Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11706

Pembaca, Waspadalah terhadap Kejahatan Modus Undian

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat ini semakin banyak modus kejahatan yang digunakan pelaku kriminal untuk menjerat korbannya. Salah satunya menggunakan modus penipuan undian berhadiah.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan tidak sedikit warga yang menerima kertas undian saat membuka pintu rumah mereka. Tidak tanggung- tanggung hadiah yang dijanjikan satu unit mobil keluaran terbaru.

Tidak itu saja pada kertas juga terpampang jelas anggota polisi yang bertanggung jawab atas undian tersebut. Pelaku kejahatan juga meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi oleh korban.

“Ini jelas penipuan. Warga jangan sampai terperdaya. Undian resmi tentu tidak seperti itu. Ada tahapan dan caranya,” kata Oji, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, aksi pelaku kejahatan cukup berani. Untuk meyakinkan korban, pelaku memasang gambar anggota polisi dan berbagai produk darimana undian tersebut berasal.

Beberapa waktu lalu, menurutnya ada warga yang bertanya ke polsek Sekupang mengenai undian tersebut. Warga membawa serta bukti kertas undian yang diterimanya.

“Intinya harus lebih jeli dan pintar. Jangan mau terbujuk penipuan seperti ini,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada warga yang mendapati kertas undian di depan rumah atau dimanapun. Jangan mudah percaya. Jika pernah mengikuti undian tentu akan dihubungi secara resmi.

“Ini salah satu modus penipuan. Nanti kalau dihubungi mereka minta ini dan itu sebagai syarat. Harus lebih waspada,” tegasnya.

Saat ini berbagai cara dilakukan pelaku kriminal untuk mendapatkan korban. Tekanan ekonomi yang semakin tinggi dan tidak memiliki perkerjaan menjadi salah satu penyebab tindakan kejahatan.

“Untuk itu mohon waspada. Jangan mudah percaya. Tingkatkan kewaspadaan saat di rumah, jalan dan saat kembali dari bank. Ini sangat penting karena kejahatan terjadi karena ada kesempatan,” tutupnya.(yui)

Cetak e-KTP Hanya Satu Jam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam menyambut baik percepatan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tahun 2019 mendatang. Sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pencetakan selesai dalam satu jam.

“Kami siap menjalankan apapun arahan dari pusat,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, Jumat (28/12/2018).

Ia mengungkapkan Batam sebenarnya sudah maju beberapa langkah sebelum arahan tersebut dikeluarkan. Saat ini perekaman dan pencetakan sudah dilakukan di kecamatan.

“Di Batam sudah lama berjalan. Kepentingan warga merupakan prioritas, untuk itu kami memangkas jalur pelayanan ini. Dulu bikin e-KTP di Disdukcapil sekarang di kecamatan,” jelasnya.

Persoalan saat ini adalah ketersedian blanko e-KTP yang belum mampu mengakomodir seluruh permintaan warga.

“Saya tidak mau berbicara banyak. Kalau saya sudah diplot di sini (Disdukcapil) bearti saya harus sudah siap. Kami bersama tim terus berusaha menyelesaikan persoalan pencetakan e-KTP ini,” bebernya.

Tahun depan, jika Batam diberikan blanko yang cukup, pihaknya menjamin keinginan warga untuk memiliki e-KTP bisa selesai dalam hitungan jam.

Menurutnya untuk perekaman hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit. Selanjutnya jika berkas lengkap dan blanko tersedia, e-KTP sudah bisa didapatkan dalam satu jam pelayanan.

“Semua bisa kami lakukan. Alat ada, tenaga ada tinggal persoalan intinya itu saja lagi,” ucap mantan camat Batuampar ini.

Untuk itu dia meminta warga yang sudah merekam untuk bisa mengecek e-KTPnya di kantor kecamatan masing-masing. Mohoh e-KTP yang sudah jadi ini diambil. Warga cukup membawa resi atau bukti perekaman saja.

“Saya takutnya kececer. Jadi tolong ambil. Agar satu per satu persoalan bisa selesai,” imbuhnya.

