batampos.co.id – Distribusi B20 atau campuran solar dengan biodiesel 20 persen terkendala infrastruktur. PT Pertamina (Persero) mencatat, hingga saat ini baru 95 persen dari 5.518 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) Pertamina yang menyalurkan B20. Ditargetkan, seluruh SPBU tersebut bisa menyalurkan B20 pada akhir September 2018.
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, mayoritas SPBU yang belum mendapatkan pasokan B20 berada di Indonesia Timur. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur. ”Infrastruktur belum memadai untuk masing-masing TBBM (terminal BBM) kecil. Namun, ke depan kami bangun itu semua karena kami yakin Indonesia Timur berkembang,” ujarnya saat mengunjungi SPBU di Matraman, Jakarta, kemarin (3/9).
Dia menyatakan, infrastruktur fisik sudah mulai dibangun di sana. ”Kebutuhan BBM akan meningkat. Kami tidak bisa hanya mengandalkan TBBM besar,” lanjutnya.
Untuk wilayah Indonesia Timur, lanjut Nicke, B20 akan dipasok dari enam TBBM besar seperti Wayame, Ambon, Maluku. ”Kalau suplai FAME (fatty acid methyl ester)-nya sudah sampai ke enam TBBM di sana dan kami blending, kami kirim. Selama ini kami juga mengirim solar. Bedanya, sekarang solar yang dikirim dicampur bio jadi B20,” urai Nicke.
Saat ini di antara 112 TBBM Pertamina, baru 60 TBBM yang sudah menyalurkan B20 untuk PSO (public service obligation). Sisanya, 52 TBBM, belum menyalurkan B20 karena belum ada pasokan FAME dari badan usaha pemasok. ”Sebetulnya, kuncinya ada suplai FAME karena kami tidak memproduksi, hanya blending. Blending-nya bisa TBBM, bisa juga di tangki. Ini disesuaikan, kilang memproduksi hanya solar, nanti ada supplier FAME, dicampur,” jelasnya.
Ke depan, Pertamina membuat green fuel yang diolah di kilang Plaju dan Dumai. ”Tidak lagi hanya mencampur, tetapi memproduksi. Dan itu dari CPO (crude palm oil), bukan dari FAME. Tetapi, itu nanti. Sekarang mekanismenya mencampur dan mendistribusikan,” imbuh Nicke.
Dia mengatakan saat ini mencari teknologi yang tepat guna untuk mengolah green fuel tersebut. Pengolahan berada di kilang Plaju dan Dumai lantaran berdekatan dengan sumber bahan baku.
Sementara itu, di wilayah Jakarta terdapat 216 SPBU yang menjual produksi diesel. Kebijakan itu membuat Pertamina akan menjual B20 di 174 SPBU di Jakarta. Penjualan B20 di ibu kota akan dipasok dari TBBM Jakarta Group yang telah mampu menyediakan 80,1 ribu kiloliter (kl).
Pertamina mencatat, total potensi penyaluran FAME 878.776 kl. Perinciannya, PSO dari November sampai Desember sebanyak 495.457 kl dan non-PSO dari September–Desember 2018 mencapai 383.319 kl. (vir/c7/fal/jpg)
Sholeh menunjukkan potongan kain kiswah yang dibelinya seharga Rp 100 juta. (Firzan Syahroni/Jawa Pos)
Butuh akses khusus jika ingin membeli kiswah. Kalau ingin menguji keasliannya, ambil sedikit benangnya, lalu bakar.
FIRZAN SYAHRONI, Makkah
MUSIM haji hampir selesai. Inilah saatnya berburu oleh-oleh. Mendatangi mal, toko, hingga pasar-pasar tradisional di Makkah.
Sebagaimana yang terpantau Jawa Pos (grup batampos.co.id) sepanjang pekan lalu, di Pasar Jaafaria, misalnya, ratusan orang yang mengenakan tas kecil berbendera Indonesia keluar masuk lapak pedagang. Mereka membeli oleh-oleh berupa serban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, hingga suvenir khas Saudi.
Tapi, ada sebagian jamaah yang memilih memburu barang-barang langka. Salah satunya adalah potongan kiswah alias kain pelindung Kakbah. Mereka yang mengincar kiswah tidak keluar masuk toko.
Sebab, kiswah memang tidak dijual bebas. Hanya orang-orang tertentu yang memilikinya. Biasanya, potongan kiswah hanya dimiliki pejabat atau keluarga besar Kerajaan Saudi.
Salah seorang yang beruntung bisa membeli kiswah adalah Mohammad Sholeh, jamaah haji asal Surabaya. Pria yang berprofesi advokat itu sudah sembilan kali berkunjung ke Tanah Suci.
Selama itu pula, dia memburu potongan kiswah ke banyak tempat. ’’Setelah sembilan tahun mencari, baru sekarang menemukan kiswah,’’ kata Sholeh saat ditemui Jawa Pos di Makkah pekan lalu.
Dia lantas menunjukkan kiswah yang baru didapatnya. Kain itu berukuran sekitar 50 x 70 cm dan dihiasi kaligrafi emas bertulisanYa Rahman Ya Rahim. ’’Teman saya sudah memeriksa di toko emas. Benang kaligrafi ini benar-benar terbuat dari emas,’’ kata Sholeh.
