Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 11594

Foto Hoax ditengah Kabar Duka Lion Air JT 610

0

x.batampos.co.id – Kita semua berduka atas musibah yang dialami Lion Air JT 610, pagi tadi.

Pembaca, saat menerima info tetaplah awas dan bernas. Jangan sampai termakan hoax.

Berikut info terkait gambar yang telah banyak beredar ditengah musibah Lion Air JT 610.

Pak Sutopo ialah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Ada juga catatan dari Pak Topo seputar info hoax. Yakni sebuah video yang disebar dengan memo penumpang pesawat Lion Air JT 610.

“Tetapi ini penumpang pesawat Lion Air JT 353 Padang-Jakarta yang turbulensi dan semua penumpang selamat beberapa waktu yang lalu,” tegasnya. “Tidak ada video/foto kondisi penumpang sebelum JT 610 jatuh. Jangan ikut menyebarkan hoax.” (ptt)

Daftar Nama Penumpang Lion Air JT 610 yang Jatuh di Perairan Karawang

0

x.batampos.co.id – Pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Bangka Belitung pagi tadi jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat setelah 13 menit mengudara dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan, di dalam pesawat naas ini terdapat 189 orang. Diantaranya 181 penumpang, dan 8 awak pesawat.

“Penumpang 178 dewasa, 1 anak-anak, dua bayi. Copit crew dua, dan 6 awak kabin. 189 totalnya,” kata Soerjanto di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).
Ini Daftar Penumpang Dan Awak Pesawat Lion Air yang Jatuh Di Karawang

Berikut daftar 181 penumpang penumpang pesawat Lion Air JT-610:

1. Rang Adiprana
2. Vivian Afifa
3. Indra Bayu Aji
4. Firmansyah Akbar
5. Wahyu Alldila
6. Resky Amalia
7. Restia Amelia
8. Muhammad Andrian
9. P. Anggrimulja
10. Dede Angraini
11. Liu Anto
12. Vicky Ardian
13. Arfiyandi
14. Reni Ariyanti
15. Riyan Aryandi
16. Chairul Aswan
17. Paul Ayorbaba
18. Fauzan Azima
19. Naqiya Azmi
20. Berly Boen
21. Adoni Bongkal
22. Matth Bongkal
23. Hari Budianto
24. Ar. Budiastuti
25. Ken Cannavaro
26. Liu Chandra
27. Fe Christanto
28. Ariska Cici
29. Dadang
30. Nursi Damanik
31. Dia Damayanti
32. Dary Daryanto
33. Janu Daryoko
34 . Prato Dewanto
35. Inayah Dewi
36. Jannatun Dewi
37. Sui Di
38. Dolar
39. Dony
40. Dwinanto
41. Abdul Efendi
42. Capt. Efendi
43. Jan Efriyanto
44. Sri Endang
45. Eryanto
46. Xhe Fachridzi
47. Mohammad Fadillah
48. Der Febrianto
49. Filzaladi
50. Fiona Ayu Zen
51. Trie Gautama
52. Achmad Hadi
53. Tri Hafidzi
54. Fifi Hajanto
55. Ibnu Hantoro
56. Hardy
57. Fais Harharah
58. Darw Harianto
59. Har Harwinoko
60. Chandra Hasan
61 Has Hasnawati
62. Hedy
63. Hendra
64. Herju Herjuno
65. Dewi Herlina
66. Henny Heuw
67. Ambo Malis HM
68. A Innajatullah
69. Dicky Jatnika
70. Ervin Jayanti
71. Muhammad Jufri
72. Tami Julian
73. Juma Jumalih
74. HK Junaidi
75. Dodi Junaidi
76. Vera Junita
77. Karmin Karmin
78. Y Kartikawati
79. Kasan
80. Tesa Kausar
81. Abdul Khaer
82. Sui Khiun
83. Khotijah
84. Chandra Kirana
85. Ariauw Komardy
86. Igan Kurnia
87. Mariya Kusum
88. Liany
89. Linda
90. Luhba Toruan
91. Mahheru
92. Andr Mangredi
93. Martono
94. Sekar Maulana
95. Mito
96. Moejiono
97. Monni
98. Msyafii
99. Akma Mugnish
100. Murdiman

