Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 11404

Pak Kadis Mulai Resah terhadap Kebijakan Bagasi Berbayar

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam Raja Azmansyah mengatakan kebijakan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket yang diterapkan beberapa maskapai penerbangan bisa mempengaruhi pendatapan daerah, khususnya dari sektor pariwisata.

“Kami khawatir dari kebijakan ini. Kalau kami baca di koran sudah mulai berpengaruh pada wisatawan domestik,” kata Raja, Jumat (15/2/2019).

Namun begitu lanjutnya, secara realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa sektor pariwisata masih terlihat stabil bahkan ada yang naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau Januari belum. Kemungkinan baru bisa lihat di realisasi Februari,” ucap Raja.

Ia menambahkan, untuk Januari 2019 pendapatan dari sektor pariwisata yang cukup baik realisasinya adalah pajak pajak restoran. Kenaikannya mencapai 60,6 persen. Bila Januari 2018 lalu realiasinya Rp 6,2 miliar. Maka Januari 2019, realisasinya sudah diangka Rp 9,98 miliar.

“Peningkatannya cukup signifikan, khususnya dari rumah makan dan kedai kopi,” terang Raja.

Sektor unggulan lainnya ialah Pajak Hotel dan Pajak Bea Perolehan Hak Tanah Bangunan (BPHTB). Pajak hotel misalnya, Januari 2019 ini sudah tercapai Rp 12,5 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 10 miliar. Begitu juga dengan BPHTB, naik 31,79 persen dari Rp 12,3 miliar, naik menjadi Rp 16,9 miliar di tahun 2019.

“Naiknya realisasi PAD Batam ini tidak lepas dari peran alat pemantau transaksi atau lebih dikenal dengan tapping box,” tambah Raja.

Adapun yang belum signifikan ialah pajak parkir dan mineral bukan logam. Untuk parkir, disebabkan karena adanya perubahan regulasi yakni pemberlakuan drop out 15 menit sehingga menyebabkan realisasi turun.

“Namun demikian tetap akan kita pantau lewat tapping box, karena tiap transaksi pajak parkir akan langsung terhubung ke kami,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam Hendra Asman mengatakan, kebijakan bagasi berbayar tidak hanya berimbas kepada sektor pariwisata, tetapi juga berpengaruh pada okupansi hunian hotel. “Dampaknya sudah mulai terasa dan ini menjadi efek domino. Sudah banyak hotel yang mengeluh dan masyarakat yang menunda akibat mahalnya tiket pesawat,” tegas Hendra.

Menurutnya, kebijakan ini akan jelas terasa terhadap realisasi PAD Batam ketika memasuki bulan Februari dan Maret 2019. “Karena kebijakan ini berlaku Januari 2019 tentu belum terasa terhadap realisasi PAD. Bandingkan ketika bulan selanjutnya ketika tingkat kunjungan wisatawan domestik berkurang. Paling besar itu nantinya di hotel,” tuturnya.

Hendra mengakui, transportasi udara menjadi transportasi utama di daerah kepulauan seperti Batam. Sehingga dikhawatirkan bila ini tidak segera diselesaikan akan berimbas terhadap sektor PAD Batam.

“Kita sepakat dengan apa yang disampaikan walikota Batam agar meninjau ulang kebijakan ini. Karena bagaimana pun apa yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha pada umumnya bisa kita lihat langsung,” jelas Hendra. (rng)

1.149 Taksi di Batam Telah Habis Usia Operasi

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Selain angkutan kota (angkot), taksi di Batam juga banyak yang melebihi batas usia operasional. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, sedikitnya ada 1.149 unit taksi yang habis usia operasi.

“Dari data kami saat ini ada 2.547 taksi. Hampir dari setengah itu, atau 1.149 taksi habis usia operasi. Sisanya yang masih layak operasi 1.398 unit,” kata Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya, batas usia layak operasi kendaraan umum baik taksi dan angkutan umum ini ditetapkan lewat Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 15 Tahun 2008. Diakui Syafrul, usia masa operasi kendaraan umum dibatasi 18 tahun untuk angkutan umum trayek utama seperti Bimbar dan Jono. Sementara itu untuk trayek cabang seperti angkutan carry dan taksi, dibatasi maksimal 15 tahun.

