Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12106

Penumpang Bandara Membludak

0
Calon penumpang antri di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemudik di Bandara Internasional Hang Nadim membeludak dari H-9 (6/6) lalu. Dari data petugas Hang Nadim lonjakan penumpang jauh melebihi hari biasanya. Menurut Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan penyebab lonjakan penumpang sebelum H-7, disebabkan hari libur yang lebih panjang dari tahun sebelumnya.

“Senin (11/6) sudah libur, mungkin sejak beberapa hari lalu ada yang mulai curi-curi libur. Atau mungkin memulangkan keluarganya terlebih dahulu ke kampung halaman,” katanya, Jumat (8/6).

Suwarso menyebutkan penumpang yang berangkat Kamis (31/5) sebanyak 7.661 orang, Jumat (1/6) 7.948, Sabtu (2/6) 7.352 orang, Minggu (3/6) 7.900 orang, Senin (4/6) 8.447 orang, Selasa (5/6) 8.888 orang, Rabu (6/7) 9.259 orang, Kamis (7/6) 9.353 orang. Dan hari ini diperkirakan jumlah penumpang memadati Hang Nadim berada dikisaran angka 9ribuan orang.

Suwarso mengatakan dari Jumat (8/6) hingga Minggu (10/6) jumlah penumpang akan terus naik dibandingkan hari sebelumnya. “Normalnya itu 6.700 orang. Dan angka ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Saat H-10 hingga H-7 Idul Fitri tahun lalu, penumpang yang memadati Hang Nadim berada dikisaran 7ribuan orang. Namun tahun ini sudah menyentuh angka 9ribu orang. “Perkiraan kami sedikit meleset. Karena perubahan jadwal libur,” tuturnya.

Suwarso meminta masyarakat agar selalu mengecek jadwal keberangkatan. Dan terus memantau apabila terjadi perubahan jadwal keberangkatan. Para calon penumpang diharapkan datang ke Bandara Internasional Hang Nadim dua jam sebelum keberangkatan. “Jangan lupa membawa identitas, dan secepatnya melakukan cek in. Saya harap juga tidak membawa barang berlebihan,” ungkapnya.

Effendi salah seorang penumpang tujuan Palembang, menuturkan tidak membawa barang yang terlalu banyak. Ia mengatakan hanya membawa beberapa potong baju dan sedikit oleh-oleh. “Saya bawa cokelat. Setiap balik ke Palembang selalu bawa itu, karena kata keluarga di kampung cokelat dari sini enak,” ungkapnya.

Pria masih lajangnya ini, mengatakan sudah menjadi kewajiban baginya untuk pulang ke kampung setiap Idul Fitri. Karena menjalin silaturahmi lebih berharga dibandingkan harga tiket pesawat.

“Saya mau bertemu dengan orangtua, waktu itu tidak bisa dibeli. Kalau tiket masih bisa dibeli,” ucapnya. (ska)

Rp 400 Juta dari Mitra untuk Bayar Gaji Karyawan Hantong

0
PT Hantong Precision Manufacturing yang berada dikawassan Industrial Park Citra Buana II Batuampar terlihat sepi tidak ada aktivitas pekerja, Kamis (7/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan setelah menggelar pertemuan dengan salah satu perusahaan yang merupakan mitra dari PT Hantong Precision Manufacturing, akhirnya bisa bernapas lega.

“Alhamdulillah, salah satu perusahaan mitra dari Hantong yakni Siix Batam bersedia membayarkan barang yang mereka butuhkan hari ini (kemarin,red),” kata Rudi, Jumat (8/6).

Ia menjelaskan, perusahaan tersebut bersedia membayarkan Rp 400 juta untuk barang yang telah mereka pesan dari Hantong. Pertemuan yang difasilitasi Batamindo ini turut dihadiri perwakilan dari karyawan PT Hantong, Batuampar.

Rudi mengungkapkan uang sebesar Rp 400 juta ini bisa membayar satu bulan gaji karyawan dan tunjangan hari raya (THR) meskipun tidak penuh.

“Iya, sudah ada solusi meskipun mereka hanya terima setengah THRnya. Yang paling penting mereka bisa menerima haknya yang belum dibayarkan,” terangnya.

lanjutnya, untuk membayarkan gaji dan THR 94 karyawan ini, Hantong membutuhkan uang kurang lebih Rp 600 juta. Namun demikian masih ada dua perusahaan mitra PT Hantong yang belum diajak berdiskusi dan bertemu.

