Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11795

Batam dan Surabaya Sama-Sama Favorit Singapura

0
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo melakukan sosialisasi mengenai kemudahan investasi di Batam di hadapan pengusaha dari Jawa Timur.
Foto: Humas BP Batam

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan kemudahan investasi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/11) lewat acara workshop. Kerja sama perlu dirangkai karena Batam dan Jawa Timur merupakan kawasan favorit investor dari Singapura untuk penanaman modalnya.

Workshop kali ini diikuti oleh 120 peserta dari 39 Badan Penanaman Modal (BPM) Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, 1 BPM PTSP Jawa Timur, Kadin Kota Surabaya, Asosiasi, Kawasan Industri dan pelaku usaha. BP juga berbagi informasi mengenai sistem Online Single Submission (OSS).

“Karena posisi geografisnya, Batam didesain sebagai kawasan perdagangan bebas dimana seluruh kegiatan ekspor dan impor serta perdagangan di Indonesia diharapkan dapat terpusat di Batam,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (29/11).

Batam sangat membutuhkan investor dari luar negeri untuk mewujudkannya. Makanya jaringan yang bagus dengan kota investor lainnya seperti Surabaya sangat diperlukan.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi mengapresiasi inisiatif BP Batam atas penyelenggaraan workshop ini.

Jamhadi mengatakan belum semua provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur mampu menggunakan OSS secara optimal.

“Batam yang lebih dulu siap, bisa jadi daerah percontohan bagi daerah lain”, ungkapnya.

Ia berharap melalui workshop ini dapat terjalin kemitraan dan realisasi kerjasama antara Batam dengan Surabaya, mengingat realisasi PMA terbesar dikedua daerah sama-sama berasal dari Negara Singapura.

“Kadin Surabaya selaku tim ahli Kadin Jawa Timur siap apabila ada realisasi hubungan investasi antara Batam dengan Surabaya”, katanya.

Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Tujuannya adalah untuk mendukung pembinaan dan pengembangan standarisasi dan penilaian kesesuaian di Batam. Sehingga akan mempermudah produsen untuk mendapatkan standar nasional Indonesia (SNI)-nya.(leo)

Hukuman Mati untuk Pembawa Sabu Asal China

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Hakim Ketua M Chandra memutuskan bahwa keempat terdakwa yakni Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan Yao Yin Fa terbukti bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat menjadi perantara jual beli narkoba jenis sabu dalam jumlah yang besar sebagaimana dakwaan primer yang sebelumnya dibacakan jaksa penuntut umum saat tuntutan.

“Atas perbuatannya, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, masing-masing dengan pidana mati,” ujar M Chandra membacakan putusan sidang.

Putusan ini dibacakan dalam sidang putusan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,6 ton hasil tangkapan Mabes Polri dan Bea Cukai di Perairan Karang Banteng Anambas pada Februari lalu.

Keempatnya membawa sabu-sabu sebanyak 1,037 ton di atas KM Sunrise Glory yang ditangkap Lanal Batam pada Februari lalu di Perairan Selat Philip Batam.

Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (29/11/2018) pukul 19.30 WIB.

Sidang pembacaan putusan ini dipimpin oleh Hakim Ketua, M Chandra didampingi dua hakim anggota yakni Redite dan Yona Lamerosa Keteran. Sedangkan dari kejaksaan dihadiri oleh dua jaksa dari Kejari Batam yakni Rumondang Manurung serta Syamsul Sitinjak.

Atas vonis putusan pidana mati, keempat terdakwa masih memiliki kesempatan mengajukan banding serta upaya hukum lainnya yakni kasasi selama seminggu setelah vonis dibacakan.

Usia divonis hukuman mati, salah satu terdakwa atas nama Chen Meisheng berteriak dan berontak tak terima dengan vonis yang diterimanya.

Karena berusaha berontak dan berteriak-teriak menggunakan bahasa mandarin saat akan dibawa ke mobil tahanan, beberapa petugas dari kepolisian berusaha menenangkan Chen Meisheng agar tak melakukan hal yang aneh.

Putusan tersebut sesuai dengan tuntutan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Daru Trisadono, Hermanto, Dedie Tri Hariyadi, Lutfi Akbar, Asnath Anytha Idatua Hutagalung, Raden Rara Putri Ayu, Tumpal Seben Ezer, dan Kasipidum Kejari Batam, Filpan FD Laia menuntut kepada terdakwa hukuman maksimal yakni berupa hukuman mati.