101. Murita
102. .Muhammad Nasir
103. Njat Ngo
104. Nie Nie
105. Zulva Ningrum
106. NoeGrohantoro
107. Noorviantoro
108. Agil Nugroho
109. Hesti Nuraini
110. Joyo Nuroso
111. Nurramdhani
112. Onggomardoyo
113. Yoga Perdana
114. Chris Prabowo
115. Riwan Pranata
116. Rio Pratam
117. Junior Priadi
118. Ruslian Purba
119. Puspita Putri
120. Fatikah Putty
121. N Rabagus
122. Shan Ramadhan
123. Ruma Ramadhan
124. Muchta Rasyid
125. Ema Ratnapuri
126. Rebiyanti
127. Nur Rezkianti
128. Rijalmahdi
129. Muhammad Riyadi
130. Imam Riyanto
131. Akhim Rokhmana
132. Romhan Sagala
133. Sah Sahabudin
134. Martua Sahata
135. Ubaidi Salabi
136. Nikky Santoso
137. Yunit Sapitri
138. Mawar Sariati
139. Ase Saripudin
140. Hi Saroinsong
141. Sas Sastiarta
142. Rudolf Sayers
143. Nata Setiawan
144. Cosa R Shabab
145. Shella
146. Sian
147. Man Sihombing
148. Yul Silvianti
149. Nu Sitharesmi
150. Nia Soegiyono
151. Rizal Sputra
152. Mack Stanil
153. Eka M Suganda
154. Rank Sukandar
155. Idha Susanti
156. Rober Susanto
157. Wahyu Susilo
158. Eko Sutanto
159. Eling Sutikno
160. Sya Syahrudin
161. Hendra Tanjaya
162. Tan Mr Toni
163. Trianingsih
164. Maria Ulfah
165. Bambang Usman
166. Verian Utama
167. Miche Vergina
168. Wanto
169. Wendy
170. Radik Widjaya
171. Krisma Wijaya
172. Daniel Wijaya
173. Andr Wiranofa
174. Witaseriani
175. Wulurastuti
176. Nicko Yogha
177. Reo Yumitro
178. Yuniarsi
179. Yunita
180. Bayi 1
181. Bayi 2

Berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat Lion Air JT-610:

1. Bhavve Suneja (Pilot)
2. Harvino (Co-pilot)
3. Shintia Melina (Supervisi pramugari)
4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari)
5. Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari)
6. Fita Damayanti Simarmata (Pramugari)
7. Mery Yulyanda (Pramugari)

(sat/JPC)

Pesan Terakhir dari Suami 6,5 Jam sebelum Lion Air JT 610 Jatuh

0

x.batampos.co.id – Luthfiani Eka Putri, 23, memiliki suami, Deryl Fida Febrianto yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pernikahan Luthfiana dan Deryl baru berusia dua minggu.

Keduanya juga baru saja merayakan hari jadi tali percintaan mereka. Tepat kemarin, setahun yang lalu, 28 Oktober, keduanya resmi berpacaran.

Sebuah pesan WhatsApp diterima Luthfiani dini hari tadi, tepat pukul 00.00 WIB. Pesan itu dari Deryl. Sekitar 6,5 jam sebelum pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh.

Selamat hari jadi istriku. Semoga kamu bisa menjadi ibu yg kuat dan sabar untuk anak kita ya sayang, Jaga kesehatan, jangan lupa makan, dan jangan males2. Semoga hubungan kita langgeng sampai di kehidupan selanjutnya amin amin ya Allah

Pesan itu diakhiri dengan kalimat ‘I LOVE YOU SO MUCH’. Deryl juga membubuhi emoticon hati untuk mengekspresikan cintanya kepada sang istri. Tak lupa, dia juga mengirim sebuah foto dirinya bersama Luthfiani.