Dia mendapatkan kiswah itu atas bantuan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memiliki hubungan baik dengan petinggi Saudi. Mahar yang dibayar Sholeh mencapai Rp 100 juta.
Bagi Sholeh, mahar sebesar itu termasuk murah. Dia lantas membandingkannya dengan kiswah milik mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali (SDA) yang dilelang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ’’Kiswah milik SDA saja dilelang laku Rp 450 juta,’’ ungkap Sholeh.
Sholeh yakin kiswahnya asli. Dia berlogika, jika kiswah itu palsu, tentu jumlahnya banyak dan mudah dibeli di toko-toko. ’’Sebab, orang-orang sedunia memburunya,’’ tegasnya.
Selain itu, warga Arab tidak suka mengoleksi kiswah karena dianggap syirik dan bidah. ’’Karena itu, pembesar Saudi mudah memberikannya ke orang lain,’’ ucap Sholeh.
Sebagian orang percaya bahwa kiswah memiliki tuah khusus. Konon, mereka yang memiliki kiswah akan mendapat kesejahteraan, kelancaran rezeki, dan kesembuhan dari berbagai penyakit.
Karena alasan itu pula, banyak yang memburu kiswah. Empat tahun lalu, seorang jamaah umrah ditahan polisi Saudi karena ketahuan menggunting kiswah saat tawaf. Saat diinterogasi, perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut mengaku ingin memiliki kiswah untuk pengobatan cucunya yang sakit.
Namun, bukan hal mistis itu yang membuat Sholeh tertarik memburu kiswah. Dia mengaku senang mengoleksi barang-barang antik. Apalagi, kiswah adalah kain yang pernah menempel di Kakbah, kiblat muslim sedunia.
’’Kiswah ini tidak akan saya jual. Akan saya pajang di kantor,’’ kata mantan aktivis mahasiswa tersebut.
Dalam rilis Kerajaan Arab Saudi yang dilansir koran Saudi Gazette disebutkan, kiswah diproduksi di sebuah pabrik yang berlokasi di lahan 10 hektare di wilayah Umm Al-Joud, pinggiran Kota Makkah.
Bahan kiswah terdiri atas 670 kilogram sutra asli, 120 kilogram emas, dan 100 kilogram perak. Berat total kiswah mencapai 1.150 kilogram. Proses pembuatannya melibatkan 200 pekerja dan 23 mesin berteknologi tinggi. Secara keseluruhan, kiswah memiliki tinggi 14 meter dengan lebar total 47 meter.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengganti kiswah setiap tahun. Tepatnya setiap 9 Zulhijah atau saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Biasanya, kain kiswah lama dipotong-potong dan dibagikan sebagai suvenir kepada relasi keluarga kerajaan. Nah, potongan kain itulah yang banyak diburu jamaah haji dari berbagai negara.
Namun, hati-hati jika ingin membeli kiswah. Sebab, tidak sedikit kiswah palsu yang beredar di Makkah. Para pemalsu kiswah tersebut mengincar jamaah haji Indonesia yang awam tentang bahan pembuatan kiswah.
Muhammad Rofi’i, warga Lumajang, Jawa Timur, yang hampir sepuluh tahun tinggal di Makkah menyatakan sering mendapat pesanan kiswah dari Indonesia. Menurut dia, ada tip khusus untuk mengetahui apakah kiswah asli atau palsu.
’’Ambil sedikit benangnya, lalu bakar,’’ ujarnya.
Benang kiswah yang asli akan langsung hancur saat terkena api. ’’Seperti rambut yang dibakar,’’ katanya.
Lain halnya dengan kiswah palsu. Hasil pembakarannya akan lengket dan menggumpal. ’’Mirip benang celana jins yang dibakar,’’ terangnya.
Jawa Pos juga menelusuri jaringan penjual kiswah di Makkah. Ternyata, tidak sedikit mukimin (warga Indonesia yang bermukim di Saudi) yang mengaku memiliki stok kiswah. Namun, penjualan dilakukan secara diam-diam.
Mereka hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Mereka semua mengklaim barang mereka asli karena diperoleh langsung dari petinggi Kerajaan Arab Saudi.
’’Neka asli ongguh. Mon tak asli pabeli poleh kah kule (Ini asli. Kalau tidak asli, kembalikan lagi ke saya, Red),’’ tegas seorang mukimin yang menawarkan kiswahnya.
Harga yang ditawarkan bervariasi, bergantung ukuran dan bentuk potongan kiswah. Untuk kiswah bertulisan Ya Rahman Ya Rahim dan Ya Hayyu Ya Qayyum, dia membuka harga 3.500 riyal atau sekitar Rp 14 juta dengan asumsi kurs 1 riyal sama dengan Rp 4 ribu.
Sedangkan kiswah ukuran panjang yang bertulisan surah Al Ikhlas ditawarkan 16 ribu riyal atau sekitar Rp 64 juta. ’’Itu harga dari saya. Kalau mau Sampeyan jual lagi, bisa pasang harga sendiri. Terserah Sampeyan,’’ katanya.
