Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11798

Suami-Istri dan Dua Orang Anak Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Rumah Mereka

0
Kondisi korban saat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)

x.batampos.co.id – Satu keluarga ditemukan tewas. Di tubuh mereka ditemukan luka tembak, Rabu (24/10).

Mereka terdiri atas empat orang. Adalah Fransiskus Xaverius Ong, 45, Margareth Lentin Liana, 43, Rafael Fransiskus, 18, dan Kathlyn Fransiskus, 11.

Mereka tinggal di Perumahan Vila Kebon Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel)

Berdasarkan informasi, keempat jenazah pertama kali ditemukan sang pembantu rumah tangga bernama Nanang, 42. Pada pukul 06.00 WIB, Nanang berniat membangun majikannya. Namun, keempat anggota keluarga sudah ditemukan tewas di kamarnya masing-masing.

“Anak korban ditemukan tertelungkup di kamarnya. Sedangkan ayah dan ibunya tewas di kamar atas,” kata Nanang saat ditemui di lokasi kejadian.

Seekor anjing kesayangan keluarga tersebut juga ditemukan mati. Nanang mengaku tidak mengetahui penyebab kematian majikannya. Sebelumnya, sang majikan juga tidak pernah cerita kepada dirinya kalau punya masalah. “Saya bekerja di sini sudah dua bulan,” singkatnya.

Sementara itu, tetangga korban, Firmansyah, 42, mengaku sempat bertemu korban pada Selasa (23/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Selama bertetangga, tidak ada cerita berat yang diceritakan korban. “Semua tampak baik-baik saja. Bahkan saat kejadian juga tidak terdengar ada kegaduhan,” tuturnya.

Polisi memastikan penyebab satu keluarga tewas di Palembang merupakan kasus bunuh diri. Hal tersebut berdasarkan penyelidikan Pusat Laboratorium Forensi (Puslabfor) cabang Palembang, Kamis (25/10/2018).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, kronologi kematian satu keluarga berawal dari keretakan rumah tangga. Margareth yang merupakan istri Fransiskus meminta cerai, sehingga sering terjadi keributan antar suami istri.

“Ini berdasarkan keterangan dari pembantu rumah tangga korban,” kata Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (25/10).

Fransiskus diduga sudah merencanakan aksi bunuh diri tersebut. Terbukti, Fransiskus mematikan CCTV pada pukul 14.30 WIB, dengan tujuan aksinya tidak terpantau.

Kemudian, Fransiskus sempat memanggil semua pekerja di rumahnya untuk berkumpul. Fransiskus pun bertanya kepada pekerja sudah berapa lama bekerja di rumahnya.

Korban sempat memberikan uang kepada dua pembantunya. Selain itu, dia memberikan cincin kepada penjaga burung dan lain sebagainya.

“Ini menjadi tanda-tanda sebelum Fransiskus nekad melakukan aksinya,” ujar jenderal bintang dua tersebut.

Menurut Kapolda, pertama kali yang ditembak yakni istrinya Margareth. Setelah menembak, Fransiskus keluar dari kamar untuk merokok, minum kopi, serta sempat main piano.

Terbukti saat olah TKP ditemukan bekas rokok dengan bercak darah. Ini membuktikan, Fransiskus sempat berpikir dahulu sebelum menghabisi anaknya

Kemudian, Fransiskus pun naik ke atas ke kamar dua anaknya yang terpisah. Fransiskus lalu menembak kedua anaknya hingga tewas.

Setelah itu, dia membunuh kedua anjingnya Snowy dan Choky. Akhirnya, Fransiskus pun bunuh diri dengan menembakan pistol di kepalanya dan akhirnya tewas di kamar tepat di samping istrinya.

