Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11732

Shella ke Pangkal Pinang hendak Jumpa Keluarga Besar Calon Suami

0

x.batampos.co.id – Shella ,26, merupakan salah satu korban yang menumpang pesawat Lion Air JT 610.

Keluarganya mendatangi kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10) siang.

Ketika ditemui di rumahnya Penjaringan, Jakarta Utara, sepupu Shela bernisial T, mengaku pihak keluarga tidak hanya mendatangi Basarnas, tetapi juga ke Bandara Soekarno Hatta. Namun hingga kini, pihak keluarga belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Shela.

“Baru dari Bandara, tahu info saya tadi dari Basarnas dulu. Awalnya saya dikasih tahu bapaknya, lalu ke Bandara,” ujarnya di lokasi, Senin (29/10).

T menyatakan bahwa Shela hendak ke Pangkalpinang bersama calon mertuanya, untuk berkenalan dengan keluarga besar calon suaminya. Selain itu, Shela rencananya juga akan mengabari terkait rencana pernikahan dirinya dan calon suaminya.

“Ketemu famili mengabarkan dia mau married. Shela sama calon suaminya, calon mertua dan temen calon mertuanya. Ya, berempat dari sini (rumah sebelumnya),” jelasnya.

Sementara itu, T menyatakan keluarga sangat terpukul dengan kabar tersebut sehingga tidak ingin diganggu oleh media. Dia berharap agar sepupu dan kerabatnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Bapaknya lagi di dalam suasana lagi kurang enak di dalam, nangis semua. Dia baik orangnya semoga bisa ketemu dengan selamat semuanya,” harapnya.

Namun dirinya enggan membeberkan lebih lanjut mengenai rencana pernikahan Shela. Pantauan JawaPos.com, kediaman Shela tampak sepi. Beberapa kerabat datang untuk memberikan dukungan. Namun mereka enggan dimintai keterangan.

Sebelumnya, saudara korban datang bersama orang tuanya untuk mencari informasi. Kedatangan mereka diiringi harapan adanya keajaiban bahwa sanak keluarganya bisa selamat dari insiden nahas ini.

(rgm/JPC)

Keluarga Mery Yulyanda, Pramugari Lion Air Menunggu Hasil Pencarian

0
Mery Yulyanda, pramugari Lion Air JT 610 (IG)

x.batampos.co.id – Mery Yulyanda, pramugari Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. Salah seorang kerabat Mery, Windy Safitra yang juga pramugari Lion Air mengatakan saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar dari hasil pencarian korban.

“Saudara gue crew-nya. Sekarang keluarga masih nyari (menunggu kabar pencarian) dia,” kata Windy kepada Jawapos.com, Senin (29/10).

Windy mengatakan Mery telah menjadi flight attendant di Lion sejak 2014. Ia mengaku pernah satu penerbangan dengan Mery tapi sudah lama.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu dan berharap semoga ada mukjizat sehingga Mery dan penumpang lainnya bisa ditemukan dengan keadaan selamat.

Selain Mery, berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat Lion Air JT-610:

1. Bhavve Suneja (Pilot)

2. Harvino (Co-pilot)

3. Shintia Melina (Supervisi pramugari)

4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari)

5. Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari)

6. Fita Damayanti Simarmata (Pramugari).

Pesawat tipe B737-8 Max itu hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Dilaporkan, pesawat terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini take off pada 06.10 WIB dan dijadwalkan akan tiba pada 07.10 WIB.

(uji/JPC)

Kesaksian Jatuhnya Lion Air JT 610

0
Tug boat di lokasi Lion Air JT 610 jatuh.

x.batampos.co.id – Maskapai penerbangan Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di area Mike, lapangan minyak lepas pantai blok ONWJ milik Pertamina milik di laut utara Bekasi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Humas Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Ifki. Ia mengatakan, petugas yang sedang bekerja di area tersebut mendengar suara jatuhnya pesawat tersebut sekitar pukul 06.33 WIB.

“Ada pegawai setempat yang sedang bertugas disana mendengar adanya pesawat tersebut lalu dari pihak kami menginstruksikan untuk mengecek keberadaan dimana jatuhnya pasar tersebut,” ujarnya saat dihubungi oleh Jawapos.com, Senin (29/10).

