Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11799

Akses Jalan SMPN 35 Sagulung mulai Dibuka

0

batampos.co.id – Akses jalan masuk menuju SMPN 35 Batam di Tembesi mulai dibuka. Pengerjaan dimulai dari samping kantor Camat Sagulung. Akses jalan baru tersebut lewat depan SMPN 35 dan tembus jalan depan perumahan Phoenix Garden.

Pantauan di lapangan pengerjaan sedang digesah. Untuk pengerasan sudah hampir selesai, sehingga pengerjaan dilanjutkan dengan semenisasi. Semenisasi juga sudah berjalan separuh persisnya dari simpang perumahan Puteri Hijau atau samping kantor camat Sagulung hingga ke tikungan ujung sebelum SMPN 35. Dua unit alat berat masih bekerja menyelesaikan pengerasan jalan pada bagian ujung jalan depan perumahan Phoenix Garden dan juga membuka saluran drainase jalan.

“Pengerasan sudah selesai, tinggal semenisasi. Kalau tak hujan awal bulan sudah bisa rampung, ” ujar Agus, seorang pekerja.

Lebar akses jalan baru itu row 50 meter sehingga dapat dipergunakan sebagai jalur alternatif untuk warga Puteri Hijau dan sekitarnya untuk keluar dan masuk dari jalan utama.

Kasi Trantib Kecamatan Sagulung Jammil, sebelumnya mengakui pembukaan akses jalan baru itu untuk mempermudah siswa dan tenaga pengajar SMPN 35 yang selama ini harus numpang jalan pemukiman.

“Kasihan anak-anak kita di SMPN 35 itu. Tak ada akses jalan mereka. Kalau hujan harus becek-becekan,” ujar Jammil.

Pembukan akses jalan baru itu diakui Jammil terdiri dari dua tahap. Tahap pertama pembukaan jalan row 50 meter depan SMPN 35.

“Tahap selanjutnya nanti tembus jalan Trans Barelang. Pengerjaan bertahap,” ujar Jammil saat menetibkan bangunan liar diatas row jalan baru itu, Jumat (21/9) lalu.

Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonformasi menyambut baik pembukaan akses jalan baru itu. Sagulung sebagai kecamatan dengan penduduk terpadat butuh banyak akses jalan seperti itu untuk mempermudah aktifitas masyarakat.

“Ada satu lagi yang kami perjuangkan yakni dari simpang Tahu Sumedang (depan ruko air mas jaln R Suprapto) tembus SMPN 21 kaveling Nato. Tapi untuk saat ini masih fokus ke SMPN 35 dulu. Butuh memang akses jalan seperti ini sehingga mempermudah masyarakat,” kata Reza.

Kepada pihak pengerja, Reza berharap agar proyek pembukaan akses jalan baru itu segera dirampung sehingga akses jalam segera dipergunakan masyarakatnya. “Harapan saya juga dikerjakan dengan baik, perhatikan sistem drainase sehingga jalan itu nanti benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Reza. (eja)

Suplai BBM ke Pulau Laut, Natuna, Terputus

0

x.batampos.co.id – Pasca insiden terbakarnya pompong pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di pelabuhan Selat Lampa, Selasa (24/10) kemarin, menyebabkan suplai BBM jenis solar dan premium untuk SPBU nelayan satu harga di Pulau Laut terputus. Nelayan terancam tidak melaut untuk sementara waktu.

Sejauh ini tidak terdapat pihak yang menjamin kapal BBM unutk SPBU nelayan satu harga ini akan disalurkan kembali. Pasalnya menurut berbagai pihak, tidak ada asurasi akibat kecelakaan tersebut. Bahkan menelan korban jiwa, kerugian ditanggung pihak masing-masing.

Kepala Bagian Migas Pemkab Natuna Faisal Firman mengatakan, belum menerima informasi kapan suplai BBM untuk SPBU nelayan disuplai kembali. Menurutnya tidak terdapat asuransi akibat kerugian materil dan korban jiwa tersebut.

“Kecelakaan itu tidak ada asuransinya. Saya masih berkoordinasi kapan disalurkan kembali. Tentu pihak SPBU merugi, karena BBM ludes terbakar, apakah bisa diganti pertamina atau menjadi kerugian SPBU,” katanya, Rabu (24/10).

