Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11722

Pajak Hiburan Naik, Tak Pengaruhi Kunjungan Turis

0
Turis bersepeda melintas di Jalan Ahmat Yani, Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Imbas kenaikan pajak hiburan ternyata tak terlalu berdampak pada kunjungan wisman ke Kepri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisman pada Agustus justru naik 10,55 dibanding bulan sebelumnya.

“Tingkat okupansi hotel masih bagus. Apalagi kemarin acara Hisfarsi, ribuan bidan datang ke Batam. Jadi pangsa pasar pariwisata masih tetap bagus,” kata Wakil Ketua Asita Kepri Edy Suryawan, Jumat (5/10).

Pernyataan itu benar adanya karena tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Agustus mencapai 48,62 persen atau naik 2,53 poin dibanding Juli yang hanya sebesar 46,09 persen.

Sedangkan untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang di Kepri pada Bulan Agustus mencapai 1,76 hari. Angka tersebut menunjukkan kenbaikan 0,09 poin dibanding rata-rata lama menginap tamu pada Juli 2018.

Dan dari jumlah wisman yang berkunjung pada Bulan Agustus mencapai 236.436 kunjungan. Naik sekitar 10,55 persen dibanding jumlah wisman pada bulan Juli sebesar 213.876 kunjungan. Dan jika dibandingkan dengan Juli 2017, maka kunjungan wisman Agustus naik 31,73 persen.

Edy mengungkapkan kalender event yang disusun pemerintah daerah sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah wisman.

“Sehingga kami ikut mempromosikannya untuk menarik minat wisman datang ke Batam,” katanya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam Tarigan mengatakan dari sisi perhotelan, imbas kenaikan pajak hiburan tidak berdampak apa-apa.

“Dari sisi Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam baik-baik saja. Karena pajak untuk hotel kan masih tetap hanya 10 persen,” ucapnya.

Ia kemudian mengatakan soal kenaikan pajak ditanggung oleh konsumen.”Pajak ini yang bayar kustomernya bukan pengusahanya,” katanya singkat.(leo)

Mesir Berpeluang Investasi 228 Juta Dolar Amerika di Batam

0
Meninjau terusan Suez

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan peluang investasi sebesar 228 juta Dolar Amerika kepada penguasha asal Mesir. Peluang investasi ini kemungkinan besar akan diambil Mesir mengingat kemiripan sistem kawasan perdagangan bebas antar keduanya.

“Peluang kontrak bisnis ini senilai 228 juta Dolar Amerika. Kontrak bisnis tersebut dalam bentuk kerjasama pengolahan air, real estate dan lainnya, ” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan di Mediacentre BP Batam, Jumat (5/10).

Kontrak bisnis itu terdiri dalam bentuk kerja sama pengolahan air dan bisnis real estate di Batam senilai 162 juta Dolar Amerika. Dan impor granit sekaligus marmer dari Mesir senilai 66 juta Dolar Amerika. Selain itu, peluang yang ditawarkan adalah investasi dalam bidang usaha marmer, kayu setengah jadi, perikanan, ruko, pharmaceutical dan kegiatan pariwisata.

Peluang investasi ini ditawarkan saat BP Batam dan KBRI untuk Mesir menggelar acara forum bisnis dan investasi dengan tema peluang investasi dan bisnis di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Acara ini dihadiri pelaku usaha Batam dan 40 pengusaha dari Mesir, Rabu (3/10) lalu.

Dari Batam, ada empat pengusaha yakni Eddy Hussy, Hendra Asman, Cheng Liang dan Mulyadi. “Optimisme pasar yang sangat besar dari Mesir dengan penduduknya capai 100 juta orang serta akses ke Afrika, Eropa bahkan ke Amerika,” paparnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan keberagaman sosial budaya yang dimiliki antara Indonesia dan Mesir menjadi faktor pendukung bagi adaptasi calon investor Mesir. “Dengan kesamaan budaya tentunya akan lebih mudah bagi dunia usaha Mesir beradaptasi di Batam,” ungkapnya.

“Tentunya dengan partisipasi BP Batam dalam kegiatan ini, dalam waktu dekat akan mengundang pelaku usaha yg sudah berminat untuk melakukan ekspansi ke Batam,” tambahnya.

