Terjadi genangan air di Jalan R Suprapto, Batuaji, Minggu (1/7). Terjadinya genangan akibat hujan seharian. Akibat genangan ini membuat jalan rusak dan berlubang. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pengguna jalan R Suprapto Batuaji kembali tak nyaman saat hujan rintik sepanjang hari Minggu, (1/7/2018). Sejumlah ruas jalan kembali digenangi air sehingga menghambat arus lalulintas.
Pantauan di lapangan, lokasi genangan air ini masih di lokasi ruas jalan yang sama yang selama ini jadi langganan banjir. Meskipun tak banjir namun genangan air mencapai setengah ruas jalan dengan ketinggian diatas 30 centimeter. Imbasnya arus lalulintas jadi macet sebab kendaraan harus antre melintasi ruas jalan yang luput dari genangan air.
Genangan air depan perumahan puteri tujuh selalu dikeluhkan pengendara setiap hujan turun sekalipun tak lebat. Begitu juga di depan pasar Melayu dan Simpang Basecamp. Lokasi jalan yang digenangi air ini karena berada di posisi yang lebih rendah. Ini diperparah lagi dengan kondisi drainase yang tidak lagi berfungsi normal akibat penyempitan dan tersumbat sampah.
Selain jalan utama genangan air serupa juga dikeluhkan pengendara menuju pelabuhan Sagulung. Genangan air sampaing kawasan Industri Latrade melumpuhkan arus lalulintas menuju pelabuhan Sagulung jika hujan deras. Peyebabnya sama sistem drainase yang bermasalah. Drainase utama di lokasi genangan air itu telah ditutup oleh aktifitas proyek pematangan lahan.
Camat Sagulung Reza Khadafi mengakui adanya persoalan itu. Pihaknya sudah melayangkang surat peringatan ke pihak pengembang agar segera mengembalikan fungsi drainase tersebut. Jika tidak pihaknya akan minta penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dinas Bina Marga untuk mengambil tindakan tegas atas penutupan drainase tersebut.
Camat Batuaji Ridwan juga demikian. Untuk mengatasi persoalan banjir ataupun genangan air pihaknya kembali berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk mengkaji solusi yang tepat mengatasinya.
“Karena lokasi yang jadi langganan banjir ataupun genangan air itu umumnya di lokasi yang rendah. Ini harus ada kajian khusus agar saat diperbaiki nanti benar-benar efektif,” ujar Ridwan. (eja)
Pembangunan Masjid Agung II Tanjnguncang, Batuaji terus digesa, Jumat (29/6). Masjid ini bis amenampung jamaah sebanyak 25 orang. dan diperkirakan rampung dibangun ditahun 2019 akhir. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam Suhar beberapa waktu lalu memperkirakan akhir Juli mendatang, struktur bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan selesai. Namun perkiraan ini diperkirakan meleset karena disebabkan pekerjaan bangunan sempat terhenti karena libur dan cuti bersama.
“Ini terpengaruh karena libur, kami perkirakan pekerjaan struktur ini akan molor dua minggu,” kata Suhar, Minggu (1/7) siang.
Ia mengatakan, libur dan cuti bersama beberapa waktu lalu mempengaruhi pekerjaan masjid. Tetapi ia memastikan, hal ini tak mempengaruhi pekerjaan masjid secara umum dan target pekerjaan secara umum dengan durasi kontrak hingga November 2019 mendatang.
“Kami optimis selesai tepat waktu. Semuanya kini on schedule,” ucap dia.
Setelah struktur rampung, tahun ini pengerjaan akan masuk pada pengembangan arsitektur, seperti pengembangan bakal atap dan bagian masjid lainnya. Sejatinya, pembangunan masjid ini berdurasi kontrak hingga November 2019 mendatang.
“Kalau konsisten progresnya seperti sekarang, bisa saja lebih cepat. Tahun depa, bisa saja salat id pertama bisa di sana,” ucap Suhar.
