Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 11723

Anambas Moon Cake Festival Tampilkan Makanan dan Kesenian Tionghoa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur, memberikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Anambas yang telah mensukseskan kegiatan Anambas Moon Cake Festival (AMCF), Sabtu (22/9).

Dalam acara tersebut beberapa kebudayaan Tionghoa dipamerkan seperti atraksi barongsoi, tarian etnis Tionghoa, muzik Guzheng, bazar kuliner, fashion show, dan lampion. Bermacam-macam jajanan juga dijajakkan seperti kue bulan, kue KU, bakpao, serabi, pak pia, Cakwe, Bakcang, Koipeng (nasi ayam), Yu Peng (nasi minyak), ngo hiang (kwetiaw sagu).

“Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun dan sudah masuk agenda milik Disparbud Anambas. Untuk 2019 mendatang saya harapkan akan lebih semarak lagi,” ungkap Masykur.

Dalam kalender penanggalan budaya Tionghoa, setiap tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek (pertengahan musim gugur-Tiong Chiu) selalu dirayakan sebagai perayaan sembahyang Kue Bulan (Moon Cake). Di mana pada saat itulah bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun.

Dikatakan Masykur, festival ini sebagai penutup setelah sebelumnya dilakukan festival budaya Melayu, Minangkabau dan Nusantara.

“Selain itu, ada juga akulturasi budaya lokal seperti tarian kipas dari Sanggar Tompak Tige, kolaborasi permainan biola dan akordion dengan guzheng/kecapi,” ungkapnya lagi.

Ketua PSMTI Anambas Toh Kian Kong, mengatakan, atas nama masyarakat etnis Tionghoa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya yang telah merayakan kesenian budaya yang mereka miliki.

Menurutnya, sejauh ini belum pernah dilakukan di Anambas. Namun pada tahun 2018 ini kegiatan budaya etnis Tionghoa telah di laksanakan oleh Pemda. Pihaknya berharap dapat memberikan rasa rindu kepada saudara-saudara etnis Tionghoa asal Anambas yang berada di luar daerah.

“Diharapkan kedepannya pemerintah dapat bersama-sama membuat kegiatan seperti ini nantinya yang diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama etnis,” ucapnya. (sya)

Nelayan Temukan Tengkorak di Pantai

0

batampos.co.id – Madi, seorang nelayan Desa Lubuk, Kecamatan Kundur menemukan tengkorak kepala yang terdampar di pasir pinggiran pantai Tempan tak jauh dari rumahnya, Sabtu 22/9 sekitar pukul 7.10 Wib. Ia menyangka tengkorak tersebut tumpukan batok kelapa yang hanyut, setelah diperhatikan ternyata tengkorak kepala manusia.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kundur. Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edy Sadono mengatakan jika aaksi Madi melihat tengkorak manusia tergeletak di pasir sekitar 50 meter dari rumahnya.

“Kebetulan saat itu air laut sedang surut sehingga terlihat jelas tengkorak manusia tersebut di pinggiran pantai,” bebernya.

Selanjunya petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Tanjungbatu mendatangi tempat ditemukanya tengkorak manusia tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis disimpulkan tengkorak manusia tersebut sudah lama meninggal. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya tritip di tengkorak kepala tersebut,”kata Wisnu.

Apalagi warga sekitar tidak ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Karena itu tengkorak manusia tersbut diserahkan kepada imam surau setempat untuk dilakukan proses pemakaman.

“Dalam pemakaman juga diberi tanda jika suatu saat diperlukan untuk kepentingan penyidikan dan dapat digali kembali,” ungkapnya. (ims)

KRI Sutedi Senaputra 378 Amankan Kapal Ikan Vietnam

0

batampos.co.id – Kapal Republik Indonesia (KRI) Sutedi Senoputra (SSA) 378 Satuan kapal Ekscorta Komando Armada I menangkap satu unit Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang diduga mencuri ikan diwilayah perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (22/9) malam.

Komandan KRI SSA 378 Letkol Laut (P) Zulfahmi, menjelaskan, pihaknya menangkap kapal tersebut di dalam batas landas kontinen antara Indonesia dan Malaysia. KIA itu ditangkap di posisi 6 Nm di dalam landas kontinen Indonesia tepatnya 19.59 T.

