratur

0
foto: batampos.co.id / rani

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam mengungkapkan ada kesalahan pola tanam yang menyebabkan produksi komoditi bayam bejibun. Untuk diketahui keadaan ini membuat harga bayam anjlok, dan petani di Tembesi, Sagulung membuang bayam hasil pertaniannya.

“Karena pola tanamnya tak diatur. Nanam serentak,” kata Kepala DKPP Batam Mardanis, kemarin.

Padahal, kata dia, DKPP sebelumnya telah menyarankan kepada para petani untuk bergabung di koperasi. Bahkan, menurutnya, lewat koperasi DKPP telah mensosialisasikan perihal pentingnya koperasi.

“Koperasi ini supaya diatur, petani si A tanam komoditi tertentu, dan si B tanam yang lain. Kalau begini petani dapat untung dan masyarakat tak berat juga kan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, biasanya bayam merupakan satu dari beberapa komoditi penyumbang inflasi di Batam karena mahal yang disebabkan barangnya langka. Namun kondisi ini berbeda saat ini, karena bayam cukup banyak.

“Hampir tiap bulan bayam, cabe merah, rawit dan telor. Bayam bisa tembus Rp 20 ribu kalau mahal. Sekarang murah sekali, di botania saya cek hanya Rp 5 ribu paling tinggi Rp 6 ribu,” terangnya.

Ia mengatakan bayam yang beredar di Batam tidak hanya dari Tembesi, tapi juga Nongsa, Barelang hingga luar Batam yakni dari Bintan. “Jadi banyaknya tak terkontrol,” kata dia.

Namun ia mengaku, fluktuasi harga bayam tidak lama. Ia memperkirakan kejadian ini bakal selesai dalam seminggu ke depan.

“Kenapa cepat berubah, Bayam ini kalau sudah dipanen kan cepat rusak. Dan tanam masa pun paling sebulan,” imbuhnya. (iza)

Segera Blokir Ponsel BM

0

Pemerintah akan memblokir ponsel black market (BM) melalui validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Ini kabar baik.

Sayangnya, kabar soal rencana pemblokiran IMEI ponsel BM sudah bergulir sejak bertahun-tahun lalu. Tapi belum terealisasi hingga tahun berganti beberapa kali. Tak tahu apa penyebabnya.

Kasus ponsel BM adalah kisah lama. Namun tidak pernah ada ending-nya. Hanya menguap begitu saja. Padahal banyak pihak yang dirugikan. Lebih tepatnya ada tiga kategori. Pemerintah, masyarakat, dan distributor.

Pertama, pemerintah. Jika ponsel tersebut melalui jalur distribusi resmi, maka akan ada pajak yang dibayar ke pemerintah. Lebih tepatnya melalui Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jika lewat jalur ilegal, tak ada duit masuk. Efeknya adalah pembangunan terhambat.

Kedua, masyarakat. Memang, konsumen mendapat harga ponsel murah jika membeli BM. Tapi, itu kan hanya tipu-tipuan. Kenyataannya, barang murah tak menjamin kualitas. Jika ponsel rusak, tak ada distributor mau memperbaiki. Karena tak ada garansi resmi.

Pihak terakhir yang dirugikan adalah distributor. Distributor resmi melewati beragam ketentuan, wajar jika banderolnya lumayan. Berbeda dengan BM yang beredar dengan cara ilegal. Perbandingan harga yang jauh membuat distributor resmi kalang kabut. Ponsel resmi kalah bersaing soal harga dengan BM.

Sayangnya, pemerintah terkesan lambat dalam menetapkan regulasi soal IMEI. Memberantas ponsel ilegal lewat pemblokiran IMEI merupakan wacana lama. Tapi tidak ada eksekusi langsung. Padahal sudah banyak korban.

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) pernah menyebut, kerugian tiap merek dalam menghadapi gempuran ponsel BM mencapai 20-30 persen per bulan. Jika dikombinasikam dengan data GfK, total ponsel yang terjual di Indonesia sepanjang 2017 sebanyak 1,46 miliar unit.

Jika diperkirakan penjualan ponsel BM mencapai 20 persen, dari total penjualan ponsel, maka diperkirakan sekitar 292 juta unit adalah ponsel produk selundupan.

Tak hanya itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pernah mengklaim, kerugian negara akibat ponsel BM sekitar triliunan rupiah setiap tahunnya. Nilai yang cukup fantastis.