Terkait target, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan akan selesai dibangun Agustus 2019 mendatang dan peresemiannya direncanakan pada bulan Oktober pada tahun yang sama. pada masjid tersebut juga akan disertakan nuansa melayu. (iza)
bentangan kabel semraut yang dipasang oleh beberapa pihak perusahan dikawasan perumahan Cendana Batamcenter, Kamis (28/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kabel jaringan distribusi listrik ke tempat tinggal dan tempat usaha warga semakin terlihat semrawut. Kondisi ini diperparah dengan tumpukan kabel telepon dan televisi jaringan warga yang mengurangi estetika kota sehingga tidak nyaman dilihat dan cukup membahayakan.
Seperti yang terlihat di Komplek Perumahan GPA, Piayu Seibeduk, Minggu (1/7). Satu tiang listrik bisa menyangga puluhan kabel. Bahkan terlihat ada dua tiang listrik dalam satu titik. Ada kabel yang terlihat kendur hingga terpaksa diikat dengan kabel lain yang letaknya lebih tinggi.
Sebagian banyak kabel yang berukuran kecil sudah terlihat turun hingga ke atap kios warga. Sebagian lagi letaknya tidak beraturan, membentang dari sisi jalan yang satu ke jalan lagi.
Eka Sari, warga yang ditemui Batam Pos mengatakan kabel semrawut memang kerap terlihat di beberapa wilayah di Batam. Kondisi tersebut tidak hanya tidak nyaman dilihat tapi juga membahayakan bagi warga sekitar.
“Kabel-kabelnya memang rendah, takutnya truk yang lewat di sini tersangkut kabel,” ucap Eka.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Perumahan Cendana Batamcenter. Kabel berukuran besar juga terlihat sudah kendur dengan ketinggian kurang dari tiga meter.
“Bahaya, harus ditata dan dirapikan ini,” kata Kurniawan warga setempat.
Kepala Dinas Cipta Karya Kota Batam Suhar mengatakan kabel semrawut bakal ditertibkan. Ke depan, sistem jaringan kabel akan ditanam. Rencana ini masuk dalam rencana penataan struktur tata ruang.
“Kita memang arahkan jaringan kabel disatukan dalam tanah. Artinya tertanam,” katanya.
Tidak hanya warga yang mengeluhkan kabel semrawut karena kerap membahayakan. Bahkan, menurut Suhar pemerintah sendiri tidak nyaman dengan keadaan tersebut.
“Akan kita atur. Ini (kabel semrawut) tidak bagus juga,” ucapnya. (une)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota telah mengamankan satu dari dua pelaku spesialis pembobolan jok motor di dataran Engku Putri, Minggu (1/7) pagi. Ia ditangkap setelah aksinya dipergoki oleh anggota Satpol PP yang berjaga di Engku Putri.
Selama ini, aksi mereka cukup membuat resah pengunjung di Engku Putri. Tidak hanya mengincar barang-barang berharga di dalam jok motor. Mereka juga mengincar helm pengunjung Engku Putri yang melaksanakan olahraga.
Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan salah satu pelaku pencurian yang sangat meresahkan tersebut. Namun saat dikonfirmasi mengenai identitas pelaku, Firdaus belum mau membeberkannya karena masih melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku.
“Masih kita kembangkan komplotan ini. Yang pasti sudah kita amankan pelakunya dan saat ini masih dimintai keterangan sama penyidik kita. Untuk korban, juga sudah membuat laporan ke polsek,” ujarnya kemarin siang.
Sementara itu, salah satu anggota Satpol PP, Andi Pronoto mengatakan bahwa penangkapan terhadap pencuri spesialis jok motor itu bermula dari laporan yang mereka terima dari masyarakat yang kehilangan dompet di bagasi sepeda motornya. Tidak lama berselang, ia kembali menerima laporan dari masyarakat lainnya bahwa ada orang yang mencurigakan di parkiran sepeda motor.
“Kemudian kita lakukan pengintaian. Setelah dia ambil barang yang di jok motor, kemudian dia jalan ke arah Masjid Raya dan kita tangkap di Masjid Raya. Sementara kawannya berhasil kabur,” katanya.
