Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12085

Ada 3 Pocong di Pinggir Jalan

0
Tiga pocong saat berdiri di pinggir jalan menakut-nakuti warga Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. (Dok. Rahmat Halilintar)

batampos.co.id – Satu unit mobil sedan yang dikemudikan mantan Sekretaris Kecamatan Gunung Talang, Yuspardi Malin melintas, Sabtu (14/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Mobil tersebut lantas berhenti dekat kumpulan para pemuda.

“Dengan mimik cemas dan serius, beliau bilang ada pocong di pendakian jalan. Istri dan anaknya yang berada di mobil mengaku juga melihat tiga pocong,” terang Rahmat Halilintar, Senin (16/7).

kala itu Halilintar bersama rekan-rekannya sedang begadang.

Para pemuda Nagari Talang pun turut terkejut. Merasa penasaran, mereka lantas mendatangi lokasi jalan yang disebut-sebut ditunggui pocong.

“Sampai di sana, ternyata benaran ada pocong, tinggi besar. Spontan saya ikut menggigil,” aku Halilintar.

Namun Rahmat bersama rekan-rekannya masih penasar dan bertanya-tanya, apa betul itu pocong. Kemudian dengan memberanikan diri, mereka mengambil batu sebesar kepalan tangan. Batu dilemparkan ke arah pocong yang sedang berdiri membelakangi jalan.

“Nah, pas kena batu, pocongnya merengek kesakitan. Kami langsung tahu itu palsu dan mengejarnya,” terang Rahmat.

Para pocong jadi-jadian itu langsung kabur. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi dan akhirnya para pocong berhasil ditangkap.

“Pas ditangkap kami tanya, kamu mau dilaporkan ke polisi atau menjalani hukuman pemuda? Mereka nangis dan minta dihukum pemuda,” paparnya.

Sebagai ganjaran, para remaja tanggung itu disuruh berdiri dengan pakaian pocong lengkap di atas tembok tak jauh dari musala kampung. Tanpa boleh bergerak, ketiganya berdiri diam sejak pukul 04.00 WIB hingga disaksikan jamaah salat subuh yang hendak ke musala.

“Mereka sudah bikin perjanjian tidak akan mengulangi dan orang tuanya juga sudah diberitahu,” terang Halilintar.

Kelakuan tiga remaja di Desa atau Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ini tak pantas ditiru. Pasalnya, mereka berpura-pura menjadi pocong dan menakut-nakuti warga di sepanjang jalan nagari.

Informasinya, tiga pocong jadi-jadian itu sudah kerap menakut-nakuti pengguna jalan. Mereka beraksi di atas pukul 00.00 WIB atau dini hari. Tak sedikit warga yang kabur pontang-panting akibat pocong jadi-jadian itu.

Namun sepandai-pandai tupai melompat, pasti jatuh juga. Pribahasa ini pantas diberikan pada ketiga remaja tanggung yang tidak disebutkan namanya itu. Penyamaran sebagai pocong terungkap setelah beberapa pemuda mengejar dan menangkapnya.
Pocong

Sejak itu Desa atau Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pun tenang kembali.

(rcc/JPC)

Harga Telur Masih Tinggi

0

batampos.co.id – Harga telur di pasar masih tinggi, Minggu (15/7). Pantauan di lapangan harga telur dijual bervariasi, yakni antara Rp 45 hingga Rp 46 ribu per papan. Sementara untuk harga ecerannya dijual Rp 1.600 hingga Rp 2.000 per butir.

Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga telur ditengarai stoknya yang minim sedangkan permintaan masyarakat cukup tinggi.

“Kami ambil dari distributor memang sudah mahal. Modal yang harus dikeluarkan Rp 38 ribu per papan. Padahal biasanya cuman Rp 30 ribu saat harganya masih Rp 35 ribu,” ujar Yanti, pedagang sembako di SP Plaza.

Pedagang lain, Lisman mengatakan akibat kehabisan stok telur, ia tidak lagi menjual telur sejak pagi kemarin. Stok telur digudangnya sudah habis karena diborong pembeli. “Lagi nunggu barang masuk dari Medan tapi entah kapan. Kalau dari distributornya memang sudah kosong,’ katanya.