Diakuinya, kapal pengangkut BBM untuk suplai SPBU nelayan satu harga tersebut tidak layak dioperasikan. Tidak memenuhi standar keselamatan bekerja, dalam kondisi riskan akan kebakaran. Pemerintah Daerah sudah pernah menyampaikan kepada Menko Maritim pentingnya kapal yang layak untuk transportasi khusus mengangkut BBM ke pulau-pulau.

Menurutnya, SPBU nelayan satu harga masih tanggung jawab Presiden. Sejauh ini transportasi untuk suplai BBM di pulau-pulau tidak tanggung jawab pertamina. Mudah-mudahan setelah kejadian ini mendapat respon dari pemerintah pusat.

“Memang kapal pengangkut BBM di pulau-pulau di Natuna tidak layak, tidak standar pertamina dan sesuai ketentuan keselamatan kerja,” kata Faisal.

Sementara Camat Pulau Laut Sudirman mengataka, untuk sementara waktu, stok BBM masih tersedia hingga satu minggu ke depan. Namun stok sudah menipis, terutama BBM jenis solar. Karena kebutuhan meningkat, saat ini cuaca mendukung untuk nelayan melaut.

Di Pulau Laut kata Sudirman, terdapat pangkalan minyak yang juga menyediakan solar dan premium. Namun stoknya terbatas, sejak SBBU nelayan satu harga dibangun pemerintah. Tetapi harganya jauh lebih tinggi dibanding harga di SPBU nelayan. Dan khusus kapal diatas kapasitas 30 gros ton.

“Untuk seminggu ini premium masih cukup, tapi kalau solar bisa kurang. Karena kebutuhan nelayan meningkat,” katanya.

Dikatakan Sudirman, kecelakaan pompong pengangkut BBM untuk Pulau Laut sudah kedua kalinya terjadi. Namun kedua kalinya tidak hanya menimbulkan kerugian meteril, tapi sudah korban jiwa. Bahkan di pelabuhan Selat Lampa sudah empat kali terjadi insiden yang sama, diantaranya pompong untuk suplai BBM pulau Serasan dan Midai. Bahkan satu pompong pengangkut BBM terbakar di pelabuhan Binjai.

“Tapi kami di Pulau Laut, banyak timbul tanda tanya. Seperti apa kebijakan pertamina memberikan izin kapal pengangkut yang tidak sesuai ketentuan keselatamatan bekerja diizinkan mengangkut BBM yang rawan terjadi kecelakaan, kami menilai ada unsur asal-asalan,” kata Sudirman.

Semetara kepala Depot Pertamina Natuna Mangku Ginting belum memberikan penjelasan penyebab terjadinya kecelakaan pompong kapasitas 5 gros ton yang mengangkut BBM jenis premium dan solar terbakar di pelabuhan Selat Lampa yang tidak jauh dari lokasi depot pertamina.

Seperti diberitakan sebelumnya, pompong pengangkut BBM jenis solar dan premium meledak dan terbakar habis sessat sedang proses mengisi BBM dari mobil tangki BBM milik pertamina. Sahroni merupakan juru mesin pompong tidak terselamatkan dalam insiden naas.(arn)

Sampah Pasar Menumpuk di Pinggir Sungai Seilangkai

0

batampos.co.id – Sampah plastik dan pakain bekas bertebaran di pinggir jalan dekat sungai Seilangkai, Sagulung. Warga sekitar mulai tak nyamam sebab sampah yang diduga sisa-sisa barang dagangan dari pedagang pasar kaget ini terus bertambah setiap hari. Warga kuatir tumpukan sampah itu berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Dekat sungai masalahnya. Nanti hujan besar datang, sampah ini akan terbawa arus dan bertumpuk di sungai. Ini yang kami kuatirkan karena kalau banjir rumah-rumah kami yang dekat sungai ini yang kena duluan,” ujar Muhaijir, warga perumahan Puteri Hijau, Senin (22/10).

Kekuatiran yang lebih serius kata Muhaijir, adalah ancaman wabah penyakit. Tumpukan sampah yang bisa dibilang limbah pasar itu bisa saja membuat lingkungan tempat tinggal masyarakat jadi tak sehat. Genangan air pada wadah-wadah sampah yang bisa menampung air bisa saja menjadi sarang nyamuk. “Tong air, ember bekas dan boks banyak yang tergenang air hujan. Ini yang dikuatirkan sebab bisa jadi sarang nyamuk,” tuturnya.