Dalam perwako ini diatur peremajaan angkutan umum wajib dilakukan bila kondisi tidak memenuhi persyaratan. Kendaraan yang sudah melewati batas usia tidak diwajibkan lagi melakukan uji Kir karena sudah tidak layak operasi.

“Kita gak tau sekarang ini apakah mobil itu masih ada atau sudah rusak. Yang jelas tak laik operasi tidak wajib kir” tegas Syafrul.

Ia menambahkan, di Batam sendiri ada 19 badan usaha taksi. Selanjutnya taksi ini merupakan mobil keluaran dari berbagai tahun, mulai dari 1990-an sampai 2015. Dari sebagian besar yang layak beroperasi ini diketahui juga tak semua yang melakukan ujir Kir. Shafrul mengakui hanya 80 persen saja yang uji Kir.

“Kalau masih layak operasi wajib kir. Tetapi yang sudah habis tak lagi, dan harus dihitamkan atau regenerasi dengan mobil baru. Namun dari yang layak operasi ini, 20 persen diantaranya tidak melakukan uji Kir,” tutur Syafrul.

Terkait yang habis usia operasi ini, ia mengaku sudah memanggil badan usaha angkutan, untuk dilakukan peremajaan dan penghitaman.

“Semisal Blue Bird, itu sekali lima tahun mereka rutin peremajaan. Tapi tak semua badan usaha. Ada juga yang sudah rusak atau tidak beroperasi namun masih terdata,” ungkapnya. (rng)

Mekanisme Pengiriman Barang Elektronik dari Pulau Batam ke Pulau Belakangpadang

0
Transportasi Pulau Batam – Pulau Belakangpadang
F. Dalil Harahap/Batam PosF Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengiriman barang dari daerah perdagangan bebas atau FTZ keluar daerah non FTZ, wajib aturannya untuk diperiksa atau dicek dokumen barang kirimannya seperti misalnya barang elektronik.

Tak itu saja. Untuk pengiriman barang jenis tertentu seperti misalnya ponsel dari daerah FTZ ke non FTZ juga berlaku pembatasan jumlah barang.

Tak terkecuali barang dari Batam yang hendak dibawa ke wilayah non FTZ seperti Belakangpadang maupun Tanjungpinang misalnya.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, bahwa aturan terkait PP FTZ 01 yang mengatur barang dari FTZ dikirim keluar daerah non FTZ meski masih dalam satu kota seperti di Belakangpadang, wajib hukumnya untuk diterapkan.

“Ada beberapa macam dokumen, namun saya tak hafal semuanya. Tergantung seperti apa proses pengirimannya. Bisa dengan PP FTZ 01, bisa barang kiriman atau barang bawaan penumpang,” ujar mantan Kabid BKLI BC Batam era 2015, Jumat (15/2/2019) siang.

Tak hanya di Belakangpadang saja. Pengiriman barang dari Batam ke wilayah misalnya Tanjungpinang yang bukan daerah FTZ juga wajib diperlakukan hal yang sama.

“Sebenarnya tak jauh beda sih mengenai teknis atau mekanisme pengiriman barang darah FTZ ke daerah non FTZ. Yang membedakan kan hanya dokumen administrasi perizinannya saja. Itu tak sulit, bisa didapatkan di Bea Cukai perizinannya itu,” terangnya.

Kalau untuk ke Tanjungpinang memang sudah ada pengawasan dan pemeriksaan barang langsung oleh Bea Cukai. Namun untuk barang dari Batam ke Belakangpadang, sampai saat ini pantauan Batam Pos masih belum ada pemeriksaan atau pengawasan dan pos khusus petugas Bea Cukai, mengingat status pelabuhannya masih pelabuhan rakyat.

Sementara Kepala Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Sumarna melalui pesan singkat yang dikirimnya mengatakan, pengiriman barang dari Batam ke Sambu atau Belakangpadang harus dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat izin dari BP Batam.