Namun, Ifki menjelaskan, tepat jatuhnya pesawat jauh di dekat anjungan, namun jauh dari lapangan Mike. Pihaknya langsung menginstruksikan mengecek lokasi jatuhnya pesawat, tempat ditemukan puing-puing atau serpihan yang diduga puing pesawat.

“Telah ditemukan serpihan dan puing (yang diduga puing pesawat) yang dilaporkan ke Basarnas oleh teman-teman PHE ONWJ. Lokasi jatuhnya (pesawat) sekitar 100 km dari rig Mike-Mike. Dan sekarang puing-puing tersebut telah diserahkan oleh pihak basarnas,” tandasnya.

Ifki menyatakan, jatuhnya pesawat Lion Air tidak mengganggu fasilitas dan operasional kerja perseroan.

“Fasilitas dan operasi kita tak terganggu. Aman. Lokasi jatuh di sekitar Karawang-Bekasi. Kapal Prabu Pertamina sedang patroli dan ditugaskan oleh yang bekerja di Mike-Mike untuk patroli,” imbuhnya.

“Tugas kami bukan untuk evakuasi, kami membantu (penanganan) dugaan jatuhnya pesawat. Kami akan transfer ke Basarnas serpihan yang ditemukan. Tanggungjawab selanjutnya oleh Basarnas,” tandasnya.

(mys/JPC)

Jeritan Pedagang Seken Aviari

0

Geliat pasar seken aviari Batuaji kian meredup. Pasar yang diwacanakan sebagai salah satu ikon pariwisata di kota Batam itu goyang. Melemahnya rupiah terhadap dollar, situasi ekonomi nasional yang belum stabil serta menjamurnya pasar kaget menjadi deretan persoalan yang serius bagi para pedagang di sana.

Eusebius Sara, Batuaji

“Jangankan berkembang, bertahan saja sudah alhamdulilah”. Itulah kalimat yang diucapkan oleh Ramli, merespon pertanyaan Batam Pos tentang situasi pasar seken Aviari, pada akhir pekan kemarin.

Ramli adalah pedagang pakain bekas asal Singapura yang menempati deretan kios bagian tengah lurusan pintu masuk dari Mall Aviari. Sudah belasan tahun dia beradu nasib dengan lembaran pakain bekas tersebut. Sebelum tahun 2014, usaha bisnis pakain bekas Ramli tergolong sukses. Dalam seminggu dia bisa meraup keuntungan jutaan rupiah.

“Itu dulu dibawah tahun 2014. Pengunjung masih ramai. Tidak saja warga Batam tapi wisatawan juga yang ke sini,” ujarnya.

Namun itu hanya bertahan hingga tahun 2014 saja. Mulai tahun 2015 keatas geliat bisnis barang seken di sana perlahan meredup seiring dengan melemahnya geliat industri galangan kapal. Peminat barang seken terus berkurang dari waktu ke waktu. Situasi yang kurang baik ini berlangsung hingga tahun 2017 lalu.

“Sangat terasa mulai tahun 2016. Omset penjualan benar-benar turun drastis. Sehari paling banyak 10 potong (baju atau celana). Padahal sebelumnya bisa mencapai ratusan potong apalagi kalau akhir pekan,” tutur Ramli.

Persoalan ini belum seberapa sebab mulai tahun 2016 keatas, wilayah Batuaji dan sekitarnya mulai tren dengan pasar kaget. Pasar kaget yang menjamur di setiap sudut pemukiman memperburuk keadaan pasar seken sebab pedagang pasar kaget juga menjual barang seken. “Pasar kaget juga ramai jualan seken jadi tambah sepihlah kami di sini,” ujarnya.

Omset penjualan Ramli dan pedagang di sana semakin menurun. Kadang ada yang tak laku sama sekali dagangan mereka dalam sehari. Usaha mereka bisa dibilang hanya untuk bertahan saja.

Segalah upaya telah dilakukan dengan menyuarakan protes terhadap keberadaan pasar kaget. Namun keadaan tak kunjung membaik. Mereka malah dihadapkan dengan situasi yang semakin sulit yakni melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar.

Harga beli pakain seken di Singapura naik drastis dari enam dollar jadi sembilan dollar perkilogramnya. Ini buruk bagi mereka sebab harga jual barang seken juga harus naik. Imbasnya omset penjualan terus digerogoti. Peminat sepih dengan keuntungan yang sangat sedikit membuat mereka tak berdaya. “Berat bang sekarang,” sebut Ramli.