Dari penangkapan itu, diketahui bahwa Minggu (1/7) pagi kemarin mereka telah berhasil mengambil sebuah tas dari dalam jok sepeda motor masyarakat. Tidak puas dengan aksi pertamanya, mereka kembali beraksi. Namun naas, dalam aksi keduanya mereka ditangkap oleh Andi dengan dibantu masyarakat lainnya.
“Saat kita tangkap, tas yang dicurinya itu sudah sempat dibuangnya dan kita temukan. Setelah kita amankan, dia langsung kita serahkan ke Polsek Batamkota sama barang bukti tas itu tadi,” imbuhnya. (gie)
Stasium pengisiam bahan bakar umum (SPBU). Foto: jpnn/jpg
batampos.co.id – PT Pertamina (persero) kembali menaikkan BBM Pertamax series dan Dex series. Tak terkecuali di Batam, harga Pertamax Turbo dari yang semula Rp 10.200 perliter kini naik menjadi Rp 11.100 per liter.
“Tadi pas beli nggak tahu kalau harganya naik. Baru ngeh pas baca berita. Naiknya lumayan juga, pindah ke yang lain (bahan bakar) sajalah,” kata seorang warga Seibeduk, Taufik, Minggu (1/7) siang.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU di depan Plamo Garden, Batam Kota mengatakan harga baru sudah diberlakukan Minggu (1/7) pukul 00.00 WIB.
“Tadi malam naiknya, persis jam 12 malam,” ucap dia.
Mendengar harga Pertamax Turbo naik, beberapa warga terpaksa mengisi jenis Pertalite.
“Naik ya, sudahlah Mas isi pertalite saja,” kata salah seorang warga.
Dikonfirmasi, Area Manager Communication and Relations Sumbagut Rudi Ariffianto mengatakan kenaikan tersebut dipengaruh harga minyak dunia.
“harga minyak dunia yang merupakan faktor utama pembentuk harga terus merangkak naik dan sekarang dalam posisi rata-rata 75 dolar per barel,” ucap Rudi.
Ia juga membenarkan, jika kenaikan harga Pertamax series dan Dex Series mulai berlaku 1 Juli ini. Namun demikian, harga baru ini masih rendah dibanding dengan bahan bakar dengan kadar RON yang sama dari perusahaan serupa lainnya.
“Harga (yang ditetapkan) Pertamina masih lebih kompetitif,” imbuhnya.
Sementara itu, persoalan lain di Batam yakni sering kosongnya BBM bensin di SPBU-SPBU Batam. Hal ini membuat masyarakat terpaksa memilih pertalite dan pertamax turbo. Dalam hal ini Rudi menjamin kuota dua bahan bakar inis ehingga tidak kosong di SPBU-SPBU yang ada.
“Aman,” kata dia singkat.
Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menyebutkan saat ini beberapa SPBU kekurangan pasokan Premium. Sementara, BBM yang tersedia seperti Pertalite harganya terus naik sesuai pergerakan harga minyak dunia.
“Kalau saya melihatnya ini sudah mengarahkan masyarakat menggunakan Pertalite,” kata Uba, belum lama ini.
Kondisi ini, kata Uba, sangat merugikan masyarakat. Dari sisi pilihan, masyarakat tidak punya alternatif lain, sebab, Premium sudah sangat sulit dicari. Sementara dari sisi ekonomi, tak semua mampu membeli BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Pertamax Turbo.
“Padahal prinsipnya masyarakat tetap harus diberi pilihan, dengan menyediakan Premium di SPBU,” ujar dia. (iza)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Sekupang tangkap dua pencuri yang beraksi di rumah Elmida Togatorop, 29 di kawasan Tiban Kampung beberapa waktu yang lalu.
Pada aksinya itu, Ridwan, 23 dan Hendra, 29 berhasil membawa kabur dua unit ponsel korban milik.