Kepada keempat terdakwa, JPU Filpan membacakan tuntutan hukuman yang maksimal yakni hukuman mati. Keempat terdakwa dijerat dengan dakwaan primer pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dakwaan subsider pasal 113 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta dakwaan lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Berdasarkan seluruh keterangan saksi yang dihadirkan, berikut keterangan saksi ahli, semua menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah. Dalam persidangan terungkap adanya alasan pemaaf atau pembenar. Begitu juga dengan analisa fakta persidangan, serta dukungan barang bukti dan saksi serta saksi ahli.,” ujar JPU saat tuntutan.

Perbuatan keempat terdakdwa, mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional. Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta keterangannya berbelit-belit menyusahkan majelis hakim.

“Untuk hal yang meringankan terdakwa, tidak ada. Terdakwa sendiri terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1 ton 37 gram ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum, yakni membawa narkotika melebihi 5 gram,’ terang Filpan sebelumnya.

Sementara Ketua tim JPU di sidang tuntutan empat terdakwa kasus narkoba sabu-sabu 1,6 ton lebih, Daru Trisadono mengatakan, sekarang ini di Indonesia kondisinya sudah darurat narkoba.

“Apalagi kita ketahui volume barang bukti sabu-sabu yang dibawanya itu jumlahnya fantastis mencapai 1,6 ton sabu. Itu bukan jumlah yang kecil. Setiap satu gramnya, mampu membunuh berapa generasi. Betapa sangat beratnya tanggung jawab yang dipikul untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia ini. Para terdakwa sedikitpun tak merasa bersalah serta tak mengakui perbuatannya, serta selalu berkelit tak tahu. Dasar itulah kami tuntut para terdakwa ini hukuman maksimal, mati,” terang Daru.

Sedangkan sidang pembacaan putusan kedua yakni penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan empat terdakwa penyelundup sabu-sabu sebanyak 1.037 gram atau 1,037 ton di atas KM Sunrise Glory, yakni warga negara Taiwan, Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu yang ditangkap Lanal Batam pada Februari lalu di Perairan Selat Philip Batam, majelis hakim memutuskan terhadap tiga terdakwa sama dengan empat terdakwa penyelundup sabu sebanyak 1,6 ton yakni divonis pidana mati.

Mereka yang diputus pidana mati adalah Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, serta Hsieh Lai Fu. Sedangkan satu terdakwa atas nama Huang Ching An oleh majelis hakim yang sama dijatuhi pidana seumur hidup.

“Terbukti dan sah melakukan tindak pidana permufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu-sabu golongan satu melebihi 5 gram. Menjatuhkan pidana, oleh karena itu terdakwa Huang Ching An dengan pidana seumur hidup dan menempatkan terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar Hakim Ketua M Chandra.

Dalam sidang pembacaan putusan vonis terdakwa penyeludupan sabu-sabu 1, 037 ton tangkapan TNI AL ini dipimpin oleh tiga majelis hakim yang sama dengan penyelundupan sabu 1,6 ton. Sedangkan jaksa penuntut umumnya yang hadir adalah dari Kejari Batam serta Kejagung seperti Rumondang Manurung, Agus Supriadi, Meiyana, serta Nur Surya.

Kepada tiga terdakwa warga Taiwan yang divonis mati dan satu terdakwa warga Taiwan yang divonis seumur hidup, masih diberikan kesempatan untuk melakukan upaya hukum berupa banding serta kasasi.

Sementara atas vonis seumur hidup terhadap satu terdakwa penyelundup sabu 1,037 ton atas nama Huang Ching An, JPU dari Kejagung, Nur Surya menegaskan pihaknya diberikan waktu seminggu untuk menentukan sikap, apakah ada upaya hukum nantinya atau menerima putusan itu.

“Kalau masalah putusan, hakim yang punya kewenangan terkait satu terdakwa divonis seumur hidup. Kami menunggu petunjuk dari pimpinan nantinya seperti apa, apakah melakukan upaya hukum atau tidak,” ujar Nur Surya mengakhiri. (gas)

Akibat Proyek PU Nasional, ATB Lakukan Connecting Pipa 13 Jam.

0

Aktifitas pekerjaan connecting pipa distribusi ATB di Simpang Kabil, Kamis (29/11/2018).

Gencarnya pekerjaan infrastruktur pelebaran jalan dari proyek pemerintah, tak bisa lepas dari sentuhan beberapa layanan utilitas. Salah satunya jalur perpipaan ATB di Simpang Kabil turut dibenahi.

