Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12105

Kantor Pos Tetap Layani Kiriman Paket

0
PT Pos Indonesia
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pos Indonesia di Kepri selama cuti bersama tetap buka dan memberikan layanan kiriman paket seperti biasa. Terkecuali, untuk tanggal 15 dan 16 Juni 2018.

“Tangal 15 dan 16 Juni, tutup semua,” kata Wakil Bidang Umum Kantor Pos Indonesia Batam, Rudi J Siahaan, kemarin.

Ia mengatakan, Kantor Pos tersebut yakni, Kantor Pos Batamcenter, Nagoya, Batuaji dan Tanjung Balai Karimun. Akan buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

“Melayani pengiriman surat, paket, weselpos, dan pembayaran Pospay,” terang dia.

Untuk itu, ia mengatakan warga tak perlu ragu jika ingin memanfaatkan layanan di kantor Pos. “Silahkan datang ke 4 kanto rpos tersebut, layanan lengkap seperti biasa,” ucapnya.

Tak hanya selama cuti, ia memastikan dua kantor pos di Batam pada hari Minggu juga buka yakni di Nagoya dan Batuaji.

“Ini seperti biasa, dan bukanya dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB juga,” paparnya. (iza)

Alokasi Retribusi IMTA Harus Sesuai Perda

0
ilustrasi

batampos.co.id– Anggota komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari meminta a Pemko Batam mengalokasikan sekitar 70 persen dari dana Izin perpanjangan memperkajakan tenaga kerja asing (IMTA) untuk sertifikasi calon pekerja. Alokasi 70 persen dana IMTA untuk sertifikasi sudah diatur di Perda.

“Rp 24 miliar dari target dana IMTA 2018 sebesar Rp 34 miliar harus untuk sertifikasi, termasuk pelatihan-pelatihan. Dan itu harus dilaksanakan, karena telah diatur di perda,” kata Riky, kemarin.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah tenaga kerja asing yang melakukan perpanjangan izin kerja di Batam relatif hampir sama setiap tahunnya. Bahkan tidak ada banyak perubahan. Meski memang data validnya agak berbeda antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam dengan Kementerian tenaga kerja dan transmigrasi.

“Kalau di data Disnaker itu sekitar 2.200 sehingga total yang akan kita terima tahun ini kemungkinan di angka sekitar Rp 34 miliar. Tapi menurut saya data valid ada di kementerian,” tutur dia.

Retribusi IMTA ini sangat membantu APBD Batam. Khususnya untuk menekan angka pengangguran di Batam. Sementara untuk tahun ini sudah dianggarkan sekitar Rp 17 miliar untuk pelatihan di Disnaker. Sedangkan sisanya bisa saja di dinas lain yang juga fungsinya untuk pengembangan ketrampilan dan keahlian.

“Pelatihan yang kita lakukan menampung banyak calon pekerja. Dan ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” sebut Riky.

Kepala Badan Penerimaan Pajak Retribusi Daerah Raja Azmansyah menyebutkan, hingga 10 Juni ini retribusi IMTA yang masuk ke kas daerah sebesar Rp 14,31 miliar. Angka ini disebut sudah mencapai target yakni 42,1 persen.

“Sudah sesuai target. Harapan akhir tahun melebihi target Rp 34 miliar,” kata Raja. (rng)

Jelang Lebaran, Warga Serbu Toko Emas

0
ilustrasi

batampos.co.id – Lima hari menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H, transaksi jual beli emas meningkat 30 persen. Sejumlah toko emas yang berada di Batuaji mengaku kebanjiran pelanggan hingga dua kali lipat.

Seperti yang terlihat di Toko emas Pasar Fanindo Batuaji. Sejumlah pemilik toko emas mengaku, pembelian perhiasan emas jelang lebaran naik secara signifikan. Selain karena lebaran, meningkatnya transaksi penjualan emas juga disebabkan harga emas yang stabil.

“Sudah tradisi setiap lebaran, kami kebanjiran pembeli,” kata Antony, salah seorang penjual emas.

Menurut dia, meningkatnya pembelian emas, seiring dengan jelang akhir bulan sehingga masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli emas. Mereka menjelaskan, sebagian besar transaksi tersebut merupakan penjualan emas ke konsumen.

“Pokoknya jelang Lebaran, toko emas diserbu pembeli,” tutur dia.

Seorang warga Sagulung Baru, Anita mengatakan sengaja membeli emas muda untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri. Ia mengaku membeli emas muda seberat sepuluh gram berupa anting dan kalung.

“Kalau saya sih setiap tahun terima THR dari kantor beli emas. Bukan untuk gaya-gayaan sih. Tapi memang ini tradisi kami,” sebut Anita.

Hal senada juga dikatakan Dewi, ia sengaja ingin membeli emas untuk dipakai saat hari Lebaran.

“Ya sekarang beli, dipakai Lebaran, nanti kalau uang habis bisa jual lagi,” ungkap Dewi.