Lukita juga menyampaikan Indonesia yang merupakan negara dengan posisi ke 16 dalam ekonominya, merupakan pasar tersendiri dengan penduduknya mencapai 270 juta orang.

“Tentu kami berharap dengan melakukan ekspansi ke Batam maka akses terhadap pasar ASEAN juga semakin terbuka lebar,” harapnya. (leo)

Matikan Tapping Box, Alarm akan Berbunyi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaku usaha wajib memasang tapping box (pencatat transaksi) seiring penerapan pencatatan pajak dengan sistem online. Hal ini tertuang di dalam Peraturan Wali Kota nomor 25 Tahun 2016 tentang tata cara pembayaran Dan pelaporan pajak secara online.

“Iya pasang tapping box itu wajib,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah, Jumat (5/10).

Ia mengatakan, alat yang terpasang tidak bisa dilepas tanpa alasan yang pasti. Untuk itu vendor dalam hal ini bank mitra seperti Bank Riau Kepri memasang alat semacam alarm.

“Kalau misal terjadi on off akan ketahuan. Ada persoalan akan langusng turun,” kata dia.

Namun demikian, pihaknya tak langsung melakukan penindakan tanpa pengcekan terlebih dahulu. Ini untuk emmastikan apakah matinya alat karena faktor kesengajaan atau tidak.

“Makanya akan dicek, mungkin saja kesenggol alatnya, lalu amti,” ucap dia.

Tidak hanya vendor, pengawasan langsung juga bisa dilakukan BP2RD Kota Batam. Dipastikan, tidak hanya vendor yang tahu persoalan mati hidup alat, namun juga diketahui BP2RD Batam.

“Di kantor juga kami bisa awasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku pernah mendapati pelaku usaha yang semula memasang tapi justru beralih ke konvensional. Soal hal ini, Raja mengatakan akan melakukan pembinaan, dan terus melakukan evaluasi.

“Kami learning by doing-lah,” tambah dia.

Untuk diekathui, tapping box yang teprasang kini baru 120 dari 1.578 pelaku usaha. Targetnya, akhir Oktober mencapai 200 alat dan akhir tahun 2018 sebanyak 500 alat. Tidak lain, pemasangan alat ini untuk mengoptimalisasi pendapatan daerah. (iza)

Permintaan Narkotika Meningkat

0
sabu dan ekstasi yang diamankan.
foto: humas Hang Nadim

x.batampos.co.id – Dampak narkotika terus menjadi beban negara. Kendati penegakan hukum begitu tegas terhadap bandar. Namun, kenyataannya permintaan atas narkotika terus meningkat. Antara penegakan hukum dan rehabilitasi perlu diseimbangkan.

Sesuai data Dittipid Narkoba permintaan atas narkotika bisa dilihat dari jumlah penyeludupan narkotika yang terjadi dalam beberapa tahun ini. Pada 2016 barang bukti sabu tertinggi yang diungkap mencapai 862 kg. Namun, pada 2017 dipecahkan dengan jumlah barang bukti sabu seberat 1 ton. Jumlah itu kembali dipecahkan pada Februari 2018 dengan jumlah sabu 1,6 ton.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan bahwa memang kasus narkotika dalam tiga tahun terakhir ini menduduki peringkat pertama. Tidak seperti terorisme yang menggunakan bom, namun narkotika itu secara perlahan membunuh.

”Bahkan, bisa jadi membuat fenomena lost generation atau kehilangan generasi,” ujarnya.

Namun, berbagai langkah telah dilakukan dalam penegakan hukum. Bahkan, Polri berupaya membuat task force dengan Malaysia. Sehingga kasus yang terungkap di Indonesia dan narkotika berasal dari Malaysia bisa diselidiki hingga ke negeri jiran tersebut. ”Itu strateginya,” ujarnya.

Jumlah pengguna narkotika saat ini mencapai 3,5 juta orang. Jumlah itu memang telah menurun dari tahun lalu yang mencapai 5 juta orang. Namun, bila dibandingkan jumlah pengguna narkotika di Tiongkok, dengan penduduk 1,3 miliar orang dan dikenal sebagai produsen narkotika terbesar, penurunan itu belum berarti banyak.