“Wajib mengajukan dokumen PP FTZ 01 yang bisa dilakukan online ataupun manual, membayar pajak di billing BC Batam dan mengikuti alur proses sesuai ketentuan,” ujar Sumarna dalam pesan singkatnya. (gas)

Penjual Online Khawatir Jasa Pengiriman Tutup Semua

0

batampos.co.id – Kebijakan penerapan aturan baru terkait pengiriman barang dari Batam ke luar menimbulkan keresahan dari penjual online. Tidak saja itu berdasarkan informasi salah satu jasa pengiriman bahkan menghentikan pengiriman barang untuk sementara waktu.

Pelaku usaha online Risa Shairani, 32, mengakatan kesulitan untuk bertransaksi karena terkendala masa pengiriman barang kepada konsumen. “Kalau dibilang saat ini fase paling susah dan tidak menguntungkan. Pembeli berkurang karena aturan,” ujarnya.

Selain itu, saat ini yang ramai informasi pemberhentian pengiriman barang dari JNT dalam jangka waktu 17-24 Februari.

“Ini juga menjadi pembahasan sesama penjual online. Inikan bukti kalau usaha daring di Batam makin mundur bukannya maju. Hari ini (Kemarin, red) saya tanya JNT mereka masih bisa ngirim tapi estimasi sampai di tempat tujuan satu bulan. Apa tak malas orang mau mesan lagi barang dari Batam,” keluhnya.

Ia bersama penjual lainnya tidak yakin bisa bertahan dengan bisnis online jika aturan terus dipersulit. “Itu baru JNT. Nanti kalau disusul ekpedisi pengiriman lain, habislah sudah,” ungkap perempuan yang sudah menggeluti usaha daring selama lima tahun ini.

Hingga saat ini belum ada solusi dan kejelasan nasib pelaku usah online di Batam. Sebelumnya usaha ini cukup mudah digeluti khususnya ibu- ibu untuk menopang perekonomian keluarga. “Dulu kesulitan kami memenuhi permintaan, sekarang malah permintaanya yang turun drastis. Peninglah,” beber Risa.

Ia berharap ke depan ada aturan yang bisa memajukan usaha daring di Batam. “Benar-benar sulit. Kalau dulu mengatri mau mengirim barang, sekarang malah sepi sekali jasa pengiriman. Bahkan barang yang sudah dikirim belum semua tiba di pembelinya,” ungkap ibu satu anak ini.

Sementara itu pantauan Batam Pos di salah satu gerai JNT di Tiban Jumat (15/2), terlihat petugas masih melayani pengiriman barang. Di depan kantor juga terpajang pengumuman penghentian pengiriman barang dari Batam ke luar terhitung tanggal 17-24 Februari mendatang.

“Besok terakhir kalau masih mau ngirim barang. Setelah tanggal 24 masih tetap dilayani tapi estimasi sampai satu bulan,” kata salah seorang petugas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Batam, Suleman Nababan mengatakan usaha daring di Batam cukup berkembang pesat bila dibandingkan beberapa tahun lalu.

Usaha yang mengandalkan media sosial atau aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki banyak modal.

“Ya, mereka hanya bermodal smartphone saja dan pesanan datang. Satu lagi mereka tidak membutuhkan modal, sebab barang dipesan dulu, nanti mereka baru beli barangnya dan tak perlu sewa tempat atau toko,” jelasnya.

Mengenai kebijakan yang akhir-akhir ini sering menyulitkan pelaku usaha daring, Suleman mengungkapkan itu menjadi kewenangan dari instansi terkait. “Itu lebih ke Bea dan Cukai. Itu sudah kebijakan mereka. Tapi kami berharap bisa kemudahan bagi pelaku usaha daring,” ucapnya.

Ia menyebutkan selama ini, Kementerian Koperasi dan KUKM sangat mendorong majunya usaha daring. Hal ini terbukti dengan didatangkannya perwakilan dari penyedia jasa penjualan online seperti Shopee dan belanja.com.

