Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11592

Libatkan Semua Pedagang Pasar Induk

0
Deretan kios kios berjejer berdiri di depan Pasar Induk Jodoh. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pener-tiban Pasar Induk Jodoh diusulkan harus melibatkan semua pedagang yang berada di sana. Kepastian tempat berjualan juga harus dipastikan, sehingga ada jaminan bagi pedagang untuk melanjutkan usahanya.

”Setahu saya tidak semua pedagang pasar induk dilibatkan. Orientasi dan jaminan pedagang harus diutamakan,” ujar anggota Komisi II DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging, Selasa (25/12/2018).

Diakuinya, kondisi ekonomi Batam saat ini yang belum sepenuhnya pulih menyisakan banyak pengangguran. Uba melihat upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggusur pedagang Pasar Induk Jodoh bisa berpotensi menambah jumlah pengangguran.

”Pedagang Pasar Induk Jodoh sudah lama berdagang dan berkesinambungan,” ungkap Uba.

Ia menambahkan, seharusnya Pemko Batam memastikan terlebih dahulu bahwa program pembangunan Pasar Induk yang akan dilakukan benar-benar mengakomodir semua kepentingan pedagang Pasar Induk.

”Kita tidak ingin pembangu-nan Pasar Induk Jodoh yang baru bermasalah lagi seba-gaimana pembangunan Pasar Induk Jodoh yang pertama,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemko Batam berencana menertibkan peda-gang yang menempati area di sekitar Pasar Induk Jodoh sebelum akhir tahun ini. Terlebih, saat ini pihaknya juga sudah menggandeng pihak ketiga menyediakan tempat relokasi sementara yang bisa digunakan untuk berjualan.

”Tak ada alasan, tempat relokasi sementara telah disiapkan (Pemko),” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota (Pemko) Batam Yusfa Hendri, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Terpadu Kota Batam.

Diakuinya, dari solusi yang diberikan Pemko Batam ini, ada pedagang yang menerima dan ada juga tidak setuju. Namun demikian, pihaknya telah berusaha memberikan solusi dan pilihan bagi para pedagang.

”Intinya kami sudah memberikan alternatif bagi pedagang,” sebut Yusfa. (rng)

Cicilan Berat, Penjualan Jalan di Tempat

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Industri properti 2019 diprediksi tumbuh tidak jauh beda dengan tahun ini alias jalan di tempat. Meski kebijakan loan to value (LTV) kian memudahkan masyarakat membeli rumah, tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi salah satu penghambat.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Danny Wahid mengakui, kebijakan LTV yang dirilis Bank Indonesia (BI) sudah memberikan angin segar pada industri properti di tanah air.

Sayangnya, kemudahan dalam membeli rumah masih terhambat cicilan rumah yang dirasa berat.

’’Pelonggaran LTV sudah bagus. Uang muka sudah bisa diturunkan. Tapi kan masalahnya ada di cicilan,’’ katanya.

Bunga KPR di bank yang dirasa tinggi mengakibatkan masyarakat ragu membeli rumah.

Menurut Danny, bunga kredit di bank yang mencapai 11 persen memperlambat pertumbuhan industri properti. Bunga yang ditetapkan bank semestinya hanya ditambah 3 persen dari suku bunga acuan BI yang mencapai 6 persen. Karena itu, Danny berharap bank menetapkan bunga kredit bagi pembeli maksimal 9 persen dan bunga bagi konstruksi 8 persen.

Meski begitu, Danny mengungkapkan bahwa ada beberapa bank yang memberikan kredit ringan bagi pembeli rumah. Sayangnya, kredit tersebut tidak dibarengi kemudahan bagi pelanggan bank untuk mendapatkannya. Ditambah lagi, bunga itu hanya bertahan hingga dua tahun, kemudian berubah menjadi floating.

Padahal, dengan kemudahan nasabah memperoleh kredit, permintaan properti akan meningkat dan mendorong pertumbuhan industri tersebut. Terlebih, pada segmen milenial, pembiayaan KPR makin sulit dilakukan. Sebab, anak muda belum tertarik membeli rumah. Padahal, pasar usia produktif di industri properti sangatlah besar.

Tahun ini salah satu properti yang banyak diminati adalah segmen kelas menengah. Karena itu, pentingnya perubahan pola pikir dan gaya hidup anak muda harus didukung pengembang. Menurut dia, gaya hidup konsumtif anak muda perlu diubah. ’

’Sehingga milenial itu tidak terpaku pada mobil dan kartu kredit yang cicilannya hampir sama dengan rumah,’’ tegas Danny.