Sementara itu, karyawan toko emas di Pasar Fanindo Ismet menyebutkan, perhiasan emas berbentuk cincin dan anting lebih banyak dicari dan dibeli oleh pembeli. Saat ini penjualannya mencapai dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau emasnya merata sih. Ada emas 24 karat ada juga yang 22 karat,” jelas dia. (rng)

Walikota: PMA Tanggungjawab BP Batam

0
PT Hantong Precision Manufacturing yang berada dikawassan Industrial Park Citra Buana II Batuampar terlihat sepi tidak ada aktivitas pekerja, Kamis (7/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhamamd Rudi angkat bicara soal hengkangnya manajemen PT Hangfong yang kabur dan tidak memenuhi hak karyawannya. Menurut Rudi, karena perusahaan tersebut terkait Penanaman Modal Asing (PMA) sejatinya menjadi urusan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Izin PMA ini di BP Batam. Yang berikan jaminan adalah mereka,” kata Rudi di kantor Wali Kota Batam.

Saat Safari Ramadan di di Masjid Darul Ihsan Bambu Kuning Batuaji, Jumat (7/6) lalu, Rudi juga menyampaikan perusahaan asing biasanya memberikan jaminan kepada BP Batam sebelum membuka usaha. Termasuk soal jaminan akan hak karyawan, jika perusahaan hengkang atau pailit.

Penjelasan ini, terkait pertanyaan warga yang mengeluhakn perusahaan yang kala masuk Batam diketahui dan pergi diam-diam. Pengawasan Pemko Batam juga dipertanyakan.

Rudi memaparkan, Pemko Batam hanya mengeluarkan perizinan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN). Oleh karena itu, ke depan ia akan minta ke Presiden RI agar ada pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko dan BP Batam. Tujuannya agar Pemko juga bisa mengawasi izin penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke wilayah kerja Pemko Batam.

“Ini harus didudukkan. Mana wilayah kerja BP Batam, mana wilayah kerja Pemko Batam. Di wilayah industri, silakan urus semua sama BP Batam. Tapi di luar industri, kami yang urus semua,” sebut Rudi.

Ia menjelaskan, selama ini hampir semua PMA menyewa tanah di Batam. Tidak ada yang membeli dan memilikinya sendiri. Oleh karena itu perlu ada jaminan dan pengawasan yang ketat.

“Kalau di bawah Pemko, saya akan tegas. Tapi sekarang ini bukan di bawah Pemko, kami tak bisa ikut campur,” ujarnya. (iza)

Mobil Dinas Dilarang Dibawa Keluar Batam dan Pegawai Dilarang Tambah Cuti

0

batampos.co.id – Larangan menggunakan fasilitas dinas seperti Mobil Dinas untuk keperluan mudik juga berlaku di Batam, selain itu pegwaia juga dilarang menambah cuti. Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah menyampaikan dua larangan ini.

“Kita ikuti intruksi dari Menpan. Pegawai dilarang bawa mobil dinas, keluar Batam,” kata Rudi.

Namun ia mengaku, membawa keluar mobil dinas di Batam jarang terjadi. Namun demikian intruksi Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Asman Abnur harus dilakukan.

“Itu kita larang. Tapi jarang sebenarnya, kita ini daerah kepulauan. Intruksi Menpan RB itu lebih ke daerah Pulau Jawa, Sumatera dan lainnya,” ucap dia.

Soal larangan tambah cuti, ia menegaskan tidak ada PNS yang menambah cuti setelah cuti lebaran ini. “Tidak saya berikan,” katanya, singakt.

Untuk diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor, B/21/M.KT.02/2018. Hal itu dilakukan dalam rangka penegakan disiplin PNS dan untuk menjamin pelayanan publik berjalan optimal. SE itujuga mengingatkan larangan penggunaan fasilitas dinas.

Senada dengan Wali Kota terkait laranagn menambah cuti, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Sahir menegaskan, pegawai tidak diperkenankan menambah cuti tahunan diawal cuti bersama maupun menyambung cuti bersama. “Tanggal 21 sudah harus masuk,” tegasnya.

Aturan tersebut dipertegas dalam Surat Edaran Wali Kota Batam nomor 37 tahun 2018 tentang penetapan jam kerja pegawai Pemko Batam selama Ramadan 1439 Hijriah. Namun dalam aturan ini, ada pengecualian seperti cuit karena sakit, cuti melahirkan dan cuti karena alasan penting seperti musibah keluarga.

Sahir mengatakan, bagi pegawai yang melanggar tentu akan mendapat sanksi disiplin. Ia mengatakan, sanksi ini bukanlah hal yang sepele karena akan mempengaruhi karir si pegawai. “Dihitung semua itu. Makanya jangan heran ada yang senior plus sudah strata dua masih saja Kepala Seksi tak naik jadi Kepala Bidang. Berarti ada aturan yang ia labrak,” paparnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat menetapakan cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah dari 11 Juni hingga 20 Juni mendatang, waktu libur ini cukup lama, bahkan karena menerapkan lima hari kerja atau libur Sabtu dan Minggu, pegawai Pemko Batam sudah libur sejak 9 Juni lalu.

