Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 11741

Dua Cawapres Beri Gambaran Awal Jualan Isu Ekonomi

0

batampos.co.id – Isu perekonomian menjadi tema menarik yang akan dibawa dalam pertarungan Pilpres 2019. Para bakal cawapres bahkan sudah membuat wacana-wacana tentang bagaimana ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Cawapres KH Ma’ruf Amin mengusung ekonomi Pancasila, sedangkan cawapres Sandiaga Salahudin Uno menggagas ekonomi kerakyatan.

Ma’ruf menjelaskan, dirinya akan membantu Jokowi menyiapkan landasan agar Indonesia bisa lepas landas pada 2024. Menurut Ma’ruf, rancangan ekonomi yang dibangunnya dan capres incumbent Joko Widodo berbasis keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ”Tidak ada disparitas antara produk-produk lokal dan produk-produk global,” terangnya Sabtu (1/9).

Dia menuturkan, ekonomi dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari pengaruh global. Karena itu, dia dan jokowi akan menyiapkan landasan ekonomi yang kuat. ’’Ini arus baru dari sistem lama yang new liberal,” lanjutnya.

Menurut Ma’ruf, teori trickle down effect yang mengutamakan konglomerat tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini dan ke depan. Karena itu, konsep yang akan dibawa adalah memberikan jalan agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berlangsung dengan nyaman. Salah satunya, memastikan tidak ada lagi konflik ideologi di tengah masyarakat. Dengan demikian, energi masyarakat bisa lebih difokuskan untuk membangun ekonomi.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan bahwa konsep yang diusungnya bersama Prabowo lebih memprioritaskan ekonomi kerakyatan. ’’Menurut saya, sama saja ya (dengan Ma’ruf Amin),’’ terangnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan kemarin. Muaranya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Hanya, narasinya sedikit berbeda dengan Jokowi-Ma’ruf. ”Narasi kami adalah ekonomi yang membuka lapangan kerja, yang bisa memastikan harga-harga stabil buat emak-emak,’’ lanjut mantan Wagub DKI Jakarta itu. Aspirasi kaum ibu menjadi prioritas untuk bisa diwujudkan.

Menurut Sandi, masyarakat sudah merasakan apa yang dijalankan pemerintahan Jokowi selama empat tahun belakangan. ”Yang ingin kami tawarkan adalah perbaikan arah pembangunan ekonomi kita yang lebih berpihak kepada rakyat,’’ tambahnya. Juga, memastikan harga-harga yang stabil di masyarakat. (byu/c10/fat/jpg)

Sampai Jumpa di Hangzhou

0

batampos.co.id – Seremoni penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tadi malam berselimut hujan. Sejak sore cuaca memang sudah mendung, namun itu tidak menyurutkan asa rakyat Indonesia untuk tetap menjadi saksi sejarah setelah 56 tahun lamanya tidak menjadi tuan rumah. Mereka tetap memadati tribun, sekalipun hujan tidak berhenti mengguyur dari langit.

Sebagai pembuka ada penampilan dari drum band gabungan Akademi TNI dan Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian. Menyusul kemudian kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla bersama dengan Presiden Dewan Olimpiade Asia Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah. Sementara Presiden Joko Widodo tidak dapat menghadiri acara, sebab sedang melakukan kunjungan ke daerah yang baru saja terkena bencana alam gempa bumi di Lombok.

Selanjutnya ada parade bendera tiap negara peserta Asian Games 2018. Pembawa bendera diwakili oleh atlet-atlet terbaik tiap negera, seperti bendera Merah Putih yang dibawa oleh pesilat Hanifan Yudani.

Sementara Rikako Ikee yang meraih gelar sebagai most valuable player (MVP) terpilih menjadi pembawa bendera Jepang.

Menyusul kemudian defile atlet yang diawali dengan kontingen dari Indonesia yang disambut meriah penonton. Uniknya para relawan yang sudah membantu terlaksananya pesta olahraga se-Asia turut menutup barisan parade.

Walau tak dapat hadir dalam seremoni penutupan, tetapi Jokowi tetap hadir dan memberi sambutan melalui sambungan video langsung dari Nusa Tenggara Barat. “Asian Games 2018 memang berakhir di sini. Tetapi Energi of Asia, Semangat Asia tidak terlupakan. Inilah Energi Asia yang sesungguhnya. Bersatu membawa kebaikan bagi semua,” ujar Jokowi.

