Senin, 1 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12022

Sejoli Ketangkap Basah sedang Tidur Berdua di Kamar Kos

0

batampos.co.id – Budi alias Ajay pemuda 19 tahun harus berurusan dengan polisi. Dia tertangkap basah saat menggauli Er, siswi salah satu SMK di Batuaji yang masih dibawah umur, Rabu (29/8) lalu.

Aksi tak terpuji itu terjadi di kamar kos Er di Tembesi dan yang membawa Budi ke sel tahanan Mapolsek Batuaji adalah Sy ayah Er yang tak terima kesucian anak gadisnya direnggut oleh Budi.

Informasi yang didapat, aksi pencabulan itu terkuak bermula dari kecurigaan Suparman kawan Sy yang curiga kamar kos Er didatangi seorang pria tak dikenal. Pria tersebut tak lain adalah Budi. Merasa ada yang tidak beres, Suparman akhirnya menghubungi Sy ayah Er yang tinggal di Sembulang.

Mendengar kabar tersebut Sy langsung mendatangi kos putrinya di Tembesi, Kelurahan Kibing.

“Anak ini sekolah di Batuaji makanya kos. Orangtuanya tinggal di Sembulang,” tutur Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Saat Sy tiba, ternyata pintu kamar kos anaknya terkunci dari dalam. Sy dan beberapa warga akhirnya mendobrak paksa pintu kos tadi dan mendapati Er tengah tidur berduaan dengan Budi.

Keduanya tak bisa ngelak dan mengaku telah berhubungan badan. Tidak terima sebab anaknya masih sekolah dan belum cukup umur, Sy kemudian membawa Budi ke Mapolsek Batuaji untuk ditindak lanjuti.

Kepada polisi Budi mengaku aksi tak terpuji itu terjadi atas dasar suka sama suka. Keduanya tengah menjalin hubungan asmarah.

“Pacaran kami Pak. Cuman bapaknya tak terima makanya dilaporkan saya ke sini,”ujar pemuda putus sekolah itu.

Meskipum demikian, Budi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia telah dituduh pasal pencabulan anak dibawa umur.

”Tetap dilanjut karena korban masih dibawah umur,” ujar Dalimumthe.

Dengan adanya kejadian itu, Dalimunthe kembali mengingatkan orangtua untuk lebih peduli lagi dengan kegiatan anak baik di lingkungan sekolah ataupun di rumah. Jikapun anak tinggal berjauhan sebaiknya orangtua menitipkan ke perangkat RT/RW ditempat tinggal sang anak agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti itu.

“Kepada pemilik kos juga harus perhatikan anak kosnya. Jangan hanya mau terima sewanya saja. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan. Cewek ya khusus cewek tak boleh ada cowok. Begitu juga dengan tamu penghuni kos harus diperhatikan,” imbau Dalimunthe. (eja)

Gizi Makanan di Warung Angkringan Tidak Seimbang

0

batampos.co.id – Angkringan menjadi salah satu ciri khas sekaligus kuliner legendaris di Jogjakarta. Model kuliner dengan gerobak ikonik itu tidak hanya sering dijujuk karena banyaknya pilihan angkringan. Melainkan juga karena harganya. Murah!

Namun, murahnya harga berbagai menu yang ditawarkan ini belum mencukupi gizi seimbang. Meski, aneka menu angkringan sebenarnya telah mengandung zat yang dibutuhkan tubuh. Nasi ”kucing”, contohnya. Nasi yang biasanya dibungkus dengan koran bekas ini mengandung karbohidrat. Pun dengan lauk-pauk. Aneka lauk seperti tempe dan tahu ini mengandung protein.

Ahli gizi Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) Kartika Nur Fitriani mengingatkan, menu dengan gizi seimbang harus memenuhi standar kebutuhan gizi sehari-hari. Tidak hanya karbohidrat dan protein. Melainkan juga buah dan sayur. Seperti menu program Isi Piringku yang dicanangkan pemerintah. Nah, angkringan tidak menawarkan pilihan buah dan sayur.

”Satu porsi makan harus ada 50 persen sayur dan buah. 50 persen lainnnya berupa karbohidrat dan protein,” jelas Kartika di kantornya pekan lalu.

