Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11565

Kadin Batam Mempertanyakan Dana Rp 3 Triliun

0
Ketua Dewan Pakar kadin Batam Ampuan Situmeang (tengah) didampingi Wakil Ketua kadin batam bidang Organisasi James Maryanus, Wakil Ketua Bidang Forwarder dan Kepelabuhan effendi Ibrahim memberikan keterangan tentang masalah BP Batam di Batamcenter, Minggu (16/12/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam mendukung rencana pemerintah melebur Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemko Batam. Namun Kadin Batam akan mengawal wacana ini guna me­mastikan kebijakan tersebut tidak akan merugikan atau mempersulit ka­langan pengusaha dan investor.

Ketua Dewan Pakar bidang Hukum Kadin Batam Ampuan Situmeang mengatakan, semangat pemerintah menyatukan pemimpin BP-Pemko Batam itu adalah untuk menghilangkan dualisme kewenangan dan kepemimpinan di Batam. Namun jika kelak kebijakan ini justru menimbulkan iklim yang tidak pro pengusaha, Kadin berjanji akan mengkritisi.

“Kalau nantinya ada yang dirugikan, baik dari investor maupun pengusaha, tentunya Kadin Batam akan memfasilitasi dan memediasi persoalan tersebut,” kata Ampuan saat menggelar konferensi pers di Batam Center, Minggu (16/12).

Ampuan mengatakan, Kadin Batam juga akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan pusat terkait rencana peleburan BP Batam-Pemko Batam. Sehingga keputusan ini akan dijalankan sebagaimana mestinya, bukan disalahgunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Yang jelas tujuannya semuanya baik. Tapi pelaksanaannya seperti apa, bentukan seperti apa,” ujar Ampuan.

Kadin Batam, kata Ampuan, meminta kepada masyarakat ataupun para pengusaha dan investor yang sudah atau akan berinvestasi di Batam agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak terpancing dengan pro-kontra kebijakan pemerintah pusat tersebut. Apalagi, sampai saat ini belum ada kepastian secara legal dari pemerintah pusat.

Sebab, sampai saat ini pemerintah pusat belum menerbitkan aturan hukum terkait rencana peleburan BP-Pemko Batam. Apakah dalam bentuk Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), Peraturan Pemerintah (PP), undang-undang baru, ataupun Keputusan Presiden (Keppres).

“Kalau menyusun undang-undang baru prosesnya lama. Tapi kalau Perppu, sekarang pun bisa,” kata dia.

Menurut Ampuan, sikap tegas pemerintah pusat yang akhirnya melebur BP Batam dengan Pemko Batam patut dihargai. Sebab itu artinya, pemerintah pusat serius memberikan perhatian kepada Batam dengan segera mengakhiri dualisme kewenangan di kota industri ini.

“Artinya selama ini Batam diabaikan,” kata dia.

Terkait wacana jabatan kepala BP Batam yang dirangkap wali kota Batam (ex-officio), Ampuan menyebut secara undang-undang hal tersebut tidak boleh. Namun pemerintah bisa membuat aturan untuk mengubah undang-undnag tersebut. Aturan itu bisa berupa Perppu atau Keppres dan sejenisnya.

“Untuk menghilangkan dualisme itulah, pusat berpendapat dilakukan ex officio dulu pimpinannya. Supaya nanti arah kebijakan itu bisa menyatu,” katanya.

Menanggapi banyaknya koementar masyarakat yang meragukan kemampuan wali kota Batam merangkap jabatan kepala BP Batam, Ampuan berharap agar masyarakat tidak pesimistis terlebih dahulu.

“Ini kan belum apa-apa, baru rencana, belum ada landasan aturannya sudah disambut pesimis,” ujarnya.

Menurut dia, yang patut dipikirkan saat ini adalah anggaran dari APBN yang sudah dialokasikan ke BP Batam untuk tahun 2019 mendatang. Sebab nilainya cukup besar, yakni Rp 3 triliun.

Ampuan berharap, jika kelak rencana peleburan BP-Pemko Batam terealisasi, anggaran tersebut tetap bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Batam.

“Kalau sampai anggaran APBN itu dihilangkan, itu akan ribut nanti. Ini yang perlu dibahas sekarang,” terangnya. (gas)

Jalan Layang Simpang Kabil akan Dibangun 2019

0

batampos.co.id – Jalan layang) di Simpang Kabil akan dibangun mulai 2019 mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku telah berbicara dengan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) terkait rencana jalan layang kedua di Batam itu.

