Fahrulrozi dan Ricarno, petugas dari Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam melakukan pengecekan jaringan gas bumi sekaligus memberikan edukasi kepada Eem Suhartini, pemilik rumah makan Favorit di Perumahan Bida Asri I Batamcenter, beberapa waktu lalu.
PGN terus melakukan pembangunan dan memperluas infrastruktur gas di seluruh Indonesia guna mengenalkan gas bumi sebagai energi bersih dan memiliki manfaat yang besar.
Mulai dari rumah tangga, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga industri besar telah memanfaatkan gas bumi PGN, Kedaulatan energi ini tentunya berujung pada meningkatnya perekonomian Nasional.
batampos.co.id – Program Studi (Prodi) Multimedia Jaringan dan Animasi Politeknik Negeri (Poltek) Batam menggelar PoliBatam Creatif 2018, di atrium Mega Mall Batam Center, Jumat (14/12). Pameran hasil karya seni prodi multimedia tersebut akan digelar selama tiga hari atau hingga Minggu (16/12).
Ketua pelaksana acara Liony Lumombo mengatakan, PoliBatam Creatif merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Prodi Multimedia dan Animasi. Pameran ini diadakan di akhir semester.
Tujuannya, agar masyarakat umum bisa melihat hasil karya yang telah mahasiswa hasilkan. Adapun yang dipamerkan berupa hasil karya fotografi, perancangan grafika, sistem penyuntingan, menggambar dasar, dan broadcasting.
”Sebelumnya pameran diadakan di lobi gedung Poltek. Namun, tahun ini sesuai usulan Direktur Poltek diadakan di luar kampus,” ungkapnya.
Liony menambahkan, agenda yang dilakukan selama tiga hari itu tidak hanya pameran. Tapi juga diisi dengan beberapa pemateri. Pesertanya adalah mahasiswa angkatan pertama yang diharapkan ke depan bisa menjadi contoh untuk berani menunjukkan hasil kreativitas karyanya.
”Pembukaan acara pukul 13.00 WIB. Yang kita undang sesuai dengan mata kuliah yang akan dipamerkan,” jelas Liony.(rng)
batampos.co.id – Puncak 18 hari anti kekerasan terhadap anak dan perempuan, ditutup dengan diskusi tentang kekerasan anak dan perempuan di Batam selama tahun 2018.
Data dari Romo Pascal, selaku pegiat komunitas save migrant atau komunitas anti kekerasan terhadap anak dan perempuan, selama 2018 ada sedikitnya 125 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan. Jumlah tersebut tak jauh beda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah sebanyak ratusan korban yang didominasi usia remaja dan anak atau masih di bawah umur yang terjadi di Batam, sudah bisa dikategorikan darurat. Dari kasus yang dilaporkan sebanyak itu, 50 persen masuk hingga ke ranah hukum. Sisanya ada juga yang selesai dengan jalur mediasi,” ujar Romo Pascal.
Dari sekian banyak kasus kekerasan perempuan dan anak, lanjutnya, 85 persen didominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
“Target tahun depan, kami akan memperkuat jaringan lagi, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan juga bagaimana terus mensosialisasikan ke masyarakat,” terangnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Batam, Misni membenarkan apa yang dikatakan Romo Pascal, selama 2018 sudah ada ratusan korban terkait kekerasan anak dan perempuan.
“Dari hasil survei kualitas hidup perempuan dari tiga perempuan, satu selalu jadi korban kekerasan. Sebenarnya yang terlaporkan jadi korban kekerasan itu belum seberapa sih meski jumlahnya ratusan, dibandingkan kasus kekerasan anak dan perempuan yang tak terlaporkan di masyarakat,” ujar Misni.
Dengan semakin tahunya masyarakat akan tahunya hak-haknya mereka mendapatkan perlindungan hukum dan semakin aktifnya komunitas, lanjutnya, kasus pasti akan semakin tinggi.