“Ini dipertemuan selanjutnya akan kami bahas. Mana tau mereka juga belum membayarkan barang yang mereka pesan, sehingga bisa untuk memenuhi kekurangan yang harus dibayarkan kepada pekerja,” terangnya.

Mengenai waktu pmbayaran kepada karyawan, Rudi mengatakan tengah dalam proses. Karena kondisi sudah sore dan pihak bank juga telah tutup, makanya karyawan harus menunggu.

“Ini pihak perusahaan lagi mengurus di bank. Katanya harus ada izin dari pusat dulu, sebab kondisi kan mendesak. Kalau bisa dicairkan sebelum lebaran kenapa tidak,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi terbaru mengenai pemilik PT Hantong yang membawa kabur uang perusahaan. “Katanya tak bisa dihubungi, saya tak sampai kesana. Hanya sebatas nasib karyawan saja,” tutupnya.

Sebelumnya, pemilik PT Hantong yang merupakan warga negara Singapura menarik semua uang milik perusahaan. Karena hal itu, sebanyak 94 karyawan tidak menerima gaji dan THR yang menjadi hak mereka.(yui)

Lendir.org Raup Untung Ratusan Juta

0
Barang bukti dari praktik prostitusi online lendir.org (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

batampos.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil mengungkap prostitusi perempuan di bawah umur melalui online. Kali ini transaksinya dilakukan di situs lendir.org.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Dani Kustoni mengatakan, situs ini telah beroperasi sejak 2012 lalu. NMH selaku pemilik website mengaku selama ini mendapat penghasilan dari iklan yang ditayangkan dalam situs tersebut.

“NMH yang bersangkutan membuat website ini dari tahun 2012. Keuntungannya dari iklan-iklan yang dipajang sifatnya pornografi,” ujar Dani di Kantor Dittipidsiber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Lebih lanjut Dani mengatakan, pemasangan iklan di situs lendir.org ini terbilang mahal. Satu iklan dihargai Rp 15 juta. Iklan termahal dibanderol kisaran Rp 20 juta.

“Harga pemasangan iklan berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta,” lanjutnya.

Dari pemasangan iklan itu NHM berhasil meraup keuntungan fantastis. Tak main-main, pria asal Jember, Jawa Timur itu bisa mengantongi rata-rata Rp 108 juta dalam tiga bulan.

“Penghasilan setiap 3 bulan Rp 108 juta. Tiap 3 bulan (NHM) menyiapkan website berkaitan pornografi,” terang Dani.

Lebih jauh Dani menuturkan situs lendir.org dikelola secara terstruktur. Di dalamnya setiap orang memiliki peran masing-masing. Ada yang menjadi tenaga pemasaran atau marketing, ada pula muncikari. Ada pula anggota atau member selaku pengakses situs dan penikmat jasa prostitusi online.

“Di forum ada muncikari. Itu khusus. Ada marketing. Jadi sifatnya menawarkan dan orang bisa bertransaksi di situ. Member di situ bisa membaca cerita dewasa,” pungkas Dani.

(ce1/sat/JPC)

Sebuah Situs Porno Jajakan Jasa Pelajar SMA

0
Tersangka prostitusi online yang diringkus Bareskrim Polri. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

batampos.co.id –  Dunia maya menjadi ladang subur pornografi. Bukan hanya memuat berbagai video pornografi, kini banyak situs porno telah berkembang menjadi ajang penawaran jasa prostitusi. Salah satu yang diungkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) adalah lendir.org.

Dalam situs tersebut yang memiliki halaman forum yang melakukan pembahasan terkait pornografi. Bahkan, para mucikari menawarkan jasanya dalam forum tersebut. Anak-anak juga menjadi korban dalam situs tersebut.

Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Kombespol Doni Kustoni menjelaskan bahwa awalnya dilakukan patroli siber. Ditemukankan situslendir.org yang memuat berbagai pronografi.

”Situs ini berkembang menjadi situs yang menjadi media untuk mucikari menawarkan jasanya, memperdagangkan manusia,” terangnya.

