Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11426

Wujudkan Pembangunan Jembatan Babin

0

batampos.co.id – Rencana pembangunan Jembatan Batam – Bintan mendapat tanggapan positif dari asosiasi pengusaha. Jembatan tersebut dianggap dapat mengangkat standar ekonomi masyarakat Kepri.

“Jembatan tersebut akan bermanfaat untuk pemerataan ketimpangan yang terjadi antara Batam dan Bintan,” kata ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (8/4).

Sejak awal, Batam memang sudah dipersiapkan sebagai daerah industri maju, sehingga kemajuannya lebih pesat dari Bintan dan pulau-pulau lainnya di Kepri.

“Mobilisasi barang dan orang akan semakin mudah dan roda ekonomi di kedua pulau akan bergerak lebih kencang,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa gaung pembangunan jembatan ini sudah lama sekali. Penyebabnya karena anggaran yang dibutuhkan lumayan besar mencapai lebih dari Rp 3 triliun. “Nilainya hampir sama dengan APBD Provinsi Kepri selama setahun,” ucapnya lagi.

Sehingga lebih baik rencana pembangunan jembatan ini diserahkan kepada swasta, meskipun acuan utama investor nanti tetaplah profit dan lama pengembalian modalnya. Kemungkinan besar, pelintas jembatan akan membayar cas.

“Mereka juga akan hitung perkiraan jumlah kendaraan yang melintas untuk mengetahui berapa lama investasinya bisa balik modal. Makanya sudah beberapa kali pihak swasta mencoba, tapi sampai saat ini belum ada yang jalan,” paparnya.

Maka ketika Presiden Jokowi berjanji akan segera merealisasikan jembatan ini, banyak yang berharap dananya berasal dari APBN. Jika menunggu pihak swasta, maka kecil kemungkinan pembangunan jembatan ini akan terwujud. (leo)

Caleg dan Partai Keluarkan Biaya Besar untuk Kawal Suara di TPS

0

Ribuan saksi akan ditempatkan di 2.974 tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilu di Batam, 17 April nanti. Bukan hanya dari penyelenggara pemilu dan partai, saksi juga dihadirkan oleh para calon anggota legislatif (caleg). Mereka memiliki peran kunci untuk mengawal suara hasil pemilu.

Bagi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, penguatan saksi di setiap TPS menjadi hal amat penting dalam pemilu. Itulah sebabnya, pihaknya menyiapkan 7 ribu saksi yang akan ditugaskan di sekitar 5.000 TPS se-Kepri.

“Kalau saya tidak salah semua total TPS lebih dari 5.000 TPS, dan di Batam ada 2.974 TPS. Makanya kami fokus di Batam saja,” ujar Ansar ketika ditemui di Kepri Mall, Batam, Sabtu (6/4) lalu.

Mantan Bupati Bintan tersebut mengatakan, 7 ribu saksi partai tersebut diambil melalui proses rekrutmen. Nantinya, Golkar akan menempatkan satu sampai dua saksi di setiap TPS.

“Yang satu saksi untuk satu TPS hanya di Batam. Kalau di daerah lain, satu TPS bisa sampai dua saksi,” ujarnya.

Sebelum hari H, para saksi ini diberikan pelatihan mengenai panduan dalam penghitungan suara. Jadi bukan hanya suara partai saja, tetapi juga mengontrol suara partai lain.

Dengan metode ini, Ansar percaya saksi Golkar sudah sangat kuat. Bukan seperti periode lalu. Saksi tidak terlalu kuat. Apalagi saksi adalah saksi dari caleg.

“Jadi kalau periode lalu, kalau sudah selesai calegnya langsung ditinggalkan. Dan seperti masa lalu, bisa saja terjadi jual beli suara, tetapi susah memang dibuktikan,” tambahnya.

Pria yang juga menjadi caleg DPR dapil Kepri ini mengatakan, nantinya para saksi harus menyampaikan semua form C1 kepada partai melalui koordinator saksi.

Tak hanya memiliki peran kunci, para saksi ini dinilai memiliki tanggungjawab yang besar. Karenanya, Partai Golkar memberikan honor sebesar Rp 300 ribu untuk masing-masing saksi.

“Ini belum termasuk konsumsi. Untuk koordinator, honornya kami lebihkan sedikit karena memang tanggungjawabnya lebih besar,” tambahnya.

Di luar saksi partai, para caleg juga diperkenankan memiliki saksi pribadi. Namun saksi pribadi caleg ini tidak memiliki hak untuk menyampaikan protes maupun keberatan. Jika mereka melihat atau menemukan dugaan pelanggaran di TPS, para saksi caleg ini harus berkoordinasi dengan saksi partai.

“Karena selain saksi partai, tidak akan bisa bersuara. Tidak ada wewenangnya di sana. Makanya harus ada koordinasi yang intens” katanya.