”Sudah dibicarakan denganKemen PUPR waktu ulang tahun PU. Insya Allah tahun depan diselesaikan,” kata Rudi, belum lama ini.

Ia menyampaikan, perwakilan Kemen PUPR yang datang saat membahas rencana pembangunan jalan tol sepanjang 25 kilometer berbeda.

”Orangnya perwakilan Kemen PUPR beda. Pembicaraan dengan perwakilan Kemen PUPR ini khusus membahas jalan layang Simpang Kabil,” sebutnya.

Rudi mengatakan, terkait rencana jalan tol tersebut pihaknya minta agar dibangun pada ruas baru dengan berbagai pertimbangan. Sebab, kalau dibangun pada jalan yang lama akan menganggu lalu lintas. Kemudian, alasan lain yakni jalan yang sudah ada sudah diperindah dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam berharap tidak perlu diganggu lagi.

Tidak hanya itu, menurut Rudi, spesifikasi jalan layang belum tentu sesuai dengan jalan tol yang akan dibangun. Untuk itu, Pemko Batam meminta ada survei kembali. Jika tidak ada ROW baru, maka mungkin dengan solusi pembangunan tol layang.

”Jalan layang di atas hutan kan boleh, saya lebih suka, hebat itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur memastikan pembangunan jalan layang Simpang Kabil telah diajukan Pemko Batam ke pemerintah pusat untuk dianggarkan tahun 2019 mendatang.

”Yang jelas kami sudah masukkan untuk tahun depan. Tapi nanti kami akan lihat, apakah 2019 atau 2020, kita tunggu. Tergantung anggaran pusat,” kata Yumasnur, kemarin.

Targetkan Selesai Satu Tahun

Sementara itu, desakan sejumlah masyarakat agar proyek jalan dua jalur Batuaji-Sekupang yang mangkrak sejak 2014 lalu direspon Pemko Batam. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan, proyek dari Kemen PUPR itu akan dilanjutkan 2019.

”Tahun depan mulai dikerjakan. Dari pusat, (anggaran, red) APBN,” ujar Rudi di Batuaji, Minggu (16/12/2018).

Proyek ini juga ditargetkan selesai dalam setahun, sehingga akses jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang itu lebar dan lancar.

”Sudah terdesak. Banyak keluhan (pengguna jalan, red) jadi harus segera dirampungkan,” ucapnya.

Seperti diketahui Jalan Pangeran Diponegoro itu selama ini dikeluhkan pengguna jalan karena rusak dan hanya satu jalur saja. Padahal itu adalah jalan utama yang padat dilalui kendaraam setiap waktu. Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di sepanjang jalan tersebut. Terakhir kecelakaan beruntun satu mobil dan empat sepeda motor yang menewaskan dua pengendara sepeda motor di tikungan dekat kebun pembibitan Pemko Batam, Seiharapan, Sekupang, Selasa (11/12) lalu.

Kecelakaan itu diharapkan jadi perhatian serius pemerintah agar kerusakan jalan segera diperbaiki. Begitu juga proyek jalan dua jalur yang sudah lama mangkrak segera dirampungkan.

”Kendaraan sudah sangat padat sekarang. Jalan tak ada peningkatan. Bahkan yang rusak semakin banyak. Ini seharusnya diperhatikan. Jalan ini perlu perbaikan dan penambahan jalur. Proyek dua jalur yang mangkrak itu harus dirampungkan agar mengurangi angka kecelakaan,” ungkap Sandro Wijaya, pengendara mobil sedan di Seitemiang, beberapa waktu lalu.

Senada disampaikan Nurdin, pengguna jalan lainnya. Menurut dia, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi karena jalan tersebut tidak rata. Bahu jalan dipenuhi dengan bekas tambalan, serta muncul lubang-lubang baru yang sangat membahayakan pengendara.
Selain itu, lanjutnya, debu dan tanah yang ditinggalkan truk-truk proyek juga memperburuk kondisi jalan. Debu berterbangan di sepanjang jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

”Sangat rawan. Sudah seharusnya diperhatikan. Ini jalur ramai loh,” kata Nurdin lagi.