“Dari hasil puslabfor ditemukan beberapa bukti bahwa ini dilakukan oleh Fransiskus dan sejumlah tanda-tanda. Jadi kami memastikan kasus ini adalah kasus bunuh diri,” tutupnya.(lim/JPC)

Pak Menteri Setuju Jembatan Batam – Bintan segera Dibangun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jembatan Batam – Bintan di depan mata. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, ia sudah menerima detail rencana pembangunan jembatan ini dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Ia juga sudah mendapat penjelasan dari pihak terkait bagaimana nantinya peran jembatan Batam-Bintan (Babin), dalam mendukung mobilisasi industri di kedua daerah.

“Saya tanya soal jembatan ini (Babin) kepada BP (Badan Pengusahaan) Batam, ternyata dibutuhkan. Sudah dilaporkan Presiden. Pada tataran kebijakan, akan kita bangun,” kata Basuki dalam kunjungan kerjanya di Batam, ditemui di Aston Hotel, Batam pada Kamis (25/10/2018).

Terkait pelaksanaan pembangunannya sendiri, Basuki menjelaskan bahwa lebih dulu akan melakukan studi guna memastikan titik terbaik berdirinya jembatan ini. Proses studinya sendiri akan mulai dilakukan pada 2019 mendatang. Sehingga pembangunan jembatan ini diharapkan bisa segera terealisasi.

Proses penelitian diakui Basuki memang dibutuhkan secara detail, untuk rencana kontruksi jembatan ke depan. Karena ukuran dan panjang jembatan, serta lintasan laut yang dilewati terbilang cukup besar.

“Ini jembatan besar, jadi penelitian harus detail,” kata Basuki lagi.

Terkait dengan pembangunan, rencananya akan dilakukan melalui konsorsium perusahaan, mulai dari Pelindo, Panbil Group, China Communication Construction Company (CCCC) Limited yang berasal dari Tiongkok.

Sebelumnya, Anggota II Deputi Bidang Pengembangan BP Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan, studi ini akan memakan waktu lebih banyak, karena harus melakukan studi kondisi kedalaman laut dan struktur tanahnya, untuk membuat DED.

Pada prosesnya sendiri, jembatan ini harus bisa mengakomodir tidak hanya sebatas konektivitas transportasi massa, lebih dari itu harus ada jalur khusus untuk pergerakan barang, dan khusus untuk pergerakan sistem lainnya. Dimana di dalamnnya juga ada utilitas untuk saluran gas, air, listrik, telepon dan sebagainya.

Lebih jauh, Yusmar menjelaskan perlu dipertimbangkan konsep pembangunan Batam dan Bintan kedepan. Dimana saat ini Batam berbenah sebagai pusat logistik, dengan dukungan pelabuhan, bandara dan ekonomi digitalnya. Maka Bintan bisa menjadi kawasan produksi produk-produk industri.

(bbi/JPC)

Pemko Batam Buka Pendaftaran Direksi BUP

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuka pendaftaran seleksi Calon Direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Batam Indonesia Periode Tahun 2018-2023. Pendaftaran dimulai tanggal 22 Oktober 2018 dan ditutup pada tanggal 31 Oktober 2018 oleh Tim Seleksi Calon Direksi BUP PT Pelabuhan Batam Indonesia Kota Batam.

Sekretaris Tim Seleksi Calon Direksi BUP PT Pelabuhan Batam Indonesia Periode Tahun 2018-2023, Zurniati mengatakan seleksi terbuka Calon Direktur merupakan yang ke tiga kali atau terakhir. Sebelumnya sudah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tanggal 23 Maret 2018.

“Seleksi ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah,” kata Zurniati, Rabu (24/10).

Terkait ketentuan umum untuk mengikuti seleksi, calon harus memiliki KTP, SKCK serta ketentuan Batas usia terhitung bulan Oktober 2018 serendah-rendahnya 35 tahun dan setinggi-tingginya tahun. Pendidikan berijazah paling rendah S1 dan pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim.

Berkas kelengkapan administrasi di scan menggunakan format pdf selanjutnya disampaikan ke Tim Seleksi Calon Direksi Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Batam Indonesia Periode 2018-2023 melalui email [email protected].