Para saksi Golkar, kata Ansar, juga sudah disiapkan untuk mampu mengawal suara mulai dari TPS, kecamatan, hingga ke KPU. Mereka akan bekerja maksimal untuk memastikan tidak ada satupun suara Golkar yang hilang.

Caleg DPR dapil Kepri dari Partai Gerindra, Jamer Siden Purba, mengaku sudah menyiapkan sekitar 20 ribu saksi di TPS di semua kabupaten/kota se-Kepri. Sebagian besar ada di Batam. “Sekitar 10 ribu di Batam,” katanya, Jumat (5/4).

Jamer mengatakan, semua saksi ini akan bekerja mulai pagi sampai kegiatan di TPS berakhir dan kotak suara dikirim ke kantor kecamatan. Dan nanti akan tetap ada saksi yang mengawal di kecamatan hingga KPU.

“Tetapi saksi yang paling kita minta untuk lebih fokus adalah di TPS. Makanya setiap TPS saya tempatkan tiga sampai empat orang saksi,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar saksi yang ia persiapkan tersebut adalah relawan yang tidak digaji, bahkan ada yang mau bekerja dengan konsumsi sendiri. Pun kalau digaji, sebagian besar adalah koordinator saksi.

“Kalau dana yang saya keluarkan sekitar Rp 200 juta saja untuk saksi. Ini untuk bantu-bantu konsumsi saja,” tambahnya.

Seperti halnya Golkar, di Gerindra juga ada dua kelompok saksi. Yakni saksi pribadi dan saksi partai akan memperkuat pengawasan di TPS. Saksi partai dan saksi pribadi akan saling berkoordinasi di lapangan.

Lain halnya dengan PDI Perjuangan. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini tidak mengenal istilah saksi caleg. Sebab partai sudah menyiapkan para saksi yang akan mengawal suara partai dan caleg secara keseluruhan.

“Partai juga menyiapkan koordinator saksi untuk setiap wilayah. Dari merekalah nanti para caleg mendapatkan laporan hasil perolehan suara di setiap TPS,” ujar Tumbur Sihaloho, caleg DPRD Batam.

Karena pentingnya peran para saksi ini, kata Tumbur, mereka akan dibekali pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek). Bimtek biasanya akan digelar pada masa tenang kampanye mulai Rabu (10/4) lusa.

Menurut Tumbur, nantinya setiap TPS akan ditempatkan dua saksi parpol. Satu saksi bertugas mengawasi penghitungan suara pilpres dan satu saksi lagi mengawasi perolehan suara parpol beserta calegnya.

ilustrasi

Setiap saksi, kata Tumbur, nantinya akan mendapatkan honor dari parpol yang menugaskannya. “Honornya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per saksi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Hetdin Manurung. Caleg DPRD Kepri, Nomor urut 7 dari Partai Demokrat ini mengatakan untuk saksi sepenuhnya disiapkan oleh partainya. “Partai sudah mengurus itu semua. Masing-masing dua saksi di setiap TPS. Saya sendiri dapat 96 saksi,” ujarnya.

Hetdin menyebutkan, untuk perekrutan saksi ini dibutuhkan warga atau simpatisan yang teliti dan mengerti tata cara pelaksanaan pemilu di TPS.

“Partai sudah beri pelatihan sistem quickcount (hitung cepat, red). Jadi, masing-masing laporan di tiap TPS dari para saksi rekrutan partai, langsung dikirim ke KPP, dan ada tembusannya ke kami masing-masing caleg. Jadi, saksi pribadi bisa diminimalisirlah perekrutannya,” jelasnya.

Caleg nomor urut 7 ini menyebutkan, mengenai honor, para saksi diberi Rp 400 ribu per orang. Nilai tersebut sudah termasuk biaya makan dan juga pembelian atribut pelengkap kerja di TPS.

Meski partai sudah menyiapkan saksi, Hetdin tidak memungkiri ada beberapa caleg Demokrat yang menghadirkan saksi pribadi. Baik saksi yang diberi honor, maupun saksi relawan. Termasuk dirinya sendiri yang mengaku mendapat tawaran saksi prinadi dari para relawan.

“Di dapil saya itu ada total 1.149 TPS. Ada sekitar 128 relawan yang mau mengawal khusus suara saya,” ungkapnya.

Caleg DPRD Provinsi Kepri dari Partai Gerindra, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan di internal parpolnya hanya mengenal saksi yang dibekali SK resmi dari parpol.

“Saya kira semua sama. Tiap parpol menempatkan dua saksi di masing-masing TPS. Satu saksi khusus presiden, satu saksi khusus partai dan caleg DPRD provinsi, dan kota,” jelasnya.

Nyanyang mengatakan, partainya menyiapkan sekitar 6 ribu saksi untuk ditempatkan di 2.957 di Batam. Selain itu, Nyanyang juga mengaku banyak relawan yang menawarkan diri untuk menjadi saksi dari Gerindra.

