batampos.co.id – Acara funbike night dan funwalk Batam Pos-Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan digelar pada Sabtu-Minggu (24/25) mendatang menjanjikan banyak keuntungan. Selain dapat menikmati keseruannya, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah-hadiah yang fantastis.
“Ramaikan, nikmati keseruannya dan raih hadiahnya,” kata penanggung jawab acara fuibike night, Herianton, Minggu (4/11/2018).
Heri menyebut, untuk acara funbike night tersedia hadiah utama berupa sepeda motor. Ada juga hadia frame sepeda dan belasan hadiah menarik lainnya. Untuk ikut event ini, peserta cukup mendaftar dengan biaya Rp 75 ribu. Funbike night akan digelar pada Sabtu (24/11) malam.
Sedangkan acara funwalk akan digelar pada Minggu (25/11) pagi. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa satu unit mobil. Juga ada puluhan hadiah menarik lainnya. Biaya pendaftaran hanya Rp 25 ribu per orang.
“Ayo segera mendaftar, masih ada waktu beberapa hari lagi,” tambahnya.
Selain mendatangi kantor Batam Pos, calon peserta bisa mendaftar melalui online. Selain itu, peserta juga bisa mendaftar di sejumlah outlet pendaftaran yang sudah disebar di sejumlah titik di Batam.
Kabar baiknya, bagi yang mendaftar secara berkelompok di atas 10 orang, baik dari komunitas, corporate ataupun perusahaan, tiketnya akan diantarkan langsung oleh panitia. Termasuk jersey, baik untuk funbike maupun funwalk.
“Dengan peserta lebih dari 10 orang berkesempatan untuk ditampilkan di koran foto kelompoknya. Semakin banyak anggotanya semakin besar kesempatan tampilnya,” kata Heri. (iza)
Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi di Indonesia dengan wilayahnya sekitar 95% merupakan lautan dan hanya 5% merupakan wilayah daratan. Hal ini mempengaruhi ekosistem yang ada di provinsi ini. Beberapa jenis tanaman yang ada di Provinsi Kepulauan Riau memiliki performa yang berbeda dengan wilayah lain, sehingga diduga merupakan sumberdaya genetik setempat salah satunya Durian.
Di Indonesia ditumbuhi sekitar 20 spesies durian dari jumlah total 28–30 yang ada di dunia.
Tercatat ada sembilan jenis Durio di Indonesia yang dapat dimakan, masing-masing adalah
Durio dulcis (lahong),
D. excelsus (apun),
D. grandiflorus (sukang),
D. graveolens (tuwala),
D. kutejensis (lai),
D. lowianus (teruntung),
D. oxleyanus (kerantungan),
D. testudinarum (durian sekura) dan
D. zibethinus (durian).
Enam jenis diantaranya telah dibudidayakan oleh penduduk, seperti:
D. dulcis,
D. grandiflorus,
D. graveolens,
D. kutejensis,
D. oxleyanus, dan
D. zibethinus (Siregar,2006; Uji,2005; Wiryanta, 2008).
BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau mempunyai tugas dan fungsi salah satunya mengetahui keberadaan dan mengamankan sumberdaya genetik tanaman pertanian di Provinsi Kepulauan Riau, Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan penelitian/kajian inventarisasi dan karaktarisasi sumber daya genetik. inventarisasi merupakan kegiatan mendata dan mencari jenis varietas maupun spesies lokal tertentu guna mengamankan dari kepunahan.
Langkah ini diperlukan guna menyelamatkan varietas maupun spesies lokal dan kerabat liar yang semakin terdesak keberadaannya, akibat semakin intensifnya penggunaan varietas dan spesies unggul baru. Karakterisasi merupakan kegiatan dalam rangka mengidentifikasi sifat-sifat penting yang bernilai ekonomis, atau yang merupakan penciri dari varietas maupun spesies yang bersangkutan.
Karakter yang diamati dapat berupa karakter kualitatif maupun kuantitatif dari varietas maupun spesies tersebut. Sala satu hasil pada inventarisasi sumberdaya genetic adalah ditemukan Durian daun.
