Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11694

BP Batam Punya Bos Baru

0
Kantor BP Batam di Batam Center

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menyatukan sejumlah kewenangan antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas (BP) Batam dengan Pemko Batam. Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, kemarin. Dalam rapat tersebut Presiden meminta agar dualisme antara BP Batam dan Pemko Batam segera diakhiri. Caranya dengan melebur kedua institusi itu menjadi satu.

“Karena hanya itu satu-satunya cara (untuk mengatasi dualisme),” ungkap Darmin.
Menurut Darmin, dalam rapat terbatas itu Presiden mengatakan dualisme kepemimpinan dan kewenangan di Batam sangat menghambat investasi di Batam. Sehingga Presiden meminta agar persoalan itu segera diakhiri.

Dalam siaran persnya, Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Hermin Esti Setyowati menyatakan;

  • BP Batam tidak dibubarkan
  • Jabatan Kepala BP batam dirangkap secara ex-officio oleh Walikota Batam
  • Pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) batam tetap dilakukan oleh BP Batam yang dipimpin secara ex-officio oleh Walikota Batam.
  • Sedang disiapkan aturan atau regulasi yang akanb mengatur pelasanaan rangkap jabatan kepala BP Batam secara ex-officio oleh Walikota Batam.

(ptt)

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Tetap Layani Pasien BPJS

0
Sejumlah warga mendaftar di loket pendaftaran saat akan melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Sei Panas, Rabu (12/12/12018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Fasilitas Kesehatan (Faskes) pertama tetap melayani peserta badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) dalam kondisi apapun. Namun untuk rujukan harus melihat kondisi pasien apakah harus mendapat tindakan lebih lanjut.

Kepala Pukesmas Seipanas dr Anggrainie NW mengatakan tak membeda-bedakan pasien umum dan BPJS. Menurutnya, seluruh masyarakat dalam kondisi apapun wajib dilayani.

“FKTP (Puskesmas, Klinik Pratama) harus melayani semua. Selama masih bisa ditangani di FKPT, pasti dilayani,” ujar Anggi kepada Batam Pos.

Pukesemas Seipanas memiliki ICU yang buka selama 24 jam. Masyarakat yang memang dalam kondisi darurat bisa langsung dilarikan ke ICU dan mendapat perawatan dari dokter disana.

“Tak mungkin orang datang berdarah-darah malam hari kami tolak, lalu tanya di cover BPJS atau tidaknya. Biasanya petugas kami akan membersihkan luka dulu. Pokoknya ditangani dulu,” jelas Anggi.

Saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan di Seipanas tercatat hampir 17858 peserta. Jumlah kunjungan setiap bulan pun rata-rata 1853 kunjungan.

“Jika ditotal dengan pasien umum, jumlah kunjungan pasien sekitar 3432 kali. Biaya perawatan BPJS gratis, jika umum biaya pendaftaran dikenakan Rp 5000 sesuai dengan Perda,” imbuh Anggi.

Ditegaskan Anggi, pihaknya tak akan membeda-bedakan pasien umum dan BPJS. Karena tugas Pukesmas adalah melayani masyarakat.

Begitu juga dengan Faskes 1 Klinik Casa Medical mengaku akan tetap melayani pasien dengan berbagai keluhan. Namun sepanjang ini tak pernah ada pasien yang datang dengan luka.

“Kalau faskesnya di sini, pasti dilayani. Disini cuma ada dokter umum,” ujar perawat yang enggan disebutkan namanya. (she)

Pesan Kapolda Kepri untuk Wartawan

0
Bincang santai awak PWI Kepri bersama Kapolda Kepri (2 dari kiri).
foto: agus bagjana / posmetro batam

“Semoga ke depan PWI menjadikan organisasi insan wartawan yang lebih baik dari waktu kewaktu,” pesan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

Yap, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri akan melangsungkan Konfrensi Provinsi ke 4 pada hari Sabtu 15 Desember 2018.

Kapolda Kepri berpesan agar PWI ke depan harus memiliki Resolusi yang dalam artian memiliki keputusan atau kebulatan pendapat berupa tuntutan yang di tetapkan oleh hasil rapat bersama.

“Saya berharap wartawan untuk membuat sebuah resolusi agar organisasi ini bisa terbuka dan berkembang,” ingat Andap.

Jenderal yang sudah menjabat 3 kali Kapolda ini juga berharap wartawan bisa mengaktualisasikan arti dari pada Kepri yang bisa di jadikan spirit untuk memajukan organisasi PWI.

“Seperti Kepri, K itu bisa di artikan komitmen, E nya etos kerja, P artinya produktif, R rasa memiliki dan I yang bisa di artikan indah dalam kebersaman,” ujarnya menguraikan.