Tumpukan sampah tersebut kata Muhaijir diduga berasal dari pedagang pasar kaget. Barang dagangan yang rusak dan tak laku terjual sengaja dibuang pedagang ke sana.

“Pasar kaget tak sampai 500 meter dari sini. Kemungkinan mereka yang buang ke sini karena sampah-sampah ini jenis sampah sisa-sisa barang dan perlengkapan dagang. Ada pakain bekas, keranjang, plastik hingga boks-boks penyimpan barang dagangan,” kata Muhaijir.

Hartati, warga perumahan Rabayu yang lokasinya juga berdekatan dengan tumpukan sampah itu menuturkan, dia pernah memergoki mobil pick up milik pedagang pasar kaget yang buang sampah dan barang-barang rusak ke lokasi tumpukan sampah itu. Itu dilakukan pada malam hari sehingga tak ketahuan warga sekitarnya.

“Iya pernah itu pakai pick up. Orang pasar sepertinya karena ada keranjang-keranjang rusak yang dibuang,” tuturnya.

Aksi oknum warga yang membuang sampah ke pinggir sungai itu dikecam warga sekitar. Mereka berencana akan memberikan pelajaran kepada siapa saja yang tertangkap basah membuang sampah di sana.

“Ini tidak bisa dibiarkan, karena sungai ini baru saja dibenarin. Kalau kedapatan akan kami tangkap ramai-ramai serahkan ke petugas yang berkaitan,” ujar Muhaijir.

Kepada instansi pemerintah warga juga berharap agar segera menanggapi persoalan itu sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. (eja)

2019, Pemko Batam Anggarkan Bangun Taman Internet

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali tidak menganggarkan dana pemeliharaan maupun penambahan Taman Internet untuk tahun 2019 mendatang.

“Setelah tahun 2018 tidak dianggarkan, tahun depan tidak ada juga,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (kominfo) Kota Batam, Salim, kemarin.

Terakhir penganggaran dilakukan pada tahun 2017 lalu sekitar Rp 27 juta. Tidak diperuntukkan untuk semua taman, anggaran minim tersebut khusus untuk beberapa taman yang perlu penanganan perbaikan cepat. Saat itu, ada tiga taman yang diperbaiki yakni taman internet Tibancenter, Sekupang, taman makam pahlawan, Batuaji, dan taman internet dekat kantor kelurahan Piayu.

Salim mengungkapkan, untuk hal ini membuka kesempatan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut terlibat.

“Kami sudah surati TSP (tanggung jawab sosial perusahaan),” kata dia.

Untuk diketahui, TSP Kota Batam diketuai oleh Bos Panbil Group, Johanes Kennedy.

Keterlibatan swasta ini bisa dengan memperbaiki atau memelihara taman yang sudah ada, maupun membangun baru seperti di Taman Aspirasi maupun Datar Madani yang kini tengah dikembangkan Pemko Batam.

“CSR nanti berkesempatan untuk memasang logo terkait perusahaanya di lokasi yang mereka bangun,” imbuhnya. (iza)

Tersembunyi, Perpustakaan Daerah Sepi Pengunjung

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Perpustakaan Batam yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Batam sepi pengunjung. Ada di lantai 4 Gedung Bersama Pemko Batam, perpustakaan ini jarang diketahui warga.

“Setahu saya dulu di lantai 7 kantor walikota, kalau soal pindah kurang tahu juga,” kata seorang warga Jaidun.

Diketahuipun, warga enggan berkunjung karena lokasi perpustakaan yang kesan tersembunyi dan digabung dengan kantor pemerintahan itu.

“Orang jadi segan,” kata dia.

Batam Pos bertandang ke perpustakaan tersebut, Selasa (23/10) pukul 12.49 WIB, tak satupun pengunjung. Di daftar pengunjung memang ada 9 nama, namun yang datang benar-benar untuk membaca hanya 3 orang, sisanya yang dihitung pengunjung termasuk pengantar koran dan keperluan lain.

“Sehari sekitar 10 orang,” kata seorang staf.

Kepala Bidang Pelayanan Tajuddin, mengklaim kunjungan variatif dari 10 orang hingga 50 orang. “Kadang ada yang datang begerombolan,” imbuh dia.