Sejumlah pedagang bahkan mulai beralih menjual barang baru buatan lokal sebab harganya relatif lebih murah. Penjual meubel misalkan sementara waktu mengabaikan meubel seken asal Singapura sebab terlampau mahal dan jarang laku.

“Ya mau gimana lagi. Barang seken sekarang lagi naik harga. Orang nggak mau beli karena kemahalan. Malah meja atau kursi buatan lokal yang laku sekarang,”kata Safar, pedagang barang muebel lainnya.

foto: x.batampos.co.id /dalil harahap

Senada disampaikan Ruli, pedagang sepatu seken. Karena menurunya minat pembeli akan sepetu seken, Ruli memilih menjual sepatu baru buatan lokal dengan harga yang relatif lebih murah.

“Orang tak pandang kualitas lagi sekarang. Asalkan murah, makanya mana yang laris itulah yang kami jual,” katanya.

Keadaan yang semakin sulit ini mengharuskan pedagang di sana untuk berjuang lebih keras lagi. Terobosan demi terobosan baru harus dilakukan agar bisa bertahan. Salah satunya adalah menjajahkan dagangan mereka lewat jalur online. Jejaringan media sosial dimanfaatkan untuk menjual barang dagangan mereka, namun itu tak banyak membantu karena harga jual yang mahal tetap mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Orang tetap tak minat karena masih kemahalan,” kata Ramli.

Harapan satu-satunya para pedagang adalah pemerintah. Program-program penanggulangan persoalan ekonomi seperti stabilitas mata uang rupiah dan stabilitas ekonomi nasional dari pemerintah sangat diharapkan. “Kami juga berharap agar rencana menjadikan pasar seken ini sebagai ikon pariwisata di Batam juga segera direalisasikan supaya ramai lagi pasar ini. Sayang sudah dikenal kemana-mana tapi kondisinya tetap seperti ini,” harap Ramli. ***

Fery Dolphin Rute Batam Center-Puteri Harbour Johor

0

x.batampos.co.id – Warga Batam maupun wisatawan dari berbagai daerah yang ingin berkunjung ke Malaysia kini punya pilihan kapal fery dari Batam ke Johor, Malaysia. Dua armada kapal fery, Dolphin 1 dan Dolphin 2, telah berlayar melayani rute terbaru dari Pelabuhan Fery Internasional Batam Center menuju Puteri Harbour Ferry Terminal, Johor Bahru, Malaysia.

Pihak agen Tiketing Nusa Jaya Indofast, Acuan Tan mengatakan pihaknya menjual tiket promosi selama bulan Oktober dan November. Selama Oktober tiket promo yang ditawarkan yakni beli 2 tiket gratis 1 tiket. Promo ini berlaku hingga 31 Oktober.

“Ada juga promo bulan November, beli 3 tiket gartis 1 tiket,” ujar Acun Tan kepada Batam Pos, Jumat (26/10).

Menurut Acun lagi, harga tiket fery Dolphin pulang-pergi Rp 290 ribu. Harga ini belum termasuk pajak pelabuhan Batam Center dan Puteri Harbour. Tiket bisa dibeli Nusa Jaya Indofast atau Prima Tour and Travel. “Bisa juga beli di agen-agen travel terdekat lainnya dengan harga yang sama,” tegas dia.

Kapal fery berbahan aluminium ini berlayar setiap hari di rute internasional sebanyak 4 trip dari Batam Center dan 4 trip dari Johor Bahru atau 8 kali pelayaran pulang pergi. Keberangkatan dari Pelabuhan Batam Centre-Puteri Harbour, Johor Bahru, mulai pukul 07.00, 11.30, 13.45, dan 17.30 WIB. Sementara jadwal pelayaran rute Puteri Harbour-Batam Centre pukul 08.30, 12.00, 15.45, dan 18.30 waktu Malaysia.

Kapal fery Dolhpin ini berkapasitas 168 orang. Sebanyak 148 kursi di kelas ekonomi dan 20 kursi di kelas VIP yang berada di lantai dua. “Keunggulan kapal buata Batam ini, selain modelnya yang terbaru, desain interior yang bagus, juga tersedia kursi VIP yang berukuran lebih besar dan sandaran bisa direbahkan,” jelasnya.