“Dugaan sementara KIA tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen yang lengkap dan sah dari pemerintahan RI,” ungkapnya ketika di temui sejumlah wartawan di atas KRI SSA 378 yang sedang sandar di pelabuhan Tarempa, Minggu (23/9).

Saat ini sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) kapal tangkapan tersebut diamankan di Lanal Tarempa untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan berawal, ketika mereka melaksanakan operasi Malaka Sagara-18 di perairan laut Natuna. Saat itu, mereka menemukan kontak kapal dari radar sperry marine master, dengan kecepatan 2 knot. Setelah dilaksanakan kontak menggunakan radio namun tidak mendapat jawaban, dikarenakan pergerakan kapal mencurigakan dilakukan pemeriksaan.

“Kita curiga ada kontak kapal dari radar dan saya perintahkan untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ketika akan diperiksa ditemukan di radar kapal KIA itu menambah kecepatan menjadi 4 knot mendekat. Setelah melihat sasaran, kapal langsung mengejar kapal yang dimaksud. Saat didekati kapal tersebut sempat berputar arah dan membahayakan KRI SSA 378, lalu di perintahkan untuk melakukan penembakan peringatan ke udara.

“Kita lakukan peringatan dengan tembakan di udara sebanyak 4 kali,” ucapnya.

Setelah KIA itu berhasil diberhentikan dan selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kapal tersebut. Dari hasil penggeledahan dan pemeriksaan diperoleh cukup bukti untuk diproses, karena kapal tidak memiliki dokumen.

Sebagai tindak lanjut, kapal dikawal menuju Lanal Tarempa.

“Perlu ditingkatkan kehadiran KRI di wilayah perairan Natuna dan Anambas. Diperkirakan masih banyak KIA yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” tutupnya. (sya)

Kelapa dan Karet Natuna Butuh Pembeli

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan permintaan perhatian PT Pelindo dalam distribusi komoditi lokal ke luar daerah.

Menurut Ngesti, banyak komoditi hasil perkebunan dapat dijual ke luar daerah menggunakan kapal tol laut. Diantaranya kelapa dan karet. Sejauh ini penampung lokal dibeli harga yang murah dari petani.

“Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada Pelindo atas pelayanan transportasi Tol Laut melayani rute menuju Natuna. Kemudahan sangat berarti, terutama untuk memudahkan proses distribusi berbagai keperluan dari luar daerah yang akan berimbas pada upaya pengendalian harga pasar,” kata Ngesti saat mengunjungi kantor PT Pelindo di Jakarta kemarin.

Dikatakan Ngesti, mestinya terdapat kerjasama dengan perusahaan, agar setiap kapal Tol Laut dari Natuna membawa komoditi lokal. Supaya masyarakat, lebih fokus, seperti kelola perkebunan kelapa dan karet. Dan menambah sumber ekonomi masyarakat.

“Sekarang ini kelapa dan karet di Natuna tidak ada pembelinya. Jumlah produksi yang banyak, melebihi kebutuhan lokal,” ujarnya.

Kondisi saat ini kata Ngesti, diharapkan PT Pelindo dapat mendukung memberdayakan potensi komoditi lokal, supaya adanya kapal Tol Laut lebih dimanfaatkan terutama masyarakat.

Bahkan sambungnya, di Natuna juga membutuhkan gas elpiji. Sehingga Pemerintah Daerah sudah mengusulkannya kepada kementerian perhubungan.(arn)

STIE Galileo Sambut Mahasiswa Baru

0

batampos.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Galileo menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019 dengan sukacita di Hotel Nagoya Plasa, Batam, Sabtu (22/9).

Ketua STIE Galileo M Yahmin mengatakan saat ini STIE Galileo membuka dua jurusan yakni manajemen dan akuntansi.

“Jadi kalau kita hitung naiknya 740 persen dari tahun 2016. Ini semua berkat bekal kepercayaan dari masyarakat kepada Galileo,” ujarnya usai acara penyambutan.

Mahasiswa baru STIE Galileo akan memulai proses belajar mengajar hari ini (24/9). “Kami sekarang memiliki dua kampus yakni di Graha Sulaiman Nagoya dan Simpang Basecamp Batuaji dengan dosen sebanyak 16 orang,” katanya.

