Senin, 1 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12021

Jangan Takut Beli Ikat Pinggang

0
ilustrasi

Beredar luas. Di kalangan pengusaha. Lewat media sosial. Isinya: tawaran ikat pinggang.

Ekonomi lagi sulit. Dan masih akan sulit. Rupiah terus melemah. Inflasi akan terjadi. Bank mengetatkan pemberian kredit. Suku bunga akan tinggi. Buntutnya: akan ada PHK.

Anjurannya: berhematlah. Kendalikan pengeluaran. Jangan boros.

Siapkan uang yang cukup. Untuk jaga operasional perusahaan. Setidaknya untuk enam bulan.

Beri pengertian karyawan: untuk ikut berhemat. Agar jangan ada PHK.

Bagi yang merencanakan proyek baru tunda dulu. Wait and see.

Anjuran seperti itu, yang beredar luas itu, sumbernya dari bank. Untuk mengingatkan nasabahnya. Agar waspada.

Bank yang baik selalu menjaga nasabahnya. Saya setuju dengan anjuran seperti itu.

Turki, India, Iran dan banyak negara lagi sulit-sulitnya. Bahkan Iran sampai memecat dua menteri ekonominya. Dipecat oleh DPR-nya.

Kita juga lagi sulit. Jangan salahkan Sri Mulyani. Kalau kita tidak gagal di bidang ekspor Sri Mulyani akan baik-baik saja. Kalau ambisi kita tidak berlebihan semua akan baik-baik saja.

Tapi siapa mau all out menggalakkan ekspor? Politik, bagi mereka, lebih menggiurkan.

Apa boleh buat. Kita harus mengencangkan ikat pinggang. Siapa yang tidak mau ikat pinggang tanggung sendiri resikonya. Siapa yang belum punya ikat pinggang segeralah membelinya.

Saya sudah biasa mengencangkan ikat pinggang. Bagi pengusaha seumur saya ini tidak baru.

Ikat pinggang pertama saya alami tahun 1988. Yang kedua di tahun 1998. Yang ketiga tahun 2008. Yang keempat tahun 2018 ini.

Terjadi tiap 10 tahun. Seperti ada mistiknya. Padahal tidak.

Saya masih ingat ikat pinggang pertama itu. Sumbernya: tight money policy. TMP. Begitu populer istilah TMP saat itu. Sedikit-sedikit beralasan TMP. Kebijakan uang ketat.

Kebijakan TMP bertujuan untuk mengendalikan inflasi. Ekonomi memang lagi ‘panas’ saat itu. Terlalu baik. Semua perusahaan ekspansi. Kalau tidak dikendalikan bisa ambruk.

Akibat TMP itu sulit sekali cari uang. Sulit cari kredit. Bunga bank 24 persen. Banyak yang di atas itu. Saya mengalami semua itu. Justru ketika baru 6 tahun terjun di bisnis. Yang seharusnya masih dalam tahap belajar bisnis.

Tapi pelajaran itu saya dapat: nenjalankan perusahaan dengan bunga 24 persen.
Efisiensi kami lakukan habis-habisan. Bekerja lebih keras. Kami tidak pernah mengeluh. Tidak pernah minta tolong pemegang saham.

Kami berhasil lolos dari krisis. Bahkan lebih kokoh. Banyak perusahaan yang juga selamat. Juga lebih kuat.

Yang abai pada keadaan itu pada bangkrut. Ada yang kelak bisa bangkit lagi. Dengan susah payah. Banyak yang bangkrutselamanya.

Hal yang sama terjadi sepuluh tahun berikutnya. Lebih berat. Krismon itu. tahun 1998 itu. Saat itu kami sudah lebih kokoh. Berkat ujian di tahun 1988.

Tapi kami tidak lengah. Tetap kencangkan ikat pinggang. Ratusan ide, puluhan terobosan, penghematan, kerja lebih keras kami lakukan.