Dalam kasus tersebut telah ditangkap pemilik situs berinisial NMH yang tinggal di Jember Jawa Timur. Penangkapan terhadap NMH ini tergolong cukup sulit, pasalnya NMH memiliki kemampuan teknologi informasi yang bisa membuatnya menutupi identitasnya. ”Jadi, seakan-akan merupakan situs luar negeri,” tuturnya.

Dia menuturkan, NMH dijerat selain karena memiliki situs porno juga memberikan fasilitas untuk memperdagangkan orang.

”Dia ditahan, untuk barang buktinya dua laptop dan sejumlah perangkat elektronik,” tuturnya.

Satu lagi tersangka yang telah ditangkap terkait situs tersebut, yakni EDL. Dia diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang terhadap lima orang perempuan. Rata-rata perempuan itu berusia 18 tahun, yang artinya secara undang-undang masih berstatus anak.

”EDL ini merekrut melalui korban yang juga pacarnya,” paparnya.

Modus kejahatannya dengan menawarkan jasa naka SMA. Dia mengatakan, dalam penggeledahan ditemukan banyak seragam SMA yang kemungkinan besar untuk kepentingan prostitusi.

”Pengakuan tersangka, kalau konsumennya meminta memakai seragam, maka itu yang dipakai,” jelasnya.

Menurutnya, Dittipid Siber tidak akan berhenti hanya pada EDL. Sebab, dengan jumlah member 150 ribu orang, diduga banyak mucikari yang juga beroperasi di situs tersebut. ”Kami sedang telusuri yang lainnya,” paparnya ditemui di kantor Dittipid Siber Bareskrim, di Jalan Cideng, Tanah Abang.

Untuk memberikan efek jera, dia menjelaskan untuk kedua pelaku diterapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sehingga, semua hasil kejahatannya bisa disita untuk kepentingan negara.

”Kami sudah bekerjasama dengan PPATK,” paparnya. (idr)

Pemerintah Diminta Waspadai Kasus Hantong

0
PT Hantong Precision Manufacturing yang berada dikawassan Industrial Park Citra Buana II Batuampar terlihat sepi tidak ada aktivitas pekerja, Kamis (7/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hengkangnya perusahaan asal Singapura, PT Hantong Precision Manufacturing, dari Batam dikhawatirkan akan diikuti sejumlah perusahaan asing lainnya. Sebab saat ini ada beberapa investor asing yang mengaku mengalami kesulitan keuangan seperti Hantong.

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, saat ini masih ada perusahaan asing terancam hengkang dari Batam. Penyebabnya sama dengan apa yang dialami PT Hantong. Yakni masalah finansial.

“Saya pikir tidak ada kesengajaan meninggalkan karyawannya. Perusahaan ini murni mengalami kesulitan ekonomi,” kata Udin menanggapi hengkangnya PT Hantong, Jumat (8/6).

Selama ini, kata Udin, PT Hantong sudah 18 tahun beroperasi di Batam. Selama itu pula, perusahaan tersebut selalu memenuhi hak-hak karyawannya. Nyaris tak pernah ada masalah.

Menurut Udin, perusahaan asal Singapura itu memilih hengkang karena tak sanggup lagi membayar gaji karyawan. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini, buruh selalu menuntut kenaikan upah.

“Bisa jadi karena upah yang dirasa tinggi oleh perusahaan, sehingga mereka tidak mampu membayar,” tuturnya.

Karenanya, Udin meminta pemerintah memberikan atensi atas hengkangnya PT Hantong ini. Jika tidak, bisa jadi akan ada perusahaan asing lain yang akan ikut menutup usahanya di Batam.

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, di antara hal yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah mengendalikan harga kebutuhan pokok. Jika harga kebutuhan pokok murah dan stabil, ia meyakini buruh tidak akan demo setiap tahun untuk menuntut kenaikan upah.

“Tuntungan kenaikan gaji buruh tidak lepas dari melonjaknya sejumlah harga bahan pokok,” katanya.

Menurut Udin, hal tersebut jadi masalah serius yang harus diperhatikan semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Bukan hanya dengan cara menggelar pasar sembako murah atau operasi pasar di saat-saat tertentu saja. Sementara penekanan harga juga harus dikontrol sehingga harga terjangkau.

“Kalau ini tak segera dilakukan maka bisa saja tahun depan buruh nuntut upah naik,” jelasnya.

