Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 11559

Libur Natal, Layanan IGD RSUD Batam Tetap Buka

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji tetap membuka layanan pengobatan meski libur Natal, Selasa (25/12). Pelayanan akan dipusatkan di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD).

”IGD buka 24 jam,” kata Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana, kemarin.
Warga yang hendak berobat tidak perlu khawatir. Sebab, ada dokter, bidan dan perawat yang tetap berjaga untuk melayani pasien. Tujuannya, agar pasien gawat darurat (emergency) yang datang selama masa libur Natal tetap terlayani dengan baik.

Hanya saja, sambung Ani, untuk layanan di poliklinik RSUD Embung Fatimah ditutup selama libur Natal ini. Pelayanan poliklinik akan dibuka kembali pada Rabu (26/12) besok.

Dia mengatakan, penutupan tersebut hanya berlaku untuk pelayanan poli rawat jalan.

”Hanya poli saja yang tutup. Petugas medis yang berjaga juga tetap dimaksimalkan, karena bagaimanapun bagian pelayanan medis yang tetap buka itu harus terlayani dengan baik,” jelasnya.

Pantauan di RSUD pada Senin (24/12) terpantau sepi. Gania, salah seorang pasien rawat jalan mengatakan meskipun kondisi sedang libur tetapi ia sangat membutuhkan obat karena kebutuhan dari resep dokter untuk penyembuhan. Untungnya, kata dia, pihak RSUD tetap membantu para pasien meskipun di tengah masa libur.

”Pelayanan tetap diutamakan,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cr2

Selain RSUD, pelayanan kesehatan di puskesmas di wilayah Sagulung dan Batuaji tutup selama cuti libur Natal. Pantauan di lapangan, kondisi beberapa puskesmas terlihat sepi dan tidak ada aktivitas.

Namun, tidak demikian de-ngan layanan kesehatan di Puskesmas Sekupang yang tetap melayani masyarakat meski telah memasuki cuti Natal 2018.

Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Sekupang Umri menjelaskan hingga pukul 10.16 WIB, total pasien yang berobat sekitar 30 orang dan masih ada yang antre. ”Malahan ada yang kita tolak karena obatnya tidak ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puskesmas sudah mulai buka dari pukul 7.30 WIB. Setelah dibuka, langsung banyak pasien yang antre untuk berobat.

”Karena pergantian cuaca yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan, sehingga banyak masyarakat yang sakit,” kata dia.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di puskesmas itu tetap berlangsung setiap harinya walaupun memasuki masa cuti atau saat hari libur. ”Tetap ada perawat, bidan, dan dokter yang piket. Setiap hari ada orang sakit makanya kita tetap buka,” ujar Umri.

Sedangkan di Pukesmas Seipanas, layanan poliklinik tutup hingga tanggal 25 Desember dan buka lagi pada Rabu (26/12) esok. Sementara bagi pasien yang ingin berobat, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di puskesmas itu aktif selama 24 jam, begitu juga untuk rawat inap.

”Pelayanan UGD tetap buka 24 jam. Di UGD semua jenis penyakit dilayani,” ujar Kepala Pukesmas Seipanas dr Anggrainie NW.

Begitu juga layanan poli di Pukesmas Tanjungbuntung dan Tanjungsengkuang, baru aktif tanggal 26 Desember besok.(une/cr1/cr2/she)

Lingga Tujuan Pertama Kapolda Cek Kesiapan Operasi Lilin Seligi 2018

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto saat apel dengan anggota Polisi di Polres Lingga

batampos.co.id – Menggunakan helikopter, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto menjadikan Kabupaten Lingga sebagai wilayah pertama yang dikunjunginya untuk memastikan kesiapan personel Polres Lingga dalam Operasi Lilin Seligi 2018.
Kapolda juga mendatangi sejumlah pos yang telah berdiri di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Dalam operasi yang berdurasi 10 hari ini, kami juga mengadakan kerja sama de-ngan TNI dan sejumlah instansi dalam melakukan pengama-nan,” ujar Andap saat ditemui di Mapolres Lingga, Senin (24/12/2018) siang.

Kapolda menjelaskan, dalam Operasi Lilin ini, mereka telah mendirikan sejumlah pos yang terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, pos terpadu, serta pos bergerak lainnya di seluruh wilayah kerja Polda Kepri termasuk di Kabupaten Lingga. Pos ini, sambung Andap, menyesuaikan dengan kondisi yang ada, jika di laut mereka memberdayakan kesiapan Polairud.