“Karena orang akan berani melaporkan dan berani meminta keadilan apabila menjadi korban kekerasan. Untuk kedepannya, kami dari Pemko Batam akan lebih intens lagi berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pegiat atau komunitas anti kekerasan anak dan perempuan di Batam ini. Sebab, dari merekalah kami tahu ada kejadian kekerasan perempuan dan anak di Batam,” ujar Misni mengakhiri. (gas)
Pegawai PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Iswandi Azis membagikan brosur sebagai alat sosialisasi kepada pelajar SMAN 8 Sagulung tentang perusahaan TGI dan PGN serta produk perusahaan bagi masyarakat dan negara.
Ia pun menejelasakan apa tidak boleh dilakukan di sepanjang jalur pipa gas. Antara lain tidak boleh bercocok tanam, merusak papan peringatan, membuang sampah dan bahan kimia, membuat tiang pancang, membuat api, mengemudi dan meletakkan kendaraan di atas jalur pipa.
batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengajak semua pemangku kepentingan di Batam bersatu padu jika ingin pertumbuhan ekonomi Batam lebih baik. Hal ini ia sampaikan ketika ditanya pendapatnya terkait target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada tahun 2019 mendatang.
“Saya berharap kita semua stakeholder Kota Batam harus fokus untuk menumbuhkan itu,” imbuh dia, kemarin.
Menurut dia, target 7 persen bukan hal yang tidak mungkin untuk dicapai. Namun, kapan target tersebut tercapai tergantung kesungguhan pemangku kebijakan di Batam.
“Saya tak bilang tercapai besok (tahun depan). 7 persen itu pasti bisa, tapi tahun berapakah itu, tak ada yang bisa jawab,” imbuhnya.
Menurut dia, perbaikan kemudahan layanan perizinan adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Tak sekedar menunggu, ia berharap stakeholder aktif sehingga investasi masuk dan pariwisata bisa hidup.
“Kalau tidak begitu, bagaimana kita mau 7 persen,” imbuhnya.
Dalam hal ini, ia juga berpendapat tentang masuknya investasi di Batam ada yang bukan karena kehebatan pemangku kebijakan namun lebih kepada imbas ekonomi dunia.
“Hari ini ada Apple (perakit iPhone, Pegatron) masuk, itukan bukan karena hebatnya kita, Pemko Batam maupun BP Batam. Tidak. Kebetulan ada persoalan antara Amerika dan Cina, dia mau ke sini maka kita tangkap, ini sebetulnya,” papar mantan anggota DPRD Batam ini.
“Sama kayak McDermott, kan bukan karena kita tapi karena situasi dan kondisi, mereka ada proyek yang bisa dikerjakan, ini kan hanya kayak runtuhnya durian,” tambah dia.
Walau demikian, kehadiran Pegatron juga adanya proyek McDermott, ia akui merupakan kabar baik bagi ekonomi Batam. Dalam hal ini, ia akan berkomitmen akan membantu segala bentuk layanan perizinan.
“Kami Pemko akan bantu sepenuhnya,” ujar dia.
Kemudahan berusaha merupakan hal yang penting dalam dunia usaha, para pengusaha tentu sangat membutuhkan hal ini. Bahkan, ia mengaku Pemko Batam akan menjemput bola jika ada inevstor yang ingin menanamkan modalnya di Batam.
“Ini yang diterapkan di negara maju lain, apa yang investor dapati permasalahanya lapor kami dan kalau mau ke saya langsung lebih baik. Handphone saya standby, SMS juga bisa. Ada peluang kami akan kejar,” kata dia. (iza)
“Tak usah berandai andai. Belum ada pegangan saya, saya tak boleh ngomong, kita berkerja ada hitam diatas putih yang menentukan kita,” kata Rudi saat ditemui usai acara Kampanye Cerdas Penggunaan Kosmetik Bagi Milenial di Hotel Aston, Kamis (13/12/2018).
