Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11856

Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polisi Gelar Patroli Setiap Malam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Mengatisipasi tindak premanisme dan kejahatan jalanan lainnya maupun aksi balapan liar, petugas Satuan Sabhara Polresta Barelang menggelar razia di sejumlah titik rawan setiap malam. Di antaranya di Kecamatan Sekupang, Lubukbaja dan Batuampar, Batuaji, Sagulung, Bengkong, serta di Kecamatan Batam Kota.

Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya tindak kejahatan dan mengamankan aktivitas masyarakat pada malam hari. Sehingga, situasi Kamtibmas di Kota Batam tetap terjaganya dan kondusif.

”Tempat-tempat umum yang diindikasikan ada kejahatan akan kita lakukan razia. Khusus di kawasan Jodoh Batuampar dan Lubukbaja akan kami pantau secara khusus,” ujarnya, Minggu (6/1/2019).

Dari razia itu, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang tengah melintas dan dicurigai. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan badan pengendara serta pemeriksaan ke dalam jok motor. Hal ini, untuk mengantisipasi adanya senjata tajam maupun obat-obatan terlarang yang dibawa oleh pengendara tersebut.

”Jika kita temukan senjata tajam maupun barang terlarang, maka yang bersangkutan akan kita bawa ke Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut ke Satreskrim Polresta Barelang maupun Sat Narkoba Polresta Barelang,” katanya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas, pihaknya juga membubarkan masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam dengan meminum minuman keras. Terhadap sekelompok orang yang ngumpul itu, pihaknya melakukan pembinaan dan pendataan terhadap sekelompok orang itu dan meminta untuk langsung membubarkan diri.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kota Batam juga berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta segera melapor bila menemukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan.

”Selanjutnya kami masih akan terus melakukan razia ke lokasi lain. Dengan demikian, semoga dapat menghilangkan perilaku negatif dan tetap terjaganya situasi Kamtibmas di Kota Batam,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Polsek Batuaji juga rutin menggelar giat cipta kondisi (cipkon) di sejumlah lokasi di Batuaji. Kegiatan tersebut juga untuk mengantisipasi tindakan kriminal, terutama warga yang membawa senjata tajam (sajam), balap liar, narkoba, dan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan roda dua untuk antisipasi 3C (curat, curas, curanmor).

”Tingkat kriminal di Batuaji cukup tinggi. Untuk meminimalisir kejahatan kita gelar patroli setiap malam,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, kemarin (6/1/2019).

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyebar anggota puntuk berpatroli menyisir lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan. Di wilayah Batuaji sendiri, lokasi rawan terdapat di Taman Makam Pahlawan, Jalan Marina City dan Seitemiang.(egi/une)

Rumah Sakit Diberi Waktu 6 Bulan untuk Selesaikan Akreditasi untuk Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat HK.03.01/MENKES/18/2019 mengenai perpanjangan kerja sama rumah sakit (RS) dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang belum memiliki sertifikat akreditasi diberi waktu enam bulan untuk memastikan dapat sertifikat tersebut.

Menurut data yang dimiliki Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), ada 1.969 rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah memiliki akreditasi. Sedangkan untuk RS yang belum terakreditasi jumlahnya mencapai 856 RS, empat di antaranya ada di Batam.

Sementara 64 rumah sakit sudah habis masa berlaku akreditasinya. Akreditasi dari KARS memang harus diperpanjang pertiga tahun sekali.

Humas Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Anjari Umarjianto menjelaskan, tanggungjawab RS untuk akreditasi tidak ha­nya dibebankan kepada rumah sa­kit atau PERSI saja. Namun duku­ngan dari seluruh sektor dibutuhkan.

Dia mencontohkan RS tipe D yang kerap mengalami kendala untuk akreditasi. ”Bagi RS yang kelas D yang terbatas sumber daya (financial, red) bisa disubsisdi. Kalau RSUD disubsidi pemerintah, sedangkan RS swasta tidak ada yang bantu,” tutur Anjari, Minggu (6/1/2019).

Tantangan lainnya menurut Anjari, rumah sakit harus memenuhi syarat dan standar sebelum melakukan akreditasi. Setiap rumah sakit yang beroprasi setidaknya harus melengkapi syarat perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal), sumber daya manusia, kelengkapan dokumen tanah dan bangunan syarat lain.

