Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11579

Hendak Terbang, Pesawat dari Hang Nadim Batam Harus Minta Izin ke Singapura

0
Suasana Bandara Hang Nadim.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id Flight Information Region ( FIR) di sebagian besar wilayah Kepri, masih dikelola oleh pihak Singapura. Rencana kembalinya pengelolaan FIR ini ke pangkuan ibu pertiwi, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya yakni Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim, Suwarso.

“Banyak keuntungan yang didapat, apabila FIR dikelola Indonesia,” katanya, Kamis (3/1)

Keuntungan yang didapat ini, kata Suwarso tidak hanya dirasakan pengelola bandara saja, tapi juga maskapai maupun pihak pengelola navigasi udara Indonesia.

“Kemudahan, itulah keuntungan yang kita dapat,” ucapnya.

Ia mengatakan FIR dikelola Indonesia, maka pihak maskapai tidak perlu lagi meminta izin untuk lepas landas ke Singapura. Ia mencontohkan, saat penumpang pesawat telah selesai boarding dan siap tinggal landas. Namun karena belum ada izin pihak Singapura, pesawat harus menunggu beberapa lama. Padahal pesawat tersebut hanya menjalani rute domestik, bukan internasional.

“Mungkin ada beberapa penumpang merasakan menunggu lama di ujung landasan atau di apron. Dan Pesawat ditumpangi tidak terbang-terbang dalam beberapa menit. Pasti bertanya-tanyakan, padahal tidak ada pesawat yang turun atau sedang berada di landasan pacu. Penyebabnya itu yakni menunggu izin dari otoritas Singapura,” ungkap Suwarso sembari tersenyum.

Suwarso mengatakan bahwa penerbangan di Singapura sangat padat, sehingga kadang pengaturan lalu lintas udara tidak terlalu fokus di area Kepri. Dan pastinya, pihak Singapura mengutamakan pengaturan lalu lintas udara wilayah mereka.

“Saat ini penerbangan di Hang Nadim mungkin tidak terlalu banyak, jadi tak ada terlalu masalah. Tapi kalau mulai bertambah, yah gak tau juga,” ucapnya.

Bagi perusahaan penerbangan, dikelolanya FIR oleh Indonesia dapat menghemat bahan bakar, mempersingkat perjalanan dan meningkatkan pelayanan.

Apakah penambahan rute, atau slot time harus meminta izin Singapura?. “Setahu saya izinya dari kami dulu, lalu ke kementrian. Mungkin di sana (Kementrian koordinasi dengan Singapura),” ungkapnya.

Sebagai pengelola bandara, Suwarso mendukung pemerintah mengambil alih pengelola FIR.

“Kalau teknisnya, kesiapan SDM, atau alat saya tidak tau. Itu orang pusat semua yang tau,” ucapnya.

Pengelolaan wilayah udara di Kepri, sangat berbeda dari daerah lainnya di Indonesia. Walaupun bagian darat dan laut dikelola sepenuhnya Indonesia, namun tidak di udaranya. Mulai dari wilayah Batam, Tanjungpinang, Bintan, Anambas, Natuna dan sebagian Lingga, wilayah udara diatas 3ribu kaki dikelola sepenuhnya pihak Singapura.

“ATC (AirNav Indonesia), hanya mengelola 3 ribu kaki ke bawah. Kalau diatasnya Singapura. Jadi setiap berangkat atau datang, pasti izin ke sana (Singapura),” tuturnya. (ska)

Kenaikan Harga Batubara Gairahkan Industri Galangan Kapal

0

batampos.co.id – Sektor galangan kapal atau shipyard sangat optimistis menatap tahun 2019. Penyebabnya adalah kenaikan harga batubara yang diprediksi akan mencapai level 100 dolar Amerika Serikat (AS) per ton dari kuartal terakhir 2018 yang berada di kisaran 97 dolar Amerika per ton. Selain itu, bantuan dari regulasi yakni Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 11/2018 menyumbang kontribusi signifikan untuk perbaikan kinerja shipyard tahun 2018.

“Harga batubara mulai membaik. Sehingga banyak perusahaan tambang batubara yang butuh armada untuk pengangkutan mineral dan batubara (minerba) dan akan memesan kapal ke Batam. Biasanya kapal yang dipesan adalah tugboat dan tongkang,” kata Sekretaris Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) Novi Hasni kepada Batam Pos, Kamis (3/1/2019).

Novi mengatakan ada sekitar 10 galangan kapal yang sudah mu­lai bangkit karena rutin men­dapatkan pesanan dari pemilik kapal.