“Jadi lebih lama liburnya,” terangnya. (iza)

Puncak Arus Mudik Mulai Hari Ini

0
Penumpang kapal antre di pintu masuk Pelabuhan Sekupang.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Polresta Barelang memprediksikan puncak arus mudik akan mulai terjadi hari ini, Senin (11/6).

Kapolsek KPPP AKP Reza Morandi Tarigan menjelaskan, prediksi tersebut dikarenakan hari ini karena Sabtu (9/6) lalu merupakan hari terakhir bekerja dan hari ini sudah mulai memasuki cuti bersama.

“Puncak arus mudik diprediksikan pada tanggal 11 dan tanggal 13 itu. Jadi, dari hari Senin itu penumpang semakin bertambah,” kata Reza.

Reza menjelaskan awalnya puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-3 lebaran atau 12 Juni 2018 mendatang. Namun karena pemerintah menambah waktu cuti bersama yang sebelummya mulai tanggal 12 menjadi tanggal 11 maka puncak arus mudik pun bergeser.

“Pertama kali rekomendasi hari mudik tertinggi itu pada tanggal 12-13 Juni 2018, namun karena ada perubahan hari libur maka berubah puncak mudik menjadi 8 dan 9 Juni,” bebernya.

Dari data sementara yang ia dapatkan, jumlah pemudik yang akan berangkat dengan menggunakan kapal Pelni bertambah sekitar 500 orang. Dari data itu, tercatat sudah ada sekitar 3.400 penumpang yang akan berangkat pada keberangkatan yang selanjutnya.

“Kapasitas kapal ini sekitar 3.500 penumang. Untuk keberangkatan selanjutnya, kita prediksi kapal ini akan dipenuhi dengan pemudik,” imbuhnya. (gie)

1,5 Ton Daging Habis Diserbu

0
Warga antri saat membeli kebutuhan pokok di pasar murah yang digelar oleh TPID Pemko Batam di Taman Raya Square Batamkota, Minggu (10/6). Dengan adanya pasar murah tersebut bisa membantu warga yang membutuhkan sembako dengan harga terjangkau. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 1,5 ton daging sapi dan kerbau habis diserbu warga di pasar murah yang digelar TPID kawasan Batamkota dan Batuaji, Minggu (10/6). Para distributor pun kaget melihat antuasias warga, sebab pada pasar yang digelar sebelumnya kawasan tersebut sepi peminat.

Kabag Perekonomian Pemko Batam Zurniati mengatakan 1,5 ton sapi habis dalam waktu dua jam. Dimana pasar pertama digelar di depan kawasan Taras Batamkota, satu distributor hanya membawa 300 kilo daging sapi dan kerbau. Namun, saat daging mulai ditawarkan, warga langsung menyerbu, hal itu diduga karena harga daging sapi lebih murah dibandingkan pasar. Perkilonya daging sapi beku ditawarkan Rp 78 ribu, sedangkan daging kerbau Rp 75 ribu.

“Sebelumnya kawasan Batamkota sepi peminat. Pada pasar jelang ramadan daging hanya laku 4 kilo dan distributor merasa rugi. Namun tadi pagi langsung habis 300 kilo tak sampai satu jam,” jelas Sekretaris tim TPID kota Batam ini.

Melihat respon masyarakat, Zurniati pun menghubungi dua disributor lainnya untuk menambah pasokan daging. Saat daging datang, warga pun kembali menyerbu sehingga semua stok yang disiapkan distributor habis.

“Tak hanya di Batamkota, di Batuaji daging juga diserbu. Mungkin karena jauh lebih murah. Total daging sapi yang habis diperkirakan 1,5 ton lebih,” imbuhnya.

Menurut dia, Senin (11/6), TPID kembali menggelar pasar murah di wilayah Sekupang dan Sagulung. Pada pasar murah, Zurniati menekankan kepada distributor yang berpartisipasi agar melebihkan jumlah pasokan, terutama di wilayah Sekupang. Pasokan yang diutamakan lebih ke daging sapi dan kerbau, cabai, beras dan bawang.

“Untuk daging sapi saya minta dilebihkan khusus di daerah Sekupang. Karena daerah tersebut kebanyakan muslim, mungkin 1,5 ton dari 3 distributor,” jelasnya.

Ia yakin pasar murah saat ini sangat dibutuhkan warga karena harganya yang jauh di bawah pasaran. Seperti harga cabai Rp 27 ribu perkilo, bawang Rp 22 ribu perkilo, bawang putih Rp 17 ribu perkilo dan beras Rp 48 ribu perlima kilo untuk kelas medium, sedangkan premium Rp 59900 kelas premium.

“Harga dipastikan jauh dibawah HET dan harga pasaran. Untuk beras besok disiapkan tiga ton karena peminatnya cukup tinggi,” pungkas Zurniati. (she)

5.000 Pemudik Tinggalkan Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang

0
Penumpang kapal membeli tiket di konter tiket Pelabuhan Domestik Sekupang.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 5.000 pemudik meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang, Minggu (10/6). Ribuan penumpang ini merupakan pemudik yang akan berlebaran Idul Fitri ke kampung halaman mereka.