“Kalau itu dijalankan, insa allah semua akan berjalan dengan baik sesuai tujuan,” sambungnya.

Dalam kesempatannya, Andap mengajak media untuk terus membantu dalam mendukung kinerja Polri dalam memerangi berita Hoaxs yang sudah sangat meresahkan dan dapat memecah persatuan bangsa.

“Tugas dan peran media yang masih menjadi referensi masyarakat untuk mengcounter maraknya berita hoaxs (berita bohong) dan ujaran kebencian yang ada di media sosial sangat membantu tugas polisi dalam memeranginya hal tersebut,” kata Andap.

Wartawan harus memiliki visi untuk kemajuan bersama dan respon cepat terhadap apa yang di butuhkan masyarakat .

“Sama seperti polisi, harus punya visi yng jelas, responsif terhadap apa yang terjadi di lapangan dengan caranya masing masing. Seperti ketika ada berita hoax, masyarakat akan lebih yakin setelah membaca media karena ada cek and cros cek” ujarnya mengakhiri. (*)

Gas Alam semakin Dibutuhkan Industri, PGN Melayani

0


Dua pekerja dari PT Pegas Solution anak perusahaan PT PGN, Apri dan Irpan mengecek pipa gas saat pengerjaan pipa bak Valve untuk menguji apakah ada kebocoran di setiap sambungan pipa, Rabu (31/10/2018).

PGN terus melakukan pembangunan pipa gas dan penyaluran gas ke perusahaan yang ada di Sagulung, Batuaji, Kota Batam, Kepri Semua perusahaan terkoneksi gas PGN demi kemajuan dunia industri.

Foto/teks: Dalil Harahap/Batam Pos

PGN Membangun Energi Berkelanjutan

0

Seperti halnya energi yang harus bekelanjutan untuk masa depan.

Manusia pun menjadi energi bagi pembangunan bangsa.

PGN melalui Transagasindo pun menyadari hal itu. Anak-anak yang menjadi energi bangsa harus disiapkan sejak dini.

Sebuah taman bacaan dibangun di SD Negeri 013 Sagulung, Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Taman baca ini untuk menfasilitasi siswa mengakses informasi.

foto/teks: dalil harahap / Batam Pos

PGN, Mengolah Energi, Menyebar Rezeki

0

PGN berkomitmen menjalankan bisnis yang ditujukan untuk menciptakan nilai baik bagi karyawan, pemangku kepentingan, hingga bangsa dan masyarakat secara luas melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.

PGN pun menyapa warga dengan sentuhan pemberdayaan. Salah satu contohnya warga Pulau Lance, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau.

PGN mendorong usaha warga membuat aneka makanan ringan sebagai bagian dari program CSR Desa Binaan PGN. Sebuah usaha memberikan kail untuk meningkatkan rezeki rumahtangga warga.

Secara berkelompok warga menjadi start up usaha makanan kecil. Foto diambil Kamis (18/10/2018).

Foto/teks: Dalil Harahap/Batam Pos

Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

0
ilustrasi

batampos.co.id – Setelah menjadi buron dalam dua bulan terakhir, jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengamankan Bolo, 42, pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial Sn, 16 di kawasan Simpang Dam pada bulan Oktober lalu.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang Iptu Drefani Diah Yunita mengatakan, penangkapan terhadap Bolo ini dilakukan oleh pihaknya setelah mendapat keterangan dari Sn. Sn tidak hanya dicabuli oleh laki-laki yang baru dikenalnya, Saidi. Namun, ia juga dicabuli oleh dua laki-laki lainnya.

“Ada tiga orang yang mencabuli Sn. Untuk Saidi sudah kita amankan terlebih dahulu, kemudian kita amankan Bolo kemarin. Dan satu orang lagi berinisial Hn masih kita lakukan pengejaran sampai saat ini,” ujarnya kemarin.

Sementara itu, selama kasus ini masih diproses pihak kepolisian, Sn juga sudah berada dibawah pengawasan orang tuanya. Sn diketahui kerap kabur dari rumahnya karena hanya masalah sepele. Hingga, akibat kabur dari rumah itu, ia menjadi korban cabul dan sempat mengkonsumsi narkoba bersama dengan pelaku.

“Kita sudah minta kepada orang tuanya untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Supaya hal ini jangan sampai terulang kembali di kemudian hari,” bebernya.

Dalam berita sebelumnya, kasus pencabulan ini bermula dari Sn pergi meninggalkan rumah selama empat hari. Kemudian Sn menghubungi orang tuanya dengan mengatakan bahwa ia di sekap oleh seseorang di kawasan Kampung Aceh. Mendengar pengakuan dari Sn itu, orang tuanya kawatir dan membuat laporan ke Polsek Seibeduk.