Deputi Pemberdayaan Badan Narkotika Nasional Irjen Dunan Ismail menuturkan bahwa memang sebenarnya ada perbedaan klasifikasi. Kalau di Tiongkok itu jumlahnya sedikit karena murni pengguna. Tapi, kalau di Indonesia yang coba-coba juga dimasukkan dalam prevalensi pengguna narkotika.

”Teknis saja,” ujarnya.

Sementara mantan Kepala BNN Komjen (Purn) Anang Iskandar menuturkan, saat ini masyarakat hukum di Indonesia ini masih fokusnya menyelesaikan dampak narkotika. Bukan menyelesaikan sumber masalah narkotika.

Mindsetnya harus diubah,” urainya.

Rehabilitasi ini harus diseimbangkan dengan penegakan hukum. Sebab, merehabilitas penyalahguna sebagai upaya menghilangkan permintaan atas narkotika.

”Kalau tidak ada yang meminta narkotika, bandar otomatis bangkrut,” tegasnya. (idr/jpg)

23 Mahasiswa Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam Diwisuda

0
Para wisudawan
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam mewisuda sebanyak 23 orang mahasiswanya, Sabtu (6/10) di Hotel Aston. Direktur Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam, dr Willy A.I Wullur Sp.Pk M.Min mengatakan wisudawan ini merupakan angkatan ke VII.

“Sebelumnya sudah sebanyak 6 angkatan yang lulus, dan 80 persen terserap dilapangan kerja,” katanya, Sabtu (6/10).

Alumni Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam telah bekerja di berbagai instansi, mulai dari pemerintah hingga swasta. “Yang baru lulus ini, peluang kerjanya juga tinggi,” ucapnya.

Untuk jurusan Analis Kesehatan di Batam, maupun Kepri, kata Willy masih belum ada. Namun, kebutuhan akan profesi analis kesehatan cukup tinggi. Karena setiap rumah sakit, klinik, puskesmas dan laboratorium membutuhkan keahlian dari analis kesehatan.

“Analis Kesehatan satu-satunya di Kepri ini yah di tempat kami (Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam,red),” ungkapnya.

Kepada wisudawan, ia berharap dapat mengaplikasikan ilmu mereka di dunia kerja. Tidak hany itu saja, Willy juga berharap anak didiknya ini bisa membantu masyarakat. “Saya ucapkan selamat kepada wisaduwan kali ini,” tuturnya.

Willy percaya wisudawan Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam, orang yang dapat mengabdikan diri mereka untuk kehidupan masyarakat.

“Semoga gelar yang diperoleh bermanfaat. Terimakasih kepada orangtua yang mempercayai anaknya kami didik. Tanpa kerjasama orangtua, mungkin tak akan mampu mengantarkan anaknya hingga wisuda,” tuturnya.

Sekedar informasi Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam sudah berdiri sejak 2008. AAK Putra Jaya Batam mempunyai laboratorium penelitian terlengkap di Provinsi Kepri. “Lulusan AAK Putra Jaya Batam sudah siap kerja,” pungkas Willy. (ska)

Telinga Bersih Buat Pelajar Jadi Pintar

0
foto: batampos.co.id / rifki

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar bakti sosial (baksos) bersih-bersih telinga di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Sekupang, Jumat (5/10).

“Ini merupakan rangkaian baksos dari BP ke masyarakat. Targetnya adalah membersihkan telinga dari para lansia maupun anak sekolah,” kata Direktur RSBP, Sigit Riyanto usai acara.

Sigit mengatakan berdasarkan penelitian dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) seluruh dunia, telinga yang kotor sangat berpengaruh kepada tingkat kecerdasan pelajar.

“Ini memang sepele, tapi efeknya besar. Kalau telinganya tak bersih, nanti anak sekolah akan sulit terima pelajaran. Sehingga akibatnya kurang pandai nanti,” papar Sigit.

Bersih-bersih telinga ini juga merupakan bagian dari program nasional dan bulan ini Batam dapat giliran peserta.

Sejak pagi, antrian massa mulai terlihat. Dan kebanyakan dari mereka pasien anak-anak. Ketika kotoran telinganya dikeluarkan, banyak yang menangis sekencang-kencangnya.

Total peserta yang mengikuti acara ini mencapai 200 orang. Mereka ditangani oleh 13 orang dokter THT yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Dan kegiatan ini tidak dipungut biaya.

