Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11692

Insentif Tetap Tak Dicairkan

0

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhammad Yunus yang menyebut masih ada peluang untuk mencairkan insentif guru madrasah 2018 dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako). Namun menurut Rudi, pihaknya tetap tidak akan mencairkan anggaran tersebut karena dinilai punya konsekuensi hukum.

“Saya juga sudah kumpulkan guru madrasah, yang 2018 suda­h se­lesai dibahas, tak usah cerit­a lagi sebenarnya,” kata Rudi usai ziarah ke makam Zuriat Nong Isa di Nongsa, kemarin.

Bahkan, ia meminta Yunus jika meyakini insentif tersebut da­pat dirapel, agar mengeluar­kan dana pribadinya sehingga keinginan legislator tersebut dapat terealisasi.

“Suruh Yunus yang bayar, bilang saya yang ngomong,” tegas Rudi.

Rudi menyampaikan, tidak ingin memaksakan kehendak untuk membayar insentif tersebut, karena tidak diperboleh­k­a­n oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dibaya­r langsung, melainkan melalui mekanisme hibah.

“Saya tak mau tanggung risiko,” tegas dia.

Kini yang ia pastikan adalah pembayaran insentif untuk 2019 mendatang. Bahkan, pihaknya tel­ah menaikkan jumlah pene­ri­ma insentif yang pada 2018 ha­nya sekitar 700 guru menjad­i 1.500 guru.

“Kami, saya, da­n pak wakil (wali kota) sudah sepakat akan memberikan sesuai dengan banyaknya guru itu (1.500 orang),” ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhammad Yunus mengatakan insentif guru madrasah 2018 sebesar Rp 7,4 miliar masih bisa dicairkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwako). Insentif diberikan bersamaan dengan bantuan hibah guru madrasah yang mulai disalurkan di 2019 mendatang.

”Karena uang itu ada, dan tidak bisa diberikan karena kesalahan administrasi. Maka kalau dibuat perwakonya, insentif ini masih bisa diberikan,” kata Yunus, Selasa (11/12).

Menurutnya, dalam perwako itu nantinya akan menjelaskan hubungan kesalahan administrasi di dalam penganggaran insentif guru madrasah yang akhirnya menjadi temuan BPK. Maka pada 2019 nanti, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan hibah guru madrasah sebesar Rp 14,8 miliar. Angka ini didapat dari insentif guru madrasah 2018 ditambah hibah guru madrasah 2019 yang sebesar Rp 7,4 miliar. (iza)

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pastikan Ketersediaan Solar Aman

0

batampos.co.id – Pertamina Cabang Batam menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis solar akan terpenuhi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sales Pertamina Cabang Batam Arwin menjelaskan pada dasarnya pertamina ditunjuk sebagai badan usaha untuk menyalurkan BBM di Kota Batam akan menyalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Desember 2018, untuk BBM jenis solar diestimasikan untuk Kota Batam sebanyak 120 kiloliter (kl) atau 120.000 liter per hari, dan premiun akan disalurkan 450 kl atau 450.000 liter per hari untuk 30 SPBU yang ada di Batam.

”Jumlah ini tentunya cukup untuk kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun ini,” ujarnya, Jumat (14/12).

Dia menjelaskan, untuk Kota Batam pihak Pertamina menyalurkan BBM dari Terminal BBM Kabil. Dan Terminal BBM Kabil mengambil dari Terminal BBM Tanjunguban yang jaraknya cukup dekat, sementara stok BBM di Tanjunguban sangat besar, jadi jangan khawatir masalah suplai stok.

”Semangat dari Pertamina adalah menjaga kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Arwin menjelaskan.

Sebenarnya tidak ada ketentuan penyaluran solar per minggunya, pihak Pertamina menyalurkan BBM secara komunal, jadi, sudah ditentukan SPBU mana yang men­dapatkan pengiriman lebih dalam seminggu.

”SPBU akan memberitahukan kepada pihak Pertamina apabila stoknya sudah tipis, dan besoknya dikirim,” katanya.

Arwin menerangkan alasan lain ketersediaan solar jelang Nataru tetap aman, dikarenakan banyak perusahaan yang menggunakan solar, sudah mengurangi produksi sehingga penggunaan solar juga ber­kurang.

