Kamis, 18 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12030

Menikahi Diri Sendiri

0

Seorang perempuan berusia 32 tahun asal Uganda baru-baru ini memutuskan untuk mengawini dirinya sendiri untuk menenangkan orang-orang terdekatnya yang selalu menanyakan kapan dia akan menikah dan berkeluarga.

Lulu Jemimah diterima di program pascasarjana untuk Creative Writing di Universitas Oxford pada 2017 dan memutuskan pergi ke Inggris karena tidak ada universitas di Uganda yang menawarkan program tersebut. Namun, meski berhasil diterima di universitas terkemuka dunia itu, Jemimah mengatakan bahwa orang-orang masih bertanya mengenai rencananya menikah.

“Kapan saya berencana untuk menikah, punya anak dan memulai sebuah keluarga,” tulisnya di laman GoFundMe yang dibuatnya sebagaimana dilansir Daily Inquirer, Selasa (9/10). “Mereka tidak bisa membayangkan apa yang membuat saya terjaga di malam hari bukanlah ketakutan untuk tidak pernah berjalan di lorong (gereja).”

Dia menceritakan ayahnya telah menulis pidato pernikahannya ketika dia baru berusia 16 tahun. Ibunya, sementara itu, sering berdoa agar dia menemukan suami yang baik.

“Saya memutuskan untuk menenangkan mereka semua,” Jemimah menjelaskan. “Saya menikah pada hari ulang tahun yang ke-32 dengan seseorang yang saya yakini akan menjagaku.” Orang itu adalah dirinya sendiri.

“Pernikahan adalah ekspresi cinta dan komitmen. Tapi bagi banyak orang di kampung, itu masih dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menjamin keamanan finansial seorang wanita,” katanya.

Upacara pernikahan Jemimah hanya menghabiskan biaya USD 2,62 (sekira Rp 40 ribu) untuk biaya transportasi ke lokasi acara. Gaun dan riasannya disewa oleh teman-temannya. Perhiasan yang dikenakannya juga merupakan pinjaman dan para tamu harus membayar ongkos mereka sendiri.

Bagi Jemimah, bukan ketidakadaan suami atau pasangan yang membuatnya khawatir, tetapi dana yang dia butuhkan untuk melanjutkan sekolahnya di Oxford. Dengan dana yang dikumpulkan dari publik, dia dapat membayar biaya kuliahnya di tahun pertama, tetapi dia masih membutuhkan biaya untuk tahun kedua.

“Saya harus mengajukan visa setiap enam bulan dan dengan setiap kesempatan saya berisiko ditolak dengan alasan ketidakmampuan keuangan,” ungkapnya. “Saya memiliki satu tahun lagi untuk kuliah dan saya harus datang dengan sisa uang kuliah dan biaya kuliah sebesar 10.194 poundsterling.”

Dia berharap bisa kembali mengumpulkan biaya kuliah dari kebaikan dan dukungan publik seperti yang didapatnya sebelumnya. Dia masih membutuhkan beberapa ribu poundsterling lagi sampai targetnya tercapai. (dka)

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Jadi Penyebab …

0

x.batampos.co.id – International Monetery Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen. IMF menyebut proyeksi awal sulit terealisasi akibat kebijakan perang dagang antara AS dan Tiongkok.

“Kebijakan ini merugikan perdagangan global,” kata Economic Counsellor and Director of the Research Department IMF, Maurice Obstfeld, dalam World Economic Outlook di Bali, Selasa (9/10).

Obstfeld mengatakan, Indonesia memiliki catatan keberhasilan meskipun proyeksi pertumbuhan ekonominya diturunkan. Dia menyebut Indonesia akan mendapatkan banyak pemasukan melalui investasi di sektor pendidikan, infrastruktur, dan sosial.

Indonesia, kata Obstfeld, juga diuntungkan oleh tingginya pertumbuhan penduduk di dalam negeri.

“Ini akan menguntungkan banyak pihak. Kami ingin Indonesia melihat hal itu untuk menaikkan human capital,” imbuhnya.

