Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 11558

Hampir Semua BUMN Sudah Bergabung TSP

0

batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam sudah semakin solid. Sebagian besar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Batam sudah menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan Forum TSP ini.

”PGN (Perusahaan Gas Negara) dan PLN (Perusahaan Listrik Nasional) sudah masuk dan tergabung dengan TSP. Kalau Bank Mandiri juga sudah komit untuk bergabung,” kata Ketua Forum TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, beberapa waktu lalu.

Selain BUMN, beberapa perusahaan besar di Batam juga sudah ikut bergabung. Bahkan beberapa di antaranya sudah sering membuat program kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Batam.

”McDermott sudah banyak melakukan kegiatan CSR. PGN juga sudah berbuat. Kami berharap semua perusahaan besar dan BUMN atau yang sudah menguntungkan untuk gabung,” harapnya.

Presiden Direktur Panbil Grup tersebut mengatakan, kegiatan TSP ini sepenuhnya untuk masyarakat dan kemajuan Batam. Makanya, ia sa-ngat berharap pengusaha untuk bisa kompak bersatu menyisihkan sebagian dari keuntungannyan untuk membangun Batam.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku akan mendukung penuh Forum TSP Kota Batam. Dimana keberadaan perusahaan-perusahaan yang ada di Batam sangat dinanti bisa secara langsung terlibat dalam pembangunan fisik di Batam.

”Saya akan bantu dan dukung penuh TSP ini. Dan memang ini sangat penting untuk Batam,” kata Rudi di Harmoni One, Sabtu (15/12) lalu.

Rudi mengatakan, CSR atau TSP ini sudah ada yang nyata di Batam. Ia mencontohkan taman yang ada di Simpang Gelael Batam Center. Taman tersebut dibangun oleh PGN yang sudah tergabung dalam TSP.

”Taman itu sudah ada, dan sebentar lagi akan langsung kita resmikan,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap taman-taman seperti itu bisa lebih banyak lagi di Batam. Selain untuk memperindah, juga dapat menjadi tempat bersantai bagi warga Batam.(ian)

Maling Incar Kotak Infak

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Terdesak kebutuhan ekonomi, HS warga Tiban BTN rela mencuri kotak infak di salah satu minimarket di Tiban Koperasi, Sabtu (22/12) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kondisi jalanan yang masih sepi membuat HS berhasil mengangkut kotak persegi empat berbaham kaca dan stainles tersebut menuju motor yang dikendarainya.

Namun nahas, aksi pelaku HS dipergoki warga yang tengah bersiap- siap membuka tolo mereka. “Maling- maling,” teriak Risma pedang nasi yang ada di sebelah mini market.

Sontak warga lainnya yang berada di lokasi langsung mengejar pelaku yang tengah memegang kota infak milik salah satu masjid tersebut.

“Saya curiga. Dia duduk di depan kedai cukup lama. Adalah sekitar 30 menit. Namun saat miniarket buka, dia pindah dan mengangkat kotak infak tersebut. Karena gerak-geriknya saya teriak,” cerita ibu berkacamata ini.

Pelaku yang mengenakan kaos abu- abu tersebut sempat diamuk massa. Beruntung polisi datang dan menggiring pelaku menuju Kantor Polisi Sekupang.

“Langsung dibawa saja tadi. Sama motor dan kotak infaknya,” sebutnya.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji menuturkan belum menerima laporan resmi dari pemilik mini market. Menurutnya saat kejadian toko baru saja buka.

“Ya kalau pagi, semua kan dikeluarkan dari dalam toko sebelum akhirnya ditata. Mungkin karyawan ini lagi siap-siap jadi tak perhatian kotak infaknya udah dibawa pelaku. Mereka tahunya pas udah ada yang teriak-teriak,” lanjutnya.

Pihaknya belum mengetahui berapa total isi kotak infak tersebut. Bapak empat anal tersenit tengah dimintai keterangan soal aksinya tersebut.

“Ngak kerja dia. Katanya uang buat kebutuhan sehari- hari aja. Cuman dia ngaku sebagai pelatih drum band gitu,” jelas Oji.

Saat ini pihaknya masih menunggu pemilik mini market dan pemilik kotak infak ini. Kunci kotak infak itu mereka yang pegang.

