batampos.co.id – Meski pendaftaran Honda Student Basketball League (HSBL) 2019 belum resmi dibuka, tim putri SMA Maha Bodhi Karimun memastikan keikutsertaannya di ajang kompetisi bola basket antarpelajar SMA sede-rajat se-Kepri itu.
”Ya, pasti ikut. Sekarang sudah mulai latihan rutin,” ujar pelatih basket tim putri SMA Maha Bodhi Karimun, Hendro, Rabu (26/12/2018).
Ia menyebutkan, keikutsertaan timnya kali ini merupakan yang kedua, setelah tahun lalu berhasil masuk empat besar.
”Kami optimis bisa lebih baik di kompetisi HSBL kali ini, karena belajar dari pengalaman tahun sebelumnya,” terang pelatih yang juga Guru Bahasa Mandarin SMA Maha Bodhi Karimun ini.
Di sisi lain, Hendro mengaku timnya sudah cukup banyak menoreh prestasi, khususnya turnamen di tingkat kabupaten. Seperti juara 1 MB Cup, juara 1 Vidya Cup, dan melibatkan 90 persen peserta dari SMA Maha Bodhi Karimun dalam cabang olahraga (cabor) basket 2018 di tingkat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri.
Dalam latihan, lanjutnya, lebih menekankan keahlian masing-masing individu.
”Saat ini ada 11 orang yang rutin berlatih. Kalau untuk kekompakan tim, mereka sudah sangat solid saat di lapangan. Jadi, tinggal mengasah skill masing-masing,” ungkap Hendro.
Ia berharap, timnya dapat berlatih maksimal untuk meraih juara di turnamen HSBL.
”Ini merupakan kesempatan berharga bagi tim basket putri Maha Bodhi untuk terus melaju ke tingkat nasional (DBL/Developmental Basketball League),” tutupnya.
Sebelumnya, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepri Syaiful mengatakan, target peserta masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 20 peserta tim putra dan 12 peserta tim putri.
”2019 nanti pelaksanaan HSBL yang keempat, dan seperti biasanya bekerja sama dengan Batam Pos,” ujar Syaiful, Senin (24/12/2018) lalu.
Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah, pihaknya akan di mulai awal tahun nanti. ”Sekarang masih dalam suasana libur sekolah juga. Tetapi untuk pendaftaran sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” sebut Syaiful. (nji)
batampos.co.id – Duta Besar Rusia untuk Venezuela Vladimir Zaemsky pada Rabu (26/12/2018) waktu setempat mengatakan Otoritas Venezuela telah menawarkan perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengambil bagian dalam eksplorasi emas dan penambangan emas.
“Adapun partisipasi Rusia dalam penambangan emas atau proyek penambangan lainnya, Venezuela telah membuat berbagai proposal menarik yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh operator Rusia yang tertarik,” jelasnya seperti dimuat Russia Today.
Zaemsky mengatakan, Caracas sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Rusia di sektor eksplorasi sumber daya padat yang dapat diekstrak di negara itu, termasuk emas, berlian dan coltan, yang digunakan untuk ekstraksi unsur-unsur seperti niobium dan tantalum.
venezuela, emas, cadangan emas,
Terlepas dari cadangan minyak yang dianggap yang terkaya di dunia, Venezuela juga merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti berlian, emas, bijih besi, aluminium, bauksit, gas alam, dan minyak bumi.
Meskipun sedang mengalami krisis parah, sebenarnya Venezuela punya cadangan emas yang sangat besar. Menurut sebuah laporan oleh Dewan Emas Dunia yang diterbitkan pada bulan Juni 2018 lalu, negara ini memiliki 150 metrik ton cadangan emas, yang menjadikannya cadangan emas terbesar ke-25 di dunia.
Namun, krisis ekonomi saat ini dan sanksi Amerika Serikat telah memaksa Venezuela untuk mengandalkan bantuan dari negara lain. Seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), awal tahun ini, Washington melarang bisnis dan individu Amerika untuk berurusan dengan entitas dan orang-orang yang terlibat dalam penjualan emas dari negara tersebut.
Pada bulan Desember, Caracas dan Moskow menandatangani kesepakatan investasi 5 miliar dolar AS untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela sebesar satu juta barel per hari.
batampos.co.id – Pengelola Pantai Tanjungpinggir, Sekupang meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pengunjung yang bermain di pantai selama masa liburan berlangsung.