“Selain minerba, kapal-kapal ini juga dipesan untuk mengangkut kelapa sawit dan juga nikel,” katanya.

Kelapa sawit ini pada umumnya berasal dari Sumatera, khususnya Riau yang kaya akan produk tandan kelapa sawit, dimana harganya naik Rp 63,08 per kilogram pada periode 5-11 Desember lalu. Dengan harga terendah untuk sawit usia tiga tahun sebesar Rp 909,78 per kilogram dan harga tertinggi untuk sawit umur 10 hingga 20 tahun sebesar Rp 1.222,5 per kilogram. Sedangkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp 5.639,27 per kilogram.

Ditambah lagi, perusahaan migas besar Batam, yakni McDermott, akan segera mengerjakan proyek besar bertajuk Tyra Redevelopment Project. Proyek tersebut bernilai hingga Rp 11 triliun dan pastinya akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak.

Novi mengungkapkan bahwa Mc Dermott akan memerlukan kapal-kapal pendukung dan kapal untuk mengangkut minyak. Ini juga menjadi ladang penghasilan bagi shipyard di Batam karena sudah lama tidak mendapat proyek dari perusahaan migas.

Namun, ada kendala utama yang menghalangi yakni pungutan PPh 22. Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008, PPh 22 adalah pajak penghasilan yang dibebankan kepada badan usaha baik milik pemerintah ataupun swasta yang melakukan kegiatan perdagangan terkait ekspor, impor atau reimpor. Nilainya sekitar 2,5 persen dari nilai impor.

Kapal buatan Batam juga termasuk salah satu barang yang dikenakan PPh 22 karena banyak materinya yang didatangkan lewat impor. Permasalahannya yakni PPh 22 ini tidak pernah dipungut selama enam tahun sebelumnya. Pemerintah malah memungutnya saat ini sehingga menimbulkan beban biaya yang cukup besar bagi si pembuat kapal.
Estimasinya untuk harga kapal tongkang senilai Rp 3 miliar, maka PPh 22-nya mencapai Rp 75 juta.

“Imbasnya nanti harga kapal akan menjadi mahal sehingga tidak kompetitif lagi di pasaran,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Kantor Pelabuhan Badan Pengusahaan (BP) Batam Nasrul Amri Latif mengatakan, pihaknya ikut mendorong perkembangan galangan kapal lewat penerbitan Perka BP Batam Nomor 11/2018. Poin penting yang mendorongnya adalah saat kapal melakukan perbaikan (maintenance) di Batam, maka biaya labuhnya akan dikurangi sebesar 50 persen.

Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

“Ini untuk mendorong shipyard di Batam agar memiliki sesuatu yang bisa dipromosikan di depan para investor. Ini untuk meningkatkan daya saing Batam,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan tren harga minyak akan kembali membaik di 2019 karena ada sejumlah proyek migas seperti yang dilakukan McDermott. Sehingga akan ikut mendorong pertumbuhan positif galangan kapal. Mes-kipun sempat anjlok drastis pada tahun lalu, dimana harga minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) merosot hampir 25 persen, sementara Brent anjlok lebih dari 19,5 persen.

“Meningkatnya peluncuran kapal akan berpengaruh kepada meningkatnya kegiatan ekonomi di Batam,” paparnya.

Masih Unggulan

Awal tahun 2019, geliat industri galangan diharapkan jauh lebih baik dari 2018 lalu. Membaiknya perekonomian Batam juga bisa berdampak terhadap sektor unggulan ini.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan sektor galangan kapal masih menjadi industri unggulan di Batam. Sempat mengalami penurunan dan kembali membaik di akhir tahun, diharapkan tren ini terus berlanjut.

“Saya berharapnya tahun ini semakin banyak proyek (kapal) yang masuk ke Batam, sehingga bisa membuka lapangan kerja,” kata Rudi di Sekupang, Kamis (3/1).

Hingga saat ini pihaknya belum ada komunikasi dengan Batam Shipyard and Offshore Assosiation (BSOA) terkait proyek apa saja yang didapatkan Batam tahun ini.

“Laporan belum ada masuk ke saya. Nanti baru saya akan tanyakan. Semoga banyak pekerjaan yang didapatkan industri galalangan di sini,” lanjut Rudi.

Perusahaan lain yang sempat dikabarkan akan melakukan penerimaan besar-besaran tahun ini juga belum ada kelanjutannya. Ia menyebutkan tahun ini diperkirakan ada ribuan tenaga kerja yang akan direkrut.

