Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12220

Giliran Harga Sayur yang Naik, Pak Wali

0
Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Menjelang puasa harga-harga merangkak naik, bahan pokok semakin langka. Pmerintah diharap bisa menekan harga supaya tidak naik. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah harga daging sapi dan ayam yang tinggi, kini pedagang di Pasar Fanindo, Batuaji mengeluhkan harga sayur yang tinggi. Murni, pedagang sayur di pasar tersebut mengatakan saat ini sayur lokal seperti sawi, kangkung dan bayam dijual dikisaran harga Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu perkilo gram. “Baru dua hari ini naiknya,” unar Murni kepada Batam Pos, Jumat (4/5).

Kenaikan sayur hijau itu, katanya disebabkan musim hujan, kondisi tersebut menyebabkan sayur rusak dan petani gagal panen. “Pasokan sayur yang masuk jadi sedikit, makanya harga mahal,” katanya.

Karena kondisi itu, para pedagang juga mengaku kesulitan mendapatkan sayur, bahkan untuk mendapatkannya pedagang rela berebut. “Sawi saja kosong di lapak saya,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Sagulung, pedagang mengaku kenaikan sayur sudah terjadi dua hari belakang ini. “Akhir-akhir ini hujan, banyak sayur yang busuk, petani gagal panen,” ucap Mita pedagang setempat.

Karena kondisi itu, pasokan sayur menjadi turun dan menyebabkan harganya melambung tinggi.

Sementara harga daging sapi dan ayam beku berangsur turun. Sebelumnya daging sapi dijual Rp 90 ribu per kilo gram, namun hari ini (kemarin, red) harganya sudah diangka Rp 87 ribu. Sementara daging ayam beku dijual Rp 33 ribu dari harga sebelumnya Rp 37 ribu.

“Meski turun, sapi masih di atas HET. Itu tandanya masih mahal,” kata Sudirman penjual daging di Pasar Fanindo.

Ia berharap memasuki bulan puasa, harga daging sapi bisa normal, sehingga tidak memberatkan warga maupun pedagang sendiri.

Tak berbeda jauh dengan Pasar Sagulung, kedua komoditas tersebut juga berangsur turun. “Mulai turun. Semoga harganya kembali normal,” jelas Rahmat pedagang Pasar Sagulung. (une)

Terjun Bebas dari Lantai 3 Hotel

0
foto: Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji untuk batampos

batampos.co.id –  Widia, 23, seorang WN China tepatnya Hangzhou didapati tergeletak di jalan, (6/5/2018) sekira pukul 08.30.

Ia terjatuh dari kamarnya di sebuah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Info di lapangan ia telah 3 bulan berada di Batam.

Ia diduga sengaja melompat.

Kepala korban diketahui robek. Korban dilarikan RS Budi Kemuliaan.

Belum ada keterangan resmi mengapa ia mengalami demikian. Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji yang ada di sekitar lokasi kejadian mengabarkan untuk pembaca setia batampos.co.id (ali)

foto: Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji untuk batampos
Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji (bertopi) mengantar korban ke RSBK.

Warga Batam Buru Tiket Citilink dan Lion untuk Lebaran

0

batampos.co.id – Masyarakat Batam berbondong-bondong memesan tiket pesawat sebelum Idul Fitri. Walaupun Idul Fitri masih satu setengah bulan lagi, namun tiket pesawat sudah penuh hingga 90 persen ke beberapa daerah tujuan mudik.

Ada dua maskapai yang tiketnya diburu masyarakat yakni Citilink dan Lion Air. Dua maskapai berbiaya murah ini menyediakan tiket dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat.

Distrik Manager Area Lion Air Batam, M Zaini Bire membenarkan mulai penuhnya tiket mudik. “Tanggal 12 Juni itu, rata-rata sudah full booking 90 persen (ke beberapa daerah tujuan mudik,red),” katanya.

Ia menerangkan daerah tujuan mudik yang paling banyak di pesan itu ke Solo, Yogyakarta dan Semarang. Bire mengatakan dari 10 Juni hingga lebaran, tiket yang tersedia hanya beberapa persen saja.

“Udah hampir full semua,” ungkapnya.

Sementara itu untuk penerbangan Batam Padang serta Pekanbaru, masih terisi sebanyak 50 persen saja. Terkait harga tiket, kata Bire sudah diterapkan harga ambang batas atas.