Lebih lanjut, ia akan bersikap setelah mendapat keputusan tertulis tersebut. Sikap ini terlebih, karena dirinya pun tidak diundang dalam rapat terbatas yang digelar di Jakarta, Rabu (12/12).
“Saya kemarin kan tak diundang juga. Saya menunggu saja. Saya tak komen ya, nanti kalau sudah oke saya akan statement,” imbuhnya. (iza)
Sudah 40 hari berturut-turut aroma masakan khas berbau rempah mengepul dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Sejak 29 Oktober lalu, ribuan porsi nasi briyani dan lauk ayam memang dimasak setiap pagi di sana. Makanan bergizi itu nantinya akan diberikan kepada warga Gaza yang masih terbelit krisis kemanusiaan hingga kini.
Seperti pada Selasa (4/12) pagi, ribuan paket nasi siap santap tiba di sebuah pusat pengasuhan anak-anak sindrom down di Gaza. Para relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa semua makanan itu dari Dapur Umum Indonesia ACT.
Di sebuah aula gedung Down Syndrome Center, senyum anak-anak itu mengembang. Mata mereka memancarkan rasa penasaran pada sejumlah kotak abu kilap di tangan para relawan. Kotak-kotak itu berisi nasi hangat yang siap dibagikan kepada mereka. Saking bahagianya, Amir, salah satu anak binaan di Down Syndrome Center mencium tangan dan pipi salah satu relawan sebagai tanda terima kasih sesaat setelah relawan itu memberikan makanan kepadanya.
Down Syndrome Center adalah salah satu lembaga yang menampung dan merawat orang-orang dengan sindrom down dari berbagai daerah di Gaza. Mereka menampung hingga ratusan orang yang mengalami sindrom down.
Manajer Down Syndrome Center Ahmed Alhelo mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang mereka terima.
“Terima kasih ACT dan bangsa Indonesia atas kebaikannya membantu orang-orang Palestina terutama kami yang tinggal di Gaza,” ungkapnya.
Selasa (4/12), tim juga membagikan makanan siap santap ke daerah prasejahtera di Bait Hanoun. Di sana, sejumlah anak sudah menanti kedatangan relawan ACT di ujung pintu rumah mereka. Berbalut pakaian hangat mereka berlari menghampiri para relawan.
Pembagian makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia adalah bentuk perhatian bangsa Indonesia kepada para pengungsi di Gaza yang telah lama terpapar krisis kemanusiaan. Sejalan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, Dapur umum Indonesia menjadi program kemanusiaan yang diunggulkan pada triwulan terakhir tahun 2018.
“Dapur Umum Indonesia masih terus melayani masyarakat Gaza di musim dingin ini. Sejak awal program ini berjalan pada akhir Oktober lalu, sebanyak 44.206 porsi makanan siap santap dibagikan ke seluruh wilayah Gaza,” lapor Andy Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT pada Selasa (11/12/2018).
Bersamaan dengan itu, ACT juga membagikan sejumlah pakaian hangat dan selimut bagi para penyintas di Gaza. Berdasarkan penunjuk cuaca daring, suhu di Gaza musim ini berada pada kisaran 21-16 derajat Celsius. Keadaan itu pun sesekali disertai dengan turunnya hujan. [*]
batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna menyalurkan bantuan beasiswa kepada 25 santri penghafal Alquran. Penyerahan bantuan tersebut merupakan dukungan Baznas untuk mendukung lahirnya penghafal Alquran.
Pengurus Baznas Kabu-paten Natuna Said Ridwan mengatakan, beasiswa dise-rahkan kepada santri yang berada di pemondokan. Tidak hanya pesantren di Natuna, santri di luar daerah seperti Batam, Pontianak, Magetan, Pekanbaru, Bandung, dan Kudus juga mendapatkan beasiswa.
”Setiap santri mendapat Rp 2 juta sebagai bantuan beasiswa. Ini merupakan hasil peningkatan penerimaan zakat tahun ini,” Ridwan, Rabu (12/12/2018).