Jomplangnya asupan gizi menu di angkringan ini diperburuk dengan perilaku pembeli. Mayoritas konsumen angkringan cenderung memilih menambah jumlah lauk. ketika mengonsumsi satu bungkus nasi “kucing”, konsumen biasanya menghabiskan dua hingga tiga lauk gorengan. Belum lagi tambahan sate usus atau telur puyuh. Jamak konsumen dalam sekali “ngangkring” menghabiskan dua hingga tiga bungkus nasi “kucing”. Padahal, satu potong tempe mengandung 25 gram protein nabati. Sementara kandungan protein nabati yang dibutuhkan tubuh dalam sekali makan hanya 100 gram.

”Kalau makan tempe atau tahu lebih dari empat berarti sudah kelebihan. Terkadang malah ditambah usus, kepala, dan telur puyuh,” ingatnya.

Menurut Kartika, kebutuhan gizi protein orang dewasa bisa dipenuhi dengan mengonsumsi sumber protein nabati 100 sampai 400 gram dalam sehari. Itu berasal dari lauk-pauk seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sedangkan untuk protein hewani seperti telur, ikan, daging sapi, dan daging ayam, cukup dengan mengonsumsi 70 sampai 160 gram sehari.

Karena itu, Kartika memberikan kiat makan sehat di angkringan. Caranya dengan memperhatikan porsi.

”Untuk nasi angkringan cukup mengonsumsi dua bungkus saja dengan lauk secukupnya. Kalau ada buah-buahan seperti pisang, bisa juga dikonsumsi untuk pelengkap gizi,” tuturnya.

Kiat lainnya adalah memilih makanan sesuai dengan kondisi tubuh. Bagi yang memiliki bakat kolesterol, lebih baik menghindari jeroan ayam dan gorengan berminyak.

Berbagai kiat ini, Kartika menekankan, tidak bertujuan untuk melarang makan di angkringan.

”Tapi tetap harus memenuhi kebutuhan gizi lainnya,” tuturnya.

Asisten Ahli Bagian Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Dr. Lily Arsanti Lestari STP MP mengungkapkan hal senada. Menurutnya, mayoritas pilihan menu yang dijual angkringan tidak sehat. Itu lantaran tinggi lemak, karbohdirat, dan rendah serat.

“Jarang ada angkringan yang menjual masakan dari sayuran,” ujarnya.

Dosen Program Pendidikan Gizi Kesehatan UGM ini mengaku pernah melakukan penelitian. Hasilnya, angkringan tidak higienis. Sanitasinya juga dipertanyakan. Contohnya, pencucian peralatan dengan air seadanya. Seharusnya dengan air mengalir. Itu lantaran mayoritas angkringan berada di pinggir jalan.

”Air bersihnya susah, sehingga hanya satu atau dua ember digunakan untuk mencuci gelas dan piring,” kritiknya.

Dalam kesempatan itu, Lily juga menyinggung mengenai kualitas menu angkringan yang di-display hingga lebih enam jam. Menurutnya, hal tersebut memicu kemungkinan cemaran bakteri, sehingga berpotensi mengakibatkan keracunan.

”Makanan yang dipanasi berulang-ulang juga membuat zat gizinya rusak,” tambahnya.

Atas dasar itu, Lily mendorong perlu adanya standardisasi angkringan sehat. Bila perlu Pemprov DIJ mempersiapkan regulasinya. Pertimbangannya, angkringan termasuk ikon Jogjakarta. Tidak sedikit wisatawan yang penasaran. Kendati begitu, kata Lily, standardisasi harus disertai dengan pendampingan. Toh, pemprov memiliki dana keistimewaan (danais).

”Danais tak hanya digunakan untuk sarpras dan kesenian saja. Tapi (seharusnya) bisa untuk mengangkat makanan lokal untuk menjadi berkelas,” saran Lily menyebut hal itu bertujuan agar pendampingan dapat menjangkau seluruh pedagang angkringan.

Lily menceritakan, timnya pernah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada sejumlah pedagang angkringan. Tim juga memberikan bantuan peralatan untuk mendukung keamanan kepada mereka. Hanya, jangkauan penyuluhan ini masih terbatas.

Ketika disinggung mengenai angkringan yang disajikan di hotel dan restoran mewah, Lily menjamin higiene dan sanitasinya lebih baik. Beragam menunya juga telah dimodifikasi.

”Modifikasi perlu dilakukan agar ada menu sayur dan buah di angkringan, sehingga menjadi menu yang sehat,” tambahnya.