Dan sesampainya disana bersama dengan polisi, Sn bukan disekap, ia ditemukan tengah bermain judi bersama dengan teman prianya, Saidi. Selanjutnya, Sn dan Saidi dibawa ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan yang sudah diambil dari Sn maupun Saidi, mereka sudah empat kali melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan sempat mengkonsumsi sabu bersama-sama. (gie)

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan dengan Modus Over Kredit

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim gabungan dari jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang bersama dengan jajaran Polsek Batuaji mengamankan seorang komplotan penipuan di kawasan Nagoya, Selasa (11/12/2018) lalu.

Dalam aksinya, Agung Goodfabel, 21 bersama dua rekannya yang masih buron berhasil menipu warga Batam dengan melarikan 11 mobil dan 3 motor.

Kanit Judisila Satreskrim Polresta Barelang Ipda Pandu Renata Surya mengatakan, dalam aksi penipuannya itu Agung bersama dengan dua rekannya yang berinisial Ar dan Ro mencari warga Batam yang hendak menjual mobil dengan over kredit di Forum Jual Beli (FJB) di Medsos. Selanjutnya, Roger menghubungi korban dan melakukan penawaran.

“Setelah sepakat dengan korban, selanjutnya pelaku Ro ini menghubungi Ar. Kepada Ar, Ro meminta sejumlah uang untuk mengambil mobil yang akan di over kredit tersebut,” katanya.

Usai menerima uang dari Ar, selanjutnya Ro menyuruh Agung untuk menemui korban dan melakukan transaksi kepada korban. Setelah uang dibayarkan kepada korban sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh Ro, selanjutnya Agung membawa mobil korban dan mengatakan kepada korban bahwa besok akan dihubungi kembali untuk menyelesaikan administrasi di leasing.

“Pelaku yang sudah kami tangkap ini juga diberi KTP palsu yang disiapkan oleh Ro. Setelah mobil dapat, kemudian mobilnya diserahkan kepada Ar. Dan Agung selanjutnya mematikan ponselnya,” jelasnya.

Pandu mengatakan, Agung bersama dengan dua rekannya sudah melakukan modus penipuan seperti ini selama enam bulan. Selama enam bulan itu juga, mereka berhasil membawa kabur mobil dengan berbagai merek sebanyak 11 unit. Selain mobil, sepeda motor yang di over kredit juga menjadi sasaran mereka dalam beraksi.

“Saat ini, baru pelaku yang kami amankan. Sementara barang bukti mobil dan sepeda motor itu masih sama pelaku Ar yang masih kami kejar sampai saat ini. Kami juga sudah mengantongi identitas keduanya,” bebernya.

Pandu menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus penipuan ini. Sejauh ini, pihaknya sudah menerima lima laporan dari korban dan akan melakukan koordinasi dengan seluruh polsek jajaran untuk mencari laporan polisi dari masyarakat. Selain itu juga, masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan dengan modus ini diminta untuk segera melapor.

“Kasusnya masih kami dalami lebih jauh. Diduga, masih banyak mobil maupun sepeda motor hasil kejahatan mereka. Termasuk mengejar dua orang pelaku lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Agung yang ditemui di Mapolresta Barelang, Rabu (12/12) kemarin mengatakan bahwa selama menjalankan aksinya, ia diberi upah sebesar Rp 5 juta dari Ar untuk satu unit mobil. Uang tersebut, kemudian dibagi lagi oleh Agung kepada Ro yang menyuruhnya sebesar Rp 2 juta. Sementara untuk motor, ia diberikan upah sebesar Rp 1,5 juta. Uang itu dibagikan untuk Ro Rp 500 ribu dan Rp 1 juta untuk dirinya.

“Kalau mobil itu macam-macam mereknya. Ada Fortuner, Avanza, Xenia, Ertiga, Yaris. Sementara untuk motor ada Mio M3. Tapi kalau untuk motor cuma tiga,” akunya. (gie)

Menolak Pembubaran BP Batam

0

batampos.co.id – Beredar kencang kabar Jakarta membubarkan BP Batam, Rabu (12/12/2018) petang tadi. Tautan berita media online viral kemana-mana.

Ada yang setuju ada pula yang tak.

Adalah sosok yang menamakan diri Anwar Anas yang menolak. Ia membuat petisi melalui situs change.org untuk mengajak orang ikut bersama-sama menolak pembubaran BP Batam.