Tim teknis ATB harus berjibaku menyelesaikan pekerjaan connecting pipa distribusi DN 600 mm. Pipa tersebut dialihkan ke jalur bagian bawah pemasangan gorong-gorong pelebaran jalan. Pekerjaan tersebut dilakukan menghindari resiko terjadinya kebocoran pipa utama ATB.

“ATB harus melakukan connecting pipa di Simpang Kabil, dikarenakan pekerjaan proyek PU Nasional yang terus berlanjut. ATB membutuhkan waktu 13 jam menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan suplai bisa kembali dialirkan ke pelanggan,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Kamis (29/11).

Proses pekerjaan connecting pipa berjalan cukup rumit, akses di area lokasi menyulitkan tim menyelesaikan pekerjaan. Pekerjaanpun memerlukan waktu lebih lama dari jadwal semula yakni pukul 08.00-04.00 WIB

“Pekerjaan dapat diselesaikan Kamis (29/11) sekitar pukul 08.30 WIB dan suplai air sudah bisa dialirkan kembali, lokasi dan rangkaian utilitas lainnya membatasi akses pekerjaan. Apalagi pemasangan pipa dilakukan secara fabrikasi rangkaian pipa di lapangan,” tambah Maria

Meski pekerjaan connecting pipa telah selesai dilakukan, namun suplai air yang dialirkan ke pelanggan tidak bisa langsung mengalir secara normal. Hal ini mengingat proses normalisasi atau pemulihan suplai berbeda-beda untuk sampai ke pelanggan.

Pipa yang sebelumnya kosong akan dialiri air terlebih dahulu dengan bertahap. Tim teknis ATB melakukan rekayasa pengaturan suplai air untuk memastikan aliran air dapat segera normal kembali.

“Tahap pemulihan suplai air usai pekerjaan tidak sama untuk semua pelanggan, elevasi dan tingkat konsumsi disuatu wilayah pelanggan mempengaruhi aliran air bagi pelanggan lainnya. Pelanggan yang berada di daerah elevasi tinggi akan lebih lama mendapatkan suplai air,” tutur Maria.

ATB selalu berusaha memberikan komitmen pelayanan lebih baik dan optimal ke pelanggan. ATB berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah bisa berjalan dan berkoordinasi dengan baik, sehingga fasilitas utilitas yang ada termasuk pipa ATB tetap bisa memberikan pelayanan kepada pelanggan. (*)

41 Pabrik Plastik Beroperasi di Kepri

0

batampos.co.id – Rencana investasi di sektor pengolahan limbah plastik di Batam terus menjadi sorotan. Selain masalah perizinannya, publik juga menyoal bahan baku berupa limbah plastik yang rencananya akan diimpor dari luar negeri.

“Dunia saja ingin mengurangi penggunaan plastik karena tidak bisa didaur ulang alam secara sempurna. Ini Batam malah mau impor limbah plastik,” kata anggota Komisi III DPRD Batam Jefri Simanjuntak, Rabu (28/11).

Jefri mengatakan, saat ini sejumlah daerah di Indonesia juga tegas menolak impor limbah plastik dari negara-negara maju. DKI Jakarta, misalnya. Sudah sejak lama pemerintah di ibukota Indonesia itu menghentikan kebijakan impor limbah plastik.

“Mengapa Batam harus menerimanya,” kata Jefri.

Politikus PKB ini juga menegaskan, sikap DPRD Kota Batam senada dengan Pemko Batam yang menentang rencana pembangunan pabrik limbah plastik di Kabil, Batam. Apalagi jika bahan bakunya akan diimpor.

“Kalau Pemko Batam sudah mengambil langkah tegas soal itu, maka DPRD harus mendukungnya. Karena butuh keberanian untuk membuat Batam lebih baik lagi,” jelasnya.

Menurut Jefri, kegiatan industri pengolahan limbah plastik itu pasti akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sebab, kata dia, hingga saat ini belum ada teknologi baik yang memungkinkan untuk mengolah limbah plastik tanpa menimbulkan polusi.

“Limbah plastik belum memenuhi standar reuse, reduce, dan recycle (3R). Dan itu yang menjadi acuan bagi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” ungkapnya.

ilustrasi

Batam memang membutuh-kan investasi untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. “Dan yang jadi pertanyaannya apakah semua investasi bisa dikembangkan di Batam. Investasi yang baik harus patuhi norma-norma integritas terhadap lingkungan yang bersih,” ucapnya.

Investasi yang baik harus punya nilai tambah tinggi bagi Batam dan juga peduli kepada lingkungan.

“Kalau lebih banyak mudharatnya, jangan. Carilah investasi yang tak berisiko tinggi bagi Batam,” paparnya.

