x.batampos.co.id – Luthfiani Eka Putri, 23, memiliki suami, Deryl Fida Febrianto yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Pernikahan Luthfiana dan Deryl baru berusia dua minggu.
Keduanya juga baru saja merayakan hari jadi tali percintaan mereka. Tepat kemarin, setahun yang lalu, 28 Oktober, keduanya resmi berpacaran.
Sebuah pesan WhatsApp diterima Luthfiani dini hari tadi, tepat pukul 00.00 WIB. Pesan itu dari Deryl. Sekitar 6,5 jam sebelum pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh.
”Selamat hari jadi istriku. Semoga kamu bisa menjadi ibu yg kuat dan sabar untuk anak kita ya sayang, Jaga kesehatan, jangan lupa makan, dan jangan males2. Semoga hubungan kita langgeng sampai di kehidupan selanjutnya amin amin ya Allah”
Pesan itu diakhiri dengan kalimat ‘I LOVE YOU SO MUCH’. Deryl juga membubuhi emoticon hati untuk mengekspresikan cintanya kepada sang istri. Tak lupa, dia juga mengirim sebuah foto dirinya bersama Luthfiani.
Luthfiani sempat menjawab pesan itu sekitar satu jam kemudian. Dia mengamini seluruh doa yang terpanjat dari sang kepala keluarga. Pukul 06.14 WIB, Luthfiani juga sempat berpamitan kepada Deryl melalui WhatsApp. Dia hendak pergi membeli susu. Itu adalah komunikasi terakhir keduanya.
Sambil memandang layar handphone-nya, Luthfiani bercerita bahwa Deryl sebelumnya sudah berangkat Jakarta sejak 17 Oktober lalu. Setelah dua hari menikah, Deryl sudah meninggalkan istrinya untuk mengais rezeki. Deryl mengikuti tes sebagai juru mudi kapal. Sebelum berangkat ke Pangkalpinang, dia harus melalui serangkaian tes di Ibu Kota selama dua minggu.
Tak ada perilaku berbeda yang ditunjukkan Deryl. Hanya, Luthfiani mengaku mendapat mimpi suaminya sempat berpamitan dan menciuminya sehari sebelum Dery berangkat ke Jakarta.
“Semalem, pas mau berangkat, saya mimpi dipamiti, terus dicium sama suami. Saya belum pernah mimpi seperti itu sebelumnya,” cerita Luthfiani.
Selama berada di Jakarta dua minggu terakhir, Deryl terus berkomunikasi dengan Luthfiani. Deryl bahkan sempat menjanjikan akan membelikan pintu untuk rumahnya.
“Mas Deryl mau belikan pintu buat kamar rumah saya yang di Simo Pomahan Baru (Surabaya, red),” tambahnya.
Semalam, sebelum mengucapkan hari jadi, Deryl juga mengabari istrinya bahwa dia sedang makan sate bersama teman-teman seprofesinya di mess PT Pelni di Jakarta. Sesaat setelah mengirim WhatsApp terakhir pagi tadi, Luthfiani mengira sang suami sudah terbang.
“Karena tiket pesawatnya ke Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB. Dia nggak balas WA (setelah Luthfiani berpamitan membeli susu, Red), berarti sudah flight,” kenangnya.
Sementara itu, ayah Deryl, Didik Setiawan, 43, mengatakan bahwa Deryl mendapat tugas untuk memberangkatkan kapal kargo dari Pangkal Pinang.
“Jadi, berangkat ke Pangkalpinang untuk berangkatkan kapal kargo. Tapi tujuan kapalnya ke mana, saya nggak tahu,” kata Didik.
Atas musibah tersebut, dirinya berharap ada keajaiban dari Tuhan. Kalaupun dinyatakan meninggal, setidaknya Badan SAR Nasional dan pihak yang berwajib dapat segera menemukan dan mengevakuasi jenazah putra sulungnya itu.
(HDR/JPC)