Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11446

Menjalankan Ibadah Salat di Grand Mall Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Grand Mall Batam di Penuin menjadi mal paling buncit yang berdiri di Kota Batam. Kelak akan muncu pusat perbelanjaan lain yang kini tengah dibangun.

Satu hal yang menarik di mal ini ialah musala, alias tempat salat bagi umat Muslim.

Grand Mall Batam menyediakan dua musala. Letak musala itu sangat strategis, yakni di lantai 1 dan 2. Posisinya juga berada di tengah-tengah tenant atau di samping eskalator naik.

Memasuki kawasan musala, pengunjung akan disambut dengan sejuknya ruangan salat karena hembusan pendingin udara (AC) yang terasa sangat dingin. Di bagian depan, tersedia bangku-bangku panjang untuk sekadar melepas lelah atau melepas sepatu saat hendak salat.

Untuk lokasi berwudu, terlihat beberapa kran air khusus wudu. Tempat wudu juga dilengkapi wastafel dan kaca besar. Sementara untuk ruang salat, terlihat sangat luas.

Antara ruang salat laki-laki dan perempuan diberi sekat non permanen.

Di ruang salat juga tersedia puluhan mukena yang bebas digunakan untuk jamaah perempuan.

”Nyaman banget salat di sini. Mukenanya juga bersih-bersih. Jauh beda dibandingkan mal-mal lainnya,” kata Aida, salah seorang pengunjung, kemarin.

Fasilitas di musala lantai 1 dan 2 hampir sama.

Menurut Aida, lokasi musala sangat mudah ditemukan dan sangat strategis. ”Yang mau salat merasa makin nyaman,” kata dia.

Menurutnya, di saat berkunjung ke Grand Mall Batam ia tak perlu lagi menunda-nunda waktu salat. Sebab, lokasi musala mudah dijangkau.

”Apalagi bulan puasa ini, rasanya salat itu harus tepat waktu. Tadi pas salat, musala ini ramai banget, tapi tetap nyaman untuk salat,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, General Manager Grand Mall Batam Yanto mengatakan, pusat perbelanjaan itu terdiri dari 5 lantai. Untuk musala berada di lantai satu dan dua.

”Tiap musala memiliki luas 200 meter persegi dengan konsep yang sangat modern. Intinya, kami ingin seluruh pengunjung nyaman,” tutur Yanto. (she)

Batam Terancam Darurat Air Bersih

0
Dam Sei Harapan

PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pemegang konsesi pengelolaan dan pendistribusian air bersih di Pulau Batam, memiliki tantangan besar dalam menyediakan air baku untuk masyarakat dengan keterbatasan sumber daya air yang ada. ATB terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya. Cakupan layanan ATB yang sudah mencapai 99,6% membuktikan kehandalan kualitas layanannya sudah terbaik di Indonesia bahkan menjadi benchmarking hingga ke skala internasional.

Ketersediaan air baku di Batam, menjadi perhatian utama berbagai kalangan. Pulau Batam yang mengandalkan waduk tadah hujan, sangat rentan terhadap ancaman krisis air bersih. Saat ini, Batam mengandalkan lima waduk yakni Waduk Duriangkang, Waduk Muka Kuning, Waduk Nongsa, Waduk Sei Ladi dan Waduk Sei Harapan.

Waduk terakhir bahkan sedang berada di level kritis sehingga sejak 20 April 2019 diberlakukan penggiliran air bersih (Water Rationing). Dimana Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan tidak beroperasi selama 24 jam setiap hari Sabtu dan Rabu untuk ketahanan air baku. Air baku yang ada saat ini harus melayani kawasan industri, perkantoran, fasilitas pelayanan publik, pariwisata dan tentu saja pelanggan rumah tangga.

Ironisnya, kondisi ini mulai mengancam satu persatu waduk yang dikelola ATB. Penyusutan air baku, pendangkalan, anomali iklim hingga kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu terakhir, memberi dampak yang cukup serius dengan kondisi waduk-waduk yang dikelola ATB. Konversi lahan dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia juga semakin mengurangi daya serap daerah tangkapan air.