”Kami pasang jarak aman berenang 20 meter dari bibir pantai,” kata pengelola Pantai Tanjungpinggir, Doddy, Rabu (26/12/2018).
Ia menyebutkan selain menyiagakan penjaga pantai, pihaknya juga dibantu tim dari Polri dan TNI, serta Badan SARS Nasional (Basarnas). Untuk mengawasi pengunjung yang berenang penjagaan juga dilengkapi amphibi, perahu karet, dan ambulans.
”Total ada 10 orang personel yang diperbantukan ke sini (Pantai Tanjungpinggir, red). Ada ambulans juga untuk siaga,” kata dia.
Doddy mengatakan untuk presentase pengunjung memang naik bila dibandingkan hari biasanya. Sedangkan kondisi air saat ini tengah pasang. Untuk itu, pengunjung diminta untuk mengawasi anak-anak saat bermain di pantai
”Susah ditebak memang cuaca. Ombak dan angin juga masih kurang bersahabat. Tapi Alhamdulillah sejauh ini masih aman dan kami berharap tetap aman,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, untuk perkiraan cuaca pihaknya juga selalu mendapat informasi terbaru dari Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam.
”Batasan berenang kan sudah dipasang. Mereka yang berenang di luar garis lang-sung kami panggil. Ini demi keamanan mereka,” ujarnya.
Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji mengatakan sudah mengimbau warga untuk berhati-hati saat ke pantai. Di pantai sudah dipasang pengumuman dan imbauan kepada pengunjung pantai.
”Yang penting berhati-hati. Boleh ke pantai tapi perhatikan anak-anak,” imbuhnya.
Sementara itu, pengunjung di Pantai Tanjungpinggir terlihat menikmati waktu libur bersama keluarga. Pengunjung cukup membayar Rp 10 ribu untuk bisa menikmati liburan di Pantai Tanjungpinggir. Anak- anak yang berenang juga ditemani orangtua. Dari kejauhan 20 meter terlihat batas aman berenang bagi pengunjung pantai. (yui)
Anjing K-9 milik BNNP Kepri saat mengendus tas milik penumpang pesawat Malindo Air, Kamis (27/12/2018). (Bobi Bani/ JawaPos.com)
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau menggelar razia gabungan bersama Polda Kepri, Bea Cukai Kepri dan Aviation Secutity (Avsec) di Bandara Internasional Hang Nadim, Kamis (27/1/2018).
Tak hanya menyasar penumpang pesawat, petugas juga melakukan tes urine terhadap pilot dan kru maskapai domestik maupun internasional.
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, petugas tampak memeriksa bagasi penumpang Malindo Air rute Malaysia-Batam. Pesawat itu memang baru saja landing saat petugas gabungan memulai kegiatan.
Pemeriksaan bagasi itu juga melibatkan anjing K-9 milik BNNP Kepri. Dua anjing diterjunkan untuk mengendus beberapa koper milik penumpang. Anjing-anjing itu memang sudah terlatih untuk membantu anggota BNNP dalam sebuah operasi. Mereka menyisir sekeliling area bandara.
Kehadiran petugas itu cukup membuat sebagian penumpang pesawat kaget. Apalagi, beberapa kali anjing K-9 mondar-mandir di depan mereka. Ada pula penumpang yang langsung melepas bawang bawaannya untuk menghindari anjing berbulu krem tersebut.
Kegiatan yang bertujuan untuk mencegah peredaran narkotika itu akhirnya selesai setelah seluruh penumpang selesai diperiksa. Walaupun ada satu penumpang yang menjalani pemeriksa lanjutan sampai pada tes urine, secara keseluruhan kegiatan ini tidak mendapati adanya penyelundupan narkoba melalui pesawat.
Demikian juga dengan pemeriksaan urine yang dilakukan terhadap para awak enam maskapai. Baik pilot, Co-pilot, maupun pramugari dinyatakan bebas dari narkoba.
“Hasilnya negatif, semua pilot dan bawaan penumpang aman,” jelas Kepala BNNP Kepri Kombespol Richard Nainggolan.
Richard melanjutkan, kegiatan ini sifatnya untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam memberikan pelayanan tehadap masyarakat, khususnya mereka yang memanfaatkan jalur udara. Tidak adanya temuan narkoba menandakan semua pihak siap.
