Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11428

KPPAD Batam Siap Dampingi ABH

0
Kunjungan KPPAD Batamn ke redaksi Batam Pos

batampos.co.id – Komisi Penga­w­as dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam mula­i menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) di tengah masyarakat Batam usai dilantik Wali Kota Batam Muhammad Rudi pada 8 Maret lalu.

Satu di antara tupoksi yang harus dijalankan yakni menja­lin kerja sama dengan pihak-pi­hak yang berpengaruh dalam pe­nyebaran informasi dan edukasi terkait perlindungan anak.

”Ada 10 tupoksi menjadi fokus kami yang salah satunya membawa kami datang ke Batam Pos, sebagai pengenalan dan ajang silaturahmi, sekaligus untuk saling bertukar informasi,” kata Ketua KPPAD Batam Abdillah saat mengunjungi Kantor Batam Pos, Kamis (11/4).

Didampingi empat pengurus lainnya, Abdillah menyebutkan bahwa hadirnya lembaga independen periode 2019-2024 ini merupakan yang pertama di Kota Batam, sehingga butuh dukungan dan saling bersi-nergi dengan berbagai pihak.

”Layaknya organisasi baru, maka tugas yang diemban pun tidak sedikit. Di sisi lain, kami menyadari bahwa kasus Anak Bermasalah dengan Hukum (ABH) di Kota Batam cukup banyak terjadi, baik sebagai pelaku maupun korban,” terangnya.

Wakil Ketua KPPAD Batam Nina Inggit menambahkan, melalui pengenalan yang dilakukan khususnya ke media, diharapkan dapat membuktikan KPPAD Batam benar-benar siap mengawasi juga mendampingi dan memberikan perlindungan sesuai hak-hak anak. ”Dari sini, bersama kita buktikan bahwa Batam ini memang pan­tas menjadi kota layak ana­k,” ucap Inggit.

Pemimpin Re­daksi (Pemred) Batam Pos Muhammad Iqbal yang me­nyam­but rombongan KPPAD Ba­tam menuturkan, organisas­i yang telah terbentuk ini diharapkan berperan penting di tengah masyarakat.

”KPPAD sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasa­lah­an anak yang terjadi di Kota Batam. Untuk itu, butuh per­­gerakan yang responsif a­gar Ba­tam terhindar dari situasi darurat anak,” ungkapnya. (nji)

Cicipi Menu La Bella Vita Rooftop Bar Hotel Best Western Premier

0

batampos.co.id – La Bella Vita Rooftop Bar Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil me-launching menu terbarunya pada Rabu (10/4) pukul 15.00-17.00 WIB dengan dihadiri beberapa media di La Bella Vita Rooftop Bar.

Parade menu yang disiapkan oleh Chef Adi Yulyawan dikeluarkan satu per satu mulai dari aneka salad, burger, steak, pasta hingga dessert.

Setiap menu yang disajikan memiliki keunikan presentasi dan juga rasa yang pastinya akan membuat setiap tamu yang menikmati menjadi ketagihan.

“Tahun ini kami ingin merubah konsep La Bella Vita dengan menghadirkan sajian menu western lebih banyak lagi dari sebelumnya. Signature menu kami untuk di La Bella Vita Rooftop Bar ini adalah burger,” urai Adi Yulyawan, Executive Chef Best Western Premier Panbil.

“Kami telah menyediakan tujuh macam burger yang dapat dinikmati oleh tamu di La Bella Vita, mulai dari lunch hingga dinner time,” lanjutnya.

Burger tersebut antara lain

  1. The Signature LBV Burger dengan double patty,
  2. Seattle Burger,
  3. Spicy Atomic Burger,
  4. Tropical Burger,
  5. Sambal Burger,
  6. Original Cheese Burger
  7. Double Deck Sandwich.

Tidak menutup kemungkinan, bar ini akan menambah jumlah macam burger menjadi 8 hingga 12 macam dalam waktu dekat.

“Karena kami ingin supaya La Bella Vita Rooftop Bar BWP Panbil ini menjadi tempat tujuan utama bagi para burger lovers di Batam.”

Menu andalan yang lain di rooftop bar ini adalah Premier Caesar Salad, Breaded Chicken Tender, Tenderloin of Beef, Striplon Steak, Penne Aflredo dan masih banyak yang lainny.