Waduk Sei Harapan yang belum pulih dan masih harus mengalami Water Rationing untuk ketahanan air baku meskipun tidak untuk waktu lama. Jika intensitas curah hujan tidak mengalami peningkatan dan pendangkalan yang terjadi tidak segera diatasi pemerintah, Waduk Sei Harapan terancam lumpuh dan tidak bisa beroperasi lagi. Artinya, Batam akan terancam darurat air bersih.

ATB terus melakukan inovasi teknologi dan upaya untuk meminimalisir dampak berkurangnya air baku, salah satunya dengan menekan angka kebocoran hingga 16%. Namun sehebat apapun ATB dalam mengelola air, tetap tidak akan ada artinya tanpa air baku. Peran pemerintah dalam pengelolaan dan pengawasan waduk sangat dibutuhkan untuk menjamin kehandalan waduk baik dari segi kapasitas daya tampung maupun kualitas lingkungan sekitarnya. Termasuk segera mengoperasikan sumber air baku yang baru seperti Waduk Tembesi.

Kebutuhan air bersih yang terus meningkat setiap tahunnya, tentu harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebagai pemilik waduk di Batam untuk terus mengembangkan sumber-sumber air baku baru agar bisa diolah.

Seluruh elemen masyarakat juga dituntut berperan aktif menjaga ketersediaan air di Pulau Batam dengan menghemat penggunaan air bersih. Bertoleransi dalam menampung dan menggunakan air seperlunya baik di lingkungan rumah, sekolah, kantor maupun di tempat umum. Kita harus mulai menyadari pentingnya menghemat penggunaan air bersih agar hak dasar manusia atas air dapat terus dipenuhi hingga ke generasi mendatang. (*)

Toleran Menggunakan Air, Beri Kesempatan Pelanggan Lain Dapatkan Air

0

Penggiliran suplai air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Harapan sejak Sabtu, 20 April 2019 masih berlanjut. Rendahnya intensitas curah hujan bebebrapa hari ini, membuat IPA Harapan belum maksimal melakukan produksi air.

Penggiliran air dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air baku. IPA Harapan tidak berproduksi selama 24 jam setiap Sabtu dan Rabu, mulai pukul 00.00-24.00 WIB. Selama penggiliran toleran antar pelanggan sangat di perlukan.

“Toleransi menggunakan air sangat di perlukan, terutama pelanggan yang ada di hulu yang terdekat dengan IPA. Langkah kecil ini jelas memberikan kesempatan kepada pelanggan lainnya di hilir (ujung pipa) tetap dapat menikmati air,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Senin (6/5).

Maria menambahkan, saat rationing bukan tidak mungkin sebagian pelanggan mengacuhkan himbauan untuk bertoleransi. Mereka mungkin berpikir “yang penting saya ada air” tanpa memikirkan pelanggan yang lain.

“Pelanggan yang normalisasi suplainya lebih cepat setelah rationing dan mengalir relatif lancar, semestinya lebih bertoleransi. Tampung dan gunakan seperlunya saja, agar pelanggan lain juga mendapatkan kesempatan untuk menikmati air bersih,” himbau Maria.

Sama-sama kita ketahui suplai air usai IPA mulai berproduksi, tentunya aliran air tidak langsung mengalir merata layaknya seperti arus listrik. Jalur pipa-pipa yang sebelumnya kosong harus diisi terlebih dahulu.

Pelanggan juga mempertanyakan jadwal penggiliran tidak sesuai dengan yang dijadwalkan setiap Rabu dan Sabtu. Diluar waktu tersebut masih ada suplai yang belum mengalir, hal ini disebabkan wilayah pelanggan di elevasi tinggi dan jauh dari IPA akan membutuhkan waktu agar suplai air bisa mengalir.

“Suplai air membutuhkan waktu untuk sampai ke pelanggan. Pelanggan yang ada di wilayah tinggi dan jauh dari IPA akan dapat menikmati aliran air jika toleransi pelanggan di daerah rendah,” ungkap Maria.

Saat rationing, suplai air kepada pelanggan pasti tidak akan sehandal saat normal, suplai air bersih yang dinikmati pelanggan otomatis akan berkurang.

“Tekanan air yang diterima kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air,” ungkapnya.