Jusuf Kalla pun turut memberi sambutan singkat. “Ini pesta untuk Anda. Terima kasih sudah menampilkan pertandingan yang luar biasa. Anda semua adalah pahlawan Asia,” katanya.

Acara dilanjut dengan penyerahan bendera Asian Games pertama dari New Delhi ke Hangzhou yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya.

Tidak ada panggung megah seperti pada upacara pembukaan 18 Agustus lalu. Tidak ada pula gunung berapi sebagai latar belakang. Hanya panggung bulat tanpa ornamen berlebih.

Tapi itu tidak mengurangi gebyar kemeriahan seremoni penutupan yang dikonsep layaknya konser. Beberapa penyanyi ternama Indonesia seperti Isyana Sarasvati, Bunga Citra Lestari, hingga band Gigi. Ada pula penampilan dari boyband iKon yang menggemparkan panggung tadi malam.

Permainan lampu membuat setiap peforma terasa spesial. Ditambah nyala kembang api di atas langit-langit SUGBK seolah tidak ada hentinya.

Peforma boyband Super Junior sontak mendapat sorakan yang begitu membahana dari penonton. Maklum, boyband satu ini jadi idola para K-popers. Mereka berlomba-lomba mengabadikan momen boyband satu ini dengan ponsel masing-masing.

Seremoni ditutup dengan lagu ofisial Asian Games 2018 yang berjudul Bright As The Sun dan Meraih Bintang.

Upacara penutupan Asian Games 2018 tadi malam, memang menjadi akhir dari pelaksanaan pesta olahraga se-Asia yang diadakan di Jakarta-Palembang. Tapi bukan berarti cerita berhenti sampai di sana. Masih ada Asian Games selanjutnya.

Terdekat pada 2022 Hangzhou, Tiongkok mengajukan diri menjadi tuan rumah Asian Games. Kota ini akan menjadi kota ketiga di Tiongkok yang didaulat jadi tempat terselenggaranya Asian Games, setelah Beijing 1990 dan Guangzhou 2010.

Tapi tentunya Asian Games diempat tahun yang akan datang menjadi tantangan tersendiri. Sebab di 2022 nanti Asia akan menjadi tuan rumah bagi tiga event besar sekaligus. Yaitu Olimpiade Musim Dingin yang rencananya diadakan Februari di Beijing, menyusul Asian Games di pertengahan tahun, tepatnya September, dan terakhir Piala Dunia FIFA di Qatar pada November.

Diapit dua event olahraga yang selalu menyita perhatian dunia, tentu jadi tantangan bagi penyelenggara Asian Games selanjutnya untuk mempertahankan euforia sebagai pesta olahraga terbesar se-Asia. Pertanyaannya mampukah Hangzhou menjawab kekhawatiran itu? Atau justru sebaliknya Hangzhou mampu menjaga nyala obor Asian Games ditengah-tengah dua event besar dunia di Asia itu?

Direktur Jendral dan Teknik Dewan Olimpiade Asia (OCA) Husain Al Mussalam tidak memungkiri 2022 akan jadi tantangan besar untuk membuat Asian Games tidak tenggelam diantara dua event besar.

“Kami harus punya ide agar Asian Games nanti unik dengan menerapkan high technology,” kata Husain.

Menurutnya sangat penting untuk menyelenggarakan Asian Games sesuai dengan perkembangan zaman dan apa yang sedang tren di kalangan anak muda saat itu. Ia mencontohkan e-sport yang pada edisi 2018 ini masih ekshibisi, tapi banyak negara yang mengikuti pertandingan ini. Banyaknya peserta yang mengikuti e-sport menunjukkan kesuksesan penyelenggara menarik minat anak muda.

Hal seperti itu nanti yang akan dilakukan untuk menyukseskan Asian Games 2022. (feb/nap/JPG)

Anak Keroyok Ayah Tiri

0

batampos.co.id – Ab, 30 dan Za, 19, harus berurusan dengan pihak polisi, pasalnya kakak beradik ini mengeroyok Jaini, 60, yang tak lain adalah ayah tiri mereka.

Aksi pengeroyokan tersebut bermula saat Jaini marah kepada anak gadisnya, Ns karena ketahuan menyimpan video dewasa.