Namun, pria asal Madura itu mengaku tidak menyimpan kiswah di rumahnya. Potongan-potongan kain tersebut berada di rumah temannya yang asli warga Saudi.
Dia hanya mengirimkan foto-foto melalui WhatsApp kepada Jawa Pos sebagai bukti stok kiswah tersebut benar-benar ada. Ada 13 potongan kiswah yang dia miliki. Melihat sekilas, memang sulit membedakan kiswah asli dengan yang palsu. (*/c5/ttg/jpg)
batampos.co.id – Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2018 kini menjadi momok bagi pencinta burung. Mereka khawatir terjadi kriminalisasi. Tapi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa publik tidak perlu khawatir berlebihan. Mereka menjamin tidak ada kriminalisasi pemilik burung.
Jaminan yang sama berlaku kepada penangkar dan penjual burung. Jaminan tersebut ditegaskan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Indra Exploitasia. Dia menyebut, memelihara dan menjual burung tetap diperbolehkan dengan pengawasan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tiap-tiap daerah.
Indra mengungkapkan, pihaknya sudah memerintah BKSDA mempermudah layanan dan administrasi bagi para pemilik burung yang mendaftarkan burungnya. BKSDA juga ditegaskan untuk tidak memungut biaya sepeser pun. BKSDA juga dilarang melakukan sweeping. Baik di pasar burung, tempat penangkaran, maupun di rumah-rumah pemilik burung.
”Apabila ada oknum yang melakukan hal tersebut, segera laporkan ke call center,” ucap Indra. Setiap BKSDA memang diperintah membuat call center untuk meminimalkan keresahan akibat terbitnya Permen LHK 20/2018.
Di beberapa daerah hari-hari ini memang banyak pencinta burung yang resah dengan Permen LHK 20/2018. Peraturan yang diterbitkan pada 29 Juni 2018 itu mengatur perihal tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia.
Ada 919 jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Sebanyak 562 di antaranya merupakan jenis burung. Nah, dalam daftar itu, ada burung-burung yang selama ini banyak dijual di pasaran. Juga dipelihara masyarakat. Misalnya, murai batu, jalak suren, pleci, cucak hijau, cucakrawa, kenari, anis merah, dan anis kembang.
”Sekarang banyak yang takut membeli burung. Kalau seperti ini kan sama artinya peraturan ini mematikan ekonomi banyak orang,” kata Candra, sesepuh paguyuban pedagang burung di Pasar Burung Bratang Surabaya.
Keresahan itu disebut KLHK tidak perlu. Selain BKSDA dijamin tidak melakukan sweeping, pihak kepolisian dijamin tidak melakukan penindakan. Pada awal Agustus 2018, KLHK, lanjut Indra, telah berkirim surat ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri. Dalam surat itu dilampirkan surat edaran Dirjen KSDAE untuk dijadikan panduan dalam melakukan pengawasan di lapangan. ”Kami juga tembusi ke balai-balai karantina tentang aturan pelaksanaan Permen LHK Nomor 20 ini,” jelasnya.
Sejauh ini, KLHK memang belum menerbitkan aturan resmi tersebut. Hingga saat ini, KLHK masih melakukan revisi terhadap Permen LHK 20/2018 itu. ”Kami masih pertimbangkan kembali kondisi pemanfaatan spesies-spesies tersebut. Khususnya burung berkicau yang sudah beredar luas di masyarakat,” ujarnya. (tau/c17/fim/jpg)
batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna bekerjasama dengan PT Perindo (Perikanan Indonesia) dan Perusahaan Umum Daerah (Perusda) melakukan operasi pasar menjual berbagai jenis ikan di kawasan Perusda Natuna, Kampung Batu Kapal, Ranai, sejak Sabtu (1/9). Operasi pasar tersebut diserbu warga.
Pada operasi pasar tersebut, Perindo mengeluarkan berbagai jenis stok ikan beku dan dijual lebih murah dibanding harga ikan di pasar tradisional Ranai. Mahalnya harga ikan di Ranai sudah terjadi sejak bulan puasa lalu hingga saat ini.
Namun dalam operasi pasar tersebut, tidak terlihat ikan jenis tongkol yang kini menembus Rp 80 ribu per ekornya. Sebelumnya hanya Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sepertinya Perindo tidak memiliki stok ikan tongkol yang cukup untuk dikeluarkan dalam operasi pasar tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM Pemkab Natuna, Helmi Wahyuda, mengatakan operasi pasar ini sebagai upaya pemerintah daerah menekan harga jual ikan oleh pedagang yang selama ini dijual dengan harga sangat tinggi dari biasanya.
”Operasi pasar ini untuk menekan harga ikan di pedagang pasar karena sudah menjadi keluhan masyarakat saat ini,” kata Helmi, kemarin.
Pada operasi pasar tersebut, harga ikan cukup murah dengan kisaran Rp 20 ribu per kilo. Warga yang membeli di operasi pasar pun mengaku harga ikan yang disedikan lebih murah dibanding pedagang ikan di pasar.