Masa pembungaan tanaman durian Daun terjadi pada bulan April. Warna bunga durian Daun adalah putih kekuningan. Bentuk bunga durian Daun berbeda dengan kerabatnya Durio zibethinus, yaitu lebih membulat dengan posisi putik terhadap benang sari sejajar.
Daun durian Daun berbentuk elip, dengan pangkal daun mendatar. Menurut Hardiantono (1992) dalam Yuniarti (2011), daun durian berbentuk elips hingga bulat telur dengan tangkai dan pangkal daunnya berbentuk bulat. Warna permukaan daun bagian atas hijau muda, sementara bagian bawah berwarna putih hijau kecoklatan. Warna daun suatu jenis tumbuhan dapat berubah menurut keadaan tempat tumbuhnya dan erat sekali hubungannya dengan persediaan air dan makanan serta penyinaran (Tjitrosoepomo, 2005).
Gambar 1. Daun, buah dan bunga durian Daun di Kabuapten Bintan
Buah durian Daun berbentuk bulat seperti bola dengan bobot kurang dari 1 kg. Warna buah hijau dari muda sampai buah masak dan jatuh dari pohon. Duri pada durian Daun lebih panjang dibandingkan durian biasa (D. zibethinus), kondisi ini menguntungkan karena hewan seperti tupai kurang menyenanginya. Berdasarkan wawancara dengan pemilik pohon durian Daun, produksi buah per pohon rata-rata 400 buah. Jika rata-rata bobot perbuah durian Daun 0,5 kg, berarti produksinya 200 kg/pohon/tahun. Buah durian Daun yang baru jatuh dari pohon, agak sulit dibuka sesuai garis juring, sehingga untuk memudahkan membukanya ditunggu 1 hari setelah buah jatuh.
Daya simpan buah durian daun relatif lebih lama dibandingkan kerabatnya D. zibethinus, tanpa mengurangi kualitas dari daging buah. Hal ini merupakan potensi dalam penyimpanan untuk pendistribusian durian Daun ke wilayah yang jauh dari wilayah produksi. Saat ini buah durian Daun baru dipasarkan di sekitar wilayah produksinya, dengan harga Rp. 15.000-25.000,-./buah.
Durian Daun berpotensi untuk dijadikan sebagai buah komersial dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas, akan tetapi saat ini sebagian masyarakat di luar Kabupaten Bintan kurang mengenal durian ini. Performans durian ini yang mungil memungkinkan untuk menjadikannya sebagai buah meja cukup untuk 1 orang per buah.
Hasil analisis kandungan nutrisi daging buah durian Daun yang terdapat di Kabupaten Bintan disajikan pada Tabel 4. Komponen analisis nutrisi diantaranya adalah kandungan vitamin C, β karoten dan total padatan terlarut (total soluble Solid/TSS). Kandungan vitamin C dan β karoten pada buah durian Daun berturut-turut adalah 111.09 mg/100 gr dan 41.57 µg/100 gr .
Sementara TSS durian Daun adalah 33.800Brix. Kandungan vitamin C daging buah durian Daun tergolong tinggi yaitu 111.09 mg/100 gr. Vitamin C memiliki peranan penting dalam tubuh manusia, diantaranya sebagai antioksidan zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Konsumsi vitamin C yang dibutuhkan oleh manusia rata – rata 60 mg per hari (Hernani dan Rahardjo, 2006).
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Daging Buah Durian Daun di Kabupaten Bintan BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau membangun sistem informasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak lokal Kepulauan Riau yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pemuliaan.
Kerjasama dengan pemerintah daerah, petani, kelompok tani, masyarakat akan memberikan kepastian dalam informasi sumberdaya genetik.
Manfaat langsung yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah terkarakterisasinya kekayaan SDG lokal baik jumlah, jenis, sifat morfologi, lokasi dan pemanfaatannya, sehingga dapat tersusun suatu sistem informasi SDG lokal tersebut yang memudahkan dalam pelestariannya.