“Bapak marah-marah sambil banting pintu, saya dan Za lagi duduk, kaget,” ujar Ab, Minggu (2/9).

Dia mengatakan karena mendengar umpatan dan kemarahan bapaknya, Ab pun merasa tersinggung dan marah. Ab merasa dituduh ikut menyimpan video tersebut.

“Di rumah yang punya gadget cuma adik saya saja (NS). Seolah-olah dia (Jaini) menuduh kami yang simpan video porno itu. Saya tersinggung,” katanya.

Keduanya pun akhirnya cekcok mulut hingga berujung pada pemukulan. Ab melayangkan bogem mentah ke kepala ayahnya. Tak sampai disitu, pekerja bangunan itu terus melancarkan serangan dam memukul kepala Jaini. Jaini sempat berusaha membalas. Namun tenaganya tak lagi sebanding dengan Ab.

Za yang menyaksikan pertengkaran itu juga ikut menghajar Jaini. Pada saat itu, ia mengaku ingin melerai, namun entah kenapa malah ikut terpancing emosi. Za pun memeluk Jaini dari belakang kemudian diangkat dan dibanting ke kanan.

“Saya mau lerai. Tapi mereka berdua tidak mau dilerai,” kata Za.

ilustrasi

Jaini yang sudah mengerang kesakitan mencoba untuk bangkit dan berniat lari menyelamatkan diri. Namun, belum tegak ia berdiri, Jaini pun kembali mendapatkan tendangan dari Za.

Sementara keributan dan pengeroyokan yang dilakukan dua kakak beradik itu juga didengar tetangga. Warga setempat yang yang mengetahui keributan ini melaporkannya ke Polsek Batuaji. Polisi langsung bergerak cepat dan keduanya pun diamankan.

“Keduanya bersama-sama mengeroyok dan menganiaya orang tuanya (Jaini). Bapaknya ketakutan dan lari,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi dari Jaini. Pria tersebut lari karena takut dibunuh anak-anaknya. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

“Anggota dibantu warga, masih mencari keberadaan Jaini. Kita belum bisa lakukan proses hukum pada ke dua pelaku karena laporan korban belum kita terima. Dasar hukum kita belum kita tidak ada,” tutupnya. (une)

Upah Rp 8 Juta Berujung Penjara

0
Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel bersama anggota ketika mengamankan empat truk bermuatan ratusan kayu Benuas.
(F. Bahtiar/Kalteng Pos)

batampos.co.id – Ratusan potong kayu diduga hasil illegal logging yang hendak diselundupkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil digagalkan Polres Kotim dan Polsek Antang Kalang. Dalam penangkapan itu yang terjadi Jumat (31/8) malam itu, aparat turuk mengamankan empat truk beserta sopirnya.

Dari empat truk tersebut, ditemukan 205 potong kayu jenis Benuas tanpa dokumen resmi. Sementara sopir truk mengaku nekat mengangkut ratusan kayu tersebut lantaran tergiur upah yang mencapai Rp8 juta.

Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel mengatakan, terungkapnya kasus itu ketika pihaknya melakukan pengejaran atau pencegatan. Tepatnnya di Jalan Km 6, kawasan pertigaan Desa Sangai dengan Kecamatan Antang Kalang.

“Kita amankan empat truk yang mengangkut kayu olahan jenis kayu Benuas tanpa dilengkapi dokumen sah,” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Sabtu, (1/9) malam.

Menurut kapolsek, dalam kaitan kasus tersebut, pihaknya juga melaksanakan patroli dan mengupayakan tindakan-tindakan hukum. Termasuk kepada empat sopir truk, meskipun hanya diupah untuk mengantarkan saja.

“Menurut pengakuan mereka (sopir truk) baru satu kali ini mengangkut kayu karena dijanjikan upah Rp8 juta untuk satu truk yang diantar,” ungkap kapolres.

Kapolres menyebutkan, penangkapan tersebut dilakukan saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Personel Satreskrim Polres Kotim dan anggota Polsek Antang Kalang kemudian menuju TKP. Alhasil berhasil ditemukan empat truk bermuatan kayu tersebut.

“Jumlah kayu kurang lebih sekitar 205 potong berbagai ukuran, atau 32 kubik. Sopir mengaku jika kayu tersebut hendak dibawa ke Banjarmasin,” ucap Rommel.