“Nanti kami hitung dulu. Ada berapa uang di dalamnya. Kan ada peraturannya berapa batasan kalau mau dikenai hukuman,” bebernya.

Ia mengimbau kepada mini market yang dititipi kotak-kotak infak untuk bisa meningkatkan keamanan dan kewaspadaan.

“Saat ini kotak infak itu jadi sasaran kejahatan. Jadi mohon diperhatikan,” sebutnya.(yui)

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja Kepala BP Batam

0

Komisi VI DPR RI meminta pemerintah untuk membatalkan rencana peleburan Badan Pengelola Batam atau BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam.

Jika pemerintah bersikeras untuk melebur BP Batam, hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang melarang wali kota merangkap jabatan. Selain itu ada juga Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999. Yang dengan jelas membagi wewenang dua lembaga tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidiq menyampakan hal itu kepada wartawan pada Jumat (21/12/2018).

Anggota Fraksi Partai Golkar ini meminta pemerintah untuk duduk bersama dengan DPR RI dalam mengambil keputusan terkait BP Batam. Karena Undang-Undang menyebut BP Batam dikelola oleh lembaga setingkat menteri yang menjadi mitra di Komisi VI.

Lebih lanjut, Bowo Sidiq menduga ada ketidakpuasan dari pihak pemerintah daerah terhadap kewenangan yang dimiliki oleh BP Batam sehingga terjadi gesekan antara BP Batam dan Wali Kota Batam.

“Sebagai mitra koalisi, kami mengingatkan pemerintah untuk tidak melanggar undang-undang. Sebaiknya pemerintah duduk bersama dengan DPR RI mengevaluasi semua permasalahan terkait Batam sehingga semua keputusan yang diambil tidak menabrak undang-undang,” tegas Bowo.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.
Foto: Cecep Mulyana

Bowo juga mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan BP Batam dibawah kepemimpinan kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo yang dianggap telah memimpin BP Batam dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak Pemkot Batam.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo. Politikus Partai Gerindra ini mencurigai adanya kepentingan pemerintah yang tidak diakomodir oleh BP Batam, sehingga pemerintah berencana mengeluarkan sebuah keputusan yang bertentangan dengan undang-undang.

Lebih lanjut, Bambang Haryo mengingatkan pemerintah bahwa pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Batam bertujuan untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai sebuah kawasan Industri dan Perdaganan yang terkoneksi langsung dengan Pelabuhan sehingha diharapkan dapat menyaingi Siingapura.

Keputusan untuk melebur BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam, menurut Bambang jelas merugikan daya Saing Bangsa Indonesia dalm dunia industri dan perdagangan. Apalagi ditahun 2020 penerapan Kawasan Ekonomi Khusus sudah diterapkan. Bambang berharap BP Batam dapat kembali ke khitahnya untuk menjadi kawasan perindustrian dan perdagangan yang terintegrasi sehingga mampu menyaingi Singapura.

Bambang mengingatkan pemerintah untuk tidak mengambil keputuaan yang melanggar undang-undang. Karena BP Batam merupakan lembaga setingkat menteri yang menjadi mitra kerja Komisi VI DPR.

”Menko Ekonomi dan keuangan tidak bisa mengambil keputusan sendiri terkait BP Batam,” tegas Bambang.(jpnn)

Dua Hari 6.359 Orang Tinggalkan Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, jumlah warga Batam yang mudik ke Medan dengan menggunakan kapal KM Kelud semakin meningkat. Jumat (21/12) kemarin tercatat 3.142 warga Batam meninggalkan Batam sekitar pukul 14.00 WIB.

Sehari sebelumnya ada 2.535 warga Batam mudik ke Belawan dan 682 orang tujuan Jakarta. Sehingga dalam dua hari ini, Pelni sudah mengangkut pemudik dari Batam tujuan Belawan dan Jakarta sebanyk 6.359 orang.

Kepala Pelni Cabang Batam, Sugiyanto mengatakan sebanyak 1.666 orang turun di Batam dari Belawan. Jumlah ini diperkirakan akan semakin bertambah pada hari puncak mudik, Minggu (23/12) besok. Diperkirakan, ribuan warga Batam akan memadati pelabuhan Batuampar.

