Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11835

Delegasikan Wewenang ke BP Batam

0

batampos.co.id – Faktor utama penghambat perkembangan Free Trade Zone (FTZ) di Batam terjadi karena terkendala dalam arus pemasukan barang dan pergerakan orang atau tenaga kerja asing (TKA).

“Sudah saatnya di kementerian dan lembaga terkait untuk mendelegasikan kewenangannya ke BP Batam dalam hal pengeluaran dan pengawasan perizinnya. Ini akan sangat membantu industri di Batam dalam mendapatkan izin-izin tersebut,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kadin Indonesia, OK Simatupang, Senin (29/10).

Sebagai contoh masih banyak peraturan menteri terkait impor bahan baku yang masih memerlukan rekomendasi dan persetujuan impor.

“Tiap tahun mereka harus mengurus perpanjangan persetujuan impor di Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ucapnya.

Lalu untuk sejumlah barang yang termasuk pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan-bahan berbahaya (B2) hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan yang ditunjuk sesuai peraturan menteri. Tapi sayang, pelabuhan di Batam tidak termasuk di dalam peraturan menteri tersebut.

“Padahal bahan baku tersebut diimpor untuk keperluan produksi, bukan untuk diperjualbelikan. Kemudian impornya dari Singapura, masak mau dikirimkan ke Jakarta baru diteruskan ke Batam. Sangat tidak logis sekali,” katanya lagi.

Saat ini, Batam menjadi target dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin memasukkan barangnya ke pasar Amerika.

“Momen perang dagang antara Tiongkok dan Amerika ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena beberapa perusahaan di Batam punya pabrik manufaktur di China dan mempertanyakan kemudahan dan insentif apa yang mereka dapatkan untuk hasil produksi dari pabrik Batam masuk ke pasar Amerika,” ungkapnya.

Indonesia memiliki kerjasama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika, dimana salah satu persyaratan untuk mendapatkan tarif preferensi nol persen yakni menggunakan surat keterangan asal (SKA) Form A yang lokal kontennya minimal 35 persen.

Menurut Ok, ini peluang yangg sangat bagus buat Batam. “Tinggal kita daftar perusahaan PMA di Batam yg punya pabrik di china itu siapa saja, lalu dismpaikan Indonesia punya FTA dengan Amerika. Buatkan simulasinya dan yakinkan mereka supaya pindahkan pabriknya ke Batam saja,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan terus berupaya agar sejumlah perizinan menyangkut industri bisa dialihkan ke BP Batam.

Ia mengatakan sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut dalam bentuk pemberian kewenangan kepada BP terkait perizinan khusus seperti perizinan impor barang larangan terbatas (lartas).

“Kami harapkan bahwa kewenangan BP terkait perizinan khusus sebaiknya diintegrasikan atau berada dibawah satu komando BP Batam sebagaimana di masa lalu. Itu akan jadi hadiah luar biasa dan akan mudah mencapai tujuh persen,” ucapnya.(leo)

Retribusi Imta Naik Rp 11 Miliar pada 2019

0
ilustrasi foto: bank indonesia

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (Imta) Kota Batam naik di tahun 2019. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah daerah memproyksikan kenaikan hingga Rp 11 miliar.

“Di KUA (Kebijakan Umum Anggaran) ada kenaikan. Dan itu cukup signifikan,” kata Aman, anggota Komisi IV DPRD Batam, Senin (29/10).

Seperti diketahui, tahun 2018 ini Pemko Batam menargetkan Rp 34 miliar untuk retribusi Imta. Retribusi itu naik 32,35 persen di tahun 2019 atau menjadi Rp 45 miliar. Kenaikan ini juga dipertanyakan bila melihat pencapaian Imta saat ini.

“Memang kita pertanyakan apakah target ini bisa tercapai. Asumsi yang diberikan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) sudah sesuai dengan potensi di lapangan,” tuturnya.

Aman menambahkan, asumsi yang diberikan disnaker juga harus didorong dengan data valid terkait jumlah tenaga kerja asing yang berada di Batam saat ini. Sehingga ketika dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD bisa mengetahui potensi rillnya.

“Artinya kita dukung, tapi harus punya data yang valid. Jangan setelah ditergetkan besar, tetapi penghujung tahun malah tidak tercapai,” sesalnya.