Sedangkan telur lokal yang mengikuti harga pasaran stoknya pun minim. Beberapa hari belakangan ini pedagang mengaku kesulitan untuk mendapatkan stok telur ayam lokal. Kalau pun ada, harganya jauh lebih mahal dari harga telur asal luar kota. Sehingga pedagang lebih memilih untuk menunggu sampai stok telur kembali ada.

“Pasokan dari peternak lokal pun kosong. Harganya Rp 50 ribu per papan, di atas harga syang dikirim dari luar,” katanya.

Kenaikan harga telur yang terjadi hampir sepekan ini pun membuat masyarakat khusus masyarakat ekonomi ke bawah resah. Pasalnya telur merupakan komoditas strategis yang dikonsumsi mereka sebagai pengganti lauk.

“Di kios-kios harganya dua ribu sebutir. Apa tak tekor tuh,” keluh Aminah, warga Sagulung.

Wakil Ketua Komisi II DPRDN Batam, Sallom Simatupang meminta Pemko Batam untuk menjaga stabilitas harga sembako. Selain itu, pemerintah harus rutin melakukan inpeksi mendadak ke pasar-pasar guna memantau harga.

“Pemerintah harus gerak cepat mengecek ke distributor dan peternak, apa penyebab kenaikan ini. Apakah karena permainan harga atau memang murni harga pakan yang naik harus segera dicari tau,” ungkap Sallom.

Kenaikan harga telur ini harus segera diatasi. Sallom khawatirkan akan merembet ke komoditas lainnya.

“Pemerintah harus turun dalam mengatasi keresahan masyarakat,” terangnya.

Ia pun menyatakan Pemko tidak menggantungkan pasokan dari Barelang, melainkan mencari pasokan dari daerah lain. Sebab produk telur yang berkurang akan mempengaruhi terhadap harga dan permintaan telur itu sendiri.

“Pemerintah harus mengecek ke daerah penghasil untuk memastikan rantai distribusi telur sampai ke Batam. Kalau ada permainan, pemerintah jangan segan-segan beri sanksi para distributor yang bermain,” tegas dia. (rng/une)

Sofinka Alami Gizi Buruk

0

batampos.co.id – Sofinka Putri mengalami gizi buruj. Saat ini, Sofinka mendapat perhatian khusus Puskesmas Dabo. Setiap hari Sofinka diberikan asupan makanan tambahan berupa biskuit yang mengandung vitamin mineral dan elemen penting lainnya. Harapannya dapat memenuhi kebutuhan gizi anak tersebut.

Indikasi kekurangan gizi Sofinka diketahui petugas kesehatan setelah menilai berat badan gadis umur empat tahun itu hanya 11 kilogram saja. Ketika dikunjungi ke rumahnya di Dabo Lama, Sofinka memang terlihat lebih kurus dari anak seumuran dengannya. Paha kecil serta tulang dengkul sedikit lebih menonjol menambah kesan Sofinka sebagai anak penderita kurang gizi.

Rumah yang ditempati Sofinka juga terbilang sederhana. Tepat di bawah rumah panggung dari papan itu terdapat bekas kolong atau genangan air seperti danau bekas pengerukan timah beberapa puluh tahun lalu. Air yang tergenang berwarna kuning serta mengangkut sampah yang mengapung di atasnya.

Okta ibu kandung dari Sofinka mengaku kalau anaknya tidak suka makan asupan berupa biskuit yang diberikan secara percuma oleh Puskesmas. Menurut Okta, Sofinka lebih suka jajan dan makanan cepat saji lainnya. “Jely dan jajan lainnya dia (Sofinka) memang suka. Tapi makan nasi dan asupan yang diberikan dia tidak suka,” kata Okta ketika ditemui di rumahnya.

Asupan berupa biskuit tersebut memiliki program khusus dari Puskesmas. Jika tiga bulan asupan tambahan bantuan dari Pemerintah Pusat itu belum juga menampakkan hasil, maka Puskesmas terus memberikannya kepada penderita gizi kurang. Mungkin kondisi ini yang membuat sejumlah penderita gizi kurang mengalami kejenuhan untuk mengkonsumsi asupan tambahan tersebut.

Selain itu, bagian program gizi Puskesmas Devi Agusanti memiliki program memberikan pelatihan memasak untuk menambah ketertarikan anak makan. “Selain program memberikan asupan tambahan, kami juga memberikan sejumlah pelatihan kepada ibu untuk memasak makanan yang disukai anak,” kata Devi.