”Sehingga solar lebih banyak dipakai oleh kendaraan saja,” tuturnya.(cr2)

Orang Sakit Sulit Gunakan Hak Pilih

0
ilustrasi

batampos.co.id – Setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan tahap kedua, masyarakat diberi kesempatan untuk memilih tidak di tempat asalnya. Syaratnya, harus mengurus sendiri formulir A.5-KPU yang didapatkan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau KPU asalnya. Namun, pengurusan untuk masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) itu harus dirampungkan 30 hari sebelum pencoblosan.

Viryan Aziz, komisioner KPU RI mengatakan, jumlah DPTb belum diketahui sekarang. KPU baru akan mengetahui data riil DPTb tersebut pada 17 Maret 2019. Pada hari itu akan dilakukan rekapitulasi DPTb secara nasional. Semua daerah akan menyerahkan data daftar tambahan sebelum 17 Maret.

”Jadi 30 hari sebelum pemungutan, DPTb harus ditetapkan,” kata dia. Pemungutan suara serentak pada 17 April 2019. Merujuk pada data Pilpres 2014, jumlah warga yang memanfaatkan fasilitas DPTb itu cukup banyak.

Total ada 478.540 orang yang terdiri atas 260.957 laki-laki dan 217.583 perempuan. Sedangkan total DPT pada saat itu 190.307.698 orang. ditambah dengan data DPTb, Daftar Pemilih Khusus (DPK), dan Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang pengguna KTP atau paspor menjadi total 193.944.150 orang. Sementara yang menggunakan hak pilih sebanyak 134.953.967 orang.

Sedangkan tahun ini, jumlah DPT hasil perbaikan tahap kedua sebanyak 192.828.520 orang. Jumlah tersebut termasuk pemilih dalam negeri yang tersebar di 32 provinsi sebanyak 190.770.329 orang dan pemilih di luar negeri 2.058.191 orang. Penetapan itu dilakukan Sabtu (15/12) lalu.

Dalam Peraturan KPU nomor 11/2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Pemilu dijelaskan aturan DPTb itu. Syarat pindah lokasi memilih itu diantaranya karena tugas pemerintahan, rawat inap, tinggal di panti sosial atau rehabilitasi, jadi tahanan di lapas atau rutan, sedang sekolah atau kuliah, pindah domisili, dan korban bencana alam.

Cara mendapatkan formulir A5 itu selain mendatangi KPU asal, bisa juga mengurus di KPU tujuan. Tapi, tetap paling lambat 30 hari sebelum pencoblosan.

Nah, aturan 30 hari itulah yang mendapatkan banyak kritikan. Termasuk dari mantan komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiyansyah. Dia menuturkan tentu tidak mungkin orang yang sakit bisa memprediksi kapan akan dirawat inap di rumah sakit yang berlokasi di luar kota. Bisa jadi dalam rentang 30 hari itu orang tersebut opname. Sehingga, bila merujuk aturan itu tentu tidak mungkin bisa mendapatkan formulir A-5.KPU untuk masuk DPTb.

”Di undang-undang sekarang kan dikunci harus satu bulan harus ada pindah domisili mengurusi DPTb, saya tidak bayangkan bagaimana dengan teman-teman kita yang sakit. Yang pada hari H sakit. Harus ditanyakan ke KPU itu,” ujar Ferry usai diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/12).

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, ketentuan 17 Maret atau 30 hari tidak bisa diubah, karena aturan itu tercantum dalam Undang-Undang Pemilu dan Peraturan KPU (PKPU).

”Bunyi di undang-undang seperti itu,” tegas dia. PKPU hanya menerjemahkan apa yang ada di U

Bagaimana dengan mereka yang sakit dan tidak bisa mengurus persyaratan sebelum 30 hari pemungutan? Pramono mengatakan mereka harus tetap mengikuti aturan yang berlaku. Yaitu, mengurus dokumen persyaratan sebelum 17 Maret.