Kapolsek Kompol Oji Fahrizi mengatakan, kedua pelaku berhasil diamankan Unit Opsnal Polsek Sekupang pada Jumat (22/6) lalu sekira Pukul 11.00 WIB di kawasan Tiban Mc Dermott. Tidak ada perlawanan saat diamankan itu. Keduanya mengakui bahwa mereka telah mencuri ponsel milik Elmida.
“Dari pelaku kami amankan barang bukti dua unit hape dengan merek Oppo dan Vivo. Hape ini merupakan hape milik korban yang hilang pada saat kejadian itu,” ujar Oji, Minggu (1/7) siang.
Dijelaskan Oji, pencurian ini terjadi pada Selasa (19/6) lalu sekitar pukul 02.30 WIB. Pada saat itu, korban yang tegah tidur pulas, kemudian terbangun dan melihat dua ponselnya yang sedang dicas telah hilang. Sementara, pintu rumahnya sudah dalam keadaan terbuka dengan cara paksa.
“Pelaku masuk ke rumah korban saat melihat di sekitar lokasi dalam keadaan sepi. Saat kejadian itu, korban tengah tidur pulas dan tidak sadar kalau pencuri masuk ke dalam,” bebernya.
Atas kejadian itu, selanjutnya Elmida langsung menuju ke Polsek Sekupang untuk membuat laporan dengan kerugian Rp 5 juta. Usai menerima laporan, anggota Unit Opsnal Polsek Sekupang mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi.
“Dari sana, kami mendapatkan ciri-ciri pelaku dan langsung mengamankan pelaku satu hari kemudian bersama dengan satu unit barang bukti,” katanya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pidana kurungan selama tujuh tahun penjara.
“Saat ini pelaku sedang kita mintai keterangan untuk dilakukan pemberkasan. Selain itu, kami juga tengah melakukan pengembangan apakah pernah beraksi di lokasi lainnya,” imbuhnya. (gie)
batampos.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan pihaknya akan konsentrasi untuk menggalakka urban farming. Tujuannya adalah agar Batam mencapai swasembada sayuran sehingga mengurangi tingkat inflasi.
“Urban farming merupakan aktivitas pertanian di dalam atau di sekitar kota yang melibatkan ketrampilan, keahlian, dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan,” kata Gusti di Gedung Bank Indonesia (BI) Kepri, Jumat (29/6).
Konsep urban farming adalah memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas sehingga dapat memberikan manfaat bagi mereka.“Dan urban farming ini bisa dilakukan juga di sekolah-sekolah,” ujar Gusti lagi.
Oleh karena itu, mengajak seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA baik di Batam maupun di Tanjungpinang, bisa mengaplikasikan teknik ini dan juga membudidayakannya di rumah masing-masing oleh guru-guru dan siswa-siswa. Sebab, ada tujuan besar di balik Urban Farming yang bisa diraih bagi masyarakat Tanjungpinang dan Batam.
“Ini sekaligus menjaga inflasi. Karena pengendalian inflasi nyatanya tidak mampu kami kerjakan sendiri,” ujar Gusti Raizal.
Sejauh ini, sambung dia, penyebab utama inflasi di Kepri masih didominasi dari sektor pangan. Termasuk di antaranya adalah komoditas sayur-mayur, cabai, dan bawang. Hasil dari Urban Farming dinilai bisa lebih dari cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga kelangkaan barang-barang tersebut tidak lantas memengaruhi pelonjakan inflasi.
“Kecuali masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Tentu akhirnya, aktivitas menanam ini, mampu membantu menjaga kestabilan ekonomi,” katanya lagi.(leo)
Pekerja menggesa pembangunan Ruko di Sagulung, Sabtu (30/6). Pembangunan ruko dan perumahan saat ini di batam mulai berkembang biarpun sempat lesu akibat lsunya ekonomi Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pembebasan uang muka untuk pembelian rumah dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan pasar properti di Batam. Namun di sisi lain, perbankan akan semakin selektif dalam menyalurkan kreditnya.