Sedangkan standar yang harus dimiliki rumah sakit antara lain pelayanan gawat darurat hingga pelayanan jenazah.

”Akreditasi menilai itu semua. Kalau dari awal sudah memenuhi itu, sebenarnya lebih ringan,” ungkapnya.

Yang menghambat lainnya mengenai antrean. Di Indonesia sendiri ada 2.700-an rumah sakit. Setiap tiga tahun, mereka memperbarui akreditasi. ”Tenaga akreditasi tidak banyak,” ujarnya.

Sehingga, ada rumah sakit yang sudah terakreditasi tapi belum menerima sertifikat atau sedang disurvei. Padahal per 31 Desember lalu, syarat bermitra dengan BPJS Kesehatan adalah adanya sertifikat itu. Akibatnya RS yang tidak bisa menunjukkan sertifikat akreditasinya tidak bisa melayani pasien jaminan kesehatan nasional (JKN).

Meski demikian, menurutnya PERSI mendorong agar setiap rumah sakit untuk melakukan akreditasi. ”Akreditasi ini sebenarnya kebutuhan karena untuk melindungi pasien, tenaga medis, maupun rumah sakit sendiri,” tutur Anjari.

Sementara itu Ketua Eksekutif KARS dr Sutoto menuturkan, penilaian akreditasi hingga penerimaan sertifikat bisa cepat. Syaratnya RS harus siap.

”Misalnya RS tidak punya pengolah limbah (IPAL ). Padahal dalam akreditasi RS harus punya punya IPAL,” ungkapnya.

Dia menjelaskan menurut UU lingkungan hidup, membuang limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) kalau tidak sesuai aturan bisa dituntut pidana 1 hingga 3 tahun dan denda Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar. ”Pemilik RS menganggap IPAL terlalu mahal dan tak perlu,” imbuhnya.

Lalu berapa lama proses akreditasi jika seluruh persyaratan lengkap? Sutoto menegaskan proses tersebut sebenarnya tidak lama. Hanya seminggu saja. Hanya pada Desember lalu, pengajuan akreditasi membeludak. Sehingga waktu yang dibutuhkan lama.

”Tak kurang dari 200 RS selama sebulan,” ungkapnya.

Salah satu rumah sakit yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes adalah RS Husada Utama di Surabaya. Menurut Direktur RSHU Prof dr R Hariadi SpOG (K), akreditasi rumah sakitnya telah habis pada 26 Oktober 2018. Pihaknya telah meminta perpanjangan akreditasi dari 11 Oktober.

Melihat kesiapan perpanjangan akreditasi RSHU, Hariadi optimistis akan lolos akreditasi.

”Karena memang tidak ada banyak perubahan. Semua rekomendasi dari KARS sudah kami lakukan semua,” katanya.

Sementara di Batam ada empat RS yang tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan karena belum terakreditasi. Keempat RS tersebut masing-masing RS Graha Hermine di Batuaji, RSIA Griya Medika, RSIA Frishdy Angel, dan RS St Elisabeth di Seilekop, Sagulung. (ika/lyn)

6.160 Orang Kembali ke Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019 menggunakan KM Kelud membeludak di Pelabuhan Batuampar, Minggu (6/1) siang. Kemarin, tercatat 3.160 penumpang turun di Batam dari Medan sekitar pukul 12.00 WIB. Sedangkan penumpang yang berangkat dari Batam menuju Medan tercatat 1.590.

Sementara itu, di Pelabuhan Domestik Sekupang, tercatat 3.000 orang turun di Batam kemarin. Ribuan penumpang tersebut berasal dari berbagai pulau di wilayah Kepri, seperti Tanjungbalai Karimun dan Tanjungbatu, serta dari daerah-daerah di Provinsi Riau, seperti Dumai dan Tembilahan.

”Untuk penumpang yang berangkat menuju ke Belawan, Medan sudah mulai menurun sampai 50 persen jika dibandingkan dengan keberangkatan sebelum Natal dan Tahun Baru 2019 lalu. Tapi hari ini (kemarin, red) jumlah penumpang yang turun di Batam mencapai 3.160 penumpang,” sebut Manager Operasional PT Pelni Cabang Batam Dicky Dermawandi kemarin.