Sementara itu caleg DPRD Batam dari PDIP, Udin P Sihaloho meminta Bawaslu melakukan pengawasan yang ketat terkait banyaknya saksi pribadi caleg atau saksi dari kalangan relawan. Sebab, kata dia, sebagai saksi yang tidak resmi, dikhawatirkan mereka akan menjalankan tugasnya dengan tidak dilandasi rasa tanggung jawab.

Itulah sebabnya, pihaknya hanya menyiapkan saksi yang direkrut oleh partai. Selain resmi, para saksi ini juga dibekali bimbingan dan pelatihan yang memadai.

Bukan sekadar Mengawal Form C1

KETUA DPD Partai Golkar Batam, Ruslan Ali Wasyim, mengungkapkan saat ini selain fokus kampanye terbuka, persiapan final para caleg adalah mengerahkan sejumlah saksi.

“Tujuan utama caleg itu bukan hanya berpikir bagaimana supaya saya ini jadi. Melainkan pekerjaan hilirnya yang paling utama, yaitu mengawal Pemilu di tingkat terkecil dengan menempatkan saksi-saksi yang sudah diberikan pelatihan,” ujar Ruslan ketika ditemui di kediamannya di Perumahan Costarica, Batam Center, Kamis (4/4) lalu.

Ia menyebutkan, Partai Golkar dalam proses perekrutan saksi selalu menekankan bahwa tugas utama mereka adalah mengawal form C1 guna memastikan tidak terjadi perubahan angka, kecurangan, dan pencurian suara.

Ruslan menegaskan, kejadian pada Pemilu 2014 tak boleh terulang. Saat itu, kata dia, ada beberapa suara Golkar yang hilang akibat keteledoran saksi.

“Makanya saksi di Pemilu kali ini akan kami bekali pelatihan seputar tugas dan tata caranya di TPS,” jelas Ruslan.

Pada Pemilu kali ini, Golkar Batam mengusulkan satu saksi per satu TPS. Tapi ada juga saksi bayangan atau saksi pribadi caleg.

Partai Golkar, dalam merekrut para saksinya, menetapkan beberapa kriteria. Di antaranya, saksi merupakan warga yang terdaftar di DPT dan bertugas di TPS tempat ia memilih.

Selain itu, proses rekrutmen dilaksanakan secara struktural, usulan dari pengurus kecamatan yang dilaporkan ke DPD. Dalam hal ini, pimpinan partai berkolaborasi dengan para calegnya di masing-masing dapil. Untuk pelatihannya sendiri, mereka menerapkan sistem 100 saksi per sekali pelatihan dari 2.967 saksi yang diusulkan ke KPU. Pelatihan dengan jumlah terbatas ini dianggap paling efektif supaya masing-masing saksi cepat tanggap.

Baik saksi partai maupun saksi pribadi caleg, Ruslan menyebutkan wajib paham menggunakan teknologi smartphone berbasis Android. Alasannya, ia mau seluruh saksi merekam semua kejadian selama acara pencoblosan berlangsung di TPS masing-masing.

“Saksi wajib merekam. Form C1, area TPS, hingga form C6 undangan untuk pemilih wajib direkam. Ini untuk meminimalisir celah kecurangan terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut Ruslan menyebutkan, khusus untuk para saksi ini, Golkar menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Sumber dana saksi tersebut berasal dari anggaran Partai Golkar dari pusat, daerah, hingga sumbangan dari masing-masing caleg potensial dan fraksi.

Terpisah, warga Kompleks Family Dream, Nongsa, Batam, Adi Saputro. mengaku dijanjikan honor sebesar Rp 500 ribu untuk menjadi saksi TPS.

“Saksi dari Partai PDI,” ujar Adi, Jumat (5/4) lalu.

Adi menyebutkan, selain bertugas mengawal surat suara partai, ia juga diminta untuk mengawasi suara salah satu caleg PDIP.

“Yang penting saya siap kawal form C1,” jelasnya.

Adi pun mengaku sudah paham tugas-tugasnya sebagai seorang saksi. Yaitu, ia harus berada di TPS sepanjang proses pencoblosan surat suara berlangsung hingga pengantaran surat suara ke tingkat kelurahan.

“Yang jelas, saya diarahkan, HP harus selalu standby. Rekam segala kejadian, dan juga berbagai formulir, khususnya form C1. Karena bukti visual di lapangan sangat dibutuhkan untuk berjaga-jaga ke depan,” ungkapnya.

Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mapilu) Kepri, Priya Ribut Santosa menyebutkan, jumlah honor saksi yang besar merupakan bagian dari mahalnya ongkos pemilu yang harus dibayar dalam sebuah negara demokrasi. Menurutnya, itu wajar. Hanya saja, honor saksi ini juga tak bisa dipisahkan dari KPU, Bawaslu sebagai penyelanggara pemilu, serta parpol dan caleg sebagai peserta pemilu.

“Ya itu sebagai sebuah konsekuensi yang harus ditanggung,” ujar Ribut, kemarin.