Menurutnya, proyek infrastruktur juga menjadi penarik aliran dana asing masuk Indonesia apalagi pemerintah terus melakukan pembenahan regulasi. Pada 2019, IMF juga memperkirakan perekonomian Indonesia tetap tumbuh sekitar 5,1 persen dengan proyeksi defisit transaksi berjalan sebesar 2,4 persen terhadap PDB dan inflasi sebesar 3,8 persen.

Tak hanya Indonesia, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ini dunia memang tengah menuju satu titik keseimbangan baru. Hal itu terlihat dari tren kenaikan suku bunga acuan di negara maju, seperti AS. Kenaikan suku bunga acuan ini disebabkan normalisasi kebijakan ekonomi, dari pemberian suntikan likuiditas dan suku bunga murah menjadi normal. Artinya, kebijakan moneter mengarah pada pengetatan yang berakibat pada kenaikan suku bunga acuan.

Akibatnya, suku bunga acuan di negara maju naik sehingga uang panas yang diinvestasikan ke negara-negara berkembang kembali ke negara-negara maju tersebut. Untuk mengimbangi dana-dana asing yang keluar, suku bunga di negara-negara maju seperti Indonesia harus disesuaikan. Tujuannya, agar yield surat utang naik sehingga dana-dana tersebut kembali masuk. Di satu sisi, hal itu baik untuk menambah likuiditas dan membiayai defisit transaksi berjalan.

Namun, suku bunga yang merangkak naik dapat menghambat pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi. Hal itu juga akan memberi tekanan pada nilai tukar dan investasi “Kalau dengan interest rate BI (Bank Indonesia) merespons, pasti kita melihat ada pengaruhnya terhadap investasi dan exchange rate,” kata Menteri Sri Mulyani Indrawati, kemarin.

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, Indonesia perlu menekan defisit transaksi berjalan yang pada kuartal II lalu sudah menembus 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Indonesia juga perlu memperbanyak investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) agar perekonomian semakin kuat di tengah tekanan global. Saat ini, pemerintah fokus pada stabilitas ekonomi, namun tetap memanfaatkan momentum untuk meningkatkan pertumbuhan.

“Kami harap impor turun dan ekspornya membaik,” ujarnya.

Sebelumnya, kebijakan ekonomi Indonesia cenderung pro pertumbuhan. Sebab, Bank Indonesia (BI) terus menurunkan suku bunga acuan sejak tahun 2014. Kala itu, ekonomi Indonesia masih kuat untuk memberikan kebijakan bunga murah. Pada saat awal menjabat sebagai presiden, Joko Widodo pun sempat sangat optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Sayang, sentimen eksternal masih lebih banyak memengaruhi ekonomi karena Indonesia masih mengalami defisit transaksi berjalan. Ekonomi Indonesia pun baru bisa tumbuh 4-5 persen sejak saat itu sampai sekarang.

Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat untuk menawarkan 80 proyek yang berasal dari 23 BUMN senilai USD 42 miliar atau Rp 625,8 triliun (kurs Rp 14.900,00) kepada investor. Sebanyak 23 proyek rencananya akan mendapatkan komitmen kerjasama dengan investor asing senilai Rp 200 triliun. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih cepat naik.

Menteri BUMN Rini M Soermarno mengatakan pelemahan rupiah justru membuat potensi invetasi di Indonesia semakin menarik terutama untuk investor asing. Sebab, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5 persen membuat return of invesment proyek-proyek di dalam negeri menjadi cukup tinggi.

“Kalau kita lihat lima tahun dari sekarang bukan hanya return of investment-nya saja, tetapi return foreign exchange-nya itu juga menarik,” ujarnya, Selasa (9/10).

Salah satu proyek yang ditawarkan oleh pemerintah adalah kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dengan CPC Corporation, Taiwan untuk pengembangan produk petrokimia seperti nafta. CPC Corporation adalah BUMN energi asal Taiwan yang mensuplai produk petrokimia maupun gas alam. Kerja sama ini baru mencakup framework agreement senilai USD 6,5 miliar atau sekitar Rp 96,85 triliun (kurs Rp 14.900).