“Hari ini tujuan Balai Karimun, Tanjungbatu, Buton dan Dumai, sebagian juga tujuan ke pulau terdekat dan terjauh seperti Tembilahan dan Pekanbaru,” ujar Ketua Bidang Kapal Penumpang Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesian National Shipower Association (INSA) Batam, Asmadi.

Dia mengatakan lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak Sabtu (9/6) lalu. Sementara puncak arus mudik akan terjadi Rabu dan Kamis (13/14/6) mendatang. Untuk antisipasi lonjakan penumpang, operator kapal angkutan mudik akan menyiapkan armada cadangan saat arus mudik nanti.

“Hari ini total ada 12 kapal yang berangkat. Nah, untuk antisipasi lonjakan kami sediakan satu kapal cadangan,” katanya.

Sementara untuk keberangkatan tanggal 10-15 Juni tiket tujuan Buton sudah habis, demikian juga tiket tujuanTembilahan dan Pekanbaru yang sudah mulai habis. Sedangkan tujuan Dumai maih tersisa walau tidak banyak.

“Tiket 90 persen sudah habis. Tinggal untuk pulau-pulau yang terdekat saja,” ucapnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos, ribuan penumpang terlihat memadati ruang tunggu keberangkatan PDS sejak pukul 5.30 WIB. Menurut Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Suherman ruang tunggu tidak pernah sepi dari calon penumpang, terutama untuk keberangkatan pagi atau tujuan Dumai dan Buton.

“Yang pagi mereka sudah berada di pelabuhan sebelum subuh, tak sedikit yang sahur di lokasi karena takut ketinggalan kapal sebab keberangkatan pukul 06.00 WIB,” ujarnya.

Ia memperkirakan penumpang yang berangkat naik 50 persen dari hari biasanya yang hanya seribu penumpang.

“Sudah mulai ramai, sejauh ini untuk kenyamanan penumpang pemudik aman dan berjalan dengan baik,” tutupnya. (une)

PAN Siapkan Amien untuk Pilpres

0
Amien Rais

batampos.co.id – Sosok Amien Rais, tampaknya, kembali menjadi penentu masa depan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pemilu 2019. Sehari setelah Amien menyatakan siap maju pilpres, PAN langsung menyiapkan proses organisasi untuk mengusung Amien sebagai calon presiden (capres).

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN tersebut menyatakan kesiapan partainya untuk mengusung Amien.

’’PAN serius mencalonkan Pak Amien Rais, running for president 2019,’’ kata Viva.

Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan sehingga Amien layak maju sebagai capres. Salah satunya, Amien punya integritas sebagai pemimpin nasional. Dia juga mencintai NKRI dan rakyat Indonesia. ’’Pak Amien memiliki konsep dan kapasitas leadership dalam memimpin perjuangan bangsa,’’ ujar Viva.

Alasan lain adalah kesiapan Amien. Secara fisik, Amien dinilai masih punya fisik kuat dan stamina prima. ’’Usia tidak akan menghalangi Pak Amien Rais menjalankan tugas pokok pekerjaan,’’ tuturnya.

Meski begitu, tidak bisa dimungkiri, pada rapat kerja nasional (rakernas) tahun lalu, PAN resmi mengusung Ketua Umum Zulkifli Hasan sebagai capres. Viva lantas menyebut bahwa PAN berencana kembali mengadakan rakernas tahun ini.

’’Nanti setelah penyelenggaraan pilkada, 28 Juni 2018, bakal dilaksanakan rakernas PAN untuk finalisasi keputusan partai tentang pasangan calon presiden/cawapres,’’ jelasnya.

Sebelumnya, dalam acara buka puasa bersama pengurus PAN di rumah Zulkifli pada Sabtu (9/6), Amien menyatakan kesiapannya maju sebagai capres. Amien terinspirasi kemenangan Mahathir Mohamad yang kembali menduduki kursi perdana menteri (PM) Malaysia.

’’Nah, Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi sekarang. Biarlah nanti rakyat yang buat penilaian,’’ ucapnya.

Keputusan Amien untuk maju capres memantik reaksi dari parpol-parpol lain. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengapresiasi rencana Amien maju pilpres. ’’Kami gembira bila Pak Amien tetap bernyali maju kontestasi,’’ terang dia saat dihubungi kemarin. Artinya, demokrasi di Indonesia makin dewasa.

Sementara itu, tanggapan berbeda disampaikan Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G. Plate. Menurut dia, rencana Amien menjadi capres hanya dagelan. Pernyataan itu sekadar lelucon belaka. Akibatnya, peluang koalisi penantang Joko Widodo makin rumit. Sebab, sampai sekarang koalisi tersebut belum terbentuk.

Jangan sampai pernyataan Amien makin menjadikan koalisi penantang tidak menentukan. Koalisi itu tidak tambah mengerucut, tetapi malah makin tidak jelas. ’’Jangan sampai koalisi sebelah gagal terbentuk gara-gara pernyataan Amien,’’ tegas dia.