Devi mengakui, puskesmas Dabo melakukan sejumlah kegiatan agar orangtua anak kurang gizi dapat melakukan beberapa trik untuk meningkatkan dan menambah nafsu makan anak.

Selain itu, bidang promosi kesehatan di Puskesmas Dabo terus melakukan peninjauan terhadap anak atau balita yang mengalami gizi kurang. Syarifah salah satu petugas promosi kesehatan secara berkala mengunjungi sejumlah rumah anak penderita gizi kurang.

Kasus anak atau balita menderita gizi kurang yang di Kabupaten Lingga dipastikan oleh kepala Puskesmas Dabo, dr Yan Cahyadi Anas kalau hal itu bukan berarti masuk dalam kategori gizi buruk seperti Marasmus yakni kekurangan energi protein atau kwashior kor yang juga disebut kekurangan protein.

“Kalau anak penderita gizi buruk tentunya diikuti sejumlah penyakit lainnya seperti TBC. Penderita juga mengalami rambut rontok hingga hampir botak, kulit keruput dan sebagainya,” kata dr Yan.

Kurang gizi yang ditangani puskesmas Dabo hanya anak yang mengalami kekurangan berat badan jika dibandingkan umur anak tersebut. Sehingga puskesmas dibantu Dinas kesehatan dapat melakukan sejumlah pertolongan dengan sejumlah tindakan yang diberikan.

Dirinya memastikan anak dengan predikat gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Dabo tidak ada. Jika ditemukan tentunya juga bukan dalam wewenang puskesmas untuk melakukan sejumlah tindakan. Puskesmas hanya dapat memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan untuk segera ditangani. (wsa)

Pemkab Bangun Masjid di Lintas Barat

0
Wabup Bintan Dalmasri Syam melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ashri, Sabtu (14/7). F. Dokumentasi Kominfo Kabupaten Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemkab Bintan akhirnya membangun masjid di Jalan Raya Lintas Barat tepatnya di Kampung Kerayong Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan. Sabtu (14/7), Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam melakukan peletakkan batu pertama Masjid Al Ashri.
”Pembangunan masjid ini terbilang urgent karena di sekitar Jalan Raya Lintas Barat belum ada masjid,” kata Dalmasri.

Dalmasri menjelaskan nantinya masjid ini bisa dimanfaatkan masyarakat muslim di sekitarnya untuk melakukan ibadah. Selain itu bisa juga dimanfaatkan oleh pengguna jalan yang melintas di sekitar Jalan Raya Lintas Barat. ”Jadi bisa singgah untuk salat sambil sejenak melepas lelah,” katanya.

Dipilihnya lokasi masjid di Kampung Kerayong karena dekat pemukiman masyarakat dan strategis jika para pengendara yang melewati jalan lintas barat ingin beristirahat dan melaksanakan salat.

Sekda Bintan Adi Prihantara mengemukakan proyek pembangunan masjid ini akan langsung dimulai pekan ini juga. Ditargetkan dalam kurun waktu secepat mungkin Masjid Al Ashri ini telah tegak berdiri dan bisa digunakan. ”Para pekerja pun tinggal menunggu material lainnya datang dan akan langsung dikerjakan. InsyaAllah secepat mungkin kita targetkan bisa selesai,” tutupnya.(met)

Mahfud MD Puji Anak Muda Tanjungpinang

0
Penyerahan cinderamata dari Ketua STTI Tanjungpinang, Lois Frederik kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Sabtu (14/7). F. Faradila Verwey/batampos.co.id 

batampos.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD percaya anak-anak Tanjungpinang punya potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi pembangun bangsa. Keragaman dalam harmoni yang tercipta di Tanjungpinang, kata Mahfud, adalah modal besar bagi generasi muda Tanjungpinang menjadi pribadi yang toleran dan bermoral.

“Saya melihat di sini adalah miniatur Indonesia. Semua jenis suku, agama, dan ras ada. Inilah yang disebut dengan lab kesatuan. Dan kami ingin Indonesia di masa depan memiliki suasana seperti di Tanjungpinang, yaitu kebersatuan dalam perbedaan,” ungkap Mahfus dalam orasi ilmiahnya di Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang, Sabtu (14/7) lalu.