Langkah tegas harus segera diambil. Tidak hanya sekadar berharap kesadaran masyarakat. Segera tentukan kapan pemblokiran IMEI ponsel ilegal direalisasikan. Daripada sibuk urusi kasus “Yang gaji kamu siapa?” Hahahahahaha

Semua harus dilakukan bersama-sama. Pemblokiran ponsel BM harus dibarengi dengan penindakan sampai akar-akarnya. Apalagi, penjualan ponsel BM tidak hanya merambah dunia online, namun juga offline atau pasar-pasar. Ini akan memberikan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa, dan negara.

Saya pikir, semua aparat di daerah sudah bekerja maksimal untuk membendung serangan ponsel BM. Tinggal menunggu aksi cepat pemerintah pusat saja. Biasanya, daerah bergerak cepat, pusat yang lelet luar biasa.

Ponsel BM ini bak buah simalakama. Tidak hanya penjual dan penyelundup saja yang bisa terjerat hukum. Pembeli ponsel BM dengan sengaja pun bisa dianggap melanggar Pasal 480 KUHP tentang penadahan. Hukumannya tidak main-main: empat tahun penjara.

Ini pelajaran juga untuk kita semua. Jangan sampai tergiur harga murah, tapi justru mengabaikan negara dan diri sendiri. (*)

Dikira Anjing, Ternyata Serigala

0

RANDO Kartsepp merasa iba saat melihat seekor anjing terjebak di sungai Parnu, Helsinski, Finlandia, yang mulai membeku. Bersama dua temannya, pegawai konstruksi itu menyelamatkan binatang malang tersebut. Mereka langsung membawanya ke klinik hewan.

Namun, ketiganya kaget bukan kepalang. Sebab, hewan itu ternyata bukan anjing, melainkan serigala liar yang dikenal buas.

’’Ia tenang dan tertidur di kaki saya,’’ ujar Kartsepp sebagaimana dikutip BBC, Minggu (24/2).

Awalnya, si dokter hewan yang menangani sempat curiga, tapi tak bisa memastikan. Kecurigaan itu terbukti setelah seorang pemburu melihat serigala jantan yang berusia sekitar setahun tersebut.

Serigala itu akhirnya ditempatkan di kandang tertutup sebelum dilepas ke alam bebas. Saat diselamatkan, kondisi serigala tersebut begitu lemah. Seandainya serigala itu sehat, ceritanya bakal lain. Bisa-bisa justru Kartsepp yang harus dilarikan ke rumah sakit karena digigit. (sha/c14/oni)

Premium Kosong, Pertamina Klaim Keterlambatan Pengiriman

0
Antrean kendaraan akan mengisi BBM. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Sales Eksekutif BBM Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) Arwin Nugraha mengatakan, kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebabkan adanya keterlambatan pengiriman.

“Untuk hari ini kemungkinan masih menunggu pengiriman,” kata Arwin, Senin (25/2/2019).

Diakuinya, Pertamina menyalurkan bahan bakar bersubsidi setiap hari sesuai permintaan SPBU. Sedangkan rencana pngiriman tergantung permintaan SPBU.

“Biasanya H-1 SPBU akan info ke kami dan besoknya minta diplaning berapa banyak,” sebut Arwin.

Ia menambahkan, pengiriman BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU disalurkan setiap hari dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kabil. “Kita kirim dari depom BBM Kabil tiap hari,” jelasnya.

Terkait kuota premium sendiri, pihaknya mengaku tidak ada perubahan dari tahun 2018 lalu. Dimana penyalurkan kebutuhan BBM bersubsidi di Kota Batam sesuai kebutuhan di masyarakat. Penyaluran didasarkan atas realiasi kebutuhan di tahun sebelumnya.

“Gak ada kuota. Jadi akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Diakui Arwin, setiap harinya Batam mendapatkan pasokan kuota premium sebesar 450 kilo liter (KL). Bila dibandingkan tahun 2018 lalu, kuota penyaluran premium di Batam masih di angka yang sama tanpa peningkatan.

“Kuota premium setahu saya belum ada pengurangan ataupun penambahan kuota. Konsumsi tahun lalu rata-rata segini (450 KL per hari),” ucapnya.

Selain premium, Pertamina juga menyalurkan 150 kilo liter solar per hari. Sedangkan untuk pertalite 250 kilo liter perhari, pertamax 50 kilo liter dan dexlite 10 kilo liter. Angka ini sama dengan realisasi 2018.  (rng)

Premium Langka Sepanjang Akhir Pekan

0
Antrean kendaraan akan mengisi BBM. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium belum stabil di wilayah Batuaji dan Sagulung. BBM bersubsidi ini masih hilang timbul hingga, Senin (25/2/2019).