Sejak diberlakukannya penggiliran air, sebagian pelanggan melakukan antisipasi dengan menampung air secara berlebihan. Langkah ini juga mempengaruhi suplai air yang akan diterima pelanggan lainnya terutama yang jauh dari IPA.

“Kebiasaan menampung air secara berlebihan juga mempengaruhi suplai air bagi pelanggan ujung pipa. Inilah pentingnya bertoleransi, ATB rutin melakukan sosialisasi dan edukasi untuk menampung dan menggunakan air seperlunya baik melalui media sosial maupun kunjungan langsung ke lokasi pelanggan,” tutup Maria. (*)

Untuk para Penjahat, Bertobatlah… Kapolda Kepri akan Merazia Kawasan Rawan

0
Injen Pol Andap Budhi Revianto

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto menjamin pada bulan Ramadan ini Kepri bebas dari penyakit masyarakat (Pekat). Pihaknya akan merazia lokasi-lokasi yang dinilai rawan pekat.

”Selama Ramadan kami akan patroli memberantas pekat seperti portitusi, judi dan lainnya,” ujar Andap, kemarin.

Menurut dia, razia pekat sudah dilakukan di sebagian wilayah. Untuk Batam misalnya, daerah yang rawan pekat seperti kawasan Jodoh dan lainnya juga sudah mulai dirazia.

”Harapan kami, ibadah umat muslim dapat berlangsung tenang,” imbuhnya.

Selain razia, ia juga menugaskan anggotanya untuk terus melakukan patroli. Penjagaan di masjid-masjid besar juga dilakukan selama Ramadan.

”Insyaallah ada patroli di semua daerah di Kepri, Batam apalagi. Untuk posko juga ada,” imbuh Andap.

Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balap liar oleh mayoritas remaja. Lokasi itu antara lain di depan gedung Graha Pena Batam Center, sepanjang Kawasan Tunas II dan di depan Kantor Pos Batam Center, Batuampar, Marina dan beberapa wilayah lainnya.

”Kami akan meningkatkan lagi pengawasan untuk mencegah balapan liar di wilayah hukum Polresta Barelang selama bulan Ramadan,” ujar Firdaus.

Selain itu, selama Ramadan ini, Sat Sabhara Polresta Barelang juga mewaspadai aksi kriminal seperti pencurian biasa, pencuian kendaraan bermotor, dan pencurian disertai kekerasan yang menjadi atensi Kapolresta Barelang. Perihal balapan liar, kata Firdaus, aparat kepolisian sudah sering melakukan penertiban. Sepeda motor pembalap liar pun turut disita.

Dia mengatakan aktivitas balap liar bisa memicu tindakan kriminal serta terjadinya kecelakaan lalu lintas. Maka itu, ia memerintahkan anak buahnya jangan berhenti menindak tegas keberadaan balap liar.

Firdaus mengatakan bahwa kegiatan balap liar ini biasanya dilakukan pada malam libur. Nantinya, Sat Sabhara Polresta Barelang akan melakukan upaya penindakan hukum dengan melakukan tilang yang berkoordinasi dengan Sat Lantas Polresta Barelang.

”Kami meminta untuk diberikan sanksi dengan sidang yang lebih lama dari tilang biasa. Diharapkan ini bisa menjadi efek jera kepada pemilik kendaraan,” tuturnya.

(*)

Ini Pola Makan Gorengan yang Pas Saat Berbuka Puasa

0

 

ilustrasi

Gorengan merupakan menu berbuka puasa yang paling digandrungi masyarakat Indonesia. Tetapi hal tersebut diketahui kurang baik untuk tubuh kita.

Karena saat kita berpuasa tubuh kita akan kosong 13 sampai 14 jam. Dalam artian setelah enam jam makan sahur lambung kita tidak ada terisi apa pun alias kosong.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengatakan dalam keadaan tersebut gula darah akan turun dan lambung kosong.

“Maka yang paling baik adalah mengonsumsi makanan manis saat berbuka, bukan langsung menyantap gorengan,” kata dalam video edukasi kepada JawaPos.com, Senin (6/5).

Menurut Ari, gorengan lebih lama diserap oleh tubuh yang membutuhkan pemulihan setelah seharian berpuasa.

“Bagusnya yang manis-manis misalnya teh manis hangat dan kurma serta segelas air. Agar cepat diserap tubuh,” ujarnya.