Karyawan pun saya larang beli baju baru. Tidak boleh pakai dasi. Ke kantor boleh pakai sandal. Mutasi besar-besaran dilakukan. Karyawan berkorban habis-habisan. Mau kerja apa saja. Termasuk di luar bidangnya.

Salah satu karyawan ganti bicara. Di rapat umum perusahaan. ”Pak Dahlan juga harus berhemat. Tidak boleh lagi naik mercy,” katanya.

Saya ingat nama karyawan itu. Ia wartawan. Yang biasa kalem. Pendiam. Kali itu berani bicara begitu kepada bos besarnya. Di depan umum pula. Namanya akan abadi di hati saya: Budi Kristanto.

Saya pun spontan memutuskan. ”Sejak rapat ini saya tidak naik mercy,” kata saya saat itu.

Saya pilih naik Hundai kecil. Bekas. Mercy dikandangkan. Dua tahun kemudian diketahui: mercy itu rusak. Tidak pernah dipanasi.

Tapi perusahaan lolos dari krisis. Menjadi sangat kokoh. Bahkan luar biasa kuat. Ketika terjadi krisis lagi sepuluh tahun kemudian: sepele. Krisis di tahun 2008 tidak terasa apa-apa di perusahaan kami. Padahal begitu banyak perusahaan kelimpungan.

Saat terjadi krisis tahun ini saya sudah pensiun total. Tidak ikut merasakan. Tidak ikut mengalaminya.

Tapi prinsipnya sama: Jangan takut ikat pinggang. Sepanjang tujuannya untuk kelangsungan perusahaan.

Ingat. Saya pernah tiga kali mengalaminya. Dengan bunga 24 persen. Bahkan pernah 29 persen.

Jangan mikir politik. Pikirkan perusahaan. Dan jaga karyawan Anda. (dahlan iskan)

(rb/mus/mus/JPR)

Berharap Wisman di Festival Kue Bulan

0
Peserta dragon boat race tengah berlomba saat event tersebut digelar 2017 lalu. (F. Yusnadi/Batam Pos)

batampos.co.id – Kerja keras menembus target 150 ribu kunjungan wisatawan mancanegara yang dipatok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang tinggal bertumpu pada dua ajang kepariwisataaan terakhir tahun ini.

Diharapkan dari dua ajang ini bisa menggaet kunjungan wisman lebih banyak agar menstimulasi tabel kunjungan semakin signifikan.

Pelaksana Tugas Kepala Disparbud Tanjungpinang, Raja Kholidin menyebutkan dua ajang kepariwisataan yang sudah diagendakan hingga akhir tahun nanti adalah Festival Kue Bulan dan Lomba Balap Perahu Naga.

“Festival Moon Cake rencananya 26 September nanti. Sedangkan Dragon Boat akan dilaksanakan 19 Oktober mendatang,” terang Kholidin, kemarin.

Pada dua ajang ini, Kholidin optimistis bisa menggaet kunjungan wisman lebih banyak, utamanya dari negeri jiran.

Melihat data resmi yang ada di Badan Pusat Statistik Tanjungpinang, sepanjang tahun 2018 ini wisman yang datang ke ibu kota provinsi Kepri masih didominasi wisman berkebangsaan Singapura dengan capaian 43,42 persen. Lalu dari negara jiran lain, Malaysia, persentasenya 10,74 persen. Adapun yang paling besar nomor dua adalah wisman dari Cina yang biasanya masuk via penerbangan langsung ke bandara Raja Haji Fisabilillah.

Lalu perihal acara pesta pergantian tahun baru, Kholidin menyebutkan hingga kini belum tahu akankah diselenggarakan atau tidak.

Sejauh ini, kata dia, konsep acaranya belum ada di Disparbud Tanjungpinang. Ini pula juga berkenaan anggaran yang belum bisa dipastikan mengikut pembahasan APBD Perubahan yang masih berlangsung.

