Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 11570

Pengerjaan Fisik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air , 70 persen

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pengerjaan proyek fisik tahun 2018 oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) di atas 70 persen.

Kepala DBM SDA Kota Batam Yumasnur, menyampaikan, capaian tersebut merupakan rata-rata secara umum proyek fisik yang ada. Jika dirinci terpisah, menurut dia, capaian setiap proyek beragam.

“Ada yang sudah tuntas 100 persen, 70 persen. Ada juga yang 60 persen. Beda-beda,” kata dia, kemarin.

Menurutnya, kendala pengerjaan fisik di lapangan salah satunya terkait cuaca.

“Proyek jalan misalnya, tanahnya kadang becek, nunggu keringnya lama, belum sempat kering datang lagi (hujan, red),” keluhnya.

Walau demikian, pihaknya optimis 100 persen pengerjaan fisik tahun 2018 tercapai. Namun dia menegaskan, capaian 100 persen tak berarti suat program tuntas, semisal pembangunan jalan. Karena tahun ini ada pengerjaan jalan yang ditargetkan sekadar pembebasan dan pematangan lahan.

“Ada jalan yang dikerjakan bertahap. Artinya capaian itu terkait program tahun ini,” imbuhnya.

Menurutnya termasuk pengerjaan 11 ruas jalan utama, menurutnya tidak heran jika kahir tahun belum ada yang selesai.

“Memang pengerjaan jalan ada yang tidak tahun ini jadi. Bertahap,” pungkasnya. (iza)

Pemko Belum Punya Solusi Terkait Relokasi Pedagang Pasar Induk Jodoh

0
Pasar Induk.
foto: anwar saleh / batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum mendapati solusi terbaru terkait relokasi pedagang di Pasar Induk Jodoh.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zulkarnain mengungkapkan, padahal pihaknya bersama tim kordinasi revitalisi pasar induk yang melibatkan Muspida Batam kerap melakukan rapat.

“Sudah beberapa kali rapat tapi belum ada keputusan,” kata dia, kemarin.

Ia mengaku, pihaknya bersama tim terus melakukan cara terbaik akan relokasi pedagang.

“Rapat-rapat itu ditujukan untuk mencari solusi terbaik,” imbuhnya.

Namun, ia menegaskan jika pedagang tetap ngotot meminta lokasi yang lebih luas tidak sesuai dengan kemampuan Pemko Batam. Apalagi Pemko Batam tidak terkait lahan di Batam.

“Di situpun (lokasi yang disiapkan bersama swasta) lahannya terbatas, mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Zulkarnain mengaku, ketidak pastian relokasi berimbas pada target selesainya program pembangunan pasar, hanya saja ia menekankan pengaruhnya tidak siginifikan.

Karena sembari menunggu relokasi, segala kebutuhan lain, seperti melobi pusat tentang anggaran terus dilakukan.

“Bergeser jauh sih tidak. Cuman, kapan target relokasi kapan kami belum bia tentukan, nantikan ada tim terpadu juga,” terangnya.

Untuk diketahui, Pemko Batam telah mengajukan dana Rp 200 miliar ke pemerintah pusat guna pembangunan kembali pasar yang telah lapuk ini. Kelak pasar lima lantai itu akan menampung ribuan pedagang (termasuk Pedagang Kaki Lima) di seputar Jodoh dan Nagoya.

Sebelumnya, para pedagang menganggap kios yang disiapkan pemerintah dan swasta terlalu kecil dan belum laik jadi tempat berdagang, maka perlu renovasi kembali.

“Luasnya tiga meter, belum ada lantai dan pintu. Ini yang kami tidak terima,” kata Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Batam, Israel Ginting.

Sementara itu Sekretaris Satpol PP Kota Batam Fridkalter mengungkapkan, pedagang meminta waktu hingga Januari, hingga kemudian pindah sendiri.

“Ini sesuai surat yang masuk ke kami. Kami terus lakukan pendekatan persuasif dengan para pedagang,” pungkasnya. (iza)

Tim SAR Bawa 8 Kantong Jenazah ke RS Polri

0

batampos.co.id – Badan SAR Nasional (BASARNAS) Jumat (2/11/2018) pukul 21.45 WIB kembali membawa 8 kantong jenazah ke RS Polri.

Total jumlahnya menjadi 73 kantong, dengan rincian per 1 November 9 kantong, 31 Oktober 8 kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober 24 kantong.