Untuk warga yang pernah merekam, namun masih bingung status e-KTPnya apakah sudah jadi atau belum. Warga bisa mengecek di website Disdukcapilbisa.batam.go.id. Pada halaman tersebut warga bisa mengecek e-KTP mereka berdasarkan NIK. Tidak saja itu warga juga bisa mengetahui keberadaan e-KTP mereka saat ini setelah mengajukan proses pencetakan.

“Ada menu pilihan yang bisa dipilih. Cukup dari smartphone lsngsung bisa tahu posisi e-KTP. Ini memudahkan warga yang sibuk dan tidak memiliki waktu. Jadi bisa online cek dulu,” tambah Said.

Ia berharap tahun depan pengurusan seluruh dokumen kependudukan bisa lebih baik dari tahun ini. Semua pelayanan masyarakat bisa ditingkatkan dan mengurangi keluhan warga.

“Mudah- mudahan lebih baik. Biar persoalan e-KTP ini selesai,” tutupnya.(yui)

Resort di Nongsa Gelar Pesta Kembang Api

0
ilustrasi

batampos.co.id – Beberapa resort di Nongsa menggelar pesta kembang api di saat pergantian tahun. Konsep acara yang disuguhkan tiap resort hampir sama, seperti gala dinner, live band, lucky draw hingga pesta kembang api.

Marketing Komunikasi NPM Resort Oza Syafriani mengatakan konsep yang diusung dalam pesta pergantian tahun ini yakni Karibean Years.

“Konsepnya bukan ala pirate (bajak laut), tapi lebih ke hawaian. Nantinya tamu menggunakan pakaian hawai pantai,” katanya, Jumat (28/12/2018).

Ia mengatakan untuk pemesanan, dapat langsung mengunjungi NPM Resort di Nongsa. Dalam setiap pemesanan, pengunjung mendapatkan fasilitas dinner, party pack, lalu menikmati live band, dance dan tentunya lucky draw.

“Hadiah utama dari lucky draw itu yakni voucher menginap dan makan,” ujarnya.

Sementara itu Marketing Komunikasi Turi Beach, Vania Lamika mengatakan di Turi Beach juga akan dilaksanakan gala dinner, permainan, lucky draw dan pesta kembang api.

Lucky draw-nya itu hingga Rp 25 juta,” ucapnya.

Montigo Resort menyuguhkan acara sedikit berbeda. Marketing Communication Manager Montigo Resorts Lusia Rike mengatakan, sebelum pesta kembang api beragam acara menarik disuguhkan seperti Foam Party, Dj Chelsea Kenzo, Dj Artika Jean, salambrie syndicates, melodivo percusion dan fire flair bartending.

“Tema acaranya hawaian gitu. Nanti selama acara akan dilaksanakan di tigo beach club,” ungkapnya. (ska)

20 Pengunjung Diskotik Positif Narkoba saat BNN Kepri Razia

0
Petugas BNN Kepri melakukan tes urine pada sejumlah pengunjung hiburan malam.

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri melaksanakan razia di beberapa tempat hiburan malam di Batam, Jumat (28/12) dini hari. Dari Pub Square Club dan Diskotik Planet 3, diamankan sebanyak 20 orang pengunjungnya yang positif menggunakan narkoba.

“20 orang itu terdiri dari 17 orang pria dan 3 orang wanita,” kata Kepala BNNP Kepri Brigjen Ricard Nainggolan, Jumat (28/12/2018).

Ricard mengatakan razia yang dilaksanakan mulai dari Kamis (27/12/2018) pukul 23.00 hingga Jumat (28/12) pukul 03.15. “Ada sekitar 100 orang yang kami tes urine, tapi cuman 20 orang saja yang positif,” tuturnya.

Saat ini 20 orang yang positif tersebut telah dibawa ke Kantor BNNP Kepri, untuk dilaksanakan assessment. Ricard mengatakan assessment ini untuk menilai tingkat kecanduan.

“Apakah pecandu berat, sedang atau ringan,” ucapnya.