Berkas juga dikirim ke panitia seleksi dengan melampirkan surat lamaran yang ditulis tangan dan ditandatangani bertinta biru bermaterai Rp 6.000 dan ditujukan kepada Walikota Batam.

Tim Seleksi Calon Direksi Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Batam Indonesia. Selanjutnya menandatangani pakta integritas diatas materai Rp 6.000, melampirkan pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar dengan latar merah, daftar riwayat hidup (formulir III), Foto Copy (FC) akte kelahiran, FC KTP, FC NPWP, FC SPT Tahun terakhir, FC Ijazah dan transkrip nilai terakhir yang ditandatangani oleh pejabat berwenang.

“Paling lambat tanggal 31 Oktober 2018 Pukul 16.00 WIB berkas persyaratan kami terima,” tuturnya.

Surat lamaran beserta lampiran tersebut dikirim melalui pos paling lambat tanggal 31 Oktober stempel pos atau diantar langsung ke Sekretariat Tim Seleksi dengan Alamat Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kota Batam di Kantor Walikota Batam Lantai II dan diterima tim seleksi.

“Bagi yang terlambat akan dinyatakan gugur mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” jelas Zurniati.

Tahapan tes yang akan dilalui peserta yakni Seleksi Administrasi, Tes tertulis, Assessment dan Wawancara Kompetensi Seleksi Penulisan Makalah, Presentasi dan Wawancara Teknis. Untuk mendapatkan calon direktur, menurutnya Pemko Batam melalui Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kota Batam membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pelamar.

“Hasil seleksi administrasi dan pendaftaran ulang akan diumumkan pada 1 November 2018. Pengumuman hasil akhir 14 November, penetapan calon direktur 15 November dan persiapan pelantikan pada 19 November 2018,” tutup Zurniati. (rng)

Disperindag Pemko Batam Susun Langkah Penertiban Pasar Induk

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Batam tengah menyusun langkah-langkah untuk penertiban pedagang di Pasar Induk Jodoh. Sebab, penggaran untuk bangunan baru gedung pasar Induk sedang dalam proses.

Kadis Perindag Kota Batam, Zarefriadi mengatakan penertiban pasar induk harus segera dilakukan. Sebab, rapat yang sudah sekian kali digelar tak juga menemukan hasil.

“Anggaran pembangunan sedang proses, karena itu penertiban harus segera dilakukan. Beberapa kali rapat, tetap tak ada hasil,” ujar Zaref.

Menurut dia, pemerintah sudah memberi alternatif terbaik bagi para pedagang. Permintaan pedagang pasar induk yang ingin difasilitasi lahan lain tak bisa dipenuhi. Sebab, pemerintah kota Batam tak memiliki lahan. Mereka juga tak punya anggaran untuk membantu.

“Karena tak ada lahan dan anggaran kami minta bantuan dari pihak ketiga. Sekarang kios sementara sudah selesai, tinggal pedagang pindah ke sana,” imbuh Zaref.

Dikatakanya, langkah-langkah untuk penertiban tengah disusun. Pihaknya berharap penertiban bisa segera dilakukan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim terpadu.

“Kami masih menyusun langkah, yang pasti penertiban harus segera dilakukan. Kalau bisa secepatnya, karena memang tak ada jalan lain,” Zaref.

Sementara, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari tengah menunggu keputusan dari Disperindag kapan waktu penertiban. Namun ia sempat mendengar sudah ada koordinasi dengan seluruh tim terpadu mengenai penertiban.

“Tinggal info dari kepolisian saja, berapa personil yang dikirim untuk membantu penertiban,” ujar Imam.