“Masih belum dirancang. Saya selaku Plt masih menjalankan agenda sebagaimana yang sudah dirancang tahun kemarin,” ujar Kholidin. (aya)

Jamaah Haji Tiba di Madinah

0
Petugas haji membantu jamaah yang sakit untuk masuk ke dalam hotel. (F. Firzan Syahroni/Jawa Pos)

batampos.co.id – Sebanyak 87.863 jamaah haji yang masuk rombongan gelombang pertama dipulangkan ke tanah air secara bertahap. Sementara 115.488 orang lainnya mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah. Hingga Minggu malam (2/9), sebanyak 21.019 jamaah haji sudah memasuki Madinah. Jumlah sebanyak itu tergabung dalam 52 kloter haji gelombang dua se-Indonesia.

Sebelum masuk Kota Madinah, bus-bus jamaah haji akan mampir di Terminal Hijrah. Di sana dilakukan pemeriksaan dokumen oleh panitia haji dari Arab Saudi. Paspor milik jamaah haji diambil untuk diperiksa. Petugas haji sektor Terminal Hijrah dan Bir Ali ikut membantu pendataan.

Setelah tiba di Madinah, rombongan jamaah akan disambut petugas haji. Jamaah yang sakit akan digendong hingga ke kamar hotel. Petugas hotel juga membantu mengakut koper milik jamaah haji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama
Nizar Ali mengatakan, kedatangan kloter pertama ke Madinah sempat mengalami masalah. Ada rombongan yang tidak bisa langsung masuk ke hotel.

Menurut dia, hal itu terjadi karena bus yang mengangkut jamaah haji Indonesia tiba lebih awal dari jadwal semula. “Ternyata lalu lintas lancar. Tidak macet. Jadi wajar kalau ada yang tidak bisa langsung masuk kamar hotel,” katanya.

Dia menjelaskan, hal itu merupakan konsekuensi dari sistem blocking time yang diterapkan dalam kerja sama kemenag dengan pihak hotel. Tahun ini, katanya, belum semua hotel dikontrak dengan sistem penuh atau full time.

“Insya Allah tahun depan semua hotel jamaah haji kita kontrak full musim. Dengan begitu, tidak akan terjadi lagi kendala seperti itu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam sehari ada enam ribuan jamaah haji yang diberangkatkan menggunakan bus dari Makkah ke Madinah. Mayoritas keberangkatan pertama dimulai pukul 06.00. Sedangkan keberangkatan bus terakhir pukul 16.00. Jika lalu lintas lancar, perjalanan dari Makkah ke Madinah bisa ditempuh selama lima jam.

Para jamaah haji akan tinggal di Madinah selama delapan hari sebelum dipulangkan ke Tanah Air. Selama di Madinah, mereka akan mengikuti Salat Arbain atau salat 40 kali tanpa putus di Masjid Nabawi. Mereka juga diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Misalnya, Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Kebun Kurma. (oni/jpc/jpk)

14 Bayi Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 14 bayi dan janin ditemukan terbungkus dalam kantong plastik di area pekerjaan konstruksi.

Kantong itu ditemukan di Kolkata, India. Kini mayat-mayat tersebut tengah diselidiki aparat kepolisian setempat.

Dilansir dari BBC, Senin (3/9), media lokal setempat menyebut bahwa bayi dan janin malang itu ditemukan Minggu lalu. Ketika itu para pekerja konstruksi menggali sebidang tanah kosong di lingkungan Haridevpur.

Menurut Hindustan Times, sebuah perusahaan properti telah membeli tanah baru-baru ini.

“Ke-14 mayat yang dibungkus secara terpisah dalam plastik berada dalam dua tas,” kata Wali Kota Kolkata, Sovan Chatterjee.

Sementara Chatterjee menyebut bahwa pencarian menyeluruh di seluruh area, termasuk waterbodies di dekatnya, akan dilakukan untuk melihat apakah ada lebih banyak mayat. Tampaknya mayat itu direndam dalam bahan kimia.

Penemuan ini mengindikasikan adanya praktik aborsi yang beroperasi di dekat tempat tersebut.