Masih kata Nurdin, kecelakaan yang kerap terjadi selama ini karena akses jalan hanya satu jalur. Sedangkan arus lali lintas di jalur tersebut sangat padat.

”Ini masalah lama sebenarnya, hanya saja disoroti ketika ada kecelakaan besar. Padahal sebenarnya setiap hari ada saja yang jatuh atau tabrakan di jalan ini. Ya, karena kondisi jalannya memang begini, rusak para” tutur Nurdin. (iza/eja)

Kajari Larang Gunakan Perusahaan Lain Untuk Pengerjaan Proyek Pemerintah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Selama ini banyak perusahaan pemenang lelang atau tender yang menyerahkan ke perusahaan lain untuk proyek yang mereka dapat.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan masalah.

Kajari Lingga, Imang Job Marsudi melarang setiap pekerjaan proyek Pemerintah yang menggunakan perusahan lain di luar pemenang tender.

”Tindakan seperti itu suatu pelanggaran karena sudah melanggar aturan yang ada,” ujar Imang belum lama ini.

Menurutnya, fenomena ini sering disebut dengan pakai bendera perusahaan orang lain. Tindakan ini katanya, akan berujung pada ketidakadaan jaminan penyelesaian pekerjaan dan bisa juga terjadi kesalahan dalam pekerjaan proyek tersebut. Nantinya akan mengakibatkan sejumlah petugas dan perusahaan yang mengerjakan atau pemenang tender akan mendapat masalah.

“Pada dasarnya aturan tetap melarang. Tidak boleh dalam aturan penggunaan perusahaan lain dalam pengerjaan proyek,” ujar Imang di Dabo Singkep.

Ia menegaskan, jangankan menggunakan bendera lain atau menggunakan perusahaan lain, pemenang lelang saja akan dapat dipastikan melanggar aturan jika Sertifikat Badan Usaha Jasa Kontruksi (SBUJK) tidak sesuai dengan proyek yang dikerjakan.

Untuk itu, Imang menyarankan agar setiap oknum dan pejabat yang terlibat dalam hal ini dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam menjalankan proyek pemerintah. Imang menginginkan agar semua aspek dan pekerjaan dapat berjalan lancar hingga dapat dinikmati masyarakat tanpa ada pelanggaran aturan.

Tahun ini Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Lingga memastikan tren pembangunan dari sisi hukum telah membaik, sehingga dapat meminimalisir kesalahan ataupun pelanggaran peraturan.

Namun, Imang menegaskan masih ada proyek yang tidak selesai walau telah didampingi TP4D, Kejaksaan akan tetap melakukan rekomendasi yang tegas terkait proyek tersebut. Karena, tugas pokok TP4D adalah untuk menegakkan aturan yang ada.

“Tetap saja proyek yang tidak selesai akan diberikan teguran, sanksi blacklist dan denda sesuai dengan aturan yang ada,” katanya

Dirinya tidak menginginkan adanya oknum atau pejabat terkait yang akan menerima dampak dari pekerjaan yang tidak selesai itu. (wsa)

Polibatam Creative Ditutup Talkshow Fotografi

0
Anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri Reza Herdianto memberikan pemaparan saat menjadi pembicara pada acara Polibatam Creative yang digelar oleh Politehnik Batam di Megamall Batamcenter, Minggu (16/12).

batampos.co.id – Polibatam Creative 2018 yang digelar di Atrium Mega Mall berakhir Minggu (16/12). Pameran karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Multimedia Jaringan dan Animasi Politeknik (Poltek) Negeri Batam yang berlangsung selama tiga itu, mendapat respon positif dari masyarakat, terutama pengunjung mal.

Pada hari terakhir Polibatam Creative 2018 diisi dengan talkshow fotografi. Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri yang diwakili Rezza Herdianto menjadi pembicara talkshow fotografi dengan tema foto jurnalistik dan komposisi fotografi.

Dijelaskan Reza, foto jurnalistik adalah bagian dari dunia jurnalistik yang menyampaikan pesan kepada masyarakat luas dan tetap terikat kode etik jurnalistik.

Biasanya, si pengambil foto merupakan seorang jurnalis yang bekerja di suatu media.
Sedangkan komposisi foto adalah cara seseorang menempatkan suatu benda yang terpotret dalam bingkai foto. Seseorang tersebut akan menyusun elemen-elemen obyek yang penting secara keseluruhan untuk dijadikan sebuah foto.