”Sangat terbantu, harganya juga lebih murah dibanding ikan di pasar. Harganya tidak bikin kami tercekik,” tutur Analia, warga Ranai.
Operasi pasar tersebut, Perindo mengeluarkan sekitar 700 kilogram ikan dengan berbagai jenis. Untuk memastikan sasaran terpenuhi, pemerintah membatasi pembelian hanya tiga kilogram setiap warga. (arn)
Anggota Polisi melakukan patroli. Patroli dilakukan demi keamanan masyarakat Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Akhir-akhir ini tindak kejahatan di jalanan kembali marak. Di Batuaji dan Sagulung kejahatan semacam jambret dan pemalakan masih saja terjadi dan meresahkan masyarakat. Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimuthe mengatakan mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah menyebar anggota polisi untuk berpatroli menyisir lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan.
“Semalam kita lakukan patroli gabungan Polsek Batuaji untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di seputaran Batuaji,” ujar Delimuthe kemarin.
Dia mengatakan di wilayahnya lokasi rawan terdapat di Taman Makam Pahlawan, Tanjunguncang, jalan Marina City dan Seitemiang. Lokasi ini menjadi titik rawan tindak kriminal seperti penjambretan, pemerasan, pemalakan, begal maupun tindak kriminal lainnya.
“Upaya yang dilakukan dengan patroli dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” katanya.
Selain itu pihaknya juga hendak mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap kelurahan yang ada di Batuaji. Hal tersebut untuk meminimalisir aksi pencurian yang kerap terjadi di perumahan.
Sebelumnya, aksi penjambretan terjadi di jalan lingkungan dekat kantor Camat Batuaji. Seorang wanita yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio BP 4037 JM dijembret persis di simpang RS Aini, Senin (27/8/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban yang merupakan ibu rumah tangga itu tidak saja kehilangan dompet berisi uang Rp 2 juta dan dokumen pribadi tapi juga harus dilarikan ke rumah sakit sebab tak sadarkan diri. Dia terjatuh dari sepeda motornya karena ditendang oleh dua pelaku jambret yang mengendarai satu sepeda motor.
Sebelum menendang korban, dua pelaku jambret secara terang-terangan terlebih dahulu merampas dompet yang ada di dasboard depan sepeda motor korban. Korban berusaha mempertahankan dompetnya sehingga dua pelaku nekad menjatuhkan wanita berusia sekitar 30 tahun dari sepeda motornya.
“Anggota akan melakukan giat pencegahan dengan sistem hunting. Target utama kita kejahatan jalanan, terutama begal dan penjambretan,” tutup Dalimuthe. (une)
batampos.co.id – Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto mengatakan, kondisi keamanan di Natuna sangat kondusif. Kondisi tersebut diketahui dari hasil operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) yang tersebar di Ranai, Sabtu (1/9) lalu.
Sasaran operasi cipkon ini mulai kepemilikan senjata tajam (sajam), narkoba, miras, perjudian, pencurian dengan kekerasan (curas), prostitusi dan pekerja hiburan di bawah umur. Namun dalam operasi tersebut tidak ditemukan sasaran yang menjadi target operasi.
”Operasi ini untuk menjamin terciptanya kondisi yang aman di tengah masyarakat. Dan untuk meningkatkan fungsi kamtibmas kepolisian seperti yang diinstruksikan Kapolri kepada seluruh jajaran kepolisan, dilakukan secara rahasia dan terbuka untuk menjamin kamtibmas,” sebut Kapolres.
Kasatreskrim Polres Natuna, AKP Edy Wioto menambahkan, operasi cipkon ini merupakan kegiatan rutin Polres Natuna untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dan hasilnya tidak menemukan sasaran target yang dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat umum. ”Sejauh ini belum ditemukan pelanggaran, kondisi masih aman dan kondusif,” sambungnya.
Operasi cipkon tersebut, ditargetkan tempat hiburan malam dan menyisir tempat karaoke dan mendata pramusaji. Mulai identitas, hingga mengimbau agar pramusaji ditempat karaoke rutin mengecek kesehatan, yang diketahui sering melayani tamu karaoke.
”Kami juga berharap, pekerja-pekerja di tempat karaoke ini diketahui kondisi kesehatannya, supaya tidak menularkan penyakit, nantinya juga meresahkan masyarakat,” ujar Kasat Reskrim. (arn)
batampos.co.id – Anggota DPRD prihatin beredar video tak senonoh oleh remaja.
Video yang diduga dilakukan pasangan pelajar SMK di Jembrana, Bali itu disayangkan Anggota dewan setempat.
Wakil rakyat tersebut meminta semua pihak mengontrol anak-anak remaja termasuk pemanfaatan teknologi berbasis smartphone.
“Kasus ini bukan sekali dua kali terjadi. Kalau kemudian keluar lagi kasus seperti ini, jelas ini sangat disayangkan,” ujar anggota Komisi A DPRD Jembrana I Ketut Sadwi Darmawan.
I Ketut Sadwi Darmawan mendesak, kepolisian, dan pemerintah daerah ikut turun tangan mengatasi problem sosial ini. Apalagi, kejadian ini seperti ini bisa mempengaruhi citra daerah.