Merujuk laporan BI, pada kuartal III 2018 penjualan properti di Indonesia turun 14,14 persen (qtq) jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Penyebab penurunan penjualan tersebut, suku bunga yang tinggi dan terbatasnya penawaran properti. Lamanya perizinan pembangunan properti mengakibatkan sedikitnya stok yang ditawarkan.

Target properti yang semestinya dibangun dalam setahun harus mundur akibat perizinan yang lama. Dia berharap aturan itu diperbaiki.

’’Pertumbuhan penduduk ada. Orang dewasa butuh rumah. Tidak ada namanya perumahan tidak laku. Tinggal bagaimana mekanisme berjalan,’’ tuturnya.

Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus menuturkan, pengembang melihat tahun depan masih dipenuhi ketidakpastian. Pengaruh ekonomi global hingga perang dagang AS dan Tiongkok masih sangat besar. Selain itu, di dalam negeri, perekonomian nasional yang kurang bergairah memengaruhi sektor properti.

’’Kita melihat sejujurnya 2019 itu masih mengandung uncertainty. Likuiditas mungkin bakal sedikit mengetat, mudah-mudahan sedikit saja. Jadi, dengan kondisi seperti itu, masih ada ketidakpastian dalam prospek properti tahun depan,’’ papar Sutoto.

Dengan melihat kondisi tersebut, pengembang mulai selektif meluncurkan proyek baru. Terutama melihat lokasi, jenis produk, dan segmen pasar yang dituju. ’’Tapi, intinya pengembang akan lebih berhati-hati, bahkan mungkin me-launching lebih sedikit produk baru,’’ lanjutnya.

Pada semester pertama tahun depan, adanya pemilihan umum memengaruhi orang dalam membelanjakan dananya. Bahkan bagi sebagian orang bisa berdampak signifikan, yakni menunda belanja barang-barang mahal. Adanya kebijakan LTV, lanjut Sutoto, tidak berpengaruh signifikan. Sebab, regulasi uang muka yang rendah itu dinilai tidak menarik. Umumnya, kebanyakan developer sudah memberikan kemudahan pembayaran down payment (DP).

’’Jadi, DP dapat dicicil agak lebih panjang,’’ jelasnya.

Dari sisi pengembang, kelonggaran dalam pencairan kredit konstruksi atau untuk KPR inden dapat meringankan beban pengembang, khususnya pengembang proyek baru.

’’Kalau tanpa kelonggaran itu, pengembang perlu modal kerja yang lebih besar,’’ ungkapnya.

Khusus untuk properti mewah, saat ini pengembang masih menunggu rencana pemerintah menghapuskan pengenaan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Diyakini, kalau rencana itu bisa segera direalisasikan, dampaknya terhadap penjualan properti mewah bakal signifikan. (res/ell/c14/oki/JPG)

Waspada Ketinggian Ombak bagi Masyarakat yang Berlibur ke Pantai

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Memasuki masa libur Tahun Baru, banyak warga yang menghabiskan waktu melepas penat di tempat wisata. Se-perti, mengunjungi kawasan wisata pantai. Namun, masyarakat tetap diminta waspada, mengingat ketinggian ombak berubah-ubah sesuai kondisi cuaca.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem. Bahkan, kata dia, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam juga sudah memberikan peringatan agar masyarakat waspada.

”Cuaca lagi kurang bersahabat. Saya minta kepada warga yang mau ke pantai, mohon waspada dan tidak berenang di luar batas yang ditentukan penjaga pantai,” kata Oji, Selasa (25/12).

Kondisi air laut saat ini te-ngah pasang. Warga yang hendak bermain ke pantai diminta mengawasi anak-anak saat bermain di pinggir pantai.

”Ini sangat serius. Kondisi kurang bersahabat. Kemarin baru ada dua korban mening-gal saat memancing di Pulau Pucung. Selain itu, ada juga musibah tsunami di Banten dan Lampung,” ucapnya.

Warga yang memiliki hobi memancing, lanjutnya, seba-iknya tidak berlayar untuk sementara waktu. Peringatan waspada sudah dikeluarkan oleh instansi terkait.

”Saya mohon hati-hati. Karena kita tidak bisa menebak ombak itu tiba- tiba datang dan menghantam warga,” lanjutnya.