Tidak hanya sekadar me-ngunjungi sejumlah Polres yang termasuk dalam wilayah kerjanya, Kapolda juga menunjukkan keseriusannya dengan memboyong sejumlah pejabat teras Polda Kepri seperti Dirbinmas Polda Kepri Kombes Bambang Sigit Priyono, Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Guruh Arif dan pejabat lainnya.

“Saya akan keliling ke seluruh lokasi di Provinsi Kepri ini sedangkan pejabat lainnya dibagi tugas untuk mengunjungi sejumlah lokasi yang termasuk dalam wilayah Mapolda Kepri,” kata Andap.

Sebelumnya, Kapolda mendatangi Mapolres Lingga dan memberikan pengarahan kepada seluruh personel polisi agar meningkatkan pela-yanan kepada masyarakat.

Andap mengajak seluruh jajarannya yang bertugas di Polres Lingga kembali merenungkan sejauh mana kiner-ja atau fungsi masing-masing personel dalam menjalankan tugas, yakni sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Sehingga dapat menjadi nilai untuk memperbaiki kinerja di tahun mendatang.

”Asumsinya, setiap masyarakat yang datang ke kantor polisi adalah untuk mendapat pelayanan yang baik. Terus mengapa dipersulit,” ujar Andap di depan seluruh personel polisi di ruang Rupatama Mapolres Lingga.

Sedangkan terkait kesiapan atau ketahanan pangan di wilayah Kepri, Andap menyatakan kalau kondisi keter-sediaan pangan serta harga sejumlah bahan pokok menjelang libur akhir tahun ini dalam kondisi aman dan stabil.(wsa)

Geopark Natuna Berusia Ratusan Juta Tahun

0
Geopark Natuna, Kepri

batampos.co.id – Kepala Riset Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Pajajaran, Prof Mega Fatimah Rohana mengatakan bahwa batu geosite di Natuna diperkirakan berusia ratusan juta tahun.

Dikatakannya, dengan pe-ngetahuan geologi dapat dike-tahui usia batu geosite dari analisisa laboratorium, baik dari bahan kimia, fosil, batuannya, atau mineral misotop.
Menurut Mega, umur batu geosite tertua di Natuna terletak di Pulau Akar, Desa Cemaga. Serta batuan kapur yang terletak di Pulau Setanau, Kecamatan Pulau Tiga dan Teluk Depeh, Kecamatan Bunguran Selatan.

”Batuan di Geopark Natuna sudah dilakukan riset sebelum-nya. Hasilnya, usia batuan di beberapa kawasan Geopark sudah ratusan juta tahun,” kata Mega di sela kunjungannya bersama UNESCO, Senin (24/12). Bahkan sambungnya, terdapat batuan berusia puluhan juta tahun, yakni batu granit yang terletak di kawasan geowisata atau Geopark Batu Kasah, Desa Cemaga.

Langkah ke depan yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna adalah adanya komitmen sebagai daerah geopark nasional dan geosite objek geologi, maupun flora dan faunanya sebagai kawasan yang harus dilin-dungi dari kerusakan.

”Kami berharap, kawasan geopark nasional dan geosite bisa dimanfaatkan sebagai kawasan edukasi dan pembelajaran, sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Mega mengimbau pengunjung terutama penjaga lokasi dan masyarakat, supaya menjaga dan mempunyai rasa bangga bahwa Natuna memiliki geopark dan batuan yang berumur jutaan tahun.(arn)

Polisi Buru Pembobol Mobil Kepala SMAN I

0
Pecah kaca mobil untuk ambil uang didalamnya.

batampos.co.id – Polisi masih memburu pelaku pembobolan dengan modus pecah kaca mobil milik Kepala SMA Negeri I Batam, Muhammad Chaidir di halaman parkir Masjid At-Taqwa atau depan Quran Center, Sekupang, Jumat (21/12) lalu sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam kejadian itu, pelaku menggondol uang sekitar Rp 200 juta dari dalam mobil korban.
Uang tersebut merupakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan digunakan untuk biaya operasional sekolah.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji mengatakan, saat ini polisi sudah mengantongi banyak barang bukti untuk menangkap pelaku. Selain keterangan saksi-saksi dan korban, polisi juga sudah mengantongi rekaman CCTv pelaku.