Selain memiliki kursi VIP, perbedaan kapal fery Dolphin dengan kapal lainnya, yakni terbuat dari bahan aluminium yang diklaim lebih aman. Dilengkapi fasilitas seperti televisi, AC, dan sebagainya. Rute Batam Center – Puteri Harbour Ferry Terminal, Johor Bahru Malaysia, juga memiliki kelebihan. Sebab, dari dan ke Puteri Harbour tersedia free shuttle bus. Dengan menunjukan tiket, penumpang bisa naik shuttle bus dengan gratis.

“Bus ini mengantar penumpang ke tempat-tempat witasa seperti Legoland, Taman Hello Kitty, juga tempat belanja seperti KZL atau ke Terminal Larkin,” jelas Acun. (uma)

Sandiaga Uno Menyapa Batam

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua, Sandiaga Uno roadshow ke Pulau Batam, Senin (29/10). Roadshow dalam rangka deklarasi Badan Pemenangan dan Relawan Probowo-Sandi tersebut disambut antusias ribuan warga Batam.

Sesuai deklarasinya di Pasar Botania 2, Sandi berjanji akan memfokuskan pada peningkatan ekonomi rakyat, terutama usaha kecil menengah.

“Usaha pertama saya ada di Batam. Jadi saya sangat mengerti kesulitan yang dialami oleh masyarakat Batam. PHK tinggi, penganguran banyak, ekonomi susah dan kami punya strategi menjadikan Batam lebih baik ekonominya,” kata Sandi.

Permasalahan lainnya yang ada di Batam, lanjutnya, adanya dualime kepemimpinan. Dualime ini terjadi karena pemerintahan tidak kuat. Diakuinya, Prabowo-Sandi akan hadir dengan pemerintahan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas. “Kita butuh pemimpin yang tegas. Ambil keputusan dan berikan kepastian hukum bagi para pelaku bisnis dan dunia usaha,” tuturnya.

Lokasi Batam yang strategis berada di perbatasan dua negara tetangga, sangat sayang bila tidak dimanfaatkan. Bahkan ironisnya ekonomi di Batam tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sandi berjanji, bila ia dipercayakan masyarakat Batam untuk memipin negeri ini, salah satu fokus utamanya pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

“ekonomi kita tingkatkan. Lapangan kerja dan usaha kecil kita buka, khususnya melalui program ok-oce,” janjinya.

Sandi juga berjanji akan mengatasi permasalahan harga sembako yang terus melonjak. Salah satunya dengan memberikan kemudahan kepada impor, yang pada akhirnya berimplikasi terhadap perusahaan asing yang membuka lapangan kerja di Batam.

“Saya berjanji kala diberi amanah akan mendahulukan kepentingan nasional dan kepentingan putra putri bangsa,” tambahnya. (rng)

20 Pegawai Kemenkeu Naik Lion JT 610, Bu Menteri Berduka

0
Sri Mulyani

x.batampos.co.id – 20 pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ada di dalam pesawat Lion Air JT-610 yang mengalami musibah pagi ini (29/10/2018).

Sri Mulyani sebagai orang nomor 1 di Kementerian itu, bahkan telah mengunjungi kantor Basarnas, Kemayoran dan Crisis Center di bandara internasional Soekarno Hatta untuk mencari update informasinya.

Sri menjelaskan bahwa 20 pegawainya yang menaiki Lion Air JT-610 merupakan karyawan beberapa instansi di Bangka Belitung di bawah Kemenkeu. Mereka ke Jakarta untuk menghadiri Hari Uang Nasional sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun Kemenkeu yang diperangati Sabtu (27/10) lalu.

“Hari Sabtu lalu Kemenkeu mengadakan peringatan hari keuangan ke-72. Jadi banyak dari staf kami yang datang walaupun dari luar kota,” ujar Sri sambil terisak sedih di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Selain itu, para pegawai Kemenkeu ini memang kebanyakan berdomisili Jakarta. Sehingga ketika akhir pekan tiba, mereka biasa pulang ke Ibukota untuk menengok keluarganya.

“Sabtu yang lalu mereka menggunakan kesempatan untuk menengok keluarga sekaligus menghadiri peringatan hari Uang ke-72,” imbuh Sri.