Soal tinggi rendahnya besaran honor ini, Ribut menyebutkan memang mengikuti kondisi perekonomian suatu daerah. Dibandingkan daerah lain, honor saksi di Batam relatif lebih tinggi.

Ia pun menghitung kemungkinan total biaya dana saksi untuk 16 partai peserta Pemilu 2019 di Batam.

“Prediksi saya, dana total yang dialokasikan untuk ongkos kebutuhan para saksi ini lebih dari Rp 50 miliar,” ungkapnya.

Angka ini didapat dari perkalian jumlah saksi, parpol, jumlah TPS, dan asumsi honor saksi per orang. Batam memiliki 2.967 TPS. Jika satu partai menyiapkan satu saksi di satu TPS, dengan honor Rp 300 ribu per saksi, dan dikalikan 16 parpol perserta pemilu, maka total anggarannya mencapai Rp 14,24 miliar. Jika satu partai menempatkan dua skasi per TPS, maka estimasi anggarannya menjadi dua kali lipatnya.

“Belum lagi saksi pribadi caleg. Maka untuk Batam saja saya perkirakan biaya saksi sekitar Rp 50 miliar,” jelasnya.

Meski demikian, Ribut menyebutkan tak ada dasar pasti yang mengatur jumlah saksi dalam Undang-Undang Pemilu. Aturan soal saksi ini sendiri tertuang pada UU Nomor 7/2017 pasal 51 yang hanya menjelaskan pelaksanaan pemungutan suara disaksikan saksi peserta pemilu.

Namun, Ribut mengatakan, hal ini tak bisa hanya dilihat dari kalkulasi keseluruhan, namun kepentingan yang para saksi emban untuk mewakili kepentingan para peserta pemilu. Mungkin bagi para saksi, honor yang mereka dapat itu ada yang sepadan atau mungkin malah kurang.

Menurutnya, Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan para saksi menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan pemilu di setiap TPS. Sehingga proses perekrutannya dianggap penting, karena merekalah yang akan bertugas mengawasi dan mengantisipasi berbagai kecurangan selama proses pemilihan berlangsung di TPS masing-masing tempat mereka bertugas.

“Peran saksi ini memang sangat penting. Salah satu yang sangat perlu dilakukan agar uang yang dikeluarkan peserta pemilu dengan pekerjaan saksi ini sepadan yaitu perlunya dibekali pelatihan bagi para saksi sebelum bertugas. Berdasar UU Pemilu yang baru, pelatihan ini menjadi tugas Bawaslu,” tegas Ribut.

Dia mengungkapkan, para saksi harus tahu betul situasi dan kondisi daerah dan TPS yang akan dipantau, serta memahami secara detail aturan-aturan pemungutan suara di TPS, tahu tugas para petugas di TPS, tahu formulir-formulir, dan lain-lain. Pelatihan ini penting karena banyak permasalahan yang muncul di TPS selama ini, disebabkan karena kurangnya pengetahuan para saksi terkait teknis tugas mereka.

Selama ini, kata dia, sejumlah saksi hanya memahami bahwa tugas utama mereka adalah mengawasi dan mengawal Form C1 atau merekam proses pleno penghitungan suara. Padahal sebelum pencoblosan itu, banyak juga orang yang memilih belum tentu berhak. Sehingga Form C6 perlu juga diawasi.

“Banyak yang harus diawasi sebenarnya. Persiapan sebelum orang mencoblos itu juga harus tahu. C6 atau eKTP, atau termasuk dalam daftar pemilih tambahan tak?” ujarnya.

Sementara Komisioner Divisi Hukum KPU Provinsi Kepri, Widiyono Agung Sulityo, membenarkan hanya saksi resmi yang boleh memantau jalannya pemilu hingga ke ruang TPS. Sementara saksi bayangan atau relawan hanya bisa memantau dari jauh saja.

“Jadi saksi bayangan ini tidak perlu melapor. Tapi kalau saksi atau pengamat dari luar negeri, mereka wajib melapor ke kami,” ungkapnya.

Terkait proses pemantauan pencoblosan dan penghitungan suara, Komisioner Bawaslu Batam Mangihut Rajagukguk membenarkan akan menampatkan satu orang pengawas di setiap TPS.

Baik saksi bawaslu maupun partai, kata Mangihut, mendapatkan pelatihan dari Bawaslu. Pelatihan ini diberikan agar semua saksi paham aturan selama pencoblosan dan penghitungan suara.

“Semuanya (saksi bawaslu dan saksi partai yang mendapatkan mandat) kami berikan bimtek. Hal ini agar mereka paham aturannya, sehingga tidak melakukan pelanggaran. Baik saksi bawaslu dan partai,” tuturnya. (*)

Kembangkan Pariwisata, Dorong Hotel Ciptakan Atraksi Baru

0
ilustrasi

batampos.co.id – Perkembangan sektor pariwisata tak lepas dari peran swasta. Oleh sebab itulah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mendorong pihak swasta seperti hotel-hotel dan pelaku usaha lain di Batam untuk membuat kegiatan yang mengundang wisatawan.