”Kemarin BNI kan belum dapat karena harus pakai surat. Sekarang sudah dapat. Ini lagi dalam pengejaran,” sebutnya.

Hasil CCTv dari Rusunawa BP Batam terlihat pelaku sempat putar balik saat korban memasuki area sekolah. Namun karena melihat mobil keluar dari sekolah, pelaku kembali mengikuti.

”Nah, saat (korban, red) salat (Jumat, red) itulah kejadiannya,” jelasnya.

Oji mengaku sudah ada titik terang mengenai pelaku. Ia berharap secepatnya dapat meringkusnya.

”Aksinya cukup cepat juga. Dari mobil parkir hingga korban ikut salat. Kami lagi kejar pelaku ini. Kan sudah koordinasi juga sama Polda dan Polres,” ungkapnya.

Dikatakannya, besar kemungkinan pelaku sudah membuntuti korban sejak ke luar dari bank. Untuk itu pihaknya harus memastikan dulu dari rekaman CCTv dari bank.

”Mana tahu mereka ini sudah ada di dalam bank dan pura-pura antre menunggu panggilan,” imbuhnya sembari mengingatkan agar waspada saat mengambil uang dengan jumlah besar dari bank.

”Hindari transaksi tunai,” sambungnya.(yui)

Ibadah Natal Berjalan Lancar

0

batampos.co.id – Perayaaan ibadah Natal di Gereja Kerahiman Ilahi, Sekupang, Selasa (25/12/2018) berlangsung khidmat. Ratusan jemaat terlihat sudah memadati gereja mulai dari pagi.

Pastor Martinus Handoko mengatakan ibadah berjalan dengan lancar. Pesan natal tahun ini bertema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita Semua”. Pesan ini memiliki makna umat harus bisa seperti Yesus yang bisa menjadi hikmat dan terang bagi semua.

“Jemaat harus bisa seperti Yesus. Menjadi terang dan hikmat bagi semua,” sebutnya.

Ia menambahkan pesan tersebut juga memberikan makna kelahiran baru. Umat harus saling sayang satu dengan yang lainnya. Tidak saja itu dalam doa bersama ia berharap Indonesia bisa semakin damai. Dan selalu sabar dalam menghadapi ujian.

“Dalam doa secara umum juga kami sampaikan doa untuk korban bencana Tsunami yang menimpa saudara- saudara kami. Semoga semua diberikan kesabaran,” tambahnya.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan ibadah berjalan dengan lancar. Pengamanan sudah dilakukan sejak pagi pukul 05.00 WIB sebelum misa Natal dimulai.

“Semua berjalan dengan baik. Sterilisasi oleh anggota brimob juga sudah tadi pagi,” kata dia usai meninjau ibadah Natal di Gereja Kerahiman Ilahi.

Ia menyebutkan untuk pengamanan di gereja ini berjumlah 10 personil yang tergabung dari Polri dan TNI. Pengamanan berjalan lancar demi menciptakan Natal yang damai dan kondusif.

“Ibadah hanya pagi saja. Tidak ada ibadah malam. Besok (hari ini, red) masih ada ibadah lagi. Pos keamanan akan standby hingga 1 Januari mendatang,” jelasnya.

Oji mengungkapkan selain Gereja Kerahiman Ilahi, ada beberapa gereja lainnya yang memiliki jemaat cukup ramai diantaranya GPIB Zebulon dan Gereja Jemaat Toraja

Ia mengungkapkan sedikitnya ada 25 gereja yang ada di wilayah Sekupang ini. Tim juga patroli keliling ke 25 gereja selain empat gereja besar ini.

“Anggota ada yang mobil juga. Jadi semua memang dijaga. Semua perayaan ibadah berjalan dengan baik,” ucapnya.(yui)

Longsoran 64 Hektare Nyebur ke Laut

0

batampos.co.id – Penyebab tsunami di Selat Sunda makin terang benderang. Berdasar hasil analisa tim gabungan, pemicunya adalah longsornya sebagian badan (flank/partial collapse) Gunung Anak Krakatau (GAK). Akibatnya, material vulkanis dalam jumlah besar tercebur ke lautan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendasarkan analisis mereka pada citra satelit. Tampilan citra satelit yang diambil pada 23 Desember 2018 setelah tsunami menunjukkan adanya potongan besar badan GAK yang hilang.