Pilih Angkringan Karena Terjangkau

Angkringan tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa. Terutama saat akhir bulan. Angkringan menjadi pilihan favorit mahasiswa saat dompet menipis.

Falid Ikwan Rivani, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mengaku kerap makan di angkringan. Dalam sekali makan, dia hanya mengeluarkan uang Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu.

Dia sadar betul bahwa menu angkringan tidak bergizi. Kalah dibanding pilihan menu yang ditawarkan warung makan lainnya. Kendati begitu, hal tersebut tak menjadi persoalan.

Keterangan serupa disampaikan Anisa Hernaning Tyas. Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini cukup sering jajan di angkringan. Hanya, dia memilih angkringan tertentu. Terutama, yang memperhatikan aspek kebersihan.

”Kalau untuk gizi makanan sama saja. Kurang,” ungkap Anisa mengaku dalam sekali “ngangkring” hanya mengeluarkan Rp 20 ribu. (ita/cr9/cr7/zam/jpg)

KPU Terbitkan Edaran Tunda Eksekusi Putusan Bawaslu

0

batampos.co.id – Putusan sejumlah panwaslu dan Bawaslu mengabulkan sengketa yang diajukan eks koruptor hampir pasti tidak akan dilaksanakan KPU. Bahkan, KPU resmi mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan KPU di daerah agar menunda pelaksanaan putusan pengawas setempat.

Surat tertanggal 31 Agustus itu meminta KPU provinsi dan kabupaten/kota tetap berpedoman pada regulasi teknis yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 14 dan 20 Tahun 2018. Khususnya dalam menyikapi putusan Bawaslu setempat terkait mantan terpidana korupsi yang mencalonkan diri dalam Pemilu 2019.

Ketua KPU Arief Budiman mengingatkan, dua PKPU tersebut mengatur larangan bagi partai politik untuk mencalonkan eks terpidana kasus korupsi dalam pemilu. Baik pemilu DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota. ’’Sampai saat ini masih berlaku,’’ ujarnya.

Arief menjelaskan, belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan bahwa dua PKPU tersebut bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. ’’Berdasar penjelasan itu, KPU provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP kabupaten/kota diminta menunda pelaksanaan putusan Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota,’’ lanjutnya. Setidaknya, penundaan tersebut berlaku sampai putusan MA keluar.

Sementara itu, jumlah eks koruptor yang sengketanya dikabulkan Bawaslu semakin bertambah. Saat dikonfirmasi, Komisioner KPU Wahyu Setiawan membenarkan hal tersebut. ’’Jumlahnya sekarang 11,’’ tuturnya ketika dikonfirmasi tadi malam. Lima putusan terbaru berasal dari Panwaslu Kota Palopo, Bawaslu DKI Jakarta, Panwaslu Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Mamuju Utara, dan Kabupaten Tojo Una-Una.

Di sisi lain, ada enam daerah yang pengawasnya masih memproses sengketa yang diajukan eks koruptor. Masing-masing Provinsi Jateng, Kabupaten Blora, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lingga, Provinsi Gorontalo, dan Kota Cilegon.

Dengan edaran tersebut, 11 caleg dan calon senator yang putusannya telanjur dikabulkan dipastikan tetap berstatus tidak memenuhi syarat. Nama mereka tidak akan dicantumkan dalam daftar calon sementara (DCS), bahkan mungkin daftar calon tetap (DCT) yang diterbitkan pada 21 September.

Kecuali jika MA memutuskan bahwa PKPU tersebut bertentangan dengan UU dan putusannya keluar sebelum DCT. Sebab, jika DCT sudah ditetapkan, tidak bisa diubah lagi. Tidak ada lagi penggantian caleg setelah DPT meski caleg meninggal dunia. Putusan MA tidak lagi bisa berpengaruh jika DCT sudah ditetapkan. (byu/c15/fat/jpg)

Polsek Batamkota Bekuk Pelaku Curanmor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota membekuk seorang pelaku pencurian sepeda motor, Fransiskus Rici, 28, yang beraksi di parkiran Masjid An Nur Villa Pesona Asri, Batamkota.

Ia diamankan oleh Unit Opsnal Polsek Batamkota di sekitaran Ruli Seraya, Jumat (24/8) lalu.