Galileo juga memudahkan bagi mahasiswa yang tengah bekerja untuk menuntut ilmu.”Kami pakai sistem shift. Boleh kuliah malam, siangnya kerja. Jadi tidak ada alasan tak bisa kuliah karena kerja,” ucapnya.

Disamping itu, Galileo juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan. Sehingga dapat memudahkan lulusannya nanti mencari kerja.

Di tempat yang sama Kepala LL Dikti Prof. Dr. Herry SE, MBA mengatakan selama dua tahun Galileo mampu meningkatkan kinerja dari dosen sehingga bisa bersertifikasi.

“Inilah idealnya perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat ikut turun mencari solusi bagi persoalan masyarakat,” harapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Pembina Yayasan Unggul Mulia Darma Jeffy Tan dan juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam periode 2005-2016.(leo)

Pengurus DPW PPNI Kepri, Dilantik

0

batampos.co.id – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia(PPNI) Provinsi Kepri periode 2018-2023 dilantik ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI, Harif Fadilah di hotel Aston Tanjungpinang, Sabtu (22/9).

DPW PPNI Kepri terdiri dari 7 DPD di Kabupaten/Kota yakni Natuna, Lingga, Karimun, Batam,Tanjungpinang, Anambas, dan Bintan ini memiliki komitmen memberikan perlindungan bagi masyarakat dan profesi keperawatan.

PPNI terus tumbuh menjadi organisasi yang mandiri. Berperan nyata pada masyarakat denganmemberikan pelayanan kesehatan yang prima, termasuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ketua PPNI Pusat, Harif Fadilah mengatakan perawat saat ini sedang berbenah untuk meningkatkan peran organisasi PPNI dalam melayani kebutuhan masyarakat dan organisasi perawat di daerah.

“Sesuai visi kami yakni PPNI sebagai wadah nasional yang memiliki kekuatan suara komunitas keperawatan dan peduli terhadap pemberian pelayanan atau asuhan keperawatan yang bermutu bagi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Keberadaan PPNI di daerah kata Harif, untuk meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi dan dapat bermitra dengan Pemerintah Daerah sehingga selalu mendapat dukungan dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

“Kami berharap pemerintah selalu mendukung setiap program yang akan dilaksanakan DPW PPNI Kepri,” harapnya.

Dalam sambutannya Ketua DPW PPNI Kepri, Adil Candra mengatakan saat ini jumlah perawat di Kepri sebanyak 5 ribu orang. Setiap Kabupaten/Kota mempunyai pengurus daerah masing-masing. Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk memajukan profesi perawat yang selama ini telah bekerja maksimal melayani pasien.

“Jumlah perawat di Kepri cukup banyak. Kami berharap setiap program mendapat dukungan dari pemerintah. Semoga PPNI menjadi lebih baik dan pengetahuan organisasi semakin berkembang demi mewujudkan PPNI yang besar,” pungkasnya.(cca)

Hadirkan 27 Universitas Luar Negeri pada Internasional Education Expo 2018

0
Para pengunjung pameran berdialog untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan sekolah ke luar negeri di sejumlah stan pameran Education Expo 2018 di Hotel Aston, Minggu (23/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sun Education menggelar pameran Internasional Education Expo 2018 di lantai I Aston Batam Hotel & Resodence, Minggu (23/9). Dalam acara ini, dihadirkan 27 institusi perguruan tinggi dari 8 negara, seperti Swiss, Belanda, Australia, New Zealand, Malaysia dan Singapura

Branch Managaer Sun Education, Ipindi mengatakan pameran ini merupakan agenda rutin setiap tahun atau yang ke-8. Tujuannya, untuk memberikan informasi kepada orangtua dan para siswa yang ingin berkuliah di luar negeri.

“Yang ingin mencari informasi lebih detail, dan berencana kuliah di luar negeri ada di sini. Mulai dari persyaratan pendaftaran, biaya, hingga beasiswa di kampus,” ujar Ipindi di lokasi.

Dia menjelaskan Sun Education hadir untuk membantu murid menyeleksi dan menemukan universitas yang cocok, sesuai bakat dan kemampuan biaya. Hingga saat ini, Sun Education tersebar di 26 cabang di Indonesia.