Hal yang senada juga diucapkan oleh Distrik Manager Citilink Area Sumetera, Hendra JS. Ia mengatakan penerbangan Citilink ke beberapa daerah sudah terisi sebanyak 45 persen. Namun jumlah ini bakal bertambah tiap harinya. “Tiket tersedia itu akan terus terisi, karena setiap harinya orang terus booking tiket,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kata Hendra selagi masih ada kesempatan memesan tiket, sebaiknya segera melakukan pemesanan. Karena untuk penambahan jadwal penerbangan pesawat ke beberapa daerah tujuan mudik, masih belum ditentukan. “Belum tau apakah ada, belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Berduyun-duyunnya masyarakat memesan tiket mudik, diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim, Suwarso. Ia mengatakan penerbangan favorit mudik masyarakat Batam itu ke Bandung, Semarang, Yogyakarta, Padang dan Pekanbaru. “Pantauan saya sudah 80 persen yang diboking. Harganya juga sudah tarif ambang batas atas, contoh Batam Bandung mingu pertama Juni dikisaran Rp 1,2 juta,” tuturnya. (ska)

Polda Kepri Perketat Pengawasan TKI

0
ilustrasi TKI | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Momen Ramadan dan Idul Fitri dijadikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal untuk kembali ke Indonesia melalui jalur belakang. Fenomena ini sudah menjadi hal lumrah tiap tahunnya di Indonesia, khususnya Batam.

Buktinya beberapa waktu lalu ratusan TKI diamankan pihak kepolisian di Batam. Ada yang diamankan saat terapung-apung di laut, namun ada juga yang ditangkap saat kakinya baru menyentuh pantai.

Fenomena ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga.

“Kebanyakan mereka balik sebelum ramadan dan lebaran,” katanya, Jumat (4/5/2018).

Oleh sebab itu, kata Erlangga pihaknya akan memperketat pengawasan di laut, dengan cara melakukan patroli rutin. Namun pengawasan untuk memastikan para TKI ini sampai dengan selamat hingga pantai.

Erlangga mengatakan pihaknya tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali.

“Kami tak ingin ada TKI yang tenggelam lagi, patroli kami tingkatkan. Begitu sampai di tepi, baru kami amankan,” katanya.

Dari hasil penyelidikan polisi, kata Erlangga yang perlu dikhawatirkan adalah setelah lebaran. Ia mengatakan setelah lebaran akan terjadi peningkatan jumlah TKI ke luar negeri, baik secara legal maupun Ilegal. Menurut Erlangga hal inilah yang perlu diantisipasi.

“Kalau di kepolisian saja tidak bisa, perlu instansi lain mengawasi pergerakan TKI ini,” ujarnya.

Selain pengawasan TKI ilegal yang keluar Batam melalui jalur legal. Erlangga menuturkan perlu juga pengawasan di pelabuhan-pelabuhan tikus. Antisipasi kepergian TKI, kata Erlangga akan dibahas dalam rapat koordinasi.

“Nanti ada,” ucapnya. (ska)

Pemko Batam belum Rilis Jadwal Buka-Tutup Tempat Hiburan selama Ramadan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dua pekan jelang bulan suci ramadan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum merilis aturan buka tutup tempat hiburan malam (THM). Namun pada tahun-tahun sebelumnya, selama bulan puasa tutup tiga hari pertama, tiga hari pertengahan dan tiga hari terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin belum bisa menyampaikan jadwal buka tutup THM selama bulan suci. Sebab dirinya belum berkoordinasi dengan Walikota terkait hasil rapat.

“Hasil rapat sudah ada, namun belum bisa sampaikan. Karena belum koordinasi dengan Walikota,” kata Pebrialin, Jumat (4/5).

Disinggung apakah jadwal buka tutup THM akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Pebrialin masih enggan mengatakan.

“Ya kalau saya sampaikan sekarang, berarti sudah saya umumkan dong,” imbuhnya.

Menurut dia, selain menentukan jadwal buka tutup, rapat yang digelar juga membahas sanksi kepada pemilik THM jika melanggar.

“Kalau sanksi pasti ada, tapi nanti akan kami sampaikan. Jadi tunggu aja,” pungkas Pebrialin. (she)

Liga 3 Putaran Provinsi Kepri Menunggu Juklak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Asosiasi Provinsi Kepri mengaku belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan (juklak) mengenai pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. Padahal sesuai dengan surat edaran no 02/II/2018, pelaksanaan gelaran Liga 3 putaran provinsi dilaksanakan April – Juli 2018.

Wakil Ketua PSSI Asprov Kepri Mayfrizon mengaku saat in pihaknya tengah berkonsentrasi untuk melakukan pelantikan pengurus exko. “SK kepengurusan sudah ditandatangani oleh Ketu PSSI. Hanya saja memang masih menunggu jadwal pelantikan,” tuturnya, Jumat (4/5).