“Tahun lalu kan sempat ada informasi seperti McDermott dan perusahaan pembuatan pipa untuk menambah karyawan karena proyek masuk di 2019 ini. Mudah-mudahan lah jadi,” tambahnya.(leo)

Ketua DPRD Batam Minta Pemerintah Terbitkan Peraturan Pemerintah Atur Hubungan BP – Pemko Batam

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto meminta pemerintah pusat untuk tidak mudah merubah peraturan terkait tata kelola pemerintahan di Batam. Hal ini dikhawatirkan akan menciptakan ketidakpastian dalam iklim investasi di Kota Batam. Hal ini diungkapkan Nuryanto menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan melebur BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam.

Menurut politisi PDI-P ini, polemik dualisme yang terjadi di kota Batam dengan mudah dapat diselesaikan jika saja pemerintah pusat mau mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi acuan pelaksanaan Undang Undang 53 pasal 21 tahun 1999 tentang tata kelola pemerintahan Batam.

“Peraturan Pemerintah itu mengatur semua teknis pelaksanaan tata kelola pemerintahan. Jadi permasalahan antara BP Batam dam Pemko Batam otomatis selesai,” Ujarnya, Kamis (3/1/2019).

foto: cecep mulyana / batam pos

Lebih lanjut, politisi yang akrab dipanggil Cak Nur ini mengungkapkan bahwa DPRD Kota Batam pernah melayangkan surat resmi kepada presiden Jokowi untuk meminta segera diterbitkan PP yang mengatur kewenangan kedua lembaga tersebut. Namun hingga saat ini PP yang diyakini dapat menyelesaikan polemik kewenangan atara BP Batam dan Pemko Batam ini tidak juga kunjung terbit.

Sementara itu, Walikota Batam Rudi yang digadang menjadi ex officio ketua BP Batam dalam sebuah kesempatan menyebut tidak ada aturan yang dilanggar terkait hal tersebut. Namun ketua DPRD kota Batam, Nuryanto mengingatkan bahwa Undang Undang 53 tahun 1999 telah menjelaskam secara gamblang tentang rangkap jabatan.

Jika ingin mengatur regulasi rangkap jabatan harus terlebih dahulu merubah Undang Undang 53 tahun 1999. Perubahan ini membutuhkan waktu yang lama karena melalui proses politik di DPR RI. Dan Jika dirubah melalui Perpu, maka pemerintah harus menguraikan alasan dan kegentingan dari perubahan tersebut. (rng)

E-Commerce Ancaman Gerus Penerimaan Negara

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tantangan ke depan tugas Bea Cukai Batam akan semakin kompleks dan besar, terutama dari sisi penerimaan negara. Seperti yang dikatakan Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata.

Dari sisi penerimaan negara, lanjutnya akan ada kemungkinan yang menjadi pengurang penerimaan.

“Seperti misalnya ada beberapa negara yang mulai memberlakukan Free Trade Area (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas dengan menurunkan tarif pajak hingga nol persen. Itu bisa saja menggerus sektor penerimaan negara dari sisi pajak atau cukai,” ujarnya.

Tak itu saja. Masih kata Susila, meningkatkan transaksi jual beli e-commerce barang kiriman antarnegara juga akan mengurangi atau menggerus penerimaan negara dari sektor pajak atau cukai barang.

“Jual beli e-commerce ini kan merupaan suatu terobosan dan kemajuan jaman dalam era perdagangan saat ini. Itu tak bisa dibendung atau dicegah. Apalagi sistem jual beli e-commerce sendiri kan bukan dalam jumlah yang besar atau banyak, tapi satu per satu barang saja. Dan itu akan terasa menggerus dari sisi penerimaan negara atas cukai barang,” terangnya.

Kalau harga transaksi barang di bawah 75 US Dolar, dipastikan itu barang tak akan dikenakan pajak atau cukai. Namun kalau nilai barangnya di atas 75 US Dolar, tetap akan dikenakan cukai barang masuk.

Tantangan selanjutnya terkait tugas dan kinerja BC Batam tahun ini nantinya tetap seperti tahun sebelumnya, yakni ancaman maraknya narkoba dari luar masuk ke Batam.

“Tantangan yang harus dihadapi tahun ini adalah masih maraknya narkoba dari luar negeri masuk ke Batam, baik itu melalui jalur laut maupun udara, pintu masuk bandara. Hal itu dibutuhkan pengawasan yang ekstra dan maksimal di pintu-pintu masuk baik di pelabuhan maupun bandara di Batam,” terangnya.

Untuk itu Bea Cukai Batam tahun ini akan menambah jumlah personil untuk pengawasan yang nantinya ditempatkan di beberapa titik jalur masuk ke Batam.