Sigit juga mengimbau agar masyarakat jangan menggunakan pembersih telinga atau cotton bud untuk membersihkan telinga, karena nanti kotoran telinga akan semakin terdorong ke dalam.”Lebih baik kontrol ke dokter tiap enam bulan sekali,” ucapnya.

Salah satu warga Tiban, Santi sangat mengapresiasi sekali acara ini. Menurutnya, acara ini sangat membantu dirinya dan warga lainnya.

“Saya merasakan adanya penyakit di telinga. Dengan adanya pengobatan gratis saya bisa mengecek kesehatan telinga saya dan ini benar-benar membantu,” katanya.

Selanjutnya RSBP akan melaksanakan sejumlah kegiatan baksos diantaranya sunnatan masal, hari ini (6/10), operasi bibir sumbing pada 12 hingga13 Oktober. Dan donor darah pada 12 Oktober dan 26 Oktober nanti. (leo)

Generasi Muda Abdi Negara

0

Pendaftaran telah dibuka, ratusan ribu formasi dengan kriteria dan persyaratan yang spesifik. Masyarakat menyambut dengan semangat, dokumen persyaratan dipersiapkan, formasi sasaran dipilah, ditimbang dan dihitung dengan matang. Dokumen persyaratan dan daftar formasi yang dibuka ditelusuri baris per baris.

Tahun 2017 dan tahun 2018 pemerintah membuka banyak peluang abdi negara baru, setelah beberapa tahun moratorium tanpa pembukaan formasi. Berbagai penyempurnaan dari proses ini dilakukan, mulai sistem dan tata cara pelaksanaan ujian, persyaratan dan prosedur pendaftaran yang disederhanakan dengan tetap menjaga validitas proses yang berjalan. Saya salah seorang yang mengikuti proses ini tahun lalu. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya mendaftarkan diri pada bulan September 2017. Mengikuti seluruh proses yang ada, Alhamdulillah saya lulus.

Awal 2018, saya kemudian menjadi perwakilan untuk mengikuti presidential lecture di Jakarta. Berkumpul dengan ribuan pemuda di Istora Senayan untuk mendapatkan pengarahan dari Presiden, Mentri PAN RB, serta inspirational talk dari Menkeu dan CEO Gojek.

Pengalaman tersebut sangat menarik. Ditengah masih belum meratanya tingkat pendidikan, banyaknya tindak kriminal yang dilakukan generasi muda, tawuran, kenakalan remaja serta berbagai tindakan amoral lainnya yang membuat generasi kita seperti memiliki masa depan suram. Dengan berkumpul bersama ribuan pemuda abdi negara dari seluruh Indonesia yang penuh semangat positif, membuat saya semakin optimis bahwa bangsa ini masih punya harapan untuk bergerak maju.

Abdi negara tak bisa dilepaskan dari berbagai stereotip. Sebagian orang menganggap ini merupakan ukuran kesuksesan, hidup yang berkecukupan dan penghasilan terjamin sampai hari tua. Hal ini juga membuat sebagian orang menjadikannya tujuan hidup.

Namun mimpi indah itu mungkin selesai ketika hari pertama bertugas. Menjadi abdi negara berarti memulai merintis karir. Segala pencapaian, kemakmuran, berbagai tunjangan tidak akan didapat kecuali dengan kerja keras dalam waktu yang tidak singkat. Dengan semakin tingginya tuntutan bagi abdi negara, semuanya menjadi tidak seindah yang anda bayangkan.

Maka jika tujuannya adalah menjadi kaya, jangan melamar, salah-salah bisa terjerat kasus karena mengejar ambisi. Sebaliknya, tak jarang beberapa kalangan muda enggan mendaftar karena merasa tidak akan memiliki masa depan yang cerah. Niatan menjadi abdi negara mestinya bukan perkara mengejar kemapanan dan kepastian penghasilan hingga masa pensiun, atau soal besarnya tunjangan dan fasilitas yang akan didapatkan. Tetapi bagaimana para pemuda-pemudi generasi unggul, progresif dan inovatif turun langsung membenahi negara dari dalam. Mengubah citra negatif yang selama ini lekat dengan birokrasi kita.