Pihak Best Western Premier Panbil juga mematok harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat yang ingin menikmati kelezatan sajian di atas. Harga mulai dari Rp 79.000 untuk sajian Salad, Rp 129.000 untuk Steak, Rp 79.000 untuk

Pasta, dan Rp 99.000 untuk Burger. La Bella Vita Rooftop Bar sendiri buka setiap hari mulai pukul 11.00-23.00 WIB setiap harinya.

Terletak di puncak Hotel Best Western Premier Panbil, La Bella Vita Rooftop Bar menyajikan pemandangan menawan hijau dari DAM Duriangkang pada siang hari dan taburan cahaya malam Kota Batam, serta variasi menu western yang pastinya akan menambah poin plus di rooftop bar ini.

Selain menyajikan menu makanan, La Bella Vita Rooftop Bar juga menyajikan minuman/ beverages, baik alkohol maupun non-alcoholic beverages. La Bella Vita dibuka untuk umum dengan free access. Tamu umum dapat menikmati fasilitas ini dengan langsung menuju lantai 15 via lobby lift. (*)

Dua Kurir Sabu Ditangkap, Sekali Kirim Diupah Rp 27 Juta

0
Barang bukti

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan dua kurir narkoba jenis sabu-sabu, Parni, 28, dan Siti, 40, di Pelabuhan Internasional Batam Center, Senin (8/11/2018) lalu. Dari kedua orang tersebut, polisi mengamankan sebanyak 518,72 gram sabu. Modus yang digunakan keduanya memasukan bungkusan sabu ke dalam anus.

”Penangkapan ini, hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik selama beberapa hari,” beber Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto, Kamis (11/4/2019).

Ia mengatakan, kronologis kejadian bermula saat anggota Subdit III Ditresnarkoba mendapatkan informasi bahwa ada kurir sabu yang akan datang ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Center. Berdasarkan informasi itu, polisi bergerak dan mengembangkannya.

”Kami segera melakukan pengawasan di tempat masuknya kurir itu dari luar negeri,” ungkap Yani.

Dua kurir yang dinformasikan tersebut, terpantau Senin (8/4) pukul 16.00 lalu memasuki Batam. Keduanya datang dari Pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia. Karena petugas sudah mengantongi identitasnya, maka saat mereka turun dari kapal langsung dipanggil dan dihampiri petugas.

Polisi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat keduanya berbicara. Parni mengaku membawa sabu yang disimpan di dalam perutnya yang dimasukkan melalui anus sebanyak 4 bungkus, dengan berat kurang lebih 263,79 gram. Sedangkan Siti Nurkhalifah juga mengaku membawa sabu yang juga disimpan di dalam perut yang dimasukkan melalui anus sebanyak 4 bungkus, dengan berat sekitar 254,93 gram.

Yani mengatakan, keduanya bukanlah suami istri. Keduanya hanya disuruh bandar dari Malaysia untuk membawa narkoba ke Batam. Sesampai di Batam, keduanya akan langsung menuju ke Bandara Internasional Hang Nadim untuk menuju Surabaya, Jawa Timur.

Rencananya, setelah sampai Surabaya, barulah keduanya menyerahkan barang haram tersebut ke pemesan. Dari penyidikan polisi, keduanya sudah berulang kali membawa sabu dengan modus memasukkan sabu ke dalam anus.

Namun, baru kali ini keduanya tertangkap.

”Mereka ini sebenarnya TKI. Setiap 29 hari balik ke Batam, untuk cop paspor. Nanti ada pesanan baru bergerak,” ungkap Yani.

Keduanya diupah sebanyak Rp 27 juta dalam setiap kali pengiriman sabu. Dan dari pengakuan keduanya, seluruh operasi penyelundupan sabu ini dikendalikan dari Malaysia.

”Saat ini kami masih me­ngem­bangkan kasus ini,” pungkas dia. (ska)

Akses Jalan Menuju Galangan Kapal Butuh Kajian

0

batampos.co.id – Genangan air di simpang PT Jaya Asiatic Shipyard jalan brigjen Katamso, Tanjunguncang mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Pasalnya genangan air bertahan hingga berhari-hari dan memakan separuh badan jalan.

Kendaraan yang bergerak dari simpang Basecamp ke Tanjunguncang harus ekstra hati-hati sebab genangan air itu bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas atau hilang kendali karena licin.

Pantauan di lapangan, arus lalulintas sangat terganggu sebab jika jalanan padat seperti pagi dan sore hari, pengendara harua antre untuk bisa melewati jalan dua jalur itu. Sebagian pengendara khususnya pengendara roda dua bahkan nekad mengambil risiko melawan arus di jalur yang datang dari arah berlawanan.