“Setiap tahun peminat atau murid yang ikut di sini selalu mengalami peningkatan. Karena kami memiliki konsep yang berbeda,” kata Ipindi.

Ipindi menambahkan di Sun Education mahasiswa akan dibantu agen yang berada di luar negeri. Agen ini turut membantu dan mendukung mahasiswa hingga menyelesaikan kuliahnya.

“Jadi kami tak hanya membantu masuk kuliah saja, tapi akan didukung sampai tamat. Kami juga membantu pengurusan dokumen, hingga membantu para orangtua membuatkan visa untuk berkunjung ke sana,” kata Ipindi.

Menurut Ipindi, kuliah di luar negeri meruapakan investasi. Dimana, orangtua akan menghabiskan biaya ratusan juta untuk mendapatkan hasil pendidikan yang maksilam.

“Biaya kuliah beda tipis dengan di sini (Indonesia). Tapi di luar negeri, anak akan lebih berkambang dan peluang kerja lebih banyak,” kelas Ipindi.

Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi Komplek Ruko Plaza Top 100 Penuim Blok C nomor 5, Lubukbaja. (opi)

Dirgahayu Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Provinsi Kepri genap berusia 16 tahun hari ini, Senin (24/9). Namun masih ada sejumlah rencana pembangunan yang sampai saat ini belum terealisasi. Salah satunya rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

“Rencana pembangunan Jembatan Babin sudah gaungkan gubernur Kepri pertama, Ismeth Abdullah. Sampai saat ini, sudah berganti tiga kepala daerah. Akan tetapi mimpi tersebut masih belum terwujud,” ujar anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, Minggu (23/9) di Tanjungpinang.

Politikus Partai Hanura tersebut menjelaskan, jika proyek ini terkendala anggaran, sebenarnya ada beberapa skema pembiayaan yang bisa dijalankan. Misalnya dengan menggunakan sistem gotong royong. Yakni, dengan melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, Pemkab Bintan, dan Pemko Tanjungpinang.

“Ada enam instansi punya kepentingan yang sama dengan hadirnya Jembatan Babin ini. Kenapa kita tidak gotong royong saja sesuai dengan porsi kemampuan anggaran masing-masing,” tegas Rudy.

Karenanya, Rudy mendorong Gubernur Kepri Nurdin Basirun segera mewujudkan proyek prestisius itu. Sebab jika Batam-Bintan terhubung oleh jembatan, Rudy yakin akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Kepri. Terutama bagi Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Saya optimis, apabila Jembatan Babin terwujud akan mendorong percepatan pembangunan ekonomi Kepri,” tegasya lagi.

Pembina Ikatan Tionghoa Muda (ITM) Provinsi Kepri itu menjelaskan, kondisi ekonomi Kepri saat ini berada pada titik terendah jika bandingkan dengan tahun-tahun belakangan ini. Apalagi di Kota Tanjungpinang, daya beli masyarakat terus berkurang. Karena penggerak ekonomi bergantung pada APBD, bukan investasi. Sedangkan APBD Kepri beberapa tahun terus mengalami defisit.

“Pembangunan Jembatan Babin bisa menjawab itu. Artinya, akan ada hubungan simbiosis mutualisme antara Batam, Bintan, dan Tanjungpinang,” kata Rudy.

Belum lama ini Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, Jembatan Babin merupakan cita-cita besar Provinsi Kepri yang belum terwujud. Dikatakan Gubernur, setelah melakukan pertimbangan mendalam, pemerintah Provinsi Kepri memutuskan untuk membatalkan kerja sama dengan investor yang akan melakukan pembangunan jembatan tersebut.

“Karena kita melihat jika dibangun investor tentu ada kontrak yang cukup panjang dan itu tentunya dapat memberatkan masyarakat,” ujar Nurdin.

Sebagai solusinya, Pemprov Kepri gencar melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat agar mau mendanai pembangunan jembatan tersebut. Dari hasil lobi itu, lanjut Nurdin, pemerintah pusat bersedia untuk menjajaki rencana pembangunan Jembatan Babin.

“Alhamdulillah, Kementerian PU sudah membentuk tim. Dan kita juga masuk dalam tim itu,” ungkapnya.