Memang tidak semudah menuliskannya, turun langsung dan membenahi sistem dari dalam memerlukan kekuatan dan komitmen tanpa batas. Sekali salah ambil haluan, bisa terjerumus untuk meneruskan budaya-budaya masa lalu yang justru berlawanan dengan niat awal. Harus diakui, abdi negara kita masih lekat dengan stereotip prilaku korup, tidak disiplin, lambat dalam bekerja, suka memanfaatkan fasilitas negara, minim inovasi dan suka mempersulit urusan masyarakat. Birokrasi berbelit dan berbiaya tinggi menjadi pengalaman sekaligus mimpi buruk banyak orang ketika berurusan dengan administrasi pemerintahan.

Stereotip ini harus segera dihilangkan. Mindset pejabat mestinya sudah diubah menjadi mindset pelayan yang lebih egaliter. Tindakan korup dan tidak disiplin harus diberangus. Disinilah peran penting pemuda untuk masuk ke dalam pemerintahan, menjadi pembaharu yang memutus kebiasaan buruk masa lalu. Pemuda harus mampu dan mau menceburkan diri ke kubangan tanpa ikut menjadi kotor.

Lalu, bagaimana caranya? mulai dari niat awal ketika akan mendaftarkan diri. Pikirkan kembali apa tujuan yang ingin dicapai. Tumbuhkan rasa memiliki bangsa ini, kita meminjamnya dari generasi mendatang, apa yang kita lakukan hari ini akan diwariskan. Mulailah berfikir besar dan mulai dengan tindakan kecil yang membawa dampak, jangan takut untuk berbeda dalam hal yang positif.

Selain itu, penting untuk menjadi pribadi yang professional. Salah satu masalah utama bangsa ini adalah karena banyak pegawai negara yang tidak mengerjakan tugas pokok dan fungsinya dengan benar. Profesional bukan hanya melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing, tapi bagaimana dapat secara maksimal mengerjakan bagian masing-masing sambil memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dari hasil yang dicapai secara umum. Hilangkan kebiasaan menjalankan program secara formalitas yang kerap menjadi sumber pemborosan anggaran. Hanya dengan memulai dari diri anda sendiri, perubahan akan terjadi.

 

 

Ahmad Hamim Thohari
Akademisi Polibatam, Pengurus Wilayah ISNU Kepri

Sejak Jumat, Lampumerah di Simpang Jam Padam

0
Sejumlah kendaraan melintas di Simpang Jam. Lampumerah padam, Jumat (5/10/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah kendaraan saling menerobos lampumerah di Simpang Jam Baloi, Minggu (7/10). Hal tersebut dikarenakan lampu di persimpangan tersebut padam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Rencana Perbaikan Layanan Haji 2019

0
Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Pelalawan embarkasi sedang melaksanakan pelayanan pendaftaran Biometrik saat tiba di Asrama Haji Batam, sabtu (4/8/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

x.batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sedang membahas evaluasi haji 2018. Sambil lalu juga menyiapkan inovasi untuk diterapkan pada musim haji 2019 depan. Diantaranya adalah perekaman biometrik untuk kepentingan imigrasi Arab Saudi dilakukan di tanah air.

Rencana Kemenag memperluas layanan perekaman biometrik imigrasi jamaah haji itu disambut baik oleh Komisi VIII DPR.

“Kami dukung,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid, Sabtu (6/10). Dia menjelaskan tahun ini layanan biometrik imigrasi Saudi baru diterapkan untuk pemberangkatan melalui bandara Soekarno Hatta.

Sodik melihat sendiri dampak dengan adanya perekaman biometrik sejak di tanah air tersebut. Diantaranya adalah masa tunggu jamaah di bandara kedatangan di Arab Saudi menjadi lebih cepat. “Jamaah tinggal mengikuti briefing sebentar, kemudian naik bus menuju ke hotel,” tuturnya.

Politisi Gerindra itu mengatakan Kemenag harus bisa meyakinkan pemerintah Saudi, supaya bersedia membuka layanan perekaman biometrik di seluruh embarkasi haji. Menurutnya pemerintah Saudi sudah pasti ingin meminta jaminan keamanan dari pemerintah Indonesia.