Lebih jauh Sri menjelaskan bahwa 20 pegawainya ini menumpang pesawat Lion Air JT-610 untuk kembali bertugas di Bangka Belitung. Mengingat hari Senin pelayanan publik pemerintahan buka kembali.

“Mereka memang sedang kembali ke tempat tugas masing-masing setelah menghadiri peringatan 72 tahun Kemenkeu di Jakarta. Ada juga yang menggunakan waktu berlibut untuk menengok keluarga mereka,” pungkasnya.

(sat/JPC)

Mengenal Pesawat Lion Air yang Jatuh di Karawang

0

x.batampos.co.id – Pesawat tipe B737-8 Max dengan penerbangan JT 610 milik maskapai Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta menuju Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut dilaporkan terjatuh di daerah Karawang, Jawa Barat.

Hasil penelusuran JawaPos.com, pesawat tersebut adalah pesawat yang baru didatangkan pada Juli 2018 lalu. Pesawat dengan kode registrasi PK-LQJ itu adalah unit Boeing 737 MAX-8 pertama di Indonesia.

balipost.com mencatat Lion Air Group menerima kedatangan armada barunya yaitu pesawat Boeing 737 MAX-8 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Pesawat dengan kode registrasi PK-LQJ ini merupakan unit Boeing 737 MAX-8 pertama yang diterima oleh Lion Air.

Adalah pada Mei 2017 Malindo Air yang menjadi maskapai pertama di dunia yang menggunakan Boeing 737 MAX-8.

Boeing 737 MAX-8 bisa terbang lebih lama tanpa mengisi bahan bakar mencapai 7 jam 30 menit.

Mesin Boeing 737 MAX-8 juga mampu meredam suara mesin sebesar 40 persen dan penumpang yang naik pesawat ini memiliki kesempatan untuk membawa bagasi lebih banyak.

Daya jelajahnya juga terbilang baik, yakni terbang 3.500 mil laut atau 6.500 km.

Dari segi aerodinamika, B737 MAX 8 mengusung desain winglet terbaru, yang dijuluki Scimitar Winglet. Bentuk sayap itu nantinya berfungsi untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap saat pesawat tengah dalam kecepatan tinggi. Hal itu juga dapat meminimalisir daya tahan yang terjadi.

(hap/JPC)

Tim SAR Temukan Aneka Benda di Sekitar Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610 Termasuk …

0

x.batampos.co.id – Serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang banyak ditemukan mengapung di permukaan laut. Kapal USV Fulmar menemukan serpihan berupa pelampung, HP dan lainnya. Basarnas dibantu Kementerian Perhubungan, TNI, Polri & relawan terus lakulan evakuasi.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda TNI Muhammad Syaugi mengatakan, timnya telah menemukan potongan tubuh manusia. Hanya saja Syaugi masih enggan menjabarkan lebih detail.

“Ada satu potongan tubuh tadi pagi (ditemukan, Red),” ujar Syaugi di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Meski demikian, Syaugi tetap berharap ada korban selamat. “Mudah-mudahan ada (korban selamat, Red). Akan kami update situasi terkini,” imbuhnya.
Ads by AdAsia
Play

Selain potongan tubuh, serpihan pesawat juga ditemukan. Kali ini kapal milik PT Pertamina yang melintas tidak jauh dari area jatuhnya pesawat yang menemukannya.

“Ya betul (kapal Pertamina temukan serpihan pesawat,” Red). Jaraknya 34 Mile. Sebelum itu kita sampaikan e-broadcast kepada kapal kapal di situ. Salah satu ya kapal Pertamina. Ada tiga, empat kapal yang melihat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabar naas kembali tersiar dari dunia penerbangan Indonesia. Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh saat masih berada di daerah Jawa Barat. Kasubag Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Yusuf Latif telah membenarkan kabar tersebut. “Sudah A1 (pesawat jatuh, Red),” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Senin (29/10).

Yusuf menjelaskan, pesawat jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat. Belum diketahui pasti penyebab jatuhnya pesawat ini. “Kordinatnya di Tanjung Karawang. Nanti yah lengkapnya,” sambungnya.