Imta sendiri segaris dengan banyak pekerja asing di Batam. Dimana setiap pekerja dikenakan biaya perpajangan Imta sebesar 1000 dolar Amerika. Semakin banyak pekerja asing bekerja di Batam, maka kita akan mendapatkan retribusi dari Imta.

“Artinya jangan lagi asumsi yang diberikan meleset dari target,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, hingga akhir Oktober 2018 pencapaian realisasi retribusi Imta mencapai Rp 25,3 miliar dari target 34 miliar atau 74,6 persen.

“Data yang masuk kami (BP2RD) diangka Rp 25,3 miliar,” kata Raja. (rng)

16 Putra Lingga Magang ke Malang

0

x.batampos.co.id – Pemkab Lingga juga mengrim 16 putra tempatan menimba ilmu ke Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama enam bulan.

“Program ini dengan tujuan, pada tahun ajaran baru anak daerah kita dapat mengikuti perkuliahan dengan program Pemerintah,” kata Alias Wello ketika melepas keseluruhan anak yang diutus mengikuti program magang ini di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (29/10) pagi.

Bupati yang akrab disapa Awe ini juga mengatakan, Pemkab Lingga telah berhasil menempuh dan menembus sejumlah keterbatasan setelah Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada Pemkab Lingga yang memang memiliki potensi alam.

Bahkan, sambung Awe, berkat kerja keras Pemkab Lingga, saat ini Pemerintah Kabupaten Lingga satu dari delapan Kabupaten yang ada di Indonesia mendapat predikat daerah ketahanan pangan bagi kawasan perbatasan.

“Dari ratusan Kabupaten yang ada hanya delapan yang terpilih dan salah satunya Kabupaten Lingga sebagai daerah ketahanan pangan kawasan perbatasan,” kata Alias Wello.

Dengan demikian, diharapkan bantuan terus mengucur dari pusat, baik kebijakan sarana pertanian dan sebagainya. Bahkan saat ini, Lingga kewalahan dengan ketersedian SDM anak tempatan yang memang layak dalam meningkatkan mutu pertanian dan bidang lainnya yang sesuai dengan program andalan Pemkab Lingga.

Untuk itu, Alias Wello meminta kepada peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan magang pertanian di Malang agar lebih giat dari anak daerah lain dalam hal menuntut ilmu, solid bersama teman se-daerah dan berlomba untuk membanggakan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Tidak mudah untuk mendapatkan semua program yang ada, ini menjadi peluang baik bagi anak tempatan untuk menambah ilmu dan meningkatkan mutu,” ujarnya.

Keseluruhan peserta yakni 7 pria dan 9 wanita ini untuk mengikuti program pendidikan magang mendapat bantuan dana dari Kabupaten Lingga, bantuan dana dari APBD Lingga termasuk biaya ongkos keberangkatan siswa hingga uang saku sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan. (wsa)

Ke Lingga, Gubernur Kepri Tegaskan Pentingnya Bangun Karakter Pemuda

0

x.batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun menekankan pentingnya pembangunan karakter pemuda. Terutama pemahaman tentang keagamaan yang jika sejak dini terus dipupuk dengan baik dan benar maka bekal untuk berjalan menghadapi tantangan masa depan akan terasa mudah.

“Indonesia akan tangguh jika para pemudanya memiliki dasar dan pondasi yang tangguh yakni dasar iman dan takwa,” kata Nurdin saat menghadiri penutupan kirab santri dan lomba keterampilan agama (Lokerta) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Baitul Mukhlasin Lingga dan MDA Al-Furqan, Desa Musai, Kabupaten Lingga, Ahad (28/10) petang.

Nurdin menambahkan bahwa, bukan tidak mungkin untuk menjadikan Kepri sebagai peradaban islami dan qurani, apalagi menurutnya jika terus dibina dan dikembangkan terutama membimbing anak-anak di jalan keagamaan.

“Jadi kita orang bicara agama jawabannya Kepri, jika bicara Al-Quran jawabannya Kepri, kita ingin Kepri punya keberkahan yang membanggakan itu,” tambah Nurdin.

Dengan terus tumbuhnya santri-santri muda tersebut, menurut Nurdin akan menjadi bekal berharga bagi daerah, keberkahan tadi akan terus mengalir ibarat air.