“Tentu kami minta ada kemudahan. Karena usaha daring ini sangat membantu perekonomian di Batam,” tutupnya. (yulitavia)

2 Zodiak Ini Mudah Bosan Dalam Hubungan Cinta

0

Dua zodiak, yakni Gemini dan Aries termasuk orang yang senang tantangan termasuk dalam hubungan asmara. Untuk menentukan orang yang tepat, maka mereka akan menjelajah dan memilih yang terbaik.

Tapi tak jarang, ada juga yang cepat merasa bosan dalam hubungan percintaan. Bukan berarti tak setia, hanya saja merasa bosan jika lawan jenis terlalu mudah ditaklukkan.

Gemini

Gemini dikenal sebagai orang yang suka bersenang-senang. Walau sifat ini sangat menyenangkan untuk lingkup pertemanan, tapi justru membahayakan di kehidupan percintaan.

Gemini memiliki sifat yang sangat ramah pada semua orang sehingga banyak yang tertarik padanya. Yup, ia akan menjelajah tiap hubungan. Dan mereka sangat pemilih. Sehingga jika tak sesuai harapan, Gemini akan bosan.

“Orang-orang Gemini setia, dengan cara mereka sendiri, Mereka tidak akan meninggalkan cinta sejati mereka untuk berselingkuh,” kata Carmen Mayes, peramal dan pelatih kesehatan spiritual. Jika Anda dengan Gemini, penting untuk menjaga hal-hal menarik dalam kehidupan cinta Anda.

Aries

Aries menyukai petualangan dan fase pengejaran sebab mendorong adrenalin mereka. Mereka senang melihat-lihat dan memiliki sifat genit.

“Aries akan benar-benar bosan dan kemudian pergi,” kata Mayes.

Aries dikenal sebagai orang-orang yang paling impulsif dari semua zodiak. Mereka mendambakan kehidupan semaksimal mungkin, menerima semua jenis pengalaman, orang, dan tempat yang berbeda. Dengan demikian, jika mereka bisa bosan, akan dengan mudah melepaskan hubungan tersebut. (nurul/JPG)

Siap-siap, Pajak Penerangan Jalan Umum Berpotensi Naik

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan belum menerima tanggapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam terkait usulan penundaan penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah. Dalam aturan ini, termuat kenaikan-kenaikan pajak daerah, termasuk Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Sejatinya, kenaikan itu diterapkan Januari lalu namun ditunda.

”Saya cek, belum ada pembahasan usulan kita agar kenaikan ditunda. Artinya, belum ada jawaban dari dewan,” ungkap Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kamis (14/2/2019).

Hingga saat ini, tarif PPJU masih menggunakan tarif lama dan tidak merujuk pada Perda 7 Tahun 2017. Yakni, untuk industri 3 persen, sementara sektor lain, termasuk perumahan 6 persen. Sementara, dalam Perda 7 Tahun 2017 disebutkan untuk industri tetap 3 persen, fasum fasos tetap 6 persen, sementara perumahan naik 1 persen menjadi 7 persen. Sedangkan bisnis dan jasa naik menjadi 8 persen.

”Kenaikan akan terjadi dengan sendirinya jika (penundaan) tidak disetujui atau tanpa restu DPRD,” kata dia.

Ditanya batas waktu persetujuan penundaan kenaikan dari dewan, Amsakar mengaku tak ingat pasti. ”

Sampai surat itu dibalas, ada tenggang waktu. Kalau seandainya nanti tidak ada jawaban sampai waktu tertentu, kita harus mengikuti Perda yang disepakati sebelumnya. Saya lupa tenggang waktunya,” tegasnya.

Namun, jika DPRD Batam setuju menunda kenaikan, maka Pemko Batam akan melakukan penundaan.

Seorang pekerja mengganti bola lampu jalan di Jalan Brigjen Katamso arah ke Seibinti, Sagulung.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

”Itu yang kami sampaikan ke dewan. Jadi tergantung kawan-kawan dewan lah menyikapinya bagaimana. Kalau tidak sepakat, kita akan melakukan estimasi pendapatan dari PPJU Mei atau Juni,” imbuh Amsakar.