Di luar itu, dia sangat menyayangkan, pengusaha hotel dan penginapan yang kerap menerima tamu tak diundang.
Karena hanya ingin mendapatkan uang yang banyak, mereka tak mau peduli dengan apa yang dilakukan para pemuda yang memesan kamar untuk short time.
“Seharusnya pengusaha penginapan atau hotel wajib juga memikirkan perkembangan moral remaja dengan lebih selektif menerima tamu hotel yang menyewa kamar.
Petugas hotel atau penginapan wajib meminta KTP tamu. Jika yang datang ke masih pelajar atau anak di bawah umur, ya seharusnya ditolak,” tegasnya.
Aparat terkait didorong untuk memberikan pembinaan kepada pengusaha hotel dan penginapan di Jembrana agar menerima tamu lebih selektif
dan mewajibkan mereka meminta fotocopy KTP kepada tamu yang datang serta mewajibkan melaporkan secara berkala.
Seperti diberitakan, video mesum yang diduga dilakukan oleh dua siswa di Jembrana itu mulai beredar sejak beberapa hari belakangan ini melalui media Whatsapp (WA).
Ada tiga bagian dari video yang semuanya menampilkan adegan hubungan suami istri dengan durasi semuanya sekitar 20 menit.
Video itu direkam dengan ponsel di dalam kamar di salah satu hotel di kawasan Delodberawah.
Pelaku yang perempuan diduga seorang siswa kelas XI di salah satu SMK di Jembrana. Sedangkan yang laki-laki juga diduga seorang siswa SMK yang merupakan pacar dari siswi tersebut.
batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam mengimbau agar masyarakat cerdas dalam memilih dan mengonsumsi makanan yang sehat. Makanan yang dimaksud bukan hanya makan kaleng atau makanan instan, tapi juga makanan dari kaki lima atau warung makan.
Jika ada pedagang yang membungkus nasi hangat, ayam bakar maupun ikan bakar dengan styrofoam, maka harus diperhatikan kemasannya. Apakah ada lapisannya atau tidak, jika tidak dilapisi apapun, maka itu sudah tidak steril lagi.
”Kalau mengemas dengan styrofoam, harus dilapisi, bisa dengan kertas nasi, daun pisang, atau alas lainnya,” ungkap Pengawas farmasi dan makanan ahli muda Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Batam Ahmad Rafki kepada wartawan, Minggu (2/9).
Mengenai pencegahan peredaran styrofoam, bisa saja dilakukan jika pemerintah daerah setempat tegas. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Sementara itu pihaknya juga tidak mengeluarkan lagi surat edaran mengenai pelarangan peredaran styrofoam.
”Kalau kita tidak bisa melarang karena styrofoam bukan hanya untuk tempat makanan tapi bisa juga digunakan untuk tempat selain makanan,” jelasnya.
Sebelumnya, penggunaan tempat makanan yang berbahan styrofoam sudah dilarang di beberapa kabupaten kota di Indonesia seperti di Bandung, Batam dan sebagainya. Namun untuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, peredarannya tidak ada larangan mengenai hal tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih membolehkan pedagang makanan menggunakan bahan tersebut. Hanya saja pemerintah daerah mengeluarkan edaran mengenai teknis penggunaan tempat makanan berbahan dasar styrofoam. (sya)
batampos.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diyakini menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang dalam kurun beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhannya dari waktu ke waktu menjadikan sektor ini mendapat perhatian khusus dari Pemko Tanjungpinang. Sehingga tidak alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak menyokong peningkatan kualitas UMKM yang ada.
Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono, menyatakan Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM mesti menyusun program-program yang punya orientasi terhadap peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia pada tiap-tiap UMKM di Tanjungpinang untuk kegiatan tahun 2019 mendatang.
UMKM, sambung Riono, merupakan aset yang harus dipertahankan, sehingga pengusaha kecil bisa tetap bertahan meskipun krisis ekonomi sedang melanda.
“Dalam hal ini, UMKM memiliki fungsi sebagai penyangga ekonomi. Maka dengan tumbuh suburnya UMKM bisa menambah angka tenaga kerja,” ungkapnya.
Riono melanjutkan usaha kecil harus didorong untuk menjadi besar. Selama ini kendala yang dihadapi para pelaku usaha kecil adalah permasalahan internal seperti masalah modal, SDM, hukum dan akuntabilitas.
“Yang sudah berkembang coba berinovasi dan tetap bersemangat meski kondisi perekonomian kita sedang lesu. Sebenarnya melalui program CSR, para pelaku usaha bisa memanfaatkan modal bank melalui kredit usaha rakyat (KUR),” ujar Riono.
Riono menegaskan dari sisi SDM, sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik dan dikelola secara manajemen yang sesuai. Untuk pengemasan harus dibuat secara menarik, murah, produk label, sertifikat halal, teruji kesehatan dan kandungan gizi serta kemasan yang memiliki ciri khas. Itu dapat membuat konsumen tertarik. Dari sisi hukum usaha kita minimal memiliki izin produksi industri rumah tangga (PIRT).