Sementara Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Tanjungpinang Endri Sanopaka mengatakan, meskipun sudah 16 tahun berdiri menjadi provinsi, masih banyak rencana pembangunan di Kepri yang belum terwujud. Terutama dari aspek pembangunan secara fisik, khususnya di ibukota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang.

“Kalau dari sisi partisipasi anak-anak tempatan mengisi formasi-formasi di pemerintahan sudah sebagian terpenuhi. Hanya saja provinsi ini masih terlalu sibuk dengan persoalan-persoalan politik yang sampai mempengaruhi kinerja birokrasi baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota,” papar Endri.

Menurut Endri, seharusnya pemerintah Provinsi Kepri meningkatkan SDM-nya. Misalnya dengan memberikan fasilitas pendidikan hingga S2 dan S3 kepada para PNS di lingkungan Pemprov Kepri.

Dapat Kado Pahit

Timpangnya struktur APBD Kepri 2018 menjadi kado pahit bagi Pemprov Kepri di hari jadinya yang ke-16. Sebab masalah ini dilaporkan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena timpangnya struktur APBD Kepri TA 2018.

“Terjadinya defisit APBD 218 Provinsi Kepri yang mencapai Rp 360 miliar atas adanya over estimate target PAD APBD 2018 terindikasi adanya kepentingan DPRD dan pemerintah dalam memuluskan pembiayaan sejumlah program kegiatan proyek di APBD 2018,” ujar tokoh masyarakat Kepri, Huzrin Hood, kemarin.

Menurut Huzrin, hal itu terlihat dari sejumlah proyek kegiatan belanja langsung yang diswakelolakan 41 OPD di pemerintah Provinsi Kepri dengan alokasi dana Rp 1,015 triliun. Namun, tujuan dan maksud kegiatan tersebut, tidak berdampak langsung pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan.

Alokasi dana DIPA masing-masing OPD di pemerintah Provinsi Kepri itu juga belum mencerminkan target capaian riil dari alokasi anggara dana yang digunakan. Khususnya dalam meningkatan program pendidikan, kesehatan, serta pelayanan dasar masyarakat.

Selain kegitan OPD yang terindikasi mubazir, pihaknya juga menyoroti besaran alokasi dana APBD Kepri untuk kegiatan mega proyek jamak atau multiyears APBD Provinsi Kepri. Seperti proyek Gurindam 12 dengan alokasi anggaran Rp 530 miliar, proyek jalan lingkar, proyek jembatan, serta proyek lainnya.

“Di tengah defisit dan minimnya anggaran APBD Kepri saat ini, sejumlah proyek ini akan sangat merugikan masyarakat,” kritiknya. (jpg)

TNI Kuat Bersama Rakyat

0
Dua anggota TNI AL memeriksa gigi warga saat baksos TNI AL di Tiban, Sekupang, Rabu (2/5). Selain baksos, TNI AL juga membangun fasilitas umum, memperbaiki jalan, memperbaiki masjid, memperbaiki rumah warga dan lain sebaginya. Semua gratis dilakukan. TNI selalu dekat dengan rakyat, TNI kuat bersama rakyat. F Dalil Harahap/Batam Pos

TNI Sahabat Anak

0
Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/ Bukit Barisan, Mayor Jenderal (Mayjen) M Sabrar Fadhilah menyalami anak-anak dan bercas tangan dengan anak-anak Taman kanak – kanak Binaan Yonif Raider 136/Tuah Sakti, saat berkunjung ke Yonif, Rabu (19/9). Mulai dari anak-anak TNI memperkenalkan tentara itu tidak seseram yang dikira, tentara ramah, baik, tentara adalah pelindung masyarakat dan Negara, TNI kuat bersama rakyat. Kedatangan orang nomor satu di Pangdam ini untuk bersilaturahmi dan memeperkenalkan diri ke anggotanya karena baru menjabat menjadi Pangdam. Salah satunya terpenting adalah kunjungan kerja ke Yonif Raider Khusus ini melihat kesiapan anggota dan peralatan tempur karena lokasi Yonif ini paling dekat dengan negera Singapura, Malaysia dan negera lainnya. F Dalil Harahap/Batam Pos