Soal lokasi perpustakaan yang tidak strategis, ia mengaku tidak bisa berkomentar banyak karena terkait kebijakan infrastruktur. Namun yang pasti, ia mengungkapkan, pihaknya membuka 12 pos di daerah hinterland, termasuk di sekolah-sekolah yang dibina langsung oleh pihaknya, kelurahan maupun kantor kecamatan. Di mainland juga ada beberapa titik seperti di lapas anak dan MPP Batam.

“Pos-pos ini untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, selain dua mobil perpustakaan keliling yang kami punya,” kata dia.

Sementara data dinas tersebut yang hanya ditampilkan dari tahun 2010 hingga 2013 (artinya saat perpustakaan di lantai 7 kantor walikota Batam) dan dapat diakses di laman arsip SKPD. Disebutkan, pengunjung Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Batam setiap tahunnya semakin meningkat tetapi tidak signifikan. Minat baca rendah dan faktor lokasi perpustakaan, lasan lokasi terungkap setelah Pemko Batam menyebar kuesioner.

Data kunjungan yakni, tahun 2010n sebanyak 4 ribu kunjungan, tahun 2011 sebanyak 4.164, tahun 2012 sebanyak 5.525 dan tahun 2103 sebanyak 4.527 kunjungan. (iza)

Sekali Berangkat TKI Ilegal Habiskan Biaya Hingga Rp 4,5 Juta

0

batampos.co.id – Masih banyak orang Indonesia yang tergiur bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Walaupun harus lewat “jalur belakang”, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal rela bertaruh nyawa memasuki negara tetangga seperti Malaysia.
William, salah seorang TKI ilegal yang diamankan Polda Kepri 18 Oktober lalu, mengatakan harus mengeluarkan biaya Rp 4,5 juta agar bisa masuk ke Malaysia.

“Itu biaya dari Lombok, Batam hingga ke Malaysia,” katanya, Senin (22/10).

Ia tidak mengetahui detail biaya itu untuk apa saja. “Saya hanya bayar saja. Karena ini pertama kalinya,” ungkapnya.

Samad,29 juga mengakui merogoh kocek Rp 4,5 juta, untuk berangkat ke Malaysia. Pemuda asal Lombok ini mengaku sudah pernah memasuki Malaysia.

“Sekitar 3 tahun lalu, saya masuk lewat depan (jalur legal, menggunakan izin melancong). Namun pulang jalur belakang,” ujarnya.

Karena tiada pekerjaan yang bisa dilakukannya di Lombok, membuatnya nekat kembali ke Malaysia. Walaupun, saat di Malaysia nantinya beragam tantangan akan dihadapinya.

“Dulu itu sering dipalakin aparat sana. Dimintai uang, karena tau kami ilegal. Saya tidak betah di kampung, lagian kalau di kampung mau makan apa. Di sana (Malaysia) kami masih dapat uang dan mengirimnya ke kampung,” tuturnya.

Selain dua orang ini, Polda Kepri mengamankan 10 TKI ilegal lainnya yang berada di penampungan di Pulau Seribu, Ngenang. Para pekerja ini rencananya akan diberangkat menuju Johor Bahru, Malaysia. Nantinya mereka akan ditempatkan dibeberapa perkebunan, seperti sawit dan durian.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat.

“Ada info yang masuk, yang menyebutkan di perairan dekat Ngenang ini sering dijadikan jalur masuk dan keluar pekerja migrant Indonesia ilegal,” kata Erlangga.

Setelah diselidiki, ternyata informasi ini akurat. Polisi menemukan 12 orang TKI ilegal bersama dua orang pengurusnya. “Ab, A, dan Ps awalnya yang kami amankan. Lalu kami kembangkan,” ungkapnya.

Dari pengembangan dilakukan polisi, diamankan Nakhoda speedboat U,67. “Tak hanya empat orang ini saja, kami amankan orang yang bisa disebut sebagai pemodal, pemilik rumah, speedboat yakni Mh,70,” ujarnya.

Dari pengakuan Mh ke petugas kepolisian, jasa pengiriman TKI ilegal ini sudah dijalani sejak tahun lalu. “Kami tidak percaya begitu saja, saat ini masih kami lakukan pendalaman,” tuturnya.