”Tidak ada perpanjangan waktu, karena batas waktu sangat tegas disebutkan dalam UU,” tegas dia. (jun/lum)

Pemilih Rawan
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memberikan catatan kritis terkait dengan pemberian akses pada kelompok masyarakat yang rentan tak bisa gunakan hak pilihnya. Diantaranya, masyarakat adat, milenial yang baru berusia 17 tahun pada 2019, kaum disabilitas, korban bencana, dan penghuni lapas.
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menuturkan untuk disabilitas misalnya perlu diperjelas sejak awal kebutuhan mereka. Dia melihat belum ada keseriusan dari KPU untuk mendata dengan cermat kaum disabilitas itu.
”Pada saat rekapitulasi DPT HP tahap dua itu tidak dijelaskan dengan detail oleh KPU,” ungkap dia.
Padahal kebutuhan pada saat pemilihan antara jenis disabilitas satu dengan yang lain itu berbeda. ”Bahkan ada yang baru diketahui disabilitas pada hari pemungutan,” tambah dia.
Begitu pula dengan korban bencana. Perludem mencatat di Sulawesi Tengah yang baru terdampak gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi itu data yang ditampilkan KPU begitu dinamis. Pada 16 September saat mengumumkan DPT HP tahap pertama jumlah pemilih di Sulteng 1.886.810 sedangkan pada Sabtu (15/12) tercatat 1.952.810 orang.
”Korban bencana alam itu juga rentan. Karena dokumen kependudukan seperti KTP elektronik mereka banyak pula yang tak lagi dimiliki. Maka perlu ada perhatian khusus juga,” kata Titi.
Mantan komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiyansyah juga memberikan catatan terhadap informasi dari Kemendagri bahwa belum masih ada 2,6 persen penduduk yang belum rekam e-KTP. Sebab, saat ini ada persyaratan pemilih itu harus menunjukan e-KTP atau surat keterangan telah rekam e-KTP. Akhirnya dulu cukup dibuat surat pernyataan betul-betul sebagai pemilih.
”Kami sampaikan juga kepada partai (politik). Akhirnya mereka juga menerima betul di pelosok sana ada orang tua renta dia tidak mengurus KTPnya lagi. Tapi dia riil penduduk disana dan berpuluh tahun disana,” ungkap dia.
Selain itu, Ferry juga mengkhawatirkan ada jumlah Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang banyak. DPK adalah mekanisme lain yang memungkinkan seseorang bisa memilih hanya dengan menggunakan e-KTP. Tapi, lokasi memilihnya sesuai dengan domisili di tempat tinggal sesuai KTP tersebut dan memilih pada siang hari jelang penutupan TPS.
”Yang dikhwatirkan jumlah DPK ini signifikan. Kalau iya, patut diduga ada mobilisasi dan itu tentu kurang bagus untuk demokrasi di negara kita,” tambah dia. (jun/lum)

Desak Pusat Bangun Jalan Dua Arah Sekupang-Batuaji

0

batampos.co.id -Wali Kota Batam, Rudi, memohon pembangunan jalan dua arah di Jalan Diponegoro atau Batuaji-Sekupang dilanjutkan. Ini karena jalan yang sudah ada sekarang sudah sangat rawan karena padat kendaraan.

“Saya sudah desak pusat agar jalan itu segera dilanjutkan. Saya berharap ada respon secepatnya. Kalau bisa tahun depan,” ujar Rudi Sabtu (15/12).

Menurut dia, kebutuhan jalan di Batam sangat mendesak. Hal itu dikarenakan jumlah penduduk dan kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Karena memang sudah jadi kebutuhan, apalagi jalan itu rawan kecelakaan,” imbuh Rudi.

Rudi mengatakan, saat ini beberapa proyek pelebaran jalan sudah rampung dan tahap pengerjaan. Bahkan, masyarakat sudah bisa menikmati manfaat pelebaran jalan di kawasan Kecamatan Lubukbaja hingga Batamcenter.

“Kalau sudah diperlebar, kita jalan jadi enak. Hal ini juga mendukung untuk peningkatan infrastruktur,” jelas Rudi.

Bahkan Pemko memiliki keinginan untuk menjadikan jalan Batam saling terhubung satu sama lain. Masyarakat dan wisatawan pun bisa menikmati infrastruktur tersebut tanpa adanya macet.

Sebelumnya anggota komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean juga mendesak agar jalan Diponegoro tersebut juga segera dibangun. Jalan yang sekarang sudah sempit dan dipenuhi lobang.

”Memang kita berharap itu segera dibangun. Sudah terlalu rawan dan sudah banyak berjatuhan korban di sana. Kita harapkan pusat untuk segera turun tangan,” katanya. (she)

Mayoritas Fraksi Setuju Kotak Suara dari Karton

0

batampos.co.id – Kotak suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berbahan karton kedap air dipersoalkan. KPU memastikan kotak suara tersebut aman.

Anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi menjelaskan, dalam penjelasan Pasal 341 Ayat 1 huruf a Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pemilu, kota suara harus transparan, yakni bisa dilihat dari luar. Dia menambahkan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan UU (RUU) Pemilu saat itu memandang norma ini lahir untuk meminimalisir kecurangan di kotak suara.

Norma sebagaimana di poin 1 tersebut kemudian diturunkan dalam Pasal 7 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2018. Pada intinya menyebutkan kotak suara terbuat dari karton kedap air yang salah satu sisinya transparan.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPR, pemerintah, KPU dan Bawaslu, sempat terjadi perdebatan terkait bahan kotak suara yang memenuhi ketentuan transparan sebagaimana diamanatkan UU. Nah, ujar Baidowi, KPU kemudian melakukan simulasi terhadap usulan.

Opsi pertama, kotak suara berbahan aluminium dengan satu sisi kaca transparan. Namun, biaya mahal, rawan pecah dan pengerjaanya lama sehingga dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu.

Opsi kedua, dibuat dengan bahan karton kedap air, salah satu sisi transparan, dinilai lebih murah, dan pengerjaannya bisa tepat waktu serta simpel dalam penyimpanan maupun pendistribusiannya. Hal ini seperti yang diterapkan pada Pemilu 2014 di sebagian tempat pemungutan suara (TPS).

Baidowi mengatakan, RDP memutuskan penggunaan karton kedap suara dengan semangat efisiensi. Sebab, di saat bersamaan biaya pemilu membengkak karena jumlah TPS naik hampir dua kali lipat akibat pembatasan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) maksimal 300 orang di setiap TPS. Hal ini berkonsekuensi terhadap kebutuhan logistik dan penambahan petugas.

Ada penambahan jumlah anggota KPU beberapa provinsi turut menambah beban anggaran. Kemudian ada pencetakan alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu yang dapat difasilitasi KPU.

Penambahan biaya pemilu juga imbas dari perubahan status Bawaslu kabupaten/kota yang menjadi permanen serta biaya pelatihan saksi.

“Semua fraksi di Komisi II DPR menyetujui hasil RDP tersebut,” kata Baidowi kepada JPNN (grup Batam Pos), Minggu (16/12).

Karena itu, Baidowi mengingatkan, tudingan desain kotak suara berbahan karton kedap air untuk skenario kecurangan harus dibuang jauh-jauh. Hal ini mengingat seluruh partai politik (parpol) melalui perwakilannya di parlemen mengikuti proses pembahasan.

Bahkan, ujar Baidowi, komposisi pimpinan Komisi II DPR terdiri dari Golkar, PKB, Gerindra, PKS dan Demokrat. Artinya, unsur pimpinan mewakili kelompok koalisi pemerintah dan oposisi saat pengambilan keputusan.

“Maka dari itu, niat untuk kecurangan melalui desain ini harus dikesampingkan,” katanya.

Lebih lanjut wakil sekretaris jenderal (wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) otu mengingatkan, selain di Pemilu 2014, kotak suara berbahan karton kedap air dengan satu sisi transparan ini juga diujicobakan pada sejumlah pilkada di daerah yang kekurangan kotak suara.

“Semuanya berjalan lancar,” tegasnya.

Baidowi menambahkan mahalnya anggaran Pemilu 2019 karena faktor penyelanggaraannya. Yakni jumlah TPS naik hampir dua kali lipat yang berimplikasi terhadap penambahan logistik dan honor kelompok penyelenggar pemungutan suara (KPPS). Kemudian, penambahan personel KPU di beberapa provinsi, bawaslu kab/kota permanen berimplikasi pada anggaran, serta biaya pelatihan saksi. (boy/jpnn/jpg)

Pak Wali Minta Pendingin Udara RSUD Batam Ditambah

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi meminta manajemen rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam menambah pendingin ruangan di gedung instalasi gawat darurat (IGD). Hal ini disampaikan Rudi kepada Direktur RSUD Batam Ani Dewiyana saat mendatangi ruangan IGD RSUD, Minggu (16/12) pagi.

“Kurang dingin ruangan ini. Nanti pasien kepanasan,” ujar Rudi saat meninjau pelayanan medis di ruangan IGD usai membuka kegiatan sunatan massal yang digelar PKK Kota Batam di RSUD, kemarin.