Kagum, begitu Mahfud merasakan pengalamannya selama di Tanjungpinang. Bagi dia, kehidupan dalam keragaman di Tanjungpinang ini bukan sekadar slogan, tapi terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Gejala tumbuhnya sikap eklusivisme, radikalisme, dan intoleran, yang marak tumbuh di Indonesia, tidak tampak di Tanjungpinang.
“Nah STT Indonesia ini, bisa meneriakkan contoh yang bagus,” ujar Mahfud.

Mahfud juga berharap, kelak STT Indonesia mampu menyiapkan generasi baru yang mampu mengelola semua sumber daya Indonesia, menjadi maju. Berdasar landasan moral. Urusan terakhir ini digarisbawahi betul oleh Mahfud. “Banyak lembaga pendidikan ilmiah dan teknologi maju, tapi moralitas, tak bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Kehadiran Mahfud memang diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa. Ketua STTI Tanjungpinang, Lois Frederik menyampaikan, sejauh ini peneriman masyarakat Tanjungpinang terhadap sekolah tinggi pimpinannya sejauh ini. Pada tahun ajaran 2018 ini, setidaknya telah diterima lebih dari 150 mahasiswa.

“Sebenarnya lebih yang harus kami terima, namun hanya ini yang kami terima. Berkaitan dengan jumlah dosen. Ada beberapa dosen masih melanjutkan S2. Kemungkinan tahun depan dapat menerima lebih banyak lagi,” ujar Lois.

Saat ini, dalam meningkatkan kualitas pelayanan, Lois menjelaskan, pihaknya terus berbenah. Pada orasi ilmiah kemarin juga seturut dilangsungkan peresmian gedung baru setinggi empat lantai dengan kapasitas 18 ruangan besar berkapasitas 50 orang dan 8 ruang sedang berkapasitas 25 orang.

Tidak cuma perbaikan sarana. Melainkan kualitas pendidikan pun jadi esensial yang tak terlupakan. “Sekarang salah satu syarat untuk sidang, mahasiswa wajib melampirkan paspor yang sudah dicap keluar negeri yang tidak berbahasa Melayu. Selain itu kami juga menyiapkan bagi mahasiswa yang akan kuliah kerja praktek, bekerjasama dengan beberapa perusahaan di Jepang,” tutup Lois. (aya)

Penahan Ombak Rusak Parah

0
Seorang warga menunjukkan penahan ombak yang rusak di Kampung Busung Ujung akibat dihantam ombak, Sabtu (14/7) malam. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Batu miring penahan ombak di Kampung Busung Ujung Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan kian memprihatinkan. Sabtu (14/7) malam lalu, batu miring penahan ombak pantai kembali roboh setelah dihantam ombak.

Pantauan di lapangan, jika dibandingkan setahun yang lalu kerusakan batu miring penahan ombak dekat rumah warga makin meluas. Bahkan salah satu rumah warga, baru miring penahan ombak yang tersisa hanya di jembatan kayu yang menghubungkan dengan rumahnya.

”Kalau dibiarkan lama-lama jalan ke rumah saya habis karena abrasi. Bisa terputus jalan ke sini,” kata Warga Kampung Busung Ujung Anto, 32.

Ia mengatakan sebenarnya masyarakat telah lama mengusulkan melalui musyawarah rencana pembangunan desa. Hanya usulan musrenbang di tingkat desa selalu tak terakomodir ketika dibawa ke musrenbang tingkat kabupaten. ”Desa selalu mengusulkan,” katanya.

Anto mendengar jika Pemdes Busung akan menganggarkan rehabilitasi batu miring pemecah ombak tahun depan melalui dana desa. Namun menurut dirinya anggaran dana desa tidak akan kuat untuk merehabilitasi batu miring yang rusak.

”Anggarannya besar, kalau dari dana desa tak akan kuat. Harapan masyarakat ada bantuan melalui APBD kabupaten atau provinsi,” ujarnya.

Kepala Desa Busung Rusli ketika dikonfirmasi mengatakan Pihak Pemdes telah berulang kali mengusulkan pembangunan penahan ombak melalui musrenbang. Bahkan tahun 2018, tim yang diterjunkan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPera) Bintan telah melakukan pengukuran dan mengkaji pembangunannya.