Pemko Batam memang sangat mengkhawatirkan rencana masuknya investor asal Jepang dan Tiongkok yang ingin membangun pabrik pengolahan limbah plastik di Batam. Tepatnya di Kawasan Industri Wiraraja di Kabil, Batam.

“Ada kekhawatiran dari Pemko soal dampak lingkungan yang akan ditimbulkan nanti,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam Herman Rozi, Jumat (12/10) lalu.

Batam memiliki keterbatasan lahan untuk menampung limbah plastik. Begitu juga dengan alat untuk mengolahnya. Apalagi limbah plastik tak bisa diurai oleh tanah.

Investasi yang baik harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Limbah plastik sepenuhnya tak dapat diolah. Sebanyak 70 persen bisa didaur ulang dan sisanya tetap menjadi limbah.

Herman mengungkapkan Pemko Batam sendiri tidak akan menghambat investasi yang masuk ke Batam, namun ia berharap ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Untuk itu, pihaknya berharap pendirian perusahaan tersebut di Batam bisa ditinjau kembali.

“Ya, kami meminta agar dipertimbangkan kembali,” imbuhnya.

Berdasarkan data terakhir dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri pada November 2017 yang dimuat di website//www.alamatelpon.com, ada sekitar 41 perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan plastik di Kepri. Namun rata-rata menggunakan bahan baku limbah plastik dari domestik. (leo)

Edit Embrio sebelum Masuk Rahim

0
He Jiankui

batampos.co.id – He Jiankui menjadi magnet kuat Second International Summit on Human Genome Editing di University of Hongkong, Rabu (28/11/2018). Sekitar 700 orang memadati auditorium. Di sana He, sang ilmuwan perekayasa genetika, menjadi pembicara utama.

Sekitar sepekan terakhir, He populer. Publik Tiongkok, bahkan masyarakat dunia, membicarakan sosoknya karena kelahiran Lulu dan Nana yang ’’disempurnakan’’ He.

Bayi kembar itu terlahir dari ibu yang menikah dengan ODHA. Ayah Lulu dan Nana mengidap virus HIV. Berkat He, Lulu dan Nana terlahir tanpa mewarisi virus mematikan tersebut.

“Saya merasa bangga. Sangat bangga,’’ kata He sebagaimana dilansir Reuters.

Saat ini staf pengajar pada Southern University of Science and Technology, Shenzhen, Tiongkok, itu menjadi satu-satunya peneliti di dunia yang berani merekayasa DNA calon bayi. Bahkan, dia memaparkannya dalam forum ilmiah di hadapan banyak orang.

He menyatakan, kampus tempatnya mengajar tidak tahu soal penelitian kontroversialnya.

Sebab, sejak awal tahun ini, dia mengambil cuti. Selain itu, dia mendanai penelitian tersebut secara mandiri.

Menurut BBC, ada delapan pasangan suami istri yang mendaftar sebagai relawan untuk penelitian He. Mereka adalah suami pengidap HIV dan istri normal.

Namun, satu pasangan lantas mengundurkan diri. He mengedit gen embrio para relawannya menggunakan teknologi CRISPR-Cas9. Sebelum ditanam ke rahim sang ibu, embrio itu mengalami rekayasa genetik di laboratorium.

He, saat ini, menghentikan percobannya. Ini dilakukan usai ia mendapat kecaman internasional atas prosedur yang sangat kontroversial tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (28/11), Ahli Genetika sekaligus Profesor di Southern University of Science and Technology di Shenzhen, He Jiankui membela karyanya di depan konferensi biomedis di Hongkong. Ia mengatakan, kalau ia telah berhasil mengubah DNA anak perempuan kembar yang lahir dari ayah yang positif HIV.

Jika klaimnya terbukti benar, itu akan menjadi penemuan medis pertama terkait pengubahan DNA.

“Untuk kasus ini, saya merasa bangga. Saya merasa paling bangga,” katanya ketika ditantang oleh beberapa rekan di KTT tentang Human Genome Editing di University of Hongkong.

“Saya harus minta maaf hasil ini bocor secara tidak terduga. Uji klinis dihentikan sementara karena situasi saat ini,” tambahnya.

Kasus ini mendorong perdebatan sengit di kalangan komunitas ilmiah, dengan banyak kekhawatiran tentang kurangnya data terverifikasi dan risiko mengekspos embrio yang sehat untuk mengedit gen.