“Keberangkatan tanggal 23 itu merupakan keberangkatan terakhir menjelang Natal. Setelah itu, keberangkatan selanjutnya pada tanggal 29 keberangkatan sebelum Tahun Baru,” ujarnya.

Sugiyanto menambahkan, sehari sebelumnya, kapal dari Tanjungpriok ke Batam dan lanjut lagi ke Belawan. Akan tetapi, pada keberangkatan kali ini (kemarin, red), kapal dari Belawan ke Batam balik lagi ke Belawan tanpa melalui Jakarta lagi.

Menurut dia, penambahan jadwal menuju Belawan itu dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang dari Batam menuju Belawan. Sehingga dilakukan pemadatan jadwal dari Batam menuju ke Belawan.

“Nanti, setelah sampai Belawan, kapal ini kemudian balik lagi ke Batam dan berangkat ke Belawan pada tanggal 23. Saat itu puncaknya arus mudik,” imbuhnya. (gie)

Sambut Tahun Baru, Taman Agrowisata Marina Sekupang Panen Jagung

0
Kebun jagung.
F.Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jagung adalah salah satu tanaman pangan yang sangat dicari ketika memasuki liburan natal dan puncaknya di perayaan tahun baru.

Produktivitas tanaman jagung mendekati liburan natal dan tahun baru 2019 mendekati hasil panen. Seperti terjadi perkebunan di Taman Agrowisata Marina, Sekupang, Jumat (21/12/2018).

Giyah, petani jagung mengatakan sudah mempersiapkan menanam jagung sejak pertengahan oktober dan diperkirakan akan panen seminggu menjelang tahun baru. Luas perkebunan jagung yang dimilkinya 1.500 meter persegi, dalam proses panen bisa membutuhkan waktu hingga 2 bulan atau 55 hari tergantung dengan kondisi cuaca. Setelah panen ia memasarkan hasil tanaman jagungnya ke berbagai pasar tradisional se Kota Batam.

“Dalam sekali panen jagung, bisa menghasilkan 300 kilogram, per kilogram dijual Rp 8 ribu,” ujarnya

Menurutnya pada saat cuaca memasuki musim kemarau khususnya pada bulan April hingga September kondisi tanah yang terlalu kering juga dapat membuat tanaman mati, karena itu tetap dibutuhkan perawatan yang maksimal agar jagung berkembang sebagaimana mestinya.

“Perawatan selalu maksimal agar hasil panen juga maksimal,”ujarnya

Sistem irigasi perlu diperhatikan dengan seksama karena jagung memiliki fase kritis yang juga membutuhkan air, seperti masa perkecambahan, masa pembungaan, dan masa pembijian.

“Jagung membutuhkan penyinaran penuh dari matahari dengan kecukupan air yang sedang, tidak kurang dan tidak lebih,” Jelasnya.

Hasil panen jagung tersebut sudah memilki pasar tersendiri lokal maupun ke luar kota, untuk skala lokal para petani jagung mendistribusikan ke supermarket, pasar tradisional, restoran hingga perhotelan. (Cr1)

Penertiban Pasar Induk Tetap Dilakukan

0
Deretan kios kios berjejer berdiri di depan Pasar Induk Jodoh. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini pembongkaran Pasar Induk, Jodoh belum dilakukan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi kembali dengan pedagang kaki lima (PK-5) Pasar Induk. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Terpadu menegaskan akhir tahun 2018 ini tetap dilakukan pemindahan sekaligus penertiban.

“Tak ada alasan, tempat relokasi sementara telah disiapkan (Pemko),” kata Yusfa, kemarin.

Diakuinya, dari solusi yang diberikan Pemko Batam ini ada pedagang yang menerima dan ada juga tidak setuju. Namun demikian sebagai pemerintaha, pihaknya telah berusaha memberikan solusi dan pilihan bagi PK-5.

“Intinya kami sudah memberikan alternatif bagi pedagang,” sebut Yusfa.

Proses pemindahan pedagang Pasar Induk ditujukaan mendukung rencana Pemko Batam dalam proses revitalisasi Pasar Induk. Hal ini juga semakin mempermudah pusat menggulirkan anggaran untuk pembangunan pasar tersebut.