Gambar tersebut dibandingkan dengan citra satelit sebelumnya yang diambil pada 11 Desember 2018.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengungkapkan, pihaknya yakin tsunami yang melanda Selat Sunda disebabkan longsornya GAK.

“Material yang longsor seluas 64 hektare. Dari citra satelit, sangat jelas penampakan sebelum dan sesudah tsunami. Tampak ada area yang longsor,” jelasnya.

Material yang longsor itu, kata dia, menimbulkan getaran yang tercatat seismograf BMKG di Banten dan Lampung.

’’Dari hasil analisis BMKG, material longsoran itu setara dengan kekuatan gempa 3,4 skala Richter (SR),’’ ungkapnya.

Hingga saat ini, kapal tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum bisa mendekat ke GAK. Sebab, kondisi cuaca dan gelombang sangat berbahaya.

Dalam pernyataan resminya, PVMBG menyampaikan, tsunami di Selat Sunda meru­pakan kasus spesial. Jarang terjadi di dunia. Masih sa­ngat sulit untuk memperkirakan kejadian partial collapse di sebuah gunung berapi.

Karena itu, sangat diperlukan pemantauan tsunami di tengah Selat Sunda. Baik dengan pemasangan peralatan pemantau seperti stasiun pasang surut di pulau sekitar GAK maupun pemantauan visual dengan penginderaan jauh.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Kristianto menyatakan, untuk mengetahui potensi longsor di tubuh Gunung Anak Krakatau, diperlukan kajian mendalam.

’’Banyak faktor yang bisa mengakibatkan collapse selain faktor kemiringan lereng,’’ katanya.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan berjanji segera menyelesaikan perpres terpadu penguatan sistem peringatan dini bencana. Saat ini perpres tersebut sudah masuk finalisasi.

’’Nanti minggu pertama atau kedua Januari 2019 kita duduk lagi. Nanti antara semua instansi terkait biar tuntas. Setelah itu, dibawa ke ratas (rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, red),’’ ungkapnya kemarin.

Perpres tersebut akan memuat payung hukum, anggaran, dan pembagian tugas puluhan instansi penanganan bencana di tanah air. Juga, pembentukan sistem terpadu peringatan dini bencana.

373 Meninggal, 5.361 Mengungsi

Sementara proses pencarian dan evakuasi korban tsunami di Lampung Selatan dan Banten masih berlanjut. Jumlah korban terus bertambah. Hingga Senin (24/12) kemarin korban meninggal yang telah ditemukan sebanyak 373 orang, luka-luka 1.459 orang, dan korban hilang sebanyak 128 orang.

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, beberapa daerah yang sebelumnya sulit dijangkau karena akses tertutup material hanyutan tsunami, sebagian sudah dapat dijaAngkau petugas.

”Hal ini menyebabkan korban baru terus ditemukan oleh petugas tim SAR gabungan,” kata Sutopo, Senin (25/12).

Dia mengatakan, jumlah korban dan daerah terdampak paling parah adalah pesisir Kabupaten Pandenglang.

”Daerah ini merupakan kawasan wisata dengan fasilitas hotel dan vila yang berderet di sepanjang pantai,” katanya.

Ditambah lagi, tsunami terjadi saat libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan vila. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban cukup banyak. Sebab, masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.

Sutopo mengatakan, jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang. Berkurangnya pengungsi karena mereka kembali ke rumahnya.

”Kemarin mereka mengungsi karena isu tsunami susulan,” jelasnya.

Daerah di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, juga berhasil dijangkau petugas. Sebelumnya, akses terputus karena kerusakan jalan dan jembatan. Petugas dan alat berat sudah beroperasi di Sumur.

”Tercatat 36 orang meninggal dunia dan 476 orang luka di Sumur. Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi,” jelas Sutopo.

Hingga kemarin, listrik di sebagian daerah masih padam. Sebanyak 125 gardu belum berfungsi. Semula ada 150 unit gardu yang padam. ”Perbaikan yang dilakukan kemarin tidak optimal karena ada isu tsunami susulan. Sebanyak 187 personel dan alat berat dikerahkan untuk memulihkan jaringan PLN,” kata Sutopo.

Sementara itu, Polri masih berupaya menembus daerah yang terisolir. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, ada sejumlah kampung di sekitar Ujung Kulon yang terputus akses masuknya.