Oji menyebutkan, ada empat wisata pantai yang menjadi perhatian Polsek Sekupang. Pantai tersebut sering menjadi tempat rekreasi warga mengi-si waktu libur. Yaitu, Pantai Tanjungpinggir, Pantai Dangas, Pantai Marina, dan dekat Pantai Tangga Seribu Habibi, Sekupang. Pihaknya juga sudah memberikan peringatan melalui spanduk di tempat wisata.

”Kami selalu koordinasi de-ngan Polair juga, selain itu penjaga pantai dan pengelola pantai juga sudah. Hal ini untuk keselamatan warga,” lanjut Oji.

Sebelumnya, BMKG Hang Nadim Batam memberikan peringatan agar pelayaran di laut lebih berhati- hati. Warga diminta waspada terhadap cuaca, terutama gelombang.

Herman, penjaga Pantai Tanjungpinggir menuturkan, meskipun siang kemarin pantai belum terlalu ramai, pihaknya selalu berkeliling di sepanjang pantai guna menjaga pengunjung.

”Jika ada yang berenang terlalu jauh langsung kami panggil untuk kembali ke bibir pantai. Mereka tak boleh lewat dari batas yang kami pasang,” tegasnya.

Ia berharap, pengunjung bisa mematuhi peraturan demi keselamatan saat berlibur.

”Kami harap kerja samanya, agar liburan tetap aman dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pantai Masih Jadi Destinasi Favorit

Berlibur dengan mengunjungi pantai masih menjadi pilihan warga Batam menikmati momen libur Natal tahun ini. Seperti yang terlihat di Pantai Melayu di Pulau Rempang yang mulai dipadati pengunjung pada libur Natal, Selasa (25/12) pagi.

Pengunjung berdatangan dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Bahkan, tidak sedikit pula yang memakai jasa angkutan umum.

Adrian, pengunjung yang datang bersama istri dan dua anaknya. Ia mengatakan ha-nya ingin memanfaatkan waktu libur bersama keluarga. Apalagi, pekan ini anak-anaknya juga masih menikmati libur panjang sekolah.

”Mumpung hari ini libur, anak-anak juga masih libur sekolah,” kata Adrian. Lian, pengunjung lain mengaku memanfaatkan momentum cuti bersama setelah sebelum-nya merayakan Natal bersama keluarganya.

”Tadi (kemarin) pukul 08.00 sudah di sini biar enggak panas, ternyata sudah ramai,” kata Lian, yang ditemani suami dan tiga anaknya.

Selain Pantai Melayu, Pantai Tanjungpinggir, Sekupang juga ramai dikunjungi masyarakat Batam. Lokasi wisata yang terletak di Sekupang ini menjadi opsi buat warga selain karena lokasi pantai yang dekat, biaya yang di keluarkan juga tidak terlalu menguras kantong.

Tiana, warga Tiban Indah, mengaku sejak pagi hari datang ke Pantai Tanjungpinggir karena ingin menghabiskan liburan dengan berenang bersama keluarga.

”Selain berada tidak jauh dari rumah, pantai ini juga merupakan objek wisata yang terjangkau,” katanya.

Diakuinya, wisata pantai saat liburan memang selalu menjadi pilihan utama warga saat liburan karena di Batam banyak memiliki pantai indah.

”Saya berharap tempat ini dapat ditata lebih baik lagi, agar dapat menarik pengunjung lokal dan mancanegara,” sebut ibu dua anak itu. (yui)

Hang Nadim Antisipasi Penyelundupan Narkoba Jelang Tahun Baru

0
Konter Check in Hang Nadim.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim Batam diperketat menjelang Tahun Baru 2019 dengan menerapkan sistem buka tutup di pintu terminal keberangkatan. Peningkatan pengamanan bandara tersebut, salah satunya untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba yang biasanya marak menjelang pergantian tahun.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso menjelaskan bahwa sistem buka tutup diterapkan ketika penumpang ramai dan berdesak-desak masuk ke terminal keberangkatan.

”Jadi begini, saat penumpang ramai kami persilakan lima orang masuk dulu, agar petugas dapat memaksimalkan pemeriksaan, pengawasan, dan pengamanan. Lalu setelah lima orang masuk, disilakan lagi lima orang lainnya masuk,” jelas Suwarso, Selasa (25/12).