“Keterlambatan pelantikan ini lantaran masih menunggu jadwal dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun selaku Ketua Exco PSSI Asprov Kepri,” urai Mayfrizon.

Beberapa waktu terakhir ini, lanjutnya, jadwal Gubernur Kepri memang terbilang padat. Tetapi, maierizon mengatakan jika usai pelantikan nanti PSSI Asprov Kepri akan segera menggelar Raker.

“Dibeberapa wilayah, memang Liga 3 putaran provinsi ada yang telah digelar. yang penting nanti tak berbentrokan dengan jadwal putaran regional,” kata Mayfrizon.

Mayfrizon memang mengakui jika pihaknya belum menerima juklak pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. “Tetapi pengurus PSSI Asprov Kepri, seperti Sekretaris dan pengurus lainnya sudah siap untuk menggelar Liga 3 sewaktu-waktu diperlukan,” tuturnya

Terkait dengan pembinaan sepakbola Kepri, Mayfrizon mengaku jika hal itu menjadi fokus perhatian PSSI Asprov Kepri dibawah Nurdin Basirun. “Tak bisa dipungkiri jika memang sepakbola di Kepri terbilang tertinggal dibanding daerah lain. Tetapi melalui beragam kejuaraan dan pelatihan Insha Allah, akan ada bibit-bibit pesepakbola berbakat yang akan muncul di Kepri,” tuturnya.

“Kami memang akan terus menggulirkan beragam kejuaraan untuk bisa menciptakan peluang menumbuhkan pesepakbola berbakat dari Kepri,” tegasnya.

Antisipasi, lanjut Mayfrizon terkait dengan pembinaan sepakbola di Kepri dilakukan melalui PPLP dan beberapa kejuaraan dan turnamen yang kerap digelar. “Dengan banyaknya kejuaraan, maka pesepakbola di Kepri ini akan semakin bersemangat berlatih dan berprestasi,” jelasnya.

“Nantinya akan ada kompetisi yang berkelanjutan di Provinsi Kepri. Ini yang sedang kita ramu sekarang. Ini yag akan mendukung perkembangan persepakbolaan di Kepri,” tuturnya.

Memang formula kompetisi ini belum diputuskan. Karena menurut Mayfrizon pihaknya masih menimbang untung rugi format kompetisi tertentu. “Apakah akan di tempatkan di satu tempat, atau akan dilaksanakan setiap hari Minggu saja, itu yang masih kita pertimbangkan,” jelas Mayfrizon.

Sementara itu, dalam gelaran Piala Indonesia, dua tim asal Kepri 757 Kepri Jaya dan PS Bintan, berada dalam satu zona, yakni zona 2. Dua tim asal Kepri ini bersama dengan PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, Semen Padang, Batamg Anai FC, PS Pessel dan Nabil FC.

Di pertandingan pertama, 757 Kepri Jaya akan menghadapi perlawanan PSPS Pekanbaru, sementara PS Bintan akan menjajal ketangguhan Nabil FC. (yan)

Penerimaan Siswa Bukan Berdasarkan Nilai tapi Zona

0
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah. Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendigbud) Nomor 17 Tahun 2017 menjelaskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi. Artinya, tidak ada lagi sekolah favorit. Semua orang berhak bersekolah di zonasi bina lingkungannya.

“Permendigbud prioritaskan bina lingkungan bersekolah di zonasinya,” kata Riky Indrakari, anggota Komisi IV DPRD Batam, Jumat (4/5).

Selain itu, lanjut dia, tidak ada satupun pasal permendigbud yang nyatakan bahwa seleksi PPDB di zonasi berdasarkan nilai akademis. Kriteria nilai hanya sebatas tambahan. Dengan sistem zonasi ini anak bina lingkungan wajib diprioritaskan masuk di sekolah tersebut.

“Jadi bukan mereka nilai akademis bagus diterima. Semua yang ada di zonasi wajib,” tutur Riky.

Hanya saja, lanjut dia, yang menjadi persoalan saat ini ialah Wali Kota Batam belum melaksanakan permendigbud tersebut. Terutama dalam hal menjelaskan batasan zonasi. Padahal, sesuai permendigbud menegaskan jika batasan zonasi ditentukan enam bulan sebelum PPDB.

Selain itu, Wali Kota Batam juga wajib mengeluarkan data base anak wajib belajar dan sebarannya. Sehingga nanti ini nantinya menjadi pegangan sekolah untuk menerima peserta didik sesuai domisilinya. Tidak ada lagi orang tua mengurus domisili enam bulan sebelum PPDB.