“Untuk penambahan pengawasan di titik pintu masuk pelabuhan dan bandara di Batam, kami akan turunkan personil tambahan sebanyak 40 pegawai yang baru. Itulah upaya kami untuk mengantisipasi masuknya narkoba dari luar negeri ke Batam. Soal teknis strategi pengawasannya maupun hal lainnya, tak bisa kami buka semuanya ke media,” ujarnya mengakhiri. (gas)

Penertiban Balap Liar Prioritas Polisi

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Aksi balapan liar terus menjadi perhatian aparat kepolisian usai perayaan Natal dan Tahun Baru. Polresta Barelang siap mencegah pembalap dadakan turun ke jalan karena kemunculannya bisa mengganggu ketertiban umum dan memicu tindakan kriminal.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus dalam mengantisipasi balapan liar. Untuk lokasi balapan liar, pihaknya sudah memetakan sejumlah titik di wilayah Batam Kota, Batuampar, Sekupang, Bengkong, dan beberapa wilayah lainnya.

”Kemarin malam tahun baru, semua kita amankan di setiap sisi persimpangan untuk cegah terjadinya kebut-kebutan balapan liar maupun kejahatan lain. Sampai saat ini, tetap akan kita antisipasi untuk kenyamanan masyarakat,” ujar Hengki.

Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, berhubungan dengan balapan liar, aparat kepolisian sudah sering menertibkannya. Sepeda motor pembalap liar pun turut disita dan dibawa ke Polresta Barelang.

Dia mengatakan aktivitas balap liar bisa memicu tindakan kriminal serta terjadinya kecelakaan lalu lintas. Maka itu, ia memerintahkan personelnya untuk tak berhenti menindak tegas keberadaan balap liar. Ia melanjutkan, kegiatan balap liar ini biasanya dilakukan pada malam libur.

Nantinya, Sat Sabhara Polresta Barelang akan melakukan upaya penindakan hukum dengan sanksi tilang yang nantinya akan berkoordinasi dengan Sat Lantas Polresta Barelang.

”Kita berharap supaya diberikan sanksi dengan sidang yang lebih lama dari tilang biasa. Agar ada efek jera kepada remaja balapan liar itu,” tuturnya.

Selain itu, Firdaus mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan serta memantau anak-anak mereka jika sudah keluar dari rumah atau membatasi jam keluar rumah. Sebab, dengan pergaulan yang bebas, para remaja kerap terpengaruh narkoba atau alkohol yang berujung melakukan tindak pidana.

”Harapan kami kepada para orang tua tolong diawasi anak-anaknya keluar rumah. Apalagi malam libur, karena pergaulan mereka di luar terkadang sangat merugikan diri mereka bahkan ada yang berbuat tindak kriminal,” imbuh Firdaus. (egi)

Pegatron Rekrut 2.000 Pekerja

0
PRESIDEN Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin (kanan) bersama jajaran manajemen Sat Nusapersada memberikan keterangan dalam public expose insidentil di kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kepri di Batam, Kamis (3/1/2019).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Perusahaan perakit iPhone asal Taiwan, Pegatron, sudah mulai beroperasi di Batam, tepatnya di PT Sat Nusapersada. Sesuai kontraknya, perusahaan ini akan beroperasi selama empat tahun dan akan merekrut pekerja hingga 2.000 orang.

Presiden Direktur Sat Nusapersada Abidin mengatakan, kontrak Pegatron di Sat Nusapersada selama tiga tahun dan akan diperpanjang selama satu tahun. Perusahaan ini akan merakit produk non iPhone berupa produk smarthome dan akan melakukan ekspor perdana ke Amerika pada 24 Januari nanti.

“Kerja sama dengan Pegatron itu benar sekali, tidak ada salahnya. Kita produksi alat-alat smarthome. Nanti akan ekspor perdana tanggal 24, dan akan kami undang media kalau disetujui pihak Pegatron,” kata Abidin saat menggelar Public Expose Insidentil 2019 di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepri di Batam Center, Kamis (3/1).

Adapun produk smarthome yang akan diproduksi Pegatron yakni modem, gateway, speaker, kamera, webcam, IP Cam, dan produk lainnya. Produk-produk ini merupakan produk berbasis internet of technology (IoT) yang merupakan cikal bakal industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber, dimana pekerjaan bisa dilakukan dari jarak jauh untuk mempermudah kerja manusia.