Pantauan di lapangan, hanya satu SPBU yang terlihat melayani pompa pembelian premium yakni SPBU baru simpang Tahu Sumedang atau depan perumahan Bambu Kuning, Sagulung. Sementara lima SPBU lainnya kosong.

Informasi yang disampaikan masyarakat, kelangkaan ini terjadi sejak akhir pekan kemarin. Nyaris tak ada SPBU yang menjual premium. BBM serupa yang tersedia hanya Pertalite dan Pertamax.

“Entah kenapa selalu susah kalau akhir pekan sampai hari Senin nyari premium. Katanya (pihak SPBU) dalam pengiriman tapi kok sampai tiga hari (kekosongan stok premium),” ujar Narto, pengendara sepeda motor yang kewalahan mencari premium, siang tadi.

Hilang timbulnya stok premium ini terkesan disengajakan. Masyarakat secara tidak langsung dipaksa untuk membeli Pertalite atau Pertamax yang harganya lebih mahal.

“Kalau sekedar habis karena belum diantar tak mungkin sampai berhari-hari seperti ini. Ini seperti pemaksaan untuk membeli BBM yang lebih mahal,” keluh Siswanto, warga lain.

Masyarakat umumnya resah dengan situasi yang tak bersahabat. Pemerintah dan instansi terkait diminta untuk segera bertindak sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut.

Pihak SPBU saat dikonfirmasi umumnya memberikan alasan yang sama. Kekosongan stok premium yang kerap terjadi karena pemintaan yang berlebihan. Saat ada stok, antrean kendaraan langsung mengular yang menyebabkan ketersediaan premium hanya dalam hitungan jam saja.

“Kalau stok masih sama. Pengirimanpun lancar. Cuman kalau akhir pekan agak susah karena memang permintaan lebih banyak lagi,” ujar Agus, petugas SPBU Tanjunguncang. (eja)

Warga Batuaji Ditemukan Tewas Tergantung

0
foto: batampos.co.id / azis

batampos.co.id  – Seorang warga Perumahan Taman Pesona Indah (TPI), Batuaji ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Senin (25/2/2019).

“Namanya Pak Syahrul, anaknya 3 orang,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian yang tidak ingin menyebutkan namanya.

Siang tadi pada pukul 11.30WIB, saat seorang anaknya pulang ke rumah mengantar adiknya yang pulang sekolah.

“Saat itu anaknya pulang ke rumah, dan terkejut melihat bapaknya sudah tergantung begitu saja,” jelasnya.

Syahrul, 51, ditemukan gantung diri di pintu kamar bagian belakang rumahnya, menggunakan tali menyerupai kain korden warna putih.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan bahwa jenazah Syahrul sudah di bawah ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Menurut, keterangan dari saksi pekerjaan Syahrul beberapa tahun lalu pemborong proyek. Diduga ia nekat gantung diri karena faktor ekonomi.

“Tetapi untuk penyebab kematian korban kita akan infokan dan perkembangan lanjut setelah keluar hasil visum dari rumah Sakit,” jelasnya. (cr1)

Terali Besi Tak Batasi Rasa Hati, Menikah

0

batampos.co.id – Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam menikahi kekasih hatinya di dalam lingkungan Rutan, Sabtu (23/2/2019).

Prosesi akah nikah yang tak lazim ini berjalan kidmah dan penuh rasa haru.

Keluarga dari pasangan ini sama-sama hadir menyaksikan prosesi akad nikah dengan dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu itu.

Karutan Batam Robinson mengatakan, warga binaan yang menikah itu bernama Anggoro Purnomo yang tersandung kasus narkoba. Prosesi pernikahan ini tidak menyalahi aturan sebah Anggoro telah mengajukan permohonan ke UPT Rutan sebelumnya.

“Tidak (menyalahi aturan) karena memenuhi prosedur. Lagian ini (menikah) hak mereka juga kok,” ujar Robinson, Senin (25/2).

Prosesi pernikahan berlangsung di masjid dalam Rutan dan penghulu dibawa oleh keluarga dari luar. Usai melangsungkan akad nikah, Anggoro kembali menjadi tahanan seperti yang lainnya. Tidak ada perlakuam istimewah sekalipun berstatus sebagai pengantin baru.