“Saya terus teriakan. Walaupun ini sudah terlambat. Kita berharap wali kota segera keluarkan zonasi tersebut,” tegasnya.

Politisi PKS itu juga berharap ada komunikasi dinas pendidikan dengan sekolah swasta. Sebab, lebih 65 persen SD dan SMP di Batam itu berstatus swasta. Riky menyesalkan sampai saat ini tidak ada pmbicaraan dinas pndidikan Batam mengenai daya tampung sekolah swasta.

“Artinya disdik hanya sebagai pendayung sampan. Semua beban masyarakat bisa ditampung sendiri. ASkhirnya apa? Tenggelam,” sesalnya.

Seharusnya dinas pendidikan bisa belajar dari daerah lain yang juga bermasalah dengan PPDB. Tetapi mereka memiliki kebijakan, bahwa swasta memiliki kewajiban untuk menampung siswa miskin dan siswa bina lingkungan, tanpa ada punguntan uang SPP dan uang pembangunan.

Riky menambahkan, ada juga beberapa daerah yang menggratiskan sekolah negeri dan swastanya. “Artinya disubsidi. Berapa uang SPP di sekolah tersebut dibayar oleh pemerintah. Salah satunya di Bandung. Ini persoalan kebijakan. Bahwa pemerintah bijak dalam hal pengelolaan keuangan,” paparnya.

Pemko Batam, lanjut Riky, menganggarkan Rp 42 miliar untuk honor dan insentif guru swasta. Tapi dalam hal ini tidak ada timbal balik sekolah swasta kepada pemerintah untuk membebaskan anak bina lingkungan dari pungutan uang pembangunan. “Kalau 65 persen ini mampu berkontribusi. Saya pikir PPDB gak ada persoalan lagi. Karena semua siswa bisa kita tampung,” jelasnya. (rng)

Perempuan Boleh Ikut Adu Banteng, Mau?!

0
Arena adu banteng di Jepang (Scmp)

batampos.co.id – Jepang, akhirnya, perkanankan perempuan ambil bagian pada adu banteng.

Hal ini dalam upaya untuk memoderenisasi kegiatan tradisional yang didorong oleh gerakan dunia yaitu #Metoo.

Gerakan ini adalah untuk menyoroti perlakuan-perlakuan yang sangat tidak pantas dilakukan terhadap perempuan atau bahkan pria. Termasuk memberikan para pelaku pelajaran berharga dan mencegah terjadinya kejadian yang sama di kemudian hari.

Sumo Jepang, baru-baru ini juga mendapat kecaman karena hanya pria yang dibolehkan menonton. Dalam adu banteng yang di Jepang disebut ‘Togyu’, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk melihat.

Tapi pada Jumat (4/5), penyelenggara menarik larangan tersebut. Sebaliknya, mereka kini mengizinkan seorang perempuan pemilik banteng bernama Yuki Araki membawa hewannya ke arena di Yamakoshi, utara Tokyo.

“Kesetaraan untuk pria dan wanita adalah tren zaman,” kata seorang pejabat di organisasi adu banteng Yamakoshi, Katsushi Seki dilansir dari SCMP Sabtu (5/5).

“Dengan membuka arena untuk perempuan, kami berharap pertarungan banteng tradisional ini akan berlanjut jauh ke masa depan,” tambahnya.

Tidak seperti di Spanyol yaitu adu banteng yang berakhir dengan matador yang membunuh hewan, Togyu adalah pertandingan tanpa darah antara dua ekor banteng atau sapi yang mengunci tanduk. “Saya senang orang-orang setempat secara terbuka menyambut kami,” kata Yuki Araki.

(iml/JPC)

Terkait Transformasi FTZ ke KEK, Ketua DPRD Batam Minta Dewan Kawasan Klarifikasi

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Nuryanto meminta Dewan Kawasan segera mengklarifikasi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Sebab, kisruh perubahan status Free Trade Zone (FTZ) menjadi KEK telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan pengusaha di Kota Batam.

“Perlu diperjelas dan dipertegas lagi, transformasi FTZ menjadi KEK ini seperti apa,” tegas Nuryanto, Jumat (4/5/2018).

Sebab menurutnya dia, pada saat sosialisasi KEK oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution, status Kota Batam sebagai FTZ tidak akan hilang, meski diganti FTZ. Hanya saja saat ini terdengar bahwa kaedah yang akan diberlakukan di Batam berubah dari konsep awal yang dipaparkan.

“Tadinya pengusaha oke dan tidak ada masalah. Sekarang jadi resah, karena katanya berubah dari konsep awal,” tutur Nuryanto.