“Di tengah suasana pemulihan ekonomi ini, relaksasi semacam ini dapat menumbuhkan daya beli masyarakat untuk properti,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan, Sabtu (30/6).
Dengan membebaskan uang muka pembelian rumah, maka akan semakin banyak masyarakat yang akan membeli rumah.”Mereka tidak perlu mengumpulkan atau mencicil uang muka lagi karena prosesnya lama. Saya yakin pertumbuhan pasar properti akan meningkat,” jelasnya.
Namun di sisi lain, perbankan tidak memiliki uang pegangan dari penjualan rumah. Sehingga perbankan akan semakin selektif dalam menyalurkan kreditnya dan mungkin saja membuat sejumlah ketentuan baru bagi konsumen.
“Karena tanpa uang muka, ada kalanya konsumen tidak disiplin dalam membayar cicilan kreditnya. Peraturan ini memang sangat bagus tapi di sisi lain perlu kedisiplinan dari konsumen,” jelasnya lagi.
Ketidaksiplinan konsumen dalam membayar cicilan dapat meningkatkan tingkat rasio kredit macet bagi perbankan. Selama ini perbankan selalu berupaya menjaga stabilitas rasio kredit macetnya di bawah lima persen.
“Makanya disini pemerintah dan Bank Indonesia berperan sebagai pendamping bagi kedua belah pihak agar peraturan baru ini bisa menguntungkan keduanya,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera mengatakan kebijakan ini diterbitkan melihat situasi pasar properti yang masih lesu.”Siklus kredit properti masih berada pada fase rendah tetapi masih memiliki potensi akselerasi,” katanya.
Potensi akselerasi tersebut didukung oleh penyediaan dan permintaan terhadap produk properti yang mulai meningkat. Dan kemampuan debitur yang masih baik.
Pembebasan uang muka ini merupakan penyempurnaan mengenai ketentuan Loan To Value (LTV) atau financing to value (FTV) yang dilakukan BI pada tahun 2016.
“Memang saat itu (2016,red) telah mampu meningkatkan pertumbuhan kredit yang diberikan bank namun belum cukup optimal di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang membaik dengan risiko yang masih terjaga,” paparnya.
Sebagai gambaran, kebijakan pembebasan uang muka ini hanya berlaku untuk pembelian rumah pertama saja. Untuk rumah kedua, konsumen harus membayar uang muka sebesar 10 hingga 15 persen sesuai tipe rumah. Dan kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Agustus mendatang.(leo)
batampos.co.id – Bagi Matheus Oscar Bikko Mally, biliar adalah panggilan hidupnya. Atlet peraih satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu di ajang pekan olahraga kota batam 2016 lalu ini memilih untuk fokus mendalami biliar.
Terlahir 10 oktober 1990 silam, putra pasangan Daniel Abraham Pitta Mally dan Maria Goreti Niva ini mengawali kecintaannya di olahraga biliar dari usia muda. Ia mulai kecintaannya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya mulai belajar biliar saat menginjak SMP. Tidak bermain di meja besar, tetapi di meja kecil,” terang pemuda yang akrab disapa Owen ini saat ditemui di 7evenpool, Senin (2/7) malam.
Mengenal biliar membuatnya melupakan segalanya, termasuk sekolah. Hampir tiap hari ia tak pernah absen mengunjungi penyewaan meja biliar di dekat rumahnya.
“Bahkan saya tiap hari bolos sekolah hanya untuk bermain biliar. Dari mulai nol hingga bisa menang dalam satu kejuaraan biliar. Empat kali saya berhasil meraih juara pertama,” tuturnya.
Ini juga yang membuatnya mengambil keputusan untuk mundur dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. “Saya putuskan untuk total mengejar karir di dunia biliar,” ujar Owen.
“Tanpa totalitas, akan susah bagi seseorang untuk mengejar impian. Totalitas dan kerja keras menjadi modal utama saya dalam meraih cita-cita,” tegasnya.