”Seorang fotografer jurnalistik harus bisa membaca suasana. Mereka harus bisa menentukan objek dan background agar bisa menghasilkan foto yang luar biasa,” ujar pria yang akrab disapa Reza di depan puluhan peserta.

Salah satu peserta, mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Prodi Multimedia Jaringan Poltek Batam, Alvin Yusuf akhirnya paham seperti apa fotografi. Apalagi untuk foto jurnalistik yang pengambilannya tak bisa sembarangan.

”Saya juga lebih tahu teknik-teknik fotografi. Ini sesuai dengan hobi saya yang memang suka memotret,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Pelaksana, Fandy Neta bisa berbangga hati setelah melihat respon positif masyarakat terhadap kegiatan Polibatam Creative. Bahkan banyak pengunjung yang tak menyangka jika karya yang dipajang merupakan karya mahasiswa Poltek.

”Respon masyarakat diluar ekspektasi kami. Sejak awal dibuka hingga tutup, pameran selalu ramai. Tak hanya dari mahasiswa, namun juga masyarakat umum,” ungkap Fandy.

Menurut dia, karena respon luar biasa tersebut ke depannya Poltek Batam akan kembali menggelar Polibatam Creative di tempat umum. Selain mudah dijangkau masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberi inspirasi untuk masyarakat luas.

”Kami juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk terus berkarya,” harapnya.(she)

Batam Menuju Kota Sehat

0
ilustras imunisasi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id –  Kota Batam akan menjadi salah satu kota sehat tahun 2019 mendatang. Beberapa aspek yang dinilai meliputi pelaksanaan imunisasi, penerapan pera-turan pemerintah daerah terkait Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR).

”Iya, kalau untuk Dinkes (Dinas Kesehatan ) semua sudah oke. Imunisasi sudah jalan dan KTR juga,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmardjadi, Rabu (5/12/2018).

Ia menyebutkan penilaian mulai dilakukan awal tahun depan. Aspek lain yang juga jadi penilaian adalah pengentasan permasalahan sampah, drainase, akses hingga keter-sediaan taman bermain anak.

”Semua dinas ikut serta dalam penilaian ini. Kami berharap bisa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa ditetapkan sebagai kota sehat,” jelasnya.

Didi mengungkapkan segala persiapan menyambut penilaian sudah mulai dilakukan tahun ini. Ia menyebutkan capaian imunisasi Batam cukup baik, sedikitnya 39 ribu anak sudah sukses diimunisasi.

”Indikator ini sudah oke,” imbuhnya.

Pria yang juga spesialis dokter kandungan ini menambahkan predikat kota sehat bisa mendukung sektor pariwisata yang tengah direncanakan oleh pimpinan.

”Kalau kotanya sehat tentu wisatawan juga senang ketika berkunjung. Kota sehat ini kan meliputi segala aspek yang menuju kota wisata,” terang mantan Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di Bintan ini.(yui)

Dishub Gagal Capai Target Retribusi Parkir Rp 10 Miliar

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam gagal mencapai target retribusi yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 yang sebesar Rp 10 miliar. Dishub hanya mampu mencapai 70 persen, atau sebesar Rp 7 miliar dari target tersebut.

“Memang sesuai hitungan titik parkir yang ada sekarang segitu (Rp 7 miliar). Kalau untuk Rp 10 miliar akan sangat sulit di tahun ini,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Batam, Alexander Banik, Senin (10/12/2018).

Alex mengaku dari awal pihaknya sudah menyampaikan bahwa realisasi retribusi parkir tepi jalan umum paling maksimal di angka Rp 7 miliar. Hal ini berdasarkan perhitungan titik parkir yang dikelola oleh Dishub saat ini.

“Saya tak hapal angka pastinya. Namun dari data kami ada 478 titik parkir. Kita masih lakukan pengembangan titik-titik parkir baru,” ungkap Alex.

Sekretaris Komisi II DPRD Batam Mesrawati Tampubolon mengatakan, pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum tidak pernah memenuhi target setiap tahun 2013 lalu. “Padahal target ini dishub sendiri yang menetapkan. Tapi mereka juga yang tidak mampu merealisasikan,” sesal Mesrawati.