Suwarso mengatakan dari beberapa kasus penyelundupan narkoba, beberapa kali kurir sabu memanfaatkan saat calon penumpang berdesak-desakan untuk masuk ke terminal bandara. Suwarso tidak ingin celah tersebut dimanfaatkan para kurir sabu.

”Saat berdesak-desakan terkadang petugas menjadi lalai. Makanya kami antisipasi dengan sistem ini (buka tutup, red),” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, apabila penumpang terlalu ramai maka petugas bandara akan membuka dua pintu masuk ke dalam terminal bandara.

”Lihat sekarang ada dua pintu kami buka, agar mengurai penumpukan penumpang di satu tempat,” sebutnya.

Berkaca pada tahun lalu, kurir sabu banyak ditangkap akibat ingin membawa barang haram itu keluar Batam. Dari pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), sabu itu rencananya untuk memenuhi permintaan di malam pergantian tahun baru.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Pol Eko Daniyanto saat diwawancara Batam Pos, beberapa waktu lalu, menyebutkan narkoba jenis sabu banyak diselundupkan dari Batam dibawa keluar.

”Pada 26 November lalu kami amankan sabu 7 kilogram dari Simpang Dam, Mukakuning, Batam. Sabu tersebut rencananya akan dibawa ke luar Batam untuk pasokan Tahun Baru,” jelasnya.

Dia mengaku sudah mewanti-wanti jajaranya untuk mengetatkan pengawasan terhadap jalur masuknya sabu ke Indonesia menjelang tahun baru. Salah satunya Batam menjadi perhatian Mabes Polri karena termasuk daerah perlintasan dan pintu masuk sabu dari luar negeri ke Indonesia.

”Kami telah membentuk satuan tugas dan satuan tugas khusus. Dan telah ditempatkan di beberapa tempat yang kami anggap rawan penyelundupan narkoba,” tuturnya.

Eko mengatakan Mabes Polri juga bekerja sama dengan Bea dan Cukai (BC) untuk dapat mengawasi jalur masuknya sabu.

”Pengawasan di bandara, pelabuhan internasional kami perketet. Kerja sama dengan instansi lainnya juga kami lakukan,” terangnya. (ska)

Pemko Batam Kembangkan 14 Pulau sebagai Destinasi Wisata

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengembangkan sejumlah pulau menjadi atraksi wisata. Ada 14 pulau kecil yang menjadi roadmap pengem-bangan pariwisata di Batam.

”Wisata kelautan itu masih menarik untuk dikembangkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam Ardiwinata, Selasa (25/12/2018).

Pulau-pulau tersebut yaitu

  • Pulau Lumba di Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang dengan luas 1.500 hektare,
  • Pulau Teluk Dalam di Tanjunguncang,
  • Pulau Abang Besar di Galang dengan luas 1.310 hektar.
  • Pulau Pengelap di Galang dengan luas 340 hektare,
  • Pulau Dedap di Galang dengan luas 117 hektare.
  • Pulau Lengkana di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Belakangpadang dengan luas 50 hektare
  • Pulau Dendang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 71 hektare.
  • Pulau Segayang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 20 hektare,
  • Pulau Tunjuk di Subangmas, Galang dengan luas 15 hektare.
  • Pulau Jemara dengan luas 302 hektare di Subangmas, Galang,
  • Pulau Karas di Galang dengan luas 540 hektare.
  • Pulau Kapal Besar dan Kapal Kecil di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 9 hektare dan 2 hektare
  • Pulau Dendang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 20 hektare.

Namun, untuk mengembangkan pariwisata di sana, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mencoba menarik investor.

”Kami akan cari investor yang berminat untuk kembangkan pariwisata disana,” paparnya.

Sebelumnya, Ardi mengatakan ada sejumlah investor yang telah menemui Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk mempresentasikan rencana pengembangannya.

Kegiatan Wisata 2019 Dikemas Menarik

Disbudpar Kota Batam telah menyusun calender of event 2019 untuk menarik wisatawan asing (wisman) dan domestik datang ke Batam. Meski tak ada yang baru, namun penge-masaan event wisata akan dibuat berbeda dari 2018.

Ardiwinata mengatakan kelender event 2019 pariwisata Kota Batam memang telah disusun. Namun ia belum bisa menyampaikan secara gamblang apa saja kegiatan pariwisata yang bisa menarik wisman.

”Detailnya memang sudah disusun, namun resminya nanti disampaikan wali kota,” ujarnya.