“Kalau mau usaha maju hal-hal tersebut perlu dicermati. Berbicara akuntabilitas masih manajemen tukang sate, mulai dari beli bahan baku, memasak dan menjualnya selalu dikerjakan sendiri. Laporan keuangan harus tercatat dengan baik,” ujarnya. (aya)
batampos.co.id – Jasa Raharja cabang Kepri menyebut jalanan Batam termasuk menakutkan. Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal di tempat masih tergolong tinggi. Nilai klaim yang harus dibayarkan Jasa Raharja pun terus naik setiap tahunnya.
Senin (27/8) pagi, Rinaldi mengendarai sepeda motor Mio GT BP 4135 MH dari arah Simpang Melcem menuju arah Kavling Melcem. Ia melalui jalan umum Melcem. Dari arah berlawanan meluncur Suteja Sitepu dengan sepeda motor Honda CBR BP 3628 OQ.
Begitu melintas di depan Majelis Taklim (MT) Bayangkari Al Mukarram, Melcem, Batumpar, kedua pengendara motor itu bertabrakan. Seperti laga kambing. Seketika Rinaldi tewas di tempat.
“Sampainya kami di sana, korban atas nama Rinaldi ini langsung kami bawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) dan mencari serta menghubungi keluarga korban,” kata Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung di Mapolresta Barelang, Senin (27/8).
Menurut Efendi, Rinaldi mengalami benturan di bagian kepala, luka-luka di sekujur tubuh, dan patah tulang rahang. Sementara Suteja Sitepu menderita patah tulang tangan kiri, cedera lecet di tangan, dan kaki dan dilarikan ke RSBK.
Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, dua motor kedua korban juga rusak parah. Kedua motor dibawa ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang sebagai barang bukti.
Kecelakaan yang terjadi awal pekan lalu itu hanyalah satu dari sekian banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Batam sepanjang tahun ini. Dalam semester pertama tahun 2018 angka kecelakaan di Batam tercatat 266 kejadian. Sebanyak 41 korban meninggal, 60 luka berat, dan 376 luka ringan.
Adapun kerugian materi akibat kecelakaan itu sebanyak Rp 656.9000.000. Menurut Kanit Laka Lantas, kerugian materi dihitung berdasarkan kerusakan ditimbulkan satu kecelakaan lalu lintas. Baik korban jiwa, luka ringan, luka berat, hingga kerusakan kendaraan maupun fasilitas publik atau milik pemerintah.
“Contohnya, kecelakaan tunggal ini, ada tiang lampu jalan yang rusak. Itu dihitung juga (sebagai kerugian materi),” ujar Efendi saat ditemui di lokasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudirman, Baloi, Kamis (30/8).
Berdasarkan laporan data kecelakaan lalu lintas Polresta Barelang yang dipublikasikan Polda Kepri, angka kecelakaan pada semester pertama 2018 menurun dibandingkan semester pertama tahun 2017. Pada semester pertama tahun 2017 sebanyak 370 kejadian. Terjadi penurunan 104 kasus.
Sementara sepanjang tahun 2017, laporan kecelakaan yang diterima polisi sebanyak 604 kasus. Korbannya, masing-masing 85 orang meninggal, 223 luka berat, dan 732 luka ringan. Angka tersebut jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Kerugian materi yang ditimbulkan Rp 1.828.000.000.
Tahun 2016, polisi menerima laporan kecelakaan 716 kasus. Dalam kecelakaan itu 144 orang dilaporkan meninggal, 361 mengalami luka berat dan 712 orang mengalami luka ringan. Namun angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 ini meningkat dibandingkan pada tahun 2015.
Jumlah kecelakaan lalu lintas yang masuk dalam laporan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang pada tahun 2015 sebanyak 485 kasus. Jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2015 sebanyak 130 orang. Korban luka berat sebanyak 226 orang. Sementara korban luka ringa sebanyak 501 orang.
***
Kondisi dua kendaraan. foto: batampos.co.id / slamet
Bila dibandingkan dengan ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, angka kecelakaan di Batam relatif sangat besar. Ini karena jumlah penduduk dan kendaraan di Batam paling banyak di Kepri. Berdasarkan data BPS Kepri yang diterbitkan Agustus 2018, jumlah penduduk Batam hingga akhir tahun 2017 sebanyak 1.283.196 orang. Sedangkan di Tanjungpinang hanya 207.057 orang.
Lalu bagaimana angka kecelakaan lalu lintas di ibukota Kepri? Pada periode Januari hingga Juni 2018 atau satu semester, angka kecelakaan 38 kejadian. Korbannya, 5 orang meninggal, 3 orang luka berat, dan 63 orang luka ringan. Kerugian materi akibat kecelakaan lalu lintas Rp 38.200.000.
Adapun jumlah kecelakaan lalu lintas hingga Agustus 2018 ini, tercatat 52 kasus di Tanjungpinang. ”Sembilan orang meninggal dunia, 80 orang luka ringan dan 3 orang mengalami luka berat,” ungkap Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polres Tanjungpinang Ipda Ridwan, Selasa (28/8).