“Jika bangsa itu beriman dan bertaqwa, insyaAllah ibarat perumpamaan “sagu bisa menjadi emas” maka Allah akan berikan keberkahan yang tak terhingga yang tak terduga,” lanjut Nurdin lagi.

Nurdin juga meminta kepada para orang tua untuk tidak ragu memasukan anak-anak mereka belajar ke pesantren. Karena hal ini senada dengan tema “satukan hati, satu gerakan membangun generasi yang qurani, tangguh dan mandiri.”

“Jangan sedih melihat anak-anak kita susah di awal, biarlah mereka dari sekarang berjuang karna dimasa depan akan terasa manfaatnya, lebih sedih lagi jika mereka tidak dididik sejak dini, malah kita yang susah jika harus melihat mereka dimasa depan menjadi generasi yang buruk,” ujar Nurdin.

Pada kesempatan tersebut juga Nurdin melakukan peninjauan terhadap pesantren. Bersama Kadis Pendidikan M Dali yang hadir Nurdin memerintahkan untuk dapst membantu pengadaan tambahan kelas/ruangan bagi kegiatan belajar dan mengajar para santri.

“Diusahakan tamabahan tiga lokal baru untuk menambah ruangan bagi para santi,” pesan Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin terlebih dulu berkunjung ke Pulau Panuba, Lingga. Di sana Nurdin bersilaturahmi bersama masyarakat dan juga untuk ikut menghadiri acara nikah masal yang diselenggarakan. Terdapat 4 pasangan yang hari itu resmi dinikahkan dan menjadi raja sehari.

“Kedatangan kita tentu menjadikan ladang pahala yang mana ikut mendoakan saudara kita yang sedang berbahagia hari ini, doa inilah yang menjadikan kita erat dalam lingkup bersosialisasi,” kata Nurdin.

Secara khsusus, Nurdin mengajak semua masyarakat untuk senantiasa menjaga keberadaan alam di Kepri. Dengan ciri Kepulauan bukan hal yang baru bagi Kepri yang kaya akan kewisataan laut dan pantai yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

“Buat mata masyarakat luar tertuju ke kita yang memiliki potensi melimpah dibidang kelautan, karna ini adalah sumber kehidupan,” pesan Nurdin.

Sumber kehidupan tersebut dilanjutkan Nurdin tidak hanya memanfaatkan hasil tangkap laut yang mana peran nelayan sangat besar dalam mencukupi kebutuhan pangan. Namun jika laut dikelola dengan baik dan bener tentu manfaat lain juga dapat dirasakan.

“Wisatawan semakin banyak, biota laut terjaga dan menjadi daya tarik, serta muncul ide-ide kreatif yang dapat meningkatan pendapatan daerah,” lanjut Nurdin.

Kemanan juga menjadi hal yang penting dilakukan, menurut Nurdin bahwa dengan aman dan nyamanya daerah tentu akan semakin menegaskan keunggulan daerah tersebut.

“Kita punya cap daerah maritim, di laut justru kita jaya dan didarat kita tetap kuat, mari bersama jaga keberkahan yang telah Allah berikan bagi kita untuk Kepri semakin maju,” tambah Nurdin lagi.

Apalagi saat itu bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda ke-90, Nurdin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama saling bahu membahu mewujudkan suksesnya pembangunan dengan semangat dan jiwa sumpah pemuda.

“Dengan semangat sumpah pemuda mari kita bersama-sama satukan hati dan tekad untuk menjaga aset bangsa kita ini,” tutup Nurdin.

Sebelum meninggalkan lokasi acara Gubernur ikut berbaur dengan masyarakat dan ikut berjoget Dangkonh, Nurdin juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan tembang lagu P Ramle untuk para pengantin.

Dalam kunjungan Nurdin ke Lingga turut hadir Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Kepala Dinas Pendidikan M Dali dan Kepala Biro Humprohub Nilwan.

Kajati Kepri Tinjau Proyek Gedung Daerah

0

x.batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Asri Agung Putra meninjau pekerjaan pembangunan rumah dinas Bupati Natuna yang dalam tahap pembangunan sejak 2017 lalu. Kunjungan Kajati didampingi Kajari Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga, Senin (29/10).