Dari tangan Fransiskus Rici, diamankan barang bukti tiga unit sepeda motor jenis matic yang diduga dari hasil curian beserta satu kunci T yang digunakannya untuk membobol sepeda motor targetnya.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus mengatakan, penangkapan terhadap Fransiskus ini bermula dari diterimanya laporan dari korban, Dewi Indriyati. Dimana, pada saat kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB, korban tengah menyiapkan keperluan jemaah Masjid An Nur Villa Pesona Asri.

“Sekitar 45 menit kemudian saat korban hendak pulang, sepeda motor yang dilagi diparkir sudah tidak ada lagi atau dibawa kabur oleh tersangka,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mendatangi Polsek Batamkota untuk membuat laporan polisi. Dari laporannya kepada polisi, ia mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta. Dari laporan itu, selanjutnya unit Opsnal Polsek Batamkota melakukan penyelidikan di lapangan dengan memeriksa beberapa orang saksi.

“Dari penyelidikan itu, kami dapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka sering berada di Ruli Seraya. Kemudian kita ke lapangan dan mengamankan pelaku beserta tiga unit sepeda motor,” tuturnya.

Usai diamankan, Fransiskus selanjutnya dibawa ke Mapolsek Batamkota untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. Kepada penyidik, Fransiskus telah beraksi di empat lokasi yang berbeda. Setiap sepeda motor hasil curian itu, rencananya akan dijual tersangka untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Saat ini, kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Apakah ada lokasi lainnya dengan melakukan koordinasi dengan seluruh polsek jajaran Polresta Barelang,” bebernya.

Ia menambahkan, Fransiskus Rici dijerat pasal 363 KUH Pidana dengan denda paling lama lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 60 juta. (gie)

Sampah di Drainase Batuaji

0
foto: batampos.co.id / eusebius

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya masih minim. Drainase masih menjadi tempat favorit bagi sebagian warga disana untuk buang sampah.

Ini terlihat dengan jelas saat hujan turun. Hampir seluruh drainase di Batuaji tersumbat sampah rumah tangga yang terbawa arus air. Sumbatan sampah ini umumnya terlihat pada gorong-gorong yang menjadi jalur penyebrangan air ke wilayah Sagulung dibawa jalan utama R Suprapto Batuaji.

Inilah yang terjadi pada gorong-gorong simpang Kaveling Baru Sagulung. Meskipun sistem drainase sudah dilebarkan dan bahkan sudah dibangun jembatan yang lebih tinggi namun sampah rumah tangga menumpuk tinggi pada jalur masuk gorong-gorong dari wilayah Batuaji. Sampah yang menumpuk umumnya sampah rumah tangga seperti botol, plastik hingga sisa-sisa kayu material bangunan.

Kondisi yang sama juga terlihat pada gorong-gorong jalur penyebrangan depan kawasan SP Plaza. Sampah rumah tangga juga menyumbat jalur penyebrangan air dari wilayah Batuaji ke Sagulung tersebut.

Situasi yang kurang baik ini disayangkan sebagian masyarakat sebab drainase di lokasi-lokasi yang tersumbat sampah ini sudah diperbaiki sebelumnya.

“Baru dikerokin drainase ini tapi sudah begini kondisinya. Sampah semua yang menyumbat drainase ini,” ujar Imron, warga simpang MKGR, Batuaji, Minggu (2/9).

Pantauan di lapangan, saat hujan, lokasi-lokasi drainase yang tersumbat sampah itu digenangi air hingga bibir drainase. Meskipun tak menyebabkan banjir namun tumpukan sampah yang terbawa arus air itu merusak pemandangan jalan raya. Tumpukan sampah rumah tangga ikut meninggi bahkan lebih tinggi dari genangan air.

Air yang mengalir ke sisi sebelah gorong-gorong sangat kecil karena sumbatam sampah tadi. Andika seorang pedagang kaki lima di depan perumahan MKGR menuturkan, jika hujan lebat maka air akan meluap hingga ke jalan raya dan menyebabkan jalan depan kawasan SP Plaza terendam banjir. Jika ini dibiarkan maka upaya-upaya normalisasi drainase yang sudah dilakukan selama ini sia-sia.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengakui ada persoalan tersebut. Dia menghimbau agar masyarakat lebih peduli lagi kedepannya.