“Mulai dari maskapai, pilot, pengelola bandara, BC, Karantina, dan stakeholder lainnya,” lanjutnya.
batampos.co.id – Upaya penanganan tanggap darurat untuk korban tsunami Selat Sunda terus dikerahkan, seiring dengan tingginya kepedulian publik Indonesia terhadap saudara sebangsa yang terdampak. Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut berikhtiar penuh memenuhi kebutuhan pengungsi di masa tanggap darurat ini. Salah satunya adalah pengiriman puluhan truk berisi bantuan pangan dan logistik untuk korban terdampak tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan.
Rabu (26/12/2018), 20 truk bantuan tersebut diberangkatkan dari gudang Humanity Distribution Center (HDC) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz mengatakan, bantuan pangan dan logistik dikirimkan menuju dua kabupaten yang terkena dampak tsunami terparah, yakni Pandeglang dan Lampung Selatan.
“Masing-masing 10 truk bantuan kami berangkatkan ke Pandeglang dan Lampung Selatan. Kebutuhan pangan ini mendesak, jadi kami upayakan pengiriman pangan dan logistik sesegera mungkin, dibarengi dengan evakuasi, layanan medis, dan aktivitas dapur umum yang terus berlangsung sampai sekarang,” terang Lukman, Rabu (26/12/2018).
Pengiriman pangan dan logistik ini akan terus berlanjut dari berbagai daerah di Indonesia, utamanya Jawa dan Sumatera. Selain mengirimkan pangan dan logistik, sejumlah program pemulihan juga segera diinisiasi. Lukman menerangkan, bantuan pemulihan tersebut fokus pada penyediaan pangan, papan dan pembangunan ekonomi.
“ACT berencana membangun hunian dan ACT Humanity Store untuk penyintas tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan. Sementara untuk pemulihan ekonomi, kami menggulirkan program pemberian 100 kapal nelayan untuk warga terdampak yang berprofesi sebagai nelayan. Tidak hanya itu, bekerja sama dengan Global Wakaf, kami juga berikhtiar untuk mendirikan Warung Wakaf di sejumlah titik terdampak,” jelas Lukman.
Hingga Rabu (26/12), proses evakuasi, layanan medis, dan pendistribusian bantuan pangan di lokasi terdampak tsunami terus dikerahkan. Untuk mempercepat penanganan tanggap darurat, ACT mendirikan sejumlah posko kemanusiaan dan dapur umum di Pandeglang dan Lampung Selatan.
Di Pandeglang, ACT telah mendirikan 4 posko kemanusiaan dan dapur umum. Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.
Sementara di Lampung Selatan, posko kemanusiaan dan dapur umum telah aktif di tiga wilayah, di antaranya Way Muli, Way Panas, dan Dermaga Bom. “Hari ini (26/12) akan diaktivasi juga dua posko dan dua dapur umum lainnya di daerah Kunjir dan Sukaraja,” terang Sutaryo dari Tim Emergency Response ACT untuk wilayah Lampung Selatan. (*)
batampos.co.id – Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) serentak di gelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam di halaman parkir Nagoya Hill Mal, Nagoya, Kamis (27/12/2018).
Perekaman mengalami kendala, lantaran adanya gangguan koneksi internet untuk merekam data. Warga yang sudah datang ke lokasi harus menunggu hingga berjam- jam sampai jaringan membaik.
Fathur, 23, warga Tanjunguma yang turut mengantri menunggu layanan perekamana keliling di Nagoya Hill mal mengatakan baru pertama kali melakukan perekaman.
“Belum pernah rekam. Tadi di suruh orangtua rekam, makanya datang ke sini,” kata dia.
Pria yang bekerja di salah satu toko aksesoris di kawasan Nagoya ini menuturkan selama ini mencari kerja membawa Kartu Keluarga (KK).
“Kerja selalu dibantu orang. Jadi tak pakai e-KTP. Ini karena orangtua yang suruh,” ujarnya.
Selain mengantri untuk merekam e-KTP. Tidak sedikit dari warga yang mempertanyakan masa berlaku e-KTP milik mereka yang sudah berakhir tahun ini. Selain itu ada juga warga yang menanyakan cara mengganti e-KTP yang rusak.
Perekaman direncanakan mulai pukul 10.00 WIB namun karena masalah jaringan, perekaman belum bisa dilakukan hingga pukul 13.00 WIB.
Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan permasalahan jaringan saat ini tengah dilakukan agar perekaman bisa berjalan dengan baik.
Menurutnya perekaman serentak ini hanya dilakukan satu hari saja. Untuk itu, perekaman mobil keliling ini akan dilakukan hingga malam hari nanti.
“Memang masalah jaringan, kami lagi perbaiki. Karena kasihan warga yang sudah datang. Nanti kami buka sampai malam agar warga terlayani,” lanjutnya.
Di sini bila nak rekam e KTP di Nagoya Hill. foto: facebook disduk
Said menjelaskan warga yang direkam merupakan yang belum pernah sama sekali. Warga cukup membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) Batam. Khusus pemula mereka yang berusia 17 tahun sebelum 17 April 2019 mendatang.
Ia menyebutkan antusias warga untuk merekam sangat tinggi. Banyak dari mereka sudah lama di Batam tapi belum merekam sama sekali. Berdasarkan data Disdukcapil sedikitnya 20 ribu warga Batam belum merekam.
“Kebanyakan itu di hinterland dan kecamatan yang padat penduduknya. Kami berharap ada perekaman serentak ini bisa menyelesaikan perekaman warga agar bisa terdaftar dan mengantongi kartu tanda penduduk.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, Nopialdi yang ikut memantau proses perekaman e-KTP mengatakan perekaman serentak ini merupakan salah satu cara untuk menjaring pemilih yang belum memiliki e-KTP sama sekali.
“Sesuai dengan edaran dari Pak menteri. Perekaman ini merupakan perbaikan data pemilih yang belum masuk dalam DPTHP2,” jelasnya.
Saat ini masih banyak warga yang sudah punya hak pilih namun belum memiliki e-KTP. Untuk itu Disdukcapil jemput bola dan menggelar perekaman di Nagoya Hil mal ini.
Lanjutnya perekaman serentak ini sebenarnya menyasar pemilih pemula. Namun karena bertepatan dengan hari libur, perekaman dialihkan untuk menjaring mereka yang belum merekam dari awal dan masih mengantongi KTP siak.
“Kan libur. Jadi tak ada anak sekolah. Tapi setahu saya Disduk sudah mulai dari tahun lalu untuk perekaman ke sekolah. Jadi mereka sudah mulai duluan untuk mendukung pemilih pemula,” lanjutnya.(yui)
batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris mengatakan pemerintah daerah tengah melakukan pembenahan dalam mewujudkan pemera-taan dan percepatan pembangunan.
Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari tingkat desa berdasarkan kucuran dana di pemerintahan desa.
”Yang menjadi perhatian, pengelolaan dana desa harus berpedoman pada juknis agar tepat guna,” ujar Haris, ketika menyampaikan sambutan pada pembukaan rapat evaluasi penyaluran dana desa dan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah serta penyerahan aset dari pemerintah daerah, kepada peme-rintah desa di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Rabu (26/12/2018).
Menurutnya, perangkat desa harus bisa memahami regulasi penggunaan dan penyerapan anggarannya. Supaya dapat mencegah terjadinya pelanggaran hukum pengelolaan dana desa.
”Saya himbau kepada kepala desa beserta staf untuk lebih banyak berkoordinasi baik dengan pihak pendamping, kecamatan maupun dinas terkait,” jelasnya.
Menurutnya, besaran Alokasi Dana Desa (ADD) itu bersifat dinamis atau dapat berubah sesuai dengan besaran dana perimbangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) suatu daerah. Karena dana tersebut bersumber dari 10 persen dana transfer umum yang diterima pemerintah daerah.
”Begitu pula dengan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah sama-sama tidak tetap,” jelasnya.
Didasarkan pada realisasi riil penerimaan pajak dan retribusi pada tahun berjalan tambah Haris, jika terdapat kurang salur atau lebih salur, maka kekurangan ataupun kelebihan itu akan diperhitungkan dalam tahun anggaran berikutnya setelah audit BPK dilaksanakan. Saat ini, manajemen keuangan yang baik merupakan salah satu persyaratan penting dalam mewujudkan efektivitas pembangunan di tingkat lokal.
”Saya berharap pemerintah desa mampu mengelola keua-ngan dengan baik dan pembangunan yang dilaksanakan tepat sasaran,” tandasnya. (sya)
batampos.co.id – Mayoritas nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan nelayan tradisional. Mereka masih menggunakan sarana dan prasarana yang sederhana saat menangkap ikan.