Diakuinya, keresahan ini sudah beberapa kali disampaikan ke DPRD Batam, sebelum akhirnya pengusaha menyurati Presiden Jokowi dan Kemenko Perekonomian. “Ini yang saya tangkap. Pengusaha tidak mau kalau fasilitas FTZ hilang setelah dibentuk KEK. Seharusnya pemerintah pusat lewat dewan kawasan menjelaskan. Apakah masih konsisten dengan komitmen awal bahwa status FTZ tak akan hilang atau seperti apa,” tegas dia.

Pengusaha, lanjutnya, selama ini diam karena mereka berfikir fasilitas FTZ itu tidak hilang. Malah mereka meyakini wilayah yang dijadikan KEK dengan tambahan fasilitas. Kawasan FTZ yang dulunya punya 10 fasilitas dengan bertransformasi ke KEK fasilitasnya bertambah jadi 12-15.

“Yang saya tangkap dulu seperti itu. Kalau FTZ ini tidak hilang, saya rasa tidak ada masalah dan keresahan pengusaha,” paparnya.

foto: cecep mulyana / batam pos

Nuryanto menambahkan, dewan kawasan yang mmiliki anggota Gubernur Kepri, anggota DPRD Kepri, BP Batam dan Wali Kota Batam seharusnya bisa mengklarifikasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan supaya ada kejelasan, sehingga tidak ada lagi muncul opini-opini di tengah masyarakat.

“Kalau masyarakat resah. Kita sebagai wakil rakyat juga menolak hal tersebut. Makanya kita minta tolong diklarifikasi,” tegas dia.

“Apalagi saat ini kita tengah proses pembangunan Batam. Jangan sampai dengan hal-hal seperti ini menganggu pembangunan daerah,” jelasnya. (rng)

Mudik Gratis bersama Pelni

0
KM Kelud . foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Menyambut hari raya libur lebaran, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam kembali melayani mudik gratis dengan bekerjasama dengan Pelindo.

Manager Operasional Pelni Cabang Batam, Toro mengatakan tahun ini KM Kelud sebagai angkutan mudik lebaran kembali berpartisipasi dalam membantu pemudik kembali ke kampung halamannya.

“Kami hanya sebagai penyedia jasa saja, untuk tiketnya ditanggung oleh Pelindo,” kata Toro, Sabtu (5/5).

Ia menyebutkan sesuai dengan rencana, tahun ini ada dua ribu tiket mudik gratis yang akan dibiayai oleh perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pelni Batam.

“Untuk pemberangkatan ada dua tahap nanti. Kalau tak salah tanggal 9 Juni 2018 jadwal pertama khusus untuk Batam tujuan Belawan Medan,” sebutnya.

Ia menegaskan untuk tiket menjadi wewenang dari perusahaan bukan PT Pelni cabang Batam. Perusahaan mungkin memiliki mekanisme tersendiri agar calon pemudik bisa ikut dalam mudik gratis ini.

“Itu sepenuhnya kewenangan mereka. Yang jelas Pelni Batam siap melayani pemudik.

Disinggung mengenai lonjakan pemesanan tiket mudik, Toro menjelaskan hingga saat ini sudah ada pemesanan tiket. “Sudah mulai ada. Mungkin 15 persen adalah pemudik yang memesan tiket,” tambahnya.

Mengenai persiapan menghadapi arus mudik nanti, Toro mengungkapkan masih membahas bersama lintas instansi yang terkait dengan angkutan mudik lebaran.

“Kalau dari Pelni tetap sama. Pelabuhan masih di Batuampar. Mobilisasi bus untuk memudahkan penumpang ke kapal juga sama,” terangnya.

Untuk tiket PT Pelni Batam masih dijual dengan harga sama seperti tahun sebelumnya yakni untuk Batam tujuan Belawan dijual Rp 220 ribu dan Tujuan Jakarta Rp 313 ribu.

Mudik lebaran tahun ini selain KM Kelud, PT Pelni Cabang Batam mendapatkan bantuan satu kapal Doro Londa. Kapal ini akan mulai melayani pemudik tujuan Jakarta Juni mendatang.

Sementara itu, Humas Pelindo Fiona mengatakan untuk tiket nanti calon pemudik harus memenuhi beberapa persayaratan seperti membawa KTP dan Kartu Keluarga. “Mudik gratis tidak hanya laut tapi darat juga ada. Yang laut kami berkerjasama dengan PT Pelni,” ujarnya.

Fiona meambahkan masih menyusun mekanisme untuk tiket mudik gratis ini. “Nanti kami informasikan lagi soal ini. Tahun ini itu ada sekitar 4.750 tiket mudik gratis laut dan darat dari Pelindo,” tutupnya.(yui)