“Jangan lagi buang sampah di drainase. Kita sudah punya armada pengangkut sampah buanglah pada tempatnya,” imbau Ridwan. (eja)

Menikah Tanpa Pacaran, Delapan Pasangan Nikah Mubarokah Bahagia

0

batampos.co.id – Yayasan Hidayatullah Batam menikahkan delapan pasangan ustaz dan ustazah yang merupakan kader pondok pasantren Hidayatullah di Marsid Hidayatullah, Batuaji, Sabtu (1/9) pagi.

Uniknya pernikahan massal mubarokah ini para pengantin belum mengenal sama sekali pasangan mereka sebelumnya. Mereka menikah tanpa pacaran dan baru bertatap muka untuk pertama kali di prosesi pernikahan tersebut.

Pernikahan massal ini berlangsung khidmah. Meskipun diselimuti rasa penasaran seperti apa calon pengantin mereka, namun saat dipertemukan oleh ustad Yendra dari kantor urusan agama (KUA) Batuaji, pengantin pria atau wanita akhirnya tersenyum legah. Pasangan yang dipilihkan oleh ustaz dan ustaza pembina pasantren Hidayatullah ternyata pasangan yang seperti diidamkan oleh masing-masing pengantin.

“Penasaran tetap ada. Tapi kami yakin piliham ustaz pembina kami tak mungkin mengecewakan. Mereka sudah seperti orangtua kami jadi kami yakin saja,” M Hamka, seorang pengantin pria.

Dijelaskan Hamka sebelum pernikahan berlangsung mereka sudah dikasitahu seperti apa pasangan mereka. Begitu juga dengan kondisi fisik dan lain sebagainya sudah diterangkan sehingga mereka yakin bahwa pasangan yang dipasangkan oleh ustaz dan ustazah pembina Hidayatullah adalah jodoh mereka. “Tapi tak pernah lihat baik langsung ataupun lewat foto. Hanya diberitahu saja seperti apa orangnya (pasangan masing-masing),” ujarnya.

Delapan pasangan yang nikah tanpa kenal wajah sebelumnya itu diantaranya; Ahmad Habibullah dengan Witriani, Apriyadi dengan Esti Nurfajriah, Hajarul dengan Fadhilaturahmah, M Hamka dengan Auliah Riski, M Reza Tarmizi dengan Santini, Nasrullah dengan Mardiyah Syafudin, Suadi dengan Hidayah serta Yobi Satria dengan Ika Susanti.

Tokoh pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, Jamaludin Nur yang menjadi saksi pada acara sakral tersebut mengatakan, di antara tujuan kegiatan ini untuk menjalankan salah satu syariat Islam yaitu pernikahan. Dengan harapan, kelak dari pernikahan ini akan lahir kader- kader pembela Islam.

“Bahwa dengan menikah nantinya akan lahir generasi-generasi Islam yang taat yang terus membela, mengokohkan dan menyiarkan agama Allah, kiranya ini menjadi harapan kita bersama, aamiin,” ujar Jamaludin saat menyampaikan nasehat pernikahan.

Pasangan nikah massal mubarokah ini kata Jammaludin, merupakan ustaz dan ustazah kader Hidayatullah. Untuk pengantin pria merupakan ustad Hidayatullah Batam dan pasangan mereka ustaza Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Allah yang mempertemukan mereka. Pernikahan massal Mubarokah ini sudah rutin kami lakukan tiap tahun. Alhamdulilah sejauh ini aman-aman saja malah awet rumah tangga mereka. Saya sendiri nikahnya sepert ini. 20 tahun berumah tangga aman-aman saja,” ujar Jamaluddin.

Tahun sebelumnya Hidayatullah Batam menikahkan tiga pasangan nikah serupa. Dan tahun ini bertambah jadi delapan. “Tak bisa dihitung lagi. Sudah sangat banyak yang dinikahkan seperti ini,” tuturnya.

Acara nikah massal mubarokah ini juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam dari Kemenag RI Muhamadiya Amin yang mengisi acara sarasehan pendiri dan perintis pasantren Hidyatullah. (eja)

Sri Tanjung, Produk Kencantikan Asli Riau

0

batampos.co.id – Berawal dari rasa prihatin akan Banyaknya produk skin care (perawatan kulit) yang ilegal dan berbahaya membuat

Sri Purwaningsih, 35, prihatin banyak produk perawatan kulit ilegal dan berbahaya.

Sri berpikir untuk membuat suatu produk yang murah namun berkhasiat. Pemikiran itu muncul tahun 2007 silam.