Sementara sepanjang tahun 2017, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang mencatat ada 90 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Tanjungpinang. Sebanyak 23 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 113 mengalami luka ringan. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut setidaknya Rp 124.700.000.
Dari hasil pemeriksaan dan analisis yang dilakukan polisi di tempat kejadian perkara, penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan raya Tanjungpinang akibat kelalaian pengendara, ugal-ugalan saat berkendara, hingga mengonsumsi alkohol. Selain itu, masyarakat juga kurang sadar pentingnya kelengkapan berkendara seperti penggunaan helm, kaca spion dan kelengkapan lainnya.
”Kecelakaan terjadi karena masih banyak pengendara yang melanggar rambu-rambu. Paling fatal pengendara banyak melawan arah,” jelas Ridwan.
***
Salah satu mobil korban kecelakaan beruntun bus pariwisataa, Minggu (5/8) sore. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Kepolisian Daerah (Polda) Kepri sendiri mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2018 atau semester pertama, sebanyak 370 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Kepri. Dari tujuh kota dan kabupaten di Kepri, Kota Batam masih tetap memegang rekor sebagai daerah dengan jumlah kasus lakalantas terbanyak.
Di Batam tercatat 266 kasus, disusul Tanjungpinang 38 kasus, lalu Bintan 35 kasus. Pada urutan keempat, Tanjungbalai Karimun 13 kejadian, Natuna 10 kejadian, Lingga 8 kasus, dan Anambas 0 kasus.
Akibat kecelakaan lalu lintas ini, tercatat sebanyak 68 orang meninggal dunia dengan rincian di Kota Batam 41 orang, Bintan 12 orang, Tanjungbalai Karimun 7 orang, Tanjungpinang 5 orang, Lingga 3 orang. Sedangkan Natuna dan Anambas tidak ada satupun kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan meninggal dunia.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol Yuli Kurniawan mengatakan dari data yang dimiliki Ditlantas Polda Kepri, di Batam rata-arat ada 5-8 orang meninggal dunia akibat laka lantas. Kebanyakan yang menjadi korban masih dalam usia produktif. Selain itu, korban yang meninggal kebanyakan pengendara roda dua.
Untuk kasus laka lantas di Batam, sebulan rata-rata 44 kasus atau 1-2 kasus dalam sehari. Dari 266 kasus selama semester pertama tahun ini, ada 23 kasus tabrak lari di Batam yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 39 orang luka ringan.
Tabrak lari ini, tidak hanya terjadi di Batam saja. Namun juga terjadi di Tanjungpinang. Ada 8 kasus dengan korban luka ringan 14 orang.
Pada tahun 2017 lalu, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepolisian Polda Kepri sebanyak 850 kasus. Sebanyak 155 orang meninggal, 359 orang luka berat, dan sebanyak 1.007 luka ringan. Kecelakaan lalu lintas itu mengakibatkan kerugian material sebanyak Rp 2.328800.000.
Sementara itu, Polda Kepri mencatat angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sepanjang 2016 mengalami peningkatan sekitar 56 persen dibanding 2015. Pada tahun 2016 angka kecelakaan sebanyak 780 kasus. Sedangkan pada tahun 2015 terjadi 501 kasus lakalantas. Artinya mengalami kenaikan 279 kasus atau sekitar 56 persen.
Dari kecelakaan yang terjadi sepanjang 2016, jumlah korban meninggal sebanyak 166 jiwa, naik tujuh korban meninggal dibandingkan 2015 sebanyak 159 orang korban meninggal. Sementara untuk korban luka berat pada 2016 sebanyak 428 orang, naik sebanyak 158 korban dibandingkan periode 2015 yang hanya sebanyak 270 orang.
Untuk korban luka ringan malah mengalami peningkatan hingga 86 persen dibandingkan 2015. Pada 2015 korban luka ringan sebanyak 429 orang, sedangkan pada 2016 sebanyak 798 orang. Berbagai kecelakaan pada 2015 tersebu mengakibatkan kerugian material Rp 2,35 miliar lebih. Sedangkan 2016 sebesar hampir Rp 2,89 miliar.
***
PT Jasa Raharja (Persero) cabang Kepri mencatat penyaluran atau pembayaran klaim sepanjang delapan bulan terakhir atau pembukuan dari 1 Januari hingga 29 Agustus sebesar Rp 10,8 miliar. Klaim itu dibayarkan sebagai biaya pertanggungan meninggal dunia, korban luka-luka, hingga santunan P3K kepada korban atau keluarga korban.
“Sebanyak 68 persen klaim santunan yang telah kami tangani, paling besar di Batam,” ujar Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Kepulauan Riau, Dwi Sasono di kantornya di Batamcenter, Rabu (29/8) lalu.
Dwi menyebutkan, di Kepri, khususnya di Batam didominasi lakalantas sepeda motor. “Frekuensinya sering. Lebih banyak korbannya daripada korban kecelakaan angkutan umum atau kecelakaan laut,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata korban penerima santunan berusia mulai 14 tahun hingga 60 tahun ke atas. Sebanyak 85 persen adalah usia produktif mulai usia 15 sampai 59 tahun, 7 persen usia 60 tahun ke atas, dan 8 persen usia anak-anak dan remaja.