Sedangkan untuk identitas pemilik kayu, lanjut dia, pihaknya sudah mengantongi identitasnya dan dilakukan pengejaran.

Sampai saat ini hanya empat sopir truk yang diamankan dan dikenakan Pasal 83 Jo 88 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ancaman hukuman minimal satu tahun penjara atau maksimal lima tahun penjara dengan denda kurang lebih Rp500 juta,” pungkas Rommel. (ais/ang/jpg)

Sejoli Ketangkap Basah sedang Tidur Berdua di Kamar Kos

0

batampos.co.id – Budi alias Ajay pemuda 19 tahun harus berurusan dengan polisi. Dia tertangkap basah saat menggauli Er, siswi salah satu SMK di Batuaji yang masih dibawah umur, Rabu (29/8) lalu.

Aksi tak terpuji itu terjadi di kamar kos Er di Tembesi dan yang membawa Budi ke sel tahanan Mapolsek Batuaji adalah Sy ayah Er yang tak terima kesucian anak gadisnya direnggut oleh Budi.

Informasi yang didapat, aksi pencabulan itu terkuak bermula dari kecurigaan Suparman kawan Sy yang curiga kamar kos Er didatangi seorang pria tak dikenal. Pria tersebut tak lain adalah Budi. Merasa ada yang tidak beres, Suparman akhirnya menghubungi Sy ayah Er yang tinggal di Sembulang.

Mendengar kabar tersebut Sy langsung mendatangi kos putrinya di Tembesi, Kelurahan Kibing.

“Anak ini sekolah di Batuaji makanya kos. Orangtuanya tinggal di Sembulang,” tutur Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Saat Sy tiba, ternyata pintu kamar kos anaknya terkunci dari dalam. Sy dan beberapa warga akhirnya mendobrak paksa pintu kos tadi dan mendapati Er tengah tidur berduaan dengan Budi.

Keduanya tak bisa ngelak dan mengaku telah berhubungan badan. Tidak terima sebab anaknya masih sekolah dan belum cukup umur, Sy kemudian membawa Budi ke Mapolsek Batuaji untuk ditindak lanjuti.

Kepada polisi Budi mengaku aksi tak terpuji itu terjadi atas dasar suka sama suka. Keduanya tengah menjalin hubungan asmarah.

“Pacaran kami Pak. Cuman bapaknya tak terima makanya dilaporkan saya ke sini,”ujar pemuda putus sekolah itu.

Meskipum demikian, Budi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia telah dituduh pasal pencabulan anak dibawa umur.

”Tetap dilanjut karena korban masih dibawah umur,” ujar Dalimumthe.

Dengan adanya kejadian itu, Dalimunthe kembali mengingatkan orangtua untuk lebih peduli lagi dengan kegiatan anak baik di lingkungan sekolah ataupun di rumah. Jikapun anak tinggal berjauhan sebaiknya orangtua menitipkan ke perangkat RT/RW ditempat tinggal sang anak agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti itu.

“Kepada pemilik kos juga harus perhatikan anak kosnya. Jangan hanya mau terima sewanya saja. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan. Cewek ya khusus cewek tak boleh ada cowok. Begitu juga dengan tamu penghuni kos harus diperhatikan,” imbau Dalimunthe. (eja)

Gizi Makanan di Warung Angkringan Tidak Seimbang

0

batampos.co.id – Angkringan menjadi salah satu ciri khas sekaligus kuliner legendaris di Jogjakarta. Model kuliner dengan gerobak ikonik itu tidak hanya sering dijujuk karena banyaknya pilihan angkringan. Melainkan juga karena harganya. Murah!

Namun, murahnya harga berbagai menu yang ditawarkan ini belum mencukupi gizi seimbang. Meski, aneka menu angkringan sebenarnya telah mengandung zat yang dibutuhkan tubuh. Nasi ”kucing”, contohnya. Nasi yang biasanya dibungkus dengan koran bekas ini mengandung karbohidrat. Pun dengan lauk-pauk. Aneka lauk seperti tempe dan tahu ini mengandung protein.

Ahli gizi Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) Kartika Nur Fitriani mengingatkan, menu dengan gizi seimbang harus memenuhi standar kebutuhan gizi sehari-hari. Tidak hanya karbohidrat dan protein. Melainkan juga buah dan sayur. Seperti menu program Isi Piringku yang dicanangkan pemerintah. Nah, angkringan tidak menawarkan pilihan buah dan sayur.