Hamid, seorang pengendara mengatakan, kecelakaan berat ataupun ringan kerap terjadi di lokasi jalan yang tergenang air itu. Pengendara yang buru-buru untuk bekerja kadang tidak memperhitungkan keselamatan di lokasi genangan air.

“Kalau nyalib dan bersenggolan sering. Bahkan ada juga yang nubruk dengan truk. Memang rawan (lokasi yang jalan yang tergenang air),” kata pekerja galangan kapal itu, Jumat (12/4).

Ismianto, warga yang berdiam di dekat lokasi genangan air mengatakan, genangan air ini terjadi hampir sepanjang waktu. Hujan sejam saja, maka genangan air bisa bertahan hingga sepekan kedepan. Ini terjadi karena lokasi jalan yang tergenang air ini berada di dataran rendah dari lingkungan sekitar.

“Samping jalan ini juga kolam besar jadi saat hujan air semua ngalir ke sini dan luapan dari kolam masuk ke jalan ini. Berminggu-minggu baru kering ini karena kolam tadi,” kata pria 48 tahun itu.

Kondisi ini diperparah lagi sistem drainase yang tidak tertata dengan baik. Drainase lebih tinggi dari lokasi jalan sehingga air tak bisa mengalir ke dalam drainase.

Kontur tanah sekitar yang berbukit-bukit menyebabkan lokasi jalan yang lebih rendah tadi jadi sasaran genangan air. (eja)

Eh, Ada Surat Suara Sudah Dicoblos

0

batampos.co.id – KPU dan Bawaslu sepakat menginvestigasi temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, Kamis (11/4/2019) siang. Masing-masing pihak bakal mengirim tim untuk mengungkap fakta-fakta peristiwa itu.

Kemarin siang beredar video yang disebut berada di Selangor, Malaysia. Dalam video tersebut, sejumlah orang meng­gerebek tempat penyimpanan surat suara. Di dalamnya ada kantong-kantong plas­tik hitam dengan kode tertentu berisi surat suara.

Orang-orang dalam video mengklaim surat suara itu sudah dicoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Amin Ma’ruf dan caleg Partai Nasdem atas nama Davin Kirana, yang me­rupakan anak Dubes Indonesia untuk Malaysia yang juga bos Lion Air, Rusdi Kirana.

Ada pula video lain yang menunjukkan beberapa orang dalam sebuah ruangan sedang duduk di sofa. Mereka menco­blos surat suara untuk paslon 01 sebelum dimasukkan ke dalam amplop berwarna putih. Di hadapan mereka ada tumpukan bungkusan kantong-kantong kresek polos yang mayoritas berwarna hitam.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, pihaknya masih mencari kebenaran info tersebut. Ketika ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (11/4), dia menyatakan sedang me-ngumpulkan bukti terkait temuan tersebut. Abhan hanya membenarkan bahwa surat suara yang ditemukan kemung-kinan asli.

“Saat ini pengawas kami mengatakan, itu adalah surat suara yang diproduksi KPU,” ucapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang pemberhentian pe­mungutan suara di Malaysia, Abhan belum memberikan kepastian. Sebab, pengumpulan bukti di lapangan masih berlangsung.

“Setelah mengumpulkan bukti, kami baru akan memberikan rekomendasi penundaan atau pengambilan suara ulang,” beber Abhan.

Dia berspekulasi, kecurangan kemungkinan dilakukan pada coblosan yang dilakukan lewat pos.

Sesuai aturan, coblosan di luar negeri memang dilakukan melalui tiga cara.

Pertama, melalui TPSLN (Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri) yang disediakan KBRI/KJRI setempat.

Ke­dua, melalui Kotak Suara Keliling (KSK) yang disebar di beberapa titik.

Ketiga, pengiriman melalui pos ke ru­mah seluruh WNI di negara tersebut.
Abhan menambahkan, jika benar kecurangan terjadi di mekanisme pos, pemungutan suara ulang merupakan rekomendasi dengan kemungkinan terbesar yang akan diberikan.

“Memang informasi dugaannya adalah melalui pos,” ucap Abhan.

Beredar informasi bahwa kasus tersebut diduga melibatkan Kedubes Indonesia di Malaysia. Sebab, anak salah satu anggota mereka menjadi caleg di DKI Jakarta Dapil II. Abhan menjelaskan, hal itu memang menjadi temuannya dan masyarakat sejak dulu.