“Sebagian dari perakitan ini bersifat service molting technology (SMT) oleh Pegatron dan sebagian lagi Sat Nusa. Tentang nilai investasi, saya tak mau komentar karena ada kode etik dan Pegatron itu sudah Tbk,” ucapnya.

Abidin kemudian menyebut, aktivitas produksi di Pegatron akan dimulai pada minggu ini. Ia juga enggan menyebut berapa perkiraan nilai ekspor perdana pada akhir Januari nanti.

“Karena masih running dan kami juga sedang speed up prosesnya,” tambah Abidin.

Pegatron akan beroperasi di pabrik 12 yang memiliki enam lantai. Luas lahannya 2.560 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 16.639 meter persegi. Gedungnya sudah mulai dibangun sejak April 2018 dan akan selesai bulan ini. Anggaran pembangunannya mencapai kurang lebih Rp 148 miliar.

Pegatron menjadi salah satu perusahaan terbaru yang berinvestasi di Satnusa. Sebelumnya ada lima perusahaan ponsel pintar (smartphone) yang hijrah ke Sat Nusapersada. Yakni Asus dan Nokia yang masuk pada 2017, Xiaomi, Huawei, serta Honor pada 2018. Sat Nusapersada merupakan pemegang tunggal hak merek dan akan memproduksi semua tipe smartphone yang diproduksi oleh merek-merek tersebut.

“Untuk target, tiap bulannya akan memproduksi 3 juta unit smartphone. Dan porsi terbesar dari Xiaomi yang memang pasarnya sedang tinggi. Tapi target tersebut juga tergantung dari respon pasar,” katanya.

Asus diberitakan sebelumnya menargetkan 2,5 juta unit smartphone per tahun. Sedangkan Xiaomi menargetkan 6 juta unit smartphone per tahun. Dengan kata lain, secara keseluruhan target Sat Nusa mencapai 36 juta unit per tahun pada 2019.

Target 36 juta smartphone pada 2019 ini jauh meningkat dari capaian pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016, produksi smartphone di Sat Nusa mencapai 1.171.297 unit. Kemudian 2017 naik menjadi 2.926.647 unit dan 2018 mencapai 11.291.964 unit.

Selain merayu perusahaan yang memproduksi smartphone, Abidin dan rekan-rekan pengusaha dari Batam juga pernah mempromosikan Batam di hadapan 24 perusahaan pemasok komponen smartphone Xiaomi.

“Sekarang ada dua yang terealisasi dan akan beroperasi di Kawasan Industri Tunas dan Union di Batuampar pada Januari nanti,” jelasnya.

Harga Saham Naik 964 Persen

Momen bergabungnya Pegatron dengan Satnusa juga menimbulkan optimisme pasar. Harapan publik melambung tinggi sehingga menyebabkan volatilitas saham Sat Nusapersada jadi terlalu tinggi.

Namun, kenaikan harga saham yang terlalu cepat juga bisa turun dalam kurun waktu yang cepat pula. Sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu.

Menurut Investor Relation Sat Nusapersada, Smailly, pemberitaan media mengenai Sat Nusapersada dan Pegatron yang banyak viral awal Desember lalu menyebabkan volatilitas saham perseroan. Ada sejumlah pemberitaan keliru yang menyatakan bahwa Pegatron akan merakit iPhone di Batam dan itu membuat harga saham Sat Nusapersada melonjak drastis hingga 964 persen atau memasuki level Rp 1.990 per lembar saham.

“Karena kekhawatiran tersebut, BEI mengambil kebijakan untuk men-suspend atau menunda saham Sat Nusapersada selama sehari pada 27 Desember lalu. Kemudian BEI meminta Sat Nusa untuk ekspose ke publik untuk meluruskan pemberitaan selama ini,” katanya.

BEI juga meminta kepada para pemain saham untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan pada 21 Desember lalu. Tapi imbauan tersebut tidak terlalu dihiraukan sehingga saham Sat Nusapersada terus melonjak tinggi.

Smailly mengatakan, banyak pemain saham berspekulasi karena Sat Nusapersada dikabarkan membangun dua pabrik dan bekerja sama untuk merakit iPhone.

“Sehingga orang beropini bahwa Sat Nusapersada itu buat proyek yang besar,” paparnya. (leo/rng)

BNPB Diubah di Bawah Menko

0

batampos.co.id – Alasan pelantikan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru ditunda ternyata terkait revisi peraturan presiden (perpres). Dalam regulasi yang anyar itu BNPB tidak lagi lang-sung di bawah presiden. Melainkan di bawah kordinasi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

“Bisa nanti BNPB tuh seperti SAR (Badan SAR Nasional) di bawah Menko Polhukam. Jadi, tidak harus semuanya di bawah presiden gitu kan,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah dijadwalkan melantik Letjen Doni Monardo sebagai kepala BNPB pada Senin (31/12) lalu. Bahkan, undangan pelantikan sudah tersebar sehari sebelumnya.