“Kami tidak tahu dari mana mereka (mayat-mayat itu) datang. Karena ada bukti tidak langsung. Tampaknya mereka dibuang di sana ketika tanah itu terbengkalai,” kata salah seorang perwira polisi yang tidak disebutkan namanya kepada Press Trust of India.

Saat ini aparat kepolisian tengah menyelidiki data Postmortems para korban. Polisi juga akan menganalisis rekaman CCTV dari area tersebut. (ina/JPC)

Andrei Berani Tampil di Tengah Ramainya Politisi Senior

0
Andrei Simanjuntak

Kursi DPR RI dapil Kepri selalu diraih oleh para politisi yang telah berumur senior. Dari 2004-2014, nama-nama wakil rakyat di Senayan dari dapil ini mayoritas berumur lebih dari 50 tahun.

Dari puluhan Bacaleg yang resmi didaftarkan sejumlah partai, ada beberapa yang menarik perhatian, salah satunya adalah nama Andrei Simanjuntak. Kenapa Andrei menarik? Karena pria ini di belakang namanya ada marga Simanjuntak dan partai yang ia kendarai adalah PKS yang belum pernah di dapil Kepri menempatkan politisi bersuku Batak maju sebagai Caleg DPR RI.

Kedua, Andrei terlihat masih relatif muda. Setidaknya jika dibandingkan dengan para politisi lain yang mengincar kursi DPR RI. Andrei berani tampil di tengah ramainya politisi senior yang berlaga di dapil Kepri.

Raden Hari Tjahyono, Ketua DPW PKS Kepri menyebut munculnya Andrei sebagai bukti PKS adalah Indonesia mini. Kader PKS dari Aceh sampai Papua itu ada. Dari berbagai suku juga ada. Komplit.

Mengenai umur, selain sebagai penyegaran politik, juga membuktikan bahwa PKS senantiasa memiliki kader yang siap mengambil peran untuk mewujudkan harapan masyarakat.

“Ceruk milineal cukup banyak. Bang Andrei bisa maksimalkan untuk dongkrak suara PKS. Face-nya yang muda dan style-nya juga cool cocok untuk untuk mendulang suara,” ujar Raden Hari.

Andrei Simanjuntak tumbuh dari keluarga ilmu. Ayah-bundanya almamater Universitas Indonesia (UI). Bahkan ibundanya pernah menjadi pengajar di UI. Ayahnya, Marsilam Simanjuntak pernah menjadi Jaksa Agung di era Presiden Gusdur. Andrei sendiri mengenyam S1 dan S2-nya di Amerika.

Sebagai keluarga ilmu dan aktivis, ia mengaku memahami apa yang akan dilakukan pada hajatan pesta demokrasi 2019. Strategi demi strategi sudah ada di benaknya. Bahkan sebagian sudah ia ejawantahkan.

Ia tentu akan melakukan pendekatan “gaya muda”, yaitu bersentuhan langsung, juga memanfaatkan teknologi.

Bagi saya yang terpenting terus berjalan sesuai strategi yang diterapkan. Alhamdulillah sambutan masyarakat Kepri begitu antusias.

Andrei menyebutkan salah satu rumus kehidupannya adalah optimis. Ia memprediksi pemilu 2019 adalah tahun era “politik kanan”. Untuk itu ia percaya diri, PKS sebagai wadah partainya bisa mengirimkan satu wakil di DPR RI.

“Dua tahun ini eksistensi umat Islam berpolitik meningkat tajam. Insya Allah akan ada berkah buat PKS,” tambahnya.

“Islam itu merangkul,” begitu katanya. Ia pun hidup di tengah keberagaman. Ada yang muslim, ada juga yang non muslim. Namun semuanya tetap menjaga persatuan. Di sini (Kepri) saya juga punya saudara yang muslim dan non muslim. Alhamdulillah semua mendukung saya.