Mereka sudah memberikan rekomendasi ke KPU agar tidak mencantumkan caleg tersebut ke daftar peserta pemilu. Apalagi memasukkan ke dapil II yang notabene akan dicoblos WNI yang ada di luar negeri juga.

“Kemudian ada anak kedutaan yang ikut berkompetisi, itu tentunya akan menjadi sorotan besar. Sebelum ada isu ini, sudah kami sampaikan ke KPU,” tambahnya.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyatakan, pihaknya bakal mengirimkan tim untuk menginvestigasi kejadian tersebut.

’’Kalau peristiwanya memang benar terjadi, dan ada panwas kami di sana,’’ terangnya.

Namun, fakta-fakta baru bisa dijelaskan setelah tim investigasi tiba di Malaysia. Dia menjelaskan, panwaslu di Malaysia saat itu sedang mengawasi persiapan coblosan dengan metode KSK. Mereka lalu mendapatkan laporan tentang temuan surat suara tercoblos.

Dugaan awal, surat suara itu dialokasikan untuk pemungutan suara menggunakan pos.

’’Ini yang akan diinvestigasi lebih jauh oleh Bawaslu bersama KPU,’’ lanjutnya.

Menurut dia, Bawaslu belum bisa menyimpulkan apapun. Fakta-fakta hukum harus jelas dahulu kendati Panwaslu di Malaysia sudah mengklaim bahwa surat suara yang tercoblos itu asli.

Senada, Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, pihaknya juga bakal mengirim tim ke Malaysia. Hingga kemarin, ada sejumlah fakta yang masih dipertanyakan oleh KPU.

Termasuk soal keaslian surat suara dan benar tidaknya lokasi di Selangor itu menjadi tempat penyimpanan resmi.

’’Jangan berpolemik dulu,’’ ucapnya.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, beberapa fakta yang perlu diklarifikasi, misalnya, di mana sebetulnya Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menyimpan surat suara untuk tiga jenis coblosan. Apakah benar gudang itu disewa KPU untuk menyimpan logistik.

’’Untuk KSK (kotak suara keliling), kapan mulai keliling dan coblosannya, juga kalau kembali disimpan di mana,’’ terangnya.

Kemudian, mekanisme pengamanan surat suara. Bila memang gudang tersebut merupakan tempat menyimpan surat suara, bagaimana sistem pengamanannya. Mengapa surat-surat suara itu ditaruh di dalam kantong plastik.

’’Di video itu kan tidak ada kotak suara yang mestinya digunakan untuk menempatkan surat suara,’’ kata Hasyim.

Bila memang kecurigaan mengarah pada pengiriman melalui pos, memang prosesnya paling awal dibandingkan dengan dua metode lain.

’’Statusnya mungkin masih berada atau dipegang oleh pemilih,’’ tutur mantan Komisioner KPU Jateng itu. Sebab, batas akhir surat suara diterima PPLN adalah 17 April, bersamaan dengan masa penghitungan suara.

Hasyim menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi sebelum sebuah lokasi dijadikan tempat penyimpanan surat suara. Pertama, pintunya harus bisa dikunci dan disegel. Lalu, ada CCTV yang memantau selama 24 jam.

Tempat itu juga harus memiliki penjaga sehingga tidak sembarang orang bisa masuk. Hasyim menjelaskan, surat suara yang diproduksi rekanan KPU memiliki ciri khusus yang hanya diketahui oleh KPU.

Komisioner KPU Viryan Azis menambahkan, total pemilih di PPLN Kuala Lumpur berjumlah 558.873 orang. Pemilih TPS ada 127.044 orang. Mereka dilayani di 255 TPS. Lalu, pemilih dengan mekanisme KSK ada 112.536 orang. Sedangkan pemilih melalui jalur pos mencapai 319.293 orang. ’’Kami juga akan cek apakah ada tanda tangan petugas kami di surat suara itu,’’ jelasnya. Surat suara dinyatakan tidak sah bila tidak ada tanda tangan ketua KPPS. Rencananya, hari ini Hasyim bersama Komisioner KPU Ilham Saputra akan bertolak ke Malaysia. Dari Bawaslu, yang berangkat adalah Ratna Dewi Pettalolo.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Polri juga berupaya memastikan kebenaran surat suara tercoblos di Malaysia.

”Kami cek bersama dengan pokja pengamanan pemilu di Malaysia,” paparnya.