Manfaat lainnya terhadap bidang pemulian tanaman adalah sebagai sumber genetik untuk perakitan varietas dan spesies dengan berbagai keunggulan yang dimiliki SDG tanaman di Kepulauan Riau. Serta berdampak dalam membantu petani menjaga keberadaan tanaman lokal secara in-situ serta mengkonservasinya secara ex-situ. (Robinson Putra/BPTP Balitbangtan Kepri)
BAGAIMANA jika tiba-tiba ada suara tuuut saat acara penting? Pasti canggung bagi orang sekitar. Namun, teknologi terbaru dari Inggris bisa mengurangi rasa malu bagi si pelaku kentut.
Shreddies, perusahaan pakaian asal Inggris, baru saja meluncurkan jins flatulence alias perut kembung. Celana ini dilengkapi lapisan karbon yang menjamin zat bau tidak akan keluar dari pantat.
’’Ini akan memberi perlindungan dan kebebasan bagi seseorang di tempat umum.” Begitu pernyataan perusahaan menurut Daily Mirror.
Sayang, harga celana ini cukup mahal. Untuk sepasang celana, konsumen harus membayar 100 pound sterling (Rp 1,9 juta). Itu pun tak menyelesaikan seluruh masalah. Suara kentut masih bisa terdengar jelas.
Jadi, si pemakai harus tetap punya jurus ngeles. Begitu suara kentut terdengar, langsung saja berteriak, ’’bukan saya, bukan saya.” (bil/c17/ttg)
Warga memadati kantor Catatan Sipil, Kota Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji masih tergolong minim. Dari enam kelurahan yang tergabung dalam satu kecamatan tersebut.
Pelayanan pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji hanya sebagai penghubung dari kepengurusan masyarakat kemudian diserahkan ke Disdukcapil.
Pantauan Batam Pos di kecamatan Batuaji, layanan pengurusan akta lahir masih sepi. Operator layanan akta lahir Joni Simamora mengatakan sudah hampir sepekan terakhir pelayanan pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji hanya 10 sampai 25 Kartu keluarga perhari. Jumat (2/11).
“Sehari bisa mencapai 25 orang yang datang, empat atau limanya pasti ada yang tidak mempunyai e-KTP,” ujarnya
Situasi hampir serupa ada di Polsek Batuaji yang membuka layanan pengurusan akta lahir. Layanan tersebut masih sepi belum ada masyarakat yang hendak mengurus akta lahir. Dalam pelayanan ini Polsek Batuaji hanya sebagai jembatan yang menampung berkas pengurusan dari masyarakat kemudian diserahkan ke Disdukcapil. Yang berwenang mengeluarkan akta lahir tetap dari Disdukcapil Batam.
Kasi umum polsek Batuaji Bripka Roni Arzon mengaku dalam sehari tidak banyak masyarakat yang mengurus akta lahir hanya lima orang saja bahkan tidak ada dalam sehari. layanan sudah berjalan maksimal, namun, tetap saja ada yang tidak bisa kami layani karena tidak memiliki berkas yang lengkap salah satunya e-KTP sesuai dengan persyaratan dari Disdukcapil. Sabtu (3/11).
“Ada saja berkas yang kurang lengkap, layanan sudah berjalan maksimal,” ujarnya .
Tingkat pelayan di polsek Batuaji selalu ditingkatkan dengan berkoordinasi dengan warga yang ingin mengurus akta lahir dengan cara, warga meninggalkan nomer telepon atau handphone apabila pengurusan akta lahir sudah selesai. namun, ada saja yang warga yang tidak mengikuti aturan yang ada.
batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan izin kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengoperasikan floating storage unit (FSU).
Selama ini, FSU sama sekali tidak pernah dimanfaatkan. Padahal potensinya sangat besar untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor maritim di Batam.
“Secara prinsip, Kemenhub telah mengeluarkan izin operasi FSU pada BP Batam. Kegiatannya nanti berupa ship to ship yang selama ini tak pernah dimanfaatkan,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, Sabtu (3/11).