Para TKI Ilegal yang diamankan Polda Kepri. (Istimewa)

Direktur Polisi Perairan Kombes Benyamin Sapta menambahkan modus yang dilakukan para TKI ini berubah-ubah. Ke depannya, dia telah meminta jajaran Pol Air Polda Kepri untuk meningkatkan pengawasan dan patroli. “Kami juga berharap informasi dari masyarakat atas kasus ini,” ungkapnya.

Penanganan kasus TKI ilegal menjadi atensi Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto. Hal ini dibuktikan, tidak hanya jajaran Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) saja yang mengamankan tekong TKI ilegal.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri juga mengamankan seorang tekong TKI Ilegal yakni Tasmin. Bedanya dengan tangkapan Ditpolair, Tasmin rencanya membawa 19 TKI ilegal masuk melalui jalur legal dari Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam.

“Mereka ini rencananya akan diberangkatkan menuju Malaysia,” kata Wadirkirmum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto, Senin (22/10).

Ia mengatakan tekong ini memungut biaya bervariasi, mulai dari Rp 4 juta hingga 6 juta untuk sekali jalan.

“Mereka ini diiming-imingi gaji yang besar, tapi tidak dilengkapi dokumen,” tuturnya.

Saat ini, kata Ari pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengembangkan kasus ini. “Pemulangan TKI ilegal ini, kami berkoordinasi nantinya dengan BP3TKI,” ungkapnya.

Selurup pelaku yang menyeberangkan TKI ilegal ini dijerat dengan menggunakan pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (ska)

Maksimalkan Estetika Kota Batam Melalui TSP

0
Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

batampos.co.id – Wajah Batam seiring berubah menuju kota metropolitan sejati, sebagai mimpi besar Pemerintah Kota Batam. Pembangunan fisik dan non fisik terus dilakukan guna menjadikan Batam sebagai kota ramah wisata. Namun proses tersebut perlu didorong dengan terobosan pendanaan lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Dalam hal ini, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP), yang resmi dibentuk Maret lalu,” kata Ketua Forum TSP, Johanes Kennedy saat berkunjung ke Batam Pos, Senin (22/10).

Ia menjelaskan, peran Pemerintah Kota Batam adalah sebagai fasilitator antara perusahaan dan komunitas atau kelompok masyarakat yang memerlukan pendanaan dalam merealisasikan program yang didanai melalui program TSP, serta melakukan program pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Pemko mengajak pihak swasta, perbankan, BUMN dan BUMD serta berbagai bidang usaha lainnya di Kota Batam, untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi, bersinergi bersama membangun estetika Kota Batam melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau TSP,” terangnya.

Sekretaris Umum Forum TSP Zurniati menyebutkan, terdapat ribuan perusahaan yang ada di Kota Batam ini. Dari 2 persen dana CSR yang dianggarkan masing-masing perusahaan itu, maka jelas dapat memacu upaya percepatan pembenahan dan pembangunan Kota Batam sekaligus menstimulus sektor lain untuk turut berperan mewujudkan Kota Batam sebagai bandar dunia madani yang berdaya saing, maju, sejahtera dan bermartabat.

“Sejauh ini, kontribusi tersebut memang belum berjalan signifikan dengan masih sedikitnya pihak perusahaan yang terlibat,” ungkapnya.

Forum TSP sebagai mediator dan alat penyampai yang terjamin dan terpercaya, mengimbau agar para pelaku usaha terutama kelas atas ikut peduli dengan berpartisipasi dan berkontribusi dalam program TSP ini.

“Batam sangat memiliki potensi dari sisi alam juga olahraga. Untuk itu perlu dimulai dari pengembangan estetika kota, kegiatan olahraga, hingga destinasi baru penunjang pariwisata. Semua itu tidak terlepas dari dukungan kita bersama,” ujar Johanes mengakhiri. (nji)

November Bus dari Kemenhub Tiba, Maret 2019 Dioperasikan

0

batampos.co.id – Waktu operasionalisasi bus Trans Batam masih dikeluhkan, terutama di siang hari.

Warga Seibeduk, Irawan, mengatakan dalam satu kesempatan bahkan ia menunggu hampir satu jam ketika ingin ke Batamcenter.

“Yang kurang dari Trans Batam ini, kalau (layanannya) yang lain bagus sih,” ucap dia, kemarin.

Warga lain, Michael, mengatakan hal yang sama.