“Mereka mau direct investment. Itu memang penting karena bisa bagi risk, risk profilnya lebih baik,” imbuhnya.

Pertamina juga menjajaki kerja sama dengan Italy’s National Energy Company (ENI) untuk pembangunan kilang bahan bakar nabati (BBN). Pertamina dan ENI pun melakukan kajian guna mengkonversi kilang Plaju dan Dumai menjadi pengolahan B100.

Berbagai bentuk investasi juga dikembangkan oleh pemerintah guna menarik investor asing terutama untuk proyek brownfield atau matang.

Seperti proyek pembangunan jalan tol, pemerintah mengundang investor masuk melalui mekanisme sekuritisasi ataupun RDPT. PT Angkasa Pura II (Persero) juga tengah mencari mitra strategis untuk pengelolaan bandara internasional Kualanamu, Medan.

“Kita tetap menjadi operator bandara, mengelola bersama airport yang sudah existing brownfield. Dia harus berkomitmen investasi dengan nilai yang ditentukan masa periodenya konsensi kita yang didapat dari pemerintah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Hal ini guna ekspansi trafik terutama peningkatan trafik internasional yang kini baru 10 persen dari total penumpang sebesar 11 juta pada 2018. Ditargetkan menjadi 35 sampai 40 persen lantaran lokasi strategis Kualanamu yang dekat dengan Bandara Changi, Singapura, Kuala Lumpur dan Thailand. (vir/rin/JPG)

 

 

Pasar Induk Dianggarkan Setelah ada Kepastian dari Pusat

0
Pasar Induk.
foto: anwar saleh / batampos

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam Sallon Simatupang menyebutkan, pembangunan Pasar Induk Jodoh batal dianggarkan di APBD perubahan 2018. Menurutnya, penganggaran baru dilakukan setelah ada kepastian anggaran dari pemerintah pusat.

“Makanya di 2019 ini baru mau pembahasan (anggaran pasar induk) di komisi II,” kata Sallon, Senin (8/10/2018).

Ia menambahkan, anggaran pembangunan pasar Induk dari APBD Kota Batam hanya sebatas pendamping. Sementara anggaran intinya bersumber dari APBN.

“Kita pastikan dulu anggaran dari pusat. Kalau itu sudah disetujui baru dianggarkan dari APBD,” jelasnya.

Terkait berapa anggaran pendamping dari APBD Batam, Sallon mengaku belum mengetahui, mengingat belum ada pembahasan di tingkat komisi.

“Belum ada pembahasan dan kita juga belum tahu karena dinas terkait belum usulkan anggaran pendamping ini,” tambahnya.

Pembangunan Pasar Induk Jodoh membutuhkan anggaran Rp 231,4 miliar. Selain Rp 200 miliarnya bersumber dari APBN, Rp 31,4 miliar akan dibebankan dari APBD P Kota Batam.

“Permohonan bantuan dana revitalisasi Pasar Induk Jodoh memang sudah diusulkan ke kami (DPRD Batam). Selain APBN, pemko juga minta dari APBD Batam,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Mesrawati Tambubolon.

Dalam surat yang dikirim ke fraksi DPRD itu menjelaskan, Rp 31,4 miliar ini dibagi tiga yakni Rp 4,45 miliarnya bersumber dari APBD-P 2018, APBD 2019 non fiosik Rp 2,250 miliar dan APBD 2019 fisik sebesar Rp 24,75 miliar.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, bila melihat tender dan rentan waktu yang tersedia, tidak dimungkinkan lagi di APBD Perubahan. Apalagi revitalisasi itu pekerjaan yang relatif besar. Amsakar menyebutkan untuk beberapa tahap awal pembangunan Pasar Induk Jodoh diprediksi membutuhkan sedikitnya Rp 2 miliar dari APBD Batam.

“Jadi tidak dimungkinkan untuk dimasukan di APBD Perubahan,” tuturnya.