”Satu porsi makan harus ada 50 persen sayur dan buah. 50 persen lainnnya berupa karbohidrat dan protein,” jelas Kartika di kantornya pekan lalu.

Jomplangnya asupan gizi menu di angkringan ini diperburuk dengan perilaku pembeli. Mayoritas konsumen angkringan cenderung memilih menambah jumlah lauk. ketika mengonsumsi satu bungkus nasi “kucing”, konsumen biasanya menghabiskan dua hingga tiga lauk gorengan. Belum lagi tambahan sate usus atau telur puyuh. Jamak konsumen dalam sekali “ngangkring” menghabiskan dua hingga tiga bungkus nasi “kucing”. Padahal, satu potong tempe mengandung 25 gram protein nabati. Sementara kandungan protein nabati yang dibutuhkan tubuh dalam sekali makan hanya 100 gram.

”Kalau makan tempe atau tahu lebih dari empat berarti sudah kelebihan. Terkadang malah ditambah usus, kepala, dan telur puyuh,” ingatnya.

Menurut Kartika, kebutuhan gizi protein orang dewasa bisa dipenuhi dengan mengonsumsi sumber protein nabati 100 sampai 400 gram dalam sehari. Itu berasal dari lauk-pauk seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sedangkan untuk protein hewani seperti telur, ikan, daging sapi, dan daging ayam, cukup dengan mengonsumsi 70 sampai 160 gram sehari.

Karena itu, Kartika memberikan kiat makan sehat di angkringan. Caranya dengan memperhatikan porsi.

”Untuk nasi angkringan cukup mengonsumsi dua bungkus saja dengan lauk secukupnya. Kalau ada buah-buahan seperti pisang, bisa juga dikonsumsi untuk pelengkap gizi,” tuturnya.

Kiat lainnya adalah memilih makanan sesuai dengan kondisi tubuh. Bagi yang memiliki bakat kolesterol, lebih baik menghindari jeroan ayam dan gorengan berminyak.

Berbagai kiat ini, Kartika menekankan, tidak bertujuan untuk melarang makan di angkringan.

”Tapi tetap harus memenuhi kebutuhan gizi lainnya,” tuturnya.

Asisten Ahli Bagian Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Dr. Lily Arsanti Lestari STP MP mengungkapkan hal senada. Menurutnya, mayoritas pilihan menu yang dijual angkringan tidak sehat. Itu lantaran tinggi lemak, karbohdirat, dan rendah serat.

“Jarang ada angkringan yang menjual masakan dari sayuran,” ujarnya.

Dosen Program Pendidikan Gizi Kesehatan UGM ini mengaku pernah melakukan penelitian. Hasilnya, angkringan tidak higienis. Sanitasinya juga dipertanyakan. Contohnya, pencucian peralatan dengan air seadanya. Seharusnya dengan air mengalir. Itu lantaran mayoritas angkringan berada di pinggir jalan.

”Air bersihnya susah, sehingga hanya satu atau dua ember digunakan untuk mencuci gelas dan piring,” kritiknya.

Dalam kesempatan itu, Lily juga menyinggung mengenai kualitas menu angkringan yang di-display hingga lebih enam jam. Menurutnya, hal tersebut memicu kemungkinan cemaran bakteri, sehingga berpotensi mengakibatkan keracunan.

”Makanan yang dipanasi berulang-ulang juga membuat zat gizinya rusak,” tambahnya.

Atas dasar itu, Lily mendorong perlu adanya standardisasi angkringan sehat. Bila perlu Pemprov DIJ mempersiapkan regulasinya. Pertimbangannya, angkringan termasuk ikon Jogjakarta. Tidak sedikit wisatawan yang penasaran. Kendati begitu, kata Lily, standardisasi harus disertai dengan pendampingan. Toh, pemprov memiliki dana keistimewaan (danais).

”Danais tak hanya digunakan untuk sarpras dan kesenian saja. Tapi (seharusnya) bisa untuk mengangkat makanan lokal untuk menjadi berkelas,” saran Lily menyebut hal itu bertujuan agar pendampingan dapat menjangkau seluruh pedagang angkringan.

Lily menceritakan, timnya pernah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada sejumlah pedagang angkringan. Tim juga memberikan bantuan peralatan untuk mendukung keamanan kepada mereka. Hanya, jangkauan penyuluhan ini masih terbatas.