“Tidak ada perlakukan istimewa. Istrinya kembali (tinggal) di luar. Dia kembali seperti biasa,” kata Robinson. (eja)

Pak Wali, Pejalan Kaki Mengeluh Sulit Menyeberang

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sejumlah warga berharap adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Nagoya. Pasalnya, jalan yang kini sudah dilebarkan itu dinilai cukup menyulitkan pejalan kaki saat menyeberang. Terlebih, lalu lintas kendaraan yang lewat juga semakin banyak dan intensitasnya sering sehingga menyulitkan pejalan kaki yang akan menyebarang jalan.

”Hampir setiap hari saya kesulitan menyeberang. Banyak kendaraan yang tak mau mengalah dengan pejalan kaki,” ujar Hesti, pekerja di kawasan Nagoya yang indekos di daerah Seraya Bawah.

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah segera membuat JPO di kawasan tersebut. Sebab, kesulitan menyeberang jalan tak hanya ia rasakan sendiri, namun juga beberapa rekan kerjanya.

”Ada beberapa teman kerja di kawasan Nagoya hill. Jadi tiap pagi dan malam kami pasti menyeberang jalan kaki dan harus sabar agar selamat,” bebernya.

Sementara Devi, mengapresiasi pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemko Batam. Namun, menurutnya kekurangan dari jalan lebar adalah JPO. Apalagi, zebra cross atau area penyeberangan hanya ada di sekitar lampu lalu lintas.

”Harus jalan jauh dulu sampai lampu merah (lalu lintas) agar bisa menyeberang. Kalau menyeberang di tengah, kendaraan tak mau mengalah, apalagi motor,” imbuh Devi, warga Seipanas.

Menurut Devi, ia pernah menjumpai wisatawan yang berkunjung ke Batam dan hendak menyebarang dari hotel tempatnya menginap ke pusat perbelanjaan. Karena sulit menyeberang, wisatawan itu mengeluh.

”Kan sayang kalau jalan sudah lebar tapi tak dibarengi dengan fasilitas penyeberangan yang memadai,” ujar dia.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, JPO memang diperlukan sebagai fasilitas untuk memudahkan menyeberang. Terlebih, kata dia, JPO juga bisa dibangun lebih estetik sehingga menambah daya tarik kota.

”JPO selain dibutuhkan fungsinya untuk menyeberang, bisa juga untuk melengkapi infrastruktur yang sudah ada untuk makin memperindah kawasan kota,” katanya.

Terlebih, kata dia, dengan anggaran pemerintah yang terbatas, maka pembangunan JPO, utamanya yang memiliki nilai seni dan keindahan untuk jadi magnet wisata sangat bisa dilakukan oleh pihak swasta.

”Nah, JPO bukan hanya bisa dibangun pemerintah, swasta juga bisa membangun JPO dengan program CSR (corporate social responsibility)-nya,” ujar dia.(she)

Harga Jual Jatuh, Petani di Batam Musnahkan Sayur Bayam

0
Petani bayam memusnahkan hasil tanam mereka.
foto: batampos.co.id / eusebius

batampos.co.id – Sejumlah petani sayur di kawasan perkebunan Sidomulyo atau Pondok Tani, Tembesi, Batam memilih musnahkan tanaman bayam ketimbang harus menjual ke pasar.

Ini karena harga bayam anjlok. Sekilo hanya dihargai Rp 1.500.

“Tak sebanding dengan ongkos (biaya operasional) dan capek (tenaga) untuk bawa (jual) ke pasar. Makanya dibabat saja semua,” ujar Yusuf, seorang petani dijumpai saat tengah membabat hamparan kebun sayur bayam di kampung Sidomulio, Tembesi, Senin (25/2/2019).

Pembabatan ini dilakukan agar petak lahan perkebunan yang ada ditanam kembali dengan jenis sayuran lain.

“Sudah risiko bertani ini. Saat bagus (harga bersahabat) memang bagus. Tapi kalau anjlok ya seperti ini. Mau tak mau dibabat,” ujar Yusuf.

Senada dilakukan petani sayur di Marina.

Usaha petani yang menanam sayur bayam selama ini sia-sia sebab harga jual anjlok. Mereka memilih babat atau berbagi gratis kepada tetangga ketimbang harus jual.

Anjloknya harga bayam ini karena sayur mayur dari luar daerah yang masuk lancar dan banyak sehingga kalah bersaing di pasaran.

“Bayam luar lagi banjir jadi turun harganya,” ujar Lewis, petani sayur di Marina. (eja)