PT Hantong Precision Manufacturing yang berada dikawassan Industrial Park Citra Buana II Batuampar terlihat sepi tidak ada aktivitas pekerja, Kamis (7/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Diberitakan sebelumnya, bos PT Hantong Precision Manufacturing, Jannet Lim, diduga kabur setelah membawa seluruh uang perusahaan di Bank UOB. Akibatnya, sebanyak 94 karyawan PT Hantong Precision Manufacturing terancam tidak menerima gaji bulan Mei dan THR.

Namun Kepala Dinas Tenaga (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, saat ini sudah ada harapan gaji dan THR seluruh karyawan PT Hantong akan dibayarkan. Sebab salah satu mitra PT Hantong, PT Siix Batam, akan melakukan pembayaran atas produk yang mereka pesan dari Hantong. Nilainya sebesar Rpp 400 juta.

“Sudah ada solusi meskipun mereka hanya terima setengah THR nya. Yang paling penting mereka bisa menerima haknya yang belum dibayarkan,” kata Rudi, Jumat (8/6).

Rudi mengakui, uang Rp 400 juta tersebut belum cukup untuk membayar sebulan gaji dan THR seluruh karyawan PT Hantong. Sebab total gaji dan THR untuk 94 orang karyawan PT Hantong mencapai Rp 600 juta lebih. Namun demikian masih ada dua perusahaan mitra PT Hantong yang belum membayar tagihan.

“Mudah-mudahan minggu depan ada dari Epson dan TEC. Yang penting sekarang sudah ada sebagian itu,” ucap Rudi.

Hingga kemarin, Disnaker Batam belum menerima informasi terbaru mengenai pemilik PT Hantong yang membawa kabur uang perusahaan.

“Katanya tak bisa dihubungi, saya tak sampai kesana. Hanya sebatas nasib karyawan saja,” tutupnya. (yui/rng/iza)

Utang Luar Negeri Kuras Cadangan Devisa

0

batampos.co.id – Cadangan devisa kembali berkurang. Akhir Mei lalu cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 122,9 miliar. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan cadangan devisa April yang sebesar USD 124,9 miliar. Secara keseluruhan, cadangan devisa terus menurun dari posisi Januari yang sebesar USD 131,98 miliar. Pada Januari, cadangan devisa Indonesia tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, kemudian perlahan cadangan devisa mulai meninggalkan capaian tertingginya.

Cadangan devisa pada Mei setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor.

Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Juga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Dengan kurs tengah Bank Indonesia (BI) yang menempatkan rupiah di level Rp 13.902 per dolar AS (USD) Jumat(8/6), rupiah tercatat melemah 2,66 persen sejak awal tahun.

”Cadangan devisa tetap memadai, didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang membaik serta kinerja ekspor yang tetap positif. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, kemarin.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, devisa Indonesia masih lebih dari cukup. ”Nanti juga akan ada devisa dari pajak migas. Selain itu, pariwisata kita punya 10 Bali baru. Kan Kemenpar bagus-bagus tuh programnya,” ujarnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, cadangan devisa masih bisa digunakan sebagai bantalan untuk stabilisasi nilai tukar. Sebab, jumlahnya masih cukup untuk membiayai tiga bulan impor.

Namun, penanganan masalah struktural seperti peningkatan ekspor tetap perlu dilakukan. Sebab, hal itu sangat mendasar dalam menopang perekonomian.

”Kalau ini tidak kita atasi, akan sulit. Kita juga harus mendorong penggunaan barang dalam negeri untuk mengurangi impor,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto. (rin/c11/sof)

Kepala BPIP Mundur

0

batampos.co.id – Di tengah kontroversi soal hak keuangan yang dikritik publik, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, membuat kabar mengejutkan. Ia mundur dari lembaga tersebut.

Meski demikian, Yudi membantah kemundurannya terkait dengan polemik hak keuangan. Sebagaimana yang dia sampaikan dalam keterangan resminya, dia beralasan, transformasi lembaga dari UKP-PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran, dan fungsi lembaga. Sehingga, dia merasa, diperlukan kepemimpinan yang mumpuni.

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” ujarnya.

Untuk diketahui, UKP-PIP adalah embrio dari BPIP yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2017 lalu. Dan Yudi Latif dipilih sebagai kepala UKP-PIP pada 7 Juni 2017, atau selang sepekan setelah dibentuk.