Kemarin merupakan puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019 dengan menggunakan KM Kelud. Namun, Selasa (8/1) besok masih diperkirakan jumlah penumpang yang turun di Batam masih tinggi. Diperkirakan, masih ribuan penumpang dari Medan tujuan Batam kembali akan memadati Pelabuhan Batuampar.

”Untuk kedatangan (kapal Pelni, red) masih ada juga tanggal 10 Januari sampai 12 Januari.

Tapi hari ini (kemarin, red) merupakan puncaknya (arus balik, red),” jelasnya.

Ia menambahkan, sehari sebelumnya atau Jumat (4/1) lalu KM Kelud berangkat dari Tanjungpriok ke Batam dan melanjutkan lagi ke Belawan. Akan tetapi, pada keberangkatan kali ini (kemarin, red), kapal dari Batam ke Belawan dan balik lagi ke Batam tanpa melalui Jakarta lagi. Menurut dia, penambahan jadwal pelayaran dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang dari Belawan menuju Batam.

”Kita dilakukan pemadatan jadwal dari Belawan menuju ke Batam. Nanti, setelah sampai Belawan, kapal ini kemudian balik lagi ke Batam dan berangkat ke Belawan pada Selasa besok sampai Sabtu (12/1). Setelah itu (Sabtu 12/1, red), kapal baru berangkat menuju Tanjungpriok,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) AKP Syaiful Badawi mengatakan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal maupun kejahatan terhadap para penumpang kapal, pihaknya selalu menempatkan personel di pelabuhan untuk melaksanakan pengamanan dan pengawasan.

”Jika ada kapal yang mau berangkat maupun kapal yang datang, kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan penumpang,” kata Badawi di Pelabuhan Batuampar, kemarin.

Pengecekan itu bertujuan untuk mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. Pihaknya selalu memberikan imbauan kepada para penumpang kapal, baik yang akan berangkat maupun yang datang agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap barang bawaannya maupun barang berharga lainnya.

”Saya meminta kepada semua pihak yang ada di pelabuhan untuk sama-sama menjaga suasana kondusif di pelabuhan. Informasikan pada kita jika melihat sesuatu yang mencurigakan,” katanya.

Selain pengawasan dan pemeriksaan, petugas juga mencari informasi dari masyarakat maupun dari tenaga bongkar muat di pelabuhan. Hal ini dilakukan, untuk mengetahui apakah ada barang terlarang yang dibawa para penumpang yang akan masuk ke Batam.

”Sejauh ini, sejak mudik lbiur Natal dan tahun baru hingga arus balik, kami belum menemukan barang-barang terlarang. Tapi kami akan terus perketat pengamanan sampai arus balik ini,” imbuhnya.

Penumpang Berangkat Masih Ramai

foto: batampos.co.id / peri irawan

Sementara itu, sebanyak 3.000 penumpang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang, kemarin. Pantauan Batam Pos arus balik di Pelabuhan Domestik Sekupang, baik itu yang datang ke Batam maupun yang bertolak dari Batam masih cukup ramai.

Kepala Operasional Loket Penjualan Tiket Batam Jet, Jefri memperkirakan jumlah penumpang yang tiba di Batam pada arus balik kemarin sekitar 3.000 orang.

”Masih ramai karena besok (hari ini, red) mereka sudah kembali kerja setelah cuti libur Natal dan tahun baru,” ujarnya.

Arus balik kemarin didominasi penumpang dari Dumai. Tercatat sebanyak tujuh kapal, dua kapal Batam Jet dan lima kapal Dumai Line mengangkut penumpang dari Dumai dan pulau-pulau yang disinggahinya.

Tidak hanya itu, selain warga yang datang ke Batam, penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Domestik Sekupang juga terlihat masih ramai.

Adapun untuk harga tiket tidak ada kenaikan selama libur Natal dan tahun baru. Hanya saja ada, jika hari biasanya perusahaan pelayaran memberikan diskon, maka selama mudik hingga arus balik Natal dan tahun baru program diskon dicabut.

”Kalau hari biasanya ada diskon. Penumpang hanya dikenakan biaya tiket Rp 350 ribu. Tapi sekarang (selama mudik hingga arus bali, red) kembali normal, harga tiket Rp 420 ribu. Namun itu juga masih diberi potongan Rp 20 ribu. Jadi penumpang cukup membayar Rp 400 ribu,” bebernya. (gie/cr2)

KPK Telusuri 12 Proyek SPAM

0
ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mempelajari sejumlah barang bukti terkait dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bukti-bukti itu diperoleh penyidik dari serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi yang dilakukan selama sepekan terakhir.