Terkait dengan kemenangan Mahathir yang menjadi inspirasi Amien, politikus asal NTT tersebut menuturkan bahwa kondisi politik Malaysia jauh berbeda dengan Indonesia. Dia menilai alasan itu tidak masuk akal. Apalagi, kata dia, Mahathir merupakan mantan PM yang cukup lama menjabat. (bay/lum/c14/oni)

Potensi Zakat Rp 100 Miliar, Terhimpun Rp 30 Miliar

0
Sejumlah warga saat melakukan pemabayaran zata di Masjid Agung Batamceter, Jumat (8/6/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Potensi zakat, infak, dan sedekah di Batam sangat besar. Mencapai Rp 100 miliar per tahun. Namun yang berhasil dihimpun hanya Rp 30-an miliar. Padahal zakat bertujuan menguatkan ekonomi yang lemah, menguatkan akidah, serta sebagai sikap adil dalam hal pemerataan ekonomi umat.

Sejak pukul 09.00 WIB, Alhasdi sudah berada kantor Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB), Sabtu (9/6). Ia langsung duduk di kursi dan menyiapkan lembaran untuk pembayaran zakat fitrah. Sejak itu, satu per satu warga berdatangan untuk membayar zakat. Hingga menjelang waktu Zuhur, ia masih melayani satu keluarga yang datang.

Pagi itu, Risnawati bersama suami dan anaknya hendak membayar zakat. Ia menyodorkan kantong yang berisi uang. Alhasdi menerimanya. Petugas LAZ MRB itu mengambil kertas berupa kuitansi untuk pembayaran zakat dan menyerahkan kepada wanita berjilbab dihadapannya. Lembaran kertas lalu diisi dengan data pembayar zakat dan nominal zakat. Setelah mengisinya, Risnawati mengembalikan lembaran itu kepada Alhasdi.

Petugas LAZ MRB menerimanya dan si pembayar zakat merapalkan niat membayar zakat. Usai membaca niat, petugas LAZ membacakan doa, dan zakat pun diterima. Wanita itu kemudian beranjak dan membawa kuitansi pembayaran zakat. Kesibukan di kantor LAZ MRB Batam yang berada di lantai dasar Masjid Raya Batam itu terhenti sejenak karena sudah waktunya salat Zuhur.

“Pelayanan pembayaran zakat ini dibuka mulai pukul 09.00 sampai malam, pukul 22.00,” kata Direktur LAZ MRB Syarifuddin, sembari beranjak menuju lantai satu Masjid Raya Batam untuk salat.

Selain menghimpun pembayaran zakat, infak, dan sedekah, LAZ MRB juga secara langsung menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui beberapa program. Zakat yang dihimpun terdiri dari zakat maal (zakat harta) dan zakat fitrah. Zakat mal bermacam-macam, yakni zakat profesi, harta perniagaan, hasil pertanian, emas dan perak, hasil tambang, dan barang temuan.

“Zakat mal bisa dibayarkan kapan saja. Bisa setiap saat sepanjang tahun. Sementara zakat fitrah dibayarkan pada bulan Ramadan saja. Ditambah fidiyah,” ujar Syarifuddin di kantor LAZ MRB, Selasa, (5/6).

Menurut Syarifuddin, zakat berfungsi untuk mensejahterakan umat muslim, pendistribusian harta, dan pembersihan harta. “Sebab, harta yang kita peroleh tidak semua bagian kita. Ada bagian fakir-miskin dan itulah yang disisihkan melalui zakat,” katanya.

LAZ MRB sudah 14 tahun menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari kaum muslimin di Batam. Tahun 2014 silam, tepat tahun kesepuluh LAZ MRB bergelut dengan pengelolaan zakat. Hingga tahun 2017 atau tahun ke 13, LAZ Batam telah menghimpun lebih dari Rp 40,007 miliar dana ZIS dari umat muslim. “Setiap tahunnya pembayaran zakat, infak, dan sedekah meningkat,” jelasnya.

Kecuali tahun 2016 dan tahun 2017 penerimaan ZIS menurun. Berdasarkan data dari LAZ MRB, tahun 2015 penerimaan ZIS masih berada pada nominal Rp 5,162 miliar. Lebih banyak dari penerimaan tahun 2014 yang berjumlah Rp 5,007 miliar. Kemudian tahun 2016 mulai turun. Tahun itu penerimaan turun hingga Rp 700-an juta hingga menjadi Rp 4,448 miliar. Tahun 2017 turun lagi. LAZ menghimpun Rp 4,240 miliar.

“Penurunan ini kemungkinan karena faktor ekonomi global yang memang menurun. Tapi mungkin ada faktor-faktor lain juga. Mungkin ke lembaga lain,” jelas Syarifuddin.

Untuk pembayaran zakat mal (harta) LAZ MRB memberikan banyak kemudahan dengan berbagai cara. Cara konvesional dengan membayar tunai di kantor LAZ MRB atau melalui program jemput zakat. Petugas LAZ MRB menjemput pembayaran zakat ke rumah-rumah atau tempat musakki (pembayar zakat). Bila tidak memiliki atau tidak membawa uang tunai bisa gesek kartu debit di mesin EDC di kantor LAZ MRB. Selain itu, bisa transfer melalui ATM atau SMS banking. Khusus selama Ramadan, LAZ MRB menyediakan konter pembayaran zakat di puluhan titik seperti di mall, masjid, bandara, dan rumah sakit.