“Jangan sampai sudah perekaman biometrik dan dapat visa, tetapi kabur tidak jadi terbang haji,” jelasnya. Dia optimis bahwa pemerintah Saudi tidak akan keberatan membuka layanan biometrik untuk jamaah di seluruh embarkasi haji di Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan tahun ini ada sepuluh inovasi layanan haji. Tahun depan dia menargetkan ada delapan inovasi haji yang baru. Diantaranya adalah layanan biometrik dilakukan di seluruh embarkasi. “(Biometrik di dalam negeri, Red) terkait fast track,” jelasnya. Dia mengatakan tantangan Kemenag adalah meyakinkan pemerintah Saudi supaya bersedia membuka layanan tersebut tidak hanya di Soekarno Hatta, tetapi juga embarkasi lainnya.

Lukman mengatakan inovasi lainnya yang dipersiapkan adalah memberikan nomor di setiap tenda di Arafah dan Mina. Tujuannya adalah untuk menjamin kepastian tenda bagi setiap jamaah dan menjaga ketertiban. Dengan penomoran tenda tersebut, maka sejak sebelum berangkat haji, jamaah sudah tahu bakal menempati tenda mana.

Berikutnya juga sistem sewa hotel di Madinah. Lukman berharap tahun depan seluruh hotel di Madinah bisa dikontrak selama satu musim haji penuh. Sementara tahun ini masih ada hotel yang disewa dengan skema saat ada jamaah di Madinah saja.

“Sehingga tidak ada lagi persoalan (hotel jamaah di Madinah, Red) di luar markaziyah,” kata Lukman. (wan/jpg)

Anggota DPRD Lingga Minta Tidak Ada Penyelewengan Besi Bekas Implesemen

0
Nurdin tinjau lokasi bekas implesemen.
foto: x.batampos.co.id / wijaya satria

x.batampos.co.id – Kawasan bekas implesemen PT Timah di Dabo Singkep yang saat ini dalam pengerjaan untuk di menjadi kawasan bisnis, pada tahap pembongkaran sejumlah bangunan. Seluruh barang yang ada tentunya menjadi aset dan dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga.

Bukan sedikit, besi hasil dari pembongkaran bangunan tersebut mencapai milyaran rupiah jika dijual dan berdasarkan harga besi bekas pada saat ini. Sehingga seluruh barang bisa pakai dan tidak menjadi aset Pemkab Lingga dan harus diproses sesuai dengan ketentuan yang ada.

Untuk itu, Anggota Dewan Kabupaten Lingga komisi II Nurdin mengharapkan agar seluruh aset tersebut tidak keluar dari wilayah implasemen atau keluar dari pengawasan petugas Pemkab Lingga yang berwenang menangani aset tersebut. Agar tidak terjadi penyelewengan terhadap aset yang dimiliki Pemkab Lingga.

“Saya minta, satu batang paku pun harus jelas sesuai dengan aturan berlaku. Tidak benar kalau keluar tanpa proses lelang dan sebagainya,” ujar Nurdin saat meninjau kawasan bekas implasemen PT Timah di Dabo Singkep, Kamis (4/10) pagi.

Nurdin melanjutkan, semestinya kedepan aset seperi besi bekas yang ada ini melalui lelang agar dapat menjadikan pemasukan bagi daerah. Jika sesuai dengan aturan yang ada tentunya tidak akan ada kerugian Pemda setempat terkait aset yang dimiliki.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Lingga Juramadi Esram juga menyatakan kalau barang bekas sepeti besi, seng dan sebagainya menjadi aset Pemkab Lingga. Juramadi mengaku hingga saat ini seluruh aset itu hanya dipindahkan dan tidak keluar dari kawasan bekas implesemen tersebut.

“Tidak ada penjualan aset seperti besi ataupun seng bekas di sana. Hanya dipindahkan dan dikumpulkan satu tempat saja,” kata Juramadi kepada Batam Pos.

Hal ini disampaikan Juramadi setelah adanya kabar beredar kalau aset tersebut pindah tangan ke orang ke tiga tanpa ada lelang dan mekanisme yang jelas. Seharusnya seluruh aset milik Pemda yang masih berharga itu dikumpulkan terlebih dahulu tanpa ada keluar ke lokasi lain dan didata selanjutnya dilakukan pelelangan oleh badan lelang negara. (wsa)