Ketika disinggung mengenai angkringan yang disajikan di hotel dan restoran mewah, Lily menjamin higiene dan sanitasinya lebih baik. Beragam menunya juga telah dimodifikasi.

”Modifikasi perlu dilakukan agar ada menu sayur dan buah di angkringan, sehingga menjadi menu yang sehat,” tambahnya.

Pilih Angkringan Karena Terjangkau

Angkringan tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa. Terutama saat akhir bulan. Angkringan menjadi pilihan favorit mahasiswa saat dompet menipis.

Falid Ikwan Rivani, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mengaku kerap makan di angkringan. Dalam sekali makan, dia hanya mengeluarkan uang Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu.

Dia sadar betul bahwa menu angkringan tidak bergizi. Kalah dibanding pilihan menu yang ditawarkan warung makan lainnya. Kendati begitu, hal tersebut tak menjadi persoalan.

Keterangan serupa disampaikan Anisa Hernaning Tyas. Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini cukup sering jajan di angkringan. Hanya, dia memilih angkringan tertentu. Terutama, yang memperhatikan aspek kebersihan.

”Kalau untuk gizi makanan sama saja. Kurang,” ungkap Anisa mengaku dalam sekali “ngangkring” hanya mengeluarkan Rp 20 ribu. (ita/cr9/cr7/zam/jpg)

KPU Terbitkan Edaran Tunda Eksekusi Putusan Bawaslu

0

batampos.co.id – Putusan sejumlah panwaslu dan Bawaslu mengabulkan sengketa yang diajukan eks koruptor hampir pasti tidak akan dilaksanakan KPU. Bahkan, KPU resmi mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan KPU di daerah agar menunda pelaksanaan putusan pengawas setempat.

Surat tertanggal 31 Agustus itu meminta KPU provinsi dan kabupaten/kota tetap berpedoman pada regulasi teknis yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 14 dan 20 Tahun 2018. Khususnya dalam menyikapi putusan Bawaslu setempat terkait mantan terpidana korupsi yang mencalonkan diri dalam Pemilu 2019.

Ketua KPU Arief Budiman mengingatkan, dua PKPU tersebut mengatur larangan bagi partai politik untuk mencalonkan eks terpidana kasus korupsi dalam pemilu. Baik pemilu DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota. ’’Sampai saat ini masih berlaku,’’ ujarnya.

Arief menjelaskan, belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan bahwa dua PKPU tersebut bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. ’’Berdasar penjelasan itu, KPU provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP kabupaten/kota diminta menunda pelaksanaan putusan Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota,’’ lanjutnya. Setidaknya, penundaan tersebut berlaku sampai putusan MA keluar.

Sementara itu, jumlah eks koruptor yang sengketanya dikabulkan Bawaslu semakin bertambah. Saat dikonfirmasi, Komisioner KPU Wahyu Setiawan membenarkan hal tersebut. ’’Jumlahnya sekarang 11,’’ tuturnya ketika dikonfirmasi tadi malam. Lima putusan terbaru berasal dari Panwaslu Kota Palopo, Bawaslu DKI Jakarta, Panwaslu Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Mamuju Utara, dan Kabupaten Tojo Una-Una.

Di sisi lain, ada enam daerah yang pengawasnya masih memproses sengketa yang diajukan eks koruptor. Masing-masing Provinsi Jateng, Kabupaten Blora, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lingga, Provinsi Gorontalo, dan Kota Cilegon.

Dengan edaran tersebut, 11 caleg dan calon senator yang putusannya telanjur dikabulkan dipastikan tetap berstatus tidak memenuhi syarat. Nama mereka tidak akan dicantumkan dalam daftar calon sementara (DCS), bahkan mungkin daftar calon tetap (DCT) yang diterbitkan pada 21 September.

Kecuali jika MA memutuskan bahwa PKPU tersebut bertentangan dengan UU dan putusannya keluar sebelum DCT. Sebab, jika DCT sudah ditetapkan, tidak bisa diubah lagi. Tidak ada lagi penggantian caleg setelah DPT meski caleg meninggal dunia. Putusan MA tidak lagi bisa berpengaruh jika DCT sudah ditetapkan. (byu/c15/fat/jpg)

Polsek Batamkota Bekuk Pelaku Curanmor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota membekuk seorang pelaku pencurian sepeda motor, Fransiskus Rici, 28, yang beraksi di parkiran Masjid An Nur Villa Pesona Asri, Batamkota.