Mulai dari pompong, hingga ada yang masih memanfaatkan jongkong atau perahu kecil tanpa mesin yang hanya muat satu orang. Nelayan tangkap menggunakan jongkong masih banyak ditemui di Desa Kiabu Kecamatan Siantan.
Ketua Nelayan Desa Kiabu Agustar, mengatakan selain menggunkan jongkong, sebagian lagi menggunakan kapal pompong dan ada nelayan budidaya. Jumlah nelayan tangkap menggunakan kapal pompong 96 orang, nelayan tangkap budidaya berjumlah 18 orang, nelayan tangkap menggunakan jongkong 20 orang.
Untuk meningkatkan koordinasi antara nelayan satu dengan yang lain, pihaknya butuh perlengkapan lain se-perti radio.
”Mudah-mudahan kiranya sejumlah pihak bisa memperhatikan kami di ujung Pulau Siantan Selatan ini,” ungkapnya, Selasa (25/12/2018).
Dikatakannya, sejak 2017 pihak desa telah memberikan sejumlah perlengkapan alat tangkap nelayan seperti radio pompong sebanyak 18 unit. Pihaknya membagikan kepada 18 nelayan. Sedangkan di 2018 pihak desa menganggarkan lagi 20 unit.
”Alhamdulilah, bantuan radio itu sangat berguna bagi nelayan untuk berkomunikasi di laut,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.(sya)
batampos.co.id – Sebanyak 23 tim bola voli putra dan sembilan tim putri berlaga untuk menjadi yang terbaik dalam kejuaraan Batam Tectona (Batec) Open II 2018, di GOR Radja Jakfar, Tiban, Rabu (26/12). Sebanyak enam pertandingan digelar dalam laga hari pertama kemarin.
Ketua panitia Batec Open II Jefi Candra mengatakan kejuaraan bola voli yang akan berlangsung hingga 31 Desember ini hanya diperuntukkan bagi klub bola voli di Batam. Kejuaraan ini bertujuan sebagai pembinaan atlet bola voli.
“Kejuaraan ini untuk memberikan kesempatan pada pemain bola voli Batam untuk merasakan atmosfer pertan-dingan kejuaraan umum. Selain itu juga untuk melihat sejauh mana perkembangan pembinaan bola voli,” tutur Jefi, Rabu (26/12).
Ke-23 tim putra yang berlaga di event ini, yakni Garuda Unit 10, Gama Pulau Buluh, Pesat Gatra, Cendana, Gasvo, Batec A, Batec B, Porviba, Mc Dermott, TKR One Kartini Raya, dan Tara. Selain itu Aurel Balindo, ARBB, Pelangi, Phillips, Sumitomo, Taman Sari Hijau, Bank Riau Canvas Kepri, Bengkong Kolam, Volcom, PVBK Bengkong, Albatros, dan Bengkong Indah.
Sementara itu, sembilan tim putri adalah Batec A, Canvas, Philips, KP Berendam, JB Seraya, Batec B, Parikesit, Deras, dan Vendra. Dalam pertandingan ini digunakan sistem gugur. Dan pemenang dalam pertandingan adalah tim yang berhasil meraih tiga kemenangan terlebih dahulu atau three wining set.
“Karena keterbatasan waktu, maka menggunakan format pertandingan sistem gugur. Karena jika menggunakan format setengah kompetisi atau full kompetisi membutuhkan waktu panjang,” terangnya.
Jefi menegaskan bagi Batec, kejuaraan ini menjadi ajang ujicoba dan upaya utuk menambah jam terbang atlet Batec.
“Bagi pemain senior agar menjaga kebugaran dan persiapan untuk mengikuti kejuaraan tingkat regional di tahun 2019,” tuturnya.
“Apalagi banyak pemain Batec yang memperkuat tim bola voli Kepri yang akan berlaga di tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Wilayan (Porwil). Sedangkan untuk pemain junior persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar nasional (Popnas),” tambah Jefi.
Perkembangan bola voli di Batam, diakui Jefi jauh meningkat pesat dibandingkan sepuluh tahun lalu.
“Saat itu Batam dipandang sebelah mata jika terkait dengan cabor bola voli. Tetapi keberhasilan Batam meraih emas bola voli putra dan putri membuat tatapan mata terarah ke Batam. Saat ini Batam dianggap sebagai leader dalam pembinaan bola voli di Kepri,” bebernya.