Sebelumnya, Ketua DPRD Batam Nuryanto mengakui sudah menerima permintaan penundaan kenaikan PPJU. Namun, karena kenaikan PPJU diatur dalam Perda, maka perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut. Sehingga, DPRD bisa mengeluarkan rekomendasi.

Namun secara prinsip, pihaknya setuju karena dampaknya akan mengurangi beban masyarakat.

”Secepatnya rekomendasi dikeluarkan. Asal regulasi memungkinkan dan tidak ada persoalan, tidak ada masalah (menunda). Karena tujuannya mengurangi beban masyarakat,” beber dia.

Dikonfirmasi, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam Raja Azmansyah mengatakan, PPJU dalam pengajuan diminta ditunda hingga April sampai Mei mendatang. ”Ini yang kami tunggu pembahasan DPRD,” imbuhnya. (iza)

Kejar Penjambret, Seorang Gadis Malah Kecelakaan

0

batampos.co.id – Widya penghuni salah satu rumah kos di Genta I ini jadi korban jambret di jalan R Suprapto, Batuaji persisnya depan perumahan Puskopkar, Rabu (13/2/2019) malam lalu.

Dia berusaha mengejar.

Dia terjatuh dari sepeda motornya saat berusaha menghentikan penjambret yang juga mengendarai sepeda motor di depan perumahan Pandawa.

Hampir seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan dia harus menerima belasan jahitan luka di kepala dan bibir bagian atas.

“Sehari di rumah sakit. Sekarang lagi di tukang urut karena ada pergeseran tulang di pergelangan kaki dan tangannya,” kata Afriani, tetangga korban saat dijumpai di depan kos-kosan korban, Jumat (15/2).

Informasi yang didapat saat dijambret Widya sedang berboncengan dengan salah satu kawannya. Mereka sedang dalam perjalanan dari Simpang Basecamp ke arah Mukakuning. Sampai depan perumahan Puskopkar, muncul seorang pria yang mengendarai sepeda motor langsung merampas ponsel yang sedang dipegang oleh rekan Widya. “Itu ponsel dia (Widya). Kawannya yang pegang di belakang. Makanya saat dijambret dia spontan langsung kejar pelaku,” kata Anita, tetangga yang lain.

Aksi kejar-kejaranpun terjadi, namun apes saat sampai di U Turn depan perumahan Pandawa, pelaku jambret mendadak rem karena ada kendaraan lain yang akan berbelok. Saat itulah Wydia hilang kendali dan terjatuh dari sepeda motor bersama kawannya tadi. “Kawannya tak apa-apa hanya luka ringan, dia (Wydia) yang sekarat,” ujar Anita.

Kejadian itu tidak sempat dilaporkan ke kepolisian namun warga berharap agar patroli pengamanan dan penegakan terhadap pelaku jambret kembali diperhatikan agar pengguna jalan merasa aman.

“Belum terlalu larut loh. Kasian adek itu. Sudah hilang hape, jatuh pula,” kata Anita. (eja)

Cegah DBD, Camat Batuaji Minta RT/RW Laksanakan Program 3 M

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penyakit Demam Berdarah Damgue (DBD) kembali mewabah. Masyarakat dihimbau untuk peran aktif memerangin penyebaran penyakit yang disebabkan sengatan nyamuk aedes aegpty itu.

Wilayah kecamatan Batuaji termasuk wilayah yang rawan dengan penyebaran penyakit tersebut. Camat Batuaji Ridwan mengakui hal itu dan cukup banyak masyarakatnya yang terserang DBD sejak akhir tahun lalu.

“Kami selalu koordinasi dengan pihak Puskesmas. Ada (warga penderita DBD). Cukup banyak cuman data pastinya lebih baik tanyakan ke Kapusnya (kepala puskesmas) saja,” ujar Ridwan.

Mewabahnya penyakit DBD ini telah ditindak lanjuti. Dari pihak kecamatan, telah mengeluarkan peringatan ataupun perintah kepada perangkat RT/RW dan toko masyarakat untuk giat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama untuk program tiga M Plus (menguras, mengubur dan menutup wadah penampungan air serta mengenakan alat pengaman untuk menghindari sengatan nyamuk) sebagai upaya untuk berantas DBD.