Kegiatan-kegiatan seperti inilah sangat dibutuhkan untuk membantu Batam di dalam memenuhi target Kementerian Pariwisata 2,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata mengatakan, tahun ini target wisman Kota Batam meningkat dari 1,8 juta menjadi 2,4 juta. Selain meningkatkan aksesibilitas, juga diperlukan atraksi-atraksi baru. Hotel juga bisa berpartisipasi dengan membuat insentif-insentif di samping meeting, convention, exhibition serta semacamnya.

“Jadi wisatawan tak sekedar menginap di hotel tapi ada kegiatan yang menarik juga,” tutur Ardi, kemarin.

Ia mencontohkan insentif yang dilaksanakan Batam View Resort akhir pekan lalu. Sanggraloka yang berlokasi di kawasan Nongsa ini menggelar Photo Fiesta 2019. Sebanyak 109 peserta dari 10 negara ikuti lomba mengabadikan keindahan Kampung Terih, Sabtu-Minggu (23-24 Maret lalu).

Peserta berasal dari negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, Filipina, Myanmar, dan Jepang. Selain itu juga hadir peserta dari United Kingdom dan Ukraina di Benua Eropa, serta peserta berkewarganegaraan Amerika Serikat. Bersama peserta juga datang anggota keluarga mereka berjumlah 50 orang.

Tarian khas melayu ini menjadi objek pertama bidikan kamera peserta lomba fotografi tersebut. Selanjutnya mereka dibebaskan mengeksplorasi keindahan Kampung Terih untuk diabadikan dalam karya foto. Objek yang dibidik antara lain pemandangan laut, hutan mangrove, pelantar kayu, nelayan yang sedang memancing, penangkaran penyu, dan kegiatan masyarakat setempat.

“Insentif-insentif seperti ini harus terus dikembangkan di Batam. Maka kita dorong stekeholder pariwisata untuk ciptakan hal baru dan menarik,” sebut mantan Humas Pemko itu. (rng)

Kadinkes Pemko Batam Bilang, Tidak Ada Pencemaran Limbah Medis

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan kota Batam Didi Kusmajardi memastikan bahwa drainase di Batuaji aman dari cemaran limbah medis.

Ini disampaikan Didi menanggapi keluhan petugas kebersihan saat membersihkan drainase di sepanjang jalan R Suprapto beberapa hari yang lalu. Petugas kerbersihan tersebut mengaku menemukan limbah medis turut menyumbat gorong-gorong perbatasan antara perumahan Genta I dan Pandawa, Batuaji.

“Petugas dari Puskesmas dan kecamatan sudah turun cek dan hanya menemukan satu botol infus,” kata Didi, Selasa (9/4).

Dengan demikian Didi memastikan bahwa drainase di Batuaji aman dari cemaran limbah medis. Jikapun ada jumlahnya sangat sedikit yang diduga sengaja dibuang oleh petugas medis perorangan.

“Kalau rumah sakit atau klinik mereka punya sistem pengolahan sampah dan limbah medis tersendiri. Umumnya ada MoU dengan pihak ketiga untuk angkut limbah atau sampah medis mereka,” ujar Didi menepis dugaan klinik atau rumah sakit sengaja buang sampah atau limbah medis ke drainase.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinkes Batam kata Didi, tidak saja bergerak memastikan ada atau tidak sampah media dalam drainase tapi juga menelusuri sumber dugaan sampah dan limbah medis tadi. Hasilnya memang belum ada indikasi klinik, rumah sakit ataupun layanan kesehatan lainnya yang buang sampah dan limbah medis sembarangan.

“Semua sudah telusuri termasuk dugaan sumber sampah. Belum ada temuan pelanggaran, selain sampah yang menumpuk di drainase. Untuk sampah sudah ditangani pihak kecamatan dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” kata Didi. (eja)

Titiek Soeharto: Prabowo Siap Jaga NKRI dan Pancasila

0

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan siap untuk menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika jika dirinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia dalam Pilpres 2019 mendatang. Prabowo juga berjanji untuk mengembalikan kejayaan Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto dalam sebuah wawancara cegat usai bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Senin 8 April. Menurut Titiek, Prabowo menyatakan hal itu sebagai jawaban atas pesan khusus yang disampaikan Sri Sultan HB X ketika bertemu dengan Prabowo dan rombongan.

Pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari Prabowo sebagai tanda hormat kepada Sri Sultan. “Saya hari ini akan berkampanye di Yogya. Jadi saya merasa harus melakukan ‘sowan’, sekaligus ‘kulonuwun’ kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X,” kata Prabowo.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu Sri Sultan ditemani sang istri GKR Hemas. Sementara Prabowo didampingi Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarno Putri dan Titiek Soeharto.