Bahkan menurut dia, satu-satunya jalan untuk penertiban pedagang kaki lima di Jodoh yakni dengan relokasi di pasar induk. Namun sayang, sampai saat ini pasar induk tak juga dibangun, sehingga pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan di Tos 3000 belum bisa direlokasi. (she)

Dishub Minta Masyarakat Tak Jadikan Halte Sebagai Pangkalan

0
Calon penumpang bus Trans Batam saat menunggu di Halte bus Batamcenter. Bus Trans Batam menjadi salah satu sarana angkutan umum warga Batam. F cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam meminta masyarakat tidak menjadikan halte sebagai pangkalan ojek maupun angkutan umum. Karena dapat menganggu kelancaran mobilitas bus Trans Batam serta masyarakat

“Saya imbau agar jangan jadikan halte Trans Batam menjadi tempat mangkal,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Effendi, Rabu (24/10).

Tidak hanya menganggu kelancaran mobilitas Trans Batam, tindakan tersebut juga merusak estetika di halte. Rustam mengatakan sudah mendengar keluhan masyarakat terkait beberapa halte dijadikan pangkalan.

“Apabila nanti saat kami temukan dilapangan, akan kami tindak. Jadi saya meminta ke saudara-saudara kita pengendara taksi, ojek. Janganlah parkir di area halte Trans Batam,” ucap Rustam.

Taufik, warga Tiban Indah mengatakan kesal karena ada kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan halte Trans Batam. “Kadang mobil Trans Batam tak bisa berhenti di halte, agak jauh dikit. Terpaksa penumpang jalan, beberapa kali saya temui hal ini,” ucapnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar dapat menertibkan hal ini. “Kalau ditegur, orangnya malah marah. Semoga ditindak saja yang seperti itu, menganggu kenyamanan,” ungkapnya. (ska)

Disduk Cetak e-KTP Korban Kebakaran

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencetak dan menyerahkan e-KTP milik korban kebakaran di Ruli Tiban I, Sekupang, Rabu (24/10).

“Warga yang sudah punya e-KTP Batam bisa langsung diproses ditempat,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar usai menyerahkan e-KTP warga.

Ia menyebutkan satu unit mobil Disdukcapil disiagakan demi mempercepat proses administrasi kependudukan milik warga. “Mobil ini khusus untuk mencetak saja. Warga yang sudah mendaftarkan diri memiliki e-KTP Batam tinggal kami lacak NIKnya. Setelah sesuai langsung kami cetak,” ujarnya.

Said menjelaskan ada dua lokasi kebakaran yang akan mendapatkan pelayanan jemput bola ini. Pertama korban kebakaran di Tiban I dan yang kedua berada di Bengkong. Disduk akan membantu menerbitkan kembali e-KTP, Kartu Keluarga hingga akta milik korban.

“Semua tengah kami data. Kalau e-KTP langsung jadi sedangkan KK dan Akta menunggu dulu karena cetaknya di kantor,” ujarnya.

Sai mengharapkab percepatan penerbitan dokumen ini bisa membantu meringankan bebab warga korban kebakaran. Sebagai dinas yang membawahi urusan dokumen kependudukan tentu penyelesaian milik korban kebaran merupakan salah satu prioritas saat ini.

“Hari ini (kemarin, red) kami data yang di sana. Besoknya langsung terjun untuk pencetakan dokumen,” tambahnya.

Siti, 27, salah seorang korban kebakaran di Ruli Tiban I menuturkan seluruh dokumen kependudukan milik dia dan keluarga tidak bisa diselamatkan dari kebakaran. Ia sangat bersyukur adanya layanan dari Disdukcapil ini.

“Alhamdulillah jadi tak perlu ke sana lagi untuk urus. Tinggal kartu BPJS lagi yang belum. Semoga mereka juga mau bantu cetakan di sini,” ungkapnya.(yui)

BP Batam akan Hidupkan Kembali BLK Batuaji

0
Balai Latihan Kerja (BLK) di Sagulung
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk meningkatkan kompetensi dari kalangan pekerja di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) Batuaji yang saat ini terbengkalai.

“Karena merupakan aset negara, maka kami sudah koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapatkan persetujuan,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam Dendi Gustinandar, Rabu (24/10/2018).