Sementara itu, capres nomor urut 01 Joko Widodo ikut menanggapi itu.

“Ya dicek sajalah,” ujarnya di sela-sela kampanye akbar di Depok kemarin (11/4).

Dia mengatakan, proses dan tahapan pemilu sudah memiliki mekanisme yang utuh. Karena itu, jika dinilai ada pelanggaran, tinggal mengikuti mekanisme pelaporan dan pengusutan.

“Kalau benar dan merupakan pelanggaran, laporkan saja ke Bawaslu. Mekanismenya jelas kok, nggak usah diangkat isu-isu yang gak jelas,” imbuhnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta semua pihak mengikuti peraturan pengawasan pemilu.

“TKN menjunjung tinggi pemilu yang dilaksanakan secara jujur dan adil,” terang Ketua TKN Erick Thohir.

Jika terjadi kecurangan, kata dia, hal itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan ingin mengganggu pemilu.

Terpisah, anggota BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria, menilai temuan surat suara tercoblos di Selangor telah mengonfirmasi isu dugaan kecurangan. Karena itu, menurut Riza, Bawaslu perlu mengintensifkan pengawasan. Sebab, tidak menutup kemung-kinan kecurangan serupa terjadi di wilayah lain.

“Kami memang sudah mencurigai. Karena dubes-dubesnya itu orang petahana,” kata Riza. (byu/bin/idr/far/lum/oni)

Info OTT Sering Bocor, Ada Saksi Dapat Perlakuan Khusus, Penyidik KPK Layangkan Petisi ke Pimpinan

0

batampos.co.id – Internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergejolak. Kali ini dipicu petisi yang diinisiasi 114 penyidik dan penyelidik. Petisi itu berisi keluhan yang mereka hadapi dalam menangani kasus rasuah selama setahun terakhir atau sejak Irjen Firli menjabat Deputi Penindakan.
Petisi itu berjudul “Hentikan Segala Bentuk Upaya Menghambat Penanganan Korupsi”. Dibuat tanggal 29 Maret. Ada lima poin utama yang tertuang dalam petisi tersebut. Poin-poin itu mengurai tentang kebuntuan penyidik dan penyelidik dalam mengembangkan kasus ke level yang lebih tinggi alias big fish dan ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Poin pertama dalam petisi itu menyebut tentang penanganan perkara yang terhambat pada ekspose di tingkat kedeputian penindakan.

Di poin itu, menyebutkan bahwa pelaksanaan gelar perkara (ekspose) terkesan ditunda-tunda dengan alasan tidak jelas dan diulur-ulur hingga berbulan-bulan sampai pokok perkara selesai.

Di poin kedua membahas mengenai tingginya tingkat kebocoran dalam pelaksa-naan penyelidikan tertutup. Menurut petisi itu, beberapa bulan belakangan hampir seluruh satuan tugas (satgas) di direktorat penyelidikan pernah mengalami kegagalan dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kebocoran itu berefek pada tingginya potensi risiko keselamatan pegawai di lapangan. Dalam petisi itu tidak dijelaskan OTT yang bocor tersebut.

Namun, sumber Jawa Pos (grup Batam Pos) di internal KPK menyebutkan salah satu contoh kebocoran itu pernah menimpa tim yang tengah bertugas mengintai pejabat Pemprov Papua di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa bulan lalu. Saat itu, dua orang personel KPK kepergok, lalu ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Poin ketiga dalam petisi itu menyebut tentang tidak disetujuinya pemanggilan dan perlakuan khusus terhadap saksi. Kemudian poin keempat menjelaskan mengenai tidak disetujuinya penggeledahan di lokasi tertentu serta pencekalan untuk orang tertentu tanpa alasan objektif. Dua poin itu mempersempit ruang bagi penyidik dan penyelidik dalam mengumpulkan alat bukti.

Sedangkan poin terakhir menyebutkan tentang adanya pembiaran atas dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oknum pejabat struktural di Deputi Penindakan.

Pelanggaran itu disebut-sebut tidak ditindaklanjuti secara gamblang dan transparan oleh Pengawas Internal (PI) KPK.

”Padahal bukti-buktinya sudah jelas,” kata seorang sumber.
Di sisi lain, mantan Ketua KPK Abraham Samad menyebut bahwa petisi yang baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah komisi antirasuah tersebut merupakan buntut dari kegelisahan pegawai. Hal itu menunjukkan bahwa kondisi KPK saat ini sedang tidak kondusif.