Indonesia terlebih Kepri jauh lebih maju dan sejahtera apabila seleluruh elemen bahu membahu menjaga persatuan. (*)

Mari Main ke Pantai Moondarhana di Pulau Subangmas

0
Aktivitas pengunjung di Pantai Moondarhana, Batam. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Gugusan pulau yang jumlahnya ribuan, membuat wilayah Kepulauan Riau (Kepri) memiliki pantai-pantai indah yang masih alami.

Salah satunya Pantai Moondarhana di Pulau Subangmas, Kelurahan Subangmas, Kecamatan Galang, Batam, Kepri.

Garis pantai yang tidak terlalu panjang menyajikan keindahan dalam bentuk visibilitas air, hamparan pasir, dan udara sejuk.

Suasana nyaman yang dihadirkan pantai bening itu menjadi alasan kenapa namanya adalah Moondarhana. Cerah dan terangnya suasana pantai, baik di kawasan laut maupun hamparan pasirnya, menjadi alasan lain kata bulan (Moon) terpakai sebagai nama pantai.

“Pantai ini sejuk seperti bulan. Kita melihat bulan pasti nyaman,” kata pengelola sekaligus pemilik lahan di Moondarhana, Surahman, 54.

Berada di antara gugusan pulau-pulau, membuat kondisi perairan di Pantai Moondarhana sangat nyaman untuk aktivitas berenang dan snorkeling. Pengunjung yang datang ke pantai ini pasti betah berlama-lama berenang.

Surahman menambahkan, Pantai Moondarhana memiliki keunikan lain. Di kawasan pantai terdapat mata air yang telah ada sejak zaman Belanda. Sampai saat ini, mata air tersebut masih digunakan pengunjung untuk mandi seusai berenang.

Telaga Payung Mahkota
foto: seniberjalan.com

Mata air bernama Telaga Payung Mahkota itu berada tepat di depan pantai. Tidak hanya pengunjung, warga sekitar juga memanfaatkan mata air untuk konsumsi.

Sementara untuk menjangkai Pantai Moondarhana, di butuhkan waktu setidaknya 40 menit menggunakan kapal kayu dari pelabuhan terdekat di Desa Tebing Tinggi, Kelurahan Rempang Cate. Dengan biaya sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, pengunjung sudah bisa menyewa kapal dengan kapasitas 12 orang untuk pergi dan pulang.

Untuk sampai ke pelabuhan, pengunjung akan melewati empat jembatan utama Kota Batam dari pusat kota. Termasuk Jembatan 1 Barelang yang menjadi ikon pariwisata
Batam.

(bbi/JPC)

Dua Cawapres Beri Gambaran Awal Jualan Isu Ekonomi

0

batampos.co.id – Isu perekonomian menjadi tema menarik yang akan dibawa dalam pertarungan Pilpres 2019. Para bakal cawapres bahkan sudah membuat wacana-wacana tentang bagaimana ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Cawapres KH Ma’ruf Amin mengusung ekonomi Pancasila, sedangkan cawapres Sandiaga Salahudin Uno menggagas ekonomi kerakyatan.

Ma’ruf menjelaskan, dirinya akan membantu Jokowi menyiapkan landasan agar Indonesia bisa lepas landas pada 2024. Menurut Ma’ruf, rancangan ekonomi yang dibangunnya dan capres incumbent Joko Widodo berbasis keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ”Tidak ada disparitas antara produk-produk lokal dan produk-produk global,” terangnya Sabtu (1/9).

Dia menuturkan, ekonomi dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari pengaruh global. Karena itu, dia dan jokowi akan menyiapkan landasan ekonomi yang kuat. ’’Ini arus baru dari sistem lama yang new liberal,” lanjutnya.