Sembari menunggu persetujuan, BP akan menyusun konsep pengelolaan BLK Batuaji. BLK ini direncanakan aktif untuk meningkatkan kompetensi para pekerja di Batam.

Kompetensi menjadi sangat penting karena saat ini perusahaan industri di Batam sangat mengutamakannya dalam mencari pekerja.

“Makanya kami masih fokus terhadap penyusunan konsep kelola BLK dengan format-format yang tepat. Sehingga BLK ini ada fungsinya bagi masyarakat Batam,” katanya lagi.

Sedangkan mengenai yayasan yang mengelola BLK, Dendi tak mau menjawabnya. Karena yayasan yang mengurusnya bukan hanya dari BP Batam saja, tapi ada juga yayasan dari Pemko Batam.

“Dulu memang dikembangkan yayasan. Tapi kalau aset BLK ini punya negara. Mengenai yayasan kami tak ikut campur,” paparnya.

BLK Batuaji ini sejak dulu bermasalah terkait legalitasnya. Karena sampai saat ini pengelolaan masih atas nama Yayasan Karya Bangsa dan masih menunggu proses pembubaran para pengurusnya.

Sekarang banyak gedung-gedung BLK ini yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Kondisinya sangat mengenaskan sehingga butuh banyak perbaikan.(leo)

Guru Dilatih Lebih Produktif

0

batampos.co.id – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik (P4TK BBL) Medan mengelar pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) pada guru SMK produktif di Batam.

Diklat ini merupakan prog-ram nasional untuk meningkatkan kompetensi bagi guru SMK se-Indonesia yang digelar Dirjen Guru dan Tenaga Pengajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) RI. Selain menyelenggarakan diklat P4TK BBL Medan merupakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) yang ditunjuk oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menguji guru-guru yang ikut diklat tersebut.

”Ini dilakukan serentak se-Indonesia dan P4TK Medan menangani 11 provinsi se-Indonesia termasuk Kepri ini,” ujar Asesor P4TK Medan Mian Siahaan di SMKN I Batam, Rabu (24/10).

Untuk Kepri pelatihan ini dipusatkan di SMKN I Batam sebagai SMK pusat belajar yang terpilih. Pelatihan ini sudah berlangsung sejak awal bulan lalu melalui tiga tahap. Tahap pertama sudah dilaksanakan pada 8 sampai 22 Oktober lalu untuk bidang otomasi industri. Tahap ke-dua sedang berlangsung dimulai minggu kemarin untuk bidang bidang kompetensi keahlian teknik elektronika industri. Peserta tahap kedua 11 orang dari SMKN 1, 3, dan 5 Batam serta SMK Teladan dan Hang Nadim.

”Tahap ketiga nanti tanggal 26-29 November dengan keahlian yang berbeda lagi,” sebut Mian.

Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru kejuruan yang memenuhi kualifikasi sesuai skema kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI) level IV.

”Ini untuk membekali guru kejuruan sehingga mampu menjadi guru yang profesional di SMK yang mengantongi sertifikasi kompetensi keahlian dari LSP-P2 sesuai skema KKNI ,” ujar Mian.

Kepsek SMKN I Batam Lea Lindrawijaya melalui humasnya Junaidi berharap pelatihan ini bermanfaat bagi tenaga pengajar yang jadi peserta pelatihan.

”Kami juga bersyukur sebab, SMKN I terpilih sebagai pusat kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa SMKN I Batam dipandang sebagai sekolah kejuruan yang baik,” ujarnya.(eja)

KPU Batam Hapus Ribuan Data Ganda

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam fokus menghapus data ganda jelang digelarnya pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPHP-1) yang masih masih berlangsung hingga akhir Oktober ini.

Komisioner KPU Batam, Sudarmadi mengatakan tim saat ini masih mencermati puluhan ribu data ganda yang di Batam dan luar Batam. Penghapusan data ganda ini ditergetkan bisa selesai sebelum pleno 11 November mendatang.