“Pagi cepat datangnya, sesekali siang saja ngaretnya,” kata mahasiswa semester 5 Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam ini.

Operator koridor VI Seibeduk-Batamcenter adalah PT Suluh. CEO PT Suluh, Syam Hardi Harun, mengatakan, bus dijalankan tergantung rate yang ditetapkan pemerintah. Dalam hal ini, sehari satu bus mendapat 10 rate. Dari ketentuan inilah yang diatur oleh operator jarak waktu antara bus yang satu dengan yang lain. Jam sibuk dipercepat dan waktu senggang disesuaikan.

“Pagi kadang 5 menit sekali, di atas pukul 10.00 WIB 10 hingga 15 menit. Sore saat jam sibuk, saat orang pulang kerja kami percepat lagi,” paparnya.

Ia mengatakan, jika masyarakat menghendaki dan bisa mengajukan ke pemerintah, pada dasarnya pihaknya tak masalah dengan rate.

“Jangankan 10 rate, 20 pun bisa,” kata dia.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Dikonfirmasi, Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan, tidak ada cara lain untuk mengatur waktu antara bus yang lain dengan bus yang lain. ketentuan 10 rate sudah maksimal dan tak bisa ditambah.

“Rate sudah diatur sesuai kemampuan keuangan dan kemampuan armada,10 rate sudah maksimal,” imbuhnya.

Maka dari itu, ia mengataka penambahan armada merupakan satu-satunya jalan. Saat ini, pihaknya sedang menunggu bantuan bus 10 unit bus dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk ditambahkan ke koridor-koridor yang dianggap memerlukan.

“Kini kita punya 59 bus, kalau tambah 10 lagi sudah cukup,” kata dia.

Menurut dia, normalnya waktu antara bus dengan bus lain dijalankan 20 menit saat jam sibuk dan saat lenggang sekitar 25 menit. Penambahan bus, dapat dijalankan rata-rata 15 menit.

Soal bantuan ini, kabar yang pihaknya ketahui tinggal ditandatangani oleh Menhub, diperkirakan akan dikirim paling cepat November tahun ini.

“Januari akan kami urus surat-surat kelengkapan kendaraanya, Maret sudah mulai beroperasi,” ujarnya.

Informasi yang pihaknya juga dapatkan, pengadaan ini merupakan yang terkahir dari Kemenhub, walau kebijakan kedepan mungkin saja berubah. “Sudah masuk 10 sudah sangat membantu. Ke depan kalau berkurang, kami coba usulkan di APBD juga,” pungkasnya. (iza)

Harga Cabai Terus Melambung

0
Yuliana seorang warga saat memilih cabai di pasar Mega Legenda. F Cecep Mulyana/Batam Pos

x.batampos.co.id – Dalam dua pekan terakhir harga cabai merah kriting di Pasar Tradisional Batam terus melambung. Harga cabai merah kriting ditawari hingga Rp 50 ribu sekilo, sedangkan cabai setan Rp 70 ribu sekilo.

Di pasar Bengkong misalnya, harga cabai merah kriting dijual berkisar Rp 48- 50 ribu perkilonya. Sedangkan harga cabai rawit merah atau akrab disebut cabai merah setan dijual Rp 65-70 ribu perkilo.

Aswir salah satu pedagang cabai mengaku harga cabai terus mengalami kenaikan sejak sepekan lalu. Harga cabai merah kriting ditempatnya saat ini dijual Rp 50 ribu perkilonya. Menurut dia, dua hari lalu harga cabai masih Rp 45 ribu, namun saat ini naik Rp 5 ribu.

“Itu (Cabai merah) masih mending, cabai setan sekarang sekilonya sudah Rp 70 ribu. Kalau cabai setan paling ibu-ibu belinya 1 ons saja, cabainya kan pedas,” ujar Aswir.

Sedangkan cabai rawit hijau dijual Rp 45 ribu sekilo, cabai hijau kriting Rp 40 ribu sekilo.

“Pokoknya semua harga cabai-cabaian naik. Tak tahu juga karena apa. Kami dapat dari pemasok memang harganya tinggi,” imbuh Aswir lagi sambil melayani pembeli.

Sementara di Pasar pagi Tos 3000 Jodoh harga cabai merah kriting harga cabai berkisar Rp45-48 ribu perkilonya. Cabai setan Rp 60 ribu perkilo. Asnah penjual cabai mengatakan faktor curah hujan di daerah penghasil (Jawa dan Medan, Red) sebabkan harga cabai tinggi.