Luthfiani sempat menjawab pesan itu sekitar satu jam kemudian. Dia mengamini seluruh doa yang terpanjat dari sang kepala keluarga. Pukul 06.14 WIB, Luthfiani juga sempat berpamitan kepada Deryl melalui WhatsApp. Dia hendak pergi membeli susu. Itu adalah komunikasi terakhir keduanya.

Sambil memandang layar handphone-nya, Luthfiani bercerita bahwa Deryl sebelumnya sudah berangkat Jakarta sejak 17 Oktober lalu. Setelah dua hari menikah, Deryl sudah meninggalkan istrinya untuk mengais rezeki. Deryl mengikuti tes sebagai juru mudi kapal. Sebelum berangkat ke Pangkalpinang, dia harus melalui serangkaian tes di Ibu Kota selama dua minggu.

Tak ada perilaku berbeda yang ditunjukkan Deryl. Hanya, Luthfiani mengaku mendapat mimpi suaminya sempat berpamitan dan menciuminya sehari sebelum Dery berangkat ke Jakarta.

“Semalem, pas mau berangkat, saya mimpi dipamiti, terus dicium sama suami. Saya belum pernah mimpi seperti itu sebelumnya,” cerita Luthfiani.

Selama berada di Jakarta dua minggu terakhir, Deryl terus berkomunikasi dengan Luthfiani. Deryl bahkan sempat menjanjikan akan membelikan pintu untuk rumahnya.

“Mas Deryl mau belikan pintu buat kamar rumah saya yang di Simo Pomahan Baru (Surabaya, red),” tambahnya.

Semalam, sebelum mengucapkan hari jadi, Deryl juga mengabari istrinya bahwa dia sedang makan sate bersama teman-teman seprofesinya di mess PT Pelni di Jakarta. Sesaat setelah mengirim WhatsApp terakhir pagi tadi, Luthfiani mengira sang suami sudah terbang.

“Karena tiket pesawatnya ke Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB. Dia nggak balas WA (setelah Luthfiani berpamitan membeli susu, Red), berarti sudah flight,” kenangnya.

Sementara itu, ayah Deryl, Didik Setiawan, 43, mengatakan bahwa Deryl mendapat tugas untuk memberangkatkan kapal kargo dari Pangkal Pinang.

“Jadi, berangkat ke Pangkalpinang untuk berangkatkan kapal kargo. Tapi tujuan kapalnya ke mana, saya nggak tahu,” kata Didik.

Atas musibah tersebut, dirinya berharap ada keajaiban dari Tuhan. Kalaupun dinyatakan meninggal, setidaknya Badan SAR Nasional dan pihak yang berwajib dapat segera menemukan dan mengevakuasi jenazah putra sulungnya itu.

(HDR/JPC)

Lion Air Terbangkan Keluarga Korban JT 610 ke Jakarta

0

x.batampos.co.id – Saat ini, 90 orang dari pihak keluarga penumpang sudah didatangan oleh Lion Air ke Jakarta.

Mereka berasal dari berbagai daerah.

Lion Air menyiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di hotel Ibis daerah Cawang, Jakarta Timur, agar memudahkan mobilitas ke posko Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Malam ini juga direncakan keluarga penumpang akan didatangkan lagi sebanyak 76 orang (lagi).

Terkait dengan kejadian dimaksud, Lion Air membuka crisis center di nomor telepon (021)-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002

“Kami sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mempercepat kepastian infomasi terkait dengan keadaan penumpang dan awak pesawat,” tulis Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam rilis yang x.batampos.co.id terima.

 

Shella ke Pangkal Pinang hendak Jumpa Keluarga Besar Calon Suami

0

x.batampos.co.id – Shella ,26, merupakan salah satu korban yang menumpang pesawat Lion Air JT 610.