Ia diamankan oleh Unit Opsnal Polsek Batamkota di sekitaran Ruli Seraya, Jumat (24/8) lalu.

Dari tangan Fransiskus Rici, diamankan barang bukti tiga unit sepeda motor jenis matic yang diduga dari hasil curian beserta satu kunci T yang digunakannya untuk membobol sepeda motor targetnya.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus mengatakan, penangkapan terhadap Fransiskus ini bermula dari diterimanya laporan dari korban, Dewi Indriyati. Dimana, pada saat kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB, korban tengah menyiapkan keperluan jemaah Masjid An Nur Villa Pesona Asri.

“Sekitar 45 menit kemudian saat korban hendak pulang, sepeda motor yang dilagi diparkir sudah tidak ada lagi atau dibawa kabur oleh tersangka,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mendatangi Polsek Batamkota untuk membuat laporan polisi. Dari laporannya kepada polisi, ia mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta. Dari laporan itu, selanjutnya unit Opsnal Polsek Batamkota melakukan penyelidikan di lapangan dengan memeriksa beberapa orang saksi.

“Dari penyelidikan itu, kami dapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka sering berada di Ruli Seraya. Kemudian kita ke lapangan dan mengamankan pelaku beserta tiga unit sepeda motor,” tuturnya.

Usai diamankan, Fransiskus selanjutnya dibawa ke Mapolsek Batamkota untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. Kepada penyidik, Fransiskus telah beraksi di empat lokasi yang berbeda. Setiap sepeda motor hasil curian itu, rencananya akan dijual tersangka untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Saat ini, kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Apakah ada lokasi lainnya dengan melakukan koordinasi dengan seluruh polsek jajaran Polresta Barelang,” bebernya.

Ia menambahkan, Fransiskus Rici dijerat pasal 363 KUH Pidana dengan denda paling lama lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 60 juta. (gie)

Sampah di Drainase Batuaji

0
foto: batampos.co.id / eusebius

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya masih minim. Drainase masih menjadi tempat favorit bagi sebagian warga disana untuk buang sampah.

Ini terlihat dengan jelas saat hujan turun. Hampir seluruh drainase di Batuaji tersumbat sampah rumah tangga yang terbawa arus air. Sumbatan sampah ini umumnya terlihat pada gorong-gorong yang menjadi jalur penyebrangan air ke wilayah Sagulung dibawa jalan utama R Suprapto Batuaji.

Inilah yang terjadi pada gorong-gorong simpang Kaveling Baru Sagulung. Meskipun sistem drainase sudah dilebarkan dan bahkan sudah dibangun jembatan yang lebih tinggi namun sampah rumah tangga menumpuk tinggi pada jalur masuk gorong-gorong dari wilayah Batuaji. Sampah yang menumpuk umumnya sampah rumah tangga seperti botol, plastik hingga sisa-sisa kayu material bangunan.

Kondisi yang sama juga terlihat pada gorong-gorong jalur penyebrangan depan kawasan SP Plaza. Sampah rumah tangga juga menyumbat jalur penyebrangan air dari wilayah Batuaji ke Sagulung tersebut.

Situasi yang kurang baik ini disayangkan sebagian masyarakat sebab drainase di lokasi-lokasi yang tersumbat sampah ini sudah diperbaiki sebelumnya.

“Baru dikerokin drainase ini tapi sudah begini kondisinya. Sampah semua yang menyumbat drainase ini,” ujar Imron, warga simpang MKGR, Batuaji, Minggu (2/9).

Pantauan di lapangan, saat hujan, lokasi-lokasi drainase yang tersumbat sampah itu digenangi air hingga bibir drainase. Meskipun tak menyebabkan banjir namun tumpukan sampah yang terbawa arus air itu merusak pemandangan jalan raya. Tumpukan sampah rumah tangga ikut meninggi bahkan lebih tinggi dari genangan air.

Air yang mengalir ke sisi sebelah gorong-gorong sangat kecil karena sumbatam sampah tadi. Andika seorang pedagang kaki lima di depan perumahan MKGR menuturkan, jika hujan lebat maka air akan meluap hingga ke jalan raya dan menyebabkan jalan depan kawasan SP Plaza terendam banjir. Jika ini dibiarkan maka upaya-upaya normalisasi drainase yang sudah dilakukan selama ini sia-sia.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengakui ada persoalan tersebut. Dia menghimbau agar masyarakat lebih peduli lagi kedepannya.