Alasan lain belum adanya kejelasan anggaran dari APBN sebesar Rp 200 miliar dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Termsuk juga bila melihat komposisi APBD Perubahan Batam mengalami penurunan pada kisaran Rp 2,68 persen. Dari semula ditargetkan Rp 2.62 triliun berubah menjadi Rp 2,57 triliun. Hal ini tentu berpengaruh pada belanja daerah.

“Bagaimana mungkin dengan penurunan sebesar itu kita tetap anggarkan,” sebut Amsakar. (rng)

Bengkong Kekurangan Tempat Pembuangan Sampah Sementara

0
Tiga petugas kebersihan sedang bekerja. .
F Cecep Mulyana/Batam Possampah

batampos.co.id – Kawasan Bengkong termasuk daerah dengan jumlah penduduk terpadat di Batam. Jumlah penduduk di Bengkong sampai saat ini lebih dari 106.434 jiwa.

Setiap hari, kawasan rumah tangga Bengkong menghasilkan lebih dari 80 ton sampah. Namun sayang, jumlah tempat pembuangan sementara (TPS) Bengkong hanya 4 titik.

Camat Bengkong M Tahir mengatakan, normalnya TPS di Kecamatan Bengkong harus 18 titik. Mengingat jumlah penduduk dan sampah yang dihasilkan sangat banyak. Bahkan 4 titik TPS itu berada di bahu jalan, karena tak adanya lahan untuk TPS.

“Saat ini cuma ada 4, padahal menurut rasio harusnya 18 titik,” ujar Tahir, kemarin.

Menurut dia, banyak dari masyarakat Bengkong yang membuang sampah bukan jenis sampah rumah tangga. Seperti rumput, ranting pohon dan lainnya. Bahkan beberapa warga sempat protes kenapa ranting pohon tak ikut diangkut, padahal sudah diletak di tempat sampah.

“Pokoknya yang dikonsumsi oleh rumah tangga, seperti bahan dapur. Kalau ranting pohon juga kami angkut, jumlah sampah di Bengkong over dong, dan ini sering kami alami,” ujar Tahir.

Tak hanya itu, armada pengangkut sampah dari rumah warga juga terbatas. Termasuk jumlah petugas. Karena itu pengakutan sampah dari rumah warga dilakukan dua kali seminggu untuk dibawa ke TPS. Dari TPS, pengakutan sampah ke TPA dilakukan oleh petugas kebersihaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Ada jadwal pengakutan, tak bisa tiap hari. Karena armada dan petugas kami terbatas. Di TPS pun sampah sering tertinggal. Dari 80 ton sampah sehari, yang terangkut itu hanya 70 ton. Padahal petugas DLH sudah mengangkutnya tiga kali sehari,” pungkas Tahir. (she)

Indro Warkop Berduka, Istri Tercinta Tiada

0

x.batampos.co.id – Nita Octobijanthy, istri Komedian senior Indro Warkop meninggal dunia pada Selasa 9 Oktober 2018 pukul 20:22 WIB.

Nita mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Harapan Kita Jakarta, setelah berjuang melawan kanker paru-paru.

Kabar kepergian Nita diketahui dari pesan berantai di grup whatsapp. “Innalillahi Wa innailahi Rojiun…telah meninggal dunia, Ibu Nita (istri dari Indro Warkop)…semoga Amal ibadahnya diterima Alloh SWT…Aaamiiin,” tulis pesan tersebut.

Manajer Indro Warkop, Andri membenarkan kabar kepergian Nita Octobijanthy. Menurutnya, Indro menemani sang istri saat mengembuskan napas terakhirnya.

Selain Indro, almarhumah juga didampingi oleh anak-anaknya.

“Ada mas Indro dan anak-anak yang mendampingi,” kata Andri saat dihubungi awak media, Selasa (9/10/2018).

Sehari hari sebelum meninggal dunia, tepatnya Senin (8/10) kemarin, Indro Warkop dan ketiga anak mereka sempat merayakan ulang tahun Nita di pembaringannya.