Keluarganya mendatangi kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10) siang.

Ketika ditemui di rumahnya Penjaringan, Jakarta Utara, sepupu Shela bernisial T, mengaku pihak keluarga tidak hanya mendatangi Basarnas, tetapi juga ke Bandara Soekarno Hatta. Namun hingga kini, pihak keluarga belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Shela.

“Baru dari Bandara, tahu info saya tadi dari Basarnas dulu. Awalnya saya dikasih tahu bapaknya, lalu ke Bandara,” ujarnya di lokasi, Senin (29/10).

T menyatakan bahwa Shela hendak ke Pangkalpinang bersama calon mertuanya, untuk berkenalan dengan keluarga besar calon suaminya. Selain itu, Shela rencananya juga akan mengabari terkait rencana pernikahan dirinya dan calon suaminya.

“Ketemu famili mengabarkan dia mau married. Shela sama calon suaminya, calon mertua dan temen calon mertuanya. Ya, berempat dari sini (rumah sebelumnya),” jelasnya.

Sementara itu, T menyatakan keluarga sangat terpukul dengan kabar tersebut sehingga tidak ingin diganggu oleh media. Dia berharap agar sepupu dan kerabatnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Bapaknya lagi di dalam suasana lagi kurang enak di dalam, nangis semua. Dia baik orangnya semoga bisa ketemu dengan selamat semuanya,” harapnya.

Namun dirinya enggan membeberkan lebih lanjut mengenai rencana pernikahan Shela. Pantauan JawaPos.com, kediaman Shela tampak sepi. Beberapa kerabat datang untuk memberikan dukungan. Namun mereka enggan dimintai keterangan.

Sebelumnya, saudara korban datang bersama orang tuanya untuk mencari informasi. Kedatangan mereka diiringi harapan adanya keajaiban bahwa sanak keluarganya bisa selamat dari insiden nahas ini.

(rgm/JPC)

Keluarga Mery Yulyanda, Pramugari Lion Air Menunggu Hasil Pencarian

0
Mery Yulyanda, pramugari Lion Air JT 610 (IG)

x.batampos.co.id – Mery Yulyanda, pramugari Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. Salah seorang kerabat Mery, Windy Safitra yang juga pramugari Lion Air mengatakan saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar dari hasil pencarian korban.

“Saudara gue crew-nya. Sekarang keluarga masih nyari (menunggu kabar pencarian) dia,” kata Windy kepada Jawapos.com, Senin (29/10).

Windy mengatakan Mery telah menjadi flight attendant di Lion sejak 2014. Ia mengaku pernah satu penerbangan dengan Mery tapi sudah lama.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu dan berharap semoga ada mukjizat sehingga Mery dan penumpang lainnya bisa ditemukan dengan keadaan selamat.

Selain Mery, berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat Lion Air JT-610:

1. Bhavve Suneja (Pilot)

2. Harvino (Co-pilot)

3. Shintia Melina (Supervisi pramugari)

4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari)

5. Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari)

6. Fita Damayanti Simarmata (Pramugari).

Pesawat tipe B737-8 Max itu hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Dilaporkan, pesawat terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini take off pada 06.10 WIB dan dijadwalkan akan tiba pada 07.10 WIB.

(uji/JPC)

Kesaksian Jatuhnya Lion Air JT 610

0
Tug boat di lokasi Lion Air JT 610 jatuh.

x.batampos.co.id – Maskapai penerbangan Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di area Mike, lapangan minyak lepas pantai blok ONWJ milik Pertamina milik di laut utara Bekasi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Humas Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Ifki. Ia mengatakan, petugas yang sedang bekerja di area tersebut mendengar suara jatuhnya pesawat tersebut sekitar pukul 06.33 WIB.