Apabila dinyatakan pecandu berat dan sedang, maka diminta menjalani rehab inap di Loka Rehabilitasi Nongsa. Namun, apabila dinyatakan sebagai pecandu ringan, pengunjung klub malam yang terjaring itu hanya menjalani rehab jalan.

“Hingga saat ini assessmentnya masih berlangsung. Tim assessment ini terdiri dari beberapa orang, dan bukan dari orang BNNP saja, ada dokter juga,” ujarnya.

Razia tersebut dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan narkoba saat hari besar dan libur nasional. Selain BNNP Kepri, razia ini diikuti oleh Polda Kepri, POM TNI AL, POM TNI AD. (ska)

Cabai Rawit Rp 70 Ribu Per Kilogram

0
Aktiivas berbelanja di tos 3000, Jodoh, Batam Kepri.
foto: batamposco.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Harga cabai rawit merangkak naik di sejumlah pasar di Batam, Jumat (28/12).

Di Pasar Fanindo, Batuaji komoditas tersebut berada di kisaran Rp 68-70 ribu per kilogram. Padahal, pekan lalu harganya masih Rp 45 ribu.

Murni penjual sayur di Pasar Fanindo mengaku tidak tahu penyebab tingginya harga cabai. Namun ia menduga karena faktor cuaca.

“Barangnya juga sedikit. Makanya mahal,” ujar Murni.

Tak hanya cabai, beberapa komoditas lain juga masih tinggi jelang akhir tahun ini. Seperti harga tomat yang masih dijual Rp 16 ribu dari Rp 14 ribu, bawang jawa Rp 34 ribu dari Rp 20 ribu, kol dijual Rp 9 ribu dari Rp 9 ribu, pare dijual Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu, juga sayur wortel yang dijual Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu.

“Mahalnya sudah sebulan lewat,” katanya.

Dia mengatakan musim hujan yang mengguyur Kota Batam dan wilayah sekitarnya mempengaruhi naik-turunnya harga barang. Apalagi komoditas pertanian yang dikirim dari luar Batam.

“Kalau kena hujan terus pasti barangnya cepat busuk, pasokan barang ke pasar pun juga sedikit,” jelasnya.

Di Pasar SP Plaza juga harga cabai tinggi. Rata-rata pedagang menjual komoditas asal Medan itu kisaran Rp 65-68 ribu per kilogram. Mahfud, seorang pedagang mengaku sebelum cuaca buruk, harga cabai masih diangka Rp 40 ribu.

“Sudah seminggu ini cabai mahal,” katanya.

Sementara untuk harga daging ayam terpantau normal. Meksi sebelumnya daging ayam dijual Rp 33-35 ribu per kilogram. Namun sekarang dijual Rp 30-31 ribu. (une)

Penting! Ketentuan HSBL 2019

0
ilustrasi

batampos.co.id – Persiapan turnamen Honda Student Basketball League (HSBL) IV 2019 mulai menunjukkan peningkatan. Pihak penyelenggara PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda di Kepri, yang bekerjasama dengan Batam Pos telah membuat persyaratan dan ketentuan untuk peserta.

Manager EO Batam Pos Herman Mangundap mengatakan, persyaratan itu dimulai dari jumlah orang dalam satu tim.

“Setiap tim maksimal terdiri dari 15 orang dengan perincian 12 pemain dan 3 ofisial,” ujar Herman, Jumat (28/12).

Para pemain, lanjutnya, merupakan pelajar asli dari sekolah yang bersangkutan (SMA sederajat).

“Untuk pelajar kelas XII tahun ajaran 2018/2019 tidak dapat berpartisipasi sebagai pemain,” terangnya.

Ia menambahkan, setiap peserta nantinya wajib menyertakan fotokopi kartu pelajar yang masih berlaku. Selain itu, peserta juga diminta menyertakan surat rekomendasi dari sekolah yang bersangkutan.

“Masing-masing pemain menyerahkan foto close-up bewarna ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar,” sebut Herman.

Dalam pendaftaran peserta nanti, tambahnya, setiap tim juga menyertakan uang tunai sebesar Rp 500 ribu sebagai uang jaminan.