Hanya dirinya tidak tahu estimasi pembangunan batu miring penahan ombak sepanjang lebih kurang 600 meter. ”Dari sekitar 600 meter batu miring penahan ombak, kerusakan sekitar 400 meter. Tahun 2019, Pemkab akan berupaya menganggarkan semoga terealisasi,” jelasnya.(met)

Dinsos Bentuk Kampung Siaga Bencana

0
Tim Dinas Sosial bersama warga foto bersama usai Launching Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Jemaja Timur, Sabtu (14/7). F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menggandeng Tagana daerah itu membentuk Kampung Siaga Bencana. Ini bertujuan mengoptimalkan penanggulangan bencana melalui peningkatan partisipasi masyarakat sebagai salah satu pelaku utama penanggulangan bencana.

Supriadi Kepala Bidang Dinsos P3APMD mengatakan, kampung siaga ini terdiri dari empat desa di Kecamatan Jemaja Timur. Yakni Desa Genting Pulur, Desa Bukit Padi, Desa Ulu Maras dan Desa Kuala Maras.

Menurutnya, launching kampung siaga bencana dilaksanakan pada Sabtu (14/7) kemarin. “Launching dilakukan Asisten Administrasi Pemerintahan Umum (Asisten III, red) Yendi, MM,” ungkapnya.

Sebelum dilantik, para pengurus dari perwakilan empat desa tersebut diberikan Bimtek selama dua hari pada 12 sampai 13 Juli di Kecamatan Jemaja Timur. Usai melaksanakan launching Kampung Siaga bencana lanjut Supriadi, pihaknya melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) penghijauan dengan menanam pohon di Desa Genting Pulur dan Desa Ulu Maras.

”Pohon itu didapatkan dari UPTD Balai Benih Induk Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri,” ujarnya.

Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dinsos P3APMD) Yohan Bahtera Adam, mengatakan, kampung siaga bencana dibentuk di Jemaja Timur karena belum ada di Jemaja Timur. Padahal kecamatan tersebut rentan terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu ada barang-barang dilumbung sosial seperti Dinas Sosial Provinsi Kepri, serta pihak lain seperti Primer Oil, BSM Cabang Tarempa, Bank Riau Kepri, dan semua pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. (sya)

Aktifkan Pasar Pemerintah, Pedagang Pasar Kaget Harus Pindah

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan menghidupkan kembali pasar pemerintah di Batam. Setelah lama mati suri sejumlah pasar tersebut tak memberikan sumbangsih bagi stabilnya ketersediaan dan harga pangan di Batam.

“Sudah sekian tahun, beberapa pasar sudah tidak ada aktifitasnya,” kata Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain, Minggu (15/7).

Ia merinci, ada 7 pasar pemerintah di Batam yakni Pasar Seroja Sagulung, PAsar Hang Tuah Nongsa, Pasar Tiban Kampung, Pasar Sei Harapan, PAsar Induk Jodoh dan dua Pasar di Belakang Padang. Ia mengklaim, walau sebagian pasar vakum vakum tak berarti lainnya tidak ada aktivitas jual beli sama sekali. Yang kerapa beraktivitas seperti Pasar Seiharapan juga Pasar Hangtuah Nongsa.

“Fokus kami ingin aktifkan semuanya. Rencana Agustus kami keliling dulu, adakan satu kali seminggu bazar sembako murah,” ucap dia.

Ia mengaku, keberadaan pasar kaget merupaka salah satu kendala pasar pemerintah terkendala perkembangannya. Kelak, setelah pasar pemerintah aktif kembali semua pedagang di pasar kaget harus pindah ke pasar resmi.

“Kalau pasar pemerintah aktif, tak ada alasan lagi mereka mengelak untuk tetap berjualan di pinggir jalan. Saya kira ada tim terpadu nanti untuk menegakkan perda,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Batam Zarefriadi mencontohkan Pasar Seroja Sagulung belum efektif fungsinya, dengan pengaktifan kembali ini ia berharap fungsi pasar tersebut hidup kembali. Ia mendorong pihak Bulog dan distributor lainnya untuk menggelar atau berjualan komoditas pangan di pasar pemerintah.

“Kami juga berharap kepada Bulog untuk bisa meningkatkan peran Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan programnya, supaya masyarakat itu dekat untuk mendapatkan komoditas bahan pangan. RPK itu kan di setiap kelurahan, bahkan setiap RW ada. Inilah upaya kami agar ada peningkatan kondisi pasar ataupun upaya kami menekan kelangkaan bahan pangan dan menekan melambungnya harga komoditas bahan pangan saat ini agar tetap bisa stabil,” kata dia.