”Jalannya rusak akibat tsunami,” tuturnya. Hingga kemarin, sebanyak 303 personel Brimob masih berupaya menembus daerah yang belum tersentuh bantuan apapun itu. Dia mengatakan, targetnya secepatnya daerah itu bisa dibantu.

Yang juga penting dilakukan adalah menyelidiki kerusakan alat pendeteksi tsunami. Polda Banten bersama BMKG akan menelusuri peralatan mana yang mengalami kerusakan.

”Kita lihat posisinya alat dimana, perairan mana,” paparnya. Setelah itu, akan didalami kemungkinan kerusakan alat tersebut, apakah akibat alam atau manusia.

”Ini yang perlu diketahui,” terangnya di kantor Divhumas Polri kemarin. Dia menuturkan, Polri juga berupaya menjaga keamanan perayaan Natal di setiap gereja di Pandeglang.

”Kami tetap siapkan pasukan untuk di setiap gereja, walau lokasinya baru saja terkena tsunami,” ungkapnya.(tau/idr/oni/JPG)

TNI AL Tangkap Dua Kapal Vietnam di Perairan Anambas

0

batampos.co.id – Dua KRI berhasil menangkap dua kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang sedang beroperasi di perairan Anambas. KRI Teuku Umar 385 menangkap kapal BL 92024 TS pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 07.35 WIB dengan jumlah awak kapal 15 orang.

Sedangkan KRI Kapitan Pattimura 371 menangkap kapal KG 90280TS pada hari yang sama sekitar pukul 22.30 WIB. Jumlah ABK-nya juga 15 orang. Kedua kapal tersebut sama-sama dari Vietnam. Selanjutnya, kedua kapal tersebut ditarik ke Lanal Tarempa untuk diperiksa lebih lanjut.

”Kedua kapal tersebut tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap terlarang (jenis Rawai dan Trawl) di Perairan ZEEI Laut Natuna bagian barat dan tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari Pemerintah Republik Indonesia,” ungkap Komandan Pangkalan TNI AL Tarempa Letkol Nur Rochmad Ibrohim, Senin (24/12/2018).

Ia mengatakan penangkapan ini merupakan wujud hasil kerja sama yang baik antara stakeholder termasuk masyarakat di Anambas dengan TNI AL.

”Hari ini telah kita saksikan kembali wujud nyata keseriusan unsur-unsur TNI AL dalam merespon setiap informasi masyarakat khususnya masyarakat nelayan di Anambas,” ungkapnya.

Penangkapan ini untuk memberikan efek jera terhadap kapal-kapal asing yang berusaha memanfaatkan kekayaan alam laut Indonesia secara ilegal.

Nur Rochmad juga menyampaikan agar masyarakat tidak segan memberikan informasi penting tentang adanya pelanggaran tindak pidana di laut kepada unsur-unsur TNI AL di Lanal maupun KRI yang sedang beroperasi di laut.

”Sekecil apa pun informasi tersebut, pasti akan kami respon,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan KRI Kapitan Pattimura 371 Letkol Mandri Kartono me-ngatakan, luasnya area lautan yang harus dijaga membutuhkan pola operasi yang efektif. Informasi yang akurat sangat kita butuhkan dalam setiap penindakan di laut.

”Kita sangat berterima kasih Lanal Tarempa telah memberikan informasi yang akurat tentang posisi adanya KIA di wilayah perairan Natuna,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan KRI Teuku Umar-385 Letkol Abdul Rajab berharap sinergitas yang baik antara masyarakat dan TNI AL harus terus ditingkatkan. Menurutnya, mustahil pihaknya bekerja sendiri tanpa adanya sinergitas dan duku-ngan yang positif dari seluruh pemangku kepentingan.

”Tujuannya yaitu terwujudnya kedaulatan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional Indonesia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kapal-kapal ikan asing tersebut diduga melanggar pasal Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) Jo. Pasal 27 ayat (2),Pasal 85 Jo. Pasal 9 UU RI No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun2004 tentang Perikanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

”Kedua kapal tersebut selanjutnya diserahterimakan ke Penyidik TNI AL di Lanal Tarempa guna penyidikan lebih lanjut,” jelasnya. (sya)

Ibadah Malam Natal di Batam Berlangsung Khidmat

0

batampos.co.id – Ibadah malam Natal 2018 di sejumlah gereja di Batam berlangsung khidmat, Senin (24/12/2018) malam. Dalam khotbahnya, pendeta menyerukan agar jemaat ikut mendoakan para korban bencana tsunami yang menerjang Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Di Gereja GPIB Zebulon Batam, misalnya. Pendeta Septi Marlin Souhoka Apui yang memimpin ibadah malam Natal itu mengajak ribuan jemaat yang hadir meluangkan waktu sejenak untuk berdoa kepada para korban tsunami. Baik korban yang meninggal, maupun korban yang selamat.