KPK menurunkan tiga satuan tugas (satgas) untuk melakukan penggeledahan secara paralel di Jakarta. Mulai dari kantor satuan kerja (satker) SPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, kantor PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) hingga rumah para tersangka. Selain telah mengamankan uang total Rp 1 miliar, KPK juga menyita bukti deposito senilai Rp 1 miliar, memori CCTV serta dokumen terkait proyek SPAM.

Dari bukti-bukti yang diamankan itu, KPK meyakini indikasi adanya sebaran korupsi yang cukup luas yang dilakukan para pelaku. Sejauh ini, KPK baru mengidentifikasi dugaan suap terkait 12 proyek SPAM yang dikerjakan PT WKE dan PT TSP. Nah, sampai detik ini KPK baru menelusuri dugaan suap berkaitan dengan enam proyek SPAM dan perpipaan di beberapa daerah.

Proyek itu antara lain SPAM di Katulampa, Bandar Lampung, Umbulan (Pasuruan), Toba, serta perpipaan di Bekasi dan Pasigala (Palu, Sigi, Donggala). Proyek-proyek itu dikerjakan dalam tahun anggaran 2017-2018. Namun, khusus untuk proyek perpipaan Pasigala sejatinya mulai dilaksanakan sejak September 2016. Namun, proyek itu urung tuntas seiring bencana gempa bumi dan tsunami di Palu pada September 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal menelusuri lebih jauh sebaran korupsi yang diduga dilakukan para tersangka. Para penyidik pun beberapa kali melakukan penggeledahan dari siang hingga dini hari guna menemukan barang bukti untuk memperkuat penyidikan.

“Sebarannya memang cukup banyak ya untuk kasus suap ini,” ujarnya, kemarin (6/1/2019).

Febri menerangkan, sejauh ini baru level pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker Ditjen Cipta Karya yang diduga melakukan korupsi. Total ada empat PPK yang merangkap kepala satker SPAM yang mejadi tersangka penerima suap dalam kasus itu. Sementara dari pihak pemberi suap, KPK juga menetapkan empat orang tersangka.

“Ini standar saja ya, untuk proses penyidikan saat ini pasti kami fokus pada pokok perkaranya dulu,” jelasnya.

Namun, dengan sejumlah barang bukti uang tunai, CCTV dan dokumen-dokumen yang diamankan, KPK meyakini kasus tersebut bakal berkembang. Dan menyeret pihak-pihak lain, termasuk pejabat di atas PPK, yang diduga terlibat.

“Kemungkinan itu bisa saja terjadi tapi kami tetap harus berpatokan pada bukti-bukti,” imbuhnya.

Keyakinan KPK itu didasari pada informasi yang menyebut bahwa PT WKE dan PT TSP beberapa kali memenangkan lelang di Kementerian PUPR. Indikasi bahwa ada fee yang diberikan kepada PPK proyek-proyek itu pun menguat seiring terbongkarnya dugaan suap tersebut.

“Apakah ada PPK lain yang juga menerima suap tentu nanti akan kami dalami terlebih dahulu pokok perkara ini, kalau ada bukti tentu akan dikembangkan.” (tyo/agm)

Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

0

batampos.co.id – Upaya pemerintah menekan penyelewengan konsumsi solar, premium, dan minyak tanah bersubsidi agar lebih tepat sasaran menunjukkan hasil. Pada 2018, konsumsi solar, minyak tanah bersubsidi, dan premium berada di bawah kuota yang ditetapkan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, prognosis realisasi konsumsi solar pada 2018 mencapai 15.545.725 kiloliter. Angka tersebut hanya 99,52 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 15,620 juta kl.

Kemudian, prognosis realisasi konsumsi minyak tanah mencapai 539.972 kl atau hanya 88,52 persen dari kuota yang ditetapkan 610 ribu kl.

Prognosis realisasi konsumsi premium bahkan hanya mencapai 78,23 persen dari kuota yang ditetapkan atau 9.231.061 kl. Tahun lalu pemerintah menetapkan kuota premium 11,8 juta kl.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan, meski tidak melebihi target, konsumsi solar naik lebih dari 1 juta kl jika dibandingkan dengan konsumsi tahun sebelumnya sebanyak 14,49 juta kl. ”Jadi, berdampak ke subsidi,” ujarnya, kemarin (6/1/2019).