“Masih lanjut pencermatan data ganda. Ribuan data ganda sudah dihapus agar dapat hasil DPT rilnya,” kata dia, Rabu (24/10).

Ia menyebutkan masih ada waktu kurang lebih selama satu minggu ke depan untuk menuntaskan data ganda baik antar TPS, Kelurahan, Kecamatan hingga antar provinsi.

“Yang ganda langsung kami hapus. Berapa totalnya masih direkap. Akhir bulan ini baru bisa terlihat angkanya,” sebut pria yang pernah menggeluti dunia pendidikan ini.

Selain data ganta, saat ini tim juga tengah menginput data pemilih yang baru mendaftarkan diri mereka di posko yang ada di masing-masing kelurahan. Ada 64 posko yang dibuka untuk menjaring warga yang belum terdaftar sebagai pemilih.

“Sudah ribuan jumlahnya. Mereka sangat proaktif mendaftarkan diri karena ingin menggunakan hak pilihnya April mendatang,” jelang Sudarmadi.

Pleno penetapan DPT Batam akan digelar 11 November mendatang. Proses input dan penghapusan data ganda paling lambat dilakukan hingga 28 Oktober mendatang.

Ia berharap proses yang dilakukan saat ini benar-benar bisa menghasilkan DPT yang sempurna. Dan permasalahan sepertu data ganda dan banyaknya warga yang belum terdaftar bisa terselesaikan.

“Ya mudah-mudahan tak ada masalah lagi setelah finalisasi DPT ini,” harapnya.(yui)

Jual Produk Kecantikan Tak Berizin, Egga Jadi Terdakwa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Egga harus duduk di kursi terdakwa. Pria bergelar Sarjana Komputer itu harus menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam akibat memasarkan produk kecantikan tak memiliki izin edar.

Dalam sidangnya beragendakan pemeriksaan saksi, Rabu (24/10), jaksa penuntut umum (JPU) Samuel Pangaribuan menghadirkan dua saksi penangkap Richard dan Rinaldi yang merupakan anggota kepolisian.

”Kami mendalami informasi yang diterima terkait terdakwa, yang mengedarkan produk tanpa izin edar dari Badan POM RI melalui media sosial,” ujar saksi Richard, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Chandra, Redite Ike dan Hera Polosia.

Pihaknya, melakukan undercover buying terhadap terdakwa dengan cara memesan Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel sebanyak 50 kotak (12 pcs per kotak) melalui pesan singkat WhatsApp, sebagaimana tertera di Instagram terdakwa, 1 Juni lalu. Harga yang disepakati Rp 50 ribu per kotak.

”Saat akan dilakukan transaksi di pinggir jalan depan Ruko Mega Legenda, Batam Kota, kami langsung menggeledah barang bawaan terdakwa yang ada di mobil pribadinya,” terang saksi.

Barang itu berupa, 622 pcs Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel 92%, 12 pcs Nature Republic Aloe Vera Foam Cleanser, 3 sachet Nature Republic Real Nature Ask Sheet Greentea, 2 botol Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel Mist.

”Kesemuanya itu menjadi barang bukti termasuk mobil Fortuner dan ponsel yang terdakwa gunakan untuk memasarkan produk tersebut,” jelas kedua saksi.

Berdasarkan surat Nomor:IC.01.01.95.06.18.3072 tanggal 08 Juni 2018 dari Balai Pengawas Obat dan Makanan di Batam tentang pemeriksaan izin edar sediaan farmasi menyatakan, sesuai database Badan POM barang bukti yang disita dari terdakwa tidak mencantumkan nama pendaftar (importir) dan tidak mencantumkan nomor izin edar dari Badan POM RI.

Terhadap keterangan kedua saksi, terdakwa tidak membantah keterangan tersebut.
Selanjutnya majelis hakim kembali menunda persidangan terdakwa hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (nji)