Suhu udara yang dingin menurut Rudi, sangat dibutuhkan dalam ruangan rumah sakit. Apalagi, di ruangan IGD yang melayani pasien darurat.

“Biar nyaman pasien. Kalau kedinginan nanti bisa distel. Tapi kalau kurang dingin bagaimana mau nyaman pasiennya,” ujar Rudi.

Ani yang mendampingi orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemko) Batam itu langsung merespons. Menurutnya, kekurangan itu akan segera dilengkapi.

“Iya pak nanti kami tambah (AC). Ada kipas angin juga pak jadi tetap nyaman kok,” ujar Ani.

Selain pendingan ruangan, Rudi juga sempat menyoroti halaman parkir RSUD yang terlihat penuh dengan kendaraan, pagi kemarin. Dia juga berharap agar manajemen RSUD memikirkan tempat parkir tambahan agar tidak menumpuk pada satu tempat.

“Harus (ditata) itu, biar kendaraan tak menghalangi akses jalan ke IGD,” saran Rudi. (eja)

Satgas Pangan Awasi Distributor hingga Pengecer

0

batampos.co.id – Mengantisipasi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Barelang memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha, mulai distributor hingga pengecer.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan mengatakan pengawasan ini untuk mencegah berbagai modus curang yang dilakukan oknum pelaku usaha untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru 2019.

Untuk itu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum tak bertanggung jawab yang melakukan penimbunan sembako, pengoplosan, penambahan zat-zat berbahaya, makanan kedaluarsa, serta perdagangan barang yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

”Dari hasil monitoring tim Satgas Pangan yang dilakukan setiap saat, kebutuhan ketersediaan pangan di sejumlah distrubutor jelang Natal dan tahun baru masih mencukupi. Meski demikian, pengawasan masih kita laksanakan sampai saat ini,” ujar Andri.

Kendati sejauh ini harga kebutuhan pokok masih mencukupi dan harganya masih stabil, ia memastikan bahwa anggota Satgas Pangan Polresta Barelang akan tetap melakukan pemantauan di sejumlah pasar. Menurutnya, jika ada lonjakan harga tapi tidak terlalu signifikan. Itu akibat faktor cuaca.

”Seperti kita ketahui, Kepri khususnya Kota Batam merupakan daerah kepulauan yang barang-barangnya datang dari luar. Terkadang tersendat akibat faktor cuaca, atau kebutuhan pokok yang datang mengalami pembusukan. Itu masih dalam konteks wajar,” sebutnya.

Selain karena adanya faktor cuaca itu, lanjutnya, adanya perbedaan harga kebutuhan pokok di beberapa tempat lebih dikarenakan faktor biaya sewa tempat. Tapi sejauh ini stok kebutuhan pokok masih mencukupi dan harganya masih stabil.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Harga Kebutuhan Masih Stabil

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di Batam terpantau masih stabil, kemarin. Seperti di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga cabai merah mengalami penurunan dibanding sepekan lalu, yakni dari Rp 36 ribu ribu per kilogram (kg) turun menjadi Rp 32 ribu per kg, cabai hijau tetap Rp 28 ribu per kg, dan cabai rawit Rp 32 ribu per kg.

Reni, 32, pedagang sembako di Pasar Tos 3000 Jodoh menyebutkan harga-harga kebutuhan cenderung stabil, bahkan ada yang turun.

”Apalagi saat ini cabai merah dari Medan banjir mas, makanya harganya turun,” ujarnya kepada Batam Pos.

Sedangkan untuk harga bawang merah asal Jawa masih terbilang mahal karena cuaca musim penghujan sangat mempengeruhi hasil panen petani, bahkan kabarnya ada yang gagal panen. Saat ini, harga bawang merah asal Jawa masih di kisaran Rp 32 ribu per kg.

”Selain itu bawang Birma juga sedikit langka, makanya harga bawang merah Jawa masih mahal,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Reni, untuk harga daging ayam potong segar berangsur turun. Saat ini dijual Rp 33 ribu per kg, dibanding sepekan lalu mencapai Rp 39 ribu per kg hingga Rp 40 per kg.

”Tapi biasanya kalau menjelang malan tahun baru bisa naik lagi karena permintaan selalu meningkat,” jelasnya.