“Wilayah-wilayah penyebaran juga sudah kami petakan diantaranya di kelurahan Buliang dan Tanjunguncang. Ini yang jadi fokus perhatian kami ke depan bersama pihak puskesmas,” tutur Ridwan.

Perhatian yang dimaksud selain menyeruhkan program 3 M Plus tadi, pihak kecamatam juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam untuk melakukan pengasapan atau fogging.

Sementara dari pihak Puskesmas upaya memerangi DBD kembali mengaktifkan tim khusus (timsus) pengawas penyebaran DBD. Timsus ini akan berhubungan dengan masyarakat melalui melalui kader- kader posyandu yang ada. Mereka rutin melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada segenap elemen masyarakat di Batuaji untuk sama-sama membasmi penyebaran nyamuk dan jentik nyamuk yang menjadi sumber dari penyakit DBD.

“Intinya mereka ini (timsus) jadi ujung tombak untuk menekan penyebaran penyakit DBD. Sudah lama bergerak mereka,” tutur kepala Puskesmas Batuaji Fitriati.

Selain melakukan pengawasan, tim ini juga akan membekali juru pemantai jentik nyamuk (Jumantik) yang sudah lama dibentuk untuk membasmi jentik-jentik nyamuk lingkungan tempat tinggal.

“Penderita DBD masih tinggi (di Batuaji) Data pastinya saya lupa. Saya masih rapat. Intinya kita tetap waspada dan jaga pola hidup sehat,” imbau Fitriati. (eja)

Kepedulian Indonesia Penuhi Kebutuhan Gizi Anak Palestina

0

batampos.co.id – Krisis kemanusiaan di Tanah Palestina terus berlangsung hingga kini. Blokade berbagai akses vital oleh Israel makin melumpuhkan perekonomian sipil Palestina, sehingga berdampak pada kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan.

Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah. Awal Februari lalu, Zaher Al-Banna dari selaku Kepala Dewan Orang Tua di sekolah organisasi PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, banyak siswa di sekolah-sekolah Palestina yang melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini dikarenakan keterbatasan finansial keluarga mereka, sebagai akibat dari blokade Israel yang berkepanjangan.

Buntut dari peristiwa tersebut adalah banyaknya siswa kekurangan gizi, anemia, pusing, dan pingsan saat di sekolah. Lebih lanjut, Zaher menambahkan, kasus akibat anak-anak tidak makan sebelum sekolah ini mengurangi kesanggupan mereka untuk menyerap pelajaran.

“Potensi besar malnutrisi dapat terjadi di kalangan anak-anak di Palestina, khususnya Gaza,” ujar Zaher.

Masalah kebutuhan pangan anak-anak Palestina pun tak luput dari perhatian masyarakat Indonesia. Secara berkelanjutan, bangsa Indonesia melalui ACT menyediakan santapan penuh gizi untuk warga Palestina, baik yang berada di Gaza maupun Yerusalem. Sekitar 500-1000 porsi makanan siap santap terus diproduksi setiap harinya di Dapur Umum Indonesia di Gaza. Hal ini disampaikan oleh Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

“Setiap hari 500 porsi didistribusikan ke sekolah. Sabtu (9/2), 500 porsi makanan siap santap diantarkan ke sekolah Al-Horriya di di Kota Gaza. InsyaAllah pendistribusian panganan siap santap ini akan terus berlanjut,” jelasnya.

Pendistribusian 500 porsi pangan kala itu merupakan implementasi zakat masyarakat Indonesia melalui Global Zakat – ACT, yang ditujukan untuk fakir dan miskin di Palestina.
Faradiba menambahkan, pembagian panganan bergizi tersebut juga sebagai respons terhadap maraknya kasus malnutrisi di kalangan siswa di Gaza. Ratusan porsi itu dibagikan ke anak usia sekolah dasar hingga menengah di dalam kelas mereka.

“Dengan adanya makanan bergizi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka,” kata Faradiba.