”Saya sarankan ke pimpinan KPK (sekarang), sudahlah jangan terlalu loyo untuk menyelesaikan persoalan yang ada.”

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menambahkan, petisi penyidik dan penyelidik itu bukan sekadar isu integritas saja. Melainkan juga menunjukkan adanya dugaan tindakan obstruction of juctice atau menghalangi penyidikan.

”Ada indikasi kuat suatu upaya yang ditujukan untuk menghambat proses pemeriksaan yang tengah dan akan dilakukan,” terangnya.

Menurut Bambang, petisi itu adalah masalah serius. Apalagi berkaitan dengan dugaan obstruction of justice. Sebab, siapa pun yang meng-halangi penyidikan bisa dijerat dengan pasal merintangi penyidikan sebagaimana tertuang di pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun.

”Jika benar ada pejabat struktural yang sudah dinyatakan bersalah karena ada dugaan pelanggaran etik, tidak ada alasan bagi pimpinan KPK untuk tidak segera mengeksekusinya,” imbuh dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, petisi itu merupakan bagian dari komunikasi egaliter yang diterapkan pegawai selama ini. Dia menyebut, petisi itu merupakan masukan dari pegawai untuk pimpinan.

”Dan dokumen (petisi, red) itu sudah diterima pimpinan. Pimpinan akan mendengarkan hal tersebut (petisi, red),” ujar Febri.

Febri memastikan komunikasi internal terus dilakukan untuk mencari solusi atas keluhan pegawai. Pimpinan bakal melakukan check and balances. Dia pun meminta gejolak internal itu tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

”Karena kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara prudent,” tuturnya. (tyo)

Amat Tantoso Terancam Penjara 5 Tahun

0

batampos.co.id – Penyidik Satreskrim Polresta Barelang resmi menyematkan status tersangka kepada Amat Tantoso atas kasus penikaman terhadap rekan bisnisnya, Kelvin Hong, pada Rabu (10/4) malam lalu. Pengusaha ternama di Batam itu dijerat pasal 351 ayat (2) KUH Pidana dengan ancaman penjara selama lima tahun. Amat kini ditahan di tahanan Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki menjelaskan kembali, penikaman ini terjadi pada Rabu (10/4) sekitar pukul 19.16 WIB di Restoran Wey-Wey, Harbourbay, Batam. Insiden ini terjadi karena ada permasalahan utang piutang antara Kelvin dengan karyawan Amat Tantoso.

Hengki mengatakan, karyawan Amat tersebut bernama Mina. Ia bekerja di salah satu usaha jual beli valuta asing (money changer) milik Amat Tantoso.

Mina meminjamkan uang milik perusahaan money changer tersebut kepada Kelvin Hong sebanyak Rp 7 miliar. Rabu (10/4) malam itu, Mina dan Amat bertemu dengan Kelvin dengan tujuan meminta Kelvin membayar utang tersebut.

“Sebagai informasi, dimungkinkan bahwa antara saksi Mina ada hubungan (asmara) dengan korban,” ujarnya, kemarin.

Menurut Kapolres, awalnya, Amat tidak mengetahui jika Mina telah meminjamkan uang perusahaan ke Kelvin. Amat baru mengetahuinya saat mengecek pembukuan di money changer tempat Mina bekerja. Setelah mengetahui itu, Amat meminta Mina menagih uang tersebut ke Kelvin.

Mina menuruti permintaan Amat. Pada Rabu (10/4) sore sekitar pukul 15.00 WIB, Mina menemui Kelvin di kawasan Sukajadi, Batam. Dalam pertemuan itu Mina meminta Kelvin membayar utangnya. Saat itu, Kelvin menyanggupi dan memberikan selembar cek senilai Rp 7 miliar kepada Mina.

“Tapi cek itu belum ditandatangani,” kata Hengki.

foto: batampos.co.id / egi

Kepada Mina, Kelvin berjanji akan menandatangani cek tersebut apabila ia bertemu dengan Amat Tantoso. Kemudian, pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB, Amat menemui Kelvin dengan membawa cek tersebut di restoran Wey-Wey di Harbourbay. Namun entah mengapa, malam itu Kelvin menolak menandatangani cek tersebut.

Karena itu, Amat dan Kelvin terlibat perdebatan hingga akhirnya Amat menikam Kelvin dengan sebilah sangkur.

“Barang bukti yang kami amankan ada satu buah pisau sangkur dan pakaian. Baik pakaian korban maupun tersangka sendiri,” tuturnya.