Apalagi, pemerintah memberikan tambahan subsidi solar dari Rp 500 per liter menjadi Rp 2 ribu per liter. Subsidi BBM (bahan bakar minyak) pun membengkak 417 persen dari pagu anggaran dalam APBN 2018. Yakni, dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 38,87 triliun.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Sementara itu, kuota penyaluran solar yang ditetapkan pada 2019 turun menjadi 14,5 juta kl. Penurunan tersebut diasumsikan jika implementasi program pencampuran biodiesel sebesar 20 persen dengan solar atau B20 berhasil. Dengan begitu, pemerintah berusaha memperketat pengawasan penyaluran solar agar lebih tepat sasaran.

”Ini tugas semua pihak supaya BBM 14,5 juta kl tepat sasaran,” tegasnya.Rendahnya realisasi konsumsi premium jika dibandingkan dengan kuota, menurut dia, disebabkan adanya transisi penambahan wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali) sebagai wilayah penugasan. Awalnya, Jamali memang bukan wilayah penugasan penyaluran premium sehingga Pertamina tidak wajib memasok ke wilayah tersebut. Tetapi, pada pertengahan tahun, pemerintah memberikan tambahan Jamali sebagai wilayah penugasan penyaluran premium.

Di bagian lain, pemerintah terus berupaya menggenjot produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi untuk memenuhi target yang ditetapkan dalam APBN. Realisasi lifting migas pada 2018 hanya mencapai 1,917 juta barel ekuivalen per hari (boepd) atau terendah sejak 2014.

Perinciannya, lifting minyak bumi 778 ribu barel minyak per hari (bopd) atau di bawah target APBN 2018 sebesar 800 ribu bopd. Lifting gas bumi 1,139 juta boepd atau di bawah target dalam APBN 2018 sebesar 1,2 juta boepd.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pengelola Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, tidak tercapainya lifting migas disebabkan penurunan produksi dari sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar di Indonesia.

”Strategi dasar untuk mendorong lifting migas adalah dengan menggencarkan investasi, khususnya di proyek-proyek pengembangan migas, agar bisa berjalan,” ujarnya akhir pekan lalu. (vir/c6/fal)

Sisi Jembatan di Pulau Nipah Juga Dipoles Ornamen Melayu

0
Sejumlah pengunjung berswafoto dengan latar belakang jembatan Barelang saat menikmati liburan. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Penyertaan ornamen melayu pada Jembatan 1 barelang akan berlanjut pada bagian Jembatan di Pulau Nipah. Hal ini tentu akan menambah keindahan ikon Kota Batam.

“Akan berlanjut sisi satunya (Pulau Nipah). Mudah-mudahan anggarannya akan turun lagi,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur, kemarin.

Ia mengatakan, ornamen melayu ini akan disinari lampu waktu malam hari, sehingga menambah daya tarik ikon Batam ini.

Pihaknya berterimakasih pada Kementrian PUPR karena turut menata lokasi tersebut. Menurut dia, menambah estetika destinasi wisata merupakan salah satu sikap serius pemerintah membangun pariwisata.

“Agar wisatawan banyak yang datang,” kata dia.

Ia berharap, masyarakat juga turut menjaga. Keberadaan destinasi dan pengembangan kepariwisataan tak lepas dari upaya pemerintah berbat untuk masyarakat.

“Misal, jangan buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan 1 Barelang terus dipercantik. Salah satu ikon Kota Batam ini kini dipasang lampu hias pada pilarnya. Uniknya, warnanya dapat berubah-ubah.

“lampu hias dan ornamen melayu, pengerjaannya satu paket,” pungkas Yumasnur. (iza)

Promosikan Wisata Budaya hingga Mendunia

0
F. HUMAS PEMPROV KEPRI UNTUK BATAM POS
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbaur bersama masyarakat saat acara pesta Pesta Rakyat Budaya Anak Negeri di Pantai Muka Limus, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Selasa (1/1/2019).

batampos.co.id – Menurut Gubernur Kepri Nurdin Basirun, banyak budaya dan atraksi masyarakat di Kepri yang bisa menjadi daya tarik wisata. Pemerintah akan aktif menggelar berbagai kegiatan untuk mempromosikan budaya tersebut ke seluruh dunia.