Dikatakan Ridwan, Badan Amil Zakat Natuna berencana melaksanakan program bantuan beasiswa tersebut secara rutin. Namun akan menyesuaikan pendapatan dari penerimaan zakat. Dan penerima bantuan tidak dipilah, semua santri di pemondokan dalam proses menghafal Alquran menerima bantuan beasiswa.
Bantuan ini, katanya, bertujuan agar generasi muda Islam Natuna memiliki penerus yang penghafal Alquran. Baz-nas Natuna juga berharap, hafiz generasi muda sekarang dapat menghafal Alquran 30 juz. Dan taat dalam beribadah.
Sebelumnya Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna Ibrahim Ya’kub mengatakan, tahun 2018 ini jumlah pembayar zakat di Natuna mulai meningkat.
Peningkatan yang signifikan ini pada bidang profesi, karena jumlah muzaki dari kalangan pegawai menga-lami peningkatan yang cukup tinggi. Jumlah muzaki tahun ini tercatat 557 orang.
”Peningkatan ini secara otomatis membuat jumlah zakat yang terkumpul di Baznas juga bertambah. Tahun 2017 lalu jumlah zakat yang terkumpul sekitar Rp 740 juta, namun tahun 2018 ini terhitung per November, Baznas sudah berhasil mengumpulkan zakat sekitar Rp 1,3 miliar,” kata Ibrahim.(arn)
F. SYAHID/BATAM POS Bangkai kapal asing hasil tangkapan terlihat mulai rapuh di Desa Tarempa Timur, Natuna. Bangkai kapal ini bisa dijadikan objek wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Anambas.
batampos.co.id – Wisatawan asal Italia Gina Marie Colagiacomi terkejut ketika melihat banyaknya bangkai kapal yang sudah lapuk di perairan Antang, Desa Tarempa Timur.
Dia menyayangkan bangkai kapal yang sudah rapuh tersebut dibiarkan berserakan di pantai tanpa tertata.
Padahal menurutnya, bangkai kapal tersebut masih bisa dirapikan bahkan menjadi nilai jual untuk mendongkrak ketenaran wisata Anambas.
”Saran dari turis itu, seharusnya bangkai kapal tersebut dirapikan dan dibuatkan museum sehingga menjadi daya tarik wisatawan,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, melalui stafnya, Hani.
Dengan adanya museum bangkai kapal maka dapat memberikan edukasi kepada para generasi muda di Anambas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur mengatakan, masalah tersebut sudah pernah dibahas Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris. Menurutnya daerah memiliki rencana sendiri mengenai puluhan bangkai kapal tersebut.
Pemda ingin bangkai kapal tersebut ditenggelamkan saja karena dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama nelayan.
Pasalnya bangkai kapal yang ditenggelamkan bisa menjadi rumpon atau tempat ikan bermain. Sementara jika dibuat museum bangkai kapal selain membutuhkan biaya pembangunan juga membutuhkan biaya perawatan.
”Sesuai pembicaraan dengan bupati, kapal tersebut akan dirapikan, yang masih terlihat utuh akan ditenggelamkan saja,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.
Mengenai tempatnya bisa dicari yang strategis yakni yang berada jauh saat ini pusat pelayaran sehingga tidak mengganggu lalu lintas laut.
”Rencana tersebut matang atau tidak, belum tahu tapi kepala daerah sudah bicarakan masalah ini,” ungkapnya lagi.
Pantauan di lapangan, bangkai kapal ikan asing hasil tangkapan TNI-Polri tersebut memang tersebar di perairan Antang, Desa Tarempa Timur. Sebagian ada di barat jalan dan sebagian lagi ada di sebelah timur jalan pelabuhan.
Usianya bervariasi. Ada yang sudah mencapai puluhan tahun sehingga bangkai tersebut tinggal rangka saja. Namun, ada juga yang terlihat masih bagus. Akhir-akhir ini, kapal tangkapan tidak ada lagi karena ditenggelamkan setelah keputusan hakim. (sya)