Meski mempunyai suami seorang wiraswasta, namun dari rasa khawatir dan melihat adanya peluang usaha yang belum banyak dibidik orang lain, Sri mulai menjalani bisnis kecilnya dengan modal Rp 250 ribu.

“Dari prihatin saya melihat di tiap salon atau spa memakai produk berdasarkan murah saja. Jadi saya berpikir, kenapa gak saya tangkap peluang ini. Selain itu, saya lihat banyak produk skin care yang dibeli sampai ke Bali. Jadi saya membuat produk yang harga murah, tapi kualitas tidak jauh berbeda,” kata Sri kepada JawaPos.com, pada Minggu (2/9).

Produk ini, dibuat perempuan yang kini berusia 46 tahun itu dengan bahan-bahan alami yang sangat mudah dicari. Seperti kacang hijau, bengkoang, kopi, pepaya, beras merah, teh hijau, minyak zaitun, minyak kelapa dan lainnya.

Awalnya memang sempat beberapa kali gagal. Namun berkat ketekunannya, akhirnya produk ini berhasil juga.

Meski berhasil, perjuangan Sri baru saja dimulai. Sebab, ia memutar otak agar bagaimana produk yang dihasilkannya sendiri itu bisa laku keras di pasaran. Sri pun memulainya dari pintu ke pintu di tiap salon dan spa di Pekanbaru.

“Awalnya mereka gak percaya dan gak mau. Tapi saya tetap berusaha keras. Akhirnya satu per satu produk saya digunakan di tiap salon dan tempat spa. Baik di hotel maupun di tempat lainnya,” ucap Sri.

Sembari menjualkan produknya, Sri juga berusaha keras membuat legalitas untuk usahanya itu. Ia mendaftarkan izin edar untuk produknya ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

“Legalitas tahun 2013 dan telah dapat sertifikat. Akhirnya produk saya dapat izin edar dan jadi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pertama di Riau yang punya izin edar,” kata dia.

Kini, Sri Tanjung telah memiliki tiga jenis produk perawatan. Pertama body care (perawatan badan), facial care (perawatan wajah) dan feminine care (perawatan kewanitaan).

Harganya pun sangat terjangkau. Mulai dari Rp 19 ribu hingga Rp 84 ribu. Ukurannya ada yang 100 ml hingga 900 ml. Dengan ini, dalam sebulan Sri bisa mendapatkan omzet hingga Rp 40 juta.

“Hampir 50 persen di Pekanbaru sudah pakai produk kami. Untuk penjualan ke luar kota kita gunakan sistem online dan kita memanfaatkan sosial media. Produk kita juga sudah terjual sampai ke Lombok, Kalimantan dan Jawa. Mulai Agustus juga kita sudah pakai distributor,” tuturnya.

foto: instagram

Saat ini, Sri sudah tak sendirian menjalankan usahanya. Perempuan dengan dua anak ini, telah memperkerjakan tujuh orang karyawan yang semuanya berasal dari warga sekitar gerainya. Lokasinya di Jalan Sekuntum gg Mawar 5, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

“Mereka memang saya ambil dari warga sekitar. Sengaja karena ingin menciptakan lapangan pekerjaan juga. Mereka juga dibekali pelatihan. Pelatihannya itu saya berikan sendiri dan belajar bersama-sama,” kata dia.

Sri merasa sangat bahagia karena apa yang dirintisnya sejak awal sudah membuahkan hasil yang manis. Kebahagiaannya itu semakin bertambah setelah gerainya dikunjungi langsung oleh Kepala BBPOM RI, Penny K. Lukito, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, Penny memuji kepiawaian Sri mengolah bahan alami menjadi produk skin care tradisional yang telah diakui instansinya. Produk ini dinilai akan sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama perempuan, yang ingin tampil putih bersih namun dengan harga terjangkau.

“Produk dalam negeri yang dibawah binaan BPOM dan mendapatkan izin dari BPOM udah pasti aman. Karena tidak mengandung bahan berbahaya tersebut. Makanya kita fasilitasi,” ujarnya.

Sri Tanjung kata dia, sudah melalui beberapa tahap. Itu dinilai sudah baik dan terjamin. Penny pun berharap agar Sri Tanjung bisa lebih mengembangkan pasarnya lagi.

“Kenapa gak lebih mengembangkan lagi marketnya untuk mengekspor ke wilayah luar Riau. Saya kira produk potensial untuk dikembangkan. Kalau tidak diisi oleh produk ilegal,” pungkasnya.