”Ada tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri sangat cantik-cantik pantai dan wisata lainnya. Semua memancarkan pesona untuk dinikmati wisatawan. Begitu juga dengan Kundur Barat ini sangatlah indah apalagi dengan adanya pesta rakyat di pantai,” ungkap Nurdin saat menghadiri Pesta Rakyat Budaya Anak Negeri di Pantai Muka Limus, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Selasa (1/1/2019).

Menurut Nurdin, beberapa warisan leluhur di Kepri pun kini sudah memiliki reputasi yang membanggakan.

Begitupun kuliner yang disajikan yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

”Kita turut berbangga, beberapa tempat wisata dan wisata kuliner sangat terkenal di dunia luar. Begitu juga de-ngan Pulau Kundur, Karimun ini,” ucap dia.

Nurdin tak lupa mengingatkan kepada masyarakat, agar menjaga martabat, kebersihan pantai, sopan santun dan adat istiadat. Menurutnya, hal itu merupakan wajah daerah yang maju dan cemerlang.

”Selalu tunjukkan dan kembangkan kearifan lokal dan jangan membuang sampah ke laut, karena itu adalah dasar berkembang dan majunya suatu daerah,” pesannya.

Nurdin menambahkan bahwa ekonomi kerakyatan diharapkan terus tumbuh dan maju, dengan berdatangannya wisatawan lokal maupun mancanegara.

”Mudah-mudahan dengan adanya bermacam-macam event wisata akan meningkatkan ekonomi kerakyatan.”

Sementara itu, ketua panitia Satria mengatakan pesta rakyat ini diadakan selama tiga hari.
Ada beberapa kegiatan, seper-ti pacu sampan dan lain-lan. Panitia terdiri dari warga Kundur yang berada di luar, yakni dari Batam, Tanjungpinang dan Karimun.

”Kami, warga Kundur khususnya Kundur Barat barsama-sama ingin mengembangkan Pantai Muka Limus ini menjadi terkenal di mancanegara,” kata Satria.

Hiburan digelar di Pantai Muka Limus Kundur dan dimeriahkan oleh artis dan band dari Malaysia yakni Sting dan Dewita Wiwik. Hampir semua masyarakat Kundur dan dari daerah lain memenuhi Pantai Muka Limus.

Turut hadir dalam acara ini zuriat Kerajaan Riau Lingga, datuk-datuk dari Singapura, Singa Agung Pure dari Bali, zuriat Paku Alam dari Yogjakarta, OPD Provinsi Kepulauan Riau, FKPD Kabupaten Karimun dan para tamu undangan lainnya.(bni)

Mencuri TV di Rumah Mantan Istri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat meringkus DP, 28, di Jalan Musi Seilekop, Bintan, Jumat (4/1/2019).

Pelaku diamankan beserta barang bukti kejahatan berupa Televisi 40 inci, obeng kecil dan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian.

Awalnya, pelaku pergi ke rumah korban yang merupakan mantan istrinya di Jalan Bhayangkara Tanjungpinang, Rabu (2/1/2019) lalu sekitar pukul 13.00 WIB, untuk menitipkan anaknya. Namun, mantan istrinya tidak berada di rumah. Kemudian, pelaku menitipkan anaknya kepada teman korban.

Lalu, pelaku kembali ke rumah korban dan membobol pintu rumah. Kemudian, pelaku membawa kabur televisi milik korban. Pulang ke rumahnya, korban mendapati pintu rumah tidak terkunci dan televisi miliknya telah raib. Korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Kapolsek Tanjungpinang Barat Iptu Firuddin melalui Kanit Reskrim Iptu Raja Vindo menjelaskan, saat ditangkap, pelaku mengaku telah menjual televisi tersebut seharga Rp 1,8 juta. Uang tersebut disetor ke bank untuk keperluan pelaku.

”Kami langsung mencurigai pelaku. Saat ditangkap pelaku mengaku mencuri,” kata Vindo, Minggu (6/1).

Pelaku, kata Vindo, mengaku uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk bermain judi online dan membayar hutang serta memenuhi kebutuhan lainnya.

”Pelaku suka main judi, makanya dia mencuri,” jelasnya.