Tahun 2019 mendatang ada ratusan kegiatan pariwisata yang akan digelar di Kota Batam. Kebanyakan kegiatan digelar oleh organisasi dan pelaku-pelaku pariwisata yang nantinya akan menarik wisatawan datang ke Batam.

”Setiap event ada marketnya sendiri, namun tujuannya sama mendatangkan wisatawan ke Batam. Jumlah rencana event pun lebih banyak dibanding tahun 2018,” sebutnya.

Disinggung kegiatan pariwisata apa saja yang akan digelar Pemko Batam untuk menarik wisatawan. Menurut dia, kegiatannya hampir sama dengan tahun 2018.

”Dibandingkan tahun lalu, event-nya hampir sama, namun penge-masaan akan kami buat berbeda,” jelas Ardi.

Beberapa kegiatan pariwisata Pemko Batam seperti perayaan Tahun Baru Tiongkok, Kenduri Seni Melayu, festival kampung tua, peraya-an akhir tahun, dan lainnya.

”Kegiatan-kegiatan ini yang ke depannya akan dibuat berbeda,” tegas Ardi lagi.

Dengan banyaknya kegiatan di Kota Batam, Ardi optimis target wisman 2,4 juta di tahun 2019 akan tercapai. Bahkan, ia lebih optimis wisman yang datang jauh diatas target.

”Saya yakin dan optimis karena itu semua pelaku pariwisata akan dirangkul,” pungkasnya.(leo/she)

Dorong Program Ekonomi Umat

0

batampos.co.id – Pemerintah terus mengembangkan program Kemitraan Ekonomi Umat. Program tersebut memfasilitasi berbagai inisiatif kemitraan kelompok masyarakat berbasis pondok pesantren (ponpes). Program itu juga menggandeng masyarakat di sekitar ponpes, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok usaha besar.

Sejauh ini Kemenko Perekonomian memfasilitasi 16 kelompok usaha besar untuk bermitra dengan ponpes dan kelompok masyarakat berbasis keagamaan. Kolaborasi tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pengurangan ketimpangan. Sebab, lembaga berbasis keagamaan telah mengakar kuat di tengah masya-rakat, terutama di wilayah pedesaan.

Saat ini ada sekitar 28 ribu ponpes di Indonesia dengan lebih dari 4 juta santri. Hingga saat ini, pemerintah telah berkolaborasi dengan beberapa ormas besar Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Persatuan Ummat Islam (PUI), dan Al Ittihadiyah.

’’Kolaborasi ekonomi umat ini nanti diperluas dengan menggandeng ormas-ormas lainnya,’’ kata Menko Perekonomian Darmin Nasution.

ilustrasi

Sementara itu, PT Bank Syariah Bukopin (BSB) membidik nasabah milenial melalui produk wakaf uang. BSB mengembangkan produk wakaf uang sejak 2010.

Manajer Pelayanan dan Operasi BSB Surabaya Ellis Ferdyna menyatakan bahwa produk wakaf uang sesuai dengan nasabah dari kalangan milenial. Sebab, generasi milenial tidak perlu memiliki aset bangunan maupun tanah lebih dulu ketika ingin berwakaf.

’’Jadi, cukup mewakafkan uangnya,’’ ujarnya kemarin (26/12/2018).

Hingga sekarang, jumlah nasabah yang berwakaf untuk wilayah Surabaya selalu bertambah. Awalnya, wakaf didominasi kalangan yayasan.

’’Tapi, seiring dengan sosialisasi, wakaf individu terus meningkat,’’ jelasnya.

Di bagian lain, bisnis travel haji dan umrah terus melaju. Ketua Koperasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim Amaludin Wahab mengungkapkan bahwa potensi bisnis travel haji dan umrah sangat besar. Terlebih minat tinggi masyarakat untuk beribadah. Meski kondisi ekonomi tahun depan belum dapat diprediksi, bisnis travel haji dan umrah tetap berkembang.

’’Walau ekonomi lesu, minat masyarakat ke Tanah Suci masih tinggi. Cuma berpengaruh pada masalah pemilihan paket,’’ ungkapnya kemarin.