Senada disampaikan Budi, 35, pedagang telur. Kata dia, saat ini harga telur dijual Rp 44 ribu per papan atau Rp 1.500 per butir atau turun dibanding seminggu lalu.

”Tapi sepertinya akan naik lagi mas jelang akhir tahun ini. Karena setiap tahun selalu seperti itu,” kata Budi.(gie/cr2)

Merdeka Sinyal Tahun 2020

0

batampos.co.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menggelar dialog interaktif bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna dan sejumlah media di Network Operation Center (NOC) di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (13/12/2018).

Dialog yang hadiri Direktur Utama BAKTI atau BP3TI, Anang Latif, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Kepala PRB Syarif Lumintarjo, Kepala Dinas Kominfo serta perwakilan tokoh masyarakat dan sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari jelajah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang sudah dijangkau dalam bentangan fiber optik palapa ring. di antaranya palapa ring Barat di Kepulauan Riau, yang menghubungkan Batam, Anambas, dan Natuna.

Dirut Bakti Anang Latif me-ngatakan, untuk Natuna saat ini telah terdapat operator yang memanfaatkan bandwidth Palapa Ring Barat. Terdapat 19 lokasi BAKTI Aksi (Akses Internet) on air, dan enam lokasi yang masih proses instalasi.

Dikatakan Anang, sebelum berhasil seperti sekarang ini, proyek PRB pernah terhenti 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya. Proyek PRB ini merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP).

ilustrasi

BAKTI katanya, mendorong operator untuk melakukan pemanfaatan jaringan serat optik PRB yang telah selesai, agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mendapatkan manfaat maksimal.

”Sejak terbangunnya palapa ring barat, kecepatan internet di wilayah pedesan mencapai 10 Mbps, sementara di perkotaan mencapai 20 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” katanya.

Sinergi antara BAKTI dan operator dalam pemanfaatan jaringan PRB adalah bagian dari upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

”Kerja sama erat juga kita lakukan dengan Pemda, Kementerian dan Lembaga, maupun instansi terkait sebagai syarat utama pembangunan infrastruktur PRB. Karena me-reka juga sebagai penerima kemanfaatan jaringan PRB secara langsung,” jelasnya.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, kehadiran PRB sangat membantu percepatan pembangunan di Natuna. Pemerintah Daerah dan masyarakat sudah merasakan hadirnya PRB yang bagian program membangun dari pinggiran.

”Dulu Natuna adalah daerah buangan, tapi sekarang sudah terbuka dan paling ramai di daerah terdepan. Masuknya Palapa Rig Barat juga dibarengi program penerangan PLN yang sudah merata di Natuna. Tentu kami juga berharap, cita-cita mewujudkan program smart city, smart island dengan hadirnya PRB ini,” kata Ngesti.(arn)

KPU Tetapkan Daftar Pemilih Tetap 192 Juta

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahap Dua (DPTHP-2). Penetapan dilakukan pada rapat pleno terbuka di Jakarta, Sabtu (15/12/2018).

Butuh 101 hari bagi KPU untuk bolak-balik me­ngecek seluruh data calon pemilih setelah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 5 September lalu.

Sesuai data tersebut, total warga yang bisa mencoblos pada pemilu 2019 ditetapkan sebanyak 192.828.520 orang. Sebanyak 1.229.424 di antaranya berada di Kepulauan Riau.

Adapun rincian pemilih, DPTHP-2 dalam negeri di 34 provinsi berjumlah 190.770.329. Sementara itu DPTHP-2 Luar Negeri tercatat sebanyak 2.058.191.

Data tersebut lebih banyak dari penetapan DPT hasil perbaikan tahap pertama pada 16 September lalu. Saat itu, total DPT hanya mencapai 187.109.973 orang.

Jadi, ada perbedaan hingga 5.718.547 orang. Bandingkan dengan DPT pada 5 September sebanyak 187.781.884 orang. Isu yang berkembang saat itu ada persoalan data ganda yang harus dicek ulang.

Namun, rapat pleno terbuka di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, yang dihadiri wakil dari Bawaslu, pemerintah, DPR, tim sukses pasangan capres-cawapres, dan partai politik itu relatif lancar. Meski ada yang memberikan catatan, namun tidak sampai menolak hasil rekapitulasi.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menuturkan, semestinya dalam rapat pleno tersebut pergeseran jumlah data antara DPT, DPT HP-1, dan DPT HP-2 disandingkan. Dengan begitu, seluruh peserta rapat pleno bisa mengetahui perubahan data dengan lebih detail. Apalagi ada penambahan data yang cukup besar.