Selama setahun menjabat, Yudi mengakui tidak banyak hal yang dilakukannya. Namun dia beralasan, sebagai lembaga baru, proses administrasi yang tidak sederhana. Sebagai contoh, saat masih berstatus UKP-PIP, anggaran masih menginduk ke Sekretaris Kabinet. Di tahun pertamanya, anggaran sebesar Rp 7 miliar baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir.

“Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun,” ujarnya.

Selain itu, kewenangan UKP-PIP berdasarkan Perpres juga hampir tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung. Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas. Setelah setahun bekerja, seluruh personil di jajaran Dewan Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan.

Yudi (berbaju biru)

Namun demikian, lanjutnya, bukan berarti tidak ada yang mereka kerjakan. “Setiap hari ada saja kegiatan kami di seluruh pelosok Tanan Air. Bahkan seringkali kami tak mengenal waktu libur,” kata pria berusia 53 tahun tersebut.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan surat permohonan tersebut tertanggal 7 Juni. Namun baru sampai di Istana, kemarin, sehingga Presiden belum membaca dan memberikan responsnya. Oleh karenanya, Johan belum bisa memastikan pengganti Yudi. “Respons saja belum, apalagi pengganti. Tapi sekali lagi pengunduran diri itu hak,” ujarnya.

Dia menilai, permohonan pengunduran diri merupakan hak siapapun. Menurut sepengetahuannya, lanjut Johan, permintaan tersebut tak terlepas dari keinginan Yudi untuk bisa intens berkumpul dengan keluarga. “BPIP kemudian disetarakan menteri tentu membutuhkan tingkat kesibukan yang lebih tinggi. Dalam surat itu beliau tidak sanggup karena masih ada urusan-urusan keluarga,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai semua pihak harus menghormati keputusan Yudi. Hidayat menilai jangan ada pandangan miring bahwa keputusan ini terkait dengan sempat munculnya data jumlah gaji dari BPIP.

“Kalau saya tak ingin menduga-duga, tentu yang mengerti (alasan mundur) adalah Pak Yudi Latif. Kembali pada Pak Yudi Latif untuk menjelaskan secara jujur dan terbuka mengapa mundur,” kata Hidayat di gedung parlemen, kemarin.

Menurut Hidayat, penjelasan langsung dari Yudi Latif dinilai perlu. Sebab BPIP baru berusia pendek, setelah sebelumnya diberi nama UKP-PIP. Namun, terlepas dari itu, Yudi juga memiliki hak untuk mengambil keputusan.

“Ini adalah keputusan yang bersifat bebas orang untuk mengambilnya. Apakah mengambil mundur atau tidak mundur itu adalah tanggung jawab pribadi masing-masing,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu. (far/bay)

Indonesia Anggota Tidak Tetap DK PBB

0

batampos.co.id – Lewat kanal YouTube PBB tadi malam (8/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terlihat begitu emosional. Persisnya ketika hasil voting pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB diumumkan.

Indonesia berhasil meraih 144 suara. Sedangkan Maladewa, satu-satunya saingan untuk jadi anggota tidak tetap DK PBB dari Asia, hanya mengumpulkan 46 suara.

Dengan hasil tersebut, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Selain Indonesia, ada empat negara lain yang tadi malam ditetapkan sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Yakni, Jerman, Afrika Selatan, Republik Dominika, dan Belgia.

Pengamat luar negeri dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Teuku Rezasyah mengungkapkan, kemenangan Indonesia atas Maladewa sudah diprediksi sejak awal. Sebab, dari sisi kapasitas diplomatik, Indonesia jauh lebih besar dan luas cakupannya ketimbang Maladewa.

Keunggulan Indonesia atas Maladewa itu hasil dukungan banyak sektor. Mulai kinerja pembangunan Indonesia yang dinilai berhasil. Kemudian, keberhasilan pemerintah secara umum, kinerja diplomatik, serta dukungan masyarakat luas Indonesia.

”Ini bukan kemenangan Indonesia saja. Tetapi, kemenangan negara-negara berkembang dan negara yang demokrasinya baru berkembang lainnya,” katanya tadi malam.

Meski begitu, Rezasyah mengingatkan, Indonesia tidak perlu larut dalam kebahagiaan yang berlebihan. ’’Maladewa tetap harus diuwongkan (diorangkan, red),” tuturnya.