Menurut Ma’ruf, teori trickle down effect yang mengutamakan konglomerat tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini dan ke depan. Karena itu, konsep yang akan dibawa adalah memberikan jalan agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berlangsung dengan nyaman. Salah satunya, memastikan tidak ada lagi konflik ideologi di tengah masyarakat. Dengan demikian, energi masyarakat bisa lebih difokuskan untuk membangun ekonomi.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan bahwa konsep yang diusungnya bersama Prabowo lebih memprioritaskan ekonomi kerakyatan. ’’Menurut saya, sama saja ya (dengan Ma’ruf Amin),’’ terangnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan kemarin. Muaranya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Hanya, narasinya sedikit berbeda dengan Jokowi-Ma’ruf. ”Narasi kami adalah ekonomi yang membuka lapangan kerja, yang bisa memastikan harga-harga stabil buat emak-emak,’’ lanjut mantan Wagub DKI Jakarta itu. Aspirasi kaum ibu menjadi prioritas untuk bisa diwujudkan.

Menurut Sandi, masyarakat sudah merasakan apa yang dijalankan pemerintahan Jokowi selama empat tahun belakangan. ”Yang ingin kami tawarkan adalah perbaikan arah pembangunan ekonomi kita yang lebih berpihak kepada rakyat,’’ tambahnya. Juga, memastikan harga-harga yang stabil di masyarakat. (byu/c10/fat/jpg)

Sampai Jumpa di Hangzhou

0

batampos.co.id – Seremoni penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tadi malam berselimut hujan. Sejak sore cuaca memang sudah mendung, namun itu tidak menyurutkan asa rakyat Indonesia untuk tetap menjadi saksi sejarah setelah 56 tahun lamanya tidak menjadi tuan rumah. Mereka tetap memadati tribun, sekalipun hujan tidak berhenti mengguyur dari langit.

Sebagai pembuka ada penampilan dari drum band gabungan Akademi TNI dan Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian. Menyusul kemudian kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla bersama dengan Presiden Dewan Olimpiade Asia Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah. Sementara Presiden Joko Widodo tidak dapat menghadiri acara, sebab sedang melakukan kunjungan ke daerah yang baru saja terkena bencana alam gempa bumi di Lombok.

Selanjutnya ada parade bendera tiap negara peserta Asian Games 2018. Pembawa bendera diwakili oleh atlet-atlet terbaik tiap negera, seperti bendera Merah Putih yang dibawa oleh pesilat Hanifan Yudani.

Sementara Rikako Ikee yang meraih gelar sebagai most valuable player (MVP) terpilih menjadi pembawa bendera Jepang.

Menyusul kemudian defile atlet yang diawali dengan kontingen dari Indonesia yang disambut meriah penonton. Uniknya para relawan yang sudah membantu terlaksananya pesta olahraga se-Asia turut menutup barisan parade.

Walau tak dapat hadir dalam seremoni penutupan, tetapi Jokowi tetap hadir dan memberi sambutan melalui sambungan video langsung dari Nusa Tenggara Barat. “Asian Games 2018 memang berakhir di sini. Tetapi Energi of Asia, Semangat Asia tidak terlupakan. Inilah Energi Asia yang sesungguhnya. Bersatu membawa kebaikan bagi semua,” ujar Jokowi.

Jusuf Kalla pun turut memberi sambutan singkat. “Ini pesta untuk Anda. Terima kasih sudah menampilkan pertandingan yang luar biasa. Anda semua adalah pahlawan Asia,” katanya.

Acara dilanjut dengan penyerahan bendera Asian Games pertama dari New Delhi ke Hangzhou yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya.

Tidak ada panggung megah seperti pada upacara pembukaan 18 Agustus lalu. Tidak ada pula gunung berapi sebagai latar belakang. Hanya panggung bulat tanpa ornamen berlebih.

Tapi itu tidak mengurangi gebyar kemeriahan seremoni penutupan yang dikonsep layaknya konser. Beberapa penyanyi ternama Indonesia seperti Isyana Sarasvati, Bunga Citra Lestari, hingga band Gigi. Ada pula penampilan dari boyband iKon yang menggemparkan panggung tadi malam.

Permainan lampu membuat setiap peforma terasa spesial. Ditambah nyala kembang api di atas langit-langit SUGBK seolah tidak ada hentinya.