“Delapan kantong tersebut dibawa dan diserahkan ke RS POLRI Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi,” ucap Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro melalui rilis yang dikirim ke batampos.co.id.

Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS POLRI akan terus dilanjutkan bersama pihak keluarga penumpang dan awak pesawat.

Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610.

Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan. (*)

 

Total 4 Korban Lion Air JT 610 Berhasil Diidentivikasi

0
Puing JT 610

batampos.co.id – Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI) berhasil mengidentivikasi  tiga jenazah penumpang JT-610, yaitu Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki).

Dengan demikian total menjadi empat yang sudah teridentifikasi, sebelumnya (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita). Demikian rilis dari manajemen Lion Air.

Konfirmasi tersebut diumumkan Jumat (2/11/2018) malam pukul 19.05 WIB setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI.

Lion Air malam ini secara resmi menyerahkan jenazah almarhum Chandra Kirana, almarhumah Monni dan almarhum Hizkia Jorry Saroinsong kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI).

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Corporate Safety Lion Air Group, Capt. Eduard Kallisto MP dan Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto.

Jenazah almarhum Chandra Kirana akan diberangkatkan menuju Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (3/ 11/2018) pukul 06.30 WIB. Untuk almarhumah Monni ke Sawah Besar, Jakarta Pusat dan almarhum Hizkia Jorry Saroinsong ke Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan,” tulis Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu Rp. 1.250.000.000.

Dditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4.000.000.

“Namun untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50.000.000,” imbuh Danang.

Tim DVI POLRI juga masih melaksanakan proses identifikasi mendalam yang melingkupi forensik dan tes DNA.

Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610.

Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan.

Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002.. (*)

HUT DPRD Batam ke 18, Rayakan Dengan Doa Dan Pengajian

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam genap berusia 18 tahun. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 ini diharapkan semakin memperkukuh tugas dan kinerja DPRD, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam yang maju dan berkembang.

“Lewat kegiatan ini kita juga berharap mengenang historis DPRD Batam,” kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Jumat (2/11).

Ulang tahun ke-18 DPRD Kota Batam jatuh pada 31 Oktober 2018. Namun perayaannya baru digelar Jumat (2/11) ini. Perayaan kali ini diisi dengan berbagai acara dan kegiatan, seperti senam, bedah mengaji kitab kuning dan doa bersama beserta pengajian.

Ketua DPRD Batam Nuryanto mengumumkan pemenang doorprize pada acara HUT DPRD Kota Batam ke 18, Jumat (2/11). F cecep Mulyana/Batam Pos

Senam bersama sendiri diikuti oleh seluruh instansi dan masyarakat. Dalam acara itu, masyarakat Batam dimeriahkan dengan bagi-bagi doorprize. Adapun hadiah yang diberikan berupa 3 unit sepeda motor, sepeda, televisi, lemari es, dan mesin cuci.

Nuryant menambahkan, setelah Ashar dilanjutkan dengan bedah mengaji kitab kuning. Disini anak-anak Kota Batam dan diuji langsung oleh par alim ulama dari Malaysia dan Singapura dan di dampingi oleh KH Muwafiq. “Guru kita adalah Pak Ustad Abdurahman yang akan menyampaikan,” ujar Nuryanto saat konfrensi pers setelah pembagian doorprize.

Anak-anak akan diuji bacaan kitab kuning Syarah Alfiah Ibnu Aqil, kitab yang telah berusia sekitar 800 tahun. Kitab kuning sendiri adalah istilah untuk kitab klasik yang merupakan warisan para ulama. Tulisan tanpa baris yang bersumber dari Alquran dan hadist berisi pesan-pesan keagamaan. Sebanyak 15 Anak yang selama sekitar 20 hari belajar kitab kuning tersrbut.

Kemudian, pada malam harinya dilanjutkan doa bersama dan pengajian yang dibawakan langsung oleh KH. Muwafiq.

Sementara itu, Ustad Abdul Rahman mengatakan orang beragama dituntut harus paham dengan agamanya. Insan paripurna adalah alim intelektual yang berkepribadian Indonesia. Ia berharap anak-anak Batam menjadi insan-insan yang paripurna.

Lewat kgiatan ini sekaligus mengajakak masyarakat kembali ke Ketuhanan dengan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Apalagi Kota Batam sebagai centralnya melayu dan Islam.