Namun, Ari tidak melarang orang yang berpuasa untuk menyantap gorengan saat berbuka. Dengan catatan harus sesuai kebutuhan yang diperlukan tubuh. Gorengan kata dia, boleh dikonsumsi setelah energi tubuh pulih kembali.

“Minum teh manis dulu, kurma, lalu salat Magrib. Kemudian baru boleh makan satu gorengan, satu dulu ya jangan kebanyakan,” katanya.

Sebab makna dan tujuan berpuasa sejatinya adalah mengurangi makan. Jadi jangan ada upaya ‘balas dendam’ saat berbuka dengan makan sebanyak-banyaknya.

“Jangan menggeser makan siang ke buka puasa ya. Nanti jadi enggak mendapat hikmah puasanya,” pungkasnya.(jpc)

Modal Asing Masuk Tembus Rp 132 Triliun

0

batampos.co.id– Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia (capital inflow) hingga Kamis (2/5) mencapai Rp 132,4 triliun.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, aliran dana tersebut berasal dari berbagai instrumen pasar keuangan dan portofolio saham.

Perinciannya, transaksi surat berharga negara (SBN) Rp 66,3 triliun dan pasar modal Rp 66,1 triliun.

’’Total aliran modal yang masuk pada awal Mei ini bahkan melebihi inflow pada keseluruhan tahun lalu,’’ jelas Perry di kompleks BI, Jumat (3/5).

Pada 2018 besaran inflow dari SBN mencapai Rp 57,1 triliun. Dari pasar saham, justru terjadi outflow Rp 51,9 triliun.

Menurut Perry, besarnya aliran modal asing tahun ini menunjukkan besarnya tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Pihaknya berharap kepercayaan pasar tersebut akan tetap terjaga dan bahkan meningkat hingga akhir tahun ini.

’’Jadi, menunjukkan confident investor terhadap pertumbuhan ekonomi,’’ ungkapnya.

Nilai tukar rupiah juga menunjukkan pergerakan stabil. Menurut Perry, pelemahan kurs yang sempat terjadi beberapa waktu lalu disebabkan seasonal factor.

Pada April hingga Juni, permintaan dolar AS tinggi karena musim pembagian dividen dan pembayaran utang luar negeri swasta.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, aliran modal masuk itu tidak lepas dari faktor eksternal.

Sejak November 2018, aliran modal asing kembali masuk ke emerging market, termasuk ke aset-aset rupiah.

’’Ditambah The Fed yang tidak jadi menaikkan suku bunga,’’ ungkapnya.

Kondisi eksternal yang cukup baik tersebut membuat BI leluasa mengatur kebijakan moneter Indonesia ke depan.

Dia mengungkapkan bahwa ada kemungkinan BI menurunkan suku bunga. Syaratnya, defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) bisa ke arah 2,5 persen dari PDB.

’’Pasar juga melihat perkembangan politik dan keamanan menjelang pengumuman hasil pilpres,’’ ucapnya.

Aliran modal asing tersebut diperkirakan masih deras hingga akhir semester pertama 2019.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan, salah satu yang dilihat investor adalah cukup amannya pemilu.

Faktor lain adalah tingginya suku bunga di atas tujuh persen sehingga membuat investor membeli SBN.

’’Kemarin banyak laporan keuangan emiten di bursa yang menujukkan tren positif sehingga investor melihat fundamental beberapa korporasi di Indonesia masih terjaga baik,’’ jelasnya.(*)

Cerita Ibu Melahirkan Di Kapal Marina Batam Line 2, Malu dan Terharu Dibantu Seisi Kapal

0

batampos.co.id – Karena rasa sakit yang dialaminya, Juliana mengaku sudah abai dengan keadaan di sekitarnya. Ia baru menyadari bahwa proses persalinannya di kursi kapal ini disaksikan oleh banyak penumpang, ketika persalinan secara normal tersebut selesai dilakukan.

Polisi Bekuk Residivis Pencuri Motor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung kembali bekuk pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Adalah James,29 dan Melki, 31 dua mantan narapidana Lapas Barelang yang baru bebas penjara setahun yang lalu. Keduanya kembali dibekuk karena ketahuan mencuri satu unit sepeda motor warga di Tembesi Center, Jumat (8/3/2019) lalu.