Owen memang mendalami biliar berbekal pengalaman pribadi dan kecintaan pada olahraga ini. “Saya banyak mendalami ilmu biliar secara otodidak dan banyak melatih sendiri. Belum ada bimbingan yang diberikan oleh induk olahraga biliar. Dan itu sangat disayangkan,” terang Owen.
Tak jarang Owen memang menghabiskan hari-harinya melatih kemampuannya. Sedikitnya dalam satu hari, empat hingga lima jam ia habiskan untuk berlatih dan bertanding dengan atlet biliar lainnya.
Baginya, biliar tak hanya sekadar olahraga semata. Ia merasakan biliar sebagai cabang olahraga yang menantang dan penuh misteri. Pria kelahiran Kupang, NTT ini, merasakan banyak tantangan yang harus dihadapinya saat bermain biliar. Belum lagi misteri yang coba dikuaknya saat memukul bola biliar.
“Tiap sentuhan, tiap pukulan punya dampak yang berbeda. Inilah misterinya. Baik itu pukulan langsung, jumpshoot, atau safety punya arti tersendiri. Dan tantangannya, tiap lawan punya tingkat kemampuan yang berbeda sesuai dengan ketekunannya dalam berlatih,” serunya.
Biliar bagi banyak kalangan umum banyak yang mengidentikkan dengan judi. “Padahal tidak. Bermain biliar bukanlah olahraga yang biasa-biasa juga,” tegas Owen.
“Bagi saya, biliar seperti olahraga jiwa. Dan ini membuat saya tak akan pernah bisa berhenti belajar. Banyak yang harus saya perdalam jika ingin melangkah ke jenjang nasional atau internasional,” paparnya.
Atlet biliar Kota Batam Matheus Oscar Bikko Mally saat berlatih dirumah biliar 7evenpool, Batam, Jumat (29/6). F. Ryan Agung/Batam Pos
Itu dirasakannya saat melawan seorang atlet biliar dari Singapura saat berlaga dalam open tournament yang diselenggarakan salah satu rumah biliar di Batam. Ia merasakan bagaimana beratnya melawan seorang atlet yang sudah punya banyak pengalaman berlaga di berbagai negara.
“Perasaan bangga bisa berhadapan dengan salah satu atlet biliar internasional. Laga yang menantang dan mendebarkan,” ungkap Owen.
Meski pada akhirnya Owen harus mengakui kekalahan dan hanya mampu meraih peringkat dua, pengalaman bertanding melawan atlet internasional membuatnya terpancing untuk terus menyelami biliar.
“Melawan Aloysius Yapp tahun 2016 lalu membuat saya merasa jika apa yang saya capai ini belum seberapa. Saya masih harus banyak belajar dan berjuang untuk meraih impian saya,” kenangnya.
Hijrah ke Batam 2007 silam membawanya mengenal biliar menggunakan meja besar. Dirinya merasakan pengalaman berbeda dibanding saat menggunakan meja kecil.
“Sangat berbeda saat bermain di meja besar dan meja kecil. Tantangan dan pengalaman yang sangat berbeda. Ini yang membuat saya tak ingin lagi bermain meja kecil. Saya sudah jatuh cinta dengan meja sembilan feet,” tutur pria dengan peringkat handycap empat ini.
Oktober nanti, sedianya Owen akan kembali merasakan atmosfer kejuaraan. Kali ini Owen akan berlaga di ajang Pelan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2018, Oktober mendatang.
“Sebagai peraih medali di ajang Porkot, kami dijandikan untuk berlaga di ajang Porprov. Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang berbeda. Pengalaman bertanding yang berbeda pula,” papar Owen.
Hanya saja Owen merasa jika pembinaan terhadap atlet biliar di Batam sangatlah minim. Dirinya merasakan bagaimana perbedaan perkembangan olahraga biliar lima tahun terakhir.
“Kami seolah anak ayam yang kehilangan induk. Padahal lima tahun sebelumnya Batam dikenal sebagai gudang atlet biliar yang mampu berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Kini untuk menembus level nasional pun terasa berat,” keluhnya.