“Batam harus menjadi central islam yang moderen dan berbudaya,” katanya. (rng)

Pelajar SMK Ikuti Penguatan Pendidikan Karakter

0

batampos.co.id – Sebanyak 300 siswa dari tujuh SMK di Kota Batam ikut pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Pelatihan dilaksanakan di SMK I Batam di Batuaji. Pelatihan yang didanai oleh pemerintah pusat ini bertujuan untuk menguatkan karakter siswa sebagai calon generasi penerus bangsa yang cinta NKRI, memusuhi narkoba dan paham radikalisme serta junjung tinggi kesatuan dan persatuan Bangsa.

Ketua panitia pelaksana pelatihan Muhammad Hudawi dari SMKN I Batam menga-takan, pelatihan ini berlangsung selama empat hari. Dimulai, Kamis (1/11). Materi pelatihan meliputi kepemim-pinan, kepramukaan, anti radikalisme, antinarkoba dan cinta NKRI dengan mengha-dirkan narasumber yang berkom­peten.

”­Pemateri dari Kesbangpol dan Linmas Kota Batam, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kodim 0316 Batam dan juga beberapa narasumber lainnya seperti anggota DPD RI Hardi Selamat Hood,” kata Hudawi.

Peserta pelatihan ini dari SMKN I, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMK Muhamma-diyah, Teladan dan Kolose Batam. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diberi nama-nama para Pahlawan.

”Setiap sesi (perhari), mereka langsung diberi tugas untuk buat sebuah karya sesuai dengan materi yang mereka dapatkan. Misalkan hari ini tentang NKRI, besok mereka harus siapkan karya tentang NKRI sebelum masuk ke materi berikutnya,” ujar Hudawi.

Ini dilakukan agar peserta pelatihan benar-benar fokus dan paham tentang materi yang dibawakan oleh narasumber.
Latihan ini dibuka Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Arif Salman. Dalam arahannya Arif yang mewakili Kadisdik Kepri Muhammad Dali menyambut baik pelatihan tersebut.

Pelatihan PPK dianggap penting untuk membentuk karakter dasar para siswa sebagai calon generasi penerus bangsa.

”Pelatihan ini sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 87 tahun 2017 tentang pendidikan katakter. Goalnya untuk cetak generasi emas di masa yang akan datang,” ujar Arif.

Pelatihan karakter siswa kata Arif, tengah gencar dijalankan pemerintah pusat sebagai bekal bagi generasi mudah menghadapi gencarnya kemajuan teknologi.

”Jadi begini, kemajuan teknologi tak bisa dibendungi. Mau tak mau kita harus ikut. Yang kita pelajari sekarang belum tentu sama dengan 10 atau 20 tahun yang akan datang. Padahal itu masa emasnya kalian,” ujar Arif.

”Upaya yang dilakukan pemerintah untuk siasati itu tentu dengan pembentukan karakter seperti ini agar generasi mudah tidak melupakan sejarah, agama dan siapa kita sebenarnya. Bisa jadi nanti semua dikerjakan robot dan jika benar tentu manusia akan lupa akan segala hal sebab semuanya dikerjakan robot. Kita tak mau itu terjadi sehingga butuh pelatihan-pelatihan seperti ini sekarang,” terang Arif lagi.(eja)

Penampungan Terdakwa Illegal Fishing Tak Layak

0

batampos.co.id – Komisioner Kejaksaan, Yuni Akta Manalu menilai tempat penampungan sementara pelaku illegal fishing di Kejari Natuna sudah tidak memadai lagi.

Tingginya angka kasus illegal fishing di Natuna menyebabkan tempat penampungan sementara yang disiapkan hanya untuk 11 orang ini, sudah melebih kapasitas.

”Sudah tidak manusiawi, penghuninya ramai, tempatnya sempit. Memang di Kejaksaan belum punya tempat khusus warga negara asing yang dituntut pidana,” kata-nya, kemarin.

Ia mengaku telah menyusun kajian dan telaah lapangan terkait tempat pe­nam­pungan sementara terdakwa illegal fishing untuk segera diusulkan ke Kejagung.

”Kami akan usulkan ke Kejagung, kami menyusun usulannya dulu,” ujar Yuni.

Kajati Kepri, Asri Agung Putra juga mengatakan hal yang sama. Dampaknya, kata dia, berpengaruh pada kelancaran kerja Kejari Natuna, lantaran para terdakwa ditampung di kantor Kejari.