“Kita doakan agar mereka kuat dan tabah menghadapi cobaan ini,” kata Pendeta Marlin.

Gereja di Tiban V itu sudah dipadati jemaat sejak pukul 18.00 WIB. Sebelum ibadah dimulai, area gereja disterilkan aparat keamanan.

Mengawali ibadah, jemaat disuguhi drama kolosal dengan tema kelahiran Yesus serta film pendek tentang kelahiran sang juru selamat di Betlehem.

Salah satu majelis jemaat GPIB Zebulon Batam membakar lilin anggota jemaat yang hadir di ibadah malam Natal tadi malam (24/12/2018) f. William/Batam Pos

Dalam khotbah Natal-nya Pendeta Septi Marlin juga mengajak para jemaat meneladani ketulusan, kejujuran, serta kepercayaan Maria sebagai seorang hamba.

“Maria tidak berpikir bahwa hal besar akan terjadi atas dirinya untuk mengandung bayi Yesus sang juru selamat itu,” ujar pendeta Marlin.

Selain itu, ia juga berpesan agar jemaat memiliki keyakinan bahwa Allah akan menghapuskan seluruh kekhawatiran hidup sepanjang tahun 2018 serta belajar mewujudkan sikap kehambaan seperti apa yang dikehendaki Tuhan, bukan kemauan pribadi.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki bersama dengan unsur FKPD Kota Batam melakukan penge-cekan ke sejumlah gereja, pos pengamanan, dan pos pelayanan yang tersebar di sejumlah titik. Polisi ingin memastikan momen malam Natal ini berlangsung aman dan damai.

“Kami memantau pengamanan yang dilakukan oleh personel Polresta Barelang beserta unsur TNI dan instansi lainnya. Kami meninjau dan memastikan saudara kita yang merayakan Misa Natal 2018 secara umum,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Ia mengatakan, di Kota Batam terdapat 230 gereja dari total 341 gereja yang melaksanakan secara serentak kegiatan Misa Natal sampai pada malam tahun baru. Untuk mengamankan 230 gereja itu, diterjunkan sebanyak 832 personel. Baik dari Polresta Barelang, Polda Kepri, dan instansi terkait lainnya.

“Dan adek kita dari pramuka juga ikut dalam melaksanakan pengamanan Natal ini hingga Tahun Baru 2019,” tuturnya.

Usai dari Gereja HKBP Batam Center, pantauan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan ke Pos Pengamanan di samping Mega Mall, Batam Center dan kembali dilanjutkan pengecekan ke Gereja Graha Immanuel, Lubukbaja. Lalu berakhir di Pos Pelayanan Nagoya Hill.

Sekretaris Jemaat Gereja Graha Immanuel, Orwy Watuseke mengaku senang dengan kedatangan tim pengamanan.

“Kami sangat bersyukur sekali dengan kedatangan tim pengamanan ini. Bagi kami ini menjadi suatu kehormatan atas kehadiran tim pengamanan ini. Kami hanya mengucapkan terima kasih atas pengamanan yang dilakukan,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Selain Kapolres, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto juga turun langsung mengecek keamanan di sejumlah gereja. Bersama jajarannya, Kapolda mendatangi beberapa gereja, di antaranya Gereja HKBP Resort Mahanaim di Batuaji.(spt/gie)

Cegah Jatuhnya Banyak Korban!

0

Musibah kembali melanda negeri kita. 22 Desember 2018, tsunami menerjang Banten dan Lampung.

Ratusan orang meninggal dunia. Lebih seribu orang luka-luka. Tidak sedikit pula yang masih berstatus hilang. Duka di Selat Sunda menjadi duka kita semua.

Terlepas dari banyaknya korban jiwa dan harta, tsunami di Selat Sunda dikatakan unik. Berbeda dengan kejadian-kejadian serupa sebelumnya, tsunami kali ini tanpa peringatan sama sekali.