“Untuk solusi ini kami tidak memaksa pedagang harus pindah ke relokasi sementara. Guna mendukung proses revitalisasi pedagang harus dipindahkan,” jelasnya.

Sementara itu di DPRD Kota Batam, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam tengah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Terutama di dalam mendapatkan informasi dan klarifikasi Perda PK-5 dan penjelasan berkenaan Retribusi PK-5.

“Selain payung hukum bagi penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima juga Retribusi bagi pedagang kaki lima,” ujar anggota DPRD Batam, Harmidi Umar Husein.

Bila selama ini ada pungutan tak resmi (ilegal) yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, diharapkan dengan adanya retribusi yang diatur dengan peraturan daerah. Maka menjadi jelas dan tegas kriteria dan besaran retribusi tersebut.

Retribusi tersebut disamping sebagai salah satu kelebihan manusia sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan kepada para PK-5.

“Hasil dari konsultasi ini akan kami sampaikan di rapat paripurna hasil harmonisasi Ranperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima,” jelasnya. (rng)

Disduk Tunda Penerbitan Kartu Identitas Anak

0

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam tahun ini belum menerapkan Kartu Identitas Anak (KIA) karena terbentur permasalah Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang belum selesai.

“Belum bisa, karena kami masih harus menyelesaikan e-KTP dulu,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam,” Said Khaidar, Jumat (21/12).

Menurutnya kalau untuk kesiapan, sudah pasti Disdukcapil Batam sangat siap menjalankan segala instruksi dari pusat, terutama yang bersangkutan dengan administrasi kependudukan.

“Kita tenaga ada, mesin cukup. Hanya saja kami harus memprioritaskan penyelesaian e-KTP dulu,” ujarya.

Saat ini masih ada ribuan e-KTP yang belum tercetak. Kebutuhan blanko mencapai 40 ribu keping. Sedangkan dari pusat tidak mencukupi untuk menyelesaikan pencetakan dalam waktu dekat ini. Untuk itu pihaknya berharap bisa menyelesaikan terlebih dahulu e-KTP.

“Tahun 2019 masih panjang. Bisa saja kami diberikan arahan mencetak KIA di pertengahan tahun nanti. Namun yang jelas kami mau selesaikan dulu tumpukan pencetakan e-KTP yang saat ini ada,” terangnya.

Said menambahkan meskipun beberapa daerah sudah menerapkan KIA, pihaknya memilih menunda menerapkan hingga permasalahan e-KTP selesai. “Nanti ramai pula di publik. KTP belum kelar sudah nak terapkan KIA pula. Padahal semua itu penting dan harus dijalankan, namun belum sekarang,” beber mantan camat Batuampar ini.

Ia menjelaskan untuk penerapan KIA, Disdukcapil sudah paham hanya untuk menerapkan butuh waktu. KIA ada dua kategori pertama usia 0-5 tahun. Kedua 5-17 tahun. KIA ini berfungsi memberikan identitas pada anak.

“Banyak kegunaannya. Ya mudah- mudahan bisa segera dijalankan setelah KTP selesai. Karena mau pemilihan juga, jadi kami sangat sibuk dengan penyelesaian permasalah e-KTP ini,” terangnya.(yui)

Ke Batam, Nginap di Asrama Haji Saja, Murah Berkualitas

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam gencar mempromosikan Asrama Haji di Batam Centre sebagai penginapan murah tapi berkualitas kepada publik.

Target konsumen selain dari warga lokal Batam dan domestik, juga menyasar konsumen luar negeri seperti dari Malaysia dan Singapura.

“Kami sekarang berusaha untuk meningkatkan seoptimal mungkin Asrama Haji agar bisa lebih dekat ke konsumen,” kata Kasubdit Pemanfaatan Aset BP Batam Wildan Arief, Kamis (20/12) di Kantor BP Batam.

Asrama Haji terdiri dari tiga gedung utama, yakni Gedung Shafa, Gedung Marwah, dan Gedung Raudhah. Masing-masing gedung memiliki dua lantai. Gedung Shafa memiliki 40 kamar dengan total tempat tidur mencapai 320 unit.

Kemudian, Gedung Marwah memiliki 39 kamar dengan total tempat tidur mencapai 312 unit dan Gedung Raudhah memiliki 82 kamar dengan total tempat tidur mencapai 320 unit.