(sat/JPC)

Retribusi Sampah Terapkan Sistem Online, Target Tetap Rp 35 M

0
Barcode di rumah warga.

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tengah giat mengembangkan sistem penarikan retribusi sampah berbasis online. Sayangnya, inovasi yang sedang dibangun tersebut tak seiring dengan peningkatan target retribusi sampah pada 2019 mendatang.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie beralasan pihaknya belum dapat meningkatkan target retribusi sampah dengan pertimbangan ekonomi masyarakat yang masih melemah.

Memang diakuinya sektor perumahan mengalami kenaikan, namun melambat karena banyak warga yang pulang kampung. Sedangkan sektor industri kondisinya memang sedang turun.

”Sekarang sedang lesu, perusahaan banyak tutup, makanya agak berat meningkatkan target retribusi sampah,” imbuhnya.

Dikatakannya, inovasi dengan sistem berbasis online yang dikembangkan sekarang lebih ditujukan pada reformasi layanan maupun pengelolaan pendapatan daerah yang transparan. ”Tahun ini (2018) kami mulai dari perumahan-perumahan, tapi ke depan ke perusahaan juga,” sebutnya.

Ia mengklaim, sesuai kemampuan DLH yang disampaikan ke DPRD Batam, sejatinya retribusi persampahan naik tiap tahun. Pada 2017 lalu target retribusi sampah Rp 28 miliar tercapai.

Lalu di tahun 2018 ini, sesuai asumsi DLH ditargetkan Rp 30 miliar, namun DPRD Batam menolak tapi kemudian disepakati Rp 35 miliar.

”Laporan ke saya untuk 2018 (hingga bulan Oktober, red) sudah tercapai sebesar Rp 24,8 miliar. Dua bulan tersisa, Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar optimis akan tercapai untuk memenuhi target Rp 30 miliar sesuai asumsi DLH,” paparnya.

Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan Kota Batam ini menambahkan, pada 2019 mendatang targetnya masih sama dengan kesepakatan bersama DPRD Batam di 2018 ini, yakni sebesar Rp 35 miliar.

”Kami akan terus berusaha maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Bidang Retribusi DLH Kota Batam, Dwiki Septiawan mengatakan pemasangan barcode untuk pembayaran retribusi sampah secara online ditargetkan 21 ribu hingga akhir tahun 2018 ini. Adapun fokus daerah pemasangan barcode di tiga kecamatan, yakni Sekupang, Lubukbaja, dan Batam Kota.

”Dari target 21 ribu, sudah terpasang 12 ribu di Sekupang dan Batam Kota. Sekupang sudah berjalan, sedangkan di Batam Kota sudah terpasang pada bulan ini dan bisa dijalankan mulai November. Total yang sudah dijalankan sekitar 7 ribu (barcode),” papar dia.

Dwiki menerangkan sistem yang sudah direncanakan sejak tahun 2016 dan dibangun sistemnya tahun 2017 tersebut, memudahkan masyarakat dalam membayar retribusi sampah. Sedangkan teknis pembayaran, kata Dwiki, ada petugas yang datang ke rumah-rumah warga maupun pertokoan yang telah ditempeli barcode dengan membawa serta alat scan dan alat pencetak struk.

”Bagi yang punya kartu brizzi (BRI) bisa langsung dibayar. Dan kami akan beri struk sebagai tanda sudah dibayar,” jelasnya.

Sejatinya, sambungnya, warga juga bisa menggunakan kartu atau ATM bank lain, tapi saat ini baru menjalin kerja sama dengan BRI. Sehingga jika membayar menggunakan kartu bank lain justru biaya lebih mahal.

Selain itu, lanjut Dwiki, warga juga bisa langsung membayar kepada petugas dan selanjutnya petugas bersangkutan akan menyetorkan ke kas daerah. Petugas tidak bisa neka-neka, karena setiap transaksi sudah tercatat dan ditampilkan di server milik DLH.

”Kami (DLH, red) akan tahu berapa uang yang dipegang petugas dan rumah mana saja yang sudah bayar. Jadi, petugas tak bisa main lagi,” ucapnya.

Opsi lain pembayaran, yakni warga juga bisa datang sendiri ke bank untuk memenuhi pembayaran retribusi tersebut. Opsi ini merupakan pilihan ketika petugas datang ke rumah tapi tidak ada pemilik rumah.

”Terkadang kan ada pemilik rumah yang jarang di rumah, mungkin karena kerja. Maka bisa membayar ke bank,” terangnya. (iza)