Karena itu, Amaludin berharap pemerintah menetapkan regulasi yang pasti untuk menghadapi peningkatan bisnis industri tersebut. (rin/res/ell/c14/oki)

Anggota DPRD Batam Cermati Retribusi Parkir yang Jauh dari Target

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Memasuki minggu terakhir penghujung tahun 2018, realisasi retribusi parkir tepi jalan umum masih jauh dari target. Tercatat, capaiannya baru Rp 6,54 miliar dari target Rp 10 miliar. Dibandingkan pencapaian sumber pendapatan lain, retribusi parkir menjadi salah satu yang tak sesuai target.

”Data yang masuk ke BP2RD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) masih 65 persen,” kata anggota Komisi II DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging, Rabu (26/12/2018).

Anggota Komisi II DPRD Batam Mulia Rindo Purba menilai parkir tepi jalan umum harus dikelola dengan baik dan transparan. ”Saya malu lihat capaian retribusi parkir. Pola pengelolaan seperti ini harus diakhiri, potensi parkir kita sangat besar. Sementara realiasinya tidak sesuai harapan,” sesal Mulia.

Mulia juga mengkritisi setoran yang diterima Dishub Batam. Bayangkan saja, satu titik parkir yang bisa dipungut retribusi antara Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu. Namun hanya disetorkan Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu ke Dishub. Angka ini tentu tidak logis dan jelas merugikan potensi pendapatan asli daerah Batam.

”Bandung saja yang hampir sama dengan Batam bisa di atas Rp 50 miliar. Kita Rp 10 miliar saja itupun tidak tercapai,” ungkap Mulia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Batam, Alexander Banik mengatakan, sesuai hitungan parkir yang ada saat ini pihaknya hanya optimistis mencapai Rp 7 miliar.

”Kalau untuk Rp 10 miliar sangat sulit. Sebab sesuai hitungan kami, hanya segitu (Rp 7 miliar),” kata Banik.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan bahwa realisasi retribusi parkir tepi jalan umum paling maksimal di angka Rp 7 miliar. Hal ini berdasarkan perhitungan titik parkir yang dikelola Dishub saat ini.

”Saya tak hafal angka pastinya. Namun dari data kami ada 478 titik parkir. Kita masih lakukan pengembangan titik parkir baru,” ungkap Banik.

Selain retribusi parkir, minimnya pencapaian pendapatan daerah juga terjadi di pajak mineral bukan logam dan batuan. Dari target Rp 8,4 miliar baru tercapai Rp 2,07 miliar. Begitu juga dengan retribusi izin mendirikan bangunan, target Rp 30 miliar baru realisasi Rp 12,5 miliar atau 41,9 persen.(rng)

Bongkar Mafia Peradilan Lewat Sidang Eddy Sindoro

0

batampos.co.id – Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar skandal mafia peradilan yang melibatkan mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro memasuki babak baru. Hari ini (27/12/2018), Eddy bakal menjalani sidang perdana kasus suap peninjauan kembali (PK) untuk mantan panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution pada 2016 lalu.

Perkara tersebut menyita perhatian publik pada 2016. Sebab, Eddy Sindoro yang telah ditetapkan sebagai tersangka kabur ke luar negeri. Selama masa pelarian itu, Eddy berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain. Mulai dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Sampai akhirnya Eddy menyerahkan diri ke KPK pada Oktober lalu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah menerima penetapan jadwal sidang dari pihak PN Jakarta Pusat. Dalam sidang itu, jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan membeberkan rangkaian perbuatan Eddy dalam kasus suap di lingkungan peradilan tersebut.

”JPU (jaksa penuntut umum, red) akan membacakan dakwaan yang telah disusun,” ujarnya di gedung KPK kemarin (26/12/2018).

Kasus Eddy Sindoro sebelumnya menyeret pengacara Lucas. Advokat tersebut didakwa menghalang-halangi penyidikan Eddy Sindoro dengan cara membantu pelarian Eddy ke luar negeri. Khususnya dari Indonesia ke Bangkok, Thailand, pada Agustus lalu. Pelarian itu diduga melibatkan petugas imigrasi dan petugas Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

KPK berupaya membongkar skandal mafia peradilan tersebut melalui persidangan Eddy Sindoro.

Sebab, dari bukti-bukti dan keterangan yang dikumpulkan, menunjukan adanya keterlibatan ”orang kuat” dibalik ”fasilitas-fasilitas” khusus yang didapat Eddy saat tersangkut persoalan hukum.