Namun pada Minggu malam (30/12), rencana tersebut mendadak dibatalkan. Menteri Sekretaris Negara Pratikno kala itu beralasan Presiden harus segera mengunjungi korban tsunami Selat Sunda di Lampung.

Dengan posisinya di bawah koordinasi Menko Polhukam, lanjut dia, diharapkan dapat lebih efektif. Sebab, dalam penanganan tanggap darurat, Menko Polhukam selama ini yang memegang kendali.

”Teknis pekerjaannya bisa di bawah Menko PMK pada saat rehabilitasi. Tetapi secara koordinasinya di bawah Kemenko polhukam,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, posisi BNPB ke depannya juga diharapkan bisa diisi oleh tentara aktif. Moeldoko mengatakan, dengan berstatus tentara aktif, ada sejumlah keuntungan yang bisa diambil.

Salah satunya memudahkan koordinasi dengan TNI. Mengingat dalam penanganan bencana, prajurit TNI juga diterjunkan.

Doni Monardo merupakan tentara aktif. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. Berbeda dengan pendahulunya, Willem Rampangilei, yang sudah lepas dari dinas ketentaraan.

Terkait pergantian kepala BNPB, mantan panglima TNI itu menyebut sebagai dinamika yang biasa. Sebagai lembaga, dibutuhkan penyegaran kepemimpinan. Apalagi, Willem sudah cukup lama menjabat sejak 2015.

”Semua jangan dikaitkan dengan sentimentil lah. Pertimbangan penyegaran organisasi itu lebih dikedepankan,” imbuhnya.

Sementara itu, penunjukan Doni mempertimbangkan rekam jejak. Menurutnya, pengalamannya mengisi sejumlah jabatan di TNI juga cukup matang.

Mulai dari panglima Kodam III/Siliwangi, panglima Kodam XVI/Pattimura, Danjen Kopassus, serta komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres.

Lalu kapan akan dilantik? Moeldoko belum bisa memastikan. Namun, istana menargetkan secepatnya. ”Tunggu saja. Tidak akan lama lagi,” katanya.(far/ttg)

Zehan Nurhadzar, WNI Pelopor Kedai Kopi Racikan Khusus di Argentina

0

Cappuccino saya tinggal setengah saat Zehan Nurhadzar datang menyapa. Mengenakan blazer hitam dan rok putih bermotif, dengan rambut yang pirang tergerai, dia meminta dua barista perempuan menyiapkan seduhan.

”Kopi dari Guatemala ya,” katanya kepada dua barista itu dalam bahasa Spanyol.

Sore itu, awal Desember lalu, Lattente, kafe yang dia miliki bersama Daniel Cifuentes, seorang kawan warga Argentina, sedang ramai. Belasan pelanggan tengah asyik mengopi di kafe yang berada di dekat pusat perbelanjaan Distrito Arcos, Buenos Aires, Argentina, tersebut.

”Kalau beberapa kali dengar assalamualaikum, jangan kaget. Ibuku baru dari sini, jadilah mereka (para barista Lattente, red) belajar bahasa-bahasa,” kata Zehan, lantas tertawa.

Adalah Antonius, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Buenos Aires, yang merekomendasikan Lattente.

Sebuah specialty coffee shop yang sudah punya nama beken di Argentina.

Di Google, dalam pengecekan awal Desember lalu, Lattente mendapat nilai 4,5/5 dari 689 orang yang memberikan ulasan. Selain karena kopi yang disajikan, sosok Zehan, perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 14 Mei 1986, itu, yang menjadi dasar rekomendasi Anton, sapaan Antonius.

”Kopi Lattente punya Mbak Zehan memiliki banyak pilihan kopi terbaik saat ini,” kata Anton kepada saya di sela-sela meliput G20 Leader Summit yang berlangsung 30 November hingga 1 Desember lalu.

***

Semua bermula ketika Zehan liburan kuliah di kawasan Amerika Latin delapan tahun lalu. Di Argentina, mahasiswi Jurusan Periklanan Voronezh State University, Rusia, itu ikut mengerjakan proyek perusahaan milik kakak Daniel Cifuentes.