“Jadi semakin mudah menunaikan pembayaran zakat. Tinggal nawaitunya karena ini (menunaikan zakat) adalah kewajiban. Sama seperti salat, termasuk rukun islam,” jelas Syarifuddin.

Meski demikian, masih ada kendala dalam penghimpunan ZIS. Menurut Syarifuddin, masyarakat Batam masih banyak yang memahami bahwa pembayaran zakat boleh diberikan langsung kepada orang yang berhak menerima (mustahik). Padahal menurut ketentuan agama, lanjut dia, zakat yang terbaik itu dikeluarkan melalui lembaga zakat atau baitul maal. Sehingga zakat yang dihimpun disalurkan lewat satu pintu, yaitu lembaga amil zakat.

“Karena pemahaman seperti itu, akhirnya tidak tercatat di lembaga zakat, tidak diketahui besarnya potensi zakat. Namun diperkirakan potensi zakat di Batam itu ratusan miliar,” katanya.

Sementara itu, dana yang dihimpun dari umat muslim, lanjut Syarifuddin, LAZ MRB melakukan berbagai program untuk menyalurkannya kepada asnaf penerima zakat. LAZ MRB memiliki program utama, yaitu program peduli pendidikan, peduli ekonomi, peduli aqidah dan dakwah, peduli kesehatan, serta peduli di bidang sosial. Sedangkan program spesial yang bersifat temporer, khusus selama Ramadan dan Zulhijjah saja, yakni program tebar hidangan berbuka, baju cantik ceria, parcel bahagia, pesantren Ramadan, pembagian zakat fitrah, dan pendistribusian hewan kurban.

Pada Ramadan seperti saat ini, kata Syarifuddin, penyaluran dana ZIS lebih banyak. Sebab ada zakat fitrah yang harus disalurkan pada akhir-akhir Ramadan. Sebelum hari raya idul Fitri. Penyalurannya di Pulau Batam hingga ke pulau-pulau di sekitarnya. Sementara zakat mal disalurkan sepanjang tahun melalui program pemberdayaan dan produktif.
“Sistem penyaluran zakat kita menganut sistem produktif. Jadi tidak hanya konsumtif,” katanya.

Sebagian besar atau 95 persen program penyaluran zakat bersifat produktif. Di bidang pendidikan, anak sekolah mendapat biaya sekolah melalui beasiswa teladan, aku bisa sekolah (ABS), dan anak asuh. Kemudian bagi anak pulau atau hinterland yang sekolah di Batam disediakan rumah anak asuh (Ruas). LAZ MRB juga menyediakan mobil pintar, mobil perpustakaan keliling yang mengunjungi sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Selain sekolah, juga Lapas Barelang, majelis taklim, dan taman bermain.

Di bidang ekonomi, mustahik (penerima zakat) mendapat bantuan modal usaha mikro dan jaminan nafkah harian. Bantuan modal ini, lanjut Syarif, merupakan bentuk program pemberdayaan di bidang ekonomi kepada para mustahik untuk berwirausaha, sehingga dapat menghasilkan sesuatu untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Pada akhirnya, mereka menjadi keluarga mandiri. Tidak tergantung lagi dengan bantuan. Melalui program ini, diharap semakin banyak para duafa terlepas dari kemiskinan.

Pada tahun 2014, LAZ MRB menyalurkan ZIS sebanyak RP 4,803 miliar. Kemudian tahun 2015, penyaluran ZIS sebanyak 5,263 miliar. Tahun 2016 menurun sebab penerimaan juga turun. Jumlahnya Rp 4,298 miliar. Begitu juga tahun 2017 turun lagi. Nominalnya Rp 3,553 miliar. Penyaluran itu sebagian berupa bantuan modal usaha kepada mustahik. Mereka ini yang ingin membuat usaha atau telah memiliki usaha mikro, tetapi masih membutuhkan bantuan.

Syarifuddin menyebutkan, sebelum memberikan bantuan modal, LAZ MRB memberikan pelatihan usaha lebih dulu kepada mustahik. Tujuan pelatihan ini untuk mengubah pola pikir mereka agar tidak ragu memulai usaha, tidak menunda usaha, serta selalu mengatakan bisa. Mustahik disiapkan menjadi berani mengatakan sanggup dan bisa. Intinya, bagaimana membangun keyakinan untuk bisa melakukan sesuatu dengan hasil positif. Selain itu, LAZ MRB tetap melakukan pendampingan hingga mustahik bisa mandiri.

Di bidang sosial, LAZ MRB menyediakan layanan pengantaran jenazah, ambulance, pemulangan musafir, aksi tanggap darurat, dan khitanan anak. Kemudian untuk program peduli akidah dan dakwah, LAZ Batam mengirim dai-dai ke pulau-pulau atau daerah hinterland dan tarbiyah muallaf. Terakhir, di bidang kesehatan ada layanan sehat duafa (bantuan biaya pengobatan) dan klinik As’syifa, layanan medis pada tingkat pertama.