Menurutnya, pembangunan gedung daerah ini harus dikawal, hingga pelaksanaan proyek bisa selesai pada Desember 2018. Peninjauan proyek ini merupakan, bagian dari program Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Yakni program yang berfungsi mendampingi proyek pembangunan pemerintah daerah.

“Kejaksaan ada program TP4D, kita akan mengawal pembangunan proyek gedung daerah ini. Nah, kita ingin tahu kendalanya, apa bisa selesai diakhir tahun ini. Kalau hasil penjelasan dinas terkait, belum ada kendala yang berarti,” ujarnya.

Pembangunan gedung daerah dilakukan secara bertahap, tahap pertama pada 2017 lalu pematangan lahan yang menghabiskan Rp 9,7 miliar dan pembangunan rumah dinas Bupati Rp 13,9 miliar untuk tahun 2018. Pembangunan akan berlanjut tahun 2019 mendatang.

“Pengawasan dan pengawalan dilapangan langsung ini bagian dari pengawasan TP4D. Termasuk jangan sampai anggaran tersendat. Kita akan kawal agar kontraktor juga kerja keras, bisa selesai tepat waktu,” ujar Asri.

Dikatakan, Asri hasil peninjauan pelaksanaan bangunan sudah 80 persen sesuai laporan dari pihak terkait.

Kadis Perkim Natuna, Hendra Kusuma mengapresiasi kedatangan Kepala Kejati Kepri yang turun langsung untuk melihat proyek pembangunan rumah dinas Bupati Natuna.

“Kami sangat bersyukur kedatangan Kajati Kepri ini, bisa melihat langsung pembangunan gedung daerah ini. Tadi juga sudah dijelaskan, pak Kajati agar bisa selesai tepat waktu. Terus terang kami terus mengenjot pekerjaan ini siang dan malam,” ujarnya.(arn)

Proyek Museum Bahari Dilaporkan Ke Polda Kepri

0

x.batampos.co.id – Proyek Museum Bahari yang dibangun 2017 lalu, kembali dipermasalahkan DPRD Natuna.

Bahkan Komisi II DPRD akan melaporkan dugaan proyek bermasalah tersebut ke Polda Kepri.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki mengatakan, hingga saat ini pihak Dinas Pariwisata Natuna dinilai masih menutup-nutupi proses pengerjaan proyek tiang pancang bangunan museum bahari senilai Rp 4 miliar lebih tersebut.

“Sampai hari ini DPRD belum menerima berkas kontrak proyek pemasangan tiang pancang itu. Dengan berkas dokumen pengadaan dan lelang yang kami miliki akan dilaporkan ke Polda,” kata Marzuki, Senin (29/10).

Menurut Komisi II katanya, terjadi perbedaan ketentuan dalam dokumen pengadaan antara pelaksanaan dilapangan. Sehingga timbul pertanyaan, apalagi diketahui nilai proyek yang dibayar pemerintah dari APBN tahun 2017 tidak terjadi perubahan atau revisi anggaran.

“Kami juga pertanyakan, pihak siapa yang merubah antara dokumen pengadaan dan pelaksaan dilapangan,” ujar Marzuki.

Dikatakan Marzuki, adanya laporan bahwa penggunaan perlengkapan dan kualitas konstruksi bangunan tiang pancang tidak standar dalam dokumen pengadaan menjadi dasar Komisi II akan melaporkan temuan tersebut ke Polda Kepri.

“Dalam dokumen pengadaan, palu pemancangan tiang, semestinya menggunakan kapasitas bobot 120 ton. Tapi dilapangannya hanya palu pemancangan digunakan dengan bobot 2 ton. Ditambah kualitas tiang tidak standar, karena buatan sendiri,” ujar Marzuki.(arn)

Pak Wagub Kepri Apresiasi Cerdas Cermat ATB Batam

0
Wagub menyerahkan hadiah untuk pemenang.

Wakil Gubernur Kepri takjub saat menyaksikan kegiatan cerdas cermat dan kreasi jingle ATB 2018.

Gelaran cerdas cermat dan kreasi jingle ATB sukes digelar, animo kompetisi antar sekolah SD dan SMP se Kota Batam terlihat saat babak final digelar. Sepanjang perlombaan, dukungan semangat berupa yel-yel dari setiap sekolah terus menggema memadati atrium Timur Mega Mall.