”Ada juga pengurangan data yang dianggap ganda. Dan KPU di beberapa tempat sudah (menyatakan) dilakukan pembersihan,” ujar Muzani.

Dia menuturkan, pihaknya masih menemukan persoalan nomor kartu keluarga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang digunakan sampai sepuluh kali untuk mendata pemilih berbeda. Selain itu, di Kabupaten Banyuwangi, ada nomor KK yang sama dipergunakan sampai 63 kali.

”KK memang tidak dipakai untuk syarat memilih. Tapi kenapa mesti 63 nomor KK yang sama, alamatnya berbeda,” ujar dia.

Data-data tersebut akan diserahkan kepada KPU dan Bawaslu untuk dijadikan catatan. Sedangkan data 1,6 juta yang sebelumnya dipersoalkan sudah dibahas dan dimasukan dalam DPT hasil perbaikan itu.

”Tapi ada sekian ratus ribu yang harus dilakukan pencermatan bareng dengan dukcapil,” imbuh Muzani.

Dia meminta agar seluruh data detail DPT HP-2 disampaikan kepada partai.

”Mungkin sangat teknis, tapi bagi kami ini sangat penting untuk mengurangi kegandaaan,” ungkap dia.

Keinginan serupa disampaikan Wasekjen bidang Internal PDIP Utut Adianto. Dia menuturkan, salinan hasil penetapan DPT HP-2 itu kelak perlu diberikan kepada para saksi di TPS. Tujuannya agar mereka juga bisa membantu mengecek data tersebut agar tidak ada masalah data ganda lagi.

Dia tidak mempersoalkan penambahan data jutaan yang akhirnya tercatat di DPT HP-2. Bisa jadi salah satunya karena ada penambahan warga yang berusia 17 tahun dan bisa memilih. ”Mestinya ada nambah usia. Tidak persoalan dengan itu,” kata Wakil Ketua DPR itu.

Menanggapi catatan dan masukan itu, Ketua KPU Arief Budiman menuturkan, DPT HP-2 ditetapkan setelah melalui proses berjenjang. Mulai dari penerimaan DP4 dari Kemendagri hingga pencocokan dan penelitian ke lapangan langsung.

”KPU membuka diri terhadap catatan, masukan, kritik, dari manapun dan siapapun. KPU tak hanya melakukan proses, bukan hanya dari balik layar, tapi dari rumah ke rumah,” kata Arief.

Dia tak membantah, bisa jadi ada perubahan data pemilih. Tapi, perubahan tersebut hanya bisa dilakukan berdasarkan ketentuan perundangan. Bila ada data ganda, misalnya, tetap masih bisa dicoret. Begitu juga dengan pemilih yang meninggal dunia sebelum hari pencoblosan 17 April 2019. Mereka juga akan didata dan dimasukan dalam berita acara.

”Tidak diberikan hak untuk memilih. Karena prinsipnya satu orang hanya diperbolehkan menggunakan haknya satu kali,” tegas mantan Komisioner KPU Jatim itu.

Lebih dari itu, juga ada banyak mekanisme yang menjamin agar tidak boleh satu orang memilih lebih dari sekali. Mulai dari pendaftaran, penggunaan tinta, hingga ancaman pidana bagi yang memilih dua kali. Bahkan, bisa pula ada pemilihan ulang di TPS bila ditemukan dugaan kecurangan. Data DPT HP-2 salah satunya digunakan sebagai acuan untuk pengadaan logistik pemilu.

Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito menanggapi persoalan nomor KK di Bondowoso dan Banyuwangi. Dia mengungkapkan, pada saat rapat di tingkat kabupaten hingga provinsi, persoalan tersebut tidak pernah mengemuka. Padahal, para rapat-rapat pleno itu turut diundang pula perwakilan partai politik.

”Kemarin tanggal 10 (Desember, red) kami juga undang semua partai politik, termasuk kawan-kawan DPD. Lha dari proses awal sampai sekarang tak ada persoalan,” ujar Eko yang ditemui di sela istirahat rapat pleno tersebut.