Bukan karena gempa. Kata Badan Metereologi, Kermatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang besar menerjang kawasan pesisir Selat Sunda akibat letusan Gunung Anak Krakatau.

Sehingga, Indonesia Tsunami Early Warning System (INA-TEWs) tidak mampu mendeteksi. Katanya, sistem ini baru bereaksi ketika ada gempa di lautan. Lalu, mengirimkan peringatan terjadinya potensi tsunami.

Agak aneh memang. Indonesia yang merupakan negara maritim. Yang sebagian besar wilayahnya perairan. Yang dikelilingi tiga lempeng tektonik. Tapi tidak punya pendeteksi yang canggih.Celakanya, BMKG dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geogologi (PVMBG) saling tuding. BMKG menyebut jika tsunami akibat longsor yang disebabkan erupsi Anak Krakatau. Eh, PVMBG juga tidak mau disalahkan karena ketiadaan peringatan.Dagelan lagi. Mereka yang digaji oleh negara sama-sama tidak mau disalahkan.

Saya kok agak heran. Kenapa kok pada lepas tangan. Mestinya, kedua lembaga ini sama-sama bekerja sama untuk mencegah kejadian itu. Bukan malah saling lempar tanggung jawab.

Agak miris sekali. Mestinya, kita bisa belajar dari beberapa bencana yang terjadi. Meskipun bencana itu tidak bisa dihindari, namun ada upaya mencegah timbulnya banyak korban.

Mindset berpikirnya yang harus diubah. Jangan ada kejadian dulu, baru bertindak. Baru saling tuduh. Saling lempar tanggung jawab. Sementara korban akibat tsunami dan bencana lainnya terus berjatuhan.

Yang agak miris lagi, katanya Indonesia tidak punya alat pendeteksi. Ada juga yang bilang, alatnya tidak berfungsi. Kok bisa? Artinya memang tidak ada upaya untuk mencegah.
Berbeda kalau misalnya Indonesia baru sekali kena bencana. Wajar kalau masih banyak mis dalam mengantisipasinya. Masih harus mengkaji lagi.

Ini kan beda. Indonesia sudah sering dihantam tsunami. Yang terdekat saja. Tsunami di Sulawesi Tenggara dengan Selat Sunda jaraknya berapa lama sih? Hanya sekitar tiga bulan lho. Masa tidak segera dilakukan tindakan pencegahan.

Harus ada langkah konkret dari pemerintah pusat agar tidak timbul korban dalam jumlah besar. Seperti yang saya sampaikan di atas, bencana memang tidak bisa dihindari. Namun mencegah jatuhnya korban masih sangat memungkinkan.

Sudah cukup kita dipertontonkan mayat-mayat tergeletak di jalanan. Sudah lelah kita mendengar jeritan dan tangis keluarga korban. Sudah tidak perlu lagi kita mendengarkan adu debat soal siapa yang bertanggung jawab atas bencana ini.

Negara ini harus berbenah. Segera putuskan langkah dan strategi untuk mencegah jatuhnya korban lagi.

Semoga ada upaya nyata dalam rangka mencegah jatuhnya korban. Kejadian-kejadian sebelumnya mesti jadi pelajaran.

Ingat, yang menjadi korban bencana itu adalah saudara-saudara kita. Sebangsa dan setanah air. ***

BI Musnahkan Uang Rp 430 Miliar Tak Layak Edar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sepanjang triwulan ketiga 2018, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri telah memusnahkan uang tidak layar edar (UTLE) sebanyak Rp 430 miliar.

”UTLE yang dimusnahkan ini berasal dari setoran bank maupun penukaran uang dari masyarakat yang selanjutnya akan ditukarkan dengan uang yang layak edar,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Senin (24/12).

BI juga aktif melakukan kegiatan kas keliling di berbagai tempat untuk memudahkan masyarakat menukarkan UTLE atau menukarkan uang kartal dengan pecahan yang dibutuhkan. ”Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas uang kartal yang beredar sekaligus memenuhi kebutuhan pecahan uang kartal di masyarakat,” ucapnya.

Sepanjang triwulan ketiga 2018 ini, BI sudah berkeliling sebanyak 13 kali di seluruh Kepri.

”Selain itu, melalui prog-ram Gerakan Anti Uang Lusuh (GAUL), BI secara aktif memberikan edukasi pada masyarakat untuk menukarkan uang lusuh, menukarkannya dan lain-lain,” terangnya.(leo)