Banyaknya kejuaraan bola voli baik tingkat lokal maupun nasional digelar di Batam sedikit banyak memacu perkembangan pembinaan bola voli. Ditambah munculnya klub-klub bola voli seperti Batec dan Visca semakin meningkatkan gairah untuk pembinaan bola voli.
Saat ini, sambungnya, target yang ingin diraih dalam pembinaan bola voli tak lagi pada tingkat lokal Kepri. Tantangan baru muncul, yaitu harus ada pemain Batam dan Kepri yang bermain di tingkat regional Sumatera dan nasional.
“Kepri harus bisa lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) yang saat ini digesa oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kepri dan Batam,” ungkapnya.
Mempersiapkan hal itu, saat ini Batec menjalankan training center (TC) berjalan. Ini dimaksudkan agar pemain Batec selalu siap jika sewaktu-waktu dipanggil untuk memperkuat tim Batam dan Kepri.
“Jadi, tidak mulai mempersiapkan atlet dari awal, tetapi siap jika sewaktu-waktu diperlukan. Hanya tinggal proses adaptasi saja,” ujarnya.
Karenanya, Jefi meminta seluruh pemangku kepentingan lebih peduli dengan pembinaan bola voli di Batam.
“Artinya stakeholder seperti Pemko Batam, KONI Batam dan pihak-pihak lainnya mau lebih memperhatikan pembinaan olahraga di Kepri khususnya bola voli. Semakin banyak kejuaraan digelar, maka semakin meningkat jam terbang pemain bola voli Batam,” tegasnya.
Sementara itu, Gama Pulau Buluh menjadi tim pertama yang tersingkir di Batec Open II. Gama Pulau Buluh tersingkir setelah kalah dari lawannya Pesat Gatra dengan skor 1-3. Set pertama dan kedua menjadi milik Pesat Gatra 25-20, 29-27. Di set ketiga Gama Pulau Buluh berhasil memperkecil kedudukan setelah menang dengan skor 23-25. Set keempat, Pesat Gatra berhasil menang dengan skor 25-12 dan memastikan keunggulan 1-3 untuk melaju ke babak selanjutnya. (yan)
Suasana Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Warga Singapura masih mendominasi warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Batam untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru.
Tercatat selama lima hari jumlah WNA yang masuk ke Batam mencapai 51.555 orang, dimana sebagian besar adalah warga asal negeri tetangga Singapura.
Kepala Imigrasi Klas I TPI Batam Lucky Agung Binarto mengatakan sejak tanggal 20-25 Desember tercatat sekitar 51.555 WNA datang ke Batam.
Puluhan ribu WNA itu masuk melalui enam titik pemeriksaan Imigrasi,
Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center,
Pelabuhan Internasional Ferry Sekupang,
Pelabuhan Internasional Ferry Citra Tritunas,
Pelabuhan Internasional Ferry Marina Teluk Senimba,
Pelabuhan Internasional Ferry Nongsapura,
Bandara Hang Nadim Batam.
”Total penumpang ada 87.571, sekitar 51.555 orang merupakan WNA,” ujar Lucky, Rabu (26/12/2018).
Menurut dia, WNA yang datang ke Indonesia melalui Batam masih didominasi warga Singapura dan Malaysia. Hal itu dikarenakan jarak yang sangat dekat dengan kedua negara tersebut.
”Masih didominasi Singapura. Mereka ke sini biasanya untuk berbelanja, menikmati kuliner, dan berbagai hiburan lainnya,” sebutnya.
Sementara itu, untuk jumlah WNA yang berangkat meninggalkan Indonesia melalui Batam tercatat 43.695 orang. Jumlah yang berangkat memang lebih sedikit dibanding WNA yang datang.
”Mungkin saja yang belum balik itu melanjutkan liburan ke daerah lain. Jadi tak harus jumlah yang datang dan pergi harus sama,” jelas Lucky.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam Ardiwinata menjelaskan Batam memiliki daya tarik tersendiri bagi warga asing. Selain memiliki banyak destinasi yang mulai berkembang, Batam juga memiliki makanan khas yang segar yakni seafood dengan harga murah.
”Untuk tahun depan, kami akan buat paket-paket menarik untuk wisman yang datang ke Batam,” jelasnya. (she)