Data yang dirangkum Batam Pos, tahun 2013 hanya Rp 3,29 miliar dari target Rp 18,75 miliar. Lalu, 2014 dengan target yang sama hanya tercapai Rp 3,59 miliar. Kemudian pada tahun 2015 target retribusi parkir terjun bebas menjadi Rp 7,5 miliar, tetapi pencapaian tetap stagnan di angka Rp 3,6 miliar.

Selanjutnya, pada 2016, target kembali diturunkan menjadi Rp 3,8 miliar namun yang tercapai hanya Rp 3,6 miliar. Pada tahun 2017, target dinaikkan Rp 30 miliar, tercapai hanya Rp 5,06 miliar.

Berdasarkan data yang masuk ke Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam diketahui realiSasi retribusi pajak tepi jalan yang sudah masuk hingga 10 Desember ini berada di angka Rp 6,5 miliar dari target Rp 10 miliar. Retribusi parkir merupakan satu dari beberapa retribusi yang masih rendah realisasinya. (rng)

Harga Telur Ayam Terus Naik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga beberapa kebutuhan pokok seperti telur ayam di pasar tradisional di Kota Batam, terus naik. Kenaikan harga komoditas itu berkisar antara Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per papan.

”Telur memang ada kenaikan harga,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Batam Adisthy, Rabu (12/12/2018).

Menurutnya, dari 18 item yang disurvei Disperindag di empat pasar di Batam, hanya telur yang mengalami kenaikan harga. Harga telur dijual Rp 42 ribu sampai Rp 44 ribu per papan. Pada survei sebelumnya, telur hanya dijual Rp 41 ribu per papan. Meskipun mengalami kenaikan, Dispe-rindag memastikan stok barang yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat khususnya jelang Natal dan Tahun Baru.

”Untuk stok kita aman. Karena selain dari Barelang, telur yang masuk ke Batam juga datang dari Medan. Dua daerah ini yang banyak memasukan stok ke daerah kita,” tutur Adisthy.

Dari hasil survei di empat pasar berbeda, yakni Pasar Lai-Lai, Taras, Tos 3000 dan Botania 2, diketahui kenaikan harga telur disebabkan harga pakan ayam yang juga ikut naik. Namun begitu, guna memastikan tidak ada permasalahan di lapangan, Disperindag bersama Satgas Polda Kepri dan Polresta Barelang akan melakukan sidak.

”Dalam waktu dekat ini, karena kita memastikan harga tetap stabil dan stok aman untuk semua jenis sembako. Harga telur sendiri baru dikatakan stabil Rp 40 ribu per papan,” tegas Adisthy lagi.

Selain telur, harga yang disurvei Disperindag seperti beras medium dijual dengan harga Rp 11.300 per kilogram (kg). Beras premium masih bercokol di harga Rp 13.500 per kg, cabai merah Rp 50 ribu per kg dan cabai rawit hijau Rp 32.750 per kg. Untuk bawang merah, masih berada di harga Rp 33 ribu per kg.

”Untuk cabai juga sedikit mengalami kenaikan dibanding survei terakhir kita,” tuturnya.

Untuk harga lainnya seperti daging ayam ras dijual Rp 32.500 per kg. Daging sapi lokal Rp 130 ribu per kg, daging sapi impor beku Rp 85 ribu per kg. Jenis lainnya ialah minyak goreng kemasan Rp 11.500 per kg, kangkung Rp 10.750 per kg, bayam Rp 13.500 per kg dan gula Rp 11.500 per kg.

”Untuk jenis komoditas lain masih stabil,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus terus melakukan operasi pasar. Pasalnya, gejolak kenaikan bahan pokok sangat rawan terjadi pada saat momen tertentu yakni Natal dan Lebaran. Hendra juga meminta Diseprindag segera berkoordinasi dengan Bulog.

”Sudah berulang kali kami ingatkan Disperindag, menjelang hari-hari besar, kebutuhan stok dan harga sembako sering tidak terkontrol. Kita di komisi juga berencana akan melakukan sidak,” ujar Hendra

Pasar Murah Tak Jual Telur

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menggelar pasar murah terak-hir di tahun ini di GOR Raja Djafar, Tiban, Sekupang, Rabu (12/12).

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemerintah Kota (Pemko) Batam Zurniati me-ngatakan barang kebutuhan yang dijual masih sama de-ngan sebelumnya. Namun, untuk telur tidak bisa didatangkan karena harganya naik turun. Hal ini membuat distributor khawatir.