Setahun pertama tinggal di Argentina, sebagai penggemar kopi sekaligus mendalami peracikannya selama di Rusia, Zehan kecewa. Sebab, dia tak menemukan racikan kopi yang dibuat dengan sungguh-sungguh.

”Kopinya nggak enak di Argentina. Ini jadi opportunity (peluang, red) yang bagus,” katanya.

Zehan yakin Lattente jadi pelopor pertama specialty coffee shop di Argentina. Saat ini ada sekitar 50 kafe serupa. Dari sisi sejarah perkembangannya, dulu kopi hanya dinikmati begitu saja tanpa teknik yang memadai. Pada fase berikutnya, kopi hadir di waralaba global dengan penyeduhan yang hanya mengandalkan tampilan.

Tapi, belakangan muncul specialty coffee shop yang begitu memperhatikan detail menghadirkan kopi. Pemilihan yang cermat, mulai panen biji kopi, pemanggangan, penggilingan, hingga perebusan serta penyajian. Teknik tinggi disertai peralatan canggih akhirnya bisa menghadirkan kopi bercita rasa tinggi.

”Tahun 1990 atau 2000-an itu muncul gelombang ketiga kopi. Orang-orang datang ke perkebunan. Mereka bisa mengakses mana kopi yang baik dan buruk,” ujar Zehan.

Selagi kami berbincang, sejumlah pembeli hilir mudik. Membeli untuk dibawa pulang. Tampak dua pasang muda-mudi sedang mengobrol di salah satu meja. Entah apa yang mereka bincangkan dalam bahasa Spanyol. Tapi, mereka tertawa-tawa sambil sesekali memandangi cangkir kopi putih yang tinggal setengah isinya.

Interior Lattente tidak terlalu luas. Tapi, penataan di dalam membuat seolah berada di rumah sendiri. Dua barista perempuan melayani pelanggan dengan senyum ramah di belakang mesin peracik kopi itu. Menawarkan aneka racikan kopi. Mulai espresso, americano, macchiato, cappuccino, flat white, flat almendras, hingga latte. Saya memesan cappuccino.

Ada rak panjang tiga tingkat menempel di dinding paling selatan yang berisi jajaran buku berbagai genre. Di antaranya A Sport and a Pastime oleh James Salter dan Paradigms: The Business of Discovering thr Future oleh Joel Arthur Barker.

Di rak itu juga nyempil buku Coffee United Brewing for Harmony yang diterbitkan Kementerian Pariwisata melalui label Wonderful Indonesia. Rak itu juga menyim-pan banyak pernak-pernik suvenir Lattente. Dari kaus hingga buku kecil.

***

Sore kian beranjak saat satu seduhan kopi Kolombia datang. Diseduh dengan metode dari Jepang, Hario Vi sesenta atau V60. Zehan menuangkan sedikit pada gelas dan meminta saya mencicipi.

Tanpa gula. Rasanya agak asam. Tidak terasa seperti kopi tubruk. ”Lebih kayak teh, terbuka rasanya,” kata Zehan membantu menerangkan rasanya.

Berikutnya menyusul kopi asal Guatemala. Dan kemudian kopi Toraja. Yang dari Guatemala aromanya lebih seperti buah dengan rasa yang tak terlalu asam. Sedangkan yang dari Toraja terasa agak berbau tanah dan sedikit pahit.

Kopi dari Indonesia, meski sudah banyak yang mendunia, tak selalu tersedia di Lattente. Kecuali saat ada staf KBRI atau teman Zehan yang membawakan.

Zehan mengaku sebenarnya ingin lebih sering menghadirkan kopi dari tanah air. Tapi, untuk saat ini biaya impor kopi Indonesia ke Argentina masih sangat mahal jika dibandingkan dengan mengimpor dari Kolombia dan Guatemala. Tapi, pernah pula Zehan membawa kopi luwak yang dijual per cangkirnya USD 40.

Kopi memang passion Zehan. Dia sanggup menjelaskan dengan detail perihal kopi dan bagaimana ia dibuat dengan semua kerja keras petani dan teknik yang konsisten. Kopi bukan sekadar kopi. Tapi punya cerita yang begitu kompleks dan panjang.

Penjelasan semacam itu kadang membuat orang tak nyaman. Terutama di masa-masa awal Lattente buka pada 2011. Apalagi, harganya juga tergolong mahal. Jadilah tak sedikit tamu yang tak datang lagi. Tapi, lebih banyak yang terkesima dan kembali.

”Dua puluh persen tak kembali, 80 persen jadi pelanggan setia. Orang ke sini karena mereka ingin minum good coffee,” kata Zehan.