Tingkat pengangguran tinggi

Zaher, seperti dikutip dari Paltoday menjelaskan, peringatan malnutrisi pada anak-anak ini seiring dengan semakin lesunya perekonomian di Palestina. Angka pengangguran yang tinggi menjadi penghalang untuk orang tua memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya.

Biro Statistik Pusat Palestina seperti dilansir dari Middle East Post mengatakan, angka pengangguran di Palestina meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini terlihat jelas dalam kurun waktu 2007-2017. “Rentan usia pengangguran di Palestina umur 15-29 tahun pada 2007 berada di angka 30,7 persen, dan 2017 naik menjadi 41 persen,” ungkap perwakilan Biro Statistik Pusat Palestina.

Dirinci, wilayah Jalur Gaza memiliki peningkatan tercepat dalam urusan jumlah pengangguran. Tahun 2007 persentase pengangguran di angka 39,8 persen dan melejit menjadi 61,2 persen pada 2017. Melonjaknya angka pengangguran ini besar disebabkan tutupnya 95 persen pabrik di Gaza.

Tutupnya pabrik di Gaza ini, jelas Ketua Asosiasi Pengusaha Palestina Ali Al-Hayek dikutip dari Middle East Post, menyebabkan 75 ribu orang kehilangan pekerjaan. Penutupan ini akibat adanya blokade Israel terhadap wilayah Palestina.

“Ekonomi Palestina kini dalam fase berbahaya akibat blokade Israel,” kata Ali.

Di wilayah lain di Palestina, tepatnya Tepi Barat, peningkatan pengangguran juga meningkat dalam kurun waktu 10 tahun dari 2007-2017. Tahun 2007 silam angka pengangguran 25,6 persen dan meningkat 1,6 persen pada 2017. [*]

ATB Smart Water Management System, Bukti Konkret Penerapan GCG

0
Kantor ATB Batam

Selama satu dekade terakhir ini, istilah tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) kian populer. Tak hanya populer, istilah tersebut juga ditempatkan di posisi terhormat. GCG merupakan salah satu kunci sukses perusahan untuk tumbuh dan menguntungkan dalam jangka panjang, sekaligus memenangkan persaingan bisnis global.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) sangat menyadari dampak positif dari penerapan GCG yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik secara signifikan. Dimana prinsip ini berkaitan erat dengan tanggung jawab, konsekuensi dan akuntabilitas pada performa perusahaan yang akan berdampak pada kepercayaan baik terhadap perusahaan maupun iklim industri di Batam.

“Menjalankan praktik bisnis dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, sama artinya kita sedang menyiapkan payung sebelum hujan turun ataupun menjauhkan perusahaan dari berbagai masalah yang beresiko tinggi”, jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB.

ATB menerapkan konsep Smart Water Management System yang dapat membantu manajemen untuk memperkuat semua aspek kinerja perusahaan dan kualitas pelayanan secara profesional demi menjaga reputasi korporasi serta kredibilitas ATB.

Smart Water Management System menjadikan seluruh informasi dan kegiatan perusahaan dapat dipertanggung jawabkan serta memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan. Melalui sistem terintegrasi, semua arus informasi dan kinerja karyawan ATB dapat dimonitoring secara akurat.

Sistem ini menjadi salah satu acuan dalam memberikan insight bagi Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan seluruh insan ATB tanpa terkecuali dalam melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik. Inovasi teknologi dalam Smart Water Management System ATB sangat dinamis dalam mengikuti perkembangan dunia bisnis maupun peraturan perundangan yang berlaku.

“Smart Water Management System merumuskan kebijakan pengelolaan resiko yang mampu mengindentifikasi, mengukur dan memonitor secara sistematis sehingga memungkinkan adanya proses perbaikan yang berkesinambungan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Ini sebagai bukti konkret bahwa ATB sudah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik”, ujar Maria.

Informasi seputar ATB bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui berbagai kanal media digital, kantor pelayanan pelanggan, brosur dan majalah perusahaan. Bahkan masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan ATB jika membutuhkan informasi yang lebih detil. (*)