”Sekarang memang lagi mahal, makanya hari ini tak ada kami sediakan,” ujarnya.(yui/rng)

Kemenag Batam Verifikasi 1.500 Guru Madrasah Calon Penerima Insentif 2019

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Batam memverifikasi data 1.500 guru madrasah yang akan menerima insentif 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Batam Erizal Abdullah, Rabu (12/12). Ia menjelaskan, verifikasi ini dilakukan agar tidak terjadi akun ganda penerima. Guru madrasah hanya boleh menerima satu insentif dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Guru madrasah ada juga yang menjabat guru TPQ (Taman Pendidikan Quran) dan imam masjid, dan itu dapat insentif juga dari Pemko,” kata Erizal, Rabu (12/12).

Mereka, sambung dia, harus memutuskan pilihan insentif apa yang akan diterima mulai awal tahun mendatang. Untuk itu, Kemenag melakukan verifikasi.

“Biar tidak dobel terima insentifnya,” sebutnya.

Erizal menyebutkan, verifikasi 1.500 data guru madrasah ini ditargetkan selesai hingga akhir bulan ini. Agar tahun depan, guru madrasah sudah bisa menerima insentif mereka.

“Semakin cepat tentu semakin baik dan bisa dicairkan. Kami inginnya semua pencairan berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Tahun depan, insentif akan dihibahkan Pemko Batam kepada Kemenag Batam. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, pembayaran dilakukan melalui Dinas Pendidikan Kota Batam. Hal itu kemudian jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga metode pencairannya diubah menjadi dana hibah.

“Karena ini hibah tentu banyak dokumen yang harus kami selesaikan. Karena anggarannya tidak sedikit,” beber Erizal.

Ia menyebutkan, 1.500 guru madrasah tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 7 miliar lebih. Untuk itu, berkas harus lengkap karena ini juga menjadi pantauan dari BPK nantinya.

“Kami ingin transaksinya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan ke depannya,” imbuhnya.

Disinggung mengenai besaran insentif yang akan diterima guru madrasah, ia mengungkapkan belum mengetahui pasti berapa jumlah yang akan diterima setiap bulannya. Apakah ada perbedaan antara guru madrasah yang mengajar di hinterland dan mainland.

“Besarannya saya belum tahu pasti. Karena masih mempersiapkan berkas,” tutupnya.

Sebelumnya, ratusan guru madrasah harus gigit jari karena insentif 2018 tak kunjung cair. Pasalnya, BPK menyoroti pemberian insentif dari Disdik Batam langsung ke guru madarasah, yang notabene berada di bawah naungan instansi vertikal lain, yakni Kemenag. Karena itu, tahun ini pencairan insentif yang dananya sudah dianggarkan itu tak kunjung dicairkan. (yui)

Plaza HBC Sekupang Mulai Beroperasi

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama staf dan manajemen Plaza Harapan Bisnis Center (HBC) meresmikan salah satu pusat perbelanjaan terlengkap di kawasan Sekupang, Sabtu (15/12/2018).

Rudi mengatakan kehadiran pusat perbelanjaan tersebut bisa membantu warga Sekupang dalam memenuhi kebutuhan mereka.

“Selamat saya ucapkan. Semoga Plaza HBC menjadi pilihan bagi warga Sekupang berbelanja,” ujarnya.

Ia sangat mendukung pe-ngusaha yang mendirikan usaha baru dan pastinya akan berdampak bagi perekonomian Batam.

“Saat ini saya lagi bangun infrastruktur dan itu butuh dukungan semua pihak. Kalau jalan Batam bagus tentu investor dan wisatawan akan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Manajemen HBC, Herry mengatakan kebutuhan pusat perbelanjaan sangat dibutuhkan warga Sekupang. Untuk itu HBC hadir untuk mengambil kesempatan ini.

“Semoga semua pengunjung betah dan nyaman berbelanja di sini,” kata dia.

HBC terletak di lokasi strategis yakni di perempatan Sungai Harapan, Sekupang. Sangat mudah dijangkau dan dekat dengan Pelabuhan Domestik Sekupang, Internasional dan Pelabuhan Marina Waterfront City serta KTM Resort dan Sijori Resort.

“Lokasi ini pasti semua orang kenal. Dan dekat dengan pelabuhan juga,” sebutnya.