Lattente bisa menghabiskan 30 kilogram sepekan atau 340 gelas sehari. Dan sejak September 2017 mereka menggiling kopi untuk diedarkan ke specialty coffee shop lain. Ada juga barista yang dulu dilatih Zehan yang membuka kafe sendiri.

***

Dari luar, Lattente agak mencolok dengan dinding bercat hitam. Kafe itu diimpit dua toko lain. Sebuah pohon besar menaungi kafe tersebut.

Jalur pedestrian yang tak terlalu lebar memungkinkan pejalan kaki yang lewat depan Lattente bisa langsung menengok ke dalam kafe berdinding kaca lebar transparan itu. Barista yang menyeduh kopi dan pelanggan yang sedang bercengkerama bisa terlihat dari luar. Seolah mengundang mereka yang berlalu-lalang untuk mampir sejenak.

Lattente, nama itu dipilih karena permainan kata yang enak diucapkan. Dulu mereka selain menjual kopi juga teh. Latte n Te alias latte dan teh. Tapi, dalam bahasa Spanyol juga bisa dimaknai detak jantung.

Bagi Zehan, Lattente memang sudah menjadi detak jantung sendiri. Yang memberikan kehidupan baru di negeri orang. Dia sendiri tetap berkewarganegaraan Indonesia.

Seusai kuliah di Rusia, Zehan memang dihadapkan pada pilihan kembali ke Jakarta atau tinggal di Argentina. Dia pun memilih Argentina karena empat musimnya. Juga keberagaman latar belakang warganya.

”Saya tidak suka Jakarta,” kata Zehan.(*/c9/ttg)

Donat Penepis Duka

0

Kepolisian Lexington, Kentucky, AS, ’’berduka’’ Senin (31/12). Sebuah truk milik Krispy Kreme (toko donat di AS) terbakar. Sopir dan penumpang truk selamat. Satu-satunya korban adalah donat yang terpanggang dan tak bisa diselamatkan.

Para petugas kepolisian yang membantu pemadaman lantas berfoto di dekat truk tersebut. Mereka berpura-pura menangis.

Foto-foto tersebut diunggah ke jejaring media sosial. Dalam waktu kurang dari 48 jam, unggahan itu viral dan dibagikan ulang 75 ribu kali di Facebook serta 30 ribu kali di Twitter. Dilansir AP, departemen kepolisian dari berbagai kota di AS ikut menyampaikan belasungkawa.

“Kami semua memiliki selera humor yang baik,’’ ujar Kyle Mounce, petugas kepolisian yang berfoto sedih di depan truk donat.

Krispy Kreme tak tinggal diam. Rabu (2/1) mereka mengirimkan ratusan donat ke Departemen Kepolisian Lexington. Donat-donat tersebut dikirim menggunakan kendaraan serupa dengan yang terbakar Senin lalu.

’’Ini yang bisa kami lakukan untuk meringankan rasa sedih mereka,’’ kata Kepala Pemasaran Krispy Kreme Doughnuts Dave Skena. (sha/c7/oni/jpg)

Pelindo I Sambut Kapal Perdana di 2019

0

batampos.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I terus melayani aktivitas kepelabuhanan di seluruh wilayah perseroan di tengah perayaan tahun baru 2019.
Di seluruh pelabuhan milik Pelindo I digelar acara khusus pemberian apresiasi pelepasan kapal dan yang terakhir berlayar di 2018 dan penyambutan kapal perdana yang bersandar pada 2019.

Pemberian apresiasi penyambutan kapal perdana berlangsung di pelabuhan terbesar di Pulau Sumatera, Pelabuhan Belawan kepada kapal perdana MV Teliri berbendera Italia yang sandar di dermaga 104 pada 1 Januari 2019 pukul 00.02 WIB.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Belawan International Container Terminal (BICT) dengan memberikan apresiasi berupa pemberian kalung bunga dan songket melayu oleh General Manager BICT, Aris Zulkarnain kepada Kapten Kapal Meratus Medan 5 Voyage 18A5/18A6, Capt. Usman Langkana.

Kapal yang berbendera Indonesia ini datang dari Port of Tanjung Pelepas Malaysia sandar di dermaga BICT tanggal 1 Januari 2019 pukul 05.00 WIB. Kapal ini membawa bongkaran 341 box atau 452 TEUs serta akan membawa muatan 335 box atau 445 TEUs.

“Kegiatan ini bentuk apresiasi Pelindo 1 kepada pengguna jasa yang telah mempercayai kami. Harapannya ke depan, kami semakin bisa terus meningkatkan pelayanan,” ujarnya. (jpg)