“Ada pegawai setempat yang sedang bertugas disana mendengar adanya pesawat tersebut lalu dari pihak kami menginstruksikan untuk mengecek keberadaan dimana jatuhnya pasar tersebut,” ujarnya saat dihubungi oleh Jawapos.com, Senin (29/10).

Namun, Ifki menjelaskan, tepat jatuhnya pesawat jauh di dekat anjungan, namun jauh dari lapangan Mike. Pihaknya langsung menginstruksikan mengecek lokasi jatuhnya pesawat, tempat ditemukan puing-puing atau serpihan yang diduga puing pesawat.

“Telah ditemukan serpihan dan puing (yang diduga puing pesawat) yang dilaporkan ke Basarnas oleh teman-teman PHE ONWJ. Lokasi jatuhnya (pesawat) sekitar 100 km dari rig Mike-Mike. Dan sekarang puing-puing tersebut telah diserahkan oleh pihak basarnas,” tandasnya.

Ifki menyatakan, jatuhnya pesawat Lion Air tidak mengganggu fasilitas dan operasional kerja perseroan.

“Fasilitas dan operasi kita tak terganggu. Aman. Lokasi jatuh di sekitar Karawang-Bekasi. Kapal Prabu Pertamina sedang patroli dan ditugaskan oleh yang bekerja di Mike-Mike untuk patroli,” imbuhnya.

“Tugas kami bukan untuk evakuasi, kami membantu (penanganan) dugaan jatuhnya pesawat. Kami akan transfer ke Basarnas serpihan yang ditemukan. Tanggungjawab selanjutnya oleh Basarnas,” tandasnya.

(mys/JPC)

Jeritan Pedagang Seken Aviari

0

Geliat pasar seken aviari Batuaji kian meredup. Pasar yang diwacanakan sebagai salah satu ikon pariwisata di kota Batam itu goyang. Melemahnya rupiah terhadap dollar, situasi ekonomi nasional yang belum stabil serta menjamurnya pasar kaget menjadi deretan persoalan yang serius bagi para pedagang di sana.

Eusebius Sara, Batuaji

“Jangankan berkembang, bertahan saja sudah alhamdulilah”. Itulah kalimat yang diucapkan oleh Ramli, merespon pertanyaan Batam Pos tentang situasi pasar seken Aviari, pada akhir pekan kemarin.

Ramli adalah pedagang pakain bekas asal Singapura yang menempati deretan kios bagian tengah lurusan pintu masuk dari Mall Aviari. Sudah belasan tahun dia beradu nasib dengan lembaran pakain bekas tersebut. Sebelum tahun 2014, usaha bisnis pakain bekas Ramli tergolong sukses. Dalam seminggu dia bisa meraup keuntungan jutaan rupiah.

“Itu dulu dibawah tahun 2014. Pengunjung masih ramai. Tidak saja warga Batam tapi wisatawan juga yang ke sini,” ujarnya.

Namun itu hanya bertahan hingga tahun 2014 saja. Mulai tahun 2015 keatas geliat bisnis barang seken di sana perlahan meredup seiring dengan melemahnya geliat industri galangan kapal. Peminat barang seken terus berkurang dari waktu ke waktu. Situasi yang kurang baik ini berlangsung hingga tahun 2017 lalu.

“Sangat terasa mulai tahun 2016. Omset penjualan benar-benar turun drastis. Sehari paling banyak 10 potong (baju atau celana). Padahal sebelumnya bisa mencapai ratusan potong apalagi kalau akhir pekan,” tutur Ramli.

Persoalan ini belum seberapa sebab mulai tahun 2016 keatas, wilayah Batuaji dan sekitarnya mulai tren dengan pasar kaget. Pasar kaget yang menjamur di setiap sudut pemukiman memperburuk keadaan pasar seken sebab pedagang pasar kaget juga menjual barang seken. “Pasar kaget juga ramai jualan seken jadi tambah sepihlah kami di sini,” ujarnya.