(ica/JPC)

[batampos.co.id Channel] Yuk Cobain Menu Khas Makassar

0

Banyak menu khas Makassar disajikan di Resto Anging Mammiri. Mulai dari Coto Makassar, Sop Konro, Palu Butung, Pisang Hijau, Barongko, dan menu lezat lainnya. Sayang kalau tidak dicoba.

Rikako Ikee Dinobatkan sebagai Most Valuable Player, Asian Games 2018

0

Rikako Ikee, Atlet Jepang, dinobatkan sebagai atlet terbaik Asian Games 2018 (Isa Bustomi/JawaPos.com)

batampos.co.id – Perenang putri asal Jepang, Rikako Ikee dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MPV) atau atlet terbaik pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang yang berlangsung pada 18 Agustus-2 September. Atlet berusia 18 tahun itu tampil dominan di multi-event terbesar se-Asia tersebut.

Rikako berhasil meraih 6 medali emas dan dua medali perak. Atlet berparas cantik tersebut berhasil menggondol medali emas pada nomor 50 dan 100 meter gaya bebas, 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu, estafet 4×100 meter gaya bebas, dan estafet 4 x 100m gaya ganti putri.

Selain medali emas, Rikako juga meraih dua medali perak bersama lima atlet Japang lainnya. Atlet yang memiliki tinggi 170 cm itu berhasil merebut medali kedua dari nomor nomor estafet 4×100 meter gaya bebas putri dan estafet 4×100 meter gaya ganti campuran.

“Saya sangat senang dengan capaian ini. Sesungguhnya saya terkejut saat pertama kali mendengar OCA (Olympic Council of Asia) akan memberi penghargaan ini kepada saya,” ungkap Rikako.

Rikako merupakan perenang keempat yang meraih penghargaan di Asian Games. Sebelumnya penghargaan ini diraih oleh atlet Jepang, Kosuke Hagino (2014), Park Tae-hwan (2006) dan Kosuke Kitajima (1998) pada kejuaraan yang sama.

Sang atlet sendiri tak menyangka mendapat penghargaan tersebut. Dia hanya berambisi untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan yang diikutinya.

“Saya hanya ingin memberikan performa yang terbaik di setiap penampilan. Saya tidak menyangka dengan capaian ini,” tutupnya.

Berdasarkan catatan di Asian Games 2018, kontingen Jepang menduduki urutan kedua dengan 205 medali. Perinciannya 75 emas, 56 perak, dan 74 perunggu.

(isa/JPC)

Ekspor Kepri Naik 17,56 Persen

0
Dua orang pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kinerja Ekspor Kepri keluar negeri mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,56 persen pada akhir triwulan kedua. Nilai ini menunjukkan perbaikan signifikan dibanding sebelumnya tahun sebelumnya pada periode yang sama.

“Penguatan ini didorong oleh ekspor migas maupun non migas,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (1/9).

Kenaikan ini didorong oleh kenaikan ekspor migas maupun non migas. “Pertumbuhan ekspor non migas bersumber dari peningkatan ekspor produk dari besi dan baja serta produk olahan CPO yang masing-masng tumbuh 232,27 persen dan 10,01 persen,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Juli 2018 mencapai 1.091,04 juta Dolar Amerika. Ekspor migas Juli 2018 mencapai 353,04 juta Dolar Amerika dan ekspor nonmigas mencapai 738.005,14 juta Dolar Amerika.

Untuk negara tujuan ekspor, maka ekspor ke Singapura pada bulan Juli 2018 mencapai nilai terbesar yaitu 567,86 juta Dolar Amerika, sedangkan secara kumulatif Januari-Juli
2018 mencapai sebesar 3.937,17 juta Dolar Amerika juta dengan kontribusinya mencapai 51,12 persen.

Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-Juli 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 2.328,67 juta Dolar Amerika. Kemudian disusul Pelabuhan Terempa sebanyak 1.480,46 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Sekupang sebanyak 1.273,81 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Kabil senilai 936,90 juta Dolar Amerika dan Pelabuhan Belakang Padang senilai 836,37 juta Dolar Amerika.

“Kontribusi kelima pelabuhan terhadap komulatif ekspor Januari-Juli 2018 adalahsebesar 89,02 persen,” pungkasnya. (leo)