“Harga cabai beda-beda tergantung daerah pemasok. Harga cabai Jawa dan Medan saja beda. Mahal dari Jawa. Katanya karena sering hujan makanya cabai mahal,” imbuh Asnah.

Meski harga cabai tinggi, menurutnya masih banyak warga yang membeli. Apalagi cabai menjadi kebutuhan utama dalam menu masakan. “Kalau cabai mah pasti ada terus yang beli. Cuma sekarang takaranya berkurang. Biasanya beli setengah kilo, sekarang seperempat,” celetuknya.

Seperti diketahui, 10 hari lalu harga cabai di pasar tradisional Batam masih berkisar Rp 40 ribu perkilonya. (she)

0

Hari ini (24/10/2018) menjadi hari bersejarah. Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau Bridge diresmikan.

Sebuah jembatan dan penyeberangan terowongan laut terpanjang di dunia. Jembatan ini menghubungkan Hong Kong dengan kota-kota di sepanjang Greater Bay Area di Tiongkok selatan, menghadirkan atraksi Makau dan Guangdong dalam jangkauan yang mudah dan menjadikan Hong Kong sebagai pusat bagi para pengunjung dari seluruh dunia untuk menjelajahi berbagai daerah yang menarik dan beragam.

Ikon Arsitektur Pemecah Rekor

Jembatan ini merupakan jalan gabungan dan terowongan lintas laut pertama di Greater Bay Area, yang membentang di sepanjang laut dari pulau buatan di dekat Bandara Internasional Hong Kong menuju Makau dan kota daratan Tiongkok yaitu Zhuhai. Dengan panjang 55 km, jembatan ini 20 kali lebih panjang daripada Jembatan Golden Gate di San Francisco.

Baja yang terdapat pada jembatan ini cukup untuk membangun 60 Menara Eiffel dan dirancang untuk bertahan selama 120 tahun, dua dekade lebih lama daripada umur jembatan lintas laut yang paling utama. Mega proyek ini akan menjadi landmark instan dan ikonis bagi Hong Kong dan Greater Bay Area, dan telah dinamai oleh Guardian sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Arsitektur Dunia Modern.

Jembatan ini akan mengonsolidasikan posisi Hong Kong sebagai pusat untuk perjalanan ke berbagai tujuan di Greater Bay Area, yang mencakup sembilan kota di Provinsi Guangdong dan dua Daerah Administratif Khusus. Jembatan ini berguna untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Hong Kong menuju Zhuhai dari sebelumnya empat jam menjadi hanya 45 menit.

Pelabuhan Singgah Pertama yang Menyenangkan

Pelabuhan singgah pertama dari jembatan baru untuk para wisatawan adalah Pulau Lantau Hong Kong, rumah dari bandara internasional dan Disneyland serta destinasi yang memikat dan indah sebagaimana adanya. Pengunjung dapat naik kereta gantung Ngong Ping 360 yang terkenal menuju patung Big Buddha dan Biara Po Lin, dan berjalan-jalan di sepanjang Wisdom Path, lintasan damai dan spiritual dengan pilar kayu berukir.

Untuk pengalaman budaya yang autentik, pengunjung dapat menuju ke Desa Perikanan Tai O dengan rumah panggungnya yang khas. Jembatan ini akan terlihat jelas selama perjalanan dengan kapal dari Tung Chung ke Tai O atau dari tumpangan di kereta gantung.

Jelajahi Wilayah Penuh Keajaiban

Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau menempatkan beragam atraksi budaya di Makau dan Guangdong yang mudah dijangkau di Hong Kong, termasuk reruntuhan St. Paul di Makau yang menakjubkan, Patung Gadis Nelayan di Zhuhai, Kaiping Diaolou, Seven Star Crags di Zhaoqing dan banyak lagi. Kini pengunjung bisa merasa lebih nyaman dengan gabungan tempat-tempat wisata di Hong Kong dan Greater Bay Area dalam satu rencana perjalanan ke banyak tempat tujuan.

Layanan bus lintas batas yang cepat dan nyaman tersedia untuk membawa para penjelajah melintasi jembatan baru yang ikonis antara Hong Kong, Makau, dan Zhuhai. (*)