Dwi menyebutkan, seluruh korban kecelakaan baik di darat, laut, dan udara, ditanggung Jasa Raharja. Hal ini jelas diatur dalam UU Nomor 33/1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34/1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib bagi Korban Kecelakaan Angkutan Umum (Darat, Laut, Udara).
“Kecuali kecelakaan akibat kesalahan pribadi, seperti jatuh sendiri, bunuh diri dengan menabrakkan diri, atau kecelakaan tunggal,” jelasnya.
Dwi menyebutkan, besaran santunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 dan 16 Tahun 2017 yaitu santunan meninggal dunia untuk ahli waris sebesar Rp 50 juta dari yang sebelumnya hanya Rp 25 juta dan santunan cacat tetap Rp 50 juta. Ada juga biaya perawatan luka-luka dengan pembiayaan maksimal Rp 20 juta, santunan penggantian biaya P3K, maksimal Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans Rp 500 ribu, serta biaya penguburan dari Rp 2 juta, naik menjadi Rp 4 juta.
“Uang Rp 4 juta biaya pemakaman, itu kami bayarkan apabila korban meninggal tidak mempunyai ahli waris atau keluarga. Biasanya, biaya pemakaman kami berikan langsung kepada yang menguburkan. Bisa kelurahan, atau warga sipil yang bersedia,” ungkap Dwi.
Menurutnya, adanya peningkatan jumlah santunan ini dilakukan setelah hasil survei menunjukkan terjadinya perubahan faktor kebutuhan hidup masyarakat. Antara lain kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan. Selain itu, inflasi juga mempengaruhi.
Meningkatnya biaya pertanggungan yang dibayarkan negara melalui jasa raharja kepada masyarakat ditunjukkan dengan angka pembayaran klaim yang dilakukan menurut jenis jaminan dan sifat cedera, sebesar Rp 11,21 miliar selama 2017.
Rinciannya, santunan untuk 124 korban meninggal dunia sebesar Rp 5,1 miliar, 666 korban luka-luka sebesar Rp 5,92 miliar, 1 orang korban cacat tetap sebesar Rp 112,75 juta, dan Rp 12 juta untuk 4 korban meninggal tanpa ahli waris dan keluarga. Sedangkan untuk korban penanganan P3K ada lima orang dengan pertanggungan biaya yang sudah dibayarkan sebesar Rp 56,25 juta.
Kepala Unit Operasional dan Humas Jasa Raharja, Masnah Firles menambahkan, karena adanya perubahan biaya pertanggungan yang meningkat, jelas ada peningkatan biaya yang dibayarkan. Sepanjang Januari-Agustus 2018 saja, Jasa Raharja sudah membayarkan klaim sebesar Rp 10,826 miliar dan dipastikan akan meningkat setiap bulannya.
“Karena selain membayar khusus wilayah Kepri, kami juga menerima limpahan santunan di luar wilayah tugas Polres di Kepri. Semua Jasa Raharja di Indonesia menjalankannya,” ujar Masnah Firles di Batamcenter.
Masnah menyebutkan, santunan atau biaya klaim, paling besar penyaluran untuk korban luka-luka sebesar 56 persen. Menurutnya, jalanan Batam termasuk menakutkan. Angka kematian di tempat setiap kecelakaan tergolong tinggi.
“Santunan yang kami berikan untuk korban meninggal dunia sekitar Rp 4,6 miliar selama delapan bulan ini atau sekitar 41 persen, sedangkan untuk korban cacat tetap akibat kecelakaan ada 2 persen,” jelasnya.
***
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan pihaknya melakukan berbagai cara agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas. Salah satunya mengedukasi masyarakat dengan membagikan buku petunjuk. Buku itu diberikan untuk memahami setiap rambu-rambu maupun aturan lalu lintas.
Hal ini, bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dinilai cukup tinggi. Terutama pada usia yang terbilang produktif. Setiap pengendara roda dua atau empat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas. “Semua bisa dimulai dari diri sendiri. Baru setelah itu disebarkan kepada keluarga maupun orang terdekat,” katanya.
Ia mencontohkan disiplin berlalulintas yakni selalu menggunakan helm saat mengendarai motor, memakai sabuk pengaman saat naik mobil, menyeberang di zebra cross dan lainnya. Selain memberikan buku pelopor keselamatan berlalu-lintas, petugas juga memasang spanduk di perempatan jalan beberapa titik di Kota Batam.
“Kita akan lakukan segala upaya untuk menurunkan angka kecelakaan ini dengan salah satunya sosialisasi keselamatan berlalu lintas secara langsung maupun buku dan spanduk,” katanya.
Begitu pula dengan Satlantas Polres Tanjungpinang akan terus memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kepada pengendara remaja usia sekolah mengenai kedisiplinan dalam berkendara di jalan raya.
”Pengendara tentunya harus memiliki SIM, pahami dan patuhi peraturan, akan kami tindak, kalau pengendara melanggar peraturan,” pungkasnya. (uma/cha/ska/gie/odi)