Sedangkan Kepala Bulog Batam, Agung Rochman menegaskan keterkaitan Bulog sendiri untuk mengoptimalisasi pasar pemerintah.

“Kami dari Bulog mungkin banyak hal yang bisa kami lakukan untuk membantu pemerintah menstabilkan harga komoditas pangan maupun upaya menghidupkan kembali pasar pemerintah. Intinya kami dari Bulog siap mensupport atau ikut menyediakan komoditas pangan,” terang Agung.

Nanti, lanjutnya, bentuknya bisa bermacam-macam untuk Bulog bisa mensupport pemerintah dalam menstabilkan harga pangan. “Ini kan baru pembahasannya saja. Nanti akan ada tindak lanjut berikutnya,” kata Agung Rochman mengakhiri. (iza)

Pembangunan Dermaga Harus Sesuai Rencana

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tinjau pengerjaan pelantar II Tanjungpinang, Minggu (15/7). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan agar pengerjaan pembangunan dermaga dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

“Apalagi pelabuhan merupakan akses penting untuk daerah Kepulauan,” ujar Nurdin saat meninjau pembangunan Pelantar II, Tanjungpinang, Minggu (15/7).

Menurut Nurdin, pembangunan dermaga harus bagus dan sesuai dengan yang dicanangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Beberapa hal mesti diperhatikan seperti kedalaman air harus mampu menampung kapal kapal kargo yang besar.

“Dermaga ini harus mampu menjadi penompang ekonomi nantinya, dan ini juga harus diperhatikan pasang surut terendah dan tinggi nya air laut. Agar kapal kargo dengan GT besar bisa sandar,” kata Nurdin.

Selain itu terkait parkiran dan aktivitas lainnya seperti klenteng, Nurdin juga minta agar pembangunan dermaga tersebut diatur sedemikian rupa. “Tempat parkir dibuat juga buat masyarakat yang ingin berkunjung ke klenteng, namun posisinya jangan sampai menganggu aktivitas bongkar muat barang,” tambah Nurdin.

Di kesempatan itu Nurdin juga meninjau kerangka-kerangka yang sudah siap diikat, yang mana karangka ini menjadi kekuatan bangunan dermaga tersebut. “Ini mal yang siap dicor agar benar diawasi agar ketahanannya sesuai dengan spesifikasi dan tidak terbentur dengan hukum”, tegas Nurdin. (bni)

Proyek Gurindam Tidak Diganggu Defisit

0
Kawasan Tepi laut menjadi kawasan proyek multiyears penataan Pantai Gurindam Tanjungpinang. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertahanan (PUPR) Kepri, Abu Bakar meyakinkan, meski keuangan Pemprov defisit, namun proyek strategis penataan kawasan Gurindam 12 yang merupakan kegiatan tahun jamak tidak diganggu.

Pihaknya menargetkan pembangunan infrastruktur strategis tersebut mulai dilakukan Septermber mendatang. “Sekarang dalam proses lelang,” ujar Abu Bakar, Minggu (15/7) di Tanjungpinang.

Masih kata Abu Bakar, pihaknya berharap pada 20 Agustus mendatang pemenang sudah ditetapkan. Sehingga pekerjaan tahap awal sebesar Rp 98 miliar bisa dimulai pada akhir Agustus nanti. Menurut Abu Bakar, dalam setiap rapat evaluasi, Gubernur Kepri Nurdin Basirun terus mempertanyakan progres kegiatan tersebut.

Karena lelang itu ada mekanisme dan waktu. “Jadi kita harus berjalan sesuai dengan aturan main yang sudah ada. Artinya tidak bisa kita gesa prosesnya,” papar Abu Bakar.

Ditanya mengenai adanya kewenangan Gubernur untuk memutuskan pemenang tender berdasarkan rekomendasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk proyek di atas Rp 100 miliar? Mengenai hal itu, Abu Bakar mengatakan Gubernur maupun pihaknya menyerahkan proses lelang kepada ULP.

Meskipun puluhan perusahaan dikabarkan sudah menyatakan minat untuk mendapatkan proyek tersebut. Sekarang ini bukan hanya perusahaan plat merah, tetapi perusahaan-perusahaan swasta sudah punya kemampuan yang seimbang. Artinya siapapun pemenangnya nanti tentu punya kemampuan dari segala aspek,” ujarnya. (jpg)