Selain pesan untuk senantiasa menjaga NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, Sri Sultan juga meminta Prabowo membentuk pemerintahan yang efektif, yang mampu mengembalikan kejayaan Indonesia. “Pak Prabowo menyanggupi semua pesan luhur Sri Sultan,” kata Titiek.

Pertemuan antara Sri Sultan dengan rombongan Prabowo berlangsung dalam suasana yang sangat santai dan penuh guyon. Wajah Prabowo terlihat berseri-seri ketika keluar ruangan, menuju Stadion Kridosono, tempat kampanye akbar calon presiden 02 digelar.

Sepekan sebelumnya, saat melakukan peletakan batu pertama dibangunnya Pasar Desa Modern di Desa Trirengo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Titiek menegaskan bahwa sambutan meriah terhadap Prabowo di setiap daerah yang dikunjunginya itu sangat jelas merupakan spontanitas masyarakat. Semua sambutan antusias warga itu turut memberikan dorongan semangat yang besar buat Tim 02 memenangkan Pemilu.

Sambutan meriah dari rakyat itu menurut Titiek juga mencerminkan bahwa rakyat sudah sangat rindu dengan pemimpin amanah dan kapabel. “Pemimpin yang punya kemampuan untuk melakukan perbaikan bagi Indonesia ke depan, yakni , yang bisa membangun bangsa, segera mengentaskan kemiskinan dan memerangi kebodohan agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Titiek yang juga caleg Dapil Yogyakarta dari partai politik ber nomor urut 7, Partai Berkarya .

Saat itu Titiek juga berpesan agar warga masyarakat memilih pemimpin yang pas dengan hati nurani. Saat menyatakan ‘pas’ Titiek memberikan tekanan pada kata tersebut. [*]

 

Mbak Tutut: Jadikan Indonesia Bangsa yang Dihormati Dunia

0

Tokoh wanita kharismatik, Siti Hardiyanti Rukmana yang kerap disapa Mbak Tutut mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menjadikan Indonesia bangsa yang dihormati dunia. Mbak Tutut mengingatkan, Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan berbagai potensi alam lainnya, pernah disegani dunia.

Pernyataan Mbak Tutut yang merupakan kakak Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto itu ditegaskannya saat melakukan Roadshow Kebangsaan ke Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut  Mbak Tutut, Indonesia memiliki banyak keutamaan untuk tampil sebagai bangsa besar yang disegani dunia. Kekayaan alam Indonesia, di darat, di laut dan di dalam perut bumi begitu berlimpah. “Semua seharusnya menjadi jembatan emas untuk menjadi bangsa besar, setara dan dihormati bangsa-bangsa besar lainnya di dunia,” kata Mbak Tutut, disambut tepuk tangan dan pekik ‘Allahu Akbar’ dari sekitar 2.500 santri dan santriwati yang memadati masjid jami di pesantren tersebut.

Di hadapan para santri, putri sulung Pak Harto itu juga beramanat agar para santri senantiasa rajin belajar, menempa diri untuk menjadi pejuang bagi bangsa di kelak kemudian hari. “Tidak perlu minder walau (lahir) dari keluarga pas-pasan. Pak Harto kecil juga bukan dari keluarga berada. Jangan sia-siakan perjuangan Umi,” kata Mbak Tutut, menyebut Umi Waheeda binti Abdul Rahman, pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (Islamic Boarding School). Sebelumnya, Umi, istri almarhum pendiri pesantren Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar, adalah seorang warga negara Singapura.

Merespons Mbak Tutut,  Umi Waheeda menyatakan rasa kekagumannya yang tinggi kepada Pak Harto. Menurut Umi, Pak Harto banyak berjasa kepada bangsa Indonesia dengan melakukan pembangunan di segala bidang yang mensejahterakan seluruh bangsa.

“Kita semua sangat berhutang budi. Saat Bapak Soeharto menjadi presiden, Indonesia bukan hanya berhasil dalam pembangunan dan mensejahterakan rakyatnya, namun juga menjadi negara yang disegani dunia,” kata Umi, disambut pekik takbir para santri.

Pada saat itu, kata Umi, Indonesia bahkan berhasil mencapai swasembada beras yang diakui Badan Pangan Dunia (FAO). “Jadi, bukan justru banyak mengimpor beras dan merugikan para petani, rakyat kita sendiri,” kata dia.

Sebagai mantan warga negara Singapura, Umi menegaskan bahwa dirinya tahu betul bagaimana Pak Harto disegani di kawasan.

“Lee Kuan Yew, PM Singapura, itu hanya takut sama Pak Harto!” kata Umi, yang menggratiskan biaya belajar, biaya hidup dan aneka keperluan 15 ribu santrinya itu.

Di hadapan ribuan santri yang hadir memadati masjid besar itu, Umi menegaskan bahwa almarhum Abah Saggaf pernah menyatakan bahwa Pak Harto itu seorang yang diberkahi Allah.