Hal itu terlihat pada unggahan di akun Instagram Indro. “Selamat Ulang Tahun Istriku sayang, kekuatan hidupku. Semoga Allah SWT berikan yg terbaik untuk mu & kita semua. Aku cinta kamu seumur hidupku #kalahkankanker,” tulis Indro sebagai keterangan foto. (mg7/jpnn)

Gandeng PT ASDP Indonesia Ferry, ACT Kapalkan 1.000 Ton Bantuan untuk Palu dan Donggala

0

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala. Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan ini menjadi ikhtiar serius penanganan kedaruratan, setelah lebih dari sepekan bencana tersebut melumpuhkan ibu kota Sulteng dan sekitarnya.

Mengingat bahan pangan, medis, dan logistik kian mendesak dibutuhkan oleh penyintas gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah terdampak lainnya di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kapal Kemanusiaan (KK) untuk Palu dan Donggala berangkat pada Senin (8/10), membawa 1.000 ton logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu. Kapal dilepas secara resmi oleh Senior Vice President ACT sekaligus Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari dan Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya.

Dalam sambutannya N. Imam Akbari mengatakan betapa besarnya dampak bencana di Palu dan Donggala. Hampir semua sendi kehidupan di Palu lumpuh, terlihat dari krisis yang melingkupi wilayah tersebut selama sepekan terakhir. Tidak hanya korban jiwa dan luka, gempa dan tsunami juga menghancurkan infrastruktur serta membuat pangan, air bersih, dan logistik menjadi langka. Bahkan krisis juga terjadi di daerah lain, seperti Parigi Moutong dan Sigi.

“Dampak bencana Palu dan Donggala amat besar, oleh karena itu kami juga berikhtiar besar untuk mendampingi warga terdampak di masa tanggap darurat ini. Evakuasi dan layanan medis masih berlangsung. Bantuan logistik dan pangan terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberangkatan Kapal Kemanusiaan yang membawa 1.000 ton logistik adalah salah satunya. Ini membuktikan besarnya animo kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi,” papar Imam, Senin (8/10).

Bencana Palu dan Donggala menggugah empati dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk PT ASDP Ferry Indonesia (Persero). Bersama ACT, BUMN di bidang transportasi laut tersebut menyiapkan kapal berkapasitas 1.000 ton untuk melayarkan bantuan ke Palu. Kapal tersebut yakni KM Melinda, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala.

Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Surabaya mengatakan, dalam setiap peristiwa bencana, ASDP selalu membantu dan mengirimkan armadanya. Hal ini mengingat ASDP memiliki armada yang cukup memadai dan efektif menjangkau lokasi bencana di seluruh Indonesia.

“Secara khusus kami memiliki kapal dan kapasitas angkut secara besar, oleh sebab itu kami perlu bekerja sama dengan pihak yang lebih berpengalaman (ACT) dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana,” terang Rudi.

Apalagi, imbuh Rudi, kapal yang mengusung bantuan kemanusiaan ke Palu ini diberangkatkan dari dermaga Ujung, Tanjung Perak Surabaya. “Ini adalah kali pertama kapal bantuan berangkat dari Surabaya dalam kapasitas besar. Oleh sebab itu, ini kesempatan besar membantu saudara-saudara kita di Palu,” jelasnya.

Selain melalui Surabaya, ASDP sebelumnya telah memberangkatkan kapal bantuan yakni KMP Julung julung dari Toli Toli Sulawesi Utara ke Palu dan KMP Drajat Paciran dari Surabaya ke Palu. ASDP berkomitmen mengirimkan bantuan ke Palu melalui beberapa kota, yakni balikpapan, Mamuju, Toli Toli, Bitung, Surabaya dan Jakarta.

Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala membawa 1.000 ton bantuan kemanusiaan dan ambulans. Lima ratus ton di antaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya. Ratusan ton beras tersebut dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf – ACT, melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).