Dalam petisinya ia menulis…

BP Batam sebagai lembaga non struktural yang memiliki kewenangan membangun Batam menjadi daerah yang mengasyikkan untuk berinvestasi, menjadi lokomotif penggerak ekomomi tidak seharusnya dibubarkan.

Pak Presiden harus terlebih dahulu memperhatikan keinginan dan kepentingan Batam untuk kedepannya sebelum mengambil keputusan.

Kami menolak BP Batam dibubarkan , sekaligus menolak kepala BP Batam berasal dari kalangan politik (walikota rangkap jabatan).

 

Dualisme Selesaikan Dulu, Lain-lainnya Menyusul

0
Kantor BP Batam.
foto: putut ariyo / batampos.co.id

batampos.co.id – Dualisme di Batam mengganggu pikiran Presiden Joko Widodo.

Rabu (12/12/2018) ia memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Kepresidenan Jakarta. Agendanya adalah membahas tentang pengembangan Batam yang dikenal sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

Rapat itu menghasilkan keputusan yang akan mengubah Batam. Yakni memberikan kewenangan BP Batam sebagai tangan pemerintah di daerah itu akan dirangkap oleh Walikota Batam

Apakah dengan demikian BP Batam dibubarkan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, menjawab singkat, “Lebih kurang akan begitu.”

Menurut Darmin, baik Presiden Jokowi ataupun Wakil Presiden Jusuf Kalla memutuskan untuk mengakhiri dualisme.

“Itu berarti hanya ada satu, enggak boleh ada dua, baru dualisme hilang,” kata Darmin mengawali menjelasannya.

Karena itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk mengakhiri keberadaan BP Batam yang merupakan institusi pemerintah pusat di pulau industri itu. Selanjutnya, urusan Batam akan diserahkan kepada pemerintah kota setempat.

“Sehingga jadi satu tangannya, enggak dua. Itu saja, sederhana sekali,” tutur Darmin.

Darmin meyakini keputusan pemerintah menyerahkan kewenangan BP Batam kepada pemda setempat merupakan solusi bagi masalah yang selama ini tak terselesaikan.

“Pokoknya tujuannya ini menyelesaikan dualisme,” tegasnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menegaskan, eksekusi atas keputusan itu akan dilakukan sesegara mungkin. Eksekusinya akan diawali dengan pencatatan aset dan persoalan administrasi lainnya.

“Memang masih harus ada pencatatan macam-macam, ya kan. Asetnya masih, bagaimana menyelesaikannya, itu harus disiapkan legalnya, datanya. Tapi akan segera, kita akan usahakan begitu tahun baru, sudah satu,” jelas Darmin.

Meski demikian Darmin memastikan KEK di Batam tetap berlanjut.

“Tapi itu kebijakannya biar di daerah saja. Pokoknya dualisme selesaikan dulu, nanti yang lain-lainnya menyusul,” tandas Darmin.

Jalannya sidang dimulai oleh Presiden dengan menanyakan perkembangan percepatan pembangunan kawasan ekonommi khusus (KEK) di Batam, Kepulauan Riau.

Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menginginkan Batam yang punya posisi strategis memiliki daya saing.

“Kita ingin Batam dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis bisa dikembangkan secara maksimal, sehingga memiliki daya tarik yang bagus, meniliki daya saing untuk kawasan ekonomi dan daya tarik untuk investor,” kata Presiden Jokowi saat mengawali ratas.

Pihak terkait dari Batam pun hadir dalam ratas itu. Antara lain Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

Presiden Jokowi menjelaskan, persoalan Batam sudah dibahas dalam beberapa kali rapat. Antara lain pada Desember 2015, Januari 2016 dan Maret 2017.

Karena itu Jokowi dalam ratas itu meminta laporan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution mengenai Batam. Di antaranya adalah transformasi dari free trade zone (FTZ) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Juga urusan berkaitan dengan perizinan, kepastian hukum bagi investor. Khususnya infrastruktur, masalah pelabuhan, dan lainnya. Saya kira secara singkat saja disampaikan karena sudah berkali-kali rapat,” tuturnya.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang ditemui usai ratas itu mengungkapkan, hal terpenting soal Batam saat ini adalah mengakhiri dualisme kewenangan antara BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Pengusaha yang paling penting ingin tidak ada dualisme, ada kepastian,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, di Batam saat ini terdapat sejumlah perusahaan multinasional seperti Schneider Electric dan Infineon Technologies. Menteri yang juga ketua umum Golkar itu mengharapkan perusahaan multinasional lainnya juga berekspansi ke Batam.

“Dan kawasan Nongsa akan menjadi digital hub. Tentu ini akan kita perbaiki situasi iklim yang kondusif,” jelas Airlangga.(fat/jpnn)

Play sound