“Porsi penyaluran dana zakat per asnaf sebagian besar untuk fakir dan miskin. Paling banyak miskin, mereka yang punya penghasilan tapi tidak mencukupi untuk diri dan keluarganya” ungkap Syarifuddin.

Untuk menyalurkan dana zakat kepada orang-orang yang tepat, LAZ MRB mencari sendiri para mustahik. Namun tidak sedikit yang datang langsung ke kantor LAZ MRB. Mereka membawa surat keterangan miskin atau tidak mampu dari pengurus musalah/masjid. Lalu mereka harus mengisi formulir dan disurvei.

“Untuk memastikan mereka berhak. Bukan mempersulit,” jelas Syarifuddin.

***

ilustrasi

Pengelolaan zakat di Batam terpusat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam. Sama seperti LAZ Masjid Raya Batam, Baznas Kota Batam juga memiliki unit penghimpun zakat (UPZ) yang disebar di seluruh penjuru Batam. Setidaknya ada 300 UPZ. Ditempatkan di masjid-masjid, musala, hingga kantor instansi pemerintah.

“UPZ-UPZ ini wajib mendapatkan SK dari Baznas. Kalau di Batam SK dari Baznas Kota Batam,” ujar Wakil Ketua Baznas Kota Batam, Hamzah Johan, kepada Batam Pos.

UPZ dan lembaga amil bertugas untuk menghimpun zakat, infaq dan sedekah. Namun pengelolaan dan penyalurannya tidak semua bisa dilakukan sendiri. Untuk zakat fitrah, infaq, dan sedekah, bisa disalurkan langung oleh lembaga amil. Sementara zakat mal harus dikumpulkan di Baznas.

“Setelah terhimpun, Baznas yang akan menyalurkannya,” ujar Hamzah.

Berdasarkan data Baznas Kota Batam, penerimaan ZIS pada tahun 2015 sebanyak Rp 2,632 miliar. Lalu tahun 2016, penerimaan ZIS meningkat hampir dua kali lipat. Jumlahnya Rp 4,213 miliar. Begitu pula pada tahun 2017 lalu, penerimaan ZIS bertambah lebih dari Rp 2 miliar. Jumlahnya Rp 6,814 miliar.

Adapun penyalurannya melalui lima program unggulan. Lima program tersebut yakni Batam Taqwa, Batam Cerdas, Batam Peduli, Batam Sehat, dan Batam Makmur. Program Batam Taqwa berupa pemberian insentif bagi para dai di pulau-pulau dan pembinaan dai, bantuan pendidikan TPQ, bantuan sinergi dakwah, bantuan lembaga dakwah, dan bantuan kegiatan fisabilillah.

Sementara Program Batam Cerdas terdiri dari bantuan untuk biaya masuk sekolah, membayar tunggakan uang sekolah, beasiswa dan bantuan paket anak sekolah. Untuk Program Batam Peduli berupa bantuan nafkah rutin untuk membantu fakir-miskin memenuhi kebutuhan hidup rutin setiap bulan. Selain itu, nafkah non rutin diberikan kepada kaum duafa.

Untuk Program Batam Sehat, Baznas Kota Batam menyalurkannya dalam bentuk bantuan berobat, bantuan biaya operasi, dan khitanan massal. Terakhir, Program Batam Makmur berupa bantuan modal usaha Ekopro untuk kelompok maupun individu.

Tahun 2015 penyaluran ZIS untuk empat program totalnya Rp 2,879 miliar. ZIS disalurkan kepada mustahik-mustahik sesuai yang disebutkan dalam firman Allah QS At-Taubah ayat 60. Lalu tahun 2016, Baznas Kota Batam menyalurkan ZIS sebanyak Rp 4,260 miliar melalui empat program. Sementara tahun 2017, penyaluran ZIS melalui lima program. Total ZIS yang disalurkan sebanyak Rp 5,938 miliar.

***

Pengelolaan zakat kini diatur dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan undang-undang tersebut pengelolaan zakat berpusat pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kemudian setiap daerah atau kota membentuk Baznas, termasuk di Batam.

“Mengacu kepada undang-undang terkait dengan zakat kini sentralnya di Baznas. Baznas Kota Batam bisa membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) untuk menghimpun zakat,” jelas Kepala Kementerian Agama Kota Batam, Erizal, Rabu (6/6) lalu.

Disamping Baznas, sesuai UU Pengelolaan Zakat, sejumlah lembaga juga boleh menghimpun, menyalurkan, dan mendayagunakan zakat, seperti lembaga Amil Zakat (LAZ). LAZ ini harus mendapat legalitas dari pemerintah. LAZ juga harus melaporkan data kepada BAZ sebagai regulator dan operator. Jadi Baznas ini ada dua fungsi. Selain sebagai regulator juga operator.