Menurut Hengki, pisau sangkur yang digunakan oleh Amat adalah milik salah seorang petugas keamanan yang bekerja sebagai pengawal pribadi Amat. Kata Hengki, malam itu Amat sudah menyiapkan sangkur tersebut.

“Saat kejadian, sekuriti ini juga berada di lokasi kejadian. Untuk sekuritinya sudah kami mintai keterangannya sebagai saksi terkait dengan masalah ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kelvin Hong saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Batam Kota. Hingga kemarin, kondisi Kelvin masih kritis dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Pasien masih berada di sini (Rumah Sakit Santa Elisabeth, red) sekarang sudah dalam kondisi stabil. Sekarang sedang dalam perawatan intensif di ruang ICU,” ujar Humas Rumah Sakit Santa Elisabeth, Batam Kota, Jeifie, Kamis (11/4).

Ia menjelaskan, akibat lukanya Kelvin harus menjalani operasi untuk mengeluarkan pisau yang masih menancap di pinggang kirinya. Operasi ini dipimpin oleh dr. Fredy Rustomi Purba dan selesai pada Kamis (11/4) pagi. Kelvin baru dibawa ke ruangan ICU untuk menjalani perawatan intensif sekitar pukul 07.30 WIB.

Hingga kemarin, pihak kepolisian meminta kepada rumah sakit untuk tidak memperbolehkan siapapun yang hendak menjenguk korban.

“Pesan dari polisi belum boleh ditemui oleh siapapun. Yang bisa menemui pasien hanya penyidik saja, yang diizinkan menjenguk ke ICU,” tuturnya.

Sementara kuasa hukum Amat Tantoso, Edy Hartono, yang ditemui di Mapolresta Barelang kemarin belum mau membeberkan secara detail kasus yang menimpa kliennya itu karena masih dalam pemeriksaan penyidik.

Namun, Edy menilai, Kelvin mempunyai niat untuk menipu Amat Tantoso dalam usaha money changer. “Jadi ada konspirasi,” katanya.

Menurut Edy, tindakan yang dilakukan Amat Tantoso hanyalah upaya untuk mempertahankan harta yang telah dikumpulkan selama 20 tahun terakhir.

“Orang itu (Kelvin Hong) sudah menipu, sehingga (Amat Tantoso) mungkin kalap,” tuturnya. (gie)

PGN Dapat Tambahan Suplai Gas dari Jambi Merang

0

Pasokan hulu PT Perusahaan Gas Ne-gara Tbk (PGN) bertambah secara volume seiring kerja sama pasokan dari Blok Jambi Merang yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Realisasi penambahan pasokan itupun telah dilaksanakan sejalan dengan pembangunan pipa sambungan (tie in). Penyambungan pipa itu sepanjang 27 kilometer, dari Sungai Kenawang, Jambi hingga ke stasiun Grissik PGN. Rencana penyaluran gas dari PHE Jambi Merang untuk PGN melalui SSWJ sebesar 20-25 MMSCFD.

Skema transmisi dan distribusi gas akan dihilirisasi PGN untuk memperkuat layanan bagi masyarakat.

“PGN akan mengambil gas tersebut dari Grissik untuk disalurkan ke daerah Sumatera,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan tertulis, Kamis (11/4).

Dengan penambahan pasokan tersebut, PGN dapat memperkuat layanan bagi konsumen wilayah Sumatra dan Jawa. Menurut Rachmat, aliran gas tersebut akan dikelola terutama untuk penguatan industri di wilayah Sumatra Selatan dan Jawa Barat (SSWJ). Penyaluran gas untuk pasokan dari PHE Jambi Merang ke PGN sudah dimulai sejak 10 Februari lalu untuk kebutuhan distribusi gas ke Batam dan Pekanbaru sebesar 10-15 MMSCFD.

Sedangkan distribusi gas dari Jambi Merang untuk memperkuat layanan pipa SSWJ baru dilaksanakan Kamis (11/4).

Rachmat mengatakan, masa kontrak pasokan gas dari Jambi Merang melalui pipa SSWJ ini akan berlangsung selama 2019 hingga 2025. Menurut Rachmat, pasokan dari Jambi Merang akan menjamin layanan yang lebih prima, terutama agar dapat menciptakan stabilitas pasokan yang sangat penting bagi pelanggan industri.