Omset penjualan Ramli dan pedagang di sana semakin menurun. Kadang ada yang tak laku sama sekali dagangan mereka dalam sehari. Usaha mereka bisa dibilang hanya untuk bertahan saja.

Segalah upaya telah dilakukan dengan menyuarakan protes terhadap keberadaan pasar kaget. Namun keadaan tak kunjung membaik. Mereka malah dihadapkan dengan situasi yang semakin sulit yakni melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar.

Harga beli pakain seken di Singapura naik drastis dari enam dollar jadi sembilan dollar perkilogramnya. Ini buruk bagi mereka sebab harga jual barang seken juga harus naik. Imbasnya omset penjualan terus digerogoti. Peminat sepih dengan keuntungan yang sangat sedikit membuat mereka tak berdaya. “Berat bang sekarang,” sebut Ramli.

Sejumlah pedagang bahkan mulai beralih menjual barang baru buatan lokal sebab harganya relatif lebih murah. Penjual meubel misalkan sementara waktu mengabaikan meubel seken asal Singapura sebab terlampau mahal dan jarang laku.

“Ya mau gimana lagi. Barang seken sekarang lagi naik harga. Orang nggak mau beli karena kemahalan. Malah meja atau kursi buatan lokal yang laku sekarang,”kata Safar, pedagang barang muebel lainnya.

foto: x.batampos.co.id /dalil harahap

Senada disampaikan Ruli, pedagang sepatu seken. Karena menurunya minat pembeli akan sepetu seken, Ruli memilih menjual sepatu baru buatan lokal dengan harga yang relatif lebih murah.

“Orang tak pandang kualitas lagi sekarang. Asalkan murah, makanya mana yang laris itulah yang kami jual,” katanya.

Keadaan yang semakin sulit ini mengharuskan pedagang di sana untuk berjuang lebih keras lagi. Terobosan demi terobosan baru harus dilakukan agar bisa bertahan. Salah satunya adalah menjajahkan dagangan mereka lewat jalur online. Jejaringan media sosial dimanfaatkan untuk menjual barang dagangan mereka, namun itu tak banyak membantu karena harga jual yang mahal tetap mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Orang tetap tak minat karena masih kemahalan,” kata Ramli.

Harapan satu-satunya para pedagang adalah pemerintah. Program-program penanggulangan persoalan ekonomi seperti stabilitas mata uang rupiah dan stabilitas ekonomi nasional dari pemerintah sangat diharapkan. “Kami juga berharap agar rencana menjadikan pasar seken ini sebagai ikon pariwisata di Batam juga segera direalisasikan supaya ramai lagi pasar ini. Sayang sudah dikenal kemana-mana tapi kondisinya tetap seperti ini,” harap Ramli. ***

Fery Dolphin Rute Batam Center-Puteri Harbour Johor

0

x.batampos.co.id – Warga Batam maupun wisatawan dari berbagai daerah yang ingin berkunjung ke Malaysia kini punya pilihan kapal fery dari Batam ke Johor, Malaysia. Dua armada kapal fery, Dolphin 1 dan Dolphin 2, telah berlayar melayani rute terbaru dari Pelabuhan Fery Internasional Batam Center menuju Puteri Harbour Ferry Terminal, Johor Bahru, Malaysia.

Pihak agen Tiketing Nusa Jaya Indofast, Acuan Tan mengatakan pihaknya menjual tiket promosi selama bulan Oktober dan November. Selama Oktober tiket promo yang ditawarkan yakni beli 2 tiket gratis 1 tiket. Promo ini berlaku hingga 31 Oktober.

“Ada juga promo bulan November, beli 3 tiket gartis 1 tiket,” ujar Acun Tan kepada Batam Pos, Jumat (26/10).

Menurut Acun lagi, harga tiket fery Dolphin pulang-pergi Rp 290 ribu. Harga ini belum termasuk pajak pelabuhan Batam Center dan Puteri Harbour. Tiket bisa dibeli Nusa Jaya Indofast atau Prima Tour and Travel. “Bisa juga beli di agen-agen travel terdekat lainnya dengan harga yang sama,” tegas dia.