“Cukup luar biasa hari ini anak-anak di Batam dan Kepri yang mengikuti cerdas cermat ATB, hal ini jadi bukti anak-anak kita cerdas dan pintar-pintar. Antusias dan semangat mereka untuk berkompetisi juga luar biasa. Pemprov Kepri akan terus mendorong untuk kegiatan di dunia pendidikan,” ujar Wakil Gubernur Kepri, Isdianto saat hadir menyaksikan final cerdas cermat dan lomba kreasi jingle ATB, Minggu (28/10)

Isdianto menambahkan, pendidikan untuk anak-anak bukan sebatas di lingkungan sekolah, namun peran orang tua dan lingkungan jadi sangat penting. Anak-anak generasi sekarang akan menjadi penerus bangsa dan penerus pembangunan Provinsi Kepri.

“Tentunya anak-anak didik saat ini yang akan melanjutkan cita-cita pembangunan. Selamat kepada anak-anak kami yang berhasil meraih kemenangan dan yang berlum berhasil jadikan sebagai evaluasi untuk memberikan yang lebih baik. Pemporv Kepri juga menyampaikan terimakasih kepada ATB semoga di tahun mendatang lebih maksimal lagi,” tambah Isdianto

Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto Antonius MM yang merasakan langsung aura kompetisi di babak final lomba cerdas cermat, cukup surprise melihat antusias kompetisi yang semakin ketat.

“Saya sangat terkesan karena acara cerdas cermat yang ke delapan tahun ini jadi ajang yang sangat diminati dan selalu dinanti, tidak hanya dari para anak-anak namun juga antusias sekolah yang ikut. Dari waktu ke waktu persaingan semakin ketat sehingga hampir sulit menjadi juara bertahan,” ujar Benny Andrianto

Selain itu, kegiatan cerdas cermat sebagai bentuk tanggung jawab sosial ATB di bidang pendidikan, melahirkan juara-juara baru baik dari SD maupun SMP.

“Tingkat kompetisi menjadi semakin ketat inilah yang membanggakan kita semua, karena
sekolah di Batam dan Kepri semakin memiliki kualitas yang tidak kalah dengan di Pulau Jawa. Semoga kedepan bisa menyemengati sekolah lain di Kepri” tutur Benny.

Cerdas cermat dan kreasi jingle ATB sekaligus memperingati hari sumpah pemuda setiap tahunnya selalu diikuti antisias oleh sejumlah sekolah SD dan SMP di Batam. Histeria pendukung di masing sekolah selalu tampil sangat luar biasa hadir memberikan dukungan.

“Kalah menang merupakan suatu hal yang biasa yang penting adalah kita masing-masing bisa mengedepankan sportifitas dan fairplay sehingga persaingan jadi semakin sehat tingkat kompetisi jadi semakin baik. Diharapkan tahun depan bisa menikmati lagi persaingan yang lebih baik dan tingkat kompetisi yang lebih sehat,” harap pimpinan tertinggi di ATB tersebut.

ATB yang telah menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk cerdas cermat dan bantuan beasiswa pendidikan untuk memfasilitasi dunia pendidikan di Batam dengan lebih baik.

“Kemajuan dari suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, melalui cerdas cermat ATB ini kita membuktikan bahwa anak-anak kita siap jadi penerus membuat bangsa Indonesia menjadi besar dan dikenal di tingkat dunia,” tutur Benny.

Kesempatan cerdas cermat ATB tahun ini juga diumumkan “duta air” yang sebelumnya telah melewati proses seleksi bersama ATB. Serta pemberian beasiswa pendidikan untuk siswa SMA/SMK dan perguruan tinggi, tak lupa ATB juga beri penghargaan bagi siswa yang memiliki prestasi dibidang olahraga. (*)

 

Berikut Ini daftar lengkap juara lomba cerdas cermat ATB:

Pemenang lomba cerdas cermat SD:
Juara 1, SD IT Darussalam
Juara 2, SD 001 Batuaji
Juara 3, SD 001 Sagulung
Juara 4, SD Harapan Utama

Pemenang lomba cerdas cermat SMP:
Juara 1, SMPN 3 Batam
Juara 2, SMP Tunas Baru
Juara 3, SMPN 29 Batam
Juara 4, SMPN 12 Batam