Minimnya perhatian dan pembinaan dari induk olahraga biliar di Kota Batam membuat prestasi biliar kian meredup. “Kami dipaksa untuk bisa survive dengan cara kami sendiri. Sementara Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batam minim perhatian,” jelasnya.
“Jangankan untuk menggelar kejuaraan, untuk bimbingan dan pelatihan saja tak lagi pernah kami dapatkan,” beber Owen.
Owen meminta agar POBSI Kota Batam dan Kepri mau sedikit peduli dengan keberadaan atlet biliar Kota Batam. Owen meminta agar para atlet biliar di Batam mendapat arahan dan bimbingan dalam meniti karirnya.
“Sangat disayangkan jika atlet kota Batam harus memilih daerah lain untuk dibelanya di ajang kejuaraan nasional. Juga sangat disayangkan jika atlet berbakat Kota Batam harus memutuskan untuk tidak lagi mendalami biliar lantaran minimnya perhatian,” ungkapnya.
Owen berharap agar biliar Kota Btam bisa kembali bergairah sepertihalnya lima tahun sebelumnya. “Ini demi perkembangan olahraga biliar di Batam, dan juga menyelamatkan atlet-atlet muda berbakat,” urai Owen.
“Harus ada tokoh yang peduli dan mau berkorban untuk biliar di Batam. Menghidupkan kembali biliar di Batam bukan lah hal yang sulit. Hanya melalui pembinaan atlet dan menggelar kejuaraan secara rutin pasti biliar di Batam akan kembali bergairah,” jelas Owen.(yan)
Duta Besar Korea bersama rombongan melakukan peninjauan tempat Intalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Batamcenter, Jumat (29/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id –Jumat (29/6/2018) lalu, Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang Beom ke Batam. Salah satunya untuk melihat langsung progres pembangunan IPAL. Kedatangan Kim dinilai sebagai bentuk keseriusan Korsel dalam membangun infrastruktur di Batam.
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) dibangun di Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Progresnya sudah mencapai 15 persen. Proyek tersebut digarap Hansol, kontraktor asal Korea Selatan (Korsel).
Kepala Kantor Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam Binsar Tambunan menjelaskan, IPAL Bengkong merupakan proyek infrastruktur yang dibuat untuk mengelolah limbah menjadi air yang bisa digunakan penduduk.
“Proyek menggunakan dana pinjaman lunak dari Exim Bank Fund, perbankan dari Korsel,” kata Binsar.
Adapun dana pinjamannya sebesar US$ 43 juta atau sekitar Rp 387.712.253.500. Dengan masa pembayaran 30 tahun dan bunga hanya satu persen.
Sejauh ini, progres terlihat dengan sambungan pipa yang telah berjalan 25 km dari rencana 114 km sebaran pipa. Realisasi pembangunan sudah dimulai sejak Agustus 2017. Dengan rincian pekerjaan meliputi perekrutan subcon, pembuatan shop drawing, koordinasi dengan berbagai stakeholder, sosialisasi, hingga pengiriman dan pemasangan pipa.
Untuk komponen yang digunakan, proyek memakai 60 persen bahan dari Indonesia dan 40 persen lagi merupakan produk Korea. Proyek juga akan mengadopsi teknologi dari Korea. Karena sudah teruji di beberapa daerah di Indonesia.
“Dukungan pemerintah Korsel dan penggunaan teknologi dan konstruksi jaringan pipa yang dikerjakan langsung tenaga ahli dari Korea Selatan, sangat baik dan diperlukan untuk mengatasi kebutuhan air baku bagi masyarakat Batam,” kata Binsar di sela mendampingi kunjungan Kim melihat langsung proyek IPAL.
Lebih jauh, Binsar menjelaskan bahwa keunggulan teknologi tersebut tidak memakan banyak tempat. Selama pengolahan juga tidak menimbulkan bau. Serta lebih hemat biaya dibandingkan teknologi IPAL sebelumnya. Teknologi ini nantinya juga dipakai DKI Jakarta.