Sementara itu, ratusan ton sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya. Berbagai jenis bantuan pangan dan logistik ini dihimpun dari masyarakat Indonesia, seperti dari Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya. Semua dihimpun sejak Rabu (3/10) hingga Ahad (7/10) di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) Surabaya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Ini menandakan betapa besarnya empati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Palu dan sekitarnya. Semoga animo kepedulian ini bisa terus membersamai warga Palu, Donggala, dan Sigi hingga masa pemulihan nanti,” pungkas Imam.

Keberangkatan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala dari Surabaya akan diikuti keberangkatan kapal serupa dari wilayah lainnya, seperti Jakarta, Aceh, dan Medan. Tidak hanya itu, logistik juga akan terus dikerahkan dari berbagai daerah untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas gempa dan tsunami di Palu. (*)

Pemerintah Siapkan Dana RP 200 Juta untuk WNI yang …

0
ilustrasi foto: bank indonesia

x.batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah No 43 Tahun 2018. Peraturan tersebut telah diteken dan diundangkan oleh Kementerian hukum dan HAM (Kemenkumham) tertanggal 18 September 2018.

Dalam peraturan tersebut berisi mengenai tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Termasuk pemberian penghargaan.

“PP 43/2018 menyebutkan pelapor atau masyarakat yang memberikan informasi kepada penegak hukum mengenai dugaan korupsi akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk piagam dan premi. Besarannya maksimal Rp 200 juta,” seperti dikutip dari laman Setneg.go.id, Selasa (9/10).

Sementara untuk pelapor tindak pidana korupsi berupa suap, besar premi yang diberikan sebesar dua permil dari nilai uang suap dan/atau uang dari hasil lelang barang rampasan, dengan nilai maksimal Rp 10 juta.

Namun, dalam PP itu disebutkan setiap pelapor kasus korupsi yang menerima penghargaan itu, harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. “Salah satunya, mendapat penilaian dari penegak hukum,” demikian bunyi aturan tersebut.

(ipp/JPC)

KPU Batam Cermati 47 Ribu Data Ganda

0
Daftar calon sementara.
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam harus menyelesaikan permasalahan data ganda hingga 22 Oktober mendatang. Berdasarkan data KPU pusat sedikitnya ditemukan 47.808 data ganda pemilih Batam.

“Datanya baru kami terima dari pusat. Jadi harus segera menyelesaikan yang ganda ini,” kata Komisioner KPU Batam, Zaki Setiawan, Senin (8/10).

Ia menjelaskan data yang diterima tersebut tidak saja ganda di lingkungan Provinsi Kepri melainkan juga antar provinsi. Ia menyebutkan untul data ganda khusus Batam berjumlah 35.924 pemilih. Data ini adalah mereka yang terdaftar antar tempat pemungutan suara, kelurahan hingga kecamatan.

“Sedangkan sisanya ganda antar provinsi. Jadi ada pemilih yang terdaftar di Batam tapi juga ada namanya di provinsi lain,” jelasnya.

KPU memliki waktu kurang lebih selama 20 hari ke depan untuk memastikan atau menghapus data ganda tersebut. Saat ini ada 629 ribu daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) yang sudah diplenokan.

“Jadi DPT masih bisa berubah karena proses penyempurnaan ini,” sebut mantan pewarta ini.

Untuk data ganda antar provinsi, pihkanya juga akan berkomunikasi dengan KPU daerah lain agar kembali mengecek keberadaan pemilih tersebut.

“Jika mereka ada di daerah tersebut tentu data nama pemilih yang di sini harus dihapus,” bebernya.

Zaki menambahkan data paling lambat diserahkan ke pusat sebelum pertengahan November mendatang. Karena harus diplenokan kembali di pusat.(yui)

Eks Pedagang Pasar Jodoh Menjadi Prioritas Pemko Batam

0
Kondisi gedung pasar induk jodoh yang terbengkelai dan tidak terawat lagi, Batuampar.
Foto.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam akan tetap melanjutkan pengosongan Pasar Induk Jodoh. Pengosongan ini untuk perencanaan program Pemko Batam membangun ulang Pasar Induk Jodoh. Namun program ini, terhalang karena masih ada pedagang yang menempati bangunan Pasar Induk Jodoh.