Prosedur ini merupakan perbaikan potensial untuk mencegah penyakit yang diwariskan tetapi sangat kontroversial karena perubahan akan diwariskan ke generasi mendatang dan akhirnya dapat mempengaruhi seluruh gen. Pengeditan DNA manusia dilarang di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, dan dikontrol ketat di negara lain.

Dalam video yang diunggah minggu ini,ia mengatakan,  dia menggunakan teknologi pengeditan gen yang dikenal sebagai CRISPR-Cas9 untuk mengubah gen embrio gadis kembar yang lahir bulan ini.

Dia mengatakan, ia mengedit gen untuk melindungi gadis kembar itu dari infeksi HIV, virus yang menyebabkan AIDS. Tetapi para ilmuwan dan Pemerintah Tiongkok telah mengecam pekerjaan dan rumah sakit yang terkait persetujuan etisnya telah dipalsukan.

(iml/JPC/sha/c14/hep/jpg)

Saya Muda, Saya Beli Rumah

0

batampos.co.id – Rendahnya pertumbuhan ekonomi di Kepri hingga semester kedua tahun ini dinilai tidak terlalu berdampak pada bisnis properti di Batam. Kalangan pengembang percaya, pasar properti Batam akan tetap stabil bahkan cenderung naik.

“Acuan data dari Bank Indonesia (BI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) selalu jadi referensi buat kami. Jika ada penurunan itu hal yang biasa, karena itu bagian dari koreksi perekonomian,” kata pengusaha properti Batam Robinson Tan di Batam Centre, Rabu (28/11).

Menurutnya, tingkat pertumbuhan ekonomi yang menurun berbanding terbalik dengan pertumbuhan pasar properti.

“Ekonomi turun tidak serta merta menjadikan penjualan properti menurun. Keduanya tidak linier, sehingga efeknya tidak langsung terasa,” paparnya.

Selama penduduk Batam terus bertambah, maka kebutuhan rumah akan terus bertambah.

“Pasar pasti akan naik dan yang membatasinya hanya daya beli yang terbatas,” katanya. Satu lagi tantangan yang harus dihadapi pada tahun 2019 adalah bagaimana cara merayu kaum milenial agar membeli rumah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengatakan hunian bukanlah prioritas kaum milenial saat ini. Saat ini, mereka lebih condong memprioritaskan diri pada jalan-jalan, gadget, dan internet. Kaum milenial ini banyak yang bekerja di bidang informasi dan teknologi (IT).

“Properti menjadi prioritas terakhir. Mereka lebih suka mengontrak karena mobilitas. Padahal jika dilihat dari penghasilan seharusnya mereka mampu menabung dan berinvestasi,” ucapnya.

Dalam setahun, pengembang di Batam bisa melepas produk barunya sebanyak 10 ribu hingga 12 ribu unit properti. Rentang harganya antara Rp 300 juta hingga Rp 700 juta. Dari jumlah tersebut, pembeli dari kalangan milenial masih terbatas.

“Mereka ini punya daya beli, tapi bergeser. Makanya perlu dicarikan solusi termasuk juga solusi dari perbankan. Mengingat mereka ini punya pangsa pasar 30 hingga 40 persen,” paparnya.

ilustrasi

Mekanisme untuk generasi milenial terkait kepemilikan properti juga menjadi perhatian serius lembaga perbankan. Salah satunya yang memberikan atensi adalah Bank Tabungan Negara (BTN) Batam.

Branch Manager Bank BTN Batam Ali Irfan mengaku telah mempersiapkan produk-produk perbankan yang sangat dinamis untuk kalangan milenial. Dan semuanya bisa disesuaikan untuk generasi ini.

Contohnya, kata Irfan, dengan memperpanjang masa tenornya hingga angsurannya yang sangat fleksibel. Intinya, produk ini harus dikemas dalam bentuk yang dinamis untuk kalangan milenial.

“Jadi, sekali lagi hal ini sengaja dilakukan untuk menyiasati hal tersebut. Akan tetapi, tentunya tidak bertabrakan dengan regulasi yang ada,” jelas Ali. (leo)

Lampu Jalan Menuju Galang Minim

0
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan akses dari Jembatan I Barelang menuju arah Galang masih gelap pada malam hari, karena minimnya lampu penerangan. Meski di beberapa titik ruas jalan sudah dipasang lampu penerangan tetapi lampunya sering mati.

Ketua Tanggung Tawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam, Johanes Kennedy me-ngatakan, sebagai destinasi wisata, jalan raya mulai Jembatan I hingga Jembatan VI harusnya terang benderang. Jika memang anggaran tidak bisa dilakukan sekaligus, bisa dilakukan bertahap.