Sepeda motor curian itu berhasil diamankan polisi sebab saat ditangkap sepeda motor tersebut masih dipakai dua pelaku.

“Ada LP jadi kami kembangkan dan ketahuanlah mereka ini sebagai pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Supardi, Senin (6/5/2019).

Penangkapan kedua pelaku tak berselang lama setelah laporan masuk sebab kedua pelaku sudah cukup dikenal penyidik polsek Sagulung. Keduanya adalah residivis kasus yang sama dan baru bebas diakhir tahun 2018 lalu.

Penjara ternyata tak membuat dua pelaku jera, namun justru membuat mereka semakin nekad. Hasil penyelidikan sementara keduanya juga diketahui pernah membobol rumah warga. Keduanya juga terindikasi sudah sering melakukan aksi kejahatan serupa sekalipun mengaku baru sekali curanmor dan membobol rumah.

“Ini yang masih kami dalami sebab kemungkinan masih banyak TKP yang tak diakui mereka,” ujar Supardi.

Dua pelaku kembali dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (eja)

Lagi, Penyelundupan Sabu di Dalam Sepatu Digagalkan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Petugas keamanan Bandara Hang Nadim Batam dan Bea Cukai mengamankan Alan Kurniawan, 22, kurir narkotika jenis sabu seberat 169 gram, Minggu (5/5) sekitar pukul 07.45 WIB. Modus penyelundupan yang dilakukan Alan yakni dengan memasukan narkoba tersebut ke dalam sepatu.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu. Dikatakannya, saat itu Alan Kurniawan ditangkap oleh petugas Bandara Hang Nadim saat melewati pintu pemeriksaan.

”Waktu dia (Alan, red) lewat itu, alarm berbunyi. Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan cara manual,” ujarnya.

Saat petugas meminta Alan untuk membuka sepatu, ia mulai grogi hingga memunculkan kecurigaan petugas. Akhirnya, petugas langsung mengecek septu berwarna hitam dengan semburat oranye yang digunakan oleh Alan saat itu.

”Di telapak sepatu ditemukan plastik hitam yang diduga sabu. Setelah koordinasi dengan Bea Cukai dan dilakukan tes, barang tersebut adalah sabu,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain sabu, petugas juga mengamankan tiket pesawat Lion Air yang dipegang Alan. Ia merupakan penumpang dengan tujuan Lombok yang dijadwalkan transit di Surabaya terlebih dahulu dengan nomor penerbanga JT 970 dan JT 178.

”Untuk selanjutnya, dia dibawa ke kantor Bea Cukai Batuampar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya. (*)

Kembangkan Master Plan Kebun Raya Batam

0

batampos.co.id – Kebun Raya Batam (KRB) akan terus dikembangkan. Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) akan turun mengecek apa saja yang perlu diperbaharui atau ditambah di KR Batam.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam (Disperkimtan) Kota Batam Irwan mengatakan pengecekan juga terkait penganggaran tahun 2020 mendatang. Hanya saja, dia belum memastikan kapan wakru tim Kemen PUPR akan turun.

”Nanti mereka akan turun untuk mengumpulkan informasi dulu, termasuk informasi dari Pemko Batam,” kata Irwan, Minggu (5/5).

Menurutnya, pengembangan master plan Kebun Raya Batam ini, meliputi sejumlah infrastruktur, seperti jalan, juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya termasuk Taman Labirin.

”Memang kami harapkan detail di dalam Kebun Raya Batam di-support oleh Kemen PUPR,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kota Batam Eryudhi Apriadi mengatakan, kondisi eksisting Kebun Raya Batam juga terdapat mangrove yang baik.

”Potensi yang ada ini akan dikembang lagi guna menarik orang berkunjung ke Kebun Raya Batam,” terangnya.

Ia menambahkan, pengembangannya tentu akan dikoordinasikan dengan Kemen PUPR.

”Kebun Raya Batam ini, pengelolaannya sudah diserahkan ke Pemko Batam. Makanya kami bentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) KRB. Kalau asetnya masih milik Kemen PUPR,” jelasnya. (*)