Atas kejahatannya, pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

”Pelaku ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kanit. (odi)

Giorgio Piola Kembali Rilis Koleksi Arloji Bertema Formula 1

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ilusrator legendaris Formula 1, Giorgio Piola, kembali meluncurkan rangkaian arloji anyar yang terinspirasi dari Formula 1.

Arlogi yang dinamai Piola Shift akan ditawarkan secara eksklusif untuk konsumen yang menyukai dunia motorsports khususnya Formula 1.

Arloji hasil buatan Piola itu hadir dengan material yang terbuat dari bahan serat karbon, titanium, kristal dan pelapisnya (casing) terbuat dari baja stainless 316L.

Jam tangan F1 akan ditawarkan pertama kali di situs crowdfunding Kickstarter dengan harga $ 315 atau sekitar Rp 4,5 juta.

Melansir Motor1, Rabu (2/1), Piola Shift menampilkan desain yang terinspirasi dari tapak ban Formula 1, sementara pada bagian belakang casing terukir sketsa berbagai komponen Formula 1 seperti shift, mesin hingga mobil Formula 1 yang terlihat indah.

Piola Shift dengan bangga menyandang sebutan ”Swiss Made” karena arloji tersebut dirakit langsung oleh tangan handal di Swiss.

Menariknya, jam tangan dijalankan dengan sistem Kronograf Ronda 5040.D yang telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk mengukur satuan persepuluh detik, menit, dan digabungkan dengan pemutar tanggal dan detik.

Arloji Shift akan tersedia dalam warna hitam, biru, hijau dan merah. Jam tersebut memiliki ukuran 46,5 mm dengan ketebalan 15 mm.

Piola mengatakan, ada banyak persamaan antara dunia balap mobil dengan dunia jam tangan. Keduanya didasari ilmu mekanis, performa, dan keindahan.

”Karier saya di Formula 1 dan kecintaan saya pada jam tangan menginspirasi saya untuk menyalurkan hasrat balap saya menjadi sebuah jam tangan,” pungkas dia. (jpg)

Daftar Haji Tahun Ini, Berangkat Tahun 2035

0

batampos.co.id – Animo masyarakat Batam untuk menunaikan ibadah haji terbilang cukup tinggi. Namun untuk menunaikan rukun Islam kelima itu, masyarakat Batam harus mengantre 15 hingga 16 tahun ke depan. Saat ini, daftar tunggu berangkat haji telah mencapai 7.000 orang lebih.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kota Batam, Erizal Abdullah mengatakan, jumlah pendaftar masih banyak. Setiap hari ada sekitar 10-15 orang yang mendaftar haji. Sementara daftar tunggu sudah mencapai 7.000 orang lebih. Calon jemaah haji yang mendaftar tahun ini, akan berangkat pada 2035 mendatang.

”Sekarang pendaftarnya relatif usia muda. Karena pengaruh dari waktu tunggu yang mencapai 15 hingga 16 tahun itu tadi,” kata Erizal, Minggu (6/1/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan aturan bahwa umat muslim yang berusia 12 tahun saat ini sudah bisa ikut masuk daftar tunggu haji. Ia memaparkan, bagi calon jemaah haji yang ingin mendaftar cukup membawa data diri. Calon jemaah haji menyiapkan uang deposit sebesar Rp 25 juta.

”Sisanya nanti dicicil saat akan berangkat ibadah haji sesuai dengan besar ongkos haji yang ditentukan,” jelasnya.

Terkait besar ongkos haji 2019, Kemenag Batam hingga saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Ia mengatakan usulan ongkos naik haji paling lambat diputuskan tiga bulan sebelum keberangkatan haji dimulai.

Besar ongkos haji tergantung dari nilai tukar rupiah terhadap dolar. Sebab banyak dari akomodasi perjalanan seperti tiket pesawat menggunakan mata uang dolar.

Batam, sambungnya, termasuk embarkasi dengan biaya yang murah bila dibandingkan daerah lain. Tahun lalu jemaah haji Batam membayar Rp 34 juta.

Untuk jumlah haji Batam yang berangkat tahun ini, Erizal mengatakan masih sama dengan kuota tahun lalu, yakni sebanyak 580 jemaah calon haji.

”Alhamdulillah kuota kita masih sama. Tidak bertambah karena kebijakan dari Arab Saudi juga tidak bertambah,” jelasnya. (rng)