”Kalau yang saya dengar Pemko Batam juga sudah siap untuk membantu penganggaran dana. Tetapi harus kita akui, kawasan pariwisata harus ditunjang dengan berbagai hal, termasuk lampu penerangan. Kalau jalannya bagus tetapi gelap di malam hari sama saja, wisatawan tidak mau berkunjung,” ujarnya.

Menurut Kennedy, saat ini banyak wisatawan yang datang dan pulang dari arah Galang di malam hari. Dan memang keluhan yang paling utama adalah masalah lampu penerangan jalan ini.

”Jadi segala sesuatu harus kita perhatikan untuk pariwisata kita. Batam sangat beruntung punya alam bagus, makanya harus kita kelola sebaik mungkin,” jelasnya.

Ia berharap kepada semua perusahaan-perusahaan besar yang ada di Batam untuk bisa berpartisipasi memajukan pariwisata Batam. Di mana, sektor pariwisata diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.

Sebelumnya, Kennedy juga mengatakan bahwa TSP bersama pemerintah akan membangun dua tempat peristirahatan atau rest area sepanjang Jembatan I hingga Jembatan VI. Ini ditujukan untuk memanjakan para turis ke daerah Galang yang sering kewalahan untuk mencari kamar mandi atau tempat bersantai sebelum sampai ke tempat tujuan.

Selain kamar mandi, nanti rest area ini akan dilengkapi dengan musala, tempat makan, tempat bermain anak, dan parkir.

”Ini semua perlu dilakukan untuk membuat turis aman dan nyaman selama berada di Batam,” terangnya. (ian)

Hasil Survei KPK, Pemprov Kepri Akan Evaluasi Diri

0
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri) dan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2017. Hasilnya, Kepri mendapat nilai 67,59 dari skala tertinggi 100.

Pimpinan KPK RI Basaria Pandjaitan mengungkapkan, tujuan survei tersebut prinsipnya memang membangun integritas daerah guna mencegah perilaku korupsi. Hanya saja, ia menilai daerah yang nilainya rendah terdapat banyak kasus korupsi.

“Apakah ini menjadi ukuran banyaknya korupsi? belum tentu juga, tidak selalu mengarah ke sana,” ucap Basaria, kemarin.

Namun demikian, ia menilai ada hal yang perlu dibenahi, seperti memastikan penerimaan pendapatan negara maupun daerah terlaksana dengan baik dan dikelola secara terbuka. Salah satunya, yang ril ada di depan kita yakni adalah pajak hotel dan restoran.

“Maka dibuat agar perbaikan sistem berbasis teknologi dengan cara membuat secara online yang dihubungkan dengan bank daerah,” imbuh dia.

Gubernur Kepri Nurdi Basirun mengatakan apapun hasil survei ini menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Kepri.

“Ini (hasil survei) jadi bahan evaluasi bagi kami. Kami diwanti-wanti, agar berhati-hati dalam memberikan izin dan pengelolaan keuangan,” imbuh dia.

Menurut mantan Bupati Karimun ini, pihaknya tentu akan melakukan peningkatan pengawasan agar hasil yang kurang memuaskan dari survei tidak benar terjadi di penyelenggaraan kepemerintaha Kepri.

“Kami juga tadi diingatkan, harus tekankan keterbukaan (baik pendapatan maupun belanja), antisipasinya melalui pengelolaan keuangan berbasis eletronik,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan KPK meliputi budaya antikorupsi, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan anggaran, dan sistem antikorupsi. Adapun hasil survei mengenai persepsi suap/gratifikasi dalam promosi dan mutasi, Kepri berada diurutan keempat. Yakni sebanyak 45 persen Pegawai Pemprov Kepri mempercayai bahwa suap/gratifikasi mempengaruhi kebijakan karir diinstansinya.

Berikutnya tentang pengalaman suap/gratifikasi dalam promosi dan mutasi, Provinsi Kepri berada kedua. Karena 11 persen pegawai Pemprov Kepri melihat atau mendengar suap/gratifikasi kebijakan karir dengan kecenderungan meningkat. Kemudian
persepsi perlindungan pelapor berada diurutan ketiga. Adapun hasil surveinya adalah sebanyak 33 persen Responden Pegawai Pemprov Kepri cenderung tidak percaya bahwa setiap pegawai yang melaporkan adanya praktik korupsi tidak akan dikucilkan, tidak
akan diberi sanksi, karirnya tidak akan dihambat, dan sejenisnya.