FSU adalah semacam pom bensin terapung lepas pantai. Sebelumnya, BP sudah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Agra Telaga Kajayan pada Maret lalu.
Isi kerjasama itu terkait pengelolaan dan pengoperasian FSU di perairan lepas Pelabuhan Batuampar. Setidaknya ada tujuh titik perairan di Batam yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan alih muat kapal dan FSU hingga saat ini.
“Dengan diterapkan FSU, maka alih muatan kapal tidak harus bersandar di pelabuhan. Prosesnya bisa dilaksanakan di lepas pantai yang masih masuk dalam wilayah perairan Indonesia,” ungkapnya.
Pengembangan FSU menjadi salah satu wacana dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar. Proses pengembangan sendiri akan direncanakan dalam dua tahapan. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kapasitas pelabuhan dari 400 ribu TEUs menjadi 3,1 juta TEUs. Sedangkan target konstruksi akan dimulai pada tahun 2019 dan target operasi pada tahun 2021.
“BP telah merencanakan proses pengembangan pelabuhan dan sudah menawarkan proyek kepada investor potensial. Kemudian BP juga menawarkan proses Joint Operation Scheme dengan pemberian konsesi setelah proses investasi. Hal ini kami usulkan melalui kerjasama konsorsium dengan PT. Pelindo I selaku partner dari BP Batam.” pungkas Dwi. (leo)
Tim Basarnas ketika melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Basarnas mengkonfirmasi saat ini sudah ada 26 kantong jenazah. (Derry Ridwansyah/JawaPos.com)
batampos.co.id – Minggu (4/11/2018), total 105 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 sudah ditemukan dan diserahkan ke Rumah Sakit Polri untuk diidentifikasi.
“Dari data yang dikirimkan kepada kami, untuk tambahan kantong kemarin sampai tadi malam tambah tiga puluh dua. Jadi semuanya ada seratus lima kantong jenazah,” ujar Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Jakarta, Kombes Hariyanto saat menggelar konferensi pers di kantornya, Minggu (4/11/2018).
Sejumlah 32 kantong jenazah yang datang semalam pun saat ini sedang menjalani pemeriksaan di bagian post mortem, Tim DVI Mabes Polri. Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 255 data ante mortem yang diserahkan pihak keluarga.
Dari 255 itu, terdiri dari 212 di RS Polri dan 43 keluarga di posko ante mortem di Pangkalpinang. Setelah diverifikasi, data ante mortem tersebut mengerucut menjadi 189 laporan keluarga.
“Yang diambil DNA-nya ada seratus delapan puluh tiga, jadi sepertinya semua sudah diambil, kenapa ada selisih karena di situ ada beberapa penumpang satu keluarga, ante mortem cuma satu. Sudah komplit semuanya,” jelas Hariyanto.
Terkait perkembangan identifikasi, kata dia menunggu hasil pemeriksaan DNA yang rencananya keluar hari ini. “Kalau hari ini ada hasilnya, kita akan rekonsiliasi, doa kita bersama, hasil cepat dengan hasil terbaik,” pungkasnya.
Warga yang ditemukan tergantung di kamarnya ketika akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri. (Dok. Polsek Galang)
batampos.co.id – Amelia, 16, mendapati suaminya Rajani, 21, mati tergantung di rumah.
Mereka ialah warga Kampung Cate, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Rajani mati tergantung, Sabtu (3/11/2018) sore.
Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati menjelaskan, perisitiwa itu pertama kali diketahui oleh Amelia. Ia menemukan suaminya tergantung. Melihat hal itu, Amelia pun langsung histeris sehingga mengundang kedatangan warga lain.
“Istrinya berusaha menolong, namun sudah tidak bisa karena suaminya sudah meninggal saat tali dipotong,” kata AKP Heri ketika dihubungi pada Minggu (4/11/2018).
Warga yang datang langsung berupaya menenangkan Amelia dan membawa Rajani yang saat itu telah meninggal ke ruang tamu rumah tersebut. Selanjutnya, Heri yang langsung datang ke lokasi kejadian, bersama jajaran unit Reskrim Polsek Galang, melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
Jenazah Rajani pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan tindakan lanjutan. Dari keterangan istrinya, sebelum menemukan Rajani tergantung di kamarnya, mereka berdua sempat berbincang.