Saat ini sudah ada 150 tenant yang telah resmi bergabung dengan Plaza HBC. Mulai dari perlengkapan sehari- hari, pusat kebugaran hingga kafe dan resto yang menyediakan berbagai menu untuk pengunjung.

“Kami sudah ada Coffee Town, Yes Cafe, arena permainan anak dan nanti juga akan ada Timezone. Yang ingin beribadah juga ada musala di lantai tiga,” sebutnya.

HBC memiliki luas tanah 9.992 meter persegi, pemban­gunan tahap pertama mal dibangun tiga lantai dan saat ini tengah dalam proses pengembangan menuju tahap dua. Bangunan minimalis modern dan ruko yang terhubung dengan plaza. Fasilitas seperti supermarket, pusat pakaian, pusat kebugaran atau fitnes centre dan aerobik juga tersedia di Plaza HBC.
Sementara itu di hari pembukaan kemarin, Plaza HBC langsung diserbu pengunjung. Tidak sedikit yang masuk ke supermarket untuk mendapatkan aneka produk yang merek inginkan.

Sebagian pengunjung juga terlihat tengah menikmati makanan yang disediakan di beberapa kafe. Anak- anak juga terlihat tengah menikmati arena bermain yang disediakan pengelola plaza.

“Kami sangat bersyukur kehadiran kami disambut antusias warga Sekupang. Semoga mereka bisa menjadikan HBC sebagai pilihan berbelanja,” tutupnya.(yui)

Pemerintah Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah­ berkomitmen untuk memper­cepat upaya digitalisasi terhadap pasar tradisional yang ada di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan demi menjaga daya saing pasar rakyat di tengah masuknya perdagangan digital yang mulai banyak digemari masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Tahun 2018 di Hotel Arya Duta, Jakarta, kemarin (12/12). Jokowi menilai, sudah sewajarnya pasar tradisional untuk turut memanfaatkan teknologi.

Dengan memanfaatkan tek­no­­logi seperti aplikasi jual-bel­i daring misalnya, konsumen yang biasa berbelanja di pasar tradisional akan mendapat kemudahan dengan bertransaksi melalui aplikasi.

“Kalau tersambung, semua produk yang ada di pasar bisa lang-sung dipesan dan sampai ke rumah dalam waktu tidak lebih dari 30 menit,” tuturnya.

Oleh karenanya, Jokowi menginstruksikan Menteri Perdagangan dan Menteri Komunikasi dan Informatika untuk membangun ekosistem yang bisa mempertemukan keunggulan teknologi dengan pasar. Misalnya dengan mendorong dan melatih para pengelola pasar menyediakan pilihan metode pembayaran nontunai bagi para pelanggan.

Presiden meyakini, jika hal itu terealisasikan, pasar tradisional bisa bersaing. Pasalnya, berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, harga komoditas di pasar jauh lebih murah dibandingkan dengan produk supermarket.

“Hanya memang manajemennya perlu kita perbaiki bersama-sama,” tandasnya.

Meski demikian, bukan berarti skema offline ditinggalkan. Sebaliknya, offline juga ditingkatkan. Caranya dengan melakukan revitalisasi terhadap pasar rakyat. Yakni dengan menata dan membangun pasar yang bersih, tidak bau, dan tertata.

“Saya kira memang konsumen menghendaki yang seperti itu,” tuturnya.

Di era kepemimpinannya, kata dia, sampai 2017 saja sudah bangun 2.660 pasar di seluruh Tanah Air. Di 2018, dibangun sekitar 1.500. Belum lagi pasar di desa yang telah dibangun 6.500 pasar.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, membangun pasar modern sangat mungkin dilakukan. Saat ini sendiri, sudah mulai tumbuh kebiasaan pembayaran secara nontunai. Meskipun baru di beberapa toko saja. Jika dilatih, dia yakin bisa diterapkan oleh pedagang lainnya.

Bahkan, lanjutnya, di Pontianak, sudah ada contoh pasar yang mulai menyediakan aplikasi untuk menginformasikan harga komoditas secara real time.

”Setiap pagi keluar harga komoditi, pedagangnya, di pasar mana,” ujarnya.

Enggar mengatakan, dirinya sudah meminta kepada pemerintah kota Pontianak untuk bisa diadopsi dan ditularkan ke pemerintah daerah lainnya. Saat ini, proses penyebaran ke daerah sudah mulai berlangsung.(far/jpg)