“Jangan lagi buang sampah di drainase. Kita sudah punya armada pengangkut sampah buanglah pada tempatnya,” imbau Ridwan. (eja)

Menikah Tanpa Pacaran, Delapan Pasangan Nikah Mubarokah Bahagia

0

batampos.co.id – Yayasan Hidayatullah Batam menikahkan delapan pasangan ustaz dan ustazah yang merupakan kader pondok pasantren Hidayatullah di Marsid Hidayatullah, Batuaji, Sabtu (1/9) pagi.

Uniknya pernikahan massal mubarokah ini para pengantin belum mengenal sama sekali pasangan mereka sebelumnya. Mereka menikah tanpa pacaran dan baru bertatap muka untuk pertama kali di prosesi pernikahan tersebut.

Pernikahan massal ini berlangsung khidmah. Meskipun diselimuti rasa penasaran seperti apa calon pengantin mereka, namun saat dipertemukan oleh ustad Yendra dari kantor urusan agama (KUA) Batuaji, pengantin pria atau wanita akhirnya tersenyum legah. Pasangan yang dipilihkan oleh ustaz dan ustaza pembina pasantren Hidayatullah ternyata pasangan yang seperti diidamkan oleh masing-masing pengantin.

“Penasaran tetap ada. Tapi kami yakin piliham ustaz pembina kami tak mungkin mengecewakan. Mereka sudah seperti orangtua kami jadi kami yakin saja,” M Hamka, seorang pengantin pria.

Dijelaskan Hamka sebelum pernikahan berlangsung mereka sudah dikasitahu seperti apa pasangan mereka. Begitu juga dengan kondisi fisik dan lain sebagainya sudah diterangkan sehingga mereka yakin bahwa pasangan yang dipasangkan oleh ustaz dan ustazah pembina Hidayatullah adalah jodoh mereka. “Tapi tak pernah lihat baik langsung ataupun lewat foto. Hanya diberitahu saja seperti apa orangnya (pasangan masing-masing),” ujarnya.

Delapan pasangan yang nikah tanpa kenal wajah sebelumnya itu diantaranya; Ahmad Habibullah dengan Witriani, Apriyadi dengan Esti Nurfajriah, Hajarul dengan Fadhilaturahmah, M Hamka dengan Auliah Riski, M Reza Tarmizi dengan Santini, Nasrullah dengan Mardiyah Syafudin, Suadi dengan Hidayah serta Yobi Satria dengan Ika Susanti.

Tokoh pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, Jamaludin Nur yang menjadi saksi pada acara sakral tersebut mengatakan, di antara tujuan kegiatan ini untuk menjalankan salah satu syariat Islam yaitu pernikahan. Dengan harapan, kelak dari pernikahan ini akan lahir kader- kader pembela Islam.

“Bahwa dengan menikah nantinya akan lahir generasi-generasi Islam yang taat yang terus membela, mengokohkan dan menyiarkan agama Allah, kiranya ini menjadi harapan kita bersama, aamiin,” ujar Jamaludin saat menyampaikan nasehat pernikahan.

Pasangan nikah massal mubarokah ini kata Jammaludin, merupakan ustaz dan ustazah kader Hidayatullah. Untuk pengantin pria merupakan ustad Hidayatullah Batam dan pasangan mereka ustaza Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Allah yang mempertemukan mereka. Pernikahan massal Mubarokah ini sudah rutin kami lakukan tiap tahun. Alhamdulilah sejauh ini aman-aman saja malah awet rumah tangga mereka. Saya sendiri nikahnya sepert ini. 20 tahun berumah tangga aman-aman saja,” ujar Jamaluddin.

Tahun sebelumnya Hidayatullah Batam menikahkan tiga pasangan nikah serupa. Dan tahun ini bertambah jadi delapan. “Tak bisa dihitung lagi. Sudah sangat banyak yang dinikahkan seperti ini,” tuturnya.

Acara nikah massal mubarokah ini juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam dari Kemenag RI Muhamadiya Amin yang mengisi acara sarasehan pendiri dan perintis pasantren Hidyatullah. (eja)