“Dalam obrolan yang dilakukan di kamarnya itu, Rajani sempat mengatakan ingin bunuh diri. Namun Amelia mengaku tidak menghiraukan kata-kata yang diucapkan suaminya,” paparnya.
Selang beberapa saat, Amelia yang ketika itu keluar dari kamar tidur tidak lagi mendengar suara dari sang suami. Penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya, Amelia masuk ke kamar dan mendapati lelaki kelahiran 27 Juli 1997 telah tergantung.
Dari keterangan lanjutan yang dihimpun, Heri mengatakan, pasangan suami istri yang belum lama menikah ini sering terlibat cekcok.
“Namun hal itu masih dalam tatanan wajar, yang tidak disangka akan berakhir dengan tindakan seperti yang terjadi saat ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan AKP Heri, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Rajani memilih gantung diri.
“Penyebab pasti belum bisa kita pastikan, masih akan kita proses lagi,” kata Heri lagi.
batampos.co.id – Pengusaha Batam menentang keinginan Pemko Batam yang menerapkan perpanjangan IMTA minimal satu tahun mulai awal November ini.
“Keinginan Pemko tersebut selain melanggar aturan juga akan menimbulkan pukulan bagi investor yang ada di Kota Batam. Sebab banyak TKA hanya untuk beberapa bulan saja masa diharuskan membayar setahun penuh. Jelas tidak adil bagi perusahaan,” kata Plt Apindo Batam Rafki Rasyid, Sabtu (3/11).
Keinginan Pemko tersebut bertentangan dengan Permenaker Nomor 10 Tahun 2018 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing. Dalam peraturan tersebut, diatur bahwa TKA yang dipekerjakan untuk satu bulan maka dana kompensasi penggunaan (DKP) TKA cukup dibayar satu bulan saja.
“Jadi bukan satu tahun seperti keinginan Pemko Batam. Ini ada di pasal 25 Permenaker tersebut,” ucapnya.
Apindo mendukung setiap usaha pemeirntah untuk menambah pendapatannya, tapi lebih baik jika dengan meningkatkan kualitas pekerja di Batam melalui pelatihan.
“Kita imbau agar Pemko ikut mengeluarkan kebijakan lebih pro kepada investasi agar perekonomian pulih dari keterpurukan. Bukan malah membuat kebijakan yang memberatkan,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Batam mulai memberlakulan perpanjangan IMTA minimal satu tahun mulai awal November ini.
“Betul. Jadi tak ada lagi perpanjangan tiga atau enam bulan, langsung satu tahun,” kata Kepala DPMPTSP Batam, Gustian Riau, Jumat (2/11/2018).
Ia menyebutkan peraturan ini secara tidak langsung bisa mendongkrak pendapatan dari pekerja asing yang bekerja di Batam. Saat ini ada 2.800 pekerja asing dari seluruh dunia yang tercatat di DPMPTSP.
“Meskipun mereka kerja tiga bulan mereka tetap bayar satu tahun. Ini bearti ada peningkatan biaya yang diterima,” ujarnya.(leo)
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mengusulkan pembangunan ruang instalasi gawat darurat (IGD) untuk Puskesmas Tibanbaru tahun 2019 mendatang.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi mengatakan tahun depan pihaknya telah mengusulkan peningkatan infrastruktur khususnya pelayanan kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah meskipun tengah defisit. Dinkes masih diberikan anggaran untuk pembangunan IGD,” kata dia, Sabtu (3/11/2018).
Ia menjelaskan pembangunan IGD tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 sebesar Rp 3.5 miliar.
“Yang kami ajukan ada beberapa pembangunan. Namun hanya ini yang disetujui,” kata mantan Direktur RSUP Bintan ini.