“Pembangunan ini nantinya untuk mereka juga. Eks pedagang pasar induk jodoh yang lama, menjadi prioritas kami menempati bangunan yang baru,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zarefriadi, Senin (8/10/2018).

Zaref mengatakan pedagang juga tidak perlu gusar atau risau. Karena setelah dibangun nantinya pengelolaan Pasar Induk Jodoh tetap berada ditangan Pemko Batam.

“Tidak ke swasta, ini sesuai apa yang diucapkan pak Walikota. Jadi tak perlulah takut,” ungkapnya.

Pengosongan ini, kata Zaref perlu segera dilakukan. Karena bila pengosongan tidak dilakukan, akan dapat menghambat langkah-langkah Pemko Batam ke depannya.

“Tentunya pembangunan akan terhambat juga. Kami sedang melakukan konsilidasi di lingkungan internal Pemko,” ujarnya

Terkait dengan pemindahan pedagang ke kawasan di sebelah Pasar Induk Jodoh. Ia menilai lokasi tersebut cukup strategis. “Tak perlu cemas tak ada konsumen. Mereka (konsumen) akan datang ke sana,” ujarnya.

Lokasi pasar yang akan ditempati pedagang ini, dapat terlihat dari jalan. Karena pedagang buah yang berada di tepi jalan, direlokasi Pemko Batam dalam waktu dekat. “Jalan menuju ke pasar juga akan diberi cor,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan pedagang yang meminta direlokasi ke lahan kosong, Zaref mengatakan Pemko Batam tidak memiliki tanah.

“Mereka (pedagang) juga tahu itu. Ke tanah kosong mana mau kami pindahkan mereka,” tuturnya.

Ia menghimbau pedagang agar dapat keluar secara sukarela dari gedung Pasar Induk Jodoh. Karena kondisi gedung itu kini, tidak layak ditempati. “Cobalah dukung kami (pemerintah),” pungkasnya. (ska)

5.178 Komitmen Usaha belum Terpenuhi

0

batampos.co.id – Sejak layanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) diluncurkan Juli lalu, sebanyak 1.741 perorangan maupun badan usaha mengajukan Nomor Induk Berusaha.

Tercatat dari jumlah tersebut, di antaranya telah mendapat NIB sebanyak 1.359 permohonan, hanya saja dari jumlah yang telah mendapat NIB ini, sebanyak 5.178 komitmen usaha belum dipenuhi pelaku usaha.

“Pemenuhan komitmen yang tertunggak tersebut harus di urus ke Pemko Batam. Antara lain amdal, izin lingkungan hingga IMB,” terang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam, Gustian Riau, kemarin.

Ia mengatakan, pemenuhan komitmen tersebut pada prinsipnya memang harus kembali ke daerah. Maka dari itu ia mengimbau pelaku usaha untuk segera memenuhi hal tersebut lalu datang ke Mal Pelayanan Publik Batam.

“Dalam jangka waktu satu bulan setelah NIB terbit, mereka harus penuhi komitmen tersebut. Jika tidak, NIB nya akan dicabut,” terangnya.

Kepala Bidang Promosi, Data, dan Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayana Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam, Verbian Hidayat Syam, menambahkan, mendapat NIB tidak bisa dibarengi dengan permulaan usaha, tanpa penyelesaian komitmen yang ada.

“Setelah selesai pemenuhan komitmen, kami (DPM PTSP) akan laporkan ke sistem OSS, barulah terbit izin usaha yang berlaku efektif atau final. NIB ini baru semacam tanda daftar usaha, operasional belum bisa,” kata dia.

Ia memastikan, 5 ribuan pemenuhan tersebut terkait usaha yang berlokasi di Batam. Hanya saja wewenang atau pemenuhan komitmennya tersebar di kementrian, pemerintah provinsi dan Pemko Batam.

“Pemenuhan komitmen harus kembali diurus di daerah sembari kementrian perekonomian menyiapkan sistem terintegrasi,” pungkasnya. (iza)