“Almarhum pernah bilang, Pak Harto itu seorang yang sangat diberkahi (very very blessed man) yang sangat membela kaum Muslim dan menjadikan rakyatnya tak pernah lapar. Ingat, hungry man akan segera jadi angry man!” kata Umi.

Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman didirikan pada 1998 oleh almarhum Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Pesantren itu lahir dari keprihatinan Habib Saggaf melihat banyak para remaja putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena kemiskinan.  Sejak awal, memang pesantren ini menggratiskan semua hal yang berkaitan dengan keperluan para santri.

Pesantren yang namanya al-Ashriyyah berarti modern itu kini dikenal sebagai pesantren mandiri dengan 15 ribu santri dan 48 jenis usaha yang digeluti warga pesantren. Pesantren dengan area 25 hektare yang kini telah bekerja sama dalam bisnis fintek dengan menggandeng Bank Tabungan Negara dan Bank Indonesia, itu bermula dari kobong bambu berukuran 3×4 meter sebagai asrama pertama. [*]

Dua Wanita Cantik dalam Lingkaran Pembobol ATM

0
Suasana pemeriksaan tersangka pembobol ATM BNI 46.

batampos.co.id – Dua pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI, Melki Septian, 27 dan Parlin, 33 masih berada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Rencananya, dua pelaku tersebut akan dibawa ke Batam besok, Rabu (10/4).

Sementara, tiga pelaku lainnya yang diamankan di Batam masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Barelang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, dari tiga pelaku yang diamankan pihaknya di Batam, dua diantaranya merupakan perempuan, Afriani, 27 dan Maria Ulfa, 26.

Sementara satu pelaku lainnya, Ilham, 28. Ketiganya diamankan Satreskrim Polresta Barelang di kos-kosan kawasan Seraya, Rabu (3/4/2019) lalu.

“Saat ini masih kami dalami untuk perannya dari masing-masing tersangka. Untuk saat ini belum bisa kami sampaikan karena masih menunggu dua pelaku yang diamankan di Lampung tiba di Batam,” ujarnya, kemarin.

Apa peran dua perempuan ini? Selengkapnya besok ya di koran Batam Pos. (egi)

Tim Teknis ATB Selesaikan Perbaikan Kebocoran, Suplai Air Tahap Normalisasi

0
Pekerjaan perbaikan pipa Transmisi ATB DN 800mm di depan IPA Duriangkang, Selasa (9/4/2019).

Proses perbaikan pipa bocor transmisi DN 800 mm ATB di depan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang sudah selesai dilakukan. Lokasi kerja yang sulit membuat tim teknis bekerja lebih keras, pekerjaan dapat diselesaikan pukul 06.00 WIB

“Tim berusaha keras menyelesaikan kebocoran pipa tadi malam, lokasi area pekerjaan yang sulit membuat pekerjaan membutuhkan waktu,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Selasa (9/4)

Usai pekerjaan dilakukan, suplai air tidak dapat mengalir normal, namun mengalir bertahap ke pelanggan. Selama pekerjaan dilakukan IPA Duriangkang operasionalnya dihentikan sementara. Hal ini untuk memudahkan proses perbaikan pipa.

“Proses perbaikan kita harus shutdown produksi IPA Duriangkang, namun tidak off total. pekerjaan berjalan dengan baik. Setelah selesai semua, suplai dalam tahap normalisasi, pipa-pipa yang kosong sebelumnya terlebih dahulu diisi air baru dapat mengalir ke pelanggan,” tambah Maria.

Proses normalisasi suplai air di sejumlah pelanggan sedang berjalan. Sebagian wilayah yang terdampak seperti sebagian Batam Centre, Batu Batam, Sukajadi, Tanjung Piayu, tembesi Sagulung termasuk Tanjung Uncang dan sekitarnya, sudah mulai mendapatkan suplai air, meski belum merata.

Saat suplai sudah mulai mengalir, pelanggan cenderung menggunakan air lebih banyak. Mengingat persediaan air yang sebelumnya telah habis. Namun hal tersebut berpengaruh ke pelanggan lainnya pelanggan terutama di daerah tinggi dan jauh dari area produksi.

“Pelanggan juga perlu bertoleransi dalam menggunakan air juga diperlukan, hal ini agar pelanggan lainnya bisa mendapatkan suplai air. Pelanggan yang berada di dataran rendah bisa lebih berhemat menggunakan air, agar pelanggan di ujung pipa bisa mendapatkan suplai air,” kata Maria.

Informasi seputar ATB bisa menghubungi Call Center ATB (0778) 467111, atau inbox di fanpage ATB Batam. (*)

 

Adi, Wawan, dan Yopi Ditangkap Polisi

0
Foto: batampos.co.id / eusebius

batampos.co.id – Wawan,19, Yopi, 20 dan Adi, 23 dibekuk jajaran Polsek Sagulung, Sabtu (7/4/2019).

Tiga pemuda ini pelaku pencabulan terhadap N dan S dua siswa kelas dua SMP yang berdiam di wilayah Sagulung.