Penambahan infrastruktur ini akan meningkatkan layanan yang ada di Puskesmas Tibanbaru mendatang. Saat ini kurang lebih 19 puskesmas yang telah beroperasi. Dua diantaranya merupakan puskesmas yang dibangun 2017 lalu dan belum berjalan dengan maksimal.
“Untuk itu kami mencoba meraih bantuan dari DAK ini karena APBD terbatas,” lanjutnya.
Selain peningkatan tersebut, tahun depan Dinkes juga berencana menambah armada puskesmas keliling dan mobil ambulance. Didi mengungkapkan beberapa armada memang membutuhkan pembaharuan karena termakan usia.
“Totalnya saya lupa. Yang jelas kami ada usulkan untuk pembelian armada baru,” imbuh pria yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan ini. (yui)
batampos.co.id – Pendaftaran peserta Fun Bike Night dan Fun Walk yang digelar Batam Pos, 24-25 November mendatang, sudah mulai dibuka.
Bahkan dalam memudahkan masyarakat untuk ikut serta, pihak panitia membuka pendaftaran di berbagai tempat.
Asisten Manajer EO Batam Pos Ismanto mengatakan, sejak pendaftaran dibuka Oktober lalu, respon masyarakat menunjukkan progres cukup baik. “Sampai saat ini untuk Fun Bike Night sudah ada 300 peserta, sedangkan Fun Walk sudah di angka 2 ribu,” ujar Ismanto, Sabtu (3/11).
Ia menjelaskan, dua acara yang menggandeng BP Batam itu dirangkai dengan beragam acara lainnya seperti senam Zumba, bazar kuliner, live band, atraksi komunitas, games, hingga pengundian doorprize. “Beragam hadiah juga sudah dipersiapkan mulai dari mobil, motor, produk elektronik, frame sepeda, dan banyak lagi,” sebutnya.
Dalam sisitem pengundian, lanjut Ismanto, panitia menerapkan kupon berhadiah yang tidak berlaku bagi karyawan Batam Pos dan BP Batam. Termasuk juga kepada garis keturunan karyawan yang bersangkutan, yakni orangtua, suami/istri, dan anak. “Karena hadiah yang disediakan benar-benar ditujukan kepada masyarakat yang ada di Batam, di luar dari pihak penyelenggara,” jelasnya lagi.
Diketahui, Fun Bike Night akan digelar Sabtu (24/11) mendatang, dimulai pukul 19.00 WIB. Peserta akan melewati rute dari Kantor BP Batam, menuju Bundaran Madani, Simpang Gelael, Simpang Jam dan belok kiri melewati Anggrek Mas, Simpang Kepri Mall, dan kembali menuju titik akhir di Bundaran BP Batam.
Sedangkan Fun Walk di mulai pukul 06.30 WIB dengan titik kumpul di depan Gedung Graha Pena, Batamcenter. Rute yang dilalui melewati Bundaran BP Batam ke arah Lotte Mart, menuju My Mart, dan balik melewati Jalan Raja Haji Fisabilillah, dan kembali kumpul di depan Gedung Graha Pena.
“Di rangkaian Fun Walk ini juga akan ada pemecahan Rekor MURI dalam penggunaan aksesori berbahan koran,” tutur Ismanto.
Dengan biaya pendaftaran Rp 75 ribu untuk Fun Bike Night, dan Rp 25 ribu untuk Fun Walk, peserta sudah mendapatkan jersey/kaos, snack, kupon undian, juga lampu untuk sepeda. Menariknya, setiap peserta yang mendaftar secara tim minimal 10 peserta, akan mendapat gratis 1 peserta dan panitia siap ‘jemput bola’.
Ia kembali mengimbau agar masyarakat di Batam dapat ikut serta dalam kegiatan dua hari bersama Batam Pos dan BP Batam tersebut.
“Anda dapat menghubungi nomor panitia yang tertera di Koran Batam Pos maupun poster yang tersebar di berbagai tempat umum, atau dapat langsung mendaftar di bagian informasi Batam Pos lantai 2 Gedung Graha Pena, Batamcenter,” ucapnya mengakhiri. (nji)