”Betul, kita bisa lihat sendiri seperti apa keadaannya. Mereka banyak yang ditempatkan di luar penampungan seperti di aula dan teras kantor. Tadinya kita mau mengadakan acara di aula, tapi tidak jadi karena ditempati terdakwa nelayan asing,” ungkapnya, kemarin.

Ia berharap Komisioner Kejaksaan dapat memfasilitasi dan memberikan data dan masukan kepada Kejagung agar kondisi ini segera bisa diatasi.

”Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat kami selesaikan. Komisioner Kejaksaan nanti yang menyampaikannya,” ujar Kajati saat kunjungan kerja di Natuna.(arn)

Kota Batam Segera Punya Perda HIV/AIDS

0

batampos.co.id – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan HIV/AIDS usulan Pemerintah Kota (Pemko) Batam masuk di program prioritas DPRD Kota Batam tahun 2019. Ranperda ini dianggap penting mengingat tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kota Batam saat ini.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Sukaryo mengatakan, usulan Ranperda itu merupakan usulan atau inisiasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah persoalan yang ada di masyarakat.

“DPRD mendukung dan kita tetapkan di program prioritas tahun 2019,” katanya, Kamis (1/11/2018).

Sukaryo berharap ranperda ini nantinya meminimalisir ataupun program promotif dan preventif dalam penanggulangan HIV/AIDS. Serta adanya kewajiban pemerintah untuk menyediakan pusat rehabilitasi bagi penderita HIV/AIDS. Termasuk juga sanksi bagi pelaku penyebar virus tersebut.

“Salah satunya adalah komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT),” tegas dia.

Menurutnya, kondisi penyebaran maupun penderita HIV/AIDS di Batam sudah sangat menghawatirkan. Dan perlu upaya penanganan pemerintah

“Infonya, sekitar 10 ribuan penderita HIV/AIDS di Batam. Termasuk di antara mereka yang rentan adalah masyarakat yaitu LGBT,” tutur politikus PKS itu.

Pemerintah daerah harus hadir menyosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS dan menggandeng semua pihak, mulai yang terkecil seperti keluarga, RT, RW, lurah hingga instansi di pemerintahan.

“Karena ini sudah bahaya. Yang kita tahu karena mereka melapor dan dirawat. Lalu bagaimana yang tidak melapor. Jangan-jangan generasi kita sudah banyak yang kena HIV/AIDS,” jelasnya.

Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus HIV/AIDS di Batam terus meningkat karena penularan dan penyebarannya sangat cepat dan meluas tanpa mengenal usia, status sosial. Sehingga perlu upaya penanggulangan yang maksimal, komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan. (rng)

TPA Punggur Minim Alat Berat

0
TPA punggur.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembuangan sampah masyarakat Kota Batam ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur belum maksimal karena minimnya alat berat. Hal ini diungkapkan Ruslan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Ia mengeluhkan terkendalanya pemrosesan akhir sampah TPA Punggur.

“Kalau dibilang overload, memang benar. Bisa dibayangkan kalau petugas harus melayani sampah perhari yang mencapai 1.000 ton,” katanya, Kamis (1/11/2018).

Diakui Ruslan, sering terganggu proses penimbunan atau pengurukan tanah yang disebabkan minimnya peralatan yang dibutuhkan. Saat ini hanya ada satu buah buldozer dan satu unit alat berat jenis beko. Minimnya peralatan tersebut banyak menimbulkan kendala dalam memaksimalkan pelayanan sampah di TPA.

“Sementara luas TPA mencapai 23 hektare dengan sampah kurang lebih 1.000 ton setiap hari,” tuturnya.

DPRD Batam menggelar sidak di TPA Punggur menyebutkan, tiap harinya ada sekitar 120 lori armada yang melakukan dumping pembuangan sampah.

“Memang alatnya terbatas, kita dengar dari pegawai disana, rata-rata DLH menjemput sampah masyarakat 4 trip setiap harinya,” kata Amintas, anggota DPRD Batam.

Minimnya alat berat di TPA Punggur, lanjutnya, menjadi masalah tersendiri bagi Pemko Batam. Apalagi TPA Punggur menjadi satu-satu tempat pembuangan sampah masyarakat Batam.