Pemenang Jingle ATB tingkat SD:
Juara 1, SD Edukit Center Mas
Juara 2, SD Mondial
Juara 3, SD 001 Batuaji
Juara 4, Sd 001 Batam Kota

Pemenang Jingle ATB tingkat SMP:
Juara 1, SMPN 06
Juara 2, SMPN 12
Juara 3, SMPN 42
Juara 4, SMP Tunas Baru

Diramaikan Kepri Plus Band

0

batampos.co.id – Meski sudah menjadi band legendaris, lagu-lagu Koes Plus seolah tak usang ditelan waktu. Hingga kini lagunya tetap dapat dinikmati, khususnya melalui para band pelestari lagu-lagu grup Koes bersaudara itu. Salah satunya Kepri Plus, yang nantinya akan memeriahkan acara funbike night Batam Pos, Sabtu (24/11) malam mendatang.

Bambang Suwastiyo yang merupakan pendiri sekaligus vokalis Kepri Plus mengatakan, band asal Batam ini sudah terbentuk sejak 12 tahun silam. “Sejatinya sejak 1988, kami sudah mulai tampil membawakan lagu-lagu orisinil Koes Plus, sewaktu masih bekerja di Otorita Batam (sekarang BP Batam),” ujar Bambang.

Di bawah pembinaan tokoh masyarakat Kepri, Soerya Respationo, Kepri Plus digawangi empat personel yakni, Hendra pada bas, Agus sebagai drumer, Robert Pasaribu sebagai pianis dan keyboardis, serta Bambang pada vokal merangkap gitaris.

Bambang menyebutkan, di event Batam Pos nanti Kepri Plus akan menjadi band pembuka dengan membawakan lagu pertama berjudul Keroncong Pertemuan.

“Karena acaranya bertepatan dengan malam mingguan, maka lagu ini cocok jadi pembuka yang mengisahkan tentang pertemuan seorang pria dan gadis remaja,” terang pria 56 tahun itu.

Ia juga mengaku, Kepri Plus sudah menyiapkan 20 tembang Koes Plus untuk penampilannya di funbike night Batam Pos yang dirangkai dengan car free night Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan digelar di Bundaran BP Batam itu. Sebagai persiapan, pihaknya rutin melakukan latihan dua minggu sekali di Legenda Malaka, yang mereka sebut sebagai Markas Kepri Plus.

“Meskipun lagu yang dibawakan merupakan orisinil lagu-lagunya Koes plus, namun kami meyakini lagu-lagu ini tetap dapat dinikmati semua kalangan masyarakat di Batam. Bagi yang hafal, jangan lupa untuk ikut bernyanyi bersama,” kata.

Sementara pendaftaran funbike night Batam Pos-BP Batam masih dibuka dengan biaya pendaftaran Rp 75 ribu. Panitia menyediakan aneka hadiah, antara lain sepeda motor, frame sepeda gunung, dan hadiah menarik lainnya. (nji)

Belajar dari yang Muda

0

Jumat (26/10) lalu, saya kedatangan tamu istimewa. Dia masih sangat muda. Tapi punya tanggung jawab luar biasa.

Sosok muda itu adalah Jeffri Salam Khoo. Usianya masih 27 tahun. Baru menikah pula. Di usianya yang masih hijau, beliau sudah mendapat amanah maha berat. Menjadi Komisaris sekaligus Direktur Keuangan PT Mega Buana Indah, pengelola Edukits School & Stationery Supplies.

Waktu itu kami janjian pukul 15.00 WIB di kantor Batam Pos, Gedung Graha Pena Lt 2 Batam Center. Namun saya molor 18 menit karena sebelumnya ada janji temu dengan Direktur BPR Dana Nusantara, Bapak Iie Slamet di kawasan Nagoya. Karena mepet, saya harus memacu kendaraan.

Pikir saya, jangan sampai janji dengan pemuda hebat ini batal.

Alhamdulillah, saya berkesempatan bertemu. Sungguh luar biasa. Karena saya yang baru berusia 31 tahun, bertemu dengan direktur yang lebih muda. Hehehehehe.

Perjumpaan kami memang sekilas. Hanya beberapa jam. Karena beliau hendak berangkat ke Tiongkok untuk survei tren pasar. Sekaligus belanja merchandise Edukits.