Baznas sebagai regulator dan operator harus membentuk unit pengumpul zakat atau disingkat UPZ untuk penghimpunan zakat. UPZ bisa dibentuk di berbagai segmen, lembaga, dan instansi. Misalnya di kantor-kantor pemerintahan, musalah, masjid, dan sekolah. Di Batam sendiri UPZ ini dibentuk sejak tahun 2013.

Sebelum membentuk UPZ, wajib meminta legalitas melalui Baznas. Sebab tanpa legalitas dari Baznas, itu bertentangan dengan UU Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan UU, jika ada yang melanggar bisa dipidana. Panitia atau UPZ bisa dipenjara sekurangnya tiga bulan dan denda Rp 3 juta.

“UPZ ini harus ada SK dan membuat data untuk dilaporkan kepada Baznas supaya bisa diketahui potensi ekonomi dari zakat ini ,” ujar Erizal.

Sejak dibentuknya UPZ, lanjut Erizal, bermunculan unit-unit di masjid ataupun musalah. Jumlahnya seiring perkembangan jumlah masjid dan musalah, serta instansi pemerintah. Erizal menyebutkan, jumlahnya saat ini paling tidak 1.200-an unit. Unit-unit pengumpul zakat yang memiliki legalitas ini bisa menghimpun zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah yang dikumpulkan UPZ maupun lembaga amil zakat harus dilaporkan kepada Baznas. Termasuk jumlah musakki (pembayar) maupun mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Setelah melaporkan, UPZ bisa menyalurkan zakat fitrah kepada mustahik. Sementara zakat mal harus dikumpulkan di Baznas sebelum disalurkan, lengkap dengan daftar musakki dan mustahik.

“Untuk zakat mal ini, UPZ bisa juga mengajukan anggaran, misalnya untuk pengurus masjid atau untuk pembiayaan pembangunan masjid,” ujar Erizal.

Sementara bagi lembaga amil zakat, bisa mengelola sendiri zakat yang telah dikumpulkan. Namun tetap wajib membuat laporan kepada Baznas dan Kementerian Agama. Kewajiban melaporkan jumlah dana, musakki, dan mustahik, ini agar pendistribusian dan data tidak amburadul serta tumpang tindih.

Berdasarkan laporan yang diperoleh Kementerian Agama Kota Batam, total zakat di Kota Batam pada Idul Fitri 1436 Hijriah atau tahun 2015 mencapai Rp 34,238 miliar. Angka ini berdasarkan data Kementerian Agama Batam dari seluruh badan amil zakat hingga malam takbiran.

Kemudian pengumpulan zakat yang dilakukan seluruh badan amil zakat di Kota Batam, pada tahun 2016, sebanyak Rp 38,674 miliar.

Sementara pengumpulan zakat di Kota Batam tahun 2017 anjlok hingga Rp 5 miliar dibandingkan tahun 2016.

Berdasarkan laporan yang diperoleh Kementerian Agama Kota Batam, tahun 2017, jumlah zakat Kota Batam adalah Rp 33,544 miliar.

“Hasil angka pengumpulan zakat tersebut adalah jumlah zakat fitrah, zakat mal, zakat profesi, fidyah, infak dan sedekah,” jelas Erizal

Menurut Erizal bila melihat umat Islam di Batam dan tingkat kesejahteraan, potensi zakat sebenarnya sangat besar. Angka Rp 33 miliar itu sangatlah kecil bila dibandingkan potensinya yang bisa mencapai Rp 100 miliar.

“Seratus miliar bisa terkumpul. Cuma perlu pemahaman masyarakat terutama orang-orang kaya,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat masih berpikir bahwa zakat yang dibayarkan hanya diambil dari gaji pokok yang diperoleh. Padahal, zakat harus juga dikeluarkan dari penghasilan lain-lainnya seperti tunjangan dan honor. Zakat yang harus dikeluarkan adalah zakat profesi. Kemudian ada zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat rikas, zakat tabungan, zakat investasi, dan zakat emas/perak.

Pembayaran zakat bisa dilakukan setiap bulan dan bisa juga dikeluarkan setiap tahun. Tetapi, alangkah baiknya jika zakat dikeluarkan setelah mendapat penghasilan atau gaji per bulan. Apabila penghasilannya dalam satu tahun atau satu bulan sudah terkena nisab, wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

“Nisabnya 85 gram emas setahun atau Rp 54 juta setahun, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Kalau (warga Batam) bisa membayar 2,5 persen ini, Rp 100 miliar bisa terhimpun,” jelasnya.

Zakat yang terhimpun ini bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif para mustahik, tetapi juga untuk kegiatan yang produktif. Pengentasan kemiskinan dengan memanfaatkan zakat, salah satunya melalui pengembangan ekonomi kreatif atau biasa disebut zakat produktif.

“Zakat ini bisa digunakan juga untuk bedah rumah warga fakir dan miskin. Hanya saja program ini belum dilakukan,” katanya.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang diverifikasi Pemko Batam per September 2017 jumlah warga miskin di Batam 37.428 KK yang disebut Keluarga Penerima Manfaat. Survei sebelumnya dilakukan Pemko Batam bersama Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, dan instansi terkait. (AHMADI SULTAN, Batam)