Aksi pencabulan ini terjadi di tempat dan waktu yang sama yakni bekas rumah makan di wilayah Sagulung, Jumat (6/4) malam. Para pelaku memanfaatkan situasi sulit kedua korban yang kewalahan mendapatkan tempat penginapan sebab sama-sama kabur dari rumah.

“Dua korban ini satu sekolah sama-sama kabur dari rumah,” kata Kapolsek Sagulung AKP Riyanto, Selasa (9/4).

Kedua korban kabur dari rumah karena sering diomelin oleh orangtua mereka. Saat kebur kedua gadis dibawa umur itu menghubungi Ah, salah satu kenalan pria mereka. Oleh Ah, N dan S dikenalkan kepada tiga pelaku tadi. Tiga pelaku kemudian membawa dua korban ke salah satu bekas rumah makan di Sagulung dan mencabuli dua korban. N dicabuli oleh Adi sementara S oleh Wawan dan Yopi.

“Melakukan hubungan badan secara bergantian mereka,” kata Riyanto.

Tiga pelaku mengaku perbuatan mereka itu. Mereka mengaku khilaf karena ada kesempatan tadi. Atas perbuatan tersebut ketiganya diancam mUU no 30.35 tahun 2014 pasal 76E Jo 82 ayat 1 tentang perubahan atas undang-undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (eja)

GSI Kota Batam Diikuti 180 Pelajar SMP

0

batampos.co.id – Kecamatan Batam Kota dan Batuaji berhasil meraih poin sempurna dalam laga hari pertama Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Batam 2019 yang digelar di Stadion Gelora Citramas, Kabil, Nongsa, Senin (8/4).

Dalam laga pembukan tersebut, Batam Kota membungkam perlawanan Nongsa dengan skor 4-1. Sedangkan Kecamatan Batuaji mengalahkan Batuampar dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini membawa kedua tim menduduki puncak klasemen sementara dengan poin maksimal tiga.

”Ini adalah penyelenggaraan tahun kedua GSI Kota Batam. Diikuti sebanyak 10 kecamatan se-Batam. Yakni, Kecamatan Nongsa, Batam Kota, Lubukbaja, Batuaji, Batuampar, Galang, Sekupang Bengkong, Seibeduk, dan Sagulung,” terang panitia pelaksana GSI 2019 Kota Batam Sularno kemarin.

Peserta GSI 2019 Kota Batam yang akan berlangsung hingga Jumat (12/4) ini, dibagi menjadi empat grup. Grup A diisi oleh Kecamatan Nongsa, Batam Kota, dan Lubukbaja. Sedang Grup B diisi oleh Kecamatan Batuaji, Batuampar, dan Galang. Lalu, Grup C dan Grup D diisi masing-masing dua kecamatan. Di Grup C diisi Kecamatan Galang dan Sekupang, sedangkan Grup D diisi Kecamatan Seibeduk dan Sagulung.

”Nanti hanya juara grup yang berhak melaju ke babak semifinal. Babak semifinal sendiri rencananya akan dilaksanakan Kamis (11/4) dan final akan digelar keesokan harinya, Jumat (12/4),” beber Sularno.

GSI 2019 Kota Batam ini kejuaraan rutin yang digelar setiap tahunnya, dan diperuntukkan bagi pelajar SMP.

”Pemenang di tingkat kota akan dikirim untuk berlaga di tingkat provinsi yang digelar Agustus mendatang,” ujar Sularno.

Dari tingkat provinsi, pemenangnya akan dikirim untuk berlaga di tingkat nasional yang akan dilaksanakan Oktober.

Sularno juga mengungkapkan di gelaran kejuaraan ini dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit olahraga, khususnya dari cabang sepak bola.

”Ini juga menjadi ajang seleksi tim sepak bola pelajar Kota Batam yang akan dikirim berlaga dalam kejuaraan tingkat pelajar lainnya,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kejuaraan ini juga menjadi ajang pengembangan potensi pelajar dalam sepak bola dan bisa memunculkan bibit pesepak bola andal ke depan.

Satu tim dalam kejuaraan ini diisi sebanyak 18 siswa ditambah dengan satu pelatih dan tiga ofisial. ”Total ada 180 pelajar SMP yang mengikuti kejuaraan ini,” serunya.
Dalam pelaksanaan tahun sebelumnya, Kota Batam menjadi wakil Provinsi Kepri untuk berlaga di tingkat nasional.

”Semoga di penyelenggaraan tahun ini Kota Batam kembali berhasil melaju ke putaran nasional,” harap Sularno.

Sementara itu, untuk jadwal pertandingan hari ini, Selasa (9/4) akan dilangsungkan sebanyak tiga pertandingan, masih babak penyisihan. Yaitu Kecamatan Sekupang melawan Bengkong, Lubukbaja akan menghadapi anak-anak Nongsa, sedangkan Galang akan bersua Batuaji. (yan)