“Jawa Barat dan Sumatera merupakan pusat-pusat industri nasional. Harapannya dengan yang kami lakukan bisa berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian nasional,” ujar Rachmat

Rachmat juga menjelaskan, sesuai kontrak dengan PHE Jambi Merang maka PGN akan mendapatkan pasokan gas harian sebesar 35 BBTUD. Pasokan gas baru dari Jambi Merang ini rencananya akan memperkuat pasokan gas bumi ke seluruh jaringan PGN di wilayah Batam, Pekanba angun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi.

Sampai saat ini, PGN telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 Km. Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan. dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), dan usaha kecil menengah, serta pelanggan rumah tangga. (*)

Batam Dapat Bantuan Pembangunan Jalur Jalur Bus Cepat dari Jerman

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kota Batam akan mendapatkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur jalur bus atau Bus Rapid Trans (BRT) alias jalur bus cepat dari pemerintahan Jerman, tepatnya Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Hal tersebut dibenarkan oleh Kadishub Batam, Rustam Efendi, Kamis (11/4/2019) sore.

Saat ini rencana bantuan tersebut sedang dalam proses pengkajian. Dipilih Batam, karena masuk salah satu kota di Indonesia yang dijadikan kota percontohan atau pilot project Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS).

Bantuan Indobus tersebut, lanjut Rustam, merupakan proyek pembangunan infrastruktur berupa pembuatan jalur khusus atau koridor untuk busway di Batam seperti yang sudah ada di Jakarta.

“Sekarang bantuan pembangunan infrastruktur jalur busway dari Jerman tersebut, baru tahap pendataan atau pengkajian. Tahun kedua nanti, tepatnya tahun 2020, baru dilakukan pembangunan fisik. Setelah pembangunan fisik berjalan, apakah nantinya bantuan itu hanya berupa pembangunan jalur bushway saja atau sekalian dengan armada busnya, itu kami yang belum tahu. Kan masih tahap perencanaan,” terangnya.

Nantinya jalur busway dari Jerman akan dibangun di daerah Sekupang menuju Batamkota. Seperti apa desain pembangunan jalur busway nanti, hal itu masih disurvei oleh pihak Jerman.

“Hasil surveinya itulah nantinya yang akan dilaporkan ke Wali Kota Batam, apakah disetujui atau tidak,” katanya.

Nantinya bantuan pembangunan infrastruktur jalur busway, diperkirakan Rustam, takkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini.

Setelah pembebasan lahan, lanjutnya, itu mungkin bisa dilanjutkan ke proses pembangunan secara bertahap. Karena lahan yang ada di Batam statusnya masih milik BP Batam.

Berapa nantinya panjang jalur busway bantuan dari Jerman yang akan dibangun di Batam, Rustam menegaskan hal itu masih belum bisa diketahui. (gas)

Ratusan Pencaker Berebut Posisi Operator

0

batampos.co.id – Para pencaker kembali memadati lokasi bursa kerja aula Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo. Pasalnya salah satu perusahaan industri di Mukakuning membuka lowongan pekerjaan untuk posisi operator, dengan persyaratan umur hingga 30 tahun, Kamis (11/4/2019).

Menurut informasi yang didapat lowongan pekerjaan tersebut berasal dari PT Valeo yang membutuhkan tenaga operator khusus perempuan.

Pantauan Batam Pos, para pencaker ini di dominasi oleh perempuan, tampak antrian cukup panjan. Proses penerimaan juga dilakukan sangat ketat. Antara lain melalui pengukuran tinggi badan yakni 153 cm , jika pelamar tidak memenuhi syarat seperti yang dibutuhkan, pelamar langsung dinyatakan gugur. Selain itu, usia juga ditentukan minimal 18 tahun sampai 30 tahun

“Sudah antri dan ini berkas persyaratan saya juga lengkap, tapi gagal karena tinggi badan. Harusnya perusahaan bisa menilai dari keterampilan bukan tinggi badan,” ujar Agni, 23, dengan kekecewaan.

Pencaker lainnya, Lemi mengatakan justru merasa beruntung sebab jarang sekali perusahaan yang membuka lowongan operator dengan persyaratan umur sampai 30 tahun. Ia juga berharap bisa bekerja di perusahaan tersebut, sebab lowongan yang ada di Batamindo ini masih sangat jarang.

“Lowongan sudah jarang, sekali nya ada ini dimanfaatkan. Apalagi seleksi penerimaan yang di taruh tak terlalu ketat,” ujarnya kepada Batam Pos bersama rekan lainnya. (cr1)

Play sound