Saya begitu tertarik dengan kegesitan dan kenekatannya. Beliau menyampaikan, pernah mempromosikan dart game ke Batam. Semacam permainan lempar panah berukuran kecil. Untuk mempromosikannya butuh bertahun-tahun.

Awalnya susah. Butuh modal besar. Tapi semangat pantang menyerahnya itu yang patut diacungi jempol. Lewat perjuangannya, dart game jadi populer. Selepas itu, banyak peminat. Kalau sudah begitu, yang cari barangnya banyak. Dan, hebatnya ada di Edukits.

Tak sampai di situ. Jeffri juga berencana mendatangkan climbing rock wall. Arena panjat dinding. Menurutnya, di Batam harus ada. Saya sendiri kurang tahu apakah di Batam sudah ada atau belum. Yang pasti, dari situ bisa melahirkan atlet berbakat.

Untungnya, saya punya beberapa referensi. Saya kasih contoh di beberapa tempat di Kaltim, tepatnya di Samarinda, Tenggarong, dan Bontang. Khusus di Samarinda dan Tenggarong, climbing rock wall dibangun di pinggir Sungai Mahakam. Tepat di kawasan pedestrian kota. Kalau di Bontang dibangun di kawasan olahraga Bessai Berinta.

Setidaknya bisa kasih masukkan. Bisa berbagi pengetahuan. Apalagi, Jeffri mengambil sampel di Jakarta. Tidak ada salahnya menambah referensi lain.

Gagasannya mendatangkan climbing rock wall ke Batam tentu bukan tanpa alasan. Bukan pula tanpa perhitungan. Beliau ingin mempopulerkan olahraga ini. Saya pun siap mempromosikan “mainan” baru ini.

Ternyata bukan hanya mengurusi Edukits. Jeffri juga menjalankan bisnis baru. Ada banyak. Ada juga sekolah wisata dan kuliner. Beliau jalani semua dengan tekun. Bahkan, beliau pernah gagal ketika menggarap bisnis kuliner. Namun tetap bangkit.

Banyak gagasan dan ide muncul. Apa yang dilakukan Jeffri setidaknya memberi contoh bahwa anak muda bisa berkarya. Bahwa anak muda bisa menanggung beban kerja yang luar biasa beratnya.

Era sekarang merupakan tantangan bagi anak muda. Mindset untuk menjadi pekerja mesti dihilangkan. Harus berusaha mandiri. Berani berkarya. Tidak takut mengambil risiko. Kalau perlu, ciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas.

Kata guru saya, Dahlan Iskan: “Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika masih muda”.

Jeffri adalah satu dari sekian contoh anak muda yang sukses. Yang berpikiran maju.

Menolak untuk menyerah. Sangat patut kita teladani. Saya pun siap berguru dengannya.
So, buat anak muda Batam, teruslah berusaha. Jangan pernah minder atau takut melakukan hal baru. Ambil tanggung jawab seberat apapun. Karena, di situlah kita ditempa. ***

Lion Air Boyong Keluarga Korban JT 610 ke Jakarta

0

x.batampos.co.id – Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengabarkan bahwa sehubungan dengan penanganan evakuasi korban Lion Air JT-610, Lion Air sudah menerbangkan keluarga penumpang JT-610 terdiri 166 orang yang berasal dari Pangkalpinang, Bangka serta tiga orang dari Medan, Sumatera Utara ke Jakarta.

Saat ini dari pihak keluarga penumpang sudah berada di Jakarta dimana disiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di hotel Ibis daerah Cawang, Jakarta Timur, agar memudahkan mobilitas ke posko Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Danang juga menyampaikan pihaknya telah menerima konfirmasi dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) ada 24 kantong jenazah yang dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

Upaya evakuasi seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat akan terus dilakukan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan Lion Air akan terus berkoordinasi bersama semua pihak untuk mempercepat kepastian infomasi terkait dengan keadaan penumpang dan awak pesawat. Kiranya kepada keluarga penumpang beserta awak pesawat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima cobaan ini serta kepada para petugas SAR diberikan kelancaran dan kemudahan,” tulis Danang.

Terkait dengan kejadian dimaksud, Lion Air membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002. (ptt)