Peforma boyband Super Junior sontak mendapat sorakan yang begitu membahana dari penonton. Maklum, boyband satu ini jadi idola para K-popers. Mereka berlomba-lomba mengabadikan momen boyband satu ini dengan ponsel masing-masing.

Seremoni ditutup dengan lagu ofisial Asian Games 2018 yang berjudul Bright As The Sun dan Meraih Bintang.

Upacara penutupan Asian Games 2018 tadi malam, memang menjadi akhir dari pelaksanaan pesta olahraga se-Asia yang diadakan di Jakarta-Palembang. Tapi bukan berarti cerita berhenti sampai di sana. Masih ada Asian Games selanjutnya.

Terdekat pada 2022 Hangzhou, Tiongkok mengajukan diri menjadi tuan rumah Asian Games. Kota ini akan menjadi kota ketiga di Tiongkok yang didaulat jadi tempat terselenggaranya Asian Games, setelah Beijing 1990 dan Guangzhou 2010.

Tapi tentunya Asian Games diempat tahun yang akan datang menjadi tantangan tersendiri. Sebab di 2022 nanti Asia akan menjadi tuan rumah bagi tiga event besar sekaligus. Yaitu Olimpiade Musim Dingin yang rencananya diadakan Februari di Beijing, menyusul Asian Games di pertengahan tahun, tepatnya September, dan terakhir Piala Dunia FIFA di Qatar pada November.

Diapit dua event olahraga yang selalu menyita perhatian dunia, tentu jadi tantangan bagi penyelenggara Asian Games selanjutnya untuk mempertahankan euforia sebagai pesta olahraga terbesar se-Asia. Pertanyaannya mampukah Hangzhou menjawab kekhawatiran itu? Atau justru sebaliknya Hangzhou mampu menjaga nyala obor Asian Games ditengah-tengah dua event besar dunia di Asia itu?

Direktur Jendral dan Teknik Dewan Olimpiade Asia (OCA) Husain Al Mussalam tidak memungkiri 2022 akan jadi tantangan besar untuk membuat Asian Games tidak tenggelam diantara dua event besar.

“Kami harus punya ide agar Asian Games nanti unik dengan menerapkan high technology,” kata Husain.

Menurutnya sangat penting untuk menyelenggarakan Asian Games sesuai dengan perkembangan zaman dan apa yang sedang tren di kalangan anak muda saat itu. Ia mencontohkan e-sport yang pada edisi 2018 ini masih ekshibisi, tapi banyak negara yang mengikuti pertandingan ini. Banyaknya peserta yang mengikuti e-sport menunjukkan kesuksesan penyelenggara menarik minat anak muda.

Hal seperti itu nanti yang akan dilakukan untuk menyukseskan Asian Games 2022. (feb/nap/JPG)

Anak Keroyok Ayah Tiri

0

batampos.co.id – Ab, 30 dan Za, 19, harus berurusan dengan pihak polisi, pasalnya kakak beradik ini mengeroyok Jaini, 60, yang tak lain adalah ayah tiri mereka.

Aksi pengeroyokan tersebut bermula saat Jaini marah kepada anak gadisnya, Ns karena ketahuan menyimpan video dewasa.

“Bapak marah-marah sambil banting pintu, saya dan Za lagi duduk, kaget,” ujar Ab, Minggu (2/9).

Dia mengatakan karena mendengar umpatan dan kemarahan bapaknya, Ab pun merasa tersinggung dan marah. Ab merasa dituduh ikut menyimpan video tersebut.

“Di rumah yang punya gadget cuma adik saya saja (NS). Seolah-olah dia (Jaini) menuduh kami yang simpan video porno itu. Saya tersinggung,” katanya.

Keduanya pun akhirnya cekcok mulut hingga berujung pada pemukulan. Ab melayangkan bogem mentah ke kepala ayahnya. Tak sampai disitu, pekerja bangunan itu terus melancarkan serangan dam memukul kepala Jaini. Jaini sempat berusaha membalas. Namun tenaganya tak lagi sebanding dengan Ab.