Dia berharap jangan sampai kemenangan itu malah tercemar dengan perilaku yang lupa diri. Menurut Rezasyah, ada beberapa misi diplomatik yang akan dibawa Indonesia.

Misalnya, isu kemerdekaan Palestina, warga Rohingya, serta isu-isu nuklir. Menurut Rezasyah, keberhasilan menjadi anggota tidak tetap DK PBB kali ini merupakan kali keempat. Sebelumnya, Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB di era Menlu Adam Malik, Hassan Wirajuda, serta Ali Alatas. (wan/c10/ttg/JPG)

Tik Tok Menjaga Inflasi di Batam

0
Warga belanja sayuran di Pasar Fanindo, Batuaji.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menghadapi lonjakan inflasi saat mendekati akhir Ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Ini dilakukan untuk memastikan apakah barang kebutuhan pokok cukup tersedia dan cukup serta menambah pasokan jika terjadi kelangkaan,” kata Wakil Ketua TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Jumat (8/6).

Lalu langkah berikutnya adalah mengintensifkan kerjasama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan dengan daerah penghasil.

“Lalu hingga akhir Ramadhan melaksanakan pasar murah dan menjelang Lebaran serta operasi pasar jika terjadi gejolak harga signifikan. Dan memonitoring harganya bersama dengan Satgas Pangan,” ungkapnya.

Gusti juga mengatakan TPID akan mendistribusikan bahan pokok melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) dan e-warong.

“Dan menyampaikan informasi terkait perkembangan stok barang kebutuhan pokok serta kebijakan pemerintah dalam pengendalian barang kebutuhan pokok untuk mengelola ekspektasi inflasi kepada masyarakat,” katanya lagi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kepri, indeks harga konsumen (IHK) Kepri pada Mei 2018 mengalami inflasi. Inflasi IHK tercatat sebesar 0,16 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,29 persen (mtm).

Inflasi terbesar berasal dari kelompok administrated price dan kebutuhan barang pokok atau volatile food.

Inflasi dari administrated price bersumber dari peningkatan tarif angkatan udara sebesar 1,67 persen (mtm) dengan andil 0,06 persen (mtm).

“Kenaikan ini disebabkan peningkatan harga oleh operator penyedia jasa angkutan udara karena meningkatnya permintaan menjelak mudik Idul Fitri,” jelasnya.

Untuk menghadapi Lebaran, TPID juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan tersedianya pasokan dan lancarnya distribusi BBM dan LPG.

“Serta memantau harga tiket pesawat dan kapal ferry agar tidak melebihi batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (leo)

Pasang Rambu untuk Antisipasi Kecelakaan Laut

0
Puluhan warga menikmati suasana pantai Trikora Bintan, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau pengusaha resort dan hotel di Kawasan Pariwisata Pantai Trikora memasang rambu pembatas aman bagi pengunjung yang akan berenang. Karena selama libur Lebaran nanti, akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Trikora maupun Lagoi. Pengunjung yang rata rata berasal dari luar Pulau Bintan kebanyakan ke sana untuk berenang.

Untuk mencegah korban tenggelam, dirinya meminta beberapa instansi terkait seperti kepolisian, dinas perhubungan, tagana menyiapkan posko-posko di beberapa titik-titik rawan.

“Untuk di Kawasan Pantai Lagoi mungkin tidak memiliki kendala yang berarti, yang menjadi persoalan biasanya di Pantai Trikora. Pengunjung yang berenang di sana acapkali menelan korban,” katanya.Selain menyiapkan posko, pihaknya juga minta koordinasi dengan pihak kawasan perhotelan sekitarnya untuk memasang tanda dan rambu pembatas kawasan berenang.

Untuk diketahui, di akhir tahun 2017 yang lalu, beberapa kejadian peristiwa tenggelam atau kecelakaan laut telah terjadi akibat pengunjung yang berenang di Kawasan Trikora. Para pengunjung awalnya hanya berenang di kawasan pantai namun mendadak lemas saat menyadari telah berenang di kawasan berombak kuat. Antisipasi pasca libur Lebaran, Pemkab Bintan melakukan koordinasi dengan pihak kawasan perhotelan sekitarnya untuk memasang tanda dan rambu pembatas kawasan berenang. (met)