Dia menuturkan, semestinya tidak mungkin satu nomor KK bisa dipergunakan untuk banyak orang yang berbeda. Sebab, nomor KK punya identitas yang unik. Seperti halnya Nomor Induk Kependudukan yang berisi kode provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga tanggal lahir pemiliknya. Namun, dia tak menampik kemungkinan ada pendataan yang kurang bagus.

”Seringkali yang tidak diketahui tanggal lahir itu diisi awal satu Januari. Kita kan mesti cek itu dulu,” ungkap dia.

Pada saat pembacaan rekapitulasi di tiap provinsi, hampir tak ada yang menyatakan keberatan. Hanya Bawaslu Propinsi Papua yang memberikan catatan meskipun mereka tetap menerima hasil rekapitulasi tersebut.

Anggota Bawaslu Papua Niko Tunjanan mengungkapkan, catatan tersebut terkait dengan pendataan di salah satu kabupaten di Papua. Yakni di Jayawijaya. ”Catatannya sudah kami sampaikan pada rapat pleno,” ujar dia. Niko enggan menjelaskan lebih detail catatan tersebut. Dia meminta agar meminta penjelasan pada Bawaslu pusat.

Ketua Bawaslu Abhan yang dikonfirmasi juga enggan mendetailkan persoalan tersebut.

”Tadi kan sudah disampaikan di forum pleno provinsi, sudah dicatat di sana,” ungkap dia.

Secara umum, dia menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan di tingkat kabupaten/kota, penyempurnaan DPTHP-2 masih terkendala pada wilayah yang mengalami bencana alam dan daerah terdampak. Kendala ditemukan dalam pemetaan pemilih yang pindah alamat, menghapus pemilih yang terbukti meninggal dunia dan pindah domisili secara permanen, serta melakukan pendataan pemilih di lokasi pengungsian secara berkelanjutan sesuai dengan kebijakan pemerintah.

”Kendala tersebut ditemukan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Sidoarjo,” kata Abhan saat memberikan tanggapan atas rekapitulasi.(jun/oni)

 

Berbagi ke Masyarakat Lewat Penataan Kota

0
Sejumlah pekerja tengah mengerjakan Taman Tuah Melayu di Jalan Fisabililah Batamcenter yang masih dalam tahap pembangunan, Kamis (7/11). Pemko terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk menunjang parawisata Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam meminta perusahaan yang ada di Batam untuk menyalurkan Coorporate Social Responsibility (CSR)-nya melalui forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam. Dimana TSP ini bisa menjadi wadah bagi perusahaan untuk berbagai dan mengabdi kepada masyarakat.

”Saya berharap perusahaan yang ada di Batam gabung ke TSP. Wadah ini untuk perusahaan bisa menyalurkan CSR-nya tepat sasaran,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, Sabtu (15/12).

Ia mengatakan, TSP sudah mulai bergerak nyata. Dimana sudah ada anggotannya yang sudah langsung bekerja. Misalnya PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang sudah selesai membangun taman untuk tempat bersantai bagi warga di Seipanas.

Selain itu, sambungnya, taman tersebut juga memperindah tata kota.

”Jadi sangat besar manfaatnya untuk Batam. Forum ini harus terus kita dukung demi kemajuan dan keindahan Batam,” tuturnya.

Menurut Jadi, TSP yang diketuai Presiden Direktur Panbil Group, Johanes Kennedy ini juga sudah intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah baik Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membangun dan menata objek wisata yang ada di Batam.

”Pariwisata ini harus terus dikembangkan. Jangan sampai pariwisata kita tertinggal jauh dari negara tetangga,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Forum TSP Kota Batam, Johanes Kennedy juga mengajak semua perusahan untuk bisa bergabung. Dimana sudah ada beberapa perusahaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah ikut tergabung. Bahkan sudah ada yang membangun taman.

”Jadi kami minta semua gabunglah! Ini bukan untuk personal kita tetapi untuk Batam. Mari sama-sama kita membangun Batam ini, sebagai tempat kita mencari nafkah,” imbuhnya.

Saat ini, kata Johanes, sudah ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan. Termasuk program pengembangan sekitar destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan manca negara.

”Ayo kita tata Batam ini secantik dan seindah mungkin, sehingga kalau ada wisatawan yang datang ke Batam, dan kembali ke daerahnya akan membawa kesan yang indah. Dan wisatawan itu akan merindukan Batam,” tutupnya. (ian)

Play sound