“Syarat dan ketentuan ini diharapkan menjadi perhatian penuh setiap peserta sebelum mendaftarkan timnya,” tutupnya. (nji)

Untuk Warga Rempang Galang Bayar Pajak di Loket yang Ada di Jembatan 1 Ya …

0
Dua orang warga sedang melakukan pembayaran pajak kendaraan di pelayanan keliling Samsat Kepri. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri tahun depan akan membuka kantor pelayanan Samsat keliling di Barelang, tepatnya di kawasan Jembatan I Barelang.

Rencana tersebut untuk menjaring masyarakat yang tinggal di Rempang-Galang dalam membayar pajak agar tak pergi jauh ke Batam. Hal itu dikatakan oleh Kepala BP2RD Kepri, Reni Yusneli kepada Batam Pos, Jumat (28/12) sore.

“Program tersebut mulai kami berlakukan sesegera mungkin. Kalau bisa kantor pelayanan bisa stay di dekat kawasan Jembatan I lebih bagus lagi. Rencana itu merupakan salah satu bagian dari kami BP2RD dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pajak di Kepri,” ujarnya.

Tak hanya di Barelang saja. BP2RD Kepri juga akan membuka loket pembayaran pajak samsat corner di kawasan Tiban yang selama ini masyarakatnya dalam membayar pajak masih harus pergi ke Batamkota.

Untuk loket pembayaran pajak berupa mobil samsat bergerak juga akan ditambah, begitu juga mobilitasnya juga akan ditambah ke beberapa kecamatan di Batam.

“Tantangan ke depan BP2RD adalah soal target yang pastinya juga akan lebih ditingkatkan lagi targetnya. Makanya untuk mencapai itu, tak cukup hanya mengandalkan satu dua atau bidang saja, tapi harus keseluruhan bekerjasama untuk mencapai itu. Kami tetap optimis akan mampu mencapai target di 2019 nanti,” ujarnya mengakhiri. (gas)

Seluruh Warga Anambas Sudah Rekam e-KTP

0
Disdukcapil Kabupaten Kepulauan Anambas membuka pelayanan di pelabuhan Tarempa, Kamis (27/12).

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Anambas aktif jemput bola untuk perekaman e-KTP yang dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Untuk melayani masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Anambas membuka layanan di pelabuhan Tarempa, Kamis (27/12/2018).

Banyak warga merekam data tapi bukan untuk pembuatan e-KTP baru melainkan untuk memperbaiki e-KTP yang sudah rusak, kemudian pelayanan surat pindah, dan mencetak akta kelahiran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Anambas Agus Basir melalui bagian administrator, Muslim, mengatakan, hingga saat ini target utama Disdukcapil sudah tercapai. Bahkan tidak ada lagi warga Anambas yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Tidak ada lagi warga Anambas yang melakukan perekaman. Tapi kami tetap melakukan pelayanan terhadap masya-rakat dalam mengajukan sejumlah permohonan seperti surat pindah atau akta kelahiran,” kata Muslim, Kamis (27/12/2018).

Ia menambahkan, e-KTP yang ditemukan rusak maupun yang invalid dilihat dari nama penduduk yang keliru, tanggal lahir yang salah, domisili atau tempat tinggal yang sudah berubah, serta perubahan status, beberapa waktu lalu sudah dimusnahkan. Jumlahnya 1.122 unit e-KTP. (sya)

Akhirnya, Batam Memiliki Kawasan Ekonomi Khusus

0

batampos.co.id – Salah satu tugas Lukita D Tuwo dan tim ditugaskan ke Batam ialah mewujudkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.

Akhirnya, di Batam pun ada wilayah KEK. Badan Pengusahaan Batam membuat KEK dimana wilayah tersebuh berada di dalah kewenangan BP Batam.

Wilayah KEK itu ialah

  • KEK AeroMarine City Hang Nadim – Kabil seluas 2 ribu hekatare
  • KEK Water City – Batam Center seluas 800 hektare
  • KEK Rempang City seluas 7.560 hektare

“KEK di area Bandara Hang Nadim akan diprioritaskan untuk kepentingan industri berteknologi tinggi dan juga industri berbasis logistik. Karena bandara sejak awal memang ingin dikembangkan BP sebagai pusat logistik di In­donesia bagian barat,” kata Kepala BP Ba­tam Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (27/12/2018).