“Kalau salah satu alat ini rusak maka dipastikan pelayanan persampahan di Kota Batam akan menjadi terganggu,” sebut Amintas.

Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan keberadaan alat berat tersebut. Salah satunya dengan menganggarkan pengadaan atau penambahan alat berat.

“Proses dumping itu harus mengikuti aturan yang ditetapkan. Truk pengakut sampah akan terganggu jika dozer pendorong sampah rusak,” ucapnya.

Amintas menambahkan, terkait apa yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait adanya 53 armada pengakut sampah rusak, hal itu benar adanya. Karena dari sidak juga diketahui, banyak mobil operasional pengakut sampah perlu perbaikan, perawatan dan bahkan perlu diganti dengan armada baru.

“Oleh karena itu ketika DLH mengajukan tambahan biaya perawatan kendaraan operasional sampah, maka perlu anggaran yang prima. Tanpa alat penunjang pelayanan persampahan tak akan maksimal,” tuturnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi III, DLH juga menyebutkan banyak bin kontainer sampah yang rusak dan tidak berfungsi. Hal ini tentu tidak diterima mentah oleh legislatif, namun setelah di kroscek di lapangan hal ini juga benar adanya. Sehingga kerusakan-kerusakan ini menyebabkan pengelolaan sampah menjadi terganggu.

“Makanya wajar DLH mengajukan tambahan anggaran,” jelasnya. (rng)

Thailand Berencana Melegalkan Ganja

0
ilustrasi

batampos.co.id – Thailand berencana menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan ganja untuk keperluan medis dan sekaligus memanfaatkan pasar ganja yang sedang berkembang, demikian Agence France-Presse melaporkan seperti dikutip TIME.

Menurut seorang pejabat Thailand, rancangan RUU sekarang di bawah pertimbangan mengusulkan memungkinkan ganja untuk tujuan pengobatan, perubahan yang cukup besar di negara dengan undang-undang perdagangan narkoba yang ketat.

Jet Sirathraanon, ketua komite kesehatan masyarakat dari Majelis Legislatif Nasional Thailand, menekankan bahwa mariJuana akan legal “untuk pengobatan saja, bukan untuk rekreasi.”

Namun dia menambahkan bahwa melegalkan obat itu bisa menjadi keuntungan ekonomi dan “kesempatan bagi orang Thailand.”

Pasar ganja medis global bisa mencapai $ 55,8 miliar pada 2025, menurut analisis yang diterbitkan tahun lalu oleh Grand View Research.

Jet mengharapkan Thailand bisa meraih pangsa pasar multi-miliar dolar dengan apa yang ia sebut sebagai “ganja terbaik di dunia.”

Selama tahun 1980, Thailand adalah salah satu eksportir terbesar di dunia ganja, Bloomberg melaporkan.

Langkah ini akan memungkinkan Thailand untuk mengambil keuntungan dari industri yang berkembang pesat, yang menjanjikan untuk membantu pasien yang menderita kondisi seperti radang sendi, migrain dan kanker.

Thailand akan bergabung dengan kelompok bangsa yang sedang berkembang adalah obat ini legal untuk penggunaan medis, termasuk Australia, Jerman, Israel dan Kanada. Tetangga utara Amerika baru-baru ini melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasi,dan memaafi mereka yang dihukum karena kepemilikan ganja di masa lalu. Ganja medis saat ini legal 31 negara bagian AS, Distrik Columbia, Guam dan Puerto Riko, menurut Konferensi Nasional Negara Legislatif.

Untuk saat ini, ganja tetap ilegal di Thailand, dengan hukuman berat bagi mereka yang dihukum karena perdagangan narkoba. Seorang penyelundup terkemuka dari negara tetangga Laos dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Bangkok pada Maret, AFP melaporkan. Dia awalnya telah menghadapi hukuman mati.

Junta militer Thailand yang berkuasa sebelumnya telah memperdebatkan reformasi narkoba tanpa banyak keberhasilan, dan penjara negara itu penuh sesak dengan orang-orang yang dihukum karena pelanggaran narkoba kecil.

Thailand juga bukan satu-satunya negara di kawasan itu yang mengamati reformasi ganja dan mungkin memiliki persaingan di Korea Selatan.Seoul juga telah mulai mengamandemen undang-undang narkotika untuk melegalkan impor produk marijuana medis, Korea Herald melaporkan pada bulan Juli. (*)