Kapal fery berbahan aluminium ini berlayar setiap hari di rute internasional sebanyak 4 trip dari Batam Center dan 4 trip dari Johor Bahru atau 8 kali pelayaran pulang pergi. Keberangkatan dari Pelabuhan Batam Centre-Puteri Harbour, Johor Bahru, mulai pukul 07.00, 11.30, 13.45, dan 17.30 WIB. Sementara jadwal pelayaran rute Puteri Harbour-Batam Centre pukul 08.30, 12.00, 15.45, dan 18.30 waktu Malaysia.

Kapal fery Dolhpin ini berkapasitas 168 orang. Sebanyak 148 kursi di kelas ekonomi dan 20 kursi di kelas VIP yang berada di lantai dua. “Keunggulan kapal buata Batam ini, selain modelnya yang terbaru, desain interior yang bagus, juga tersedia kursi VIP yang berukuran lebih besar dan sandaran bisa direbahkan,” jelasnya.

Selain memiliki kursi VIP, perbedaan kapal fery Dolphin dengan kapal lainnya, yakni terbuat dari bahan aluminium yang diklaim lebih aman. Dilengkapi fasilitas seperti televisi, AC, dan sebagainya. Rute Batam Center – Puteri Harbour Ferry Terminal, Johor Bahru Malaysia, juga memiliki kelebihan. Sebab, dari dan ke Puteri Harbour tersedia free shuttle bus. Dengan menunjukan tiket, penumpang bisa naik shuttle bus dengan gratis.

“Bus ini mengantar penumpang ke tempat-tempat witasa seperti Legoland, Taman Hello Kitty, juga tempat belanja seperti KZL atau ke Terminal Larkin,” jelas Acun. (uma)

Sandiaga Uno Menyapa Batam

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua, Sandiaga Uno roadshow ke Pulau Batam, Senin (29/10). Roadshow dalam rangka deklarasi Badan Pemenangan dan Relawan Probowo-Sandi tersebut disambut antusias ribuan warga Batam.

Sesuai deklarasinya di Pasar Botania 2, Sandi berjanji akan memfokuskan pada peningkatan ekonomi rakyat, terutama usaha kecil menengah.

“Usaha pertama saya ada di Batam. Jadi saya sangat mengerti kesulitan yang dialami oleh masyarakat Batam. PHK tinggi, penganguran banyak, ekonomi susah dan kami punya strategi menjadikan Batam lebih baik ekonominya,” kata Sandi.

Permasalahan lainnya yang ada di Batam, lanjutnya, adanya dualime kepemimpinan. Dualime ini terjadi karena pemerintahan tidak kuat. Diakuinya, Prabowo-Sandi akan hadir dengan pemerintahan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas. “Kita butuh pemimpin yang tegas. Ambil keputusan dan berikan kepastian hukum bagi para pelaku bisnis dan dunia usaha,” tuturnya.

Lokasi Batam yang strategis berada di perbatasan dua negara tetangga, sangat sayang bila tidak dimanfaatkan. Bahkan ironisnya ekonomi di Batam tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sandi berjanji, bila ia dipercayakan masyarakat Batam untuk memipin negeri ini, salah satu fokus utamanya pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

“ekonomi kita tingkatkan. Lapangan kerja dan usaha kecil kita buka, khususnya melalui program ok-oce,” janjinya.

Sandi juga berjanji akan mengatasi permasalahan harga sembako yang terus melonjak. Salah satunya dengan memberikan kemudahan kepada impor, yang pada akhirnya berimplikasi terhadap perusahaan asing yang membuka lapangan kerja di Batam.

“Saya berjanji kala diberi amanah akan mendahulukan kepentingan nasional dan kepentingan putra putri bangsa,” tambahnya. (rng)