”Dakwaan yang telah disusun sebagai awalan untuk proses pembuktian lebih lanjut di rangkaian sidang berikutnya,” jelas Febri. (tyo/ali)

Tim Maha Bodhi Pastikan Ikut HSBL 2019

0

batampos.co.id – Meski pendaftaran Honda Student Basketball League (HSBL) 2019 belum resmi dibuka, tim putri SMA Maha Bodhi Karimun memastikan keikutsertaannya di ajang kompetisi bola basket antarpelajar SMA sede-rajat se-Kepri itu.

”Ya, pasti ikut. Sekarang sudah mulai latihan rutin,” ujar pelatih basket tim putri SMA Maha Bodhi Karimun, Hendro, Rabu (26/12/2018).

Ia menyebutkan, keikutsertaan timnya kali ini merupakan yang kedua, setelah tahun lalu berhasil masuk empat besar.

”Kami optimis bisa lebih baik di kompetisi HSBL kali ini, karena belajar dari pengalaman tahun sebelumnya,” terang pelatih yang juga Guru Bahasa Mandarin SMA Maha Bodhi Karimun ini.

Di sisi lain, Hendro mengaku timnya sudah cukup banyak menoreh prestasi, khususnya turnamen di tingkat kabupaten. Seperti juara 1 MB Cup, juara 1 Vidya Cup, dan melibatkan 90 persen peserta dari SMA Maha Bodhi Karimun dalam cabang olahraga (cabor) basket 2018 di tingkat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri.

Dalam latihan, lanjutnya, lebih menekankan keahlian masing-masing individu.

”Saat ini ada 11 orang yang rutin berlatih. Kalau untuk kekompakan tim, mereka sudah sangat solid saat di lapangan. Jadi, tinggal mengasah skill masing-masing,” ungkap Hendro.

Ia berharap, timnya dapat berlatih maksimal untuk meraih juara di turnamen HSBL.

”Ini merupakan kesempatan berharga bagi tim basket putri Maha Bodhi untuk terus melaju ke tingkat nasional (DBL/Developmental Basketball League),” tutupnya.

Sebelumnya, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepri Syaiful mengatakan, target peserta masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 20 peserta tim putra dan 12 peserta tim putri.

”2019 nanti pelaksanaan HSBL yang keempat, dan seperti biasanya bekerja sama dengan Batam Pos,” ujar Syaiful, Senin (24/12/2018) lalu.

Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah, pihaknya akan di mulai awal tahun nanti. ”Sekarang masih dalam suasana libur sekolah juga. Tetapi untuk pendaftaran sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” sebut Syaiful. (nji)

Venezuela Bangkit melalui Tambang Emas

0
ilustrasi

batampos.co.id – Duta Besar Rusia untuk Venezuela Vladimir Zaemsky pada Rabu (26/12/2018) waktu setempat mengatakan Otoritas Venezuela telah menawarkan perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengambil bagian dalam eksplorasi emas dan penambangan emas.

“Adapun partisipasi Rusia dalam penambangan emas atau proyek penambangan lainnya, Venezuela telah membuat berbagai proposal menarik yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh operator Rusia yang tertarik,” jelasnya seperti dimuat Russia Today.

Zaemsky mengatakan, Caracas sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Rusia di sektor eksplorasi sumber daya padat yang dapat diekstrak di negara itu, termasuk emas, berlian dan coltan, yang digunakan untuk ekstraksi unsur-unsur seperti niobium dan tantalum.
venezuela, emas, cadangan emas,

Terlepas dari cadangan minyak yang dianggap yang terkaya di dunia, Venezuela juga merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti berlian, emas, bijih besi, aluminium, bauksit, gas alam, dan minyak bumi.

Meskipun sedang mengalami krisis parah, sebenarnya Venezuela punya cadangan emas yang sangat besar. Menurut sebuah laporan oleh Dewan Emas Dunia yang diterbitkan pada bulan Juni 2018 lalu, negara ini memiliki 150 metrik ton cadangan emas, yang menjadikannya cadangan emas terbesar ke-25 di dunia.

Namun, krisis ekonomi saat ini dan sanksi Amerika Serikat telah memaksa Venezuela untuk mengandalkan bantuan dari negara lain. Seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), awal tahun ini, Washington melarang bisnis dan individu Amerika untuk berurusan dengan entitas dan orang-orang yang terlibat dalam penjualan emas dari negara tersebut.

Pada bulan Desember, Caracas dan Moskow menandatangani kesepakatan investasi 5 miliar dolar AS untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela sebesar satu juta barel per hari.

(met/JPC)