Za yang menyaksikan pertengkaran itu juga ikut menghajar Jaini. Pada saat itu, ia mengaku ingin melerai, namun entah kenapa malah ikut terpancing emosi. Za pun memeluk Jaini dari belakang kemudian diangkat dan dibanting ke kanan.

“Saya mau lerai. Tapi mereka berdua tidak mau dilerai,” kata Za.

ilustrasi

Jaini yang sudah mengerang kesakitan mencoba untuk bangkit dan berniat lari menyelamatkan diri. Namun, belum tegak ia berdiri, Jaini pun kembali mendapatkan tendangan dari Za.

Sementara keributan dan pengeroyokan yang dilakukan dua kakak beradik itu juga didengar tetangga. Warga setempat yang yang mengetahui keributan ini melaporkannya ke Polsek Batuaji. Polisi langsung bergerak cepat dan keduanya pun diamankan.

“Keduanya bersama-sama mengeroyok dan menganiaya orang tuanya (Jaini). Bapaknya ketakutan dan lari,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi dari Jaini. Pria tersebut lari karena takut dibunuh anak-anaknya. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

“Anggota dibantu warga, masih mencari keberadaan Jaini. Kita belum bisa lakukan proses hukum pada ke dua pelaku karena laporan korban belum kita terima. Dasar hukum kita belum kita tidak ada,” tutupnya. (une)

Upah Rp 8 Juta Berujung Penjara

0
Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel bersama anggota ketika mengamankan empat truk bermuatan ratusan kayu Benuas.
(F. Bahtiar/Kalteng Pos)

batampos.co.id – Ratusan potong kayu diduga hasil illegal logging yang hendak diselundupkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil digagalkan Polres Kotim dan Polsek Antang Kalang. Dalam penangkapan itu yang terjadi Jumat (31/8) malam itu, aparat turuk mengamankan empat truk beserta sopirnya.

Dari empat truk tersebut, ditemukan 205 potong kayu jenis Benuas tanpa dokumen resmi. Sementara sopir truk mengaku nekat mengangkut ratusan kayu tersebut lantaran tergiur upah yang mencapai Rp8 juta.

Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel mengatakan, terungkapnya kasus itu ketika pihaknya melakukan pengejaran atau pencegatan. Tepatnnya di Jalan Km 6, kawasan pertigaan Desa Sangai dengan Kecamatan Antang Kalang.

“Kita amankan empat truk yang mengangkut kayu olahan jenis kayu Benuas tanpa dilengkapi dokumen sah,” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Sabtu, (1/9) malam.

Menurut kapolsek, dalam kaitan kasus tersebut, pihaknya juga melaksanakan patroli dan mengupayakan tindakan-tindakan hukum. Termasuk kepada empat sopir truk, meskipun hanya diupah untuk mengantarkan saja.

“Menurut pengakuan mereka (sopir truk) baru satu kali ini mengangkut kayu karena dijanjikan upah Rp8 juta untuk satu truk yang diantar,” ungkap kapolres.

Kapolres menyebutkan, penangkapan tersebut dilakukan saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Personel Satreskrim Polres Kotim dan anggota Polsek Antang Kalang kemudian menuju TKP. Alhasil berhasil ditemukan empat truk bermuatan kayu tersebut.

“Jumlah kayu kurang lebih sekitar 205 potong berbagai ukuran, atau 32 kubik. Sopir mengaku jika kayu tersebut hendak dibawa ke Banjarmasin,” ucap Rommel.

Sedangkan untuk identitas pemilik kayu, lanjut dia, pihaknya sudah mengantongi identitasnya dan dilakukan pengejaran.

Sampai saat ini hanya empat sopir truk yang diamankan dan dikenakan Pasal 83 Jo 88 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ancaman hukuman minimal satu tahun penjara atau maksimal lima tahun penjara dengan denda kurang lebih Rp500 juta,” pungkas Rommel. (ais/ang/jpg)