“Kamar-kamar terbagi atas kamar dengan dua tempat tidur, tiga, empat, enam dan delapan tempat tidur. Fasilitasnya mencakup tempat tidur, AC, kipas angin, kamar mandi, dan televisi,” ucapnya.

Sedangkan fasilitas penunjang terdiri dari musala, aula, taman yang asri, area manasik, selasar, gudang, bagasi, area parkir yang luas.(leo)

Dorong Pariwisata Berbasis Smart Tourism

0
ilustrasi

batampos.co.idSmart tourism kini menjadi mantra sakti baru di dalam pengembangan industri pariwisata. Penggunaan smart tourism tidak lepas dari integrasi teknologi informasi dan komunikasi. Berkatnya, akan tersedia pelayanan pemerintah kota untuk menghasilkan proses kerja yang lebih efektif.

Menjadikan Batam sebagai kota pariwisata bukanlah sekedar mimpi kemarin sore. Sejak Batam didirikan, kota ini telah memiliki masterplan sebagai kawasan industri, jasa, perdagangan, alih kapal dan turisme.

“Selama ini kita memang hanya bertumpu pada satu sektor. Padahal untuk membangun ekonomi yang kuat kita memang butuh lebih dari satu pondasi,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Sukaryo, Jumat (21/12).

Diakuinya, hari ini bisa dilihat dari upaya pemerintah untuk membangun pariwisata Batam. Upaya paling dominan adalah semakin lebarnya jalan-jalan di Batam. Aksesibilitas memang merupakan unsur penting dalam pengembangan pariwisata. DPRD sebagai mitra pemerintah mendukung setiap upaya memajukan Batam.

“Kota ini tak akan maju hanya dengan upaya seorang walikota. Butuh banyak kolaborasi. karena Batam bukan hanya milik Walikota atau DPRD. Kota Batam adalah milik kita semua,” tuturnya.

Terkait dengan pengembangan pariwisata, Sukaryo berharap konsep kota pariwisata Batam dapat bersinergi dengan konsep smart city. Menurutnya, Batam memiliki potensi menghadirkan Pariwisata Cerdas (Smart Tourism), yakni sebuah transformasi sistematik dan intensif berbasis teknologi informasi komunikasi.

“Smart tourism sendiri sudah dikembangkan di beberapa kota maju. Hal ini ditujukan untuk memuaskan kebutuhan pribadi wisatawan, memperbaiki pengalaman dan kepuasan wisatawan dalam berwisata, sehingga dapat mewujudkan keefektifan pengoptimalan sumberdaya pariwisata dan sumberdaya sosial,” papar dia.

Ia optimis pemerintah derah bisa mewujudkan Batam menjadi smart tourism, dengan catatan semua pihak saling mendukung dan besinergi.

“Demi satu tujuan kemajuan Batam. Kemajuan rumah kita semua,” jelasnya. (rng)

Mobil Kepsek SMAN 1 Dibobol Maling, Rp200 Juta Hilang

0

batampos.co.id – Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, Muhammad Chaidir menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa itu terjadi di parkiran Masjid At-Taqwa, Sungai Harapan, Jumat (21/12) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji saat dikonformasi mengatakan, kejadian itu terjadi pada saat Chaidir melaksanakan Salat Jumat. Menurut keterangan Chaidir kepada Polsek Sekupang, ia mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

“Benar, korban sudah melaporkan kejadian ini kepada kita. Saat ini, anggota sudah di lapangan untuk penyelidikan,” kata Oji.

Dilanjutkannya, sebelum kaca mobil Toyota Rush BP 1515 CH dipecah, korban baru mengambil uang di Bank BNI kawasan Pelita. Kemudian korban pulang dan dipertengahan jalan bertepatan dengan waktu salat Jumat.

“Kemudian korban salat Jumat. Saat salat Jumat itu, kaca mobil depan sebelah kiri dipecah orang. Uang yang baru diambil langsung dibawa kabur,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini Unit Opsnal Polsek Sekupang masih dilapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Termasuk mencari CCTv dari sekitar lokasi kejadian.

“Yang jelas, masih kita lakukan penyelidikan. Nanti jika ada perkembangannya akan kita informasikan kembali,” imbuhnya. (gie)