Sebenarnya, kata Lukita, awalnya BP Batam akan menjadikan seluruh wilayah di Batam menjadi area KEK. Ini sesuai arahan dari pemerintah pusat agar status Free Trade Zone (FTZ) Batam diganti menjadi KEK.

Namun, hal itu tak mudah dilak-sanakan karena wancana perubahan status FTZ jadi KEK ditentang sebagian besar asosiasi pengusaha di Batam.

“Makanya kami rencana membatasi KEK hanya di area yang ada dibawah kewenangan BP Batam,” imbuh pria yang memulai karis sebagai ASN di Bappenas itu.

Penolakan pengusaha itu, kata Lukita, dengan berbagai alasan. Antara lain karena jumlah kawasan industri di Batam yang cukup banyak dengan lokasi yang tersebar dan terpisah-pisah. Lalu ada juga alasan karena industri tersebut berdiri di tengah atau di antara permukiman warga. Contohnya PT Sat Nusapersada di Pelita, Batam.

Menanggapi rencana KEK itu pengusaha di Batam mendukungnya.

“Kalau namanya KEK itu seharusnya di lokasi tertentu yang tak terlalu luas. Dan yang penting mampu untuk menampung industri,” ucap Plt Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid, Kamis (27/12/2018).

Apindo Batam, kata Rafki, juga sepakat jika KEK diberlakukan di beberapa wilayah di luar Pulau Batam. Misalnya di Rempang dan Galang.

“Silakan saja, kami dukung. Karena dengan begitu tak akan ganggu pengembangan FTZ di Batam,” ucapnya lagi.(leo)

Dendang Melayu Disukai Sekaligus Dikeluhkan

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sejumlah wisatawan mulai ramai mengunjungi Jembatan Barelang, Kamis (27/12). Termasuk, di kawasan Dendang Melayu yang memiliki spot bagus untuk mengambil foto Jembatan Barelang.

Sayangnya, kawasan wisata ini dikeluhkan karena minim fasilitas.

Salah seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia, Noh Saleh, mengakui pemandangan di Jembatan Barelang sangat bagus.

”Pemandangannya cantik, bagus untuk foto-foto pas liburan bersama keluarga,” ujarnya, kemarin.

Namun, kata dia, sangat disayangkan sarana dan prasarana di kawasan Dendang Melayu masih jauh dari nyaman.

Selain karena fasilitas toilet yang rusak dan bau, di tempat itu juga tak disediakan sarana yang memadai untuk penyandang disabilitas.

”Untuk sarana mungkin harus ditingkatkan lagi apalagi untuk pengguna kursi roda. Dari segi tiket masuk dan pelayanan sedikit kurang,” keluhnya.

Tidak hanya wisman, wisatawan lokal juga memberikan kritikan kepada pengelola Dendang Melayu. Agung asal Jakarta misalnya, ia menyebut keindahan pemandangan Jembatan Barelang belum dibarengi dengan pelayanan dan pengelolaan tempat wisata yang baik.

”Kebersihannya, terus tempat duduk juga masih kurang,” ujar Agung.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) Batam Ardiwinata mengatakan, Dendang Melayu ke depan bakal menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Batam. Untuk itu, Pemko Batam saat ini terus mengembangkan kualitas layanan di tempat tersebut.

”Jadi, pembangunan untuk menunjang sarana dan pra sarana akan dilakukan bertahap. Salah satunya Pemko Batam juga mengakomodir wisatawan yang disabilitas, ini akan menjadi prioritas di tahun depan,” kata dia.

Menurutnya, laporan ataupun keluhan wisatawan akan ditampung dan menjadi masukan tersendiri bagi pem­bangunan Dendang Melayu ke depan.

”Termasuk soal pengelolaan. Kami sedang menginventarisir dan mencarikan solusi terbaik agar Dendang Melayu bisa berkembang jadi destinasi wisata yang lebih baik lagi,” katanya.(cr1)