Selanjutnya adalah persepsi terhadap Markup Anggaran, Pemprov Kepri berada pada peringkat ketujuh. Sebanyak 25 persen responden Pegawai Pemprov Kepri percaya bahwa terdapat markup anggaran diinstansinya. Sedangkan mengenai pengalaman penyelewengan perjalanan dinas, Pemprov Kepri berada diurutan ketiga. Sebanyak 23 persen responden Pegawai Pemprov Kepri pernah melihat atau mendengar Pegawai di unit kerja melakukan perjalanan dinas fiktif, atau membuat kwitansi hotel fiktif atau biaya transportasi fiktif.

Sementara itu, prihal pengalaman pegawai terkait kecenderungan penyalahgunaan wewenang oleh atasan, Pemprov Kepri berada diurutan teratas. Karena KPK menilai, Pemprov Kepri tertinggi terkait persentase pegawai yang pernah melihat/mendengar atasan memberikan perintah melanggar aturan. (iza)

Januari 2019, Batam Terapkan e-Parking

0

batampos.co.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam Alexander Banik menegaskan, sistem parkir elektronik atau e-Parking akan diterapkan pada awal tahun depan atau Januari 2019. Untuk penerapan tahap awal, akan ditempatkan di 100 titik parkir yang berada di kawasan Batam Kota dan Nagoya. E-parking sendiri akan diprioritaskan pada kawasan ruko perniagaan serta kompleks perkantoran.

”Untuk penandatanganan kerja samanya atau MoU antara e-Parking Dishub Batam dengan pihak operator yakni Telkomsel, sudah berjalan terkait penggunaan t-Cash-nya. Namun, nanti masih harus ada turunan-turunan lagi setelah MoU, yakni berupa perjanjian kerja sama (PKS),” ujar Alexander Banik, Rabu (28/11/2018).

Pada perjanjian kerja sama sendiri, ada beberapa tahap. Tahap pertama, kata Alex, perjanjian kerja sama untuk menghubungkan atau mengintegrasikan antara e-Parking Batam dengan T-Cash Telkomsel.

”Setelah terintegrasi, nantinya baru kami uji cobakan untuk melihat ada tidaknya kendala di sistem e-Parking. Sebab itu kan sudah ada aturannya terkait hak atas kekayaan intelektualnya se-perti sistem pembayarannya,” terangnya.

E-Parking sendiri, lanjutnya, tak bisa dilakukan langsung atau dalam waktu singkat. Sebab, sistemnya harus diunggah dulu ke playstore ataupun iOS untuk menghindari ada-nya kerusakan sistem.

Ia menjelaskan, aplikasi e-Parking nantinya akan ada tiga. Pertama, aplikasi yang diunduh melalui playstore, merupakan aplikasi untuk masyarakat selaku pengguna. Kedua, aplikasi khusus untuk jukirnya sendiri yang tak boleh dicampur dengan aplikasi pengguna.

”Terakhir, aplikasi untuk Dishub yang berfungsi me-ngontrol jukir dan masyarakat selaku pengguna. Setelah nanti kami buat PKS-nya, diperbaiki sistemnya, semuanya terupdate, baru e-Parking itu bisa diunggah di playstore maupun iOS. Selanjutnya, masyarakat bisa mengunduh aplikasi itu,” katanya.

E-Parking juga akan diujicobakan pada pertengahan Desember. Menurut Alex, hal itu sekalian digunakan sebagai ajang mensosialisasikan sistem e-Parking ke masyarakat.

Juru parkir di Komplek Ruko Tunas Regency, Sagulung memungut uang parkir dari pengemudi mobil, Jumat (23/11). F Dalil Harahap/Batam Pos

”Itupun nanti dari Telkomsel juga akan membantu mensosialisasikan penerapan e-Parking ke masyarakat. Jadi, tak hanya kami dari Dishub sendiri yang akan mensosialisasikan e-Parking,” ujarnya.

Masih kata Alex, e-Parking dulunya belum bisa diterapkan, karena kendalanya ada di payment gateway yang harus ada izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Sementara sistem pembayaran e-Parking melalui T-Cash, tak hanya untuk operator seluler Telkomsel saja. Operator seluler lainnya juga sudah bisa.

”Mau pakai kartu seluler apapun, sudah bisa men-download T-Cash. Tentunya pada e-Parking sendiri nilai yang diterapkan untuk jasa pakir, tetap sama dengan parkir manual seperti yang sudah ada saat ini karena sudah diatur dalam Perda Parkir, yakni sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2 ribu,” terangnya.

Dishub Batam juga akan membuat analisis terkait animo masyarakat terhadap penerapan e-Parking.

Sebab, kata dia, biasanya masyarakat tak suka dengan hal yang ribet. Sebaliknya, pada e-Parking sendiri, untuk bisa digunakan, masyarakat pengguna harus terlebih dahulu mendaftarkan identitas diri pada aplikasi e-Parking atau T-Cash-nya.

”Kami terapkan e-Parking ini, tujuan utamanya adalah untuk mencegah dan meminimalisir tingkat kebocoran perparkiran di Batam. Soal target, kami realistis saja, 50 persen tercapai pendapatan dari jumlah titik e-Parking sudah bagus sekali. Kalau keinginan kami sendiri 100 e-Parking bisa berjalan lancar,” tegas Alexander. (iza)

Beli Tiket Pelni Wajib Bawa KTP

0

batampos.co.id – Tiga pekan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, loket penjualan tiket di kantor PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam di Sekupang, terus dipadati calon penumpang yang ingin membeli tiket mudik. Tidak sedikit calon penumpang rela antre sejak pagi dan berdesakan agar bisa mendapatkan tiket pulang kampung.

Padahal, Pelni sudah menyediakan akses lain untuk mendapatkan tiket seperti via online, dan call center.

Hilda, 48, warga Tanjunguncang misalnya, datang bersama suami dan satu anaknya antre di kantor Pelni sejak pukul 07.00 WIB, kemarin. Mereka datang pagi-pagi karena takut kehabisan tiket untuk keberangkatan tanggal 20 Desember tujuan Tanjungpriok.

”Takut kehabisan (tiket, red) mas. Makanya saya datang lebih pagi,” ujarnya saat antre membeli tiket.

Di tengah kepadatan antrean, ada beberapa orang yang menawarkan jasa untuk membantu membelikan tiket dengan harga lebih mahal. Namun, Manager Operasional PT Pelni cabang Batam Dicky Dermawandi menegaskan, pihaknya tidak memberi akses lagi untuk calo dalam pembelian tiket.

”Calon penumpang yang ingin membeli tiket harus datang langsung dan wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli atau kartu keluarga (KK) saat pembelian. Kita mencocokkan nama penumpang dengan tiket, juga agar manifes tertib. Kita tidak tolerir calo, tidak terima saat membeli tiket di loket,” tegas Dicky.

Selain itu, lanjut Dicky, pihak Pelni juga akan menyiapkan 10 bus untuk transportasi dari pelabuhan menuju kapal saat mudik Natal mendatang. Dicky mengatakan, saat ini penumpang masih diberangkatkan dari Pelabuhan Batuampar.

Untuk kenyamanan penumpang, pihaknya sudah menggelar berbagai persiapan seperti penjualan tiket hingga mobilisasi calon pemudik nanti.

”Semua sudah siap, tinggal arus mudik nanti saja lagi,” sebutnya.

80 Persen Tiket Pesawat H-7 Natal Sudah Dipesan

Sementara itu, untuk tiket angkutan udara berbiaya rendah (low cost) sudah banyak dipesan. Pihak maskapai Citilink mengaku terhitung H-7 Natal serta Tahun Baru, sebanyak 80 persen tiket sudah dipesan ke berbagai rute. ”Rute yang sudah mulai full itu, Batam ke Pekanbaru, Padang, Medan, Jakarta, Surabaya,” kata District Sales Manager Area Kepri, Titien Harahap, Rabu (28/11).

Ia mengatakan jumlah tiket yang tersedia akan terus menipis, karena setiap harinya pemesanan cukup tinggi. ”Biasanya itu, bila pesan di H-7 tiket yang tersedia sudah tidak ada lagi alias full booking,” ungkapnya.

Apakah ada penambahan penerbangan? Titien menuturkan hingga kini belum ada rencana penambahan penerbangan.

”Belum ada (penambahan penerbangan, red). Kami masih memantau permintaan masyarakat,” ucapnya. Dia juga mengakui harga tiket terus merangkak naik. Bahkan ke beberapa daerah tiket pesawat sudah dijual di atas Rp 800 ribu.

”Kalau mendekati hari H, sudah berada di ambang batas atas,” jelasnya.

Peningkatkan pemesanan tiket pesawat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru juga diakui Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso. Ia mengatakan maskapai berbiaya rendah menjadi pilihan masya-rakat. Pemesanan tiket tidak hanya dari Batam ke beberapa daerah lainnya di Indonesia saja. Tapi rute penerbangan ke Batam juga tinggi.

”Bukan hanya arus berangkat saja, tapi arus datang. Sudah banyak full booking